cover
Contact Name
M Rusli B
Contact Email
pusdig.id@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
pusdig.id@gmail.com
Editorial Address
Perumahan Griya Lumandi Permai Blok B19, Kec. Wara Selatan, Palopo
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Bayt Al Hikmah (Jurnal Pendidikan dan Pengembangan Masyarakat Islam)
ISSN : 30905133     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Religion, Education,
Bayt Al Hikmah adalah Jurnal Pendidikan dan Pengembangan Masyarakat Islam yang diterbitkan dan dikelola oleh Pustaka Digital Indonesia. Bayt Al Hikmah menerbitkan artikel penelitian asli atau artikel tinjauan tentang Pendidikan dan Pendidikan dan Pengembangan Masyarakat Islam yang ditulis dalam bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, dan atau Bahasa Arab. Bayt Al Hikmah memiliki visi untuk menjadi jurnal bereputasi dan menerbitkan karya tulis berkualitas baik. Bayt Al Hikmah bertujuan untuk menyediakan wadah publikasi bagi dosen, peneliti, mahasiswa, dan Praktisi di seluruh dunia untuk dipublikasikan di jurnal kami. Secara spesifik, cakupan Jurnal Bayt Al Hikmah: Jurnal Pendidikan dan Pengembangan Masyarakat Islam adalah: (1) Pendidikan Agama Islam dan (2) Study Tentang Pengembangan Masyarakat Islam. Bayt Al Hikmah akan diterbitkan secara elektronik 2 kali setahun pada bulan Juni dan Desember Secara Open Acces. Pengumuman penerimaan makalah terbuka akan dilakukan di situs web ini
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 36 Documents
Perkembangan Kemampuan Baca Tulis Arab Melayu di Kalangan Santri Pesantren Tradisional di Aceh Besar Wildan Khalil; Sri Mawaddah
Bayt Al Hikmah: Jurnal Pendidikan dan Pengembangan Masyarakat Islam Vol. 1 No. 1 (2025): Januari - Juni 2025
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/BaytAl-Hikmah.398

Abstract

Urgensi pada penelitian terletak pada penggunaan huruf Latin yang dominan dalam kehidupan sehari-hari membuat Arab Melayu semakin terpinggirkan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perkembangan kemampuan baca tulis Arab Melayu di kalangan santri pesantren tradisional di Aceh Besar serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi kemampuan tersebut. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan membaca Arab Melayu di kalangan santri masih cukup baik, terutama dalam membaca kitab-kitab keislaman klasik. Namun, kemampuan menulis Arab Melayu masih rendah karena minimnya latihan menulis dan dominasi huruf Latin dalam kehidupan sehari-hari. Faktor pendukung perkembangan kemampuan baca tulis ini antara lain metode pengajaran tradisional dan peran aktif guru, sedangkan faktor penghambat meliputi keterbatasan media pembelajaran dan kurangnya motivasi santri. Beberapa pesantren telah melakukan upaya pelestarian melalui pelatihan menulis dan pengintegrasian aksara Arab Melayu dalam kegiatan belajar. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam upaya menjaga warisan literasi Islam lokal di Aceh.
Menelaah Pengertian, Macam, dan Tujuan Kisah- Kisah dalam Al-Quran Shanera Arianti Nur Azizah; Annisa Mayyuris Naila; Rendi Samara Putra; Umar Al-Faruq
Bayt Al Hikmah: Jurnal Pendidikan dan Pengembangan Masyarakat Islam Vol. 1 No. 1 (2025): Januari - Juni 2025
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/BaytAl-Hikmah.399

Abstract

The urgency of this research lies in the need for a deeper and more contextual understanding of the stories in the Qur’an, which have often been perceived merely as historical narratives or miracles. The stories within the Qur'an play a pivotal part in passing on lessons and ethical values to humankind. This investigate points to analyze the implications, assortments, and purposes of the stories contained within the Qur'an. The concept of stories within the Qur'an is caught on as a implies of conveying divine messages that are instructive and full of shrewdness. Different sorts of stories, such as those of the prophets, past countries, and illustrations, are explained to illustrate the differences and profundity of implications contained inside them. Moreover, this think about examines the purposes of these stories within the Qur'an, which incorporate instructive viewpoints, ingrains ethical values, reinforcing confidence, and giving lessons for humankind. With a comprehensive understanding of these stories, it is trusted that perusers can execute the values contained inside them into their every day lives, permitting the stories of the Qur'an to serve as important rules for living.
Strategi Pembelajaran Baca Tulis Arab Melayu pada Siswa Madrasah Ibtidaiyah di Kabupaten Aceh Tengah Muhammad Naufal; Sri Mawaddah
Bayt Al Hikmah: Jurnal Pendidikan dan Pengembangan Masyarakat Islam Vol. 1 No. 1 (2025): Januari - Juni 2025
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/BaytAl-Hikmah.401

