cover
Contact Name
Lina Marlina
Contact Email
journalwiyatamandala@gmail.com
Phone
+6281931214458
Journal Mail Official
journalwiyatamandala@gmail.com
Editorial Address
Universitas Pamulang Kampus 2 (UNPAM Viktor) Alamat: Jl. Raya Puspitek, Buaran, Kec. Pamulang, Kota Tangerang Selatan, Banten 15310
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Wiyatamandala
Published by Universitas Pamulang
ISSN : 27755681     EISSN : 27755657     DOI : https://doi.org/10.32493/wiyata.v5i2
Core Subject : Education,
Wiyatamandala is one of the media for dissemination of information research results in the field of education which aims to communicate the various results of studies that can serve as the basis of scientific development to create educational innovation that emphasized on improving the quality of education. The Wiyatamandala Journal is published 2 (two) times a year in March and September, containing articles / articles of thoughts and research results written by experts, scientists, practitioners, and reviewers in educational and learning disciplines.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 89 Documents
Analisis Nilai Budaya Taraten Masyarakat Madura Perantauan Di Tangerang Selatan Dalam Merawat persatuan
Wiyatamandala Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Wiyatamandala
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/wiyata.v4i2.43844

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh terdapatnya disintegrasi kerukunan antar sesama masyarakat, serta kurangnya keharmonisan antar tetangga, dari hal tersebut bukan tidak mungkin akan berdampak besar pada pertikaian antar nasyarakat lokal dan pendatang, bahkan hal ini akan mengakibatkan pada perpecahan antar sesame, sedangkan apa pun yang terjadi niat dari sila ketiga: Persatuan Indonesia harus dibumikan di bumi Nusantara, dan itu harus dilakukan dengan berbagai bacam pendekatan tidak terkecuali dengan memberdayakan budaya lokal Masyarakat Indonesia, termasuk Madura. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis efektivitas nilai budaya taretan masyarakat Madura di perantauan dalam memupuk dan membangun serta menjaga nilai persatuan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan metode studi deskriptif. Data penelitian dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Sumber informan dalam peneliti adalah Masyarakat asli pribumi (Masyarakat Pondok Aren, Tangerang Selatan), masyarakat Madura serta melibatkan masyarakat sekitar sebagai informan pendukung. Data dianalisis dengan menggunakan model Milles dan Huberman yang terdiri atas kegiatan reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil yang diperoleh menjelaskan bahwa konsep budaya kaitan masyarakat Madura di perantauan Parigi, Pondok Aren, Tangerang Selatan membawa dampak positif dalam membangun akraban kekerabatan antar tetangga kebersamaan. Namun namun dalam budaya tarian ini condong memberikan dampak masalah bagi masyarakat Madura sebab kepercayaan yang diberikan oleh masyarakat Madura kerap disalahgunakan oleh masyarakat yang lain. Kata Kunci: Budaya Taretan, Madura, Persatuan
Dinamika Partisipasi Politik Pada Generasi Z: Studi Kasus Mahasiswa Universitas Pamulang Prodi Pendidikan Pancasila Dan Kewarganegraan
Wiyatamandala Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Wiyatamandala
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/wiyata.v4i2.43845

Abstract

Penelitian ini menganalisis dinamika partisipasi politik mahasiswa Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Universitas Pamulang, yang mayoritas merupakan generasi Z. Sejak Reformasi 1998, partisipasi politik di Indonesia mengalami perubahan signifikan, namun tetap menghadapi berbagai tantangan seperti korupsi, oligarki, dan politik identitas. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan observasi partisipatif, wawancara, dan diskusi terbuka di dua kelas selama empat bulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian mahasiswa terlibat aktif dalam kegiatan politik seperti menjadi panitia pemilu dan bergabung dengan organisasi politik, yang mencerminkan tingkat partisipasi politik yang tinggi. Diskusi terbuka memperlihatkan kemampuan mahasiswa untuk menghubungkan teori politik dengan isu-isu politik aktual di Indonesia, mengasah kemampuan berpikir kritis mereka. Namun, ditemukan juga bahwa beberapa mahasiswa masih pasif, menunjukkan variasi dalam tingkat partisipasi politik. Faktor-faktor seperti latar belakang sosial dan minat individu mempengaruhi keterlibatan politik mereka. Kata Kunci: Partisipasi politik, mahasiswa generasi Z, pendidikan politik.
Multimedia Sebagai Media Edukasi Dalam Menanamkan Nilai-Nilai Pancasila Pada Generasi Milenial
Wiyatamandala Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Wiyatamandala
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/wiyata.v4i1.44923

