cover
Contact Name
M Rusli B
Contact Email
pusdig.id@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
pusdig.id@gmail.com
Editorial Address
Perumahan Griya Lumandi Permai Blok B19, Kec. Wara Selatan, Palopo
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Bayt Al Hikmah (Jurnal Pendidikan dan Pengembangan Masyarakat Islam)
ISSN : 30905133     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Religion, Education,
Bayt Al Hikmah adalah Jurnal Pendidikan dan Pengembangan Masyarakat Islam yang diterbitkan dan dikelola oleh Pustaka Digital Indonesia. Bayt Al Hikmah menerbitkan artikel penelitian asli atau artikel tinjauan tentang Pendidikan dan Pendidikan dan Pengembangan Masyarakat Islam yang ditulis dalam bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, dan atau Bahasa Arab. Bayt Al Hikmah memiliki visi untuk menjadi jurnal bereputasi dan menerbitkan karya tulis berkualitas baik. Bayt Al Hikmah bertujuan untuk menyediakan wadah publikasi bagi dosen, peneliti, mahasiswa, dan Praktisi di seluruh dunia untuk dipublikasikan di jurnal kami. Secara spesifik, cakupan Jurnal Bayt Al Hikmah: Jurnal Pendidikan dan Pengembangan Masyarakat Islam adalah: (1) Pendidikan Agama Islam dan (2) Study Tentang Pengembangan Masyarakat Islam. Bayt Al Hikmah akan diterbitkan secara elektronik 2 kali setahun pada bulan Juni dan Desember Secara Open Acces. Pengumuman penerimaan makalah terbuka akan dilakukan di situs web ini
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 36 Documents
Strategi Pengembangan Wawasan Keislaman Rumah Lingkar Daulat Malaya Muhamad Afdinal Awaluddin Farhan; Agus Ahmad Safei; Acep Aripudin
Bayt Al Hikmah: Jurnal Pendidikan dan Pengembangan Masyarakat Islam Vol. 1 No. 2 (2025): Juli - Desember 2025
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/BaytAl-Hikmah.419

Abstract

Urgensi penelitian ini terletak pada kebutuhan mendesak akan pengembangan wawasan keislaman yang kontekstual dan relevan di tengah derasnya arus globalisasi, kemajuan teknologi, dan pengaruh budaya sekuler yang kian mengikis nilai-nilai spiritual umat Islam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1). Program pengembangan wawasan keislaman; 2). Dampak yang dihasikan dari pengembangan tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data lainnya adalah wawanacara dan dokumentasi. Analisis data, yaitu: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Penelitian ini menggunakan teori dari Ni Putu Dewi tentang pengembangan. Hasil dari penelitian ini adalah Rumah Lingkar Daulat Malaya memiliki program-program yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman keislaman dan pengembangan diri secara holistik. Hasil dari program-program yang dijalankan oleh Rumah Maiyah Lingkar Daulat Malaya memberikan dampak positif bagi masyarakat yang terlibat. Manfaat yang dirasakan mencakup peningkatan wawasan keislaman, yang tercermin dari pemahaman yang lebih mendalam terhadap ajaran Islam serta tumbuhnya kesadaran spiritual yang lebih kuat. Selain itu, terjadi perubahan perilaku ke arah yang lebih reflektif dan toleran, memperlihatkan internalisasi nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan mendorong partisipasi aktif dan dialog terbuka, sehingga berkontribusi pada pembentukan individu yang lebih bijaksana secara spiritual, sosial, dan intelektual dalam menjalani kehidupan keagamaan dan bermasyarakat.
Peran Pondok Pesantren dalam Meningkatkan Pemahaman Keagamaan Masyarakat Abdul Muhlis; Syamsudin Syamsudin; Abdul Mujib
Bayt Al Hikmah: Jurnal Pendidikan dan Pengembangan Masyarakat Islam Vol. 1 No. 2 (2025): Juli - Desember 2025
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/BaytAl-Hikmah.420

