cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan
ISSN : 26857111     EISSN : 23386061     DOI : 10.21831
Core Subject : Science, Education,
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan memuat dan menyebarluaskan hasil-hasil penelitian pendidikan dosen, dan penelitian disertasi mahasiswa S3 dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Hasil-hasil penelitian yang disampaikan pada jurnal ini tidak terbatas pada bidang evaluasi pendidikan tetapi juga hasil penelitian dan evaluasi pendidikan dalam arti luas, seperti bidang teknologi dan kejuruan, ilmu pengetahuan sosial, pendidikan luar sekolah, linguistik terapan, teknologi pembelajaran, manajemen pendidikan, pendidikan sains, dan pendidikan matematika. Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan dengan Nomor ISSN cetak 1410-4725 dan ISSN online 2338-6061 telah terakreditasi kembali dengan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 040/P/2014 yang berlaku selama 5 (lima) tahun sejak ditetapkan pada tanggal 18 Februari 2014
Arjuna Subject : -
Articles 499 Documents
PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENGAMBILAN KEBIJAKAN PUBLIK BIDANG PENDIDIKAN DI KOTA SURAKARTA Munadi, Muhammad
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol. 12 No. 2 (2008)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta in cooperation with Himpunan Evaluasi Pendidikan Indonesia (HEPI) Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v12i2.1431

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan partisipasi masyarakat dalam pembuatan kebijakan publik bidang pendidikan di Kota Surakarta selama kurun 2005-2006. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Subjek penelitian adalah anggota Komisi IV DPRD Kota Surakarta, Dewan Pendidikan Kota Surakarta, dan lembaga swadaya masyarakat (LSM). Informan adalah Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Surakarta, Badan Perencanaan Daerah (BAPEDA), organisasi profesi guru, media massa, dan lembaga pendidikan. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Pemerikasaan keabsahan data menggunakan teknik triangulasi metode dan sumber. Analisis data dilakukan secara interaktif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam membuat kebijakan publik bidang pendidikan masih berdasarkan pada aturan dan bottom up. Partisipasi diawali dengan public hearing, pengisian angket, Focus Group Discussion (FGD), dan ditutup dengan public hearing. Masyarakat yang terlibat adalah guru dan kepala sekolah, siswa sekolah menengah, LSM, Dewan Pendidikan Kota Surakarta, Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Solo, kelompok pinggiran di Surakarta, Pemerintah Kota Surakarta, dan akademisi perguruan tinggi.Kata kunci:      partisipasi masyarakat, kebijakan publik bidang pendidikan
Upaya Pengkatan Efektivitas Pembelajaran Bahasa Inggris di SLTP I Pengasih Kulonprogo Purnawan, Ari; Gunawan, Gunawan
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 2, No 3 (2000)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v2i3.2087

