cover
Contact Name
Anis Sulalah
Contact Email
anissulalah@stairua.ac.id
Phone
+6281805111121
Journal Mail Official
anissulalah@stairua.ac.id
Editorial Address
Jl. KH. Abdul Qohir, Pramian, RT 01 RW 06, Ds. Taman, Kec. Sreseh, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur
Location
Kab. sampang,
Jawa timur
INDONESIA
Al-Qiyadah
ISSN : -     EISSN : 30899052     DOI : 10.64481
Core Subject : Education,
Al-Qiyadah is an open-access peer-reviewed research journal published by Islamic Education Management, STAIRUA Sampang, East Java, Indonesia. This journal regularly publishes articles and research reports twice a year, every June and December. Al-Qiyadah is a journal that discusses the management of education and Islam. This journal will promote the results of research and scientific discussions on the management of education and Islam. The topics of this journal are Islamic Education Management, Islamic Education Leadership, Islamic School Management, School Supervision, and Education Management, covering textual investigation and field investigation with the perspective of education, philosophy, history, theology, sociology, anthropology, and political science related to Islamic Education Management.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 18 Documents
Manajemen Peserta Didik Pondok Pesantren Raudlatul Ulum Arrahmaniyah dalam Pembentukan Karakter Spiritual dan Nasional Farizki Nursalam; Anis Sulalah; Hilmiatul Mubarokah; Nafilatul Ula; Nurul Aini
AL-Qiyadah Vol 1 No 1 (2025): Al-Qiyadah
Publisher : Program Studi Manajemen Pendidikan Islam STAIRUA Sampang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64481/km6ncg36

Abstract

Setiap elemen dalam lembaga pendidikan harus dikelola dengan efektif, termasuk peserta didik, agar tata kelolanya berfungsi dengan baik. Manajemen peserta didik merupakan keseluruhan proses kegiatan yang direncanakan dan diusahakan secara sengaja serta pembinaan yang berkelanjutan bagi siswa agar dapat mengikuti proses belajar mengajar secara efektif. Artikel ini menganalisis bagaimana manajemen peserta didik yang diterapkan pada lembaga-lembaga di pondok pesantren Raudlatul Ulum Arrahmaniyah (RUA) Sampang Madura dalam mewujudkan pendidikan berkarakter. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa lembaga-lembaga yang berada di bawah naungan pondok pesantren RUA menggunakan sistem pendidikan berbasis pesantren yang menganut paham keaswajaan. Berlandaskan pada paham tersebut ditemukan bahwa RUA menggunakan beberapa strategi dalam mewujudkan pendidikan berkarakter spiritual dan nasionalis yaitu; habituasi, moral knowing, moral feeling, moral loving, moral modeling, dan Taubat. Selain itu, empat fungsi manajemen digunakan dalam pengaplikasian strategi-strategi tersebut yaitu; 1) Planning untuk menentukan nilai-nilai karakter, sosialisasi, membuat rencana harian, dan menerapkan pembiasaan dalam perilaku sehari-hari. 2) Organizing: pengasuh Pondok Pesantren RUA bertanggung jawab untuk membentuk struktur organisasi. 3) actuating: Dewan mencanangkan empat program: sistem formal, sistem non-formal, sistem organisasi, dan sistem vokasional. 4) controlling: Pengawasan langsung dan evaluasi oleh Kepala Sekolah dan anggota dewan Pondok Pesantren RUA.
Sinergi Tri Pusat Pendidikan dalam Membentuk Karakter Anak Menuju Generasi Berintegritas Nurissy
AL-Qiyadah Vol 1 No 1 (2025): Al-Qiyadah
Publisher : Program Studi Manajemen Pendidikan Islam STAIRUA Sampang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64481/9z5r5j98

Abstract

Artikel ini mengkaji pentingnya sinergi antara keluarga, sekolah, dan masyarakat dalam membentuk karakter anak menuju generasi yang berintegritas. Berdasarkan konsep Tri Pusat Pendidikan Ki Hajar Dewantara, ketiga elemen ini memiliki peran yang saling melengkapi dalam memberikan pendidikan holistik. Pendidikan karakter, yang mencakup nilai-nilai moral, etika, dan agama, menjadi landasan penting dalam membangun individu yang bertanggung jawab, mandiri, dan bermoral. Artikel ini juga membahas tantangan dalam menyelaraskan peran ketiga elemen, termasuk perbedaan perspektif, kendala sosial-ekonomi, dan minimnya komunikasi, serta menawarkan solusi berupa penguatan literasi pendidikan, kolaborasi program, dan dukungan kebijakan. Dengan pendekatan ini, diharapkan tercipta generasi berkualitas yang siap menghadapi tantangan masa depan.
Manajemen Ekstrakurikuler Pramuka Dalam Penanaman Nilai-nilai Karakter peserta didik di MA Al-Bukhary Sampang Madura Hilya Banati Hajriyah
AL-Qiyadah Vol 1 No 1 (2025): Al-Qiyadah
Publisher : Program Studi Manajemen Pendidikan Islam STAIRUA Sampang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64481/xas23054

