cover
Contact Name
-
Contact Email
jimatproditegal@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jimatproditegal@gmail.com
Editorial Address
Jl. Dewi Sartika No. 1 RT 01/01 Debong Kulon, Tegal, Provinsi Jawa Tengah, 52133
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
JIMAT: Jurnal Inovasi Masyarakat Terupdate
ISSN : -     EISSN : 30629608     DOI : https://doi.org/10.31983/jimat
Core Subject : Health,
Jimat. Jurnal Inovasi Masyarakat Terupdate focuses on publishing scientific articles on the results of community service which includes community empowerment, training, mentoring, appropriate technology, and health education. The results of community service can be in the form of applying the results of research and regional-based community service in order to handle and manage various potentials, obstacles, challenges, and problems that exist in the community
Articles 23 Documents
PENYEDIAAN SAYURAN SEGAR KEMASAN SIAP OLAH UNTUK KONSUMSI RUMAH TANGGA KADER KESEHATAN KELURAHAN BANDUNG KOTA TEGAL GUNA MENINGKATKAN IMUN DI MASA PANDEMI Deddy Utomo; Anny Fauziyah; Agus Mulyadi; Nurcholis Nurcholis
Jurnal Inovasi Masyarakat Terupdate Vol. 1 No. 1 (2024): JIMAT
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jimat.v1i1.10954

Abstract

Background Vegetables are very important nutrients for the body. Vegetables are a source of vitamins, minerals and fiber which function as antioxidants. A person who consumes vegetables according to the WHO daily allowance will increase the body's immunity/stamina so that it is resistant to exposure to infection. In the long term. The level of community vegetable consumption is still low, 95.5% of Indonesian people are reported to consume vegetables below the standards set by WHO. One of the factors that influences increasing vegetable consumption is the availability of easily accessible vegetables. The aim is to increase adequate vegetable consumption for health workers and health cadres who are always involved in health management efforts. The community service method used is providing education and providing ready-to-process packaged vegetables which are useful for increasing body immunity for health cadres from Bandung Village, Tegal City. Service results after being educated about vegetable knowledge rose from 6.6 points to 8.5 points. All participants who took part in community service activities stated that after being given packaged vegetable packages, they gained the experience that vegetable packages were very easy to process and serve, their body condition became healthier, and processing was very fast and easy.
PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN KADER KESEHATAN DALAM PENGELOLAAN PENYAKIT HIPERTENSI DI KELURAHAN BANDUNG KOTA TEGAL Suparjo Suparjo; Fatchurrozak Himawan; Nurcholis -
Jurnal Inovasi Masyarakat Terupdate Vol. 1 No. 1 (2024): JIMAT
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jimat.v1i1.11006

Abstract

One of the non-communicable diseases that many people suffer from is hypertension. Hypertension is a silent disease, because sufferers do not know that they suffer from this disease before having their blood pressure checked. There is a risk of more serious illnesses such as stroke, heart attack and heart failure if you do not receive immediate treatment. In the current era of the COVID 19 pandemic, hypertension sufferers are a group that is at high risk of experiencing severity and can even cause death. Health cadres and families have a very important role in monitoring the health status of hypertension sufferers, especially in managing hypertension. Hypertension sufferers' problems that occur over a long period of time and continuously can trigger strokes, heart attacks, heart failure and are the main cause of chronic kidney failure. Therefore, hypertension management is needed to prevent damage to target organs in the long term thereby reducing morbidity and mortality. The methods used are education, training and mentoring of health cadres and families as role models and change agents in the community to increase knowledge and abilities through education and management training. hypertension. The result of this community service is an increase in health cadres' knowledge of the management of hypertension.
PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN KETRAMPILAN WARGA DALAM PEMBUATAN JAMU UNTUK PENCEGAHAN COVID 19 DI KELURAHAN DEBONG KULON KOTA TEGAL Gayuh Siska Laksananno; Sadar Prihandana
Jurnal Inovasi Masyarakat Terupdate Vol. 1 No. 1 (2024): JIMAT
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jimat.v1i1.11007

