cover
Contact Name
-
Contact Email
admin@eduscience.id
Phone
+6285158832022
Journal Mail Official
admin@eduscience.id
Editorial Address
Jl. Swadaya, Sukahati, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat
Location
Kab. bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Journal of Pharmacy and Halal Studies (JPHS)
Published by Edu Science Indonesia
ISSN : -     EISSN : 30264022     DOI : https://doi.org/10.70608
Core Subject : Health, Science,
Focus And Scope The aim of Journal of Pharmacy and Halal Studies (JPHS) is to publish high-quality articles dedicated to all aspects of the latest outstanding developments in the field of Pharmacy and Halal Studies. JPHS is projected to facilitate not only local researchers but also international researchers to publish their works either in Indonesian or English. Journal of Pharmacy and Halal Studies (JPHS) is a scientific journal that contains research articles in the scope of Pharmacy and Halal Studies including Pharmacology and Toxicology, Pharmacognosy Phytochemistry, Pharmaceuticals, Analytical Pharmacy Medicinal Chemistry, Pharmaceutical Microbiology and Biotechnology, Natural Product Development, Clinical and Community Pharmacy, Pharmaceutical Biology, Pharmacochemistry, Biopharmaceutics, Traditional Medicine and Herbs, Halal Medicine and Pharmaceutical.
Arjuna Subject : -
Articles 16 Documents
Hubungan Antara Pengetahuan dan Perilaku Penggunaan Tabir Surya Pada Siswa SMK Muhammadiyah Lebaksiu, Kabupaten Tegal Khaerun Nisa, Ikrima; Rahmah Hidayati, Nur; Nisa, Fitrotun; Deti Ratih, Putri; Eka Rosita, Melia
Journal of Pharmacy and Halal Studies Vol. 2 No. 2 (2025): Journal of Pharmacy and Halal Studies (JPHS)
Publisher : Edu Science Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70608/akedd419

Abstract

Tabir surya adalah cara paling populer untuk melindungi kulit dari sinar UV. Beberapa kandungan bahan aktif dalam tabir surya dapat melindungi kulit dengan memantulkan, menghamburkan dan menyerap sinar UV. Kesadaran akan menggunakan tabir surya masih rendah di Indonesia. Hal ini terlihat masih sedikitnya masyarakat yang sadar akan penggunaan tabir surya setiap hari. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dengan perilaku dalam penggunaan tabir surya pada siswa SMK Muhammadiyah Lebaksiu, Kabupaten Tegal. pengumpulan data dilakukan dengan cara menyebarkan kuesioner kepada responden sebanyak 72 orang dengan desain penelitian non-probability-purposive sampling. Instrumen utama penelitian ini adalah kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya menggunakan aplikasi IBM SPSS kemudian diolah dengan uji analisis chi-square. Hasil analisis menunjukan sebanyak 87,5% responden memiliki tingkat pengetahuan yang baik dalam penggunaan tabir surya, sedangkan 11,1% lainnya memiliki tingkat pengetahuan yang cukup dalam penggunaan tabir surya. Sebanyak 30,6% responden memiliki tingkat perilaku yang kurang, sedangkan 69,4% lainnya memiliki tingkat perilaku yang cukup dalam penggunaan tabir surya. Berdasarkan uji Chi-Square, tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan perilaku Siswa SMK Muhammadiyah Lebaksiu terhadap penggunaan tabir surya (p=0,098 > 0,05).
Formulasi dan Evaluasi Sediaan Krim Perona Pipi dari Ekstrak Bunga Rosela (Hibiscuss sabdariffa L.) sebagai Pewarna Alami Retno Ningsih, Ajeng; Trianggaluh Fauziah, Dina; Setyaningrum, Lindawati; Palupi, Jenie
Journal of Pharmacy and Halal Studies Vol. 3 No. 1 (2025): Journal of Pharmacy and Halal Studies (JPHS)
Publisher : Edu Science Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70608/gzbqnr42

