cover
Contact Name
-
Contact Email
jimatproditegal@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jimatproditegal@gmail.com
Editorial Address
Jl. Dewi Sartika No. 1 RT 01/01 Debong Kulon, Tegal, Provinsi Jawa Tengah, 52133
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
JIMAT: Jurnal Inovasi Masyarakat Terupdate
ISSN : -     EISSN : 30629608     DOI : https://doi.org/10.31983/jimat
Core Subject : Health,
Jimat. Jurnal Inovasi Masyarakat Terupdate focuses on publishing scientific articles on the results of community service which includes community empowerment, training, mentoring, appropriate technology, and health education. The results of community service can be in the form of applying the results of research and regional-based community service in order to handle and manage various potentials, obstacles, challenges, and problems that exist in the community
Articles 29 Documents
PENDAMPINGAN KELUARGA INTERVENSI KEGEL EXERCISE DAN LATIHAN BERKEMIH PADA LANSIA UNTUK MENCEGAH INKONTINENSIA URINE Sri Hidayati; Ahmad baequny; Cuciati
Jurnal Inovasi Masyarakat Terupdate Vol. 3 No. 1 (2026): JIMAT
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jimat.v3i1.14358

Abstract

Inkontinensia urin merupakan gangguan pengeluaran urin tidak terkendali yang sering dialami oleh lansia. Prevalensi inkontinensia urine semakin meningkat seiring dengan bertambahnya usia. Di Indonesia sekitar 5,8% penduduk menderita inkontinensia urin. Meski tidak berbahaya, namun gangguan ini sangat mengganggu dan membuat malu, sehingga menimbulkan rasa rendah diri atau depresi pada penderitanya. Kegel exercise  dan latihan berkemih adalah latihan untuk memperkuat otot panggul yang dapat digunakan untuk mengobati atau menurunkan inkontinensia urin. Berdasarkan hasil survey di Kelurahan Bandung Kota Tegal didapatkan bahwa sejumlah lansia mengalami penurunan kemampuan berkemih dan mengalami inkontinensia urine namun mereka belum tahu cara untuk mengatasinya. Inkontinensia yang tidak segera ditangani dapat menyebabkan berbagai komplikasi seperti infeksi saluran kemih, infeksi kulit daerah kemaluan, gangguan tidur, dekubitus, dan gejala ruam. Selain itu, inkontinensia juga dapat memicu masalah psikososial seperti dijauhi orang lain karena berbau pesing, minder, tidak percaya diri, dan mudah marah. Tujuan kegiatan adalah untuk mencegah terjadinya inkontinensia urine dengan melakukan latihan kegel exercise dan latihan berkemih pada Lansia. Metode pelaksanaan pengabdian masyarakat dilakukan dengan ceramah, tanya jawab, praktek simulasi dan pendampingan. Pendampingan dilakukan dengan mengimplementasikan pada lanjut usia serta  monitoring evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan dan praktek senam kegel dan latihan berkemih pada lansia untuk mencegah kejadian inkontinensia urine. Kesimpulan kegiatan yaitu edukasi intensif dan pendampingan keluarga mampu menghasilkan perubahan nyata pada perilaku eliminasi lansia dan berkontribusi pada penurunan gejala inkontinensia sehingga patut untuk diterapkan sebagai program promotif prevenstif dalam penanganan inkontinensia urine pada lansia.
SOSIALISASI MITIGASI BENCANA BANJIR MELALUI PENDIDIKAN KEBENCANAAN BERBASIS KEARIFAN LOKAL Suparjo; Didi Hermawan
Jurnal Inovasi Masyarakat Terupdate Vol. 2 No. 1 (2025): JIMAT
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jimat.v2i1.14369

