cover
Contact Name
ADDIN ZUHROTUL AINI
Contact Email
addinzuhrotul@upms.ac.id
Phone
+6282215081513
Journal Mail Official
lppm@upms.ac.id
Editorial Address
Jl. AR Saleh no 21 Nganjuk
Location
Kab. nganjuk,
Jawa timur
INDONESIA
Dharma Pendidikan
ISSN : 19072813     EISSN : 28290267     DOI : https://doi.org/10.69866/dp.vXXi1.XX
Dharma Pendidikan is a journal contains publications from researches and scientific studies. The publications intended to  contribute understanding and developing scientific theories and concepts, education and their application in education. 
Articles 189 Documents
Penggunaan Teknik Merangkai Bidang Berwarna Untuk Meningkatkan Aktivitas dan Kemampuan Menggambar Kubisme Pada Siswa Kelas IX H SMP Negeri 3 Nganjuk Wuryaningsih
Dharma Pendidikan Vol 14 No 1 (2019): Dharma Pendidikan
Publisher : STKIP PGRI Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69866/dp.v14i1.93

Abstract

Dalam salah satu materi Seni Rupa terdapat materi tentang kubisme. Visual Kubisme menunjukkan berbagai sudut pandang dalam bidang dua dimensi. Objek yang tadinya sederhana dan berkesan dua dimensi, dipecah-pecah menjadi berbagai sudut pandang dan digabung kembali menjadi terlihat kedalamannya, sudut lain serta organ-organ atau komponen-komponennya. Di tingkat SMP siswa tidak diminta untuk bisa menggambar kubisme dengan sempurna melainkan hanya sebatas mengetahui dan mampu menggambar sesuai ciri-ciri kubisme dan pada akhirnya bisa mengerti tentang arti sudut pandang dalam penerapannya ke kehidupan nyata. Salah satu teknik yang diharapkan bisa digunakan untuk meningkatkan kemampuan menggambar kubisme adalah dengan merangkai bidang berwarna. Metode penelitian yang digunakan adalah PTK (Penelitian Tindakan Kelas). Penelitian dilakukan dalam dua siklus, diawali dengan menyusun rencana dan jadwal kegiatan, merancang instrumen penelitian dan merancang langkah-langkah pembelajaran yang akan diterapkan selama penelitian berlangsung, kemudian dilakukan pelaksanaan tindakan, diteruskan dengan analisis dan refleksi untuk menentukan tindakan pada siklus berikutnya. Hasil yang didapatkan dari penelitian adalah terjadinya peningkatan aktivitas belajar untuk setiap aspek pengamatan. Aspek eksplorasi ide mengalami peningkatan sebesar 15,6% dari 60,2% menjadi 75,8%. Aspek kombinasi bentuk mengalami peningkatan paling besar yaitu 18,8% dari 62,5% menjadi 81,3%. Aspek kerapian bentuk mengalami peningkatan sebesar 14,9% dari 61,7% menjadi 76,6%. Aspek kemandirian mengalami peningkatan sebesar 11,70% dari 70,3% menjadi 82,0%. Dan aspek ketepatan waktu mengalami peningkatan sebesar 4,7% dari 80,5 % menjadi 85,2 %. Secara keseluruhan rata-rata persentase aktivitas belajar siswa mengalami peningkatan sebesar 13,2% dari 67,0 % pada siklus 1menjadi 80,2 % pada siklus 2. Kemampuan menggambar kubisme untuk setiap aspek mengalami peningkatan. Peningkatan terbesar pada aspek keindahan kombinasi bentuk yaitu meningkat sebanyak 13,3% dari 71,1% menjadi 84,4%. Pada aspek jumlah bentuk yang dihasilkan mengalami peningkatan sebesar 3,9% dari 80,5% menjadi 84,4%. Aspek kaidah bentuk kubisme mengalami peningkatan sebesar 4,7% dari 66,4% menjadi 71,1%. Aspek keberagaman teknik mengalami peningkatan sebesar 11,7% dari 68,8% menjadi 80,5%. Secara keseluruhan rata-rata persentase kemampuan menggambar kubisme mengalami peningkatan sebesar 8,4% dari 71,7% pada siklus 1 menjadi 80,1 %pada siklus 2. Dari hasil peneltian tersebut dapat disimpulkan bahwa penggunaan teknik merangkai bidang berwarna telah meningkatkan aktivitas belajar dan kemampuan menggambar kubisme siswa kelas IX H SMP Negeri 3 Nganjuk.
Pemanfaatan Kemampuan Metakognitif Dalam Upaya Peningkatan Proses Berpikir Kreatif Siswa Dalam Pembelajaran Matematika agustin patmaningrum
Dharma Pendidikan Vol 14 No 1 (2019): Dharma Pendidikan
Publisher : STKIP PGRI Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69866/dp.v14i1.94