Abstract

Kasus positif Covid-19 menyebar di Indonesia pertama kali pada 2 Maret2020, ketika seorang instruktur dansa dan ibunya terkonfirmasi tertular dariseorang warga negara Jepang. Pada 9 April, pandemi sudah menyebar ke34 provinsi. Upaya pencegahan dan penanggulangan untuk melawanCovid-19 telah banyak dilakukan. Vaksin untuk mencegah infeksi Covid-19sedang dalam tahap pengembangan/uji coba, sehingga berbagai ikhtiartetap harus dijalankan, disertai dengan berdoa dan bertawakal. Sementaraobat dan vaksin belum ditemukan, maka upaya atau tindakan tepat yangdapat dilakukan adalah dengan memperhatikan beberapa upayapencegahan penyebaran dari Covid 19 ini. Pemerintah telahmensosialisasikan protokol pencegahan penyebaran Covid 19 ini secaramasif dengan memanfaatkan semua media dan sukarelawan sertamenggerakkan perangkat birokrasi dari tingkat pusat hingga daerah.Substansi dari beberapa pencegahan intinya adalah agar daya tahantubuh tetap kuat melawan serangan virus. Banyak hal yang dapat dilakukanuntuk menjaga kekebalan tubuh. Mulai dari menjalani pola hidup sehat,mengonsumsi vitamin dan lainnya. Di Indonesia sendiri, sebagian orangmasih percaya dengan beberapa ramuan tradisional atau lebih dikenaldengan jamu. Metode yang digunakan meliputi edukasi dan prakteklangsung pembuatan jamu. Evaluasi diukur dari peningkatan pegetahuandan ketrampilan sebelum dan sesudah pelaksanaan kegiatan pengabdianmasyarakat. Hasil yang dicapai setelah dilakukan kegiatan pengabdianmasyarakat menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dari pesertadan dapat mempraktekan cara pembuatan jamu
PEMBERDAYAAN KADER KESEHATAN DAN KELUARGA DALAM PENURUNAN STUNTING MELALUI SUPPORT BI EMAN (BUBUR IKAN ENAK MANTAP) Anny Fauziyah; Maria Ulfah; Tinah Purwaningsih
Jurnal Inovasi Masyarakat Terupdate Vol. 1 No. 1 (2024): JIMAT
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jimat.v1i1.11008

Abstract

Latar Belakang: Kelurahan Panggung adalah satu kelurahan yang terletak di KecamatanTegal Timur, Kota Tegal. Studi pendahuluan di kelurahan ini tercatat memiliki permasalahandi bidang kesehatan yaitu, stunting, yang terjadi di tahun 2023 ini menjadi kelurahan tertinggiangka stunting 120 . Stunting terjadi salah satunya akibat kurangnya pengetahuan ibu rumahtangga tentang makanan bergizi dan pola makan yang sehat. Hal ini juga berdampak padaanak-anak mereka yang mengkonsumsi berbagai jenis makanan yang kurang jelas takarangizinya dan tidak tertarik untuk mengkonsumi protein yang mendukung pertumbuhan danperkembangan mereka. Tujuan Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pelatihan kepadaibu-ibu Kader Kesehatan dan Masyarakat di 1000 HPK dengan anak stunting sebagaimasyarakat sasaran, tentang bagaimana mengolah bubur dengan lauk ikan dan telur yangenak dikonsumsi sehingga anak-anak mereka, termasuk masyarakat sasaran, menjadi tertarikuntuk mengkonsumsi protein. Kegiatan ini juga diiringi dengan sosialisasi tentang makananyang layak dan bergizi untuk dikonsumsi serta bagaimana menjalankan pola makan yangsehat. Metode yang digunakan adalah persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Masyarakatsasaran mendapatkan pengalaman dan skill baru tentang bagaimana membuat bubur yangcepat dengan lauk ikan dan telor yang bisa dikonsumsi anak stunting, serta memperolehpengetahuan mengenai makanan yang layak untuk dikonsumsi berdasarkan takaran gizi yangtepat dan seimbang dan pola makan yang sehat. Hasil evaluasi Pengetahuan Masyarakat danKader Kesehatan meningkat dari 80 poin meningkat menjadi 100 poin. Pengalaman Skill kaderKesehatan meningkat dalam
PEMBERDAYAAN REMAJA DALAM UPAYA PENCEGAHAN PENYALAHGUNAAN NARKOBA DI KELURAHAN DEBONG KULON KOTA TEGAL Agus Mulyadi; Gayuh Siska Laksananno; Sadar Prihandana; Nurcholis Nurcholis
Jurnal Inovasi Masyarakat Terupdate Vol. 1 No. 1 (2024): JIMAT
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jimat.v1i1.11009