Abstract

Kota Tegal adalah salah satu kota yang rawan terjadi bencana dan bencana yang sering terjadi adalah banjir sehingga edukasi mitigasi bencana banjir sangat perlu dilakukan sebagai pembelajaran dan perkenalan awal pada mitigasi bencana, diharapkan dengan sosialisasi ini masyarakat Kelurahan Debong Lor dapat menambah pengetahuannya mengenai mitigasi bencana banjir dan selalu siap dalam menghadapi bencana serta mengetahui tindakan yang harus dilakukan saat evakuasi terjadi. Tujuan dari pengabdian ini untuk memberikan sosialisasi manajemen mitigasi bencana banjir melalui pendidikan kebencanaan berbasis kearifan lokal. Pengabdian dilaksanakan di Kelurahan Debong Lor. Metode pengabdian yang digunakan diantaranya; 1) observasi dilakukan di RW VI, 2) sosialisasi mitigasi bencana dengan penyampaian materi dan memberikan pretest dan posttest untuk mengetahui tingkat pemahaman masyarakat 3) pembinaan dengan praktik menanam dan memelihara pohon serta 4) evaluasi kegiatan yang telah terlaksana untuk melakukan tindak lanjut dari program pengabdian. Hasil dari pengabdian, kegiatan sosialisasi mitigasi bencana banjir melalui pendidikan kebencanaan berbasis kearifan lokal mulai dari sosialisasi manajemen bencana, pembersihan area sungai, penanaman pohon, perawatan dan pemupukan pohon terlaksana dengan lancar. Masyarakat mengalami peningkatan pemahaman mitigasi bencana banjir dari 60% menjadi 83%. Masyarakat yang mengikuti pengabdian juga mengalami perubahan perilaku menjadi lebih peduli terhadap lingkungan. Hal ini dibuktikan dari semakin meningkatnya jumlah partisipan setiap kegiatan bersih sungai dan pemeliharaan pohon.
EDUKASI PENCEGAHAN PENYAKIT KULIT PASCA BANJIR PADA MASYARAKAT DI KELURAHAN DEBONG KULON KOTA TEGAL Jurnal Inovasi Masyarakat Terupdate; Ahmad Baequny; Gayuh Siska Laksananno; Mardiyono; Didi Hermawan
Jurnal Inovasi Masyarakat Terupdate Vol. 2 No. 2 (2025): JIMAT
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jimat.v2i2.14388

Abstract

Bencana banjir yang sering terjadi dapat memunculkan berbagai ancaman penyakit salah satunya penyakit kulit. Hal ini harus diwaspadai karena dapat mengancam status kesehatan masyarakat. Genangan air yang terjadi pada banjir dapat mengandung berbagai macam bakteri serta mikroorganisme yang bisa menyebabkan gatal-gatal pada kulit baik anak-anak maupun dewasa. Oleh karena itu perlu dilakukan upaya promotif untuk meningkatkan kualitas hidup dari masyarakat yang terdampak tersebut. Peningkatan kualitas hidup ini diharapkan dapat mencegah penyakit kulit yang sering kali terjadi pada masyarakat yang daerahnya sering terjadi banjir. Selain itu, edukasi pencegahan penyakit kulit ini dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat khususnya dalam hal pencegahan, penanganan, dan pengobatan terhadap penyakit kulit, sehingga masyarakat melakukan tindakan yang akan diajarkan pada pelaksanaan kegiatan tersebut. dalam upaya mencegah penyakit kulit. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah melakukan pendataan masyarakat yang sering terdampak banjir melalui berkoordinasi dengan Kelurahan Debong Kulon. Kemudian dilakukan edukasi dan pelatihan (ceramah, tanya jawab, simulasi) tentang pencegahan penyakit kulit pasca banjir. Sasaran kegiatan adalah masyarakat terpapar banjir yang terdata di Kelurahan Debong Kulon. Adapun target capaian akhir dan luaran pengabmas ini adalah peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai pencegahan penyakit kulit khususnya masyarakat yang sering terpapar banjir
EDUKASI KESEHATAN TENTANG PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN PENGETAHUAN MASYARAKAT DI KELURAHAN BANDUNG KOTA TEGAL Hudinoto Eko Yudyarto; Didi Hermawan; Sadar Prihandana
Jurnal Inovasi Masyarakat Terupdate Vol. 3 No. 1 (2026): JIMAT
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jimat.v3i1.14830