Abstract

Penelitian tindakan ini dilaksanakan untuk meningkatkan efektivitas pembelajaian bahasa Inggris di SLTP 1 Pengasih Kabupaten Kulonprogo dengan tujuan operasional mengupayakan penanggulangan pennasalahan: (1) rasa takut terhadap pelajaran bahasa Inggris, (2) partisipasi siswa yang rendah dalam kegiatan belajar-mengajar, (3) kegaduhan yang beriebihan, (4) dominasi siswa tertentu dalam proses pembelajaran, dan (5) pekerjaan rumah tidak dikerjakan. Penelitian dilakukan pada pembelajaran bahasa Inggris di kelas satu SLTP 1 Pengasih Kabupaten Kulonprogo tahun akademik 1998/1999. Untuk mewujudkan upaya itu, peneliti bersama kepala sekolah dan guru bahasa Inggris melaksanakan prosedur penelitian tindakan. Siklus penelitian tindakan ini dimulai dari penyusunan rencana tindakan yang disusun bersama berdasar pada hasil observasi yang telah dilakukan. Kemudian, rencana tersebut diimplementasikan dalam bentuk tindakan kelas. Hasil tindakan direfleksikan untuk menentukan langkah selanjutnya. Rancangan tindakan yang tidak atau belum memberikan hasil diharapkan direvisi untuk diterapkan kembali pada siklus berikutnya. Data penelitian digali catatan lapangan yang berupa pikiian-pikiran, harapan-harapan, dan saran-saran dari subyek penelitian dan hasil observasi terhadap proses tindakan. Upaya mengurangj ketegangan dan rasa takut yang dialami siswa dilakukan dalam putaran tindakan berbentuk penciptaan hubungan yang akrab dan terbuka antar- siswa dan antara guru dengan siswa dan pemupukan keberanian dan percaya diri siswa. Upaya menanggulangi kurangnya partisipasi siswa dalam pelajaran, dilakukan dalam dua putaran tindakan. Tindakan putaran pertama adalah penciptaan berbagai variasi kegiatan yang menyenangkan bagi siswa. Tindakan putaran kedua adalah melanjutkan tindakan putaran pertama dengan menambah kegiatan ceramah dan diskusi tentang pentingnya mempelajari bahasa Inggris bagi siswa, persyaratan untuk mencapai pembelajaran yang efektif. dan keinginan serta harapan guru untuk mengembangkan peran aktif siswa dalam proses pembelajaran. Upaya menanggulangi kegaduhan yang terjadi di kelas, dilakukan dalam dua putaran tindakan. Tindakan putaran pertama adalah pengurangan kegiatan-kegiatan verbal dalam pelajaran. Tindakan putaran ke dua adalah ceramah dan diskusi tentang syarat-syarat untuk mencapai hasil belajar yang baik, pentingnya bersikap dan berperilaku yang baik dalam belajar. dan keinginan serta harapan guru untuk mengurangi kegaduhan yang mengganggu untuk menanggulangi pennasalahan dominasi siswa tertentu dalam pelajaran dilakukan dalam satu putaran tindakan, berupa penerapan teknik kerja kelompok, pembatasan bagi siswa-siswa dominan, dan pemberian bantuan dan bimbingan yang intensif bagi siswa-siswa yang lamban. Upaya dalam menanggulangi pennasalahan pekerjaan rumah yang tidak dikerjakan dilakukan dua putaran tindakan. Tindakan putaran pertama adalah pemberian penguatan dan hadiah bagi siswa yang mengerjakan pekerjaan rumah dan pemberian hukuman bagi siswa yang tidak mengerjakannya. Tindakan putaran kedua adalah perubahan pekerjaan rumah dari yang bersifat pengulangan atau pendalaman menjadi yang bersifat penyiapan terhadap pelajaran yang akan dibahas pada pertemuan berikutnya.
Metode Linking Butir False Positive pada Pendeteksi DIF berdasarkan Teori Responsi Butir Wardani Rahayu
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 14, No 1 (2010)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v14i1.1974

Abstract

Tujuan dari peneiitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh metode linking pada sejumlah butir false positif dalam pendeteksian DIF berdasarkan teori response butir. Metode linking yang digunakan adalah metode rerata dan sigma (RS), metode tegar rerata dan sigma (TRS), metode kurva karakteristik (KK). Pendeteksian DIF dilakukan dengan menggunakan metode Lord's Chi-Square Test. Hasil pendeteksian DIF melalui metode Lord's Chi-Square ini didasarkan pada banyaknya butir false positive (FP) yang mempengaruhi keakuratan metode linking. Jumlah butir false positif dihitung dari butir yang sebelumnya diperkirakan tidak DIF berdasarkan Likelihood Ratio Test, akan tetapi setelah pendeteksian DIF menggunakan Lord's Chi-Square Test, ternyata ditemukan bahwa item mengandung DIF. Hasil peneiitian menunjukkan bahwa metode kurva karakteristik, metode rerata dan metode sigma adalah lebih akurat daripada metode tegar rerata dan metode sigma. Namun, metode kurva karakteristik memiliki akurasi yang sama dengan metode rerata dan metode sigma. Kata kunci: metode Unking, butir false positive, DIF
Pengembangan Multimedia Interaktif Pembelajaran Mata Kuliah Akuntansi Dasar 1 B. Indah Nugraheni
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 9, No 1 (2007)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v9i1.1991