Abstract

The urgency of this research lies in addressing the challenge of preserving the Arab-Malay script amid the declining interest of younger generations in learning it, particularly at the elementary education level. This study aims to identify the teaching strategies used by teachers in teaching Arab-Malay literacy at Madrasah Ibtidaiyah in Central Aceh Regency, as well as to examine the obstacles faced, the creativity of the teachers, and the role of cultural environment in the learning process. The subjects of this study include teachers who teach Arab-Malay or similar local content subjects, as well as students in grades IV to VI at several Madrasah Ibtidaiyah in the region. The research employs a descriptive qualitative method, with data collected through observation, interviews, and documentation. The findings reveal that teachers implement various innovative strategies, such as the use of visual media, learning through play methods, and the integration of local cultural values to enhance students' interest and understanding of the Arab-Malay script. However, the learning process also encounters challenges, including limited teaching materials, lack of teacher training, and low student motivation. Moreover, support from families and the local community significantly influences the success of the learning process. In conclusion, teacher creativity and synergy between school, family, and local culture are key factors in supporting the effective and sustainable teaching of Arab-Malay literacy.
Peran Tulisan Jawi dalam Pelestarian Tradisi Arab-Melayu di Nusantara Adrian Maulana; Sri Mawaddah
Bayt Al Hikmah: Jurnal Pendidikan dan Pengembangan Masyarakat Islam Vol. 1 No. 2 (2025): Juli - Desember 2025
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/BaytAl-Hikmah.402

Abstract

The urgency of this research lies in examining the role of Jawi script as a modified Arabic script used to write the Malay language, as well as its contribution to the spread of Islam and the formation of Arab-Malay cultural identity in the Nusantara. This study aims to describe the contribution of Jawi script in preserving the cultural values and traditions of the Malay community. This research employs a qualitative descriptive method. Data collection techniques include library research and digital documentation. The researcher applies source triangulation to ensure data validity. Data analysis is carried out using content analysis methods. The results show that Jawi script is not only a means of communication and Islamic propagation, but also a cultural heritage that records the intellectual and spiritual legacy of past societies. Although its usage has declined in recent times, various preservation efforts such as manuscript digitization and Jawi instruction in educational institutions are being promoted. The preservation of Jawi script is a strategic step in safeguarding the Arab-Malay cultural identity and heritage amidst the current of modernization.
Strategi Pembelajaran Efektif dalam Meningkatkan Kemampuan Baca Tulis Arab Melayu Siswa di MTs Najwa Muhtadi; Sri Mawaddah
Bayt Al Hikmah: Jurnal Pendidikan dan Pengembangan Masyarakat Islam Vol. 1 No. 2 (2025): Juli - Desember 2025
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/BaytAl-Hikmah.406

Abstract

The teaching of Arabic-Malay literacy at the Madrasah Tsanawiyah (MTs) level plays a strategic role in preserving the Islamic Nusantara literary heritage and in developing students’ linguistic and cultural competencies. This study aims to identify effective instructional strategies to improve Arabic-Malay literacy skills through a literature review of recent scholarly sources. The method used is a library research approach, analyzing journal articles, books, and relevant research reports published between 2017 and 2024. Findings indicate that the success of Arabic-Malay instruction is influenced by teacher competence, the use of contextual learning media, supportive learning environments, and students' linguistic and cultural backgrounds. These results highlight the importance of adopting integrative and adaptive teaching strategies aligned with local contexts and learner characteristics. This study recommends strengthening teacher training, digitizing manuscripts, and providing innovative teaching media as strategic efforts to enhance Arabic-Malay literacy education in MTs.
Pembelajaran Bahasa Arab Melayu sebagai Fondasi Literasi Dini pada Anak Usia Dini Nadia Mursalina; Sri Mawaddah
Bayt Al Hikmah: Jurnal Pendidikan dan Pengembangan Masyarakat Islam Vol. 1 No. 2 (2025): Juli - Desember 2025
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/BaytAl-Hikmah.407