Abstract

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan salah satu strategi utama dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat serta mencegah berbagai penyakit menular maupun tidak menular. PHBS mencakup berbagai praktik sehari-hari, seperti mencuci tangan dengan sabun, menjaga kebersihan lingkungan, mengonsumsi makanan sehat, dan menerapkan pola hidup bersih dan aman. Kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai praktik PHBS dapat meningkatkan risiko terjadinya berbagai masalah kesehatan, mulai dari infeksi saluran pencernaan, penyakit kulit, hingga penyakit kronis seperti hipertensi dan diabetes. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pentingnya PHBS melalui edukasi kesehatan yang sistematis dan menarik. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan kesehatan menggunakan media presentasi, leaflet edukatif, diskusi interaktif, serta demonstrasi praktik PHBS secara langsung. Pendekatan ini diharapkan dapat memudahkan peserta memahami dan menerapkan prinsip PHBS dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan dilaksanakan pada masyarakat di kelurahan bandung kota tegal dengan jumlah peserta sebanyak 30 orang, yang dipilih secara representatif dari berbagai kelompok usia. Evaluasi efektivitas kegiatan dilakukan melalui pre-test dan post-test, untuk mengukur perubahan tingkat pengetahuan peserta setelah menerima edukasi kesehatan. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan mengenai praktik PHBS, termasuk kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan diri, lingkungan, dan makanan yang dikonsumsi. Dengan demikian, edukasi kesehatan terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai PHBS. Implementasi rutin edukasi semacam ini diharapkan dapat mendorong perubahan perilaku jangka panjang, mengurangi risiko penyakit, dan mendukung tercapainya masyarakat yang lebih sehat serta produktif.
PENINGKATAN PENGETAHUAN TENTANG POLA MAKAN DAN MINUM SEHAT UNTUK KESEHATAN GENITALIA DI MI DARUNNAJAH KOTA TEGAL Didi Hermawan; Agus Mulyadi; Nur Cholis
Jurnal Inovasi Masyarakat Terupdate Vol. 3 No. 1 (2026): JIMAT
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jimat.v3i1.14831

Abstract

Kesehatan genitalia pada anak merupakan aspek penting dalam mendukung pertumbuhan, perkembangan, dan kualitas hidup yang optimal. Faktor gaya hidup, terutama pola makan dan minum, memiliki peran signifikan dalam pencegahan gangguan genitalia serta infeksi yang dapat memengaruhi kesehatan reproduksi di masa depan. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan anak Madrasah Ibtidaiyah (MI) Darunnajah Kota Tegal mengenai pola makan dan minum sehat serta pentingnya menjaga kebersihan genitalia secara rutin. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan interaktif dengan materi yang disesuaikan dengan usia, permainan edukatif yang melibatkan aktivitas fisik dan mental, serta demonstrasi praktik kebersihan genitalia yang benar, sehingga siswa dapat memahami dan mempraktikkan langsung kebiasaan sehat tersebut. Ada sebanyak 40 Siswa dan kegiatan ini dilakukan dengan pendekatan partisipatif agar siswa aktif terlibat dan materi lebih mudah diserap. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk menilai perubahan pengetahuan siswa sebelum dan sesudah intervensi. Hasil menunjukkan peningkatan yang signifikan, dengan rata-rata skor pengetahuan siswa meningkat dari 45% pada pre-test menjadi 85% pada post-test. Peningkatan ini menandakan efektivitas metode penyuluhan dan kegiatan edukatif yang diterapkan. Dengan adanya pemahaman yang lebih baik mengenai pola makan, minum sehat, dan perawatan kebersihan genitalia, diharapkan anak-anak dapat membentuk kebiasaan hidup sehat sejak dini. Kegiatan ini tidak hanya memberikan pengetahuan tetapi juga membangun kesadaran praktis untuk menjaga kesehatan diri, sehingga dapat mencegah berbagai masalah kesehatan reproduksi di masa depan. Hasil pengabdian ini dapat menjadi model bagi sekolah dan masyarakat dalam upaya promosi kesehatan anak secara berkelanjutan.
PENINGKATAN PENGETAHUAN MASYARAKAT TENTANG PENTINGNYA MENJAGA KESEHATAN GINJAL MELALUI EDUKASI KESEHATAN Anny Fauziyah; Tinah Purwaningsih; Didi Hermawan
Jurnal Inovasi Masyarakat Terupdate Vol. 3 No. 1 (2026): JIMAT
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jimat.v3i1.14838

