cover
Contact Name
M Rusli B
Contact Email
pusdig.id@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
pusdig.id@gmail.com
Editorial Address
Perumahan Griya Lumandi Permai Blok B19, Kec. Wara Selatan, Palopo
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Bayt Al Hikmah (Jurnal Pendidikan dan Pengembangan Masyarakat Islam)
ISSN : 30905133     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Religion, Education,
Bayt Al Hikmah adalah Jurnal Pendidikan dan Pengembangan Masyarakat Islam yang diterbitkan dan dikelola oleh Pustaka Digital Indonesia. Bayt Al Hikmah menerbitkan artikel penelitian asli atau artikel tinjauan tentang Pendidikan dan Pendidikan dan Pengembangan Masyarakat Islam yang ditulis dalam bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, dan atau Bahasa Arab. Bayt Al Hikmah memiliki visi untuk menjadi jurnal bereputasi dan menerbitkan karya tulis berkualitas baik. Bayt Al Hikmah bertujuan untuk menyediakan wadah publikasi bagi dosen, peneliti, mahasiswa, dan Praktisi di seluruh dunia untuk dipublikasikan di jurnal kami. Secara spesifik, cakupan Jurnal Bayt Al Hikmah: Jurnal Pendidikan dan Pengembangan Masyarakat Islam adalah: (1) Pendidikan Agama Islam dan (2) Study Tentang Pengembangan Masyarakat Islam. Bayt Al Hikmah akan diterbitkan secara elektronik 2 kali setahun pada bulan Juni dan Desember Secara Open Acces. Pengumuman penerimaan makalah terbuka akan dilakukan di situs web ini
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 36 Documents
Jejak Islam di Asia Tenggara: Awal Kedatangan, Perkembangan di Indonesia, dan Tantangan Kolonialisme Rosa Yunita Sihombing; Bilal Bilal; Irfan Swanto Yusni; Hudaidah Hudaidah; Tyas Fernanda
Bayt Al Hikmah: Jurnal Pendidikan dan Pengembangan Masyarakat Islam Vol. 2 No. 1 (2026): Januari - Juni 2026
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/BaytAl-Hikmah.590

Abstract

Penelitian ini berjudul “Jejak Islam di Asia Tenggara: Awal Kedatangan, Perkembangan di Indonesia, dan Tantangan Kolonialisme” yang bertujuan untuk mengkaji secara komprehensif proses awal masuknya Islam di Asia Tenggara, perkembangan Islam di Indonesia, serta tantangan yang dihadapi umat Islam pada masa kolonialisme. Urgensi penelitian ini terletak pada masih adanya perdebatan akademik mengenai asal-usul dan jalur masuk Islam ke Asia Tenggara, serta perlunya pemahaman historis yang utuh mengenai peran Islam sebagai kekuatan sosial, budaya, dan politik dalam membentuk identitas masyarakat Nusantara hingga masa kolonial. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka, yaitu menganalisis berbagai sumber tertulis berupa buku sejarah, artikel jurnal ilmiah, dokumen penelitian terdahulu, dan literatur relevan lainnya. Data dianalisis melalui tahapan seleksi sumber, pengelompokan data, interpretasi kritis, serta sintesis antar-literatur untuk memperoleh pemahaman yang mendalam dan terstruktur. Hasil kajian menunjukkan bahwa masuk dan berkembangnya Islam di Asia Tenggara berlangsung melalui proses yang kompleks dan multijalur, melibatkan perdagangan, dakwah ulama, peran kerajaan Islam, serta akulturasi dengan budaya lokal. Meskipun pada masa kolonial Islam menghadapi berbagai pembatasan dan tekanan, Islam tetap berperan sebagai kekuatan sentral dalam mempertahankan identitas sosial-keagamaan dan mendorong terbentuknya kesadaran kolektif yang berkontribusi pada perjuangan melawan kolonialisme.
Implementasi Strategi Pembelajaran Contextual Teaching and Learning pada Mata Pelajaran Akidah Akhlak Kelas 7 di MTs Darul Mujahadah Prupuk Kabupaten Tegal Risna Estri Fisabilillah
Bayt Al Hikmah: Jurnal Pendidikan dan Pengembangan Masyarakat Islam Vol. 2 No. 1 (2026): Januari - Juni 2026
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/BaytAl-Hikmah.593

