Jurnal Arsitektur GRID
Aims (Tujuan) GRID: Journal of Architecture and Built Environment bertujuan untuk menjadi media publikasi ilmiah yang memfasilitasi komunikasi akademik, penyebaran pengetahuan, serta pertukaran gagasan di bidang Arsitektur dan Lingkungan Binaan. Jurnal ini menyediakan wadah bagi akademisi, peneliti, dan praktisi untuk mempublikasikan hasil penelitian ilmiah yang berkualitas dan belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Scope (Ruang Lingkup) Jurnal ini menerima artikel ilmiah dalam bahasa Indonesia yang mencakup isu-isu umum maupun khusus dalam bidang Arsitektur dan Lingkungan Binaan, meliputi namun tidak terbatas pada: Arsitektur Rumah Tinggal dan Permukiman Perancangan rumah tinggal Perumahan dan kawasan hunian Kualitas lingkungan permukiman Arsitektur Permukiman Urban Perancangan kawasan perkotaan Urban design Perencanaan dan pengembangan kota Revitalisasi kawasan urban Teori, Sejarah, dan Desain Arsitektur Kajian teori arsitektur Sejarah perkembangan arsitektur Konsep dan pendekatan desain arsitektur Kritik dan pemikiran arsitektur Ilmu dan Teknologi Arsitektur Material dan konstruksi bangunan Teknologi bangunan Arsitektur berkelanjutan (sustainable architecture) Efisiensi energi dan bangunan hijau Kenyamanan termal dan pencahayaan alami
Articles
76 Documents
Penerapan Urban Infill Berdasarkan Karakter Fasad Pada Jalan Tiang Bendera V No. 20 Kawasan Kota Tua Jakarta
Hanugrah Adhi Buwono;
Marchelia Gupita Sari
Jurnal Arsitektur GRID: Journal of Architecture and Built Environment Volume 5, Nomor 1 (2023): Juni
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52429/grid.v5i1.54
Kebutuhan lahan dewasa ini telah meningkat pesat akibat perkembangan penduduk sehingga urban infill dapat menjadi salah satu solusi yang efektif. Kawasan Cagar Budaya Kawasan Kota Tua Jakarta memiliki Gang Pendjaringan Jl. Tiang Bendera V yang sejak masa kolonial sudah dijadikan tempat pergudangan, belum terdapat guideline penerapan urban infill secara spesifik pada lahan dalam hal ini Jl. Tiang Bendera V No. 20. Makalah ini bertujuan untuk , 1.) mengidentifikasi karakter fasad dari langgam arsitektur kolonial di Jl. Tiang Bendera V dan 2.) menerapkan urban infill sesuai dengan langgam arsitektur. Makalah ini bersifat deskriptif kualitatif. Metode pengumpulan data adalah observasi dan analisis dari series façade serta aplikasi dari penggunaan guideline urban infill. Hasil makalah ini adalah 1.) identifikasi fasad Jl. Tiang Bendera V memiliki karakter arsitektur kolonial transisi 2.) simulasi penerapan dengan guidelines dari ICCROM. Kesimpulan dari makalah ini adalah pentingnya menemukenali karakter fasad ruang jalan sebagai bagian dari elemen penyusun urban infill dan pentingnya ilustrasi guidelines dari ICCROM untuk mempertahankan karakter kawasan.
Desain Ulang Pasar Tradisional Kelapa Kota Cilegon Provinsi Banten Dengan Pendekatan Arsitektur Tropis
Muhammad Bayu Panatagama;
Endy Marlina
Jurnal Arsitektur GRID: Journal of Architecture and Built Environment Volume 5, Nomor 2 (2023): Desember
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52429/grid.v5i2.55
Pasar Kelapa merupakan salah satu pasar tradisional yang ada di Cilegon. Pasar ini berperan penting dalam pertumbuhan ekonomi kota yang mengandalkan 12,07% perdagangan besar dan eceran. Namun ada beberapa permasalahan yang menyebabkan masyarakat jarang mengunjungi pasar ini sehingga membuat pasar ini disebut dengan pasar setengah hari. Permasalahan tersebut antara lain banjir, ventilasi yang tidak memadai, parkir yang tidak tertata, dan terbatasnya ruang pengunjung. Untuk mengatasi kondisi tersebut, perlu dilakukan desain ulang bangunan pasar. Pasar ini didesain ulang dengan menggunakan arsitektur tropis, mengingat pasar ini terletak di Cilegon, yang beriklim hutan basah tropis dan musim hujan di Cilegon hampir sepanjang tahun. Penelitian ini menggunakan data primer dan sekunder. Data yang diperoleh melalui teknik pengumpulan data kemudian dianalisis untuk memperoleh kesimpulan. Dari hasil analisis dapat disimpulkan bahwa orientasi bangunan timur-barat dapat memaksimalkan siklus orientasi matahari secara maksimal. Ventilasi silang diterapkan pada bangunan untuk menciptakan ventilasi yang cukup dan juga perlunya perbedaan tingkat ketinggian antara lokasi dan bangunan untuk merespon banjir.