Abstract

Perona pipi ialah sediaan kosmetik yang digunakan untuk memberikan warna pada pipi dengan pilihan warna yang beragam. Bahan alami yang digunakan sebagai pewarna alami adalah bunga rosela (Hibiscus sabdariffa L.). Tujuan daripada penelitian ini guna mengidentifikasi senyawa antosianin pada penggunaan ekstrak bunga rosela (Hibiscus sabdariffa L.) kosentrasi 5%, 10%, dan 15% pada krim perona pipi. Serta mengidentifikasi uji evaluasi krim perona pipi melalui uji organoleptik, pH, homogenitas, daya sebar, daya lekat, iritasi, serta hedonik. Penelitian ini menerapkan metode eksperimental laboratorium dengan melakukan skrining antosianin, dan melakukan uji evaluasi berupa uji organoleptik, pH, homogenitas, daya sebar, daya lekat, iritasi serta hedonik. Hasil dari penelitian ini yaitu ekstrak bunga rosela positif mengandung senyawa antosianin. Hasil evaluasi uji organoleptik krim perona pipi kosentrasi ekstrak 5%, 10 % dan 15% memiliki tekstur semi padat dengan aroma khas bunga rosela dan memiliki warna pada kosentrasi 5% putih sedikit pink, 10% pink muda, 15% pink gelap. pH krim perona pipi kosentrasi ekstrak 5% yaitu 6.73, 10%  6.53, 15% 5.63. Uji homogenitas krim perona pipi kosentrasi ekstrak 5%, 10%, dan 15% yaitu homogen. Uji daya sebar krim perona pipi  kosentrasi ekstrak 5% yaitu 5.3 cm, 10% 6.3 cm dan 15% 5.7 cm. Uji daya lekat krim perona pipi kosentrasi ekstrak 5% yaitu 7.07 detik, 10% 6.53 detik. dan 15% 6.77 detik. Uji iritasi krim perona pipi kosentrasi ekstrak 5%, 10% dan 15% yaitu tidak menimbulkan iritasi. Uji hedonik krim perona pipi kosentrasi ekstrak 15% banyak disukai responden dalam segi tekstur, warna dan aroma.
Formulasi dan Evaluasi Sediaan Hand Body Lotion dari Ekstrak Biji Alpukat (Persea americana Mill.) Dwi Rofiqil Maula, Angga; Trianggaluh Fauziah, Dina; Purwanti, Aliyah; Tri Agustin, Ayu
Journal of Pharmacy and Halal Studies Vol. 3 No. 1 (2025): Journal of Pharmacy and Halal Studies (JPHS)
Publisher : Edu Science Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70608/6hahad10

Abstract

Kulit rentan rusak akibat radikal bebas sinar UV, sehingga membutuhkan antioksidan eksternal. Biji alpukat kaya flavonoid, fenol, vitamin E, tanin, dan asam lemak seperti linoleat, oleat, dan palmitat. Kandungan ini menjaga kelembapan dan kekencangan kulit, cocok digunakan dalam produk seperti hand body lotion. Membuktikan adanya kandungan senyawa dalam biji alpukat dan mendapatkan konsentrasi ekstrak biji alpukat yang menunjukkan mutu fisik yang baik dan hasil sediaan hand body lotion yang dapat diterima dengan baik oleh responden. Aquadest dijadikan pelarut dalam metode dekokta untuk menghasilkan ekstrak biji alpukat yang konsentrasinya mencakup 2%, 5%, dan 8%. Evaluasi sediaan mencakup uji mutu fisik organoleptis, pH, homogenitas, daya lekat, daya sebar, beserta pengujian terhadap panelis yaitu uji hedonik dan iritasi. Data dianalisis melalui aplikasi SPSS versi 25. Hasil uji mutu fisik (organoleptis, pH, homogenitas, daya lekat, beserta daya sebar) memperlihatkan hasil yang memenuhi persyaratan pengujian sediaan yang baik. Pada pengujian terhadap responden mendapatkan hasil penerimaan yang baik dan tidak terjadi reaksi iritasi. Ekstrak biji alpukat kaya akan senyawa flavonoid, tanin, saponin, beserta fenolik. Penelitian memperlihatkan bahwasanya formulasi hand body lotion yang mengandung ekstrak ini memenuhi standar mutu fisik, mencakup uji organoleptis, pH, homogenitas, daya lekat, beserta daya sebar. Pada uji terhadap responden hasil uji hedonik responden lebih menyukai warna sediaan pada formula F1 yaitu 54,5%, sementara aroma 72,7% dan tekstur 63,6% pada formula F2. Pengujian iritasi sediaan hand body lotion ini dapat diterima dengan baik karena tidak menyebabkan iritasi dan aman untuk digunakan.
Uji Efektivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia) Terhadap Bakteri Shigella dysentriae Indah Pratami, Ria; Kaffah, Silmi; Prasetyaning Amukti, Danang; Salamah, Nina; Masyithah Awaluddin, Sitti; Wahyudi, Achmad; Fatriansari, Asih
Journal of Pharmacy and Halal Studies Vol. 2 No. 1 (2024): Journal of Pharmacy and Halal Studies (JPHS)
Publisher : Edu Science Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70608/x3v86k38