Abstract

Matematika merupakan ilmu yang abstrak yang menghendaki siswa berpikir kritis, berpikir logis, berpikir sistematis, bersifat objektif, bersifat jujur dan bersifat disiplin dalam memandang dan menyelesaikan masalah. Kemampuan berpikir yang digunakan siswa adalah kemampuan berpikir kognitif atau dikenal dengan istilah kemampuan metakognitif. Kemampuan metakognitif merupakan suatu proses untuk mengenali apa yang ada di dalam diri individu.Dengan kemampuan metakognitif dapat memudahkan siswa dalam menyelesaikan masalah. Dalam pembelajaran matematika perlu dikembangkan metakognitifnya sehingga dapat meningkat proses berpikir kreatif siswa.
Analysis On Students’ Difficulties of Finding Main Idea of A Passage Puput Zuli Ekorini
Dharma Pendidikan Vol 15 No 2 (2020): Dharma Pendidikan
Publisher : STKIP PGRI Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69866/dp.v15i2.95

Abstract

This research was conducted to find students difficulties if getting main idea from a text and to know the students’ perspective of reading activity to find main idea. The subject of this research was the third semester students of English Department of STKIP PGRI Nganjuk which was consisted of 27 students. For getting the data, the researcher used three techniques they were reading test, interview, and providing questionnaire. As the results of the test there were 9 students who had score in range of 65-75 with the total questions of 20 and the rest had score in range of 40-64. Based on the interview, the students’ problems were about having low interest of reading, having low vocabulary mastery, the sentence structure which longer than what they usually read or construct, having poor reading strategy, and getting confused of grammatical structure used in the text. Based on the results of the questionnaire can be concluded that the third semester of English Department of STKIIP PGRI Nganjuk still had difficulties of getting main idea from a passage because mostly they did not understand with the vocabulary used in text so they could not determine the main idea of the passage.
Meningkatkan Keaktifan Dan Prestasi Belajar Siswa Dengan Pembelajaran Kooperatif Tipe Two Stay Two Stray Berbasis Lesson Study Pada Mata Pelajaran Matematika Peminatan Kelas Xi Mipa 2 SMA N 1 Weru Sukoharjo Tahun Ajaran 2019/2020 Adhitya Eko Cahya Putro; Herry Agus Susanto; Annisa Prima Exacta
Dharma Pendidikan Vol 14 No 1 (2019): Dharma Pendidikan
Publisher : STKIP PGRI Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69866/dp.v14i1.97

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keaktifan dan prestasi belajar matematika siswa kelas XI MIPA 2 SMA N 1 Weru Sukoharjo Tahun Ajaran 2019/2020 melalui pembelajaran kooperatif tipe Two Stay Two Stray (TSTS)berbasis Lesson Study. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI MIPA 2 SMA N 1 Weru yang berjumlah 31 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu teknik observasi, tes dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data yaitu analisis peningkatan keaktifan belajar siswa dan peningkatan prestasi belajar siswa. Berdasarkan hasil penelitian, rata-rata keaktifan belajar siswa pada pra siklus 50,9%, pada siklus I 64,6%, dan pada siklus II 78,6%. Dalam pra siklus, nilai rata-rata kelas adalah 53,3. Pada siklus I menjadi 62,8 dan 76,8 pada siklus II. Jumlah siswa yang mencapai KKM pada pra siklus sebanyak 4 siswa (9,67%), pada siklus I menjadi 10 siswa (33,3%) dan pada siklus II menjadi 30 siswa (100%).
Peningkatan Prestasi Belajar PPKN Pada Kompetensi Dasar Kedaulatan Rakyat Melalui Optimalisasi Pemberian Tugas Berupa Pekerjaan Rumah (PR) Yesi Puspitasari; Chodib Suyoso
Dharma Pendidikan Vol 14 No 1 (2019): Dharma Pendidikan
Publisher : STKIP PGRI Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69866/dp.v14i1.98

