cover
Contact Name
Lina Marlina
Contact Email
journalwiyatamandala@gmail.com
Phone
+6281931214458
Journal Mail Official
journalwiyatamandala@gmail.com
Editorial Address
Universitas Pamulang Kampus 2 (UNPAM Viktor) Alamat: Jl. Raya Puspitek, Buaran, Kec. Pamulang, Kota Tangerang Selatan, Banten 15310
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Wiyatamandala
Published by Universitas Pamulang
ISSN : 27755681     EISSN : 27755657     DOI : https://doi.org/10.32493/wiyata.v5i2
Core Subject : Education,
Wiyatamandala is one of the media for dissemination of information research results in the field of education which aims to communicate the various results of studies that can serve as the basis of scientific development to create educational innovation that emphasized on improving the quality of education. The Wiyatamandala Journal is published 2 (two) times a year in March and September, containing articles / articles of thoughts and research results written by experts, scientists, practitioners, and reviewers in educational and learning disciplines.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 89 Documents
IMPLEMENTASI PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER (PPK) DI SEKOLAH MENENGAH ATAS (SMA) NEGERI 2 KOTA TANGERANG SELATAN
Wiyatamandala Vol. 1 No. 1 (2021): Jurnal Wiyatamandala
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/wiyata.v1i1.9614

Abstract

Penelitian ini secara umum bertujuan untuk menganalisis data secara empiris tentang implementasi Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 2 Tangerang Selatan. Sedangkan secara khusus untuk mengetahui pelaksanaan PPK berbasis kelas, PPK berbasis budaya sekolah, dan PPK berbasis masyarakat. Unsur sekolah yang dijadikan responden sebagai sumber data adalah kepala sekolah, wakasek bidang kurikulum, wakasek bidang kesiswaan, guru, siswa, dan orangtua siswa.  Penelitian menggunakan deskriptif kualitatif, yaitu metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat postpositivisme, digunakan untuk meneliti pada kondisi objek alamiah, dimana peneliti adalah sebagai instrumen kunci, teknik pengumpulan data dengan triangulasi, analisis data bersifat induktif atau kualitatif. Dari hasil pengolahan data dapat disimpulkan bahwa program PPK telah disosialisasikan dikalangan internal Sekolah. PPK diimplementasi melalui kegiatan pembelajaran di kelas dengan cara mengintegrasikan nilai-nilai karakter pada pembelajaran mulai dari perencanaan, proses pembelajaran, dan evaluasi pembelajaran. Implementasi berbasis budaya sekolah menekankan pada pembiasaan nilai religius seperti sholat zuhur berjamaah, tilawah Al Quran, pembacaan asmaul husna. Keteladan guru dan tenaga kependidikan juga menjadi pendukung terlaksananya PPK terutama dalam menaati dan mematuhi norma, aturan, dan tradisi sekolah. PPK diimplementasikan berbasis masyarakat dengan cara mengundang narasumber ke sekolah atau sebaliknya fihak sekolah yang melakukan bakti social di lingkungan masyarakat.Kata kunci: implementasi; penguatan; pendidikan; karakter
PENINGKATAN KOMPETENSI GURU DALAM MENYUSUN RPP SE MELALUI IN HOUSE TRAINING (IHT) PADA SMP BINAAN KOTA TANGERANG SELATAN 2020.
Wiyatamandala Vol. 1 No. 1 (2021): Jurnal Wiyatamandala
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/wiyata.v1i1.9618