Abstract

Urgensi penelitian ini terletak pada pentingnya pengembangan literasi dini yang tidak hanya efektif secara kognitif, tetapi juga kontekstual secara budaya dan spiritual, khususnya bagi anak usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adalah Bagaimana peran pembelajaran Bahasa Arab Melayu dalam membentuk fondasi literasi pada anak usia dini Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Subjek penelitian terdiri dari tiga kelompok utama yaitu: (1) guru kelas dan guru agama (2) orang tua/wali murid (3) anak usia 4–6 tahun. Analisis data dilakukan secara bertahap melalui tahapan reduksi data, kategorisasi tematik, penyajian dalam bentuk matriks naratif, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran Bahasa Arab Melayu berkontribusi signifikan terhadap perkembangan literasi dini, khususnya dalam pengenalan aksara Jawi, peningkatan kesadaran fonologis, dan membangun minat membaca serta menulis pada anak usia dini. Melalui pendekatan kontekstual seperti permainan dan nyanyian, proses pembelajaran menjadi lebih menyenangkan dan bermakna. Temuan ini juga menunjukkan bahwa lebih dari 70% anak mampu mengenali minimal 10 huruf Arab Melayu dalam waktu relatif singkat, disertai partisipasi aktif orang tua yang memperkuat efektivitas pembelajaran. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam pengembangan literasi berbasis budaya lokal serta penguatan nilai religius sejak dini.
Internalisasi Teori Baca Tulis Arab Melayu dalam Pembelajaran Siswa di Sekolah Dasar Eka Trianingsih; Sri Mawaddah
Bayt Al Hikmah: Jurnal Pendidikan dan Pengembangan Masyarakat Islam Vol. 1 No. 2 (2025): Juli - Desember 2025
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/BaytAl-Hikmah.408

Abstract

The urgency of this study is to analyze the internalization of reading and writing skills in the Jawi script (Arab-Malay script) within the learning process of elementary school students at SD Negeri 1 Banda Aceh. This research employs a descriptive qualitative approach using participatory observation, semi-structured interviews, and document analysis. The findings indicate that integrating the Arab-Malay script into culturally based learning significantly enhances students’ motivation and comprehension. Interactive learning methods, such as the use of digital applications and the Imla’ (dictation) technique, have proven effective in facilitating students’ gradual internalization of the script. Furthermore, the teacher’s role as a facilitator, along with a culturally responsive curriculum, greatly contributes to the success of the learning process. The study also highlights that combining the Jawi script with other subjects, such as the Indonesian Language and Islamic Religious Education, improves literacy skills while reinforcing students’ cultural and religious identities. However, several challenges remain, including limited instructional time and a lack of engaging learning media. These obstacles indicate the need for more innovative and integrated strategies to optimize the teaching of the Arab-Malay script in elementary education. The results of this study contribute to the development of culturally responsive education and the preservation of local linguistic heritage. Further research is recommended to explore the long-term impact of Jawi script learning on students’ academic achievement and cultural identity development.
Sejarah Penulisan Aksara Arab Melayu dalam Tradisi Tulis dan Budaya Lokal Nasywaa El Taqiyyah; Sri Mawaddah
Bayt Al Hikmah: Jurnal Pendidikan dan Pengembangan Masyarakat Islam Vol. 1 No. 2 (2025): Juli - Desember 2025
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/BaytAl-Hikmah.412

Abstract

This study explores the historical significance of the Arabic-Malay script (Jawi) in shaping local literacy traditions and cultural identity in the Malay-speaking regions of Southeast Asia. The research aims to trace the development of Arabic-Malay writing and its relationship with Islamic scholarly transmission, customary law, and indigenous literature. Employing a descriptive qualitative method, the study analyzes historical documents, educational practices, and cultural artifacts related to the use of the script. Findings reveal that the Arabic-Malay script played a central role in disseminating Islamic knowledge, documenting local wisdom, and preserving oral traditions in written form. It served as a bridge between religious and secular spheres, fostering a literate society rooted in local values. The study concludes that the preservation and revitalization of Arabic-Malay writing are essential for sustaining cultural heritage and identity, particularly amid modern educational challenges and the decline of traditional literacy forms. Efforts such as integrating the script into school curricula, digital archiving, and community-based education are key to its survival.
Kejahatan Dunia Maya (Cybercrime) dalam Prespektif Hukum Islam dan Hukum Positif Masyarakat di Indonesia A. Muh Fauzan; Jusri Mudjrimin; Sulfikar Sulfikar
Bayt Al Hikmah: Jurnal Pendidikan dan Pengembangan Masyarakat Islam Vol. 1 No. 1 (2025): Januari - Juni 2025
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/BaytAl-Hikmah.414