Abstract

mengetahui bagaimana multimédia berfungsi sebagai alat pendidikan untuk menyebarkan nilai-nilai Pancasila kepada generasi milenial di Indonesia. Pancasila berfungsi sebagai bukan hanya dasar ideologi negara tetapi juga sebagai landasan moral yang mengatur semua aspek kehidupan negara, negara, dan masyarakat. Generasi milenial mengalami perubahan besar dalam perilaku dan kebiasaan mereka karena kemajuan dalam teknologi informasi dan komunikasi. Ini meningkatkan keterampilan mereka dalam interaksi digital. Media multimedia membantu mereka memahami dan menerapkan prinsip-prinsip utama Pancasila, seperti ketuhanan yang maha esa, persatuan, demokrasi, dan keadilan sosial. Untuk menyelidiki bagaimana media massa mempengaruhi persepsi dan sikap generasi milenial terhadap nilai-nilai Pancasila, studi ini menggunakan literatur dan metodologi kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media massa, termasuk televisi, internet, dan media sosial, memiliki peran penting, dalam membentuk kepribadian dan sifat generasi milenial dalam mengadopsi dan menerapkan prinsip-prinsip nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Dengan memahami pentingnya peran media dalam mengajarkan prinsip Pancasila, Ada peluang bagi generasi milenial untuk menjadi agen perubahan dan terlibat aktif dalam membangun masyarakat yang beradab dan adil. Kata Kunci : Pancasila; Multimedia, Edukasi, Menanamkan Nilai-Nilai Pancasila, Generasi Milenial
Perilaku Pemilih Pemula dalam Politik Uang: Studi Kasus di Kota Tangerang Selatan
Wiyatamandala Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Wiyatamandala
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/wiyata.v4i2.44927

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sikap dan perilaku pemilih Gen Z terhadap politik uang dalam Pilkada Kota Tangerang Selatan. Fenomena politik uang di kalangan pemilih pemula, terutama di generasi muda, menjadi isu penting dalam menentukan arah demokrasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif, dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam terhadap 21 informan yang tersebar di tujuh kecamatan di Kota Tangerang Selatan, yaitu Pamulang, Ciputat, Pondok Aren, Serpong, Setu, Ciputat Timur, dan Serpong Utara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pemilih Gen Z cenderung menerima politik uang sebagai bagian dari proses pemilihan, dengan alasan ekonomi dan ketidaktahuan akan dampak jangka panjang. Hanya sebagian kecil yang menolak praktik tersebut dengan alasan prinsip moral dan kesadaran politik. Penelitian ini juga mengungkapkan bahwa politik uang berpotensi merusak integritas pemilu dan menurunkan kualitas demokrasi. Oleh karena itu, perlu adanya edukasi politik yang lebih efektif untuk meningkatkan kesadaran generasi muda dalam memilih secara cerdas dan bertanggung jawab. Kata Kunci: Pemilih pemula, politik uang, generasi Z
Implementasi Pencatatan Perkawinan Pasal 2 (2) No 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan
Wiyatamandala Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Wiyatamandala
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/wiyata.v4i2.44946