Abstract

The urgency of this study lies in addressing the problems faced by the community of Kampung Rawahanja, Padamaju Village, particularly in the areas of worship practices and limited knowledge of Islamic law. This research employs a qualitative approach using a descriptive method to portray the conditions and changes within the community. Data collection techniques consist of two main methods: direct observation and literature study, aimed at obtaining accurate and in-depth information. The findings indicate that efforts to enhance religious understanding were carried out through a hybrid concept, combining discussion, assignments, and social interaction. This concept was implemented through various religious programs such as syahriahan (monthly gatherings), ratib recitations, weekly Islamic study sessions, grave visitations (ziarah kubur), and the commemoration of Islamic holidays. The implementation of these activities resulted in several positive outcomes, including increased knowledge of Allah SWT, improved religious understanding, enhanced worship practices, deeper religious experience and appreciation, and the application of social values in everyday community life.
Peran Tokoh Agama dalam Menjaga Perilaku Keagamaan pada Masyarakat Prismatik Aditiya Aoliarahman Muchyi; Syamsuddin Syamsuddin; Fathin Anjani Hilman
Bayt Al Hikmah: Jurnal Pendidikan dan Pengembangan Masyarakat Islam Vol. 1 No. 2 (2025): Juli - Desember 2025
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/BaytAl-Hikmah.421

Abstract

Urgensi penelitian ini terletak pada kebutuhan untuk memahami secara mendalam strategi dan langkah-langkah yang dilakukan oleh para tokoh agama dalam membina dan menginternalisasikan perilaku keagamaan di masyarakat yang heterogeny. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi, langkah-langkah internalisasi perilaku keagamaan, serta evaluasi kualitas perilaku kegamaan masyarakat prismatic di Desa Cintarakyat. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah tokoh agama yang aktif membina masyarakat Desa Cintarakyat khususnya di Kampung Malayu. Teknik pengumpulan data utama yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara mendalam. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukan bahwa tokoh agama di Kampung Malayu, Desa Cintarakyat, memiliki peran penting dalam menjaga dan menginternalisasikan perilaku keagamaan masyarakat prismatik. Melalui pendekatan yang disesuaikan dengan karakter masyarakat seperti pendidikan kemadrasahan, majelis taklim, organisasi kepemudaan, dan majelis zikir, para tokoh agama berhasil membangun kesadaran keagamaan yang lebih kuat. Langkah-langkah internalisasi seperti sosialisasi, keteladanan, partisipasi aktif, hingga evaluasi terstruktur menunjukkan adanya proses dakwah yang adaptif dan partisipatif. Dampaknya terlihat dari peningkatan partisipasi masyarakat dalam ibadah, bertambahnya pengetahuan keagamaan, serta tumbuhnya sikap toleransi dan kerukunan sosial, meskipun peningkatan ini belum signifikan secara menyeluruh.
Pengembangan Masyarakat Islam melalui Peran MUI Muhammad Sidqi Amin; Dindin Solahudin; Ratna Dewi
Bayt Al Hikmah: Jurnal Pendidikan dan Pengembangan Masyarakat Islam Vol. 1 No. 2 (2025): Juli - Desember 2025
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/BaytAl-Hikmah.423

Abstract

Urgensi pada penelitian ini bermula pada penyebaran hoaks di kalangan pelajar semakin meningkat seiring tingginya penggunaan media digital, sementara kemampuan literasi digital masih rendah Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menjelaskan mengenai pengembangan ruhaniah (spiritual) dan mengetahui pengembangan intelektual dan ekonomi masyarakat Sindangsari melalui Peran MUI. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan wawancara. Analisis data pada penelitian ini menggunakan penafsiran logika yang dihubungkan dengan konteks pengembangan masyarakat. Hasil penelitian ini menunujkan peran Majelis Ulama Indonesia (MUI) dalam pengembangan masyarakat Islam di Kelurahan Sindangsari mencakup tiga aspek utama: ruhaniah (spiritual), intelektual, dan ekonomi. Dalam aspek spiritual, MUI berperan sebagai penyelamat dan pembimbing masyarakat melalui konsultasi keagamaan dan pembinaan keagamaan berbasis dakwah. Dalam aspek intelektual, MUI bertindak sebagai penyedia sarana pengembangan pengetahuan keislaman, baik melalui pelatihan ulama maupun sosialisasi pentingnya pendidikan Islam. Sedangkan dalam bidang ekonomi, MUI berfungsi sebagai pembebas dengan menggerakkan solidaritas sosial melalui ajaran zakat dan sedekah yang diarahkan untuk penguatan ekonomi umat. Meskipun demikian, peran MUI belum sepenuhnya optimal karena masih terbatas pada aspek sosialisasi dan belum menyentuh seluruh lapisan masyarakat secara merata, terutama dalam pemanfaatan teknologi dan modernisasi strategi dakwah.
Konstruksi Moderasi Beragama dalam Gerakan Jamaah Tablig Kota Palopo Andi Asraf; Baso Hasyim; Muhammad Ilham
Bayt Al Hikmah: Jurnal Pendidikan dan Pengembangan Masyarakat Islam Vol. 1 No. 1 (2025): Januari - Juni 2025
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/BaytAl-Hikmah.424