Abstract

Urgensi peneliitian ini penting dilakukan karena strategi Contextual Teaching and Learning mampu mengaitkan materi Akidah Akhlak dengan kehidupan nyata siswa sehingga meningkatkan pemahaman, pengamalan nilai moral, dan pembentukan karakter peserta didik kelas VII di MTs Darul Mujahadah Prupuk Kabupaten Tegal. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses implementasi strategi pembelajaran Contextual Teaching and Learning pada mata Pelajaran Akidah Akhlak. Penelitian in menggunakan metode penelitian kualitatif dengan metode deskriptif melalui studi lapangan yang dilaksanakan di kelas 7 MTs Darul Mujahadah Prupuk Kabupaten Tegal. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, serta dokumentasi. Temuan penelitian ini diantaranya yaitu pada persiapan penerapan strategi pembelajaran CTL yang meliputi penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), metode, sumber, dan media pembelajaran yang akan digunakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan strategi Contextual Teaching and Learning pada mata Pelajaran Akidah Akhlak di MTs Darul Mujahadah Prupuk menyatakan bahwa dalam menganalisis proses perencanaan yang pertama dilakukan adalah dengan pembuatan RPP oleh semua pendidik. Menganalisis proses pelaksanaan pembelajaran pada mata pelajaran Akidah Akhlak dengan menggunakan strategi Contextual Teaching and Learning yang dilakukan oleh guru. Serta menganalisis proses evaluasi pembelajaran yang mengacu pada RPP. Evaluasi dilakukan melalui dua tahap, yaitu evaluasi mengenai strategi Contextual Teaching and Learning dilihat dari bagaimana pembelajaran berlangsung dari awal hingga akhir pembelajaran. Evaluasi terhadap hasil belajar berupa keaktifan peserta didik dan perilaku peserta didik yang diamati oleh guru. Sedangkan evaluasi hasil dari pembelajaran dilihat dari tugas yang diberikan yaitu ulangan harian, UTS, dan UAS.
Ketika Baghdad Bersinar: Masa Emas dan Akhir Dinasti Abbasiyah 750-1258 M Shofil Fikri; Ahmad Maulana Bisri; Sonia Rahmawati
Bayt Al Hikmah: Jurnal Pendidikan dan Pengembangan Masyarakat Islam Vol. 2 No. 1 (2026): Januari - Juni 2026
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/BaytAl-Hikmah.597

Abstract

Dinamika Dinasti Abbasiyah (750–1258 M) dengan menempatkan masa keemasan Baghdad dan proses keruntuhan dinasti dalam satu kerangka yang terpadu. Fokus kajian diarahkan pada tiga aspek utama, yakni: (1) faktor-faktor sosial-politik yang melatarbelakangi lahirnya Abbasiyah setelah menggulingkan Umayyah; (2) pendorong kemajuan peradaban Abbasiyah yang menjadikan Baghdad pusat ilmu pengetahuan, ekonomi, dan budaya; serta (3) penyebab kemunduran yang bersifat internal maupun eksternal hingga puncaknya pada kehancuran Baghdad oleh bangsa Mongol tahun 1258 M. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Systematic Literature Review (SLR). Pencarian literatur dilakukan melalui Google Scholar, DOAJ, dan Garuda menggunakan kata kunci terkait Abbasiyah, masa keemasan Islam, dan Baghdad 1258. Dari ±120 dokumen yang teridentifikasi, tersaring ±65 pada tahap screening, ±35 memenuhi kelayakan, dan 25 sumber utama dianalisis menggunakan analisis isi tematik. Hasil kajian menunjukkan bahwa kemajuan Abbasiyah dibangun oleh pemerintahan terpusat, birokrasi multietnis, stabilitas ekonomi-perdagangan, serta institusi keilmuan seperti Bayt al-Hikmah. Namun, faktor internal berupa konflik elite, melemahnya otoritas khalifah, dominasi militer, korupsi, dan disintegrasi wilayah memperlemah ketahanan negara, sehingga tekanan eksternal terutama ekspansi Mongol mempercepat keruntuhan. Kajian ini menegaskan pentingnya keseimbangan antara kemajuan intelektual dan ketahanan politik-militer dalam menjaga keberlanjutan peradaban.
Peran Qiyas dalam Pengembangan Hukum Islam Kontemporer Bagas Adi Priyoga; Muhammad Junaidi
Bayt Al Hikmah: Jurnal Pendidikan dan Pengembangan Masyarakat Islam Vol. 2 No. 1 (2026): Januari - Juni 2026
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/BaytAl-Hikmah.612

Abstract

Perkembangan kehidupan modern yang ditandai dengan kemajuan teknologi, ekonomi digital, dan persoalan bioetika melahirkan berbagai masalah hukum baru yang tidak secara eksplisit diatur dalam Al-Qur’an dan Sunnah. Kondisi ini menuntut adanya metode ijtihad yang mampu menjembatani keterbatasan nash dengan dinamika sosial yang terus berkembang. Qiyas sebagai salah satu metode istinbath hukum Islam memiliki peran strategis dalam menetapkan hukum terhadap persoalan kontemporer melalui analogi berdasarkan kesamaan ‘illat antara kasus asal dan kasus baru. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dasar hukum dan kedudukan qiyas dalam sistem hukum Islam serta perannya dalam menjawab problematika hukum Islam kontemporer. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan konseptual dan historis, melalui kajian literatur terhadap sumber hukum primer, sekunder, dan tersier, dengan teknik pengumpulan data berupa studi dokumen yang mencakup Al-Qur’an, Sunnah, kitab klasik ushul fikih, buku dan jurnal ilmiah kontemporer, serta fatwa lembaga keagamaan. Dalam konteks penerapan kontemporer, qiyas dianalisis pada kasus-kasus seperti transaksi digital dan fintech yang dianalogikan dengan akad muamalah klasik, serta persoalan kecerdasan buatan dan bioetika yang dikaitkan dengan prinsip perlindungan jiwa dan kemaslahatan dalam maqāṣid al-syarī‘ah. Namun demikian, penelitian ini memiliki keterbatasan karena bersifat normatif dan belum dilengkapi analisis empiris terhadap praktik qiyas dalam putusan peradilan agama atau fatwa secara langsung, sehingga temuan penelitian masih terbatas pada kajian konseptual dan membuka ruang bagi penelitian lanjutan yang lebih aplikatif.
Internalisasi Nilai PAI dalam Praktik Pelayanan Pariwisata: Studi Lapangan pada Hotel dan Usaha Wisata di Kota Ende Awan Sutrisno; Muhammad Kadri
Bayt Al Hikmah: Jurnal Pendidikan dan Pengembangan Masyarakat Islam Vol. 2 No. 1 (2026): Januari - Juni 2026
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/BaytAl-Hikmah.617

