Jurnal Karya untuk Masyarakat (JKuM)
Jurnal Karya Untuk Masyarakat (JKuM) merupakan jurnal ilmiah bereputasi dan ditelaah sejawat (peer-reviewed) yang berfokus pada publikasi kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat dan Keterlibatan Masyarakat (Community Service and Community Engagement). Jurnal ini menjadi wadah diseminasi penerapan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan humaniora untuk menjawab permasalahan nyata di masyarakat serta meningkatkan kesejahteraan dan keberlanjutan masyarakat. Ruang Lingkup Jurnal Jurnal Karya Untuk Masyarakat (JKUM) menerima naskah dalam bentuk artikel pengabdian kepada masyarakat yang mencakup, namun tidak terbatas pada, bidang-bidang berikut: 1. Kegiatan pendidikan dan pelatihan 2. Social Kemasyarakatan 3. Sustainable Development
Articles
109 Documents
Pemahaman Literasi Digital Penyebab Munculnya Hoaks
Sigit Pramono Hadi
Jurnal Karya untuk Masyarakat (JKuM) Vol 4 No 2: JULI 2023
Publisher : Universitas Tarakanita
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36914/rgxkrm55
Maraknya peredaran berita yang tidak benar (hoaks) di tengah masyarakat menimbulkan keresahan dan kesalahan tindakan yang merupakan respon terhadap berita tidak benar tersebut. Berita-berita tidak benar tersebut muncul di media sosial dan menyangkut kepentingan masyarakat, muncul dalam berbagai bidang kehidupan seperti sosial (pertemanan, persaudaraan, kolega), politik maupun ekonomi. Meskipun pemerintah sudah berupaya memblokir sumber-sumber berita tidak benar, namun faktanya berita-berita tersebut terus bermunculan dan membuat ketegangan hubungan sosial di tengah masyarakat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini diselenggarakan untuk membekali pengetahuan dan pemahaman terkait faktor-faktor penyebab yang melatarbelakangi munculnya hoaks. Dilaksanakan di Kelurahan Kuningan Barat Jakarta Selatan, dengan peserta kelompok ibu-ibu PKK Kelurahan Kuningan Barat Jakarta Selatan. Metode pelaksanaannya adalah dengan paparan, diskusi serta testimoni. Dalam sesi diskusi dan testimoni, para peserta memahami dan menyepakati bahwa hoaks bisa muncul dalam beragam bentuk tergantung dari motivasi pembuatnya baik motif politik, sosial (termasuk pertemanan) maupun ekonomi. Peserta memahami bahwa hoaks akan terus bermunculan karena berbagai penyebab, sehingga dituntut untuk waspada dan bijak memahami informasi. Faktor-faktor penyebab yang melatarbelakangi munculnya hoaks antara lain adalah: untuk mencari sensasi dan perhatian publik, ingin menjadi yang paling awal mengetahui dan menginformasikannya, serta mengira sebuah berita pasti benar dan berfaedah bagi masyarakat.
Membangun Komunikasi Antar Pribadi Generasi Muda Karang Taruna Bitung Sari Bogor Melalui Pelatihan Pembuatan Sabun Cuci Piring
Petrus Dwi Ananto Pamungkas;
Natalia Titik Wiyani;
Yakobus Suharyono;
Robertus Koesmaryanto Oetomo
Jurnal Karya untuk Masyarakat (JKuM) Vol 4 No 2: JULI 2023
Publisher : Universitas Tarakanita
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36914/r0c5my10
Seperti halnya dengan generasi muda pada umumnya, sebagian besar dari generasi muda di Kelurahan Bitung Sari Bogor berpikiran bahwa mereka mengenal semua orang melalui media sosial sehingga segalanya dapat dikomunikasikan secara cepat dan mudah, termasuk dalam hal mencari pekerjaan. Mereka lupa bahwa mereka berada dalam dunia nyata dimana segala sesuatu tergantung kepada kemampuan diri sendiri dan harus memiliki daya juang dalam berusaha menjadi lebih baik. Hal ini menjadi hal yang cukup mengkhawatirkan bagi ibu lurah bersama staf serta para orang tua terhadap generasi muda Kelurahan Bitung Sari Bogor. Ternyata hanya sebagian kecil saja generasi muda yang terserap oleh dunia kerja sebagai karyawan tetap. Informasi dari Sekretaris Kelurahan Bitung Sari Bogor bahwa kemampuan dan ketrampilan sebagian besar generasi muda masih harus ditingkatkan lagi melalui pelatihan-pelatihan. Dalam pelatihan pembuatan sabun cuci piring ini, selain dilatih keterampilan dan kreativitas pembuatan produk juga dilatih berkomunikasi langsung dengan peserta pelatihan yang lainnya. Hasil pelatihan berupa produk sabun cuci piring dengan berbagai variasi juga sedikit memperlancar komunikasi antar peserta yang ditunjukkan dengan berbaurnya para peserta, dimana awalnya mereka hanya mengenal dua atau tiga peserta saja.