Abstract

The urgency of this research lies in understanding how the construction of religious moderation is formed within the Jamaah Tabligh movement in Palopo City, considering the importance of moderation in maintaining religious harmony in a pluralistic society. This study explores the perceptions of the Jamaah Tabligh movement regarding the concept of religious moderation and its implications for their da'wah (Islamic preaching) activities. The research employs a descriptive qualitative method using an ethnographic approach. Data were collected through observation, interviews, and documentation, and then analyzed through description, analysis, and interpretation. The findings reveal that most members of the Jamaah Tabligh had never heard of the term "religious moderation," primarily due to a lack of literacy and socialization related to the concept. Some informants even encountered the term for the first time during interviews with the researcher. Nevertheless, the majority of Jamaah Tabligh members expressed agreement and support for the principles of religious moderation as defined by the Ministry of Religious Affairs. Although most members are unfamiliar with the term itself, the values of religious moderation are implicitly reflected in their activities. The da'wah practices of the Jamaah Tabligh in Palopo City indicate a form of moderate religious expression.
Pengembangan Model Manajemen Mutu Perkantoran Berbasis Total Quality Management di Pesantren Yasmin Azura Rambe; Inda Pratiwi; Tuah Akbar Daulay; Usman Rialdi Siregar
Bayt Al Hikmah: Jurnal Pendidikan dan Pengembangan Masyarakat Islam Vol. 1 No. 2 (2025): Juli - Desember 2025
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/BaytAl-Hikmah.428

Abstract

Urgensi penelitian ini tentang tantangan dalam disiplin dan koordinasi antar unit, pesantren ini menunjukkan komitmen untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas operasional Manajemen Mutu Perkantoran Berbasis Total Quality Management mutu di Pesantren.  Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model manajemen mutu perkantoran berbasis  total Quality Management ( TQM) di Pondok Pesantren Tasawuf dan Tahfidz Al-Qur’an Baitul Mustafirin Al Amir. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, melibatkan observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam membangun budaya kerja yang berkualitas, meningkatkan kepuasan stakeholder, serta memperkuat daya saing dan reputasi pondok pesantren di era modern Pondok Pesantren Tasawuf dan Tahfidz Al-Quran Baitul Mustafirin Al Amir telah berhasil menerapkan model manajemen perkantoran berbasis quality management yang efektif. Pesantren ini tidak hanya berfokus pada pencapaian akademis, tetapi juga pada pengembangan moral dan spiritual, menjadikannya sebagai institusi pendidikan yang holistik. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan sebuah kontribusi untuk memperluas wawasan tentang kejahatan dunia maya.
Efektivitas Penerapan Kajian Kitab Fathul Qorib terhadap Peningkatan Pemahaman Fiqih di MTSS Roudlotul Muslimin Nganjuk Nurul Ilmiyah Al Makrufah
Bayt Al Hikmah: Jurnal Pendidikan dan Pengembangan Masyarakat Islam Vol. 2 No. 1 (2026): Januari - Juni 2026
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/BaytAl-Hikmah.540

