Wiyatamandala
Wiyatamandala is one of the media for dissemination of information research results in the field of education which aims to communicate the various results of studies that can serve as the basis of scientific development to create educational innovation that emphasized on improving the quality of education. The Wiyatamandala Journal is published 2 (two) times a year in March and September, containing articles / articles of thoughts and research results written by experts, scientists, practitioners, and reviewers in educational and learning disciplines.
Articles
89 Documents
Penerapan Model Pembelajaran Berbasis Komputer Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Geografi Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Cinangka
Wiyatamandala Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Wiyatamandala
Publisher : Universitas Pamulang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32493/wiyata.v2i1.19184
Penelitian ini bertujuan mengetahui efektivitas penerapan pembelajaran berbasis komputer untuk meningkatkan hasil belajar siswa dibandingkan dengan model drill pada mata pelajaran geografi di SMAN 1 Cinangka. Metode yang digunakan Quasi Eksperimen, populasinya seluruh siswa kelas X SMA Negeri 1 Cinangka, sampelnya kelas X IPS. Teknik samplingnya ialah purposive sampling. Hasil penelitian ini: (1) Pembelajaran berbasis komputer model simulasi dapat meningkatkan hasil belajar siswa apabila diikuti dengan minat yang tinggi dan kemampuan mengoperasikan komputer, (2) keberhasilan pembelajaran berbasis komputer model simulasi dalam meningkatkan hasil belajar siswa dikarenakan faktor pendukung pembelajaran berbasis komputer telah terpenuhi, (3) pembelajaran berbasis komputer model simulasi efektif meningkatkan hasil belajar siswa apabila faktor penghambat dapat teratasi dengan melengkapi sarana prasarana, memberikan pelatihan komputer untuk guru serta pengaturan jadwal penggunaan laboratorium komputer terorganisir dengan baik. Implikasinya dalam menerapkan model pembelajaran berbasis komputer guru hendaknya melalui perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Kata Kunci: Model Pembelajaran Berbasis Komputer; Hasil Belajar.
Pendidikan Dalam Jaringan
Wiyatamandala Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Wiyatamandala
Publisher : Universitas Pamulang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32493/wiyata.v2i1.19186
Penyebaran virus covid-19 sangat cepat, membuat dunia Pendidikan berduka, termasuk Indonesia. Seluruh peserta didik harus mendapatkan Pendidikan melalui daring (pendidikan dalam jaringan). Guru sebagai pendidik harus benar-benar siap menghadapinya. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif bertujuan untuk mengetahui sejauh mana tersedianya fasilitas dan efektifitas pembelajaran daring di MTsN 3 Banda Aceh. Data dikumpulkan melalui wawancara langsung dengan guru dan siswa kelas VII, VIII, dan IX. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa masalah dalam proses pembelajaran seperti kendala teknologi (Smartphone dan laptop) yang juga disebabkan oleh faktor ekonomi. Selain itu, guru juga mengalami kendala seperti belum tahu bagaimana cara menggunakan zoom meeting, membuat ppt dan animasi. Kata Kunci: Covid -19; Pembelajaran Daring; Belajar
Pelaksanaan Model Pembelajaran Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Dan Prestasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Mekanika Teknik Kelas X BKP 2 SMK Negeri 2 Sragen
Wiyatamandala Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Wiyatamandala
Publisher : Universitas Pamulang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32493/wiyata.v2i1.19187
Tujuan penelitian mendiskripsikan proses dalam meningkatkan motivasi belajar, prestasi belajar pengetahuan dan ketrampilan dan perilaku siswa kelas X BKP 2 di SMK Negeri 2 Sragen dengan menggunakan model pembelajaran problem based learning pada mata pelajaran mekanika Teknik. Teknik analisis data observasi, angket, wawancara, tes, catatan lapangan. Hasil penelitian prestasi pengetahuan siklus 1 sebesar 71,4% siklus 2 sebesar 100% meningkat 35,7 %, prestasi ketrampilan siklus 1 sebesar 70,7% siklus 2 sebesar 100% meningkat 32,1%. Rerata motivasi belajar siklus 1 sebesar 79,8% siklus 2 sebesar 91,1% meningkat sebesar 11,3%. Kesimpulannya Pelaksanaan metode PBL membawa dampak positif pada proses pembelajaran dan motivasi belajar peserta didik. Dampak proses pelaksanaan PBL dengan motivasi berprestasi bahwa ada peningkatan perilaku belajar peserta didik yang telah terbukti mampu meningkatkan motivasi belajar. Kata kunci: Model Problem Based Learning; Pretasi Belajar