Abstract

Penyakit ginjal merupakan salah satu masalah kesehatan yang terus meningkat di masyarakat dan sering kali tidak terdeteksi sejak dini. Kondisi ini dapat berkembang secara perlahan tanpa gejala yang jelas hingga mencapai tahap kronis, sehingga penanganannya menjadi lebih sulit dan membutuhkan biaya yang besar. Kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai fungsi ginjal, faktor risiko, serta cara menjaga kesehatannya menjadi salah satu penyebab utama tingginya angka kejadian penyakit ginjal. Oleh karena itu, upaya promotif dan preventif melalui edukasi kesehatan sangat diperlukan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan Masyarakat wilayah kelurahan Bandung dan sekitarnya tentang pentingnya menjaga kesehatan ginjal melalui edukasi kesehatan. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah penyuluhan kesehatan dengan menggunakan media presentasi dan leaflet yang berisi informasi mengenai fungsi ginjal, tanda dan gejala gangguan ginjal, serta langkah-langkah pencegahan seperti pola makan sehat, konsumsi air yang cukup, dan pemeriksaan kesehatan secara rutin. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur tingkat pengetahuan peserta sebelum dan sesudah edukasi. Sebanyak 20 responden dilibatkan sebagai subjek kegiatan yang dipilih secara purposive sampling sesuai dengan kriteria masyarakat sasaran. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan rata-rata skor pengetahuan dari 44% sebelum edukasi menjadi 84% setelah edukasi. Analisis deskriptif menunjukkan bahwa edukasi kesehatan yang diberikan efektif dalam meningkatkan pemahaman masyarakat. Dengan demikian, kegiatan edukasi kesehatan memiliki peran penting dalam upaya pencegahan penyakit ginjal. Oleh karena itu, program edukasi serupa perlu dilakukan secara berkelanjutan dan menjangkau lebih banyak lapisan masyarakat.
PENCEGAHAN GAGAL GINJAL KRONIK MELALUI EDUKASI KESEHATAN PADA SISWA DAN GURU SMP NEGERI 19 KOTA TEGAL Anny Fauziyah; Maria Ulfah; Hudinoto Eko Yudyarto
Jurnal Inovasi Masyarakat Terupdate Vol. 3 No. 2 (2026): JIMAT
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan siswa dan guru SMP Negeri 19 Kota Tegal mengenai pencegahan gagal ginjal kronik melalui edukasi kesehatan dan penggunaan Q-Kidney Calculator untuk deteksi dini. Metode pelaksanaan berupa penyuluhan interaktif, demonstrasi, serta praktik penggunaan aplikasi kesehatan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan siswa dari nilai rata-rata 7,2 menjadi 9,1 dan guru dari 8,2 menjadi 9,7. Selain itu, kegiatan ini dipublikasikan melalui media massa cetak, online, dan kanal YouTube sebagai bentuk diseminasi. Program ini diharapkan berkelanjutan dengan integrasi edukasi kesehatan ke dalam kurikulum sekolah
PELATIHAN ARM SWING EXERCISE (ASE) SEBAGAI ALTERNATIF TERAPI NON FARMAKOLOGI UNTUK KONTROL GULA DARAH Trimar Handayani; Dwi Uswatun Khasanah; Sadar Prihandana
Jurnal Inovasi Masyarakat Terupdate Vol. 3 No. 2 (2026): JIMAT