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengungkapkan tahapan-tahapan dalam mengembangkan multimedia pembelajaran untuk mata kuliah Akuntansi Dasar 1 dengan karakteristik: (1) interaktif; (2) mencakup berbagai komponen media yaitu teks, gambar, animasi, suara, dan video; dan (3) dilengkapi lembar kerja mahasiswa. Penelitian dan pengembangan {research and development) ini dilakukan lima tahap, yaitu: analisis kebutuhan, desain, produksi, evaluasi, dan revisi. Pada tahap produksi awal dievaluasi oleh ahli materi, ahli media, dan dosen mata kuliah Akuntansi Dasar 1. Ujicoba ada tiga tahap, yaitu oleh individu, kelompok kecil, dan uji coba lapangan. Subjek uji coba produk adalah mahasiswa Program Studi Pendidikan Akuntansi. Data berupa hasil penilaian mengenai kualitas produk, saran untuk perbaikan produk, skor tes, serta data kualitadf lainnya dikumpulkan melalui kuesioner, wawancara, tes, dan observasL Data kuantitatif dianalisis dengan statisdk deskripdf dan inferensiaL Saran-saran yang diperoleh digunakan sebagai dasar untuk merevisi produk. Mahasiswa berpendapat bahwa multimedia yang dikembang-kan berkualitas baik. Aspek pembelajaran memiliki rerata skor 4,17 (baik), aspek isi 4,16 (baik) dan aspek media 4,04 (baik). Rerata skor secara keseluruhan sebesar 4,12 yang termasuk dalam kriteria baik. Dari tes yang dilaksanakan diperoleh rerata skotpre-test sebesar 58,98 dan rerata skor post-test sebesar 79,65, jadi ada kenaikan rerata skor sebesar 20,67 atau sebesar 35%. Hasil uji / menunjukkan bahwa kenaikan rerata skor signifikan. Jadi, dapat disimpulkan bahwa produk multimedia yang dikembangkan efektif untuk digunakan dalam proses pembelajaran Akuntansi Dasar 1.Kata kunci: pengembangan multimedia interaktif, pembelajaran, akuntansi dasar
Pengembangan Program Pemebelajaran Fisika SMA Berbantuan Komputer Wurdiyanti, Titi
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 8, No 2 (2006)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v8i2.2002

Abstract

Secara umum, penelitian ini bertujuan untuk mengembang-kan program pembelajaran fisika sekolah menengah atas berbantuan komputer dan kemudian mengevaluasi program tersebut pada sampel siswa dari populasi penelitian ini. Secara lebih luas, tujuan penelitian ini adalah: (1) mempelajari tanggapan siswa terhadap program tersebut, dan (2) mempelajari perbedaan antara prestasi hasil belajar siswa sebelum dan sesudah mereka menggunakan program tersebut (perbedaan antara skor pretest dan skotpost test). Subjek uji coba meliputi 82 orang, terdiri atas seorang ahli mata pelajaran, seorang ahli media, 30 siswa untuk uji coba instrumen penelitian, 20 siswa untuk uji coba kelompok kecil, dan 30 siswa untuk uji coba lapangan. Data penelitian ini dikumpulkan menggunakan angket pembelajaran dan tes fisika (tes awal dan tes akhir). Evaluasi program dilakukan berdasarkan aspek pembelajaran dan media. Kritik dan sa-ran dari responden digunakan untuk meningkatkan program tersebut Temuan penelitian menunjukkan bahwa dari aspek pembelajaran dan media, program pembelajaran fisika sekolah menengah atas berbantuan komputer secara keseluruhan menarik, bisa meningkatkan motivasi belajar (diberi nilai B oleh responden), dan meningkatkan nilai rata-rata siswa 18%. Kata Kunci: pengembangan program, model pengembangan, validasi program.
ANALISIS ASESMEN FORMATIF FISIKA SMA BERBANTUAN KOMPUTER Kusairi, Sentot
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol. 16 (2012): Edisi Dies Natalis ke-48 UNY
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta in cooperation with Himpunan Evaluasi Pendidikan Indonesia (HEPI) Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v16i0.1106