Pelatihan Penggunaan Aplikasi Media Pembelajaran Pengenalan Huruf Vokal Berbasis Multimedia untuk Guru di TK Tarsisius 2
Henri Septanto;
Arum Kusuma Wardani;
Uus Rusmawan
Jurnal Karya untuk Masyarakat (JKuM) Vol 4 No 2: JULI 2023
Publisher : Universitas Tarakanita
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36914/vssewt06
Pendidikan di tingkat Taman Kanak-kanak saat ini sudah mulai banyak memberikan materi pembelajaran membaca. Salah satu dasar materi pelajaran membaca adalah pengenalan huruf vokal, namun masih jarang TK yang memiliki materi pembelajaran pengenalan huruf vokal berbasis multimedia. Anak-anak TK sangat menyukai game berbasis multimedia, karena memang mereka dilahirkan dan tumbuh di era digital. Berdasarkan hasil observasi dan interview di TK diketahui bahwa para guru membutuhkan sebuah aplikasi media pembelajaran pengenalan huruf vokal sebagai alat bantu dalam memberikan materi pelajaran membaca, untuk itulah tim pelaksana Pengabdian Kepada Masyarakat mencoba untuk membuat aplikasi media pembelajaran pengenalan huruf vokal dan memberikan pelatihan tersebut pada kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat di TK Tarsisius 2. Pelatihan penggunaan media pembelajaran pengenalan huruf vokal ini diberikan langsung dengan mempraktekkan aplikasi media pembelajaran di laptop para guru, hasil pelatihan ini adalah peningkatan kompetensi para guru TK dan ketrampilan baru khususnya dalam penggunaan aplikasi pengenalan huruf Vokal dalam kegiatan pembelajaran yang diberikan.
Pelatihan English Speaking untuk Orang Muda di Penajam, Paser Utara
F.A. Wisnu Wirawan;
Gabriella Novianty Soedjarwo;
Fredericka Krisma Setyatami
Jurnal Karya untuk Masyarakat (JKuM) Vol 4 No 2: JULI 2023
Publisher : Universitas Tarakanita
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36914/0qtg1e07
Pemerataan pendidikan dan kemampuan pemuda di Indonesia merupakan sebuah keharusan. Dengan adanya rencana pemindahan ibu kota dari Jakarta ke Kabupaten Penajam, maka peningkatan skill pemuda di sana perlu untuk dilakukan. Hal ini bertujuan agar orang muda di daerah Penajam memiliki bekal untuk bersaing dengan orang dari berbagai daerah yang akan datang ke Penajam sebagai akibat perpindahan ibu kota. Pelatihan Online English Speaking diharapakan mampu menjadi bekal bagi mereka untuk memiliki skill berbahasa Inggris yang lebih baik karena kurangnya pembelajaran Bahasa Inggris yang memadai di sekolah mereka. Pelatihan diberikan secara online melalui kanal Zoom Cloud Meeting. Materi pelatihan didesain sesuai dengan kemampuan siswa SMA yang merupakan peserta pelatihan ini. Sebelum menyusun modul, needs analysis dilakukan dengan cara melakukan pertemuan dengan para peserta dan menampung aspirasi mereka tentang pembelajaran dan materi yang mereka inginkan. Dari hasil kuesioner evaluasi, dapat terlihat bahwa para peserta merasakan manfaat dalam mengikuti pelatihan ini.