Abstract

Perkawinan merupakan salah satu peristiwa penting dalam kehidupan manusia. Perkawinan yang terjadi antara seorang pria dengan seorang wanita menimbulkan akibat lahir maupun batin baik terhadap keluarga masing-masing masyarakat dan juga dengan harta kekayaan yang diperoleh diantara mereka baik sebelum maupun selamanya perkawinan berlangsung. Setelah berlakunya UU Perkawinan, maka terjadi unifikasi hukum dalam perkawinan di Indonesia, dimana perkawinan mempunyai hubungan yang sangat erat dengan agama/kerohanian. Pencatatan perkawinan adalah langkah penting dalam proses legalisasi hubungan suami istri. Proses ini tidak hanya mencatat pernikahan secara resmi, tetapi juga berfungsi sebagai jaminan hak dan perlindungan hukum bagi semua anggota keluarga. Dengan adanya pencatatan ini, su ami, istri, dan anak-anak mendapatkan kepastian hukum yang diperlukan dalam menjalani kehidupan berkeluarga. Pengaturan hukum tentang perkawinan telah berlaku sama terhadap semua warga Negara oleh karena itu, setiap warga negara harus patuh terhadap hukum yang berlaku, termasuk terhadap UU Perkawinan yang menjadi landasan untuk menciptakan kepastian hukum, baik dari sudut hukum keluarga, harta benda, dan akibat hukum dari suatu perkawinan. Pada Pasal 2 ayat (1) dan ayat (2) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan (“UU Perkawinan”) menyatakan bahwa perkawinan adalah sah apabila dilakukan menurut hukum masing-masing agama dan kepercayaannya itu dan tiap-tiap perkawinan dicatat menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku.” Dari uraian diatas menunjukkan bahwa penerapan Undang-undang Perkawinan akan membawa implikasi kepastian hukum bagi keluarga dan keturunannya dan berimpilikasi mengurangi praktek-praktek asusila ditengah- tengah masyarakat. Keywords: Implementasi, Pencatatan Perkawinan
Pendidikan Karakter Berbasis Pencak Silat untuk Menanamkan Nilai-Nilai Patriotisme pada Remaja di Kota Tangerang Selatan
Wiyatamandala Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Wiyatamandala
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/wiyata.v4i2.45149

Abstract

ABSTRAK Pendidikan karakter merupakan aspek penting dalam membentuk generasi muda yang memiliki integritas dan kecintaan terhadap tanah air. Salah satu pendekatan yang dapat digunakan untuk menanamkan nilai-nilai patriotisme pada remaja adalah melalui kegiatan ekstrakurikuler pencak silat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran pencak silat dalam menanamkan nilai-nilai patriotisme pada remaja di Kota Tangerang Selatan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus yang dilakukan di beberapa sekolah yang aktif mengadakan kegiatan ekstrakurikuler pencak silat. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pencak silat memiliki kontribusi yang signifikan dalam mengembangkan karakter patriotik remaja, terutama melalui pembelajaran tentang kedisiplinan, rasa hormat, keberanian, dan semangat juang. Pencak silat juga berfungsi sebagai wadah untuk membangun rasa kebersamaan dan identitas kebangsaan yang kuat. Meskipun demikian, terdapat beberapa tantangan dalam implementasinya, seperti keterbatasan fasilitas dan kurangnya dukungan dari berbagai pihak. Penelitian ini menyarankan perlunya peningkatan dukungan dari pihak sekolah, orang tua, dan pemerintah daerah untuk mengoptimalkan peran pencak silat dalam pendidikan karakter berbasis nilai-nilai kebangsaan. Kata Kunci: Pendidikan karakter, pencak silat, patriotisme, remaja, Kota Tangerang Selatan.
Peran Orang Tua Dalam Menanamkan Nilai-Nilai Pancasila Di Era Digital
Wiyatamandala Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Wiyatamandala
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/wiyata.v4i1.45247

Abstract

Penanaman nilai-nilai Pancasila pada anak di era digital menghadapi tantangan besar dari pengaruh budaya asing dan akses informasi yang tak terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis secara khusus peran orang tua dalam menanamkan nilai luhur bangsa yakni pancasila. Dengan menggunakan metode kualitatif berupa wawancara, observasi, dokumentasi dan studi pustaka, penelitian ini mengungkap strategi yang telah diterapkan orang tua yakni menerapkan keteladanan, pengawasan penggunaan media digital dan pembiasaan perilaku positif. Penelitian ini juga menekankan pentingnya sinergi antara berbagai pihak dalam menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pembentukan karakter anak. Temuan penelitian ini diharapkan menjadi pedoman praktis bagi orang tua dalam membimbing anak di era digital serta menginspirasi pengembangan inovasi digital yang mendukung pendidikan karakter berbasis pancasila. Kata Kunci: Peran Orang Tua, Nilai Pancasila, Era Digital
Pemanfaatan Multimedia Sebagai Sarana Belajar Mengajar
Wiyatamandala Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Wiyatamandala
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/wiyata.v4i2.45252

