cover
Contact Name
Anis Sulalah
Contact Email
anissulalah@stairua.ac.id
Phone
+6281805111121
Journal Mail Official
anissulalah@stairua.ac.id
Editorial Address
Jl. KH. Abdul Qohir, Pramian, RT 01 RW 06, Ds. Taman, Kec. Sreseh, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur
Location
Kab. sampang,
Jawa timur
INDONESIA
Al-Qiyadah
ISSN : -     EISSN : 30899052     DOI : 10.64481
Core Subject : Education,
Al-Qiyadah is an open-access peer-reviewed research journal published by Islamic Education Management, STAIRUA Sampang, East Java, Indonesia. This journal regularly publishes articles and research reports twice a year, every June and December. Al-Qiyadah is a journal that discusses the management of education and Islam. This journal will promote the results of research and scientific discussions on the management of education and Islam. The topics of this journal are Islamic Education Management, Islamic Education Leadership, Islamic School Management, School Supervision, and Education Management, covering textual investigation and field investigation with the perspective of education, philosophy, history, theology, sociology, anthropology, and political science related to Islamic Education Management.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 42 Documents
Pengembangan Bahan Ajar Metode Tilawati dalam Meningkatkan Kualitas Cara Membaca Al-Qur’an Siswa di Sd Adinda Surabaya Irfan Tamwifi; Alfalaqi, Rasyid
AL-Qiyadah Vol 2 No 2 (2026): Al-Qiyadah
Publisher : Program Studi Manajemen Pendidikan Islam STAIRUA Sampang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64481/fsa5vn14

Abstract

Membaca Al-Qur’an bukan hanya tindakan terpuji tetapi juga berfungsi sebagai sarana untuk menjaga doktrin agama yang diberikan kepada Nabi Muhammad (SAW); akibatnya, adalah kewajiban setiap Muslim untuk terlibat dalam studi dan pembacaan Al-Qur’an. Metodologi pendidikan yang digunakan untuk pengajaran Quran di SD Adinda Surabaya sebagian besar bergantung pada pendekatan berbasis buku tradisional, yang menunjukkan keterbatasan tertentu mengenai media yang digunakan dan retensi materi. Pembelajaran yang difasilitasi melalui aplikasi berbasis Android merupakan media yang mudah diakses oleh siswa, sehingga memungkinkan mereka untuk mencapai kemahiran dalam konten yang mereka gunakan. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk merancang media pembelajaran berbasis aplikasi Android untuk membantu siswa dalam memahami materi dengan lebih mudah, sehingga mempercepat kemampuan mereka untuk membaca Al-Qur’an dengan mahir dan akurat. Investigasi ini sedang dilakukan dengan memanfaatkan tahapan kerangka kerja pengembangan ADDIE. Hasil penilaian pendidikan ini mengungkapkan sebagai berikut: 1) Tes V Aiken untuk media menghasilkan nilai V 0,88, sehingga menegaskan validitas dan kualitasnya yang tinggi. 2) Tes V Aiken untuk materi menghasilkan nilai V 0,90, yang dianggap valid dan memuaskan. 3) Evaluasi yang melibatkan 30 pengguna menggunakan System Usability Scale (SUS) menghasilkan skor 91,66, menunjukkan bahwa media pembelajaran yang melibatkan 30 pengguna yang menggunakan Skala Kegunaan Sistem (SUS) menghasilkan skor 91,66, menunjukkan bahwa media pembelajaran cocok untuk implementasi. 4) Pengujian independen yang dilakukan pada sampel menunjukkan perbedaan rata-rata yang signifikan secara statistik antara kedua kelompok, dengan Grup A mencapai skor rata-rata 80,667 dan Grup B mencapai skor rata-rata 67,67
Krisis Epistemologi dalam Pembelajaran Hadis di Era Artificial Intelligence: Pergeseran Otoritas dari Sanad ke Algoritma Mas'ud, Ali; MR, Ali Imron
AL-Qiyadah Vol 2 No 2 (2026): Al-Qiyadah
Publisher : Program Studi Manajemen Pendidikan Islam STAIRUA Sampang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64481/4nd1t504

Abstract

Kemunculan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) telah menghadirkan tantangan epistemologis yang fundamental bagi tradisi keilmuan Islam, khususnya dalam domain pembelajaran hadis. Artikel ini mengkaji secara kritis bagaimana pergeseran paradigma dari model transmisi pengetahuan berbasis otoritas personal yang direpresentasikan oleh sistem sanad menuju model algoritma berbasis data telah memicu apa disebut sebagai “krisis epistemologi” dalam studi hadis kontemporer. Melalui pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan dan analisis kritis-komparatif, penelitian ini mengidentifikasi tiga dimensi krisis yang saling berkelindan. Pertama, erosi konsep otoritas dalam transmisi pengetahuan hadis. Kedua, transformasi pola belajar dari tatsabbut (verifikasi ketat dan kehati-hatian) menuju budaya instanitas yang dieksaserbasi oleh kemudahan akses digital. Ketiga, reduksi validitas epistemologis pengetahuan keislaman ketika saringan sanad digantikan oleh filter algoritmik yang tidak memiliki kapasitas pertimbangan moral dan kontekstual. Penelitian ini menemukan bahwa AI, meski menawarkan efisiensi akses dan pengolahan data hadis yang belum pernah ada sebelumnya, secara inheren tidak mampu mereplikasi fungsi epistemologis sanad yang bersifat normatif, personal, dan berkesinambungan. Sebagai kontribusi kebaruan, artikel ini mengusulkan kerangka pedagogi hadis integratif yang memosisikan AI sebagai instrumen bantu tanpa mengorbankan integritas epistemologi sanad. Rekonstruksi ini mensyaratkan reformulasi kurikulum, pelatihan literasi digital berbasis kritik epistemologis, dan pemeliharaan tradisi talaqqi dalam ekosistem pembelajaran yang merespons realitas digital.