Abstract

Penelitian ini bertujuan meningkatan kompetensi guru dalam menyusun RPP SE melalui In House Training (IHT) pada SMP binaan Kota Tangerang Selatan tahun 2020. Metode penelitian ini adalah metode penelitian tindakan sekolah yang diadopsi dari penelitian tindakan kelas yang  dilaksanakan selama 2 siklus.Teknik pengumpulan data dilakukan dengan pengamatan terhadap keaktifan guru dalam mengikuti In House Traning (IHT) dan menilai hasil penyusunan RPP SE.Pada akhir penelitian peningkatan kompetensi guru dalam menyusun RPP SE  melalui In House Training (IHT) diperoleh kriteria penilaian dengan katagori Sangat Baik, hal ini dibuktikan pada siklus satu nilai rata-rata kompetensi guru dalam penyusunan RPP SE sebesar 74 dan siklus dua 85 dengan peningkatan sebesar 11 point. Pada tingkat aktivitas guru terdapat peningkatan sebesar 28 % dari siklus satu ke siklus dua ,data hasil siklus satu sebesar 68 % dan siklus dua 96 %. artinya guru sudah mampu merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi dengan menyajikan penyusunan RPP SE  melalui In House Training (IHT) dengan katagori Sangat Baik.Maka upaya meningkatkan kompetensi guru dalam menyusun RPP SE melalui In House Training (IHT) pada SMP Binaan Kota Tangerang Selatan mengalami peningkatan yang Sangat Baik.Kata Kunci: Kompetensi Guru; RPP SE; In House Training
PERANAN GURU DALAM PEMBELAJARAN MORAL
Wiyatamandala Vol. 1 No. 1 (2021): Jurnal Wiyatamandala
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/wiyata.v1i1.9619

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran guru dalam merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran moral. Penelitain ini menggunakan metode kualitatif untuk  mendapatkan data  yang mendalam,  dan mengandung penjelasan secara logis sesuai dengan teori, konsep, dan prinsip-prinsip ilmiah.  Data dalam penelitian ini adalah buku-buku yang ditafsirkan dan dijelaskan  dengan, konsep, teori, dan prinsip-prinsip  untuk memberi gambaran ilmiah pada penyjian laporan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru berperan penting dalam merencanakan, melaksanakan, dan menilai pembelajaran moral di kelas. Pada praperencanaan, guru menelaah Kompetensi spiritual dan social. Telaah dilanjutkankan dengan turunannya,, yaitu Kompetendi Dasar (KD) spiritual dan sosial. Kemudian guru menyusun Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK) berdasarkan KD pengetahuan, dan keterampilan . Setelah Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK) disusun guru berperan menentukan tujuan, materi pembelajaran, langkah-langkah pembelajaran, dan penilaian pembelajaran, yang dituliskan dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Peran guru dalam melaksanakan pembelajaran moral adalah sebagai model pembelajaran moral, aktor yang memainkan peran pendekatan pembelajaran moral dan model pembelajaran moral. Sedangkan peran guru dalam penilaian pembelajaran moral adalah sebagai perancang, pelaksana, dan penilai hasil pembelajaran moral. Kata Kunci : Peran guru; pembelajaran; moral
PEMANFAATAN YOUTUBE CHANNEL SEBAGAI MEDIA BELAJAR UNTUK MENGUNGKAPKAN GAGASAN PESERTA DIDIK DALAM PEMBELAJARAN PPKN
Wiyatamandala Vol. 1 No. 1 (2021): Jurnal Wiyatamandala
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/wiyata.v1i1.9620

Abstract

Internet satu hal yang dibuat oleh manusia, yang mana dalam perkembangannya selama ini awalnya hanya dijadikan sebagai suatu alat transmisi informasi elektronik, sehingga mampu menyentuh banyak sisi dari kehidupan manusia di era seperti sekarang ini yaitu digital. Dalam dunia pendidikan sendiri, sistem teknologi di sekolah juga perlu disesuaikan dan harus selalu beriringan dengan kemajuan di bidang yang lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui fenomena youtube channel sebagai media belajar untuk mengungkapkan gagasan peserta didik dalam pembelajaran PPKn. Inovasi yang dapat dilakukan salah satunya adalah dengan membangun media pembelajaran berbasis blog. Perkembangan vlog atau video blog yang merupakan bentuk media informasi berupa video yang dikemas secara sederhana yang dioperasikan melalui blog dan youtube. Vlog atau yang sekarang bisa disebut youtube channel, sebagai media yang terintegrasi teknologi informasi dijadikan media pembelajaran yang efektif dan menyenangkan sehingga dapat meningkatkan minat belajar peserta didik. Metode yang digunakan adalah naratif kualitatif dengan teknik triangulasi waktu dengan melalui wawancara dan teknik analisis data yang digunakan adalah proses coding data. Hasil penelitian bahwasanya konteks youtube channel itu sendiri sebagai media belajar bagi peserta didik dalam proses pembelajaran dimana peserta didik bisa mengungkapkan gagasan yang dimiliki dan potensi masing-masing.Kata Kunci: Youtube Channel; Media Belajar; Mengungkapkan Gagasan; PPKn
PENGARUH PENGGUNAAN SMARTPHONE DAN KELAS VIRTUAL TERHADAP KEMANDIRIAN BELAJAR DI MASA PANDEMI SISWA SMA NEGERI 2 KOTA TANGERANG SELATAN
Wiyatamandala Vol. 1 No. 1 (2021): Jurnal Wiyatamandala
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/wiyata.v1i1.9621