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran konstruktivisme terhadap hasil belajar siswa, pengaruh model pembelajaran Make A Match terhadap hasil belajar siswa dan mengetahui model pembelajaran mana yang lebih baik. Jenis penelitian adalah eksperimen dengan tehnik pengumpulan data menggunakan angket. Populasi penelitian adalah kelas VII SMP N 3 Bagor yang berjumlah 48 siswa. Tehnik sampel yang digunakan adalah total sampling, dimana semua populasi yang ada diikut sertakan semua yaitu 48 siswa atau disebut juga sebagai penelitian populasi. Tes yang digunakan untuk mengukur hasil belajar siswa menggunakan angket. Analisis data menggunakan uji t-parsial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Ada pengaruh model pembelajaran konstruktivisme terhadap hasil belajar siswa mata pelajaran PPKN materi kemerdekaan mengemukakan pendapat pada siswa kelas VII SMPN 3 Bagor, dengan nilai t-hitung =2.904. 2) Ada pengaruh model pembelajaran Make A Match terhadap hasil belajar siswa mata pelajaran PPKN materi kemerdekaan mengemukakan pendapat pada siswa kelas VII SMPN 3 Bagor, dengan nilai t-hitung = 2.407. 3) Model Pembelajaran Make A Match Lebih Baik Daripada Model Pembelajaran Kontruktivisme Terhadap Hasil Belajar Siswa Mata Pelajaran PPKn Materi Kemerdekaan Mengemukakan Pendapat Pada Siswa Kelas VII SMP N 3 Bagor, dengan nilai rata-rata kelas VII A 82,7 < nilai rata-rata kelas VII B 85,4. Dengan adanya penelitian ini, diharapkan guru dapat mempertimbangkan dalam kegiatan belajar mengajar terutama dalam pemanfaatan model pembelajaran yang dipakai dengan materi yang disajikan.
Pengaruh Kesadaran Politik Mahasiswa STKIP PGRI Nganjuk Tahun 2015-2016 Terhadap Tingkat Partisipasi Pemilihan Kepala Daerah Di Kabupaten Nganjuk Tahun 2013 Ratna Pramitasari; Yudha Harnanto
Dharma Pendidikan Vol 14 No 1 (2019): Dharma Pendidikan
Publisher : STKIP PGRI Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69866/dp.v14i1.100

Abstract

Generasi muda merupakan generasi pewaris nilai-nilai luhur budaya bangsa, dan penerus cita-cita bangsa serta insan pembangunan termasuk di dalamnya mahasiswa. Memahami kesadaran politik mahasiswa sebagai pemilih pemula dalam pemilihan kepala daerah perlu kiranya diaktualisasikan melalui pembelajaran yang melibatkan langsung diri mahasiswa terhadap fenomena sosial yang terjadi di lingkungan anggota dan aktivitas keluarga atau masyarakat.Dalam mengkaji rendahnya partisipasi politik mahasiswa, sangat mungkin terjadi karena peran partai politik dalam pendidikan politik warga negara masih masif, dan sangat menggantungkan kepada pemerintah melalui pendidikan formal. Pelaksanaan pemilihan kepala daerah sebagai perwujudan demokrasi Pancasila merupakan wahana pemanfaatan hak politik warga negara yang dijamin, oleh peraturan perundangan perlu ditingkatkan partisipasi politiknya. Pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah secara langsung oleh rakyat merupakan suatu proses politik di daerah menuju kehidupan politik yang lebih demokratis dan bertanggung jawab.Pendekatan penelitian ini menggunakan pendekatakan kuantitatif dan kualitatif. Tempat penelitian yang digunakan adalah STKIP PGRI NGANJUK, sedangkan subyek penelitian adalah kesadaran politik mahasiswa dan pemilihan kepala daerah. Obyek penelitiannya adalah mahasiswa STKIP PGRI NGANJUK program studi Pendidikan Kewarganegaraan. Dalam penelitian ini digunakan teknik analisis statistik yaitu teknik kolerasi, setelah diperoleh hasil observasi selanjutnya adalah menginterprestasikan nilai “r” hasil observasi dengan cara mengkonsultasikan denga nilai “r” product, yang ada pada tabel dengan batas penolakan N=40. Ternyata hasil yang diperoleh setelah dikonsultasikan 5% sebesar 0,312 dan untuk taraf signifikansi 1% sebesar 0,403. Dengan demikian ternyata nilai hasil observasi lebih besar dari nilai yang ada dalam tabel, maka hipotesis kerja yang diajukan dapat diterima dan menolak hipotesis nihil (Ho).Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa adanya pengaruh yang positif antara kesadaran politik mahasiswa STKIP PGRI NGANJUK tahun 2015-2016 terhadap tingkat partisipasi pemilihan kepala daerah di Kabupaten Nganjuk tahun 2013.
Upaya Peningkatan Hasil Belajar IPA Dengan Strategi Pembelajaran Inkuiri Pada Siswa Kelas IV SDN Sanggrahan 2 Kecamatan Prambon Tahun Pelajaran 2018/ 2019 Eni Nurwiyati
Dharma Pendidikan Vol 15 No 2 (2020): Dharma Pendidikan
Publisher : STKIP PGRI Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69866/dp.v15i2.101

