cover
Contact Name
Imam Kharits Najibulloh
Contact Email
it@insima.ac.id
Phone
+6285879856006
Journal Mail Official
rumahjurnal@insima.ac.id
Editorial Address
https://jurnal.insima.ac.id/index.php/j-ebi/about/editorialTeam
Location
Kab. cilacap,
Jawa tengah
INDONESIA
J-EBI Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam
ISSN : 28292995     EISSN : 28292995     DOI : https://doi.org/10.57210/j-ebi.3.01
Core Subject : Economy,
Focuse And Scope J-EBI (Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam) 1. Ekonomi dan Bisnis Syariah 2. Manajemen 3. Manajemen Bisnis 4. Akuntansi Syariah 5. Keuangan dan Perbankan Syariah 6. Manajemen Zakat, Infak, Shodaqoh dan Wakaf 7. Kewirausahaan Islam 8. Hukum Ekonomi Islam 9. Pemikiran Ekonomi Islam 10. Etika Bisnis Islam 11. Pasar Modal Islam
Articles 30 Documents
PELUANG DAN TANTANGAN PASAR INDUSTRY HALAL BAGI MENGGAIT MUSLIM MELENIAL Andika Bayu Kurnia; Juliana Putri
J-EBI Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam Vol 4 No 01 (2025): Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam
Publisher : Institut Agama Islam K.H. Sufyan Tsauri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57210/j-ebi4011

Abstract

The halal industry offers new opportunities in the industrial world that are being sought after by countries around the world. With a global Muslim population reaching one-third of the world's population and the rapid growth of the Muslim millennial generation, the halal industry is a promising market. Although it initially developed in Muslim-majority countries, now Muslim-minority countries are also participating. However, the participation of non-Muslim majority countries in this market poses challenges for Muslim countries, including Indonesia. As a country with the largest Muslim population, Indonesia lags behind in the development of the halal industry compared to other Muslim countries. With predicted spending by Muslim millennial tourists reaching trillions of US dollars, the role of this generation is very important in the growth of this sector. Indonesia must face challenges such as the low appeal of domestic halal products and tight competition with other countries. Strategic steps are needed to harness the potential of the Muslim millennial generation so that Indonesia can become a leader in the halal industry in the future.
PENERAPAN PEMBIAYAAN AKAD IJARAH PADA JASA SERVIS MOTOR BENGKEL ABADI MOTOR Tabita Vasya Nurin Nabila; Muhammad Syarofi; Mohamed Abdeltawab Ibrahim
J-EBI Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam Vol 4 No 01 (2025): Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam
Publisher : Institut Agama Islam K.H. Sufyan Tsauri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57210/t2sbz108

Abstract

Penelitian ini membahas penerapan akad ijarah dalam jasa servis motor di Bengkel Abadi Motor, Desa Kencong. Akad ijarah, yang merupakan perjanjian sewa jasa dalam Islam, digunakan dalam transaksi antara bengkel dan pelanggan, di mana pelanggan membayar ujrah (upah) atas layanan perbaikan motor. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui wawancara dan observasi terhadap pemilik bengkel, Tn. Khosim. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan akad ijarah meningkatkan transparansi transaksi, memastikan keadilan dalam biaya jasa, serta memberikan kepastian hukum bagi kedua belah pihak. Selain itu, penelitian ini menyoroti pentingnya pencatatan keuangan yang sesuai dengan prinsip ekonomi Islam untuk meningkatkan kepercayaan konsumen dan keberlanjutan usaha.
PELUANG EKONOMI DAN TANTANGAN REGULASI DALAM INDUSTRI HALAL DI INDONESIA: SEBUAH ANALISIS STRATEGIS Safana Salsabila
J-EBI Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam Vol 4 No 01 (2025): Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam
Publisher : Institut Agama Islam K.H. Sufyan Tsauri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57210/ef73q118