Abstract

Penelitian dilatar belakangi belum terlaksananya pembelajaran dengan maksimal. Belum maksimalnya pembelajaran tersebut karena masih terbatasnya kemampuan pendidik mengelola waktu dan sumber belajar yang hanya tarbatas dari buku pelajaran, terbatasnya media ataupun sumber belajar untuk peserta didik. Tujuan dari penelitian ini yaitu memberikan media alternatif dalam meningkatkan kemandirian Belajar siswa. Penelitian menggunakan Bentuk desain yang dipilih adalah Quasi Experimental Design. Bentuk design Quasi Experimental yang digunakan adalah Nonequivalent Control Group Design dimana setiap perlakuan yang diberikan berbeda untuk mengetahui seberapa besar manfaat dalam penggunaan smartphone dialam pembelajaran. Tahapan pelaksanaannya meliputi 1) melakukan pendahuluan yang dituangkan dalam proposal yang terdiri dari menentukan latar belakang sebagai masalah dari penelitian kemudian merumuskan masalah, menentukan hipotesis, dan mengumpulkan literatur yang relevan 2) menyusun perangkat pembelajaran, membuat kisi-kisi instrumen, dan instrumen penelitian berupa angket Kemandirian Belajar siswa. Faktor yang diteliti yaitu perbedaan yang mendasar tentang penggunaan media smartphone dan perbedaan gender terhadap pengetahuan kemandirian belajar siswa. melihat hasil pengujian hipotesis dengan menggunakan uji t (independent-Samples T Test) menggunakan SPSS Windows 24 dengan hasil thitung4,832 dan Ftabel2,120 signifikan pada α 0,05, nilai rata – rata model pembelajaran yang menggunakan media smartphone sebesar 60,56 dan model pembelajaran Ekspositori sebesar 46,39 dan uji t (independent-Samples T Test) menggunakan SPSS Windows 24 dengan hasil thitung3,297 dan Ftabel2,120 signifikan pada α 0,05, nilai rata – rata kemandirian belajar yang menggunakan media smartphone sebesar 65,28 dan model pembelajaran Ekspositori sebesar 54,94 Hal ini berarti terdapat perbedaan terhadap penggunaan media smartphone dan perbedaan gender terhadap kemandirian belajar di SMA Negeri 2 Kota Tangerang Selatan.Kata Kunci : Smartphone; Gender; Kemandirian Belajar.
UPAYA MENINGKATKAN KOMPETENSI GURU MELALUI KEGIATAN AKADEMIK DENGAN TEKNIK INDIVIDUAL DI TK BINAAN KECAMATAN PAMULANG, KOTA TANGERANG SELATAN TAHUN PELAJARAN 2019/2020
Wiyatamandala Vol. 1 No. 1 (2021): Jurnal Wiyatamandala
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/wiyata.v1i1.9622

Abstract

Permasalahan yang dihadapi adalah masih rendahnya kompetensi guru dalam mengajar melalui kegiatan Supervisi Akademik di TK Wilayah Binaan Kecamatan Pamulang. Melalui tulisan ini. penulis melakukan Penelitian Tindakan Kelas (PTS) terhadap 6 guru Taman Kanak-kanak di Wilayah Binaan Kecamatan Pamulang.Tujuannya adalah untuk meningkatkan kompetensi guru dalam mengajar melalui kegiatan supervisi akademik dengan teknik individual. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif, dengan dua siklus tindakan terhadap beberpa aspek, yaitu: perencanaan, pelaksnaan, tindakan dan refleksi. Rata-rata hasil penilaian terhadap 4 aspek penilaian kompetensi guru dalam mengajar, pada kondisi awal sebesar 56,18 termasuk kriteria nilai golongan (C), pada siklus pertama 74,20 termasuk kriteria nilai golongan (C) dan pada siklus terakhir sebesar 95,15 termasuk kriteria nilai golongan (Sangat Baik). Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan supervisi akademik dengan teknik supervisi individual berhasil, dilihat dari beberapa aspek, seperti aspek indikator dan pendukung lainnya telah terpenuhi pada siklus kedua.Kata Kunci: Supervisi; Akademik; Individual
MODEL PEMBELAJARAN PENERAPAN PROBLEM BASED LEARNING PADA ANAK USIA DINI
Wiyatamandala Vol. 1 No. 1 (2021): Jurnal Wiyatamandala
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/wiyata.v1i1.9623