Abstract

Proses pendidikan pada hakekatnya adalah usaha sadar yang dilakukan oleh orang dewasa (guru) terhadap orang yang belum dewasa (siswa) untuk mencapai kedewasaannya sesuai yang diharapkan. Dalam lembaga pendidikan sekolah memiliki tanggung jawab untuk menjadikan peserta didik yang mempunyai pengetahuan, keterampilan, dan mengembangkannya didalam pendidikan formal dan non formal. Dalam pendidikan non formal sekolah memiliki program ekstrakurikuler melalui pendidikan pramuka. Ekstrakurikuler pramuka hadir sebagai alat untuk menjadi suatu wadah dalam penanaman nilai-nilai karakter yang ada dalam kegiatan pendidikan non formal tersebut. Metode penelitian menggunakan Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan desain penelitian studi kasus, dengan cara mengumpulkan data deskriptif yang banyak dituangkan dalam bentuk laporan atau uraian. Penelitian dilakukan Disekolah MA Al-Bukhary Labuhan Sreseh Sampang dengan hasil yang di peroleh Manajemen Ekstrakurikuler Pramuka Dalam Penanaman Nilai-Nilai Karakter Peserta Didik Di MA Al-Bukhary Labuhan Sreseh Sampang Dalam hal ini kegiatan pramuka dari mulai perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan, sudah sesuai dan tujuanya yang telah ditetapkan, juga Penanaman Nilai-Nilai Karakter Peserta Didik melalui kegiatan ekstrakurikuler pramukan penanaman karakter pada anak sangatlah penting. 
Tantangan Implementasi Kurikulum Merdeka di Sekolah Berbasis Pesantren mohammad syifaur rizal; Tania Salsabila Triandani; Abdullah
AL-Qiyadah Vol 1 No 1 (2025): Al-Qiyadah
Publisher : Program Studi Manajemen Pendidikan Islam STAIRUA Sampang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64481/4y53qp02

Abstract

Penelitian ini membahas tantangan implementasi Kurikulum Merdeka di sekolah berbasis pesantren, dengan fokus pada kesiapan guru, keterbatasan fasilitas, dan minimnya dukungan teknis dari pemerintah. Kurikulum Merdeka menekankan fleksibilitas pembelajaran berbasis proyek dan teknologi, yang sering kali bertentangan dengan pendekatan tradisional pesantren yang berpusat pada hafalan dan kajian kitab kuning. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus di MA Nurul Jadid, penelitian ini melibatkan wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen untuk mengidentifikasi kendala yang dihadapi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman guru tentang prinsip Kurikulum Merdeka masih terbatas, menyebabkan ketergantungan pada metode pengajaran konvensional. Selain itu, keterbatasan fasilitas seperti perangkat teknologi dan ruang kelas interaktif menghambat penerapan metode pembelajaran berbasis proyek. Kurangnya pelatihan intensif dan panduan teknis dari pemerintah juga memperparah kesulitan dalam implementasi. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan pelatihan guru, pengadaan fasilitas pendukung, serta kolaborasi antara pemerintah dan lembaga pendidikan untuk memastikan implementasi Kurikulum Merdeka yang efektif tanpa mengesampingkan nilai-nilai tradisional pesantren.  
Measuring John Dewey's Conception of Human Potential in Islamic Perspective Ach. Sobri; Hafid; Hasan Fatoni
AL-Qiyadah Vol 1 No 1 (2025): Al-Qiyadah
Publisher : Program Studi Manajemen Pendidikan Islam STAIRUA Sampang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64481/17n7pc61