Abstract

Urgensi penelitian ini terletak pada kebutuhan mendesak akan pemahaman yang komprehensif dan integratif mengenai bagaimana kedua sistem hukum tersebut merespons dan mengatur kejahatan dunia maya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kejahatan dunia maya (cybercrime) dalam prespektif hukum islam dan hukum positif masyarakat di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode normatif dan kualitatif dengan pendekatan yang berfokus pada pencarian kaidah hukum, asas hukum, serta doktrin hukum guna menjawab berbagai pertanyaan terkait hukum. Analisis data dengan mengkaji Pustaka berupa peraturan perundangundangan terkait, pelacakan buku-buku dan jurnal-jurnal di internet yang berisi konsep substansial yang terakait permasalahan kejahatan dunia maya (cybercrime). Penelitian ini menunjukkan bahwa kejahatan dunia maya merupakan tantangan hukum yang kompleks dan membutuhkan penanganan yang komprehensif dari berbagai perspektif, termasuk hukum positif Indonesia dan hukum Islam. Dalam hukum positif Indonesia, pengaturan mengenai cybercrime telah diatur dalam berbagai peraturan perundang-undangan seperti Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik namun dalam implementasinya masih menghadapi sejumlah kendala, baik dari aspek penegakan hukum maupun pemahaman masyarakat terhadap norma hukum tersebut. Sementara itu, dalam perspektif hukum Islam, cybercrime dipandang sebagai perbuatan yang merusak tatanan sosial dan melanggar prinsip-prinsip moral serta etika Islam, seperti larangan melakukan penipuan, pencurian, perusakan, dan penyebaran fitnah atau berita palsu. Meskipun tidak secara eksplisit membahas kejahatan berbasis digital, prinsip-prinsip dalam hukum Islam bersifat universal dan dapat diadaptasi untuk merespons perkembangan zaman, termasuk kejahatan siber. Kajian ini menjadi dasar penting untuk pengembangan kebijakan hukum yang tidak hanya legal-formal, tetapi juga berlandaskan pada nilai-nilai keadilan substansial.
Generasi Muda Tarekat Khalwatiyah Samman di Kota Palopo (Studi Terhadap Pengamalan Keagamaan) Irham Sanfajar; Sapruddin Sapruddin; Abdul Mutakabbir
Bayt Al Hikmah: Jurnal Pendidikan dan Pengembangan Masyarakat Islam Vol. 1 No. 1 (2025): Januari - Juni 2025
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/BaytAl-Hikmah.418

Abstract

Penelitian ini membahas tentang Generasi Muda Tarekat Khalwatiyah Samman di Kota Palopo (Studi Terhadap Pengamalan Keagamaan). Penelitian bertujuan untuk mengetahui eksistensi tarekat Khalwatiyah Samman di Kota Palopo; mengetahui persepsi generasi muda terhadap aktivitas-aktivitas tarekat Khalwatiyah Samman di Kota Palopo; dan mengetahui pengamalan keagamaan generasi muda terhadap aktivitas-aktivitas tarekat Khalwatiyah Samman di Kota Palopo. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan menggunakan pendekatan etnografi. Instrumen penelitian ini adalah peneliti sendiri, adapun instrumen penelitian yang digunakan oleh peneliti yakni, pedoman wawancara, alat-alat dokumentasi dan alat tulis. Teknik pengumpulan data yakni observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa; Eksistensi tarekat Khalwatiyah Samman masih terjaga dibuktikan dengan masih memiliki penganut yang tersebar di beberapa kelurahan dan aktivitas-aktivitas tarekat ini masih dijalankan. Persepsi generasi muda terkait aktivitas-aktivitas tarekat Khalwatiyah Samman, secara umum belum memahaminya secara mendalam utamanya terkait landasan pelaksanaannya dan ada pula yang sudah memahami secara umum landasan pelaksanaan aktivitas-aktivitas tersebut, yakni bukan berdasarkan landasan dari ajaran tarekat Khalwatiyah Samman; Pengamalan keagamaan generasi muda terhadap aktivitas-aktivitas tarekat Khalwatiyah Samman, terdapat generasi muda yang tidak lagi melaksanakan aktivitas-aktivitas-aktivitas tarekat disebabkan beberapa faktor, ada juga yang masih melaksanakan aktivitas-aktivitas tersebut disebabkan ikut-ikutan dengan orang tua, dan terdapat pula yang melaksanakan aktivitas-aktivitas tarekat bukan sebagai penganut tarekat akan tetapi sebagai umat Islam pada umumnya.

Page 2 of 4 | Total Record : 36