Abstract

IPA merupakan salah satu mata pelajaran yang seharusnya banyak memberi kesempatan kepada siswa untuk dapat memahami alam secara langsung. Namun demikian sering kali kesempatan itu tidak dimiliki oleh siswa SDN Sanggrahan 2 Kecamatan Prambon, hasil belajar IPA pada kelas 4 khususnya masih belum dapat mencapai target ketuntasan yang telah ditentukan. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas 4 SDN Sanggrahan 2 Kecamatan Prambon Kabupaten Nganjuk dengan menerapkan strategi pembelajaran inkuiri (SPI). Penelitian ini termasuk jenis penelitian tindakan kelas (classroom action research) kolaboratif. Subjek penelitian adalah siswa kelas 4 SDN Sanggrahan 2 Kecamatan Prambon Kabupaten Nganjuk. Jumlah siswa dalam kelas ini ada 16 anak. Teknik pengumpulan data menggunakan tes, pengamatan, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif dan analisis deskriptif kuantitatif menggunakan penghitungan skor rata-rata. Indikator keberhasilan penelitian ini adalah adanya peningkatan hasil belajar IPA dengan target 75 % dari jumlah siswa yang mengikuti proses belajar mengajar telah mencapai KKM dan nilai rata-rata kelas ≥ 70. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar, pada siklus I sebanyak 1057 naik sebesar 200 menjadi 1257 pada siklus II, skor maksimal pada siklus I sebesar 80 naik sebanyak 13 menjadi 93 pada siklus II, nilai terendah siklus I yaitu 57 naik 6 angka menjadi 63 pada siklus II, rata-rata kelas secara klasikal pada siklus I 66 naik 13 menjadi 79, secara umum pada siklus I ada 5 anak yang tuntas atau sebesar 31.3% pada siklus II sebanyak 14 anak atau sebesar 87.5%.
Penerapan Pembelajaran Kopperatif Tipe Number Head Together (NHT) Pada Materi Deret Taylor Dan Maclaurin Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Mahasiswa STKIP PGRI Nganjuk Addin Zuhrotul Aini
Dharma Pendidikan Vol 13 No 1 (2018): Dharma Pendidikan
Publisher : STKIP PGRI Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69866/dp.v13i1.102

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah penggunaan metode kooperatif tipe NHT Afl dapat meningkatkan hasil belajar mahasiswa. Penelitian dilaksanakan di STKIP PGRI Nganjuk terhadapat mahasiswa prodi pendidikan matematika. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan dua siklus. dalah Teknik pengumpulan data menggunakan tes dan angket respon dari mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya peningkatan hasil belajar mahasiswa sebesar 23,33%. Tahap-tahap model pembelajaran NHT Afl dapat dilihat dengan bantuan LKM yang telah diberikan oleh dosen. Dalam pembelajaran ini, mahasiswa mendapat bimbingan dari dosen agar lebih terarah.
Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Pada Kompetensi Dasar Menentukan Himpunan Penyelesaian Persamaan Dan Pertidaksamaan Linier Melalui Model Pembelajaran Langsung (Direct Instruction) Bagi Siswa Kelas XI TKJ 2 SMK Negeri 1 Lengkong Nganjuk Tahun Pelajaran 2017/2018 Yatini Yatini
Dharma Pendidikan Vol 13 No 1 (2018): Dharma Pendidikan
Publisher : STKIP PGRI Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69866/dp.v13i1.103