Redesain Terminal Type A Kertonegoro Ngawi Dengan Konsep Pendekatan Universal Design
Cahyo Wahyu Setiawan;
Diana Kesumasari;
Dody Irnawan
Jurnal Arsitektur GRID: Journal of Architecture and Built Environment Volume 5, Nomor 2 (2023): Desember
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52429/grid.v5i2.56
Terminal tipe A Kertonegoro Ngawi merupakan salah satu terminal penumpang di Indonesia yang setiap harinya banyak kalangan yang berdatangan mulai dari anak kecil hingga difabilitas. Akan tetapi dengan banyaknya yang datang tidak didukung dengan fasilitas yang baik dan tidak mendukung untuk semua kalangan. Oleh karena iu, redesain ini bertujuan menjadikan Terminal tipe A Kertonegoro Ngawi sebagai tempat yang ramah untuk semua kalangan seperti halnya dalam Universal Design. Dalam perancangan menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan sumber data yang berasal dari 2 jenis yaitu primer (studi lapangan dan wawancara) dan sekunder dengan studi literatur. Dengan redesain ini dihasilkan DesainTerminal tipe A Kertonegoro Ngawi yang ramah bagi semua kalangan. Beberapa penerapan Universal Design dapat ditemukan pada aksesibilitas ruang, dimensi ruang, kelengkapan fasilitas. Terdapat fasilitas dalam Universal Design khususnya guiding block, jalur sirkulasi yang lebar, toilet difabel di beberapa lokasi, papan informasi braille, ramp dan railing, ruang laktasi dan ruang anak-anak. Terdapat pula travelator dan lift sebagai transportasi vertikal.
Penerapan Arsitektur Neo Vernakular Pada Perancangan Resort Hotel di Kawasan Reklamasi Pantai Dofior Kota Sorong
Fatimah Qisthin Kiasati;
Endy Marlina
Jurnal Arsitektur GRID: Journal of Architecture and Built Environment Volume 5, Nomor 2 (2023): Desember
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52429/grid.v5i2.57
Pesatnya perkembangan dan kondisi Kota Sorong yang tidak sebanding membuat langkah pemerintah berupaya untuk menata dan membangun kota. Dalam hal ini reklamasi menjadi salah satu upaya dalam merespon permasalahan yang ada pada pertumbuhan ekonomi dalam aspek bisnis dan pariwisata. Proyeksi wisatawan yang semakin meningkat dan kurangnya ketersediaan fasilitas menjadi faktor utama. Rencana pemerintah menyediakan 15 block untuk pembangunan dalam aspek bisnis dan pariwisata, 1 block area disediakan untuk dibangun resort hotel. Dalam hal ini juga memperhatikan kondisi kekakuan bangunan sekitar, tema neo vernakular untuk merespon pertumbuhan kota dan budaya sekitar. Metode yang digunakan berupa pengumpulan data primer dan sekunder berdasarkan issue sekitar, lalu menganalisis menjadi ide desain, dan dikembangkan secara utuh melalui analisis dan evaluasi. Desain yang dikembangkan berdasarkan poin analisis site dan respon desain, analisis gubahan massa dari bentuk dan tampilan desain rumah tradisional Papua kaki seribu, rumah jew, dan rumah pohon, konsep ornamentasi dari motif khas Papua, analisis konsep landscape dari pola permukiman masyarakat tradisional Papua, analisis struktur dan material perpaduan konsep tradisional modern dan struktur yang aman di atas tanah reklamasi.