Abstract

Belajar mengajar adalah suatu proses interaksi antara pengajar (Dosen, instruktur) dan peserta didik (mahasiswa, atau pelajar) yang bertujuan untuk mencapai pemahaman atau penguasaan terhadap materi tertentu. Dalam konteks ini, "belajar" merujuk pada kegiatan penerimaan, pemahaman, dan pengolahan informasi oleh peserta didik, sedangkan "mengajar" merujuk pada kegiatan yang dilakukan oleh pengajar untuk menyampaikan informasi, memfasilitasi, dan mengarahkan proses belajar tersebut.Karena pentingnya proses kegiatan belajar mengajar di perguruan tinggi dimana dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar tersebut kemungkinan adanya kendala yang terjadi, Salah satu yang menjadi kendala dan menjadi tantangan utama adalah kecenderungan proses pembelajaran yang kaku. Tujuan penelitian ini dibuat, untuk mengukur seberapa efektifnya pemanfaatan multimedia sebagai sarana kegiatan belajar mengajar bagi peserta didik. Karena melalui multimedia, proses belajar tidak lagi terbatas pada kata- kata di buku atau gambar-gambar di papan tulis. Multimedia dapat memperkaya pemahaman konsep pelajaran. Hal ini juga membantu peserta didik dengan cara belajar yang bervariasi serta menciptakan suasana belajar yang kreatif dan menarik. Keywords: Kegiatan Belajar Mengajar, Multimedia
Pengaruh Pembelajaran Berdiferensiasi Terhadap Hasil Belajar IPA Siswa Di SMP Negeri 83 Jakarta Barat
Wiyatamandala Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Wiyatamandala
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/wiyata.v4i1.45261

Abstract

Latar Belakang masalah dalam penelitian ini antara lain penelitian dapat menjelaskan dan memberi gambaran mengenai pengaruh pembelajaran berdiferensiasi terhadap hasil belajar IPA siswa di SMPN 83 Jakarta Barat. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pembelajaran berdiferensiasi telah dilaksanakan dengan optimal dan berpengaruh terhadap hasil belajar IPA siswa di SMPN 83 yang sedang berlangsung, walaupun dalam pelaksanaannya masih banyak kekurangan dan hambatan. Kunci keberhasilan penerapan pembelajaran berdiferensiasi terhadap hasil belajar IPA siswa di SMPN 83 Jakarta Barat adalah dari kepala sekolah dan guru-gurunya harus memiliki kemauan untuk melakukan perubahan. Kepala sekolah selaku pemimpin harus dapat merubah mindset Sumber Daya Manusia yang ada di sekolah tersebut untuk mau melakukan perubahan sehinggapembelajaran berdiferensiasi dapat diterapkan. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan memperoleh informasi data secara statistik tentang pengaruh pembelajaran berdiferensiasi terhadap hasil belajar IPA siswa di SMPN 83 Jakarta Barat. Sebagaimana diketahui bahwa pembelajaran berdiferensiasi adalah pembelajaran yang dipakai di kurikulum merdeka dan baru dipakai oleh Sekolah penggerak yang dipimpin oleh Kepala Sekolah Penggerak dan ada guru Penggerak di dalamnya. Kata Kunci: Pembelajaran Berdiferensiasi, Hasil Belajar IPA, Siswa
Studi Literatur: Model Pembelajaran di Era Digitaliasasi Pada Pendidikan Sekolah Dasar
Wiyatamandala Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Wiyatamandala
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/wiyata.v4i1.45779

Abstract

ABSTRAK Model pembelajaran di era digitalisasi dirancang untuk meningkatkan proses dan hasil belajar siswa dengan memanfaatkan teknologi digital. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengekplorasi implementasi model pembelajaran yang diterapkan ditunjang oleh media dengan manfaatnya, serta dampak dari media pembelajaran digital. Metode yang digunakan ialah studi literatur dengan mengumpulkan data atau sumber dari jurnal ataupun buku yang relevan mengenai pembelajaran di era digitalisasi. Peneliti ini mengungkapkan bahwa model pembelajaran di era digitalisasi ada seperti blended learning, flipped classroom, dan fan gamifikasi. Dalam pengaplikasian model pembelajaran tersebut dibantu oleh teknologi digital seperti laptop, tablet, smartphone dengan materi pembelajaran berupa e-book, multimedia interaktif, dan aplikasi pembelajaran yang aktivitas pembelajaran menggunakan proyek, kolaborasi online, dan presentasi multimedia serta sistem penilaian digital dengan tes online, portofolio digital, dan umpan balik elektronik. Model dan media yang tepat dipilih ampak positif pemanfaatan Model dan media terhadap pencapaian belajar siswa dan motivasi belajar tetapi dalam implementasi serta penerapannya masih belum maksimal karna terkesan konvensional. Kata kunci: model pembelajaran, media pembelajaran, digitalisasi, implementasi, dampak