Abstract

Penyalahgunaan obat terlarang merupakan masalah yang kompleks yangterjadi pada semua kalangan termasuk remaja/pelajar, yangdisebabkandan dicetuskan oelh banyak hal. Data BNN menunjukkanbanyaknya penyalahgunaan narkoba pada generasi milenial atau generasimuda yang angkanya terus meningkat. Kota Tegal merupakan salah satuwilayah di Jawa Tengah yang memiliki jumlah penduduk dengan rentangusia remaja yang cukup besar, yang sangat potensial untuk dapat dijadikansebagai tempat peredaran narkoba. Badan Narkotika Nasional (BNN)menyatakan penyalahgunaan dan peredaran narkotika di masyarakatmenunjukkan peningkatan dengan meluasnya korban akibat narkoba.Tingginya paparan narkotika pada remaja perlu mendapatkan perhatianadalah bahwa target utama pasar narkotika ini adalah para remaja.Kalangan remaja yang terpapar narkotika lebih rentan sebagai penggunajangka panjang, karena mereka memiliki waktu yang cukup panjang dalammengkonsumsi narkoba. Dampak penggunaan narkoba ternyata dapatmenimbulkan masalah lain yang tidak kalah mengerikan, sehinggapenanganan penyalahgunaan narkoba perlu mendapatkan pehatian yangserius. Penanganan yang bersifat promotif dan preventif perlu dikedepankansebelum dilakukan tindakan represif. Melibatkan secara aktif remaja dalamupaya penanganan yang bersifat promotif dan preventif merupakan salahsatu solusi untuk mengurangi penyebaran Narkoba di kalangan remaja.Tujuan dari dilaksanakannya pengabdian masyarakat di Kelurahan DebongKulon ini adalah untuk meningkatkan peran dan partisipasi mitra (remaja)dalam kegiatan P4GN, meningkatkan pengetahuan remaja terkait kegiatanP4GN dan meningkatkan motivasi remaja dalam kegiatan P4GN. Sedangkanmanfaat yang ingin dicapai dari kegiatan ini adalah mitra (remaja) dapatberpartisipasi aktif dalam kegiatan P4GN dan dapat termotivasi untuk teribatdalam kegiatan P4GN. Untuk mencapai tujuan kegiatan pengabdianmasyarakat di Kelurahan Debong Kulon Kota Tegal, dilakukan melaluibeberapa pendekatan, antara lain dengan Model Participatory RuralAppraisal (PRA), Model Community development, Persuasif dan Edukatif.Hasil yag dicapai dari pengabdian masyarakat ini adalah tersedianya bokletatau modul tentang P4GN yang dibuat oleh mitra sebagai media edukasiyang interaktif sehingga terjadi peningkatan pengetahuan dan motivasi darimitra untuk membentuk konsep diri yang positif
PELATIHAN BHD BAGI REMAJA SMA DI KELURAHAN DEBONG KULON KOTA TEGAL Hudinoto Eko Yudyarto; Fatchurozak Himawan; Suparjo -
Jurnal Inovasi Masyarakat Terupdate Vol. 1 No. 1 (2024): JIMAT
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jimat.v1i1.11016

Abstract

diantisipasi bukan hanya oleh tenaga kesehatan saja, Kematiandisebabkan henti jantung dan henti nafas terjadi kapan saja, dimanasaja dan bisa terjadi mendadak. Pengetahuan dan ketrampilan BHDakan lebih baik dimiliki oleh semua lapisan masyarkat karenasebagian besar orang akan berhadapan dengan situasi memerlukanpertolongan pertama atau melakukan pertolongan pertama. Salahsatu kelompok masyarakat yang bisa mendapatkan pengetahuandan ketrampilan dalam memberikan BHD untuk masa yang akandatang adalah pelajar SMA. Tujuan kegiatan ini adalah untukmeningkatkan pengetahuan dan ketrampilan dalam memberikanBatuan Hidup Dasar BHD kepada mayarakat terutama remaja SMAdi kelurahan debong kulon Kota Tegal Metode yang digunakandalam kegiatan ini yang pertama adalah dengan bentuk pemberianpelatihan selama 2 hari yang didalamnya berisi tentang materi BHDdan yang kedua akan dilakukan monitoring evaluasi setelah kegiatanpelatihan serta pendampingan pada peserta. Hasil kegiatan iniefektif dan berhasil dimana seluruh peserta mampu memahami dandapat melakukan bantuan hidup dasar dengan baik.
PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN KELUARGA DALAM UPAYA PENINGKATAN KUALITAS HIDUP LANSIA UNTUK MENCEGAH STROKE PADA LANSIA HIPERTENSI Sri Hidayati; Baequny Ahmad
Jurnal Inovasi Masyarakat Terupdate Vol. 1 No. 2 (2024): JIMAT
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jimat.v1i2.11771