Abstract

Untuk mengatasi masalah rendahnya daya serap siswa terhadap matematika, diperlukan suatu metode pembelajaran yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa. salah satunya dengan metode pembelajaran Menentukan Himpunan Penyelesaian Persamaan Dan Pertidaksamaan Linier Melalui Model Pembelajaran Langsung (Direct Instruction) Bagi Siswa Kelas XI TKJ 2 SMK Negeri 1 Lengkong Nganjuk Tahun Pelajaran 2017/2018. Dari hasil penelitian diperoleh nilai rata-rata nilai hasil belajar matematika siswa yang sebelum dan siswa yang sesudah diterapkan menggunakan metode pembelajaran (Direct Instruction) mengalami peningkatan dari 64,32 menjadi 96 sehingga disimpulkan “ada peningkatan hasil belajar matematika menggunakan metode pembelajaran (Direct Instruction). Salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan adalah dengan memperbaiki metode pembelajaran. Karena metode pembelajaran merupakan hal yang utama dalam pendidikan. Dalam proses pembelajaran akan selalu berkaitan dengan peran guru sebagai pendidik. Peran guru tidak hanya mentransfer ilmunya kepada siswa tetapi juga mengajak anak didiknya untuk mengembangkan kompetensi yang dimiliki dengan memberi contoh yang baik. Sekarang banyak di jumpai guru yang pintar, bergelar tinggi bahkan sudah sertifikasi, namun dalam menyampaikan ilmunya kepada siswa belum mampu membuat produktivitas, kreativitas, dan kemampuan pemahaman siswa berkembang secara optimal.
Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Mata Pelajaran PKN Dengan Menggunakan Model Pembelajaran Make A Match Nurin Masfufah; Rasid Anggara
Dharma Pendidikan Vol 14 No 1 (2019): Dharma Pendidikan
Publisher : STKIP PGRI Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69866/dp.v14i1.104

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar PKn setelah diterapkan model pembelajaran Make A Match siswa kelas X-3 SMA Negeri 1 Loceret Tahun Pelajaran 2015/2016. Dengan menggunakan metode tersebut diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi siswa sehingga siswa mampu dengan mudah menerima materi yang diberikan oleh guru, termotivasi dalam mengikuti kegiatan pembelajaran, dan bersemangat dalam mengerjakan tugas-tugas yang diberikan oleh guru. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 Loceret Kabupaten Nganjuk Tahun Pelajaran 2015/2016. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X-3 SMA Negeri 1 Loceret tahun pelajaran 2015/2016 dengan jumlah siswa 29 siswa. Untuk pengambilan sampel peneliti menggunakan sampling jenuh yaitu teknik penentuan sampel bila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel. Instrumen penelitian yang digunakan untuk memperoleh data adalah menggunakan metode tes, yaitu untuk memperoleh data tentang hasil belajar pada mata pelajaran PKn. Tes diberikan setelah melakukan kegiatan pembelajaran (post-test). Data yang peroleh kemudian dianalisis dengan mengguankan uji “t”, untuk mengetahui hasil belajar siswa antara yang diajar dengan menggunakan metode konvensional dengan menggunakan model pembelajaran Make A Match. Berdasarkan hasil analisa diketahui bahwa nilai db sebesar 28 diperoleh harga kritik t atau tabel pada signifikansi 5% sebesar 2,05; sedangkan pada taraf signifikansi 1% diperoleh sebesar 2,76. Dengan membandingkan besarnya “t” yang diperoleh dalam perhitungan = 9,845 dan besarnya “t” yang tercantum pada Tabel Nilai t ( = 2,05 dan = 2,76) maka dapat diketahui bahwa >, maka diterima dan ditolak. Yang artinya bahwa hipotesis yang diajukan peneliti “Diterima”.

Page 7 of 19 | Total Record : 189