Abstract

Penelitian bertujuan mengetahui efektifitas model pembelajaran Problem Based Learning dalam meningkatkan kompetensi berpikir kritis, kolaborasi, kreatif dan komunikasi pada Anak Usia Dini dan terciptanya model pembelajaran Problem Based Learning untuk meningkatkan  aspek  perkembangan Anak Usia Dini, dengan langkah Studi Eksplorasi, Penyusunan Draf Penelitian dan Uji Coba Konseptual dan Operasional serta Seminar, dengan teknik pengumpulan data kualitatif yang diperoleh dari kuesioner, wawancara, catatan pengamatan, pengambilan foto, dan video.bHasil penelitian menyebutkan sebelum diberi penjelasan sebanyak 2,17% responden menyatakan kurang mengerti 8,3% menyatakan mengerti 27,5% menyatakan kurang mengerti 22,5% menyatakan tidak mengerti, dan sebanyak 47,83% menyatakan sangat tidak mengerti. Setelah diberi penjelasan sebanyak 2,78% responden menyatakan kurang mengerti, 8,3% menyatakan mengerti, 27,5% menyatakan sangat mengerti, 96,53% menyatakan mengerti, dan sebanyak 0,7% menyatakan kurang mengerti. Pembelajaran berbasis masalah yang menggunakan media nyata dapat menciptakan pembelajaran yang menyenangkan, membangun keterampilan berkomunikasi, berkolaborasi, dan menerapkan pembelajaran yang mengaktifkan peserta didik berpikir kritis, kreatif dan mampu memecahkan masalah.Kata kunci: pembelajaran berbasis masalah; Konseptual dan Operasional; Pendidikan Anak Usia Dini
ANALISIS EKSPEKTASI KINERJA TERHADAP MINAT PEMANFAATAN PADA SISTEM MANAJEMEN PEMBELAJARAN DI SMA NEGERI 2 KOTA TANGERANG SELATAN
Wiyatamandala Vol. 1 No. 1 (2021): Jurnal Wiyatamandala
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/wiyata.v1i1.9624

Abstract

Perilaku pemakai sistem terbentuk dari sikap dan persepsi pemakai terhadap Sistem Manajemen Pembelajaran tersebut. Untuk melihat proses komunikasi data pada penerapan Sistem Manajemen Pembelajaran berjalan efektif dan bermanfaat perlu diketahui Minat Pemanfaatan aplikasi tersebut dari segi Ekspektasi kinerja. Penelitian ini adalah penelitian survei dengan Lokasi penelitian akan dilakukan di SMA Negeri 2 Kota Tangerang Selatan dan jumlah sampel adalah: 100 orang. Instrumen penelitian berupa kuesioner dan wawancara. Data dianalisis secara deskriptif. Hasil analisis menunjukkan bahwa variabel Ekspektasi kinerja secara parsial maupun simultan mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap minat pemanfaatan Sistem Manajemen Pembelajaran (p<0,05). Hasil pengujian Ekspektasi kinerja mempunyai hubungan dengan Minat Pemanfaatan. hal ini dibuktikan dengan nilai 0,191 > 0 dan nilai sig (0,003< 0,005) mempunyai hubungan dengan Minat Pemanfaatan. hal ini dibuktikan dengan nilai 0,139 > 0 dan nilai sig (0,001< 0,005). Hal ini dibuktikan dengan nilai 0,169 > 0 dan nilai sig (0,003< 0,005). Kemudian Ekspektasi kinerja mempunyai hubungan secara simultan terhadap Minat Pemanfaatan. Hal ini dibuktikan dengan nilai Uji F 83,015 dan nilai sig (0,002< 0,005). Ekspektasi kinerja mempunyai hubungan baik secara parsial maupun simultan dengan Minat Pemanfaatan.Kata Kunci: Ekspektasi kinerja; Minat Pemanfaatan; Sistem manajemen pembelajaran;   partial dan simultan
PENGEMBANGAN SEKOLAH MODEL MELALUI SPMI (SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL) SMP NEGERI 18 KOTA TANGERANG SELATAN
Wiyatamandala Vol. 1 No. 1 (2021): Jurnal Wiyatamandala
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/wiyata.v1i1.9626