Scaffolding Mereduksi Kesulitan Siswa
Wiyatamandala Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Wiyatamandala
Publisher : Universitas Pamulang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32493/wiyata.v2i1.19188
Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui kesulitan siswa dalam menyelesaikan soal ICAS Matematika kelas VI menggunakan teknik scaffolding. Penelitian ini menggunakan metode campuran atau mixed methods. Subjek dalam penelitian ini adalah 6 orang siswa yang diambil dari 28 siswa kelas VID SD Islam Al-Azhar BSD. Hasil penelitian menunjukkan reduksi atau pengurangan kesulitan siswa dalam menyelesaikan soal ICAS Matematika Kelas VI sebesar 74% setelah mendapatkan teknik scaffolding. Beberapa kesimpulan yang diperoleh adalah: Terjadi reduksi pada rata-rata jawaban siswa yang salah sebesar 4,33; Dari 6 orang subjek penelitian yang mendapatkan teknik scaffolding, ada 5 subjek yang mengalami reduksi kesulitan lebih dari 50%, sedangkan 1 subjek lain mengalami reduksi kesulitan kurang dari 50%. Hasil perhitungan uji-t berpasangan adalah 7,769 dengan nilai signifikan 0,001. Dengan demikian, teknik scaffolding yang dilakukan kepada subjek penelitian memiliki dampak yang sangat baik untuk mengurangi kesulitan siswa dalam mengerjakan soal ICAS Matematika kelas VI pada materi Chance & Data. Kata kunci: ICAS; Matematika; Chance & Data; Kesulitan Siswa; Scaffolding.
Gertuman Sekolah Kinerja Sukses
Wiyatamandala Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Wiyatamandala
Publisher : Universitas Pamulang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32493/wiyata.v2i1.19189
Rendahnya tingkat keharmonisan dan kinerja pada sekolah binaan disebabkan oleh proses manajerial yang dilakukan oleh kepala sekolah yang cenderung bersifat otoriter, membiarkan, dan kurang partisipatif. Untuk mencairkan atau mengatasi masalah tersebut seorang pengawas sekolah dalam melakukan tugas pokoknya untuk pembinaan, pemantauan dan penilaian penyelenggaraan pendidikan pada sekolah binaannya baik negeri maupun swasta melalui gerakan temu teman kinerja sekolah sukses. Dengan tujuan untuk meningkatkan hubungan warga sekolah yang harmonis dan kinerja sekolah maksimal. Studi Kasus Layanan Kepengawasan Kompetensi Sosial di dua sekolah binaan Kota Tangerang Selatan Tahun 2019/2020, dengan rumusan permasalahan bagaiman mencairkan hubunangan antara guru, tendik dan kepala sekolah yang kurang harmonis melalui metode pembimbingan dengan pendekatan komunikasi, diskusi dan konsultasi secara langsung dapat meningkatkan kompetensi kompetensi sosial. Hasil pemantauan 73 guru dari dua sekolah binaan tampak hubungan warga sekolah harmonis dan kinerja sekolah melalui penilaian kompetensi sosiaal berhasil baik. Kata Kunci : Gertuman; komunikasi; harmonis; kinerja sukses
Konseling Kelompok dengan Pendekatan Behavior Pada Kelas VII.2 SMPN 11 Kota Tengerang Selatan
Wiyatamandala Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Wiyatamandala
Publisher : Universitas Pamulang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32493/wiyata.v2i1.19190
Penelitian ini bertujuan untuk dapat menggambarkan proses konseling kelompok dengan pendekatan behavior di kelas VII.2 SMPN 11 Kota Tangerang Selatan. Pendekatan Behavior yang dimaksud dalam penelitian ini adalah: metode mempelajari, memodifikasi tingkah tingkah laku, Fokus tingkah laku melalui penguatan melalui proses belajar yang tampak dan spesifik yang di lakukan pada siswa kelas VII.2 SMPN 11 Kota Tangerang Selatan. Sampel yang di ambil penelitian ini dengan jumlah peserta didik 38 siswa terdiri dari 38 siswa, laki-laki 15 siswa dan siswa perempuan 23 siswa. Hasil penelitian ini ialah, Pertama, hasil wawancara dan pengamatan baik selama layanan konseing kelompok dilakukan maupun dalam kegiatan sehari-hari guru BK jadikan acuan untun mengevaluasi proses dan hasil sehingga klien dapat merubah priakunya ke arah yang lebih positif sehngga prestasi belajarnya menjadi lebih baik. Mengecek hasil pengamatan dan wawancara. Kedua, menggambarkan Konseling Kelompok dengan Pendekatan Behavior di