Jurnal Ilmu Komunikasi dan Bisnis
Jurnal Ilmu Komunikasi dan Bisnis adalah jurnal ilmiah bidang ilmu komunikasi serta ilmu pengetahuan yang berhubungan dengan bidang komunikasi yang diterbitkan oleh Universitas Tarakanita, Program Studi S1 Komunikasi di Jakarta. Jurnal Ilmu Komunikasi dan Bisnis menyampaikan sumbangan pemikiran di bidang komunikasi yang otentik, analitis dan kritis kepada para akademisi yang menaruh perhatian dan berminat di bidang ilmu komunikasi. Lingkup kajian jurnal ini adalah : Media Massa dan Jurnalisme; bidang ini mengkaji kegiatan jurnalistik dan produksi media yang meliputi media cetak, radio, televisi, dan internet. Media baru dan teknologi komunikasi; bidang kajian komunikasi baru yang terus berkembang seiring dengan kemajuan teknologi dan kebutuhan masyarakat, bidang ini meliputi media digital, virtual, interaktif, hipertekstual dan berjejaring. Hubungan Masyarakat; bidang komunikasi ini mengkaji tentang Public Relations yang meliputi hubungan internal dan eksternal dalam suatu organisasi atau lembaga, serta penciptaan opini public dalam suatu masyarakat. Komunikasi Politik; komunikasi yang melibatkan pesan, media dan aktor politik atau yang terkait dengan kekuasaan, pemerintah, dan kebijakan. Komunikasi Pemasaran; bidang yang mengkaji gagasan, informasi, peluang dan tantangan melalui berbagai simbol untuk tercapainya tujuan perusahaan.
Articles
127 Documents
Strategi Komunikasi Pemasaran PT Solusi Finansialku Indonesia di Tengah Pandemi Covid-19
Grace Anika Susilowati
Jurnal Ilmu Komunikasi dan Bisnis Vol 6 No 2 (2021): April 2021
Publisher : Universitas Tarakanita
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36914/9yff5131
Strategi Komunikasi Pemasaran menjadi hal yang penting diterapkan dalam setiap sektor bisnis. Strategi komunikasi pemasaran menjadi cara bagi perusahaan untuk dapat memasarkan produk maupun jasa yang dimiliki. Ditengah kondisi pandemic saat ini, strategi komunikasi pemasaran memerlukan penyesuaian. Perusahaan juga dituntut untuk melakukan perubahan besar-besaran (big swifting) agar dapat menyesuaikan diri dengan perubahan yang ada. Perubahan strategi komunikasi pemasaran diperlukan agar strategi yang dilakukan relevan dengan kondisi yang sedang terjadi. Penelitian ini dilakukan di perusahaan berbasis technology PT Solusi Finansialku Indonesia. Walaupun perusahaan ini sudah berbasis technology, perusahaan ini juga perlu melakukan penyesuaian agar product atau jasa yang ditawarkan tetap sesuai dengan permintaan pasar. Data yang dikumpulkan melalui wawancara mendalam kepada Marketing Communication PT Solusi Finansialku Indonesia sebagai Key Informan dan beberapa staff sebagai informan sekaligus untuk menguji keabsahan data. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa dari strategi marketing public relation yang diterapkan oleh PT Solusi Finansialku Indonesia menjadi strategi yang tepat agar tetap dekat dan terhubung dengan public. Strategi ini disesuiakan dengan cara memanfaatkan platform digital dalam setiap aktivitas yang dilakukan.
Trend Milenial Menggunakan Second Branded Fashion Street Wear Sebagai Identitas Diri
Lidya Wati Evelina;
M. Ramzy Satrio Wibisono
Jurnal Ilmu Komunikasi dan Bisnis Vol 6 No 2 (2021): April 2021
Publisher : Universitas Tarakanita
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36914/tt0xj344
Harga fashion branded yang tinggi tidak dapat terjangkau untuk ukuran uang saku millennials. Namun mereka ingin memiliki identitas diri yang fashionable melalui penampilan prestius di akun media sosial pribadi seperti Instagram. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang menyebabkan trend pada penggunaan Second Branded Fashion pada millennial. Teori dramaturgi untuk menganalisis gaya hidups yang menyenangkan melalui symbol identitas diri. Diperlukan atribut-atribut sebagai simbol dalam penampilan dan gaya fashion millennials sebagai actor pada personal fronts stage (panggung depan). Sedangkan di personal back stage (panggung belakang), untuk menjaga penampilan mereka membeli second branded fashion. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan pengumpulan data melalui metode observasi dan wawancara dengan millennials. Analisis data menggunakan Teknik reduksi dengan mengkategorikan hasil penelitian. Hasil penelitian dari observasi dan wawancara bahwa fashion adalah pesan tentang dirinya. Millenial memiliki harapan tinggu untuk menunjukkan hirarki atau status sosialnya. Perkembangan teknologi yang menghadirkan media sosial turut mendorong dunia fashion. Instagram menjadi media yang turut memberikan pemahaman tentang fashion dengan harga yang relative murah namun berkualitas, ramah lingkungan, sustainaiblity dan juga menjadikan seseorang mempunyai nilai sosial sehingga diterima dalam pergaulan pada kalangan berkelas tinggi.