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengembangkan model analisis asesmen formatif Fisika (AAFF) berbantuan komputer, (2) menemukan kharakteristik model analisis asesmen formatif Fisika berbantuan komputer, (3) menentukan kelayakan model analisis asesmen formatif Fisika berbantuan komputer. Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian pengembangan (research and development), dengan desain pembelajaran (instructional design) oleh Dick dan Carey. Penelitian melibatkan beberapa Sekolah Menengah Atas di Kota Malang mulai Maret 2010 sampai dengan September 2010. Hasil pengembangan merupakan model AAF berbantuan computer, dengan karakteristik (1) Model dapat menggali kelemahan dan kesulitan belajar siswa, (2) Model analisis dapat memberikan umpan balik pada siswa tentang hasil tes, (3) Model AAFF dapat menghasilkan pengelompokan siswa berdasarkan kesulitan belajar atau siswa yang menderita miskonsepsi atau kesulitan tertentu, (4) model dapat menentukan siswa yang menjawab tidak konsisten.Kata kunci: analisis asesmen formatif fisika (AAFF)______________________________________________________________A COMPUTER-ASSISTED ANALYSIS OF PHYSICS FORMATIVE ASSESSMENT FOR SENIOR HIGH SCHOOLS Abstract The objectives of this study are: (1) to develop a model for a computer-assisted  analysis of  physics formative assessment, (2) to find out the characteristics of the  final product of  the model, (3) to assess the feasibility of the final product  of the model. This was a research and development study employing the instructional design by Dick and Carey. It involved several senior high schools in Malang City, conducted from March 2010 to September 2010. The result of the development is a model for a computer-assisted AAF with characteristics as follows. (1) The model can identify students' learning weaknesses and difficulties. (2) The model of the analysis can give students feedback about test results. (3) The AAFF model can result in students' grouping based on learning difficulties or students with misconceptions or learning difficulties. (4) The model can detect students answering inconsistently.Keywords: analysis of physics formative assessment
Pengembangan Media VCD Pembelajaran "Memerankan Drama Pendek" di Sekolah Dasar Siti Mariyah
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 7, No 2 (2005)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v7i2.2018

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan tahapan-tahapan dalam pengembangan media VCD pembelajaran memerankan drama pendek, (2) menghasilkan media VCD pembelajaran memerankan drama pendek. Penelitian ini termasuk penelitian pengembangan, dengan subjek uji coba 49 responden, yang terdiri dari tiga orang ahli desain pembelajaran, tiga orang ahli materi, tiga orang ahli media, sembilan orang siswa untuk uji coba kelompok kecil, 25 orang siswa dan 6 orang responden guru mata pelajaran Bahasa Indonesia SD untuk uji coba lapangan. Instrumen yang digunakan untuk penelitian ini adalah angket dan wawancara dengan kriteria meliputi aspek isi materi, aspek pembelajaran dan aspek media. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas VCD pembelajaran memerankan drama pendek ini berada pada kategori tinggi (rerata skor 3,84 dari 4,5). Hasil ini menunjukkan bahwa VCD pembelajaran ini layak digunakan sebagai sumber belajar dan media alternatif dalam memecahkan masalah belajar di sekolah dasar. Kata kunci: pengembangan, vcd pembelajaran, drama pendek.
PENGARUH PEMBOBOTAN DAN JENIS PENILAI TERHADAP FUNGSI INFORMASI TES PERFORMANSI S, Wakhinuddin
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol. 16 No. 1 (2012)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta in cooperation with Himpunan Evaluasi Pendidikan Indonesia (HEPI) Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v16i1.1123