Abstract

Urgensi penelitian ini untuk mengetahui sejauh mana pembelajaran kitab turats mampu meningkatkan pemahaman fiqih peserta didik MTSS secara sistematis dan kontekstual di tengah tantangan pembelajaran modern. Kajian kitab kuning merupakan tradisi pendidikan pesantren yang saat ini diintegrasikan ke dalam lembaga pendidikan formal, salah satunya melalui pembelajaran muatan lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perencanaan, penerapan, dan evaluasi pembelajaran kitab turats Fathul Qorib sebagai sumber utama fiqih dalam rangka memperkuat pemahaman peserta didik terhadap konsep, dasar hukum, dan praktik fiqih di MTSS Roudlotul Muslimin Nganjuk. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan subjek penelitian ini yaitu kepala madrasah, guru pengampu kitab Fathul Qorib, serta beberapa siswa yang mengikuti program muatan local. Instrument penelitian dengan menggunakan pedoman wawancara. Data dalam penelitian ini dikumpulkan melalui beberapa metode yang saling melengkapi untuk memastikan keakuratan dan kelengkapan informasi yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) perencanaan pembelajaran dilakukan secara sistematis dengan penyusunan Prota, Prosem, Silabus, dan RPP; (2) pelaksanaan pembelajaran menggunakan pendekatan kontekstual dengan metode ceramah, diskusi, bandongan, cooperative learning, tanya jawab, dan demonstrasi; (3) evaluasi pembelajaran menggunakan model Context, Input, Process, Product dengan instrumen ujian tulis, pertanyaan lisan, presentasi, serta hafalan. Penelitian ini menegaskan bahwa kajian kitab Fathul Qorib efektif dalam memperkuat pemahaman fiqih siswa, sekaligus relevan diimplementasikan pada lembaga pendidikan formal berbasis Islam.
Pendidikan Karakter dalam Perspektif Filsafat Pendidikan Islam Zulvika Amaliyah; Ahmad Faid Muzakky; Sinta Fatimah; Nurul Mubin
Bayt Al Hikmah: Jurnal Pendidikan dan Pengembangan Masyarakat Islam Vol. 2 No. 1 (2026): Januari - Juni 2026
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/BaytAl-Hikmah.549

Abstract

Urgensi penelitian ini terletak pada meningkatnya berbagai permasalahan karakter yang muncul di tengah masyarakat, khususnya di kalangan anak-anak dan remaja. Metode penelitian yang digunakan dalam penulisan artikel ini adalah metode penelitian kepustakaan. Proses analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan pembahasan dalam artikel ini, dapat dikatakan bahwa perspektif Kementerian Pendidikan terhadap pendidikan karakter sebagian besar sejalan dengan dan menegakkan nilai-nilai yang diajarkan dalam pendidikan karakter, yang sebagian besar menekankan aspek moral dan etika. Ajaran dan prinsip pendidikan karakter, yang tak diragukan lagi merupakan komponen penting dari pendidikan dalam konteks nilai-nilai Islam, tercermin secara eksplisit di sini. Beberapa sifat karakter yang sangat dihargai dalam pendidikan Islam adalah. Nilai- nilai karakter tersebut tidak berdiri sendiri, melainkan juga dilengkapi dengan pengajaran sikap-sikap terpuji yang bersumber dari sifat-sifat mulia Allah yang dikenal sebagai Asmaul Husna. Sikap-sikap ini meliputi kasih sayang yang tulus kepada sesama, kemampuan untuk memaafkan kesalahan orang lain, sikap menghormati dan memuliakan individu lain tanpa memandang perbedaan, kelembutan dalam tutur kata dan perilaku, kesantunan dalam berinteraksi sehari-hari, kecenderungan untuk membantu dan menolong sesama yang membutuhkan, kebijaksanaan dalam mengambil keputusan dan bersikap, kepedulian terhadap lingkungan dan orang lain. Semua karakter mulia ini diharapkan dapat melekat pada diri setiap peserta didik setelah mereka menyelesaikan pendidikan Islam, sehingga mereka bisa mengimplementasikan dan merealisasikan pedoman hidup tersebut dengan nyata dalam kehidupan bermasyarakat , menjadikan individu yang berbudi pekerti luhur dan bermanfaat bagi lingkungan sekitar.
Pengaruh Kebijakan Pendidikan Islam terhadap Pengembangan Literasi Keagamaan di UPT SMP Negeri 27 Medan Cindi Amelia; Lailan Fadila; Nur Aini; Wahyu Nurul Rosiana
Bayt Al Hikmah: Jurnal Pendidikan dan Pengembangan Masyarakat Islam Vol. 2 No. 1 (2026): Januari - Juni 2026
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/BaytAl-Hikmah.574