Abstract

Proses menua dimulai sejak permulaan kehidupan dan merupakan proses sepanjang daur kehidupan. Proses menua tetap menimbulkan permasalahan baik secara biologis, mental maupun sosial dan ekonomi. Proses alamiah ini secara perlahan menempatkan lansia cenderung rentan mengalami masalah kesehatan. Masalah kesehatan yang sering terjadi pada lansia adalah penyakit hipertensi, kejadian prevalensi hipertensi pada populasi lansia diperkirakan mencapai dua pertiga atau sekitar 60% - 80% di dunia. Prevalensi hipertensi di Indonesia menempati urutan pertama jenis penyakit kronis tidak menular. Hipertensi yang tidak terkontrol dapat memicu timbulnya serangan stroke, yang dapat mempengaruhi kualitas hidup penderitanya. Keluarga sebagai orang yang paling dekat dengan pasien riwayat hipertensi memiliki peran yang sangat besar dalam upaya pencegahan terjadinya keparahan akibat penyakit stroke. Oleh karenanya, pengenalan deteksi dini penyakit stroke pada keluarga serta pemberdayaan keluarga yang merawat pasien dengan hipertensi penting untuk dilakukan sehingga kualitas hidup lansia tetap terjaga dengan baik. Keluarga mempunyai peran yang penting didalam meningkatkan kualitas hidup lansia. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberdayakan masyarakat khususnya memberdayakan keluarga dalam upaya peningkatan kualitas hidup lansia untuk mencegah stroke pada lansia dengan hipertensi di Kota Tegal. Metode yang digunakan adalah dengan pelatihan (ceramah, tanya jawab, tutorial, simulasi dan screening WHOQOL- BREF) dan pendampingan dalam upaya meningkatkan kualitas hidup lansia. Sasaran kegiatan adalah pada kader lanjut usia, keluarga lansia dan lansia yang ada di wilayah Kelurahan Bandung Kota Tegal sejumlah 15 peserta. Hasil kegiatan berupa meningkatnya pengetahuan dan pemahaman peserta tentang kesehatan lansia, peningkatan kemandirian lansia dan terjadi peningkatan kualitas hidup lansia baik dari domain kesehatan fisik, psikologis, sosial dan lingkungan (dengan nilai rata-rata dari sebelumnya 50,48 / kategori cukup menjadi 58,40 / kategori baik). Disarankan untuk masyarakat dan keluarga untuk mendampingi dan mendorong lansia agar dapat melakukan aktivitas fisik, psikologis, sosial dan lingkungan dalam upaya meningkatkan kualitas hidup lansia.
UPAYA PENCEGAHAN PUTUS OBAT PENDERITA TBC DENGAN PENDAMPINGAN KELUARGA DAN AKKUPRESSURE UNTUK MENGURANGI MUAL MUNTAH ATAU PENURUNAN NAFSU MAKAN DI KELURAHAN BANDUNG KOTA TEGAL Deddy Utomo; Nur Cholis; Hudinoto Yudyarto
Jurnal Inovasi Masyarakat Terupdate Vol. 1 No. 2 (2024): JIMAT
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jimat.v1i2.11794

Abstract

Salah satu dari 10 penyebab kematian teratas di dunia saat ini adalah tuberkulosis paru atau yang dikenal dengan TB Paru. Terdapat 10 juta orang diseluruh dunia menderita TB Paru pada tahun 2017, dan terdapat 1,6 juta orang yang meninggal karena penyakit tersebut. Dengan masing-masing 62% kasus, Asia Tenggara dan Pasifik Barat memiliki tingkat TB Paru tertinggi, diikuti oleh Afrika dengan 25% kasus. Dalam laporan terbaru, 30 negara menyumbang 87% infeksi TB Paru, dengan India, Filipina, Pakistan, Nigeria, Bangladesh, Afrika Selatan, dan Indonesia menyumbang dua pertiga dari kasus ini.  Permasalahan pengobatn TB Paru mengunakan obat anti tuberculosis (OAT) terdiri dari beberapa antibiotiK yang rata-rata memiliki efek samping mual , muntah dan penurunan nafsu makan, masyarakt mengangap obat tersebut tidak cocok dengan dirinya sehingga banyak dari mayarakat yang memutuskan untuk berhenti minum obat.  Metode   yang     digunakan  adalah  Edukasi,  pelatihan dan pendampingan kader kesehatan  dan keluarga sebagai role model dan  change  agent di  masyarakat untuk   meningkatkatkan    pengetahuan  dan  kemampuan dan perubahan perilaku untuk tidak putus obat. Salah satu upaya menagatasi mual muntah dan penurunan nafsu makan yaitu dengan akkupressure . . Hasil  peningkatan pengetahuan dan ketrampilan masyarakat untuk mengatasi mual dan muntah saat konsumsi OAT.. Kesimpulan Putus obat TBC disebabkan banyak factor diperlukan upaya-upaya untuk tidak terjadi putus obat salah satunya dengan pendekatan akupressur dan pendampingan keluarga
EDUKASI DAN MENINGKATKAN KEWASPADAAN MASYARAKAT UNTUK MENCEGAH MATARANTAI PENULARAN COVID 19 PADA MASYARAKAT DEBONG KULON KOTA TEGAL Nur Cholis; Agus Mulyadi
Jurnal Inovasi Masyarakat Terupdate Vol. 1 No. 2 (2024): JIMAT
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jimat.v1i2.11795