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh skala penilaian dengan pembobotan (SPPP), tanpa pembobotan (SPTP), penilai internal dan eksternal terhadap fungsi informasi tes performansi. Penelitian dilakukan dengan pendekatan eksperimen pada tujuh SMK di Sumatera Barat; melibatkan sampel 864 subjek dan 46 performansi. Pengambilan sampel dengan metode random sampel sederhana, penempatan subjek dengan metode random matriks sampel. Data dikumpulkan dengan tes performansi dan dianalisis dengan metode Rasch. Analisis data penelitian menggunakan Anava (desain faktorial 2x2). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Fungsi informasi tes SPPP lebih tinggi daripada fungsi informasi tes SPTP; 2) Fungsi informasi tes oleh penilai eksternal lebih tinggi daripada fungsi informasi tes oleh penilai internal; 3) Faktor interaksi antara ragam tes performansi dan kelompok penilai mempengaruhi fungsi informasi tes.Kata kunci: tes performansi, fungsi informasi tes, skala penilaian dengan pembobotan, skala penilaian tanpa pembobotan, penilai internal dan penilai eksternal______________________________________________________________THE INFLUENCE OF PERFORMANCE TESTS WITH WEIGHTING AND ASSESSOR TYPE ON INFORMATION FUNCTION OF PERFORMANCE TESTAbstract The objective of this research was to investigate the influence of weighted and unweighted rating scales, and internal and external assessors on information function of performance test. The study was conducted on the even semester of 2004 at seven vocational schools in West Sumatera, involving 864 students and 46 performances. The sample was drawn by using simple random sampling technique, and placement was done by means of random matrix method. Factorial 2x2 design was adopted in this study. Data were collected through a performance test, and analyzed by using Rasch and two-way analysis of variance. The results of the research are: (1) the information function of the weighted rating scale test was more effective than the unweighted rating scale test, (2) the information function of the student's test  assessed by external assessors was higher than that assessed by internal assessors, (3) The interaction factor between types of performance test (weighted and unweighted) and assessor groups (internal and external) affected the information function of  test, (4) the information function of unweighted rating scale used by internal assessors was higher than that used by external assessors, (5) the information function of unweighted rating scale used by internal assessors was higher than the information function of weighted rating scale used by internal assessors, (6) the information function of weighted rating scale used by external assessors was higher than that of weighted rating scale used by internal assessors, (7) the information function of weighted rating scale used by external assessors was higher than that of unweighted rating scale used by internal assessors.Keywords: Performance test, informations function, weighted rating scale, unweighted rating scale, internal assessor and eksternal assessor
Pola Manajemen Keuangan Berbasis Sekolah dan Hubungan dengan Kinerja Sekolah (studi kasus di SMP negeri 1, 5, dan 8 yogyakarta) Muhamad Jaeni
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 7, No 1 (2005)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v7i1.2034