Abstract

Internalisasi nilai Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam praktik pelayanan pariwisata menjadi isu penting di tengah berkembangnya industri pariwisata yang menuntut profesionalisme sekaligus sensitivitas nilai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses, bentuk, tantangan, serta implikasi internalisasi nilai PAI dalam praktik pelayanan pada hotel dan usaha wisata di Kota Ende. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi lapangan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap pelaku usaha pariwisata. Data dianalisis menggunakan teknik analisis tematik untuk mengidentifikasi pola internalisasi nilai religius dalam konteks kerja profesional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai PAI seperti amanah, ihsan, kejujuran, tanggung jawab, dan adab telah terinternalisasi dalam perilaku pelayanan, terutama dalam bentuk keramahan, kedisiplinan kerja, kepekaan terhadap kebutuhan wisatawan, serta komitmen menjaga kualitas layanan. Nilai-nilai tersebut tidak hanya dipahami sebagai kewajiban moral personal, tetapi juga sebagai bagian dari etos kerja yang mendukung profesionalisme layanan. Namun demikian, proses internalisasi nilai PAI menghadapi sejumlah tantangan, antara lain keterbatasan kebijakan organisasi yang berbasis nilai, variasi pemahaman religius tenaga kerja, tekanan ekonomi industri pariwisata, serta kompleksitas interaksi lintas budaya dan agama. Penelitian ini memiliki implikasi praktis dan teoretis. Rekomendasi mencakup integrasi nilai PAI dalam SOP layanan, kode etik, pelatihan rutin berbasis nilai, serta seleksi karyawan berkarakter religius-profesional. Secara praktis, temuan penelitian menegaskan pentingnya integrasi nilai PAI dalam budaya kerja dan pelatihan sumber daya manusia pariwisata. Secara teoretis, penelitian ini memperluas kajian Pendidikan Agama Islam ke ranah dunia kerja dan industri jasa, serta memperkuat perspektif pariwisata berbasis nilai. Keterbatasan penelitian terletak pada fokus lokasi terbatas, variasi latar religius responden, serta belum mengukur dampak jangka panjang kebijakan berbasis nilai. Dengan demikian, internalisasi nilai PAI berpotensi menjadi strategi etis dan kultural dalam membangun pelayanan pariwisata yang berkelanjutan dan berdaya saing.
Pengaruh Pembiasaan Shalat Berjamaah terhadap Pembentukan Karakter Disiplin Santri di Pesantren As Salam Jayapura Eka Sastra Wijaya; Panser Al Amin; Gunawan Gunawan; Benny Prasetiya
Bayt Al Hikmah: Jurnal Pendidikan dan Pengembangan Masyarakat Islam Vol. 2 No. 1 (2026): Januari - Juni 2026
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/BaytAl-Hikmah.618

Abstract

Pembentukan karakter disiplin merupakan salah satu tujuan utama pendidikan pesantren, yang diwujudkan melalui berbagai aktivitas pembiasaan ibadah, salah satunya shalat berjamaah. Pesantren As Salam Jayapura menjadikan shalat berjamaah sebagai kegiatan rutin yang terintegrasi dalam kehidupan sehari-hari santri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembiasaan shalat berjamaah terhadap pembentukan karakter disiplin Santri di Pesantren As Salam Jayapura. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Subjek penelitian adalah Santri Pesantren As Salam Jayapura yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling tertentu. Dengan jumlah sampel adalah 65 Santri Pengumpulan data dilakukan melalui angket, observasi, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan teknik statistik deskriptif dan inferensial untuk mengetahui hubungan dan pengaruh antarvariabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembiasaan shalat berjamaah berpengaruh positif dan signifikan terhadap pembentukan karakter disiplin siswa. Santri yang secara konsisten mengikuti shalat berjamaah menunjukkan tingkat kedisiplinan yang lebih tinggi, baik dalam ketepatan waktu, kepatuhan terhadap aturan pesantren, maupun tanggung jawab dalam kegiatan belajar. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa pembiasaan shalat berjamaah memiliki peran penting dalam membentuk karakter disiplin Santri di lingkungan pesantren. Oleh karena itu, shalat berjamaah perlu dipertahankan dan dikembangkan sebagai strategi pendidikan karakter di pesantren.

Page 4 of 4 | Total Record : 36