Perancangan Sirkuit Road Race Ngawi Dengan Pendekatan Arsitektur Fungsionalisme
Fendik Setyo Wibowo;
Dwi Ely Wardani;
Lidi Wilaha
Jurnal Arsitektur GRID: Journal of Architecture and Built Environment Volume 5, Nomor 2 (2023): Desember
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52429/grid.v5i2.58
Kabupaten Ngawi adalah sebuah kabupaten yang terletak di provinsi Jawa Timur, yang berbatasan langsung dengan Provinsi Jawa Tengah. Isu dari Bupati Ngawi mengenai pembangunan sirkuit road race di lokasi Taman Candi. Tujuan dari perancangan ini adalah untuk mewadahi dan memfasilitasi kegiatan balap motor di Kabupaten Ngawi, dan untuk mengurangi balap liar yang terjadi di Kabupaten Ngawi. Metode yang digunakan dalam perancangan ini adalah metode primer yang berupa pengumpulan data di lapangan, dan metode sekunder yang berasal dari jurnal-jurnal di internet. Hasil dari perancangan ini adalah desain sirkuit yang menggunakan pendekatan Arsitektur Fungsionalisme yang mencakup (1) Pilotis, (2) Kebebasan merancang denah, (3) Kebebasan merancang fasad, (4) Terdapat roof garden, (5) Terdapat garis horizontal pada jendela.
Penerapan Efisiensi Energi Pasif Dalam Perancangan Bandar Udara Domestik di Kabupaten Pohuwato
Burhanuddin;
Desrina Ratriningsih
Jurnal Arsitektur GRID: Journal of Architecture and Built Environment Volume 5, Nomor 2 (2023): Desember
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52429/grid.v5i2.59
Kabupaten Pohuwato merupakan salah satu lokasi yang direncanakan dibangun bandar udara baru oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Udara. Bandar udara ini direncanakan untuk melayani penerbangan rute domestik sehingga dapat menopang Bandar udara Djalaludin Gorontalo dengan hirarki Spoke (pengumpul). Metode yang digunakan yaitu metode deskriptif, dilaksanakan dengan mengumpulkan data primer dan sekunder yang kemudian dianalisis terhadap lokasi dan standard kebutuhan ruang bandar udara. Pendekatan Efisiensi Energi Pasif diharapkan dapat meminimalkan kebutuhan energi untuk pengoperasian bangunan bandar udara dengan memanfaatkan energi angin, cahaya, dan cahaya matahari. Konsep ini menghitung konsumsi energi listrik tahunan yang di efisiensikan 52% dari konsumsi energi listrik bandar udara sejenis sesuai standarisasi angkasa pura. Pembangunan bandar udara di Kabupaten Pohuwato diharapkan mampu menaikkan potensi pariwisata, mendukung konektivitas dan mengurangi dampak perubahan iklim yang disebabakan oleh layanan industri transportasi khususnya transportasi udara dengan cara meminimalkan kebutuhan energi untuk pengoperasian bangunan bandar udara.
Redesain Stadion Kebogiro Sebagai Landmark Kota Boyolali
Supar Riyanto;
Dwi Ely Wardani;
Dody Irnawan
Jurnal Arsitektur GRID: Journal of Architecture and Built Environment Volume 6, Nomor 1 (2024): Juni
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52429/grid.v6i1.60
Stadion Kebogiro didirikan pada tahun 2019 oleh Pemerintah Kabupaten Boyolali dan menjadi home base tim Persebi Boyolali. Stadion Kebogiro merupakan redesain dari stadion yang sudah ada sebelumnya dan terletak di lokasi yang sama, yaitu di Desa Paras, Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Indonesia. Stadion ini merupakan wadah bagi masyarakat Kota Boyolali untuk beraktivitas olahraga khususnya dibidang sepak bola. Mendesain ulang stadion Kebogiro selain untuk meningkatkan kualitas penyediaan sarana dan prasarana olahraga di Kota Boyolali, harapan ke depannya dapat terselenggara event yang berskala regional, nasional maupun internasional di Kota Boyolali, maka salah satu strategi dalam redesain stadion Kebogiro adalah kapasitas yang ditingkatkan menjadi 25.000 penonton. Dengan penekanan pada konsep perancangan Arsitektur Landmark dari suatu Kota yang merupakan bagian dari teori Image of The City oleh Kevin Lynch, diharapkan bisa menghasilkan desain bangunan yang akan menjadi identitas Kota Boyolali.