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengungkapkan perencanaan, prosedur pengesahan, pelaksanaan, mekanisme dan bentuk laporan, serta evaluasi anggaran berbasis sekolah, pengaruh pola manajemen keuangan terhadap kinerja sekolahj dan upaya sekolah menumbuhkan kesadaran masyarakat dalam membantu dan mengawasi penyelenggaraan pendidikan di sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen sekolah. Informan adalah kepala sekolah, wakil kepala sekolah, bendahara, guru, staf administrasi, anggota OSIS, komite sekolah, dewan pendidikan, dinas pendidikan, Badan Pemeriksa Keuangan Daerah (BPKD), dan Lembaga Pengawasan Internal (LPI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Pertama, RAPBS selalu mengalami kenaikan sekitar 20% tiap tahun. Dalam konteks MBS, pendekatan perencanaan keuangan yang dipakai tidak lagi menggunakan line item budget, tetapi didasarkan kepada kebutuhan program dan kinerja sekolah. Dalam rapat RAPBS, seringkali kepala sekolah dan bendahara hanya membahas dana dari pemerintah dan orang tua. Kedua, laporan, pengesahan, dan evaluasi keuangan sekolah disampaikan dan dilakukan oleh Dinas Pendidikan dan Tim Monitoring Block Grant, yang terdiri dari dinas PP, Dewan Pendidikan, Bappeda, BPKD, dan LPI. Ketiga, Sekitar 85% anggaran sekolah dipergunakan untuk gaji dan kesejahteraan, sementara sisanya untuk KBM menggunakan dana block grant dari pemerintah. Kinerja evaluator belum maksimal. Keempat, upaya kepala sekolah serta stakeholders untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat dalam membantu penyelenggaraan pendidikan di sekolah. Kata kunci: manajemen keuangan berbasis sekolab, kinerja sekolab
PENGEMBANGAN MODEL EVALUASI KULTUR SMA Siswanto, Siswanto
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol. 17 No. 1 (2013)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta in cooperation with Himpunan Evaluasi Pendidikan Indonesia (HEPI) Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v17i1.1363

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengindentifikasi, 2) me-ngembangkan model evaluasi, dan 3) mengetahui kelayakan model evaluasi kultur SMA yang dikembangkan. Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan. Langkah-langkah penelitian dan pe-ngembangan menggunakan acuan pokok dari Plomp, sedangkan penentuan jumlah subjek uji coba menggunakan acuan dari Borg & Gall. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) keadaan kultur akademik yang berkembang di SMA saat ini terdiri atas enam aspek budaya, yaitu berprestasi dan berkompetisi, disiplin dan efisien, jujur dan terbuka, gemar membaca, teguran dan penghargaan, serta kerja sama dan kebersamaan; 2) keadaan kultur sosial yang ber-kembang di SMA saat ini terdiri atas sembilan aspek budaya, yaitu jujur dan terbuka, teguran dan penghargaan, kerjasama dan keber-samaan, saling menghormati, bersih, disiplin dan efisien, ber-sahabat/komunikatif, saling percaya, dan semangat kebangsaan; 3) hasil confirmatory factor analysis (CFA) menunjukkan bahwa model evaluasi kultur akademik dengan responden siswa dan guru sesuai dengan data lapangan dan model evaluasi kultur SMA yang di-kembangkan layak digunakan.Kata kunci: pengembangan model, evaluasi, kultur sekolah______________________________________________________________DEVELOPING A MODEL OF AN EVALUATION OF THE SCHOOL CULTURE IN SENIOR HIGH SCHOOLSAbstract This study aims to: 1) identify the condition of the school culture in senior high schools (SHSs) at this moment; 2) develop a model of an evaluation of the school culture in SHSs; and 3) know the feasability of the developed model of the evaluation of the school culture in SHSs. This research was a research and development. This steps of the research and development were those proposed by Plomp, while the number of the try out subjects was established using Borg & Gall. The conclusions of the study are as follows 1) the condition of academic culture which is developing in SHSs consists of six cultural aspects, namely achievement and competition, discipline and efficiency, honesty and openness, reading habit, reward and punishment, and cooperation and togetherness; 2) the condition of social culture which is developing in SHSs consists of nine cultural aspects, namely honesty and openness, reward and punishment, cooperation and togetherness, mutual respect, cleanness, discipline and efficiency, friendliness/communicativeness, mutual trust, and nationalism spirit; 3) the result of the CFA shows that the evaluation model for the academic culture for the students is  relevant to the field. Teacher respondance shows that value of KMO is 0,655; 4) the result  of the social culture for students is relevant to the field. Teacher respondance shows that value of KMO is 0,682; 5) the effectiveness of the model of the evaluation of the school culture is judged as a good evaluation model.Keywords: model development, evaluation, school culture