Pelatihan Konten Kreator Kepada Petani Milenial di Desa Margasari Kota Banjar
Suryo Dwi Putranto
Jurnal Karya untuk Masyarakat (JKuM) Vol 4 No 2: JULI 2023
Publisher : Universitas Tarakanita
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36914/1ebp3e44
Kegiatan Karya untuk Masyarakat ini difokuskan untuk peningkatan kemampuan digital skill atau ketrampilan digital para petani khususnya petani milenial yang menjadi kreator video di aplikasi SnackVideo, yang berdampak pada peningkatan pendapatan bagi mereka. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengedukasi dalam bentuk pelatihan digital skill kepada petani yang juga berprofesi sebagai konten kreator kategori pertanian di Desa Margasari, Kelurahan Bojongkantong, Kecamatan Langensari, Kota Banjar, Provinsi Jawa Barat. Pengabdian ini menyasar kelompok petani milenial yang terjun ke dunia konten kreator. Dalam kesehariannya para petani ini tetap melakukan bercocok tanam namun mereka menambah value diri dengan menjadi konten kreator di platform SnackVideo kategori pertanian dengan konsep pembayaran konten video berbasis hitungan jumlah viewers. Namun, belum semua petani mampu membuat konten video yang berkualitas tinggi yang diminati penonton khususnya di platform SnackVideo. Sehingga diketahui, kompetensi memproduksi konten video, skill editing, penggalian ide konten dan penggunaan hashtag atau tagar yang tepat, serta cara meningkatkan algoritma belum dimiliki secara komprehensif. Hasil kegiatan pelatihan ini menunjukan bahwa semua peserta yang mengikuti kegiatan ini telah berhasil meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tentang cara memproduksi konten video yang edukatif dan bagaimana memviralkan konten video tersebut.
Pengembangan Event Kreatif untuk Siswa SMA melalui Modul Green Event Level Up
Dewi Sad Tanti;
Mochamad Taufiq Hidayat
Jurnal Karya untuk Masyarakat (JKuM) Vol 6 No 2: JULI 2025
Publisher : Universitas Tarakanita
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36914/w2t0e872
Pelaksanaan aktivitas dan event di lingkungan sekolah masih banyak menghasilkan limbah dan kurang mempertimbangkan dampak lingkungan. Di sisi lain, minimnya pelatihan penyelenggaraan kegiatan kreatif bagi siswa sekolah menengah atas menjadi tantangan tersendiri. Pasalnya, banyak sekolah masih berfokus pada aspek akademik, sementara pengembangan soft skills melalui organisasi siswa belum mendapatkan perhatian yang optimal. Oleh karena itu, diperlukan upaya lebih lanjut untuk memberikan pelatihan yang sistematis dan berbasis praktik dalam mengelola kegiatan secara lebih kreatif dan berdampak. Salah satu pendekatan yang bisa diterapkan adalah pelatihan tematik seperti Green Event Management, yang tidak hanya meningkatkan kreativitas siswa tetapi juga menanamkan kesadaran lingkungan dan keberlanjutan. Pelatihan Pengembangan Event Kreatif untuk Siswa SMA melalui Modul Green Event Level Up merupakan upaya mendidik dan menyiapkan siswa dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan membangun budaya keberlanjutan di lingkungan sekolah. Pelatihan dirancang dengan penyampaian materi, diskusi interaktif, dan pemanfaaran modul "Green Event Level Up", yang mencakup perencanaan acara ramah lingkungan, pemanfaatan barang bekas, permainan edukatif, serta strategi SEO untuk publikasi digital. Pelatihan ini berhasil meningkatkan pemahaman dan keterampilan peserta dalam menyelenggarakan event kreatif yang ramah lingkungan serta memanfaatkan teknologi digital untuk publikasi yang efektif .