Abstract

Penyakit Infeksi merupakan masalah kesehatan masyarakat yang sangat penting untuk diperhatikan khususnya di negara berkembang, dengan banyaknya kasus yang terjadi di Indonesia adalah diare. Daun jeruk nipis (Citrus aurantifolia) merupakan tanaman populer yang dikenal karena sifat antibakteri, antimikroba, antijamur, dan antiparasitnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas ekstrak etanol daun jeruk nipis terhadap bakteri Shigella dysentriae menggunakan metode difusi cakram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun jeruk nipis dapat menghambat pertumbuhan bakteri Shigella dysentriae pada konsentrasi 10% dengan diameter 20,53 mm. Penelitian ini menemukan perbedaan yang signifikan pada konsentrasi ekstrak etanol yang menunjukkan bahwa ekstrak daun jeruk nipis efektif dalam menghambat bakteri Shigella dysentriae.
Tinjauan Literatur tentang Hubungan Mutasi Genetik dengan Resistensi Obat pada Mycobacterium Tuberculosis Prasetyaning Amukti, Danang; Indah Pratami, Ria; Gumelar, Gugun
Journal of Pharmacy and Halal Studies Vol. 2 No. 1 (2024): Journal of Pharmacy and Halal Studies (JPHS)
Publisher : Edu Science Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70608/j8dmhg15

Abstract

Tuberkulosis (TB) adalah salah satu penyakit menular yang paling mematikan di dunia, yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberkulosis. Menurut laporan terbaru dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sekitar 10 juta orang menderita TBC setiap tahun, dan hampir 1,5 juta di antaranya meninggal akibat penyakit ini. Resistensi obat pada M. tuberkulosis terjadi ketika bakteri mengembangkan mekanisme untuk bertahan terhadap obat-obatan yang dirancang untuk membunuh mereka. Salah satu mekanisme utama yang menyebabkan resistensi ini adalah mutasi genetik pada genom M. tuberkulosis. Penelitian ini menggunakan metode tinjauan literatur sistematis. Sumber data diperoleh dari berbagai basis data ilmiah seperti PubMed, Google Scholar, dan ScienceDirect. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 100 artikel yang ditinjau, 25 artikel berhubungan langsung dengan mutasi genetik yang menyebabkan resistensi obat pada Mycobacterium tuberculosis. Analisis dari 25 artikel ini mengidentifikasi sejumlah gen dan varian spesifik yang berperan dalam mekanisme resistensi obat. Gen-gen tersebut berhubungan dengan resistensi terhadap obat-obatan seperti isoniazid, rifampicin, Pirazinamid,streptomisin dan etambutol. Pentingnya memahami mekanisme pengobatan ini untuk mengembangkan strategi pengobatan TBC yang lebih efektif dan mencegah resistensi obat yang semakin meluas, sekaligus memperkuat upaya global dalam mengatasi dan mengobati TBC.
Evaluasi Kualitatif dan Kuantitatif Antibiotik pada Pasien DM Tipe Dua dengan Luka Gangren di Rumah Sakit Gunung Jati Cirebon Gumelar, Gugun; Budi Santoso, Rizky; Hidayat, M. Taufik; Qoyyim, Ahmad; Prastyaning Amukti, Danang
Journal of Pharmacy and Halal Studies Vol. 2 No. 1 (2024): Journal of Pharmacy and Halal Studies (JPHS)
Publisher : Edu Science Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70608/5fcam458

Abstract

Diabetes melitus merupakan penyakit yang sering di jumpai di masyarakat khususnya pada orang tua yang memiliki usia lanjut, diabetes mellitus merupakn penyakit yang di sebabkan oleh gangguan metabolisme tubuh antara lain karbohidrat protein dan lemak tipe diabetes mellitus terbagi menjadi dua jenis, yaitu tipe satu dan tipe dua, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pola pemberian antibiotik secara kualitatif dan kuantitatif pada pasien ulkus diabetik tipe dua yang terdapat luka ulkus dan gangren di rumah sakit Gunung Jati Cirebon. Hasil dari penelitian ini di harapkan mampu memberikan dampak positif pada bidang ilmu pengetahuan mengenai gambaran penggunan antibiotik pada pasien yang mengidap diabetes melitus yang mempunyai luka ulkus diabetik dan gangren. Penelitian ini termasuk penelitian noneksperimental dengan metode rendem sampling. Hasil dari penelitian ini menggambarkan bahwa konsumsi antibiotik pada RSUD Gunung Jati kota Cirebon menunjukan pemakaian yang cukup tinggi yakni sebesar (68,9 DDD / 100 hari rawat), hasil ini sudah tergolong cukup baik, dari pengujian allur Gyssens di peroleh 11 kriteria (IIB), 1 kriteria (IVA), (IV) dan (IVB), serta 16 pasien masuk dalam kriteria (IVD). 

Page 2 of 2 | Total Record : 16