Kelas VII.2 SMPN 11 Kota Tangerang Selatan: Ternyata layanan Konseling Kelompok dengan Pendekatan Behavior sesuai dengan kondisi klien ( FZN) dan (DTY). Kedua klien tersebut mempunyai emosi yang tidak stabil dan selalu ingin diperhatikan, dengan bantuan teman-temannya baik saat konseling kelompok berlangsung maupun saat berada di kelas klien ada perubahan walaupun harus perlu pemantauan selanjutnya supaya klien punya pribadi yang sehat (KES). Ketiga, metode behavior maka siswa yang membutuhkan konseling kelompok dengan masalah tertentu, akan dapat mengambil keputusan terbaik atas masalahnya, dengan bantuan guru BK dan teman-temannya baik teman-teman dalam layanan konseling kelompok maupun teman-teman dekatnya ataupun teman-teman di kelasnya. Kata Kunci: Konseling kelompok; pendekatan behavior dan hasil konseling.
Evaluasi Kebijakan Publik Tentang Kurikulum Pendidikan Tinggi Berbasis Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI)
Wiyatamandala Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Wiyatamandala
Publisher : Universitas Pamulang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32493/wiyata.v2i1.19191
Tujuan penelitian ini membahas tentang evaluasi dari kebijakan publik yang dilakukan oleh pemerintah mengenai Kurikulum Pendidikan Tinggi Berbasis Kerangka Kualifikasi Indonesia (KKNI). Adapun model evaluasi yang digunakan adalah evaluasi proses dengan menggunakan 5 siklus, yaitu proses identifikasi masalah/agenda setting, proses perumusan kebijakan, proses adopsi/legitimasi, proses implementasi, dan proses evaluasi dengan tujuan agar dapat menjadi bagian evaluasi perbaikan kurikulum selanjutnya. Adapun hasil yang didapatkan yaitu bahwa pemberlakuan kurikulum pendidikan tinggi berbasis KKNI yang diberikan oleh pemerintah secara rasional dapat dipertanggungjawabkan; penetapan bertujuan untuk mendapatkan landasan yang kuat dari Peraturan Presiden tentang KKNI; Kebijakan K-PT berbasis KKNI ini menunjukkan adanya adopsi atas kebijakan global sehingga mereduksi Visi, Misi, perguruan tinggi menjadi sekadar institusi pemasok “tenaga kerja†untuk kebutuhan industri; Proses implementasi KKNI di perguruan tinggi utamanya dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti rumusan kebijakan KKNI yang belum dipahami dengan baik oleh semua perguruan tinggi, dan itu terbukti dengan adanya variasi pemahaman tentang KKNI, termasuk juga dengan sumber daya manusia, dana dan akses informasi; penerapan KKNI di perguruan tinggi pada umumnya belum menghasilkan dampak yang signifikan bagi peningkatan kualitas lulusan, demikian juga untuk meningkatkan kualitas tenaga kerja Indonesia. Sehingga disarankan banyak hal kepada pemerintah, pengelola perguruan tinggi, dan para dosen Kata Kunci: Evaluasi; Kebijakan Publik; Kurikulum; Perguruan Tinggi; KKNI
Membentuk Sikap Kemandirian Melalui Aktivitas Belajar Peserta Didik
Wiyatamandala Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Wiyatamandala
Publisher : Universitas Pamulang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32493/wiyata.v2i1.19192
Tujuan penelitian ini ingin mengetahui upaya pembentukan sikap kemandirin peserta didik melalui aktivitas belajar didalam kelas, diharapkan peserta didik menjadi mandiri dalam belajar. Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan metodologi penelitian grounded Theory subjek dalam penelitian ini yaitu peserta didik MTs Nur As-Sholihat, Kepala Sekolah, Guru PPKn, Guru Agama, dan Guru BK. Instrumen dalam pengumpulan data yang digunakan adalah instrumen wawancara kepada guru dan peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masih banyak peserta didik yang mempunyai ketergantungan dengan teman ketika mengerjakan tugas, menjadi tidak bertanggung jawab pada tugasnya, belum percaya diri dalam menyampaikan pendapat atau bertanya. Namun, guru mempunyai cara dalam pembentukan sikap kemandirian yaitu salah satunya dengan memilih metode pengajaran yang tepat dalam aktivitas belajar yang dapat membangun sikap kemandirian peserta didik, sehingga menjadikan peserta didik yang berperan aktif, berani mengambil keputusan, menyelesaikan tugas dengan baik, tentunya menjadi bertanggung jawab dan percaya diri dan tidak tergantung dengan teman. Dengan begitu aktivitas belajar akan menghsilkan feed back yang baik antara guru dan peserta didik. Kata Kunci : Sikap Kemandirian; Aktivitas Belajar; Upaya Guru.