Pelatihan Pembelajaran Sejarah Islam Menggunakan Augmented Reality
Reimond Hasangapan Mikkael;
Etyca Rizky Yanti;
Hanif Aulawi;
Putri Nur Anggraeny;
Dian Kurniawan
Jurnal Karya untuk Masyarakat (JKuM) Vol 3 No 1: JANUARI 2022
Publisher : Universitas Tarakanita
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36914/ddf0eg39
Augmented reality (AR) adalah teknologi yang memungkinkan Anda untuk menggabungkan objek virtual 2D atau 3D ke dalam lingkungan nyata dan melihat atau memproyeksikannya secara real time. Pengguna dapat menggunakan aplikasi AR untuk mendapatkan informasi yang lebih detail. Guru dan siswa membutuhkan perangkat berupa media pembelajaran yang dapat berjejaring, menginformasikan, dan menyalurkan pesan guna merancang proses pembelajaran yang efektif dan efisien. Proses komunikasi antara pendidik dan peserta didik berkat hadirnya media pembelajaran. Kegiatan implementasi ditujukan kepada insan Pondok Pesantren Tahfizh Al Kaukab dalam rangka meningkatkan kualitas pembelajaran di lingkungan Pondok Pesantren Tahfizh Al Kaukab. Kegiatan pengabdian dilakukan selama delapan minggu, mulai dari minggu pertama Juni 2021 sampai dengan minggu terakhir bulan Agustus. Dengan melakukan kegiatan pemberdayaan, aplikasi AR dapat digunakan untuk mendukung kegiatan pendidikan dan pembelajaran untuk memecahkan masalah mitra belajar sejarah Islam. Proses pendidikan dan pembelajaran di Pesantren Tahfizh Al Kaukab.
Pelatihan Pendukung bagi Pelaku Usaha Kecil, Mikro, dan Menengah (UMKM) dalam Digitalisasi Pemasaran
Yakobus Suharyono;
Robertus Koesmaryanto Oetomo;
Petrus Dwi Ananto Pamungkas;
Gabriella Novianty Soedjarwo;
Uus Rusmawan;
Badie Uddin
Jurnal Karya untuk Masyarakat (JKuM) Vol 3 No 1: JANUARI 2022
Publisher : Universitas Tarakanita
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36914/9yz45q89
Pandemi Covid-19 yang berkepanjangan berdampak pula bagi para pelaku UMKM yang secara umum berskala kecil, baik modal, tenaga kerja, produk hingga pangsa pasarnya. Tidak sedikit para pelaku UMKM yang membuka usahanya di rumah karena tidak sanggup membayar sewa tempat berjualan atau bahkan menutup usahanya. Berawal dari keprihatinan inilah maka dilaksanakan kegiatan pelatihan bagi para pelaku UMKM yang berada di wilayah Jabodetabek dengan tujuan memberikan pengetahuan, wawasan, dan kemampuan untuk mampu bertahan melalui diversifikasi produk yang dijual hingga pemanfaatan teknologi. Pelatihan ini dilakukan secara online dengan media Zoom, demi tetap mendukung program pemerintah guna mengakhiri pandemi Covid-19 ini, dengan materi membangun jejaring pemasaran, fotografi sebagai kemampuan dasar kegiatan pemasaran digital produk UMKM, dan media sosial sebagai wahana pemasaran. Dalam pelatihan ini berhasil memaksimalkan gadget dan media sosial yang dimiliki oleh para peserta, terutama grup-grup yang sudah ada, untuk meningkatkan penjualan. Antusias yang tinggi dari para peserta dalam bertanya dan pendampingan dalam praktik langsung membuat pelatihan terasa berarti bagi para peserta pelatihan.