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit metabolik kronis dengan prevalensi yang terus meningkat di Indonesia. Salah satu pendekatan non farmakologi yang terbukti efektif dalam mengontrol kadar glukosa darah adalah latihan fisik. Arm Swing Exercise (ASE) merupakan latihan sederhana, mudah dilakukan, berisiko rendah, dan dapat menjadi alternatif aktifitas fisik bagi penderita DM. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan penderita DM dalam melakukan ASE secara mandiri dirumah. Metode pelaksanaan meliputi edukasi mengenai DM dan manfaat latihan fisik, pemeriksaan gula darah sebelum dan sesudah latihan, demonstrasi gerakan ASE, serta evaluasi pengetahuan melalui pretes dan posttes. Sebanyak 30 peserta mengikuti kegiatan di Kelurahan Bandung, Kota Tegal. Hasil menunjukkan peningkatan skor pengetahuan dari rata-rata 6.00 (pretes) menjadi 8,50 (post tes), serta tingkat kepuasan peserta mencapai 95%. Pemeriksaan gula darah sewaktu menunjukkan hasil bervariasi, namun literature mendukung bahwa latihan ASE rutin dapat menurunkan kadar glukosa darah melalui peningkatan sensitivitas insulin dan translokasi GLUT-4 ke membrane sel otot. Monitoring pasca kegiatan menunjukkan peserta mampu melakukan ASE secara mandiri dan merasakan manfaat berupa peningkatan kebugaran serta berkurangnya gejala neuropati ringan. Dengan demikian ASE berpotensi menjadi strategi praktis dan efektif dalam mendukung kontrol glikemik serta kualitas hidup penderita DM.
Membangun Generasi Tanggap Bencana Melalui Pelatihan Pertolongan Pertama Pada Kegawatdaruratan Yeni Yulistanti; Wiwin Renny Rahmawati; Angga Sugiarto; Aisyah Nur Izzati
Jurnal Inovasi Masyarakat Terupdate Vol. 3 No. 2 (2026): JIMAT
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kasus kegawatdaruratan dapat terjadi kapan saja dan di mana saja, termasuk di lingkungan sekolah. Kurangnya pengetahuan dan keterampilan siswa dalam memberikan pertolongan pertama berpotensi meningkatkan risiko keparahan kondisi korban sebelum memperoleh penanganan tenaga kesehatan. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa SMA N 5 Kota Magelang dalam melakukan pertolongan pertama pada kasus kegawatdaruratan di sekolah. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pelatihan diawali dengan pre-test untuk mengetahui pengetahuan peserta sebelum pelatihan. Pada pelaksanaan pelatihan dimulai dengan  pemberian materi melalui ceramah interaktif tentang konsep dasar kegawatdaruratan, prinsip keselamatan penolong, bantuan hidup dasar, teknik balut bidai dan teknik evakuasi. Kegiatan dilanjutkan dengan demonstrasi dan praktik menggunakan metode simulasi pertolongan pertama. Evaluasi dilakukan melalui posttest untuk mengukur peningkatan pengetahuan serta observasi praktik untuk menilai keterampilan peserta. Kegiatan diikuti oleh 15 siswa SMA N 5 Kota Magelang yang menunjukkan antusiasme tinggi selama proses pelatihan. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta yang ditunjukkan oleh kenaikan rata-rata nilai posttest dibandingkan pretest yaitu sebesar 28 poin. Rata-rata nilai pre-test sebesar 65 dan rata-rata nilai post test sebesar 93. Hasil obeservasi menunjukkan sebagian besar peserta mampu mempraktikkan langkah-langkah pertolongan pertama sesuai prosedur yang telah diajarkan pada saat simulasi. 

Page 3 of 3 | Total Record : 29