Abstract

Urgensi penelitian ini semakin kuat karena sekolah membutuhkan dasar empiris untuk mengevaluasi efektivitas kebijakan keagamaan yang telah berjalan agar dapat dirumuskan strategi penguatan literasi keagamaan yang relevan dengan dinamika perkembangan peserta didik di era digital.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kebijakan pendidikan Islam terhadap pengembangan literasi keagamaan siswa di UPT SMP Negeri 27 Medan, dengan urgensi untuk menjawab kebutuhan sekolah dalam membentuk peserta didik yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berkarakter religius di tengah tantangan era digital. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, melibatkan guru Pendidikan Agama Islam, kepala sekolah, dan siswa sebagai subjek penelitian, serta memanfaatkan wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi dalam pengumpulan data; analisis data dilakukan melalui reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan menggunakan model Miles & Huberman, sementara keabsahan data diperkuat melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan pendidikan Islam diimplementasikan melalui program keagamaan harian dan mingguan seperti pembacaan Asmaul Husna, selawat, ceramah singkat, Surah Yasin, serta dukungan kegiatan ekstrakurikuler seperti baca tulis Al-Qur’an dan kelas tahfiz, yang berdampak positif terhadap peningkatan literasi keagamaan siswa dalam aspek etika, sikap religius, dan kemampuan membaca Al-Qur’an. Namun, pelaksanaannya menghadapi kendala berupa kurangnya dukungan orang tua, rendahnya motivasi siswa, dan pengaruh lingkungan pergaulan, sementara faktor pendukung meliputi kolaborasi guru, dukungan sekolah, dan keterlibatan orang tua. Secara keseluruhan, kebijakan pendidikan Islam terbukti memberikan kontribusi signifikan dalam mengembangkan literasi keagamaan siswa melalui pembiasaan positif dan kegiatan religius yang terstruktur dalam lingkungan sekolah yang inklusif.
Pelaksanaan Perjanjian Appita’gala’ Butta (Gadai Tanah) di Kecamatan Pangkajene Kabupaten Pangkep Perspektif Fikih Muamalah Ahmad Qurais Wahid; Muhammad Saleh Ridwan; M. Thahir Maloko
Bayt Al Hikmah: Jurnal Pendidikan dan Pengembangan Masyarakat Islam Vol. 2 No. 1 (2026): Januari - Juni 2026
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/BaytAl-Hikmah.587

Abstract

Hasil tanah yang dikelola oleh pemilik tanah tersebut dapat mengumpulkan hasilnya untuk melunasi utang, dan agar meringankan pemilik tanah dalam melunasi hutangnya. Tujuan menganilisa pelaksanaan perjanjian appita’gala’ butta (gadai tanah) di Kecamatan Pangkajene Kabupaten Pangkep dalam perspektif fikih muamalah. Metode yang digunakan oleh peneliti ialah metode penelitian kualitatif, Jenis penelitian yang digunakan oleh peneliti yaitu jenis penelitian lapangan (field research). Penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif yaitu penelitian yang dilakukan untuk mengetahui secara obyektif suatu aktifitas dengan tujuan menemukan pengetahuan baru yang sebelumnya belum pernah diketahui. Hasil penelitian gadai adalah transaksi pinjaman dan menyertakan barang jaminan, berpindahnya penguasaan barang jaminan untuk sementara dari pihak pemberi gadai kepada penerima gadai, sampai waktu yang ditentukan dapat melakukan pelunasan atas pinjaman yang dilakukan. Praktik gadai tanah dilakukan secaran lisan dengan saling percaya antara pemberi gadai dengan penerima gadai, manuketika terjadi sengketa diantara dua bela pihak apat diselesaikan secara kekeluargaan. Surat perjanjian gadai tanah secara tertulis di Kecamatan Pangkajene merupakan bukti kuat, apabila terjadi permasalahan yang tidak dapat diselesaikan secara kekeluargaan, permasalahan tersebut berlanjut sampai di ranah hukum, maka surat perjanjian gadai tanah yang disepakati kedua pihak dapat dijadikan bukti didalam persidangan. Ulama Malikiyah berpendapat bahwa barang jaminan tidak boleh memanfaatkan barang jaminan. Jenis pemanfaatan yang dilarang oleh ulama Syafi’iyah adalah pemanfaatan yang dapat mengurangi nilai barang jaminan tersebut. Mengenai gadai bersyarat maka dalam hal ini jika ditinjau menurut Wahbah az-Zuhaili hukumnya tidak sah karena pihak penggadai mengajukan syarat bahwa apabila utang yang ada telah jatuh tempo maka barang gadaian tidak boleh di jual oleh si penerima gadai. Barang jaminan gadai ulama berpendapat bahwa pemanfaatan barang jaminan oleh penerima gadai dilarang dalam ketentuan fikih muamalah. Yang menjadi jaminan dalam praktik gadai tanah adalah surat kepemilikan berupa sertifikat.

Page 3 of 4 | Total Record : 36