Penerapan Metode Snowball Throwing Pada Mata Pelajaran Ekonomi Bisnis Dalam Upaya Peningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Siswa Kelas X BDP Di SMK Negeri 1 Mempawah Hulu
Wiyatamandala Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Wiyatamandala
Publisher : Universitas Pamulang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32493/wiyata.v2i1.19193
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar ekonomi bisnis kelas X BDP melalui penerapan metode pembelajaran Snowball Throwing (Bola Salju) pada mata pelajaran ekonomi bisnis di SMK Negeri 1 Mempawah Hulu Tahun Ajaran 2019/2020. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan dalam dua tahapan siklus. Siklus I terdiri dari dua kali pertemuan dan siklus II terdiri dari satu kali pertemuan. Setiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan dan refleksi. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X BDP SMK Negeri 1 Mempawah Hulu yang berjumlah 22 siswa. Indikator keberhasilan pada penelitian ini adalah apabila 75% siswa aktif terlibat dalam pembelajaran dan juga terjadi peningkatan hasil belajar pada tiap siklus melalui post test dan apabila 75% siswa dapat mencapai nilai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang ditentukan oleh sekolah yaitu 75. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan penerapan metode Snowball Throwing di kelas X BDP skor aktivitas belajar siswa pada masing-masing indikator secara keseluruhan meningkat 19,17%, dari rata-rata siklus I sebesar 60% menjadi 79,17% pada siklus II. Peningkatan ketuntasan hasil belajar siswa meningkat dari siklus I sebanyak 11 siswa (74%) menjadi 16 siswa (84%) yang mencapai nilai KKM pada siklus II.Kata kunci: metode pembelajaran Snowball Throwing; aktivitas belajar ekonomi bisnis; hasil belajar ekonomi bisnis
Implementasi Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) Masa Pandemi Covid-19 Pada Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Menjalin Di Kabupaten Landak
Wiyatamandala Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Wiyatamandala
Publisher : Universitas Pamulang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32493/wiyata.v2i1.19194
Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengimplemtasikan strategi pembelajaran Darurat di Masa Pandemi Covid-19 khususnya di SMA Negeri 1 Menjalin Kabupaten Landakprovinsi Kalimantan Barat , dalam menyusun langkah-langkah yang tepat untuk menyelenggarakan pelaksanaan pembelajaran tata Muka Terbatas pada situasi Covid-19 agar kesehatan dan keselamatan siswa dapat terjamin. Pada tahun 2021 SMAN 1 Menjalin menyelenggarakan Pembelajaran TatapMuka Terbatas , adapun PTMT tetap mengacu pada perencanaan yang matang dengan mengutamakan kesehatan warga sekolah dan selalu berkoordinasi dengan satuan Gugus covid -19 dikecamatan , orang tua siswa serta Dinas Pendidikan dan kebudayaan . Pembelajaran TatapMuka ( PTMT ) ini adalah strategi yang berisi rencana kerja pembelajaran Bagi sekolah dan tenaga pendidik untuk mempertimbangkan kesulitan dalam layanan pendidikan. Temuan penelitian ini mengidentifikasikan bahwa strategi dalam menghadapi tantangan dalam persiapan tatap muka terbatas diperlukan kerjasama antara Kepala sekolah, Dewan Guru beserta staf sangat pening dalam penyelenggaraan TatapMuka terbatas. Kata Kunci: Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (Ptmt) Masa Pandemi Covid-19