Perancangan Beach Resort Di Pantai Ketawang Purworejo Dengan Pendekatan Arsitektur Ekologis
Handyka Asih Nugroho;
Diana Kesumasari;
Lidi Wilaha
Jurnal Arsitektur GRID: Journal of Architecture and Built Environment Volume 6, Nomor 1 (2024): Juni
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52429/grid.v6i1.61
Desa Patutrejo mempunyai peluang yang cukup prospektif untuk pengembangan industri pariwisata. Desa Patutrejo merupakan bagian wilayah kabupaten Purworejo. Keindahan pantai Ketawang dapat menjadi daya tarik wisatawan yang datang. Tujuan perancangan ini adalah untuk merancang Beach resort di Pantai Ketawang dengan pendekatan Arsitektur Ekologi sebagai fasilitas pendukung wisata pantai agar menarik bagi pengunjung dan dapat mengangkat citra Pantai Ketawang. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatih dengan data primer melalui metode observasi dan dokumentasi, dan data sekunder melalui metode pustaka. Prosedur perancangan melalui tahapan analisis perancangan, kosep perancangan, transformasi deasin, desain. Oleh karenanya dipilahlah pantai ketawang sebagai tempat pembangunan fasilitas penginapan dengan desain bagunan yang unik seperti segitiga dan banyak bukan. Selain itu unsur ekologis diterapkan dengan menjaga kelestarian alam yang ada.
Aplikasi Arsitektur Neo-Vernakular Dalam Perancangan Pusat Kebudayaan Bumi Senentang di Sintang Kalimantan Barat
Jerry Seftianta Nandung;
Endang Setyowati
Jurnal Arsitektur GRID: Journal of Architecture and Built Environment Volume 6, Nomor 1 (2024): Juni
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52429/grid.v6i1.62
Fasilitas budaya dan hiburan khususnya pusat kebudayaan adalah salah satu fasilitas yang diberikan oleh pemerintah untuk masyarakat. Fungsi fasilitas budaya dan hiburan diberikan kepada masyarakat untuk melestarikan dan mempelajari sejarah maupun ilmu-ilmu yang ada di Indonesia khususnya pada suatu daerah tertentu. Selain untuk melestarikan dan mempelajari budaya lokal, fasilitas tersebut diberikan untuk salah satu cara untuk menghibur masyarakat melalu dari seni – seni yang dimiliki oleh suatu daerah. Sintang memiliki wisata budaya yang cukup kuat seperti alat musik & tari Suku Dayak dan Melayu. Namun masalah potensi wisata yang berlimpah tersebut tidak semuanya dikenal bahkan dilatih, dikembangkan, dan dipromosikan. Oleh sebab itu, diperlukan wadah untuk melakukan kegiatan pelatihan, pengembangan, & promosi dalam bentuk bangunan pusat Kebudayaan. Untuk memperkuat identitas daerah kedalam pusat kebudayaan diterapan pendekatan arsitektur neo-vernakular yang menjadi pilihan. Arsitektur neo–vernakular adalah salah satu konsep dari aliran post modern yang merupakan gabungan dari dua konsep yang berbeda yaitu modern dan vernakular. Penerapan pendekatan neo-vernakular berdasarkan prinsip-prinsipnya yang kemudian diaplikasikan pada pengolahan tapak, peruangan, material, warna dan struktur bangunan.
Edupark Dairy Cows di Boyolali Dengan Pendekatan Arsitektur Berkelanjutan
Wawan Sulistianto;
Dody Irnawan;
Binti Karomah
Jurnal Arsitektur GRID: Journal of Architecture and Built Environment Volume 6, Nomor 1 (2024): Juni
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52429/grid.v6i1.63
Boyolali merupakan salah satu daerah di Provinsi Jawa Tengah yang dikenal sebagai kota susu karena memiliki potensi wisata dan penghasil susu sapi perah yang produktif. Sebagian besar wilayah Boyolali adalah dataran tinggi dengan udara yang sejuk sehingga sangat cocok sekali dijadikan sebagai tempat untuk berternak sapi perah. Potensi penghasil susu sapi perah ada 8 Kecamatan yaitu Kecamatan Ampel, Boyolali, Cepogo, Mojosongo, Musuk, Selo, Simo dan Teras. Salah satu daerah yang menghasilkan susu sapi segar di Kabupaten Boyolali adalah Kcamatan Cepogo yang sebagian besar penduduk daerahnya adalah bermata pencaharian sebagai petani dan peternak sapi. Dari data KUD kecamatan Cepogo pada tahun 2020 penjualan susu sapi tanpa diolah adalah 3.874.864 liter. Dengan kondisi seperti itu Pemerintah Kabupaten Boyolali akan melakukan pembangunan wisata edukasi susu perah yang dapat digunakan untuk semua kalangan, terutama pada kalangan anak-anak untuk bisa berekreasi dan belajar tentang peternakan sapi sampai bisa di konsumsi. Dengan desain yang mengurangi dampak-dampak lingkungan yang ditimbulkan oleh limbah industri maka dibutuhkan sebuah desain yang berkelanjutan dan tidak merusak ekosistem yang ada, yaitu dengan menerapkan pendekatan arsitektur berkelanjutan dalam perancangannya.