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi peluang ekonomi dan tantangan regulasi dalam industri halal di Indonesia. Dengan populasi Muslim terbesar di dunia, Indonesia memiliki potensi besar dalam berbagai sektor industri halal, seperti makanan, keuangan syariah, pariwisata halal, dan busana Muslim. Namun, beberapa tantangan regulasi masih menjadi hambatan dalam pengembangan industri ini, termasuk perbedaan standar halal, kurangnya kesadaran masyarakat, serta implementasi regulasi yang belum optimal. Penelitian ini merupakan penelitian kepusstakaan dengan pendekatan kualitatif. Data yang dikumpulkan berasal dari artikel ilmiah, laporan industri, serta dokumen resmi dalam kurun waktu lima tahun terakhir (2019–2024). Proses analisis dilakukan melalui reduksi data, pengelompokan tematik, serta verifikasi dengan teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun industri halal Indonesia memiliki prospek cerah, berbagai kendala regulasi dan implementasi kebijakan masih menghambat pertumbuhannya. Tantangan utama mencakup harmonisasi sertifikasi halal, peningkatan daya saing produk lokal, serta kesadaran konsumen terhadap produk halal. Untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat industri halal global, dibutuhkan strategi berupa penguatan regulasi, peningkatan kualitas SDM, serta kerja sama internasional yang lebih erat.
KONSEP ETIKA BISNIS ISLAM PADA PERDAGANGAN KULINER DIGITAL Nurhalisa; Surya Sakti
J-EBI Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam Vol 4 No 01 (2025): Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam
Publisher : Institut Agama Islam K.H. Sufyan Tsauri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57210/j-ebi4014

Abstract

Etika pemasaran Islami menekankan kejujuran, keadilan, transparansi, serta menjaga hak-hak konsumen dan pelaku bisnis. Dalam aktivitas pemasaran, praktik-praktik seperti manipulasi informasi, penipuan, atau pemaksaan sangat dilarang. Sebaliknya, interaksi yang dilakukan harus didasari pada niat yang baik, transaksi yang adil, serta memperhatikan kemaslahatan bersama. Prinsip ini relevan bagi semua jenis usaha, baik konvensional maupun yang berbasis syariah, karena menekankan keseimbangan antara kepentingan bisnis dengan nilai-nilai moral dan spiritual. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif untuk mengkaji bagaimana pelaku usaha kuliner online menerapkan nilai-nilai Islam dalam praktik bisnis mereka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip etika bisnis Islam, termasuk transparansi dalam promosi, penghindaran manipulasi psikologis, dan pemenuhan kebutuhan dasar konsumen, diterapkan oleh sebagian besar pelaku usaha. Namun, tantangan terkait pemahaman yang tidak merata mengenai etika bisnis Islam dalam pemasaran digital masih menjadi isu utama. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan etika bisnis Islam dalam bisnis kuliner online dapat menciptakan bisnis yang berkelanjutan, menguntungkan, dan bermanfaat bagi masyarakat, asalkan dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab dan integritas.
SERTIFIKASI HALAL DAN STRATEGI PEMASARAN BAGI BISNIS PRODUK HALAL DI INDONESIA Khairiyah Fikri Azzahar
J-EBI Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam Vol 4 No 01 (2025): Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam
Publisher : Institut Agama Islam K.H. Sufyan Tsauri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57210/j-ebi4015

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak sertifikasi halal terhadap perusahaan produk halal di Indonesia. Permasalahan halal telah menjadi tren global yang ditandai dengan hadirnya lembaga sertifikasi halal di seluruh dunia. Artikel ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan mengkaji literatur yang relevan dan mengamati implementasi sistem jaminan halal di Indonesia. Informasi diperoleh melalui jurnal, buku, terbitan berkala, surat kabar, media elektronik (misalnya website resmi LPPOM MUI) dan kontak pribadi dengan sumber yang terpercaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sertifikasi produk halal berpengaruh positif dalam menciptakan lingkungan bisnis halal di Indonesia. Bagi konsumen, sertifikat halal memberikan perlindungan, jaminan, informasi tentang kehalalan suatu produk dan merupakan alat etika bisnis. Bagi pengusaha, sertifikasi halal meningkatkan kepercayaan konsumen dan menjangkau pasar makanan halal global.
ETIKA BISNIS DALAM PERSPEKTIF ISLAM(STUDI KASUS PADA  USAHA BENGKEL MOTOR): (Studi Kasus Pada  Usaha Bengkel Motor Di Desa Panimbang) Supar; Yayat Sujatna
J-EBI Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam Vol 4 No 01 (2025): Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam
Publisher : Institut Agama Islam K.H. Sufyan Tsauri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57210/j-