Abstract

SMP Negeri 18 Kota Tangerang Selatan merupakan sekolah yang terus berusaha untuk meningkatkan kualitas baik dalam segi mutu maupun pelayanan administrasi bagi siswa itu sendiri. Pelaksanaan implementasi sistem penjaminan mutu internal (SPMI) di SMP Negeri 18 Kota Tangerang Selatan dilaksanakan dengan menerapkan delapan kegiatan salah satunya adalah perubahan paradigma warga sekolah.  Adapun target yang diharapkan pada Prosedur Operasional Standar (POS) tercapainya standar proses 60% dan standar penilaian 50%. Hasil auditing diperoleh standar proses 71%  ≥ daripada target yang ditetapkan dan perolehan standar penilaian 73% ≥ daripada target yang ditetapkan. Dampak positif dari kegiatan SPMI  yang dilaksanakan di SMPN 18 Kota Tangerang Selatan. Peserta didik belajar merasa lebih nyaman karena proses pembelajaran sangat menyenangkan. Suasana berkompetensi lebih hidup, karena semua bisa lebih fokus pada peningkatan    kompetensi. Peserta didik lebih meningkat rasa percaya dirinya  karena peningkatan kualitas SMPN 18 Kota Tangerang Selatan  melalui program SPMI. Bagi pendidik merasa lebih nyaman mengajar,  karena suasana belajar di kelas lebih kondusif. Lebih mudah mengarahkan peserta didik untuk meningkatkan prestasi, karena kendala semangat untuk belajar dan motivasi bersaing secara sehat dapat teratasi. Sedangkan manfaat yang dirasakan oleh masyarakat sekitar meningkatnya kepercayaan terhadap sekolah. Dengan kesadaran menjaga kebersihan lingkungan  juga memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar.Kata Kunci: Sekolah Model; SPMI
STRATEGI CERDAS HADAPI COVID-19 PENJAJA BERKUALITAS
Wiyatamandala Vol. 1 No. 1 (2021): Jurnal Wiyatamandala
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/wiyata.v1i1.9627

Abstract

Best Practice ini merupakan kegiatan yang luar biasa menurut penulis dimana tugas Pengawas monitoring, evaluasi, pembimbinngan pembinaan kepala sekolah dan guru dalam proses kegiatan belajar mengajar. Dalam kondisi yang sangat berat kita harus melaksakan Strategi Cerita Dari Rumah Sendiri (CERDAS) dalam menghadapi COVID 19 Pembelajaran Jarak Jauh (PENJAJA) Menjadi berkualitas, sebagai upaya meningkatkan kemampuan guru dalam melaksanakan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) melalui Google Classrom, Google Drive, Google Form, dan Quiziss dari rumah sendiri. Best Practice ini sebagai bentuk implementasi penulis ketika Pandemic Covid 19 pada awal terjadi PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) para guru mengalami kesilitan dalam melakasanakan pembelajaran dari rumah, akhirnya melaksanakan kegiatan Pelatihan Virtual Penjaja (Pembelajaran JarakJauh) melalui Zoom Metting/ Webbex hasilnya pendaftar 358 peserta yang mengikuti kegiatan dari tanggal 2 s.d 9 Mei 2020 ternyata 246 peserta Lulus Ujian Pelatihan Virtual.  Langkah selanjutnya penulis melakukan monitoring pembelajaran di sekolah binaan Pembelajaran dengan Google Classrom, Google Drive, Google Form, dan Quizziss kemampuan guru  dalam dalam melaksanakan Kegiatab Belajar Mengajar (KBM) sangat meningkat dan berkualitas. Kata Kunci: Cerdas; Penjaja; Berkualitas