Abstract

Artikel ini membahas perbandingan konsep potensi manusia menurut John Dewey dan perspektif Islam, dengan fokus pada konteks pendidikan. Dewey menekankan bahwa setiap individu memiliki potensi bawaan yang perlu dikembangkan melalui pendidikan berbasis pengalaman dan interaksi sosial untuk menghadapi tantangan kehidupan modern. Sebaliknya, Islam mendasarkan pandangannya pada fitrah manusia yang dianugerahkan Allah, mencakup kemampuan intelektual, moral, sosial, dan spiritual, yang harus dikembangkan secara seimbang untuk memenuhi tugas sebagai hamba Allah dan khalifah di bumi. Meskipun berbeda dalam tujuan akhir—Dewey berfokus pada keberhasilan duniawi, sementara Islam menyeimbangkan antara dunia dan akhirat—keduanya sama-sama menekankan pentingnya pendidikan sebagai sarana utama pengembangan diri. Artikel ini juga mengeksplorasi relevansi kedua pendekatan dalam menghadapi tantangan pendidikan kontemporer. Pemikiran Dewey tentang demokrasi, inovasi, dan pembelajaran sepanjang hayat relevan untuk pendidikan modern, sementara Islam menawarkan nilai-nilai moral dan spiritual sebagai panduan dalam membentuk individu yang berintegritas. Kombinasi kedua pendekatan ini memiliki potensi untuk menciptakan sistem pendidikan yang holistik dan berbasis nilai, memberikan kontribusi bagi pengembangan masyarakat yang lebih baik dan seimbang.
Manajemen Mutu dalam Sistem Pendidikan Pesantren: Tantangan dan Peluang Muhammad Barid Nizaruddin Wajid; Amang Fathurrohman
AL-Qiyadah Vol 1 No 1 (2025): Al-Qiyadah
Publisher : Program Studi Manajemen Pendidikan Islam STAIRUA Sampang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64481/d32d7p05

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen mutu dalam sistem pendidikan pesantren, serta tantangan dan peluang yang dihadapi dalam penerapannya. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi kasus pada beberapa pesantren di Indonesia, yang melibatkan wawancara mendalam dengan pengelola, guru, dan santri, serta observasi terhadap praktik pendidikan dan manajemen yang diterapkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pesantren menghadapi tantangan dalam hal pengelolaan sumber daya manusia dan finansial, serta adanya resistensi terhadap perubahan dalam mengadopsi sistem manajemen mutu modern. Namun, beberapa pesantren yang telah mengimplementasikan prinsip Total Quality Management (TQM) menunjukkan peningkatan kualitas pendidikan dan layanan. Diskusi penelitian ini mengungkapkan bahwa meskipun tantangan cukup besar, terdapat peluang signifikan untuk memperbaiki sistem manajerial pesantren melalui peningkatan struktur organisasi, pelatihan pengelola, dan pemanfaatan teknologi informasi, yang tidak hanya akan meningkatkan kualitas akademik tetapi juga pembentukan karakter santri.
Analisis Penerapan Pendidikan Berbasis Nilai-Nilai Islami di Madrasah Diniyah Ula Mambaul Ulum Caggunung Desa Labuhan Humairotus Sulfa
AL-Qiyadah Vol 1 No 2 (2025): Al-Qiyadah
Publisher : Program Studi Manajemen Pendidikan Islam STAIRUA Sampang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64481/ee5kjz54

Abstract

Nilai-nilai pendidikan Islam tentunya mengacu pada pembentukan karakter serta Akhlak yang baik. Akhlak yang baik adalah cerminan dari iman yang kokoh dan pemahaman yang baik terhadap ajaran agama. Dalam konteks ini pendidikan Madrasah Diniyah harus berorientasi pada nilai-nilai Islam yang membentuk karakter yang baik serta berbudi luhur. Sehingga pendidikan tersebut tidak hanya seputar mata pelajaran agama semata, tapi juga mengandung nilai yang dipraktekan secara langsung dihadapan masyarakat umum dan kehidupan sehari-hari. Penelitian ini mengggunakan penelitian kualitatif deskriptif dengan meninjau secara langsung ke lapangan dari mulai pengamatan, wawancara kemudian menganalisis kejadian sekitar berdasarkan pada bukti empiris yang kuat. Menggambarkan secara faktual sesuai dengan kejadian yang terjadi di lapangan secara komprehensif dan sesuai konteks yang ada. Mengumpulkan data-data yang ada disekitar kemudian menyaring data tersebut sesuai yang diperlukan oleh peneliti. Pendekatan ini berlandaskan pada tujuan penelitian untuk mendeskripsikan penerapan pendidikan nilai-nilai yang Islami di Madrasah Diniyah Mambaul Ulum dusun Caggunung desa Labuhan. Mengimplementasikan pendidikan karakter pada kurikulum dengan mengintegrasikan pelajaran yang mengandung nilai-nilai ke Islaman, pola integrasi ini merujuk pada terbangunnya iklim lingkungan belajar yang memiliki basis nilai-nilai keislaman. Kemudian didukung oleh peran guru yang koperatif yang menjadi sponsor atau peniru sebagai peran penting dalam penerapan pendidikan karakter nilai-nilai Islami di Madrasah atau diluar Madrasah. Membentuk moral yang Islami sehingga menjadi bekal untuk kehidupan siswa di masyarakat.
Tafsir Shafahī sebagai Respons Ayat-Ayat Polemik dan Konrtibusinya terhadap Studi Qur’an di Indonesia Khairul Atfal; Halimatussa’diyah; Kusnadi; Pathur Rahman
AL-Qiyadah Vol 1 No 2 (2025): Al-Qiyadah
Publisher : Program Studi Manajemen Pendidikan Islam STAIRUA Sampang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64481/4a9m6977