Pelatihan Komunikasi Organisasi, Kepemimpinan, serta Korespondensi kepada OSIS SMA Pangudi Luhur II Servatius
Elsie Oktivera;
Fredericka Krisma Setyatami;
Maria Estri Wahyuningsih
Jurnal Karya untuk Masyarakat (JKuM) Vol 3 No 2: JULI 2022
Publisher : Universitas Tarakanita
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36914/3534cz41
Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) merupakan wadah bagi siswa untuk mengembangkan diri melalui kegiatan-kegiatan untuk mencapai tujuan bersama. Bagi siswa- siswi SMA yang tergabung dalam OSIS, keunikan karakter, perbedaan sudut pandang dan harapan tiap individu dapat menjadi tantangan tersendiri dalam berkomunikasi, baik secara lisan maupun tulisan. Untuk itulah, pelatihan komunikasi organisasi, kepemimpinan serta korespondensi diberikan selama dua hari pada tanggal 25 dan 26 Februari 2022. Pelatihan diberikan kepada pengurus OSIS SMA Pangudi Luhur II Servatius, agar setiap individu menumbuhkan sikap kepemimpinan dalam berorganisasi serta menerapkan tata kelola korespondensi yang baik selama menjadi pengurus OSIS. Metode yang digunakan dalam pelatihan adalah ceramah, diskusi dan workshop. Dari hasil survei kepada peserta pelatihan, diperoleh informasi bahwa pelatihan ini membawa manfaat bagi mereka.
Pemberdayaan Guru Dan Orang Tua Anak Usia Dini Tentang Kesiapsiagaan Menghadapi Bencana Erupsi Merapi Di SPS Bina Yoga Pakem
arimbi Estri;
Herlin Lidya
Jurnal Karya untuk Masyarakat (JKuM) Vol 6 No 2: JULI 2025
Publisher : Universitas Tarakanita
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36914/5ynbpq57
Gunung Merapi terletak pada perbatasan Provinsi DI Yogyakarta dan Jawa Tengah. Data menunjuikkan bahwa gunung Merapi mempunyai frekuensi erupsi yang paling aktif (Rahayu, 2014). Kabupaten Sleman adalah wilayah DI Yogyakarta yang beresiko terkena dampak erupsi gunung Merapi. Desa Candibinangun yang terletak di kecamatan Pakem, Sleman adalah salah satu desa yang termasuk dalam kawasan rawan bencana II (KRB II) yang beresiko terdampak erupsi gunung Merapi. Upaya kesiapsiagaan di Desa Candibinangun terlebih anak-anak dan remaja perlu ditingkatkan, karena anak-anak dan remaja termasuk dalam golongan kelompok rentan terhadap dampak bencana. Berdasarkan hal tersebut perlu adanya upaya khusus untuk menambah pengetahuan tentang mitigasi bencana. Studi pendahuluan dilakukan pada salah satu sekolah yang terdapat banyak golongan usia rentan yaitu di SPS Bina Yoga Pakem yang berada di wilayah desa Candibinangun. Hasil wawancara dengan Kepala Sekolah SPS Bina Yoga Pakem sekaligus Ibu Dukuh Dusun Nepen, menyampaikan bahwa di SPS Bina Yoga Pakem belum pernah ada kegiatan peningkatan pengetahuan dan kompetensi bagi guru tentang kesiapsiagaan bencana. Kepala Sekolah SPS Bina Yoga Pakem menyampaikan bahwa anak didiknya sejumlah 25 siswa yang seluruhnya tinggal di beberapa dusun yang merupakan cakupan desa Candibinangun, Pakem. Hasil studi pendahuluan terhadap 3 orang tua siswa mengatakan mereka merasa khawatir apabila terjadi erupsi Gunung Merapi dan tidak memiliki kompetensi yang memadai untuk antisipasinya. Sehingga Kepala Sekolah dan orang tua merasa perlu untuk diadakan suatu kegiatan sebagai upaya mitigasi berupa kesiapsiagaan menghadapi erupsi Gunung Merapi. Kegiatan pemberdayaan Guru dan Orang Tua Siswa Usia Dini Tentang Kesiapsiagaan Menghadapi Bencana Erupsi Merapi di SPS Bina Yoga Pakem dilakukan dengan pemberian materi tentang Gunung Merapi dan bahayanya serta materi tentang pertolongan pertama pada korban bencana sekaligus praktiknya. Hasil evaluasi menunjukkan terjadi peningkatan pengetahuan serta kesiapsiagaan para guru dan orang tua murid terhadap bencana erupsi.