Pemanfaatan e-WOM Sebagai Pemberi Rekomendasi Kuliner Di kalangan Milenial Terhadap Akun Instagram @Smrfoodies
Sartika;
Romlah Novianti
Jurnal Ilmu Komunikasi dan Bisnis Vol 6 No 2 (2021): April 2021
Publisher : Universitas Tarakanita
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36914/7mwgtm24
Dalam kepentingan pemasaran produk dan layanan, perusahaan memanfaatkan komunikasi word of mouth. Seiring perkembangan teknologi, word of mouth tidak hanya dapat dilakukan dengan cara bertemu langsung secara tatap muka. Komunikasi dengan pemanfaatan teknologi ini sering disebut dengan electronic word of mouth (e-WOM). Komunikasi ini dilakukan dengan memanfaatkan media sosial, seperti Instagram. Kebanyakan yang menggunakan komunikasi ini adalah kalangan milenial. Mekanismenya yaitu konsumen membagikan pengalaman kepada orang lain mengenai aktivitas konsumsinya melalui media tersebut. Hal ini berhubungan dengan keanekaragaman kuliner yang ada di Indonesia, kaitannya yaitu banyak pemberi rekomendasi kuliner dikenal dengan istilah food blogger yang menggunakan media Instagram untuk berbagi informasi seputar hal tersebut. Kuliner yang direkomendasi pun ditampilkan dengan nilai estetika sebagai objek foto dan diberi ulasan. Dalam penelitian ini penulis ingin mengetahui manfaat e-WOM terhadap kaum milenial melalui metode kualitatif deskriptif dengan wawancara sumber. Simpulan dari penelitian ini yaitu pemanfaatan media sosial oleh kaum milenial sangat memiliki peran penting dalam hal pemasaran online (e-WOM), khususnya food blogger. Dengan banyaknya followers yaitu pada media Instagram tentu membantu hal tersebut serta dapat mendorong adanya interaksi yang baik antar pengguna satu dengan yang lainnya.
Analisis Wacana Kritis Film Dokumenter “Sexy Killers” Karya Sutradara Dandhy Dwi Laksono
Sumartono;
Riyoli Sepnafahendry
Jurnal Ilmu Komunikasi dan Bisnis Vol 6 No 2 (2021): April 2021
Publisher : Universitas Tarakanita
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36914/f458vy94
Penelitian ini menggunakan paradigma kritis dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan sutradara Dadhy Dwi Laksono. Hasil penelitian menunjukkan pemakai bahasa menggunakan pilihan kata yang bermetafora negatif. Pada tingkat relasi, pemerintah sebagai kekuatan dominan yang menguasai media memegang kuasa mengendalikan masyarakat dengan memanipulasi wacana bahwa pembangunan PLTU adalah untuk kemaslahatan bersama. Elemen praktik produksi wacana, mengindikasikan sutradara Film Sexy Killers memiliki prinsip daripada menggunakan uang untuk sekolah S2 atau S3, lebih baik menggunakan uang untuk memahami dan belajar dari “orang” Indonesia dan hasilnya bisa dishare ke orang lain.
Representasi Nelangsa pada Film Pendek Banyu Karya Richard Suwae dari Pandangan Semiotika Roland Barthes
Digma Ihsan Nurrochman;
Zainal Abidin;
Made Panji Teguh Santoso
Jurnal Ilmu Komunikasi dan Bisnis Vol 7 No 1 (2021): Oktober 2021
Publisher : Universitas Tarakanita
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36914/x166pm53
Nelangsa adalah sebuah kesedihan mendalam yang berorientasi pada perasaan yang dialami secara tidak sesuai dan tidak puas dalam realitas kehidupan. Kondisi nelangsa cenderung mengarah pada hilangnya sesuatu yang berharga, hilangnya afeksi, atau kegagalan dalam mencapai tujuan. Penyampaian kesedihan saat ini sudah masuk dalam media elektronik seperti film pendek. Film pendek Banyu karya Richard Suwae adalah film yang menceritakan tentang kehidupan Sri, seorang wanita yang hidup bersama anaknya Banyu. Anak yang dilahirkan dari kasus pemerkosaan pada dirinya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adegan-adegan yang merepresentasikan makna nelangsa melalui analisa tahapan denotasi, konotasi, dan mitos. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan semiotika Roland Barthes. Adegan yang menjadi objek penelitian terdiri dari lima adegan yang dapat menandakan makna nelangsa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa korban pemerkosaan yang hamil, lebih memilih mengaborsi karena khawatir anak tersebut mengalami kondisi hidup yang nelangsa, kurangnya penegakan hukum untuk orang-orang miskin dan nelangsa, dan menjadi seorang pelacur bukanlah sebuah keinginan tetapi sebuah keterpaksaan.
Efektivitas Akun Instagram @suarasurabayamedia dalam Pemenuhan Kebutuhan Informasi bagi Followers dari Kota Surabaya
Fransisca Asteria Nandra Febiola;
Saifuddin Zuhri
Jurnal Ilmu Komunikasi dan Bisnis Vol 7 No 1 (2021): Oktober 2021
Publisher : Universitas Tarakanita
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36914/cejkjw74
Internet yang merupakan new media menjadi tanda periode baru yaitu adanya teknologi interaktif serta komunikasi jaringan terkhusus dunia maya akan mengubah masyarakat (Littlejohn & Foss, 2014). Akses informasi menjadi lebihh mudah dengan adanya internet. Adanya sistem online, membuat informasi dapat didapatkan kapan pun serta dimana pun pengguna berada. Salah satu bentuk new media yaitu media sosial, seperti Twitter, Facebook, dan Instagram. Instagram dapat menjadi media alternatif dalam mencari informasi yang dibutuhkan penggunannya karena terdapat akun-akun yang membagikan informasi tentang hal-hal tertentu, seperti @infobdg, @infojkt dan juga @suarasurabayamedia. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengatahui bagaimana efektivitas akun Instagram @suarasurabayamedia dalam memenuhi kebutuhan informasi bagi followers dari Kota Surabaya. Teori kebutuhan informasi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teori yang dikemukakan oleh Guha. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu deskriptif kuantitatif dengan sumber data dari kuesioner dan literatur yang sesuai dengan masalah yang diteliti. Kesimpulan dari hasil penelitian yang diperoleh yaitu skor rata-rata pada dimensi current need approach yaitu 3,150. Skor rata-rata pada dimensi kedua, yakni everyday need approach yaitu 3,035. Selanjutnya skor rata-rata pada dimensi exhaustic need approach yaitu 3,003. Kemudian skor rata-rata untuk dimensi catching-up need approach yakni 3,110. Hasil dari keempat dimensi tersebut termasuk ke dalam kategori efektif.
Dramaturgi Hijab Cosplayer Anime Jepang
Winda Primasari;
Amatullah Lutfiyah Tanjung
Jurnal Ilmu Komunikasi dan Bisnis Vol 7 No 1 (2021): Oktober 2021
Publisher : Universitas Tarakanita
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36914/pvrq7n71
Penelitian ini membahas tentang bagaimana konsep, identitas diri dan pengaruh anime, manga, atau game terhadap seorang hijab cosplayer anime Jepang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi serta teori Dramaturgi mengenai panggung belakang dan panggung depan. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hijab cosplayer memiliki konsep dan identitas diri yang baik serta mampu membedakan konsep dan identitas diri mereka ketika sedang melakukan cosplay. Para hijab cosplayer menunjukkan walaupun mereka seorang wanita muslimah yang menggunakan hijab, mereka tetap bisa menggeluti hobi cosplay dengan menggunakan hijab. Hijab cosplayer menampilkan suatu karakter anime dengan menggunakan hijab. Hal tersebut karena adanya dukungan yang bisa membantu mengembangkan rasa percaya diri mereka. Tidak ada perubahan yang signifikan yang dapat mempengaruhi identitas diri para hijab cosplayer, hanya saja terkadang tindakan dari karakter anime, manga atau game yang pernah diperankan sedikit mempengaruhi kehidupan nyata dan hal tersebut tidak berlangsung lama.
Penggunaan Attribution Theory pada Penanganan Komplain Nasabah Melalui Instagram @bankbri_id oleh Customer Service Digital
Rochmah Sri Lestari;
Rino Febrianno Boer
Jurnal Ilmu Komunikasi dan Bisnis Vol 7 No 1 (2021): Oktober 2021
Publisher : Universitas Tarakanita
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36914/tqpatk56
Pada Instagram Bank Rakyat Indonesia yaitu @bankbri_id terdapat beberapa komentar komplain yang nasabah tuliskan. Penelitian ini fokusnya pada penggunaan Attribution Theory yang digunakan pada proses penyelesaian komplain. Fakta yang mendasari penelitian ini adalah pelanggan merasa tidak puas dengan pelayanan yang diberikan oleh perusahaan.Komentar komplain yang ada pada media sosial perusahaan harus segera diselesaikan untuk menjaga kualitas pelayanan dan reputasi perusahaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode netnografi yaitu metode yang digunakan untuk meneliti komunikasi yang dilakukan oleh individu secara digital yaitu melalui media sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Customer Service Digital Bank Rakyat Indonesia menggunakan Atribut Internal dalam menghadapi nasabah yang berpotensi menghasilkan komentar negatif serta viral di Instagram @bankbri_id dan menerapkan Atribut Eksternal pada nasabah yang baru pertama kali melakukan komplain dan nasabah yang sudah sering komplain, tetapi potensi viralnya relatif kecil. Penelitian ini dapat menjadi referensi bagi perusahaan khususnya yang mempunyai divisi layanan pelanggan secara digital.
Analisis Framing Kepemimpinan Aktor Politik dalam Media Daring di Masa Pandemi Covid-19
Doni Akbar;
Effy Zalfiana Rusfian
Jurnal Ilmu Komunikasi dan Bisnis Vol 7 No 1 (2021): Oktober 2021
Publisher : Universitas Tarakanita
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36914/354fwb38
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pembingkaian yang dilakukan media massa daring terkait kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dalam penanganan pandemi Covid-19. Paradigma penelitian adalah konstruktivis, dengan pendekatan kualitatif melalui teknik analisis framing dengan objek penelitian Kompas.com dan Detik.com. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan framing Kompas.com dan Detik.com dalam melakukan pemberitaan tentang kepemimpinan Anies Baswedan. Framing dari Kompas.com dalam pemberitaan Anies Baswedan adalah Anies sebagai pemimpin mampu menjawab kebutuhan masyarakat. Sedangkan framing pemberitaan Detik.com menunjukkan bahwa Anies adalah sosok pemimpin kontroversial melalui kebijakan-kebijakan yang masih dianggap belum matang serta tidak berhasil dalam menghambat penyebaran virus Covid-19 di DKI Jakarta.
Representasi Pengelolaan Informasi Privat dalam Film: Analisis Semiotik Film 'We Live in Time'
Maria Theresia Efika Rosemarie
Jurnal Ilmu Komunikasi dan Bisnis Vol 11 No 2: April 2026
Publisher : Universitas Tarakanita
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36914/m2ve2n87
Film sebagai medium komunikasi tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai representasi realitas sosial yang kompleks, termasuk dinamika komunikasi interpersonal. Penelitian ini menganalisis film We Live in Time (2024) yang menampilkan kisah pengungkapan informasi kesehatan berupa diagnosis kanker dalam hubungan romantis. Analisis dilakukan dengan menggunakan teori Communication Privacy Management (CPM) dari Sandra Petronio, yang menekankan bahwa pengungkapan informasi pribadi merupakan proses pengelolaan batasan privasi (privacy boundaries) melalui mekanisme boundary ownership, boundary linkage, boundary coordination, dan boundary turbulence. Untuk memahami konstruksi makna dalam film, penelitian ini juga menggunakan pendekatan semiotika Roland Barthes, yang membedakan tiga lapisan makna: denotasi, konotasi, dan mitos. Metode penelitian bersifat kualitatif dengan analisis interpretatif terhadap adegan-adegan kunci yang merepresentasikan proses pengungkapan informasi kesehatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film We Live in Time merepresentasikan dilema antara privasi dan keterbukaan, serta menegaskan peran cinta dan kepercayaan sebagai ruang aman untuk berbagi informasi sensitif. Penelitian ini berkontribusi pada kajian komunikasi interpersonal dengan memperlihatkan bagaimana media populer dapat menjadi sarana reflektif untuk memahami praktik pengungkapan privasi dalam konteks kesehatan dan hubungan romantis.