Abstract

Tafsir shafahī yang dilakukan oleh ulama-ulama klasik dan kontemporer menjadi hal yang perlu diperhatikan. Kajian tafsir shafahī oleh ulama kontemporer yang dilakukan oleh al-Sha’rawi dan al-Zuh}ayli adalah gambaran kecil tentang bagaimana tafsir shafahī memberikan ruang yang lebih aktual daripada tulisan. Sebenarnya ada banyak istilah dalam tafsir shafahī, misalnya seperti kata tafsir oral, tafsir idhā’i, tafsir ṣowtī, tafsir bi al-lisān, tafsir shafawī dan tafsir shafahī. Secara umum, makna dari istilah-istilah tersebut mempunyai makna yang sama, yaitu tafsir yang didasarkan bukan pada tulisan. Dengan metode library research dan analisis deskriptif-deduktif, tulisan ini dapat memberikan gambaran dan kontribusi tafsir shafahī di Indonesia. Adanya kontekstualisasi dan aktulisasi dari tafsir shafahī adalah penemuan paling utama. Kontribusi tersebut dapat memberikan gambaran bahwa tafsir shafahī merupakan kajian alternatif studi Qur’an untuk memberikan makna-makna terbaru terhadap al-Qur’an
Nilai Pendidikan dari Reformasi Pemikiran Sha Hayatullah Hilmi Aziz; Tajullail
AL-Qiyadah Vol 1 No 2 (2025): Al-Qiyadah
Publisher : Program Studi Manajemen Pendidikan Islam STAIRUA Sampang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64481/thmx2p49

Abstract

Artikel ini mengeksplorasi ide-ide baru al-Dihlawi dalam studi Al-Qur’an untuk menelaah nilai reformasi pendidikannya. Dengan pendekatan historis dan metode analisis isi, tulisan ini menghasilkan bahwa, gagasan al-Dihlawi meliputi asbab al-nuzul al-juz’i dan al-haqiqi, yang dalam perkembangannya dikenal dengan mikro dan makro. Selain itu, ia memiliki pandangan tentang naskh yang harus diposisikan sebagai sejarah, bukan sebagai konsensus ulama. Ia juga memiliki pandangan terkait isra’iliyat, ada dua sikap mengenai kisah-kisah isra’iliyat. Pertama, ia percaya bahwa referensi dari ahl al-kitab tidak diperlukan jika hadis Nabi cukup menjelaskan apa yang diisyaratkan dalam Al-Qur’an. Kedua, jika rujukan semacam itu tidak dapat dihindari, maka rujukan tersebut harus digunakan semata-mata untuk mendapatkan kejelasan tentang masalah tersebut. Meskipun cara al-Dihlawi dalam melakukan gerakan reformasi cukup keras, namun kepekaan terhadap situasi dan kondisi sekitar, serta solusi perubahan dengan menawarkan teori-teori ilmiah merupakan nilai pendidikan yang patut dicontoh oleh generasi selanjutnya.
Accessibility Challenges in Islamic Education in Indonesia: The Relevance of the Interpretation of al-Mujadilah Verse 11 in the Digital Era Ahmad Najibul Firdaus
AL-Qiyadah Vol 1 No 2 (2025): Al-Qiyadah
Publisher : Program Studi Manajemen Pendidikan Islam STAIRUA Sampang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64481/y808j796

Abstract

This research presents a study that focuses on the challenges faced by the development of Islamic Education especially in Indonesia, viewing them as obstacles to be overcome for improvement. Specifically, it addresses the lack of equitable distribution of facilities and infrastructure within Islamic Education institutions in utilizing digital media during the digital era. This inequity impacts both the institutions themselves and their students. The method used in this research is library research, which is then analyzed through the interpretive lens of Islamic scholars' perspectives on Chapter al-Mujadilah verse 11. This verse offers solutions from the Quran, the primary source of Islamic law. Several scholars interpreting this verse argue that, while it was originally addressed to gatherings of knowledge, specifically during the time of the Prophet Muhammad, it can be interpreted with meanings more relevant to contemporary societal life. The research findings indicate that good Muslims possess tafassuh, a characteristic of being open-minded and generous towards others. This entails being willing to provide assistance to the less fortunate, offering benefits to the surrounding community, and making positive contributions.

Page 1 of 2 | Total Record : 18