Abstract

Covid19 adalah virus yang ditemukan pada manusia dan hewan. Sebagian virusnya dapat mengingeksi manusia serta menyebabkan berbagai penyakit, mulai dari penyakit umum seperti flu, hingga penyakit-penyakit yang lebih fata. Pengabdian masyarakat ini bertujuan agar masyarakat kususnya kader kesehatan dapat memahami dan memiliki kemampuan dalam penanganan dini kejang demam pada anak. Metode yang digunakan adalah active and participatory learning melalui beberapa tahap, yaitu sosialisai; pelaksanaan yang terdiri dari observasi tingkat pengetahuan melalui pretest, memberikan pelatihan melalui materi klasikal dan praktek terkait kejang demam pada anak dan penanganan dini kejang demam serta cara pencegahan, dan postest; pendampingan dan evaluasi.  Hasil evaluasi pretest dan postest setelah dilakukan pelatihan berupa materi dan praktek kepada masyarakat di kelurahan debong kulon terdapat peningkatan pengetahuan dan ketrampilan. Sebelum dilakukan pelatihan dan pendampingan sebagian besar mempunyai pengetahuan kurang yaitu 50% dan hanya sebagian kecil yang mempunyai pengetahuan baik yaitu sebesar 15%. Setelah mendapatkan pelatihan dan pendampingan sebagian besar mempunyai pengetahuan yang baik yaitu 50% dan hanya sebagian kecil yang kurang yaitu 10%.
EDUKASI STUNTING PADA IBU BALITA DI KELURAHAN BANDUNG KOTA TEGAL Cuciati Cuciati; Dwi Uswatun Khasanah; Trimar Handayani
Jurnal Inovasi Masyarakat Terupdate Vol. 1 No. 2 (2024): JIMAT
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jimat.v1i2.11796

Abstract

Stunting merupakan salah satu masalah kesehatan terjadi pada anak-anak dan balita yang ditandai dengan tinggi badan lebih pendek dari usianya. Adapun dampak dari stunting jika tidak segera ditangani diantaranya mengalami kesulitan dalam mencapai perkembangan fisik dan kognitif yang optimal seperti lambat berbicara atau berjalan, hingga sering mengalami sakit.Salah satu faktor penyebab stunting adalah kurangnya pengetahuan tentang stunting. Pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatakan pengetahuan masyarakat tentang stunting. Metode yang digunakan yakni pemberian edukasi tentang stunting,adapun untuk mengukur tingkat keberhasilan kegiatan ini, dilakukan pengisian kuesioner tentang stunting sebelum dan sesudah  kegiatan hal ini untuk mengukur tingkat pengetahuan peserta. Jumlah peserta ada 30 orang terdiri dari kader kesehatan dan ibu yang memiliki balita. hasil dari kegiatan ini peserta sangat antusias mengikuti dalam mengikuti kegiatan, adapun hasil pengukran tingkat pengetahuan  Sebelum diberikan edukasi dari 30 responden sebagian besar memiliki  pengetahuan  baik yaitu (46,3%) sedangkan pengetahuan cukup (42,2%) dan pengetahuan kurang (11,5%). Setelah dilakukan edukasi didapatkan hasil sebagian besar responden memiliki pengetahuan baik (98,8%) dan pengetahuan cukup (1,2%) dari hasil tersebut dapat diarik keimpulan bahwa adanya peningkatan pengetahuan peserta tentang stunting.

Page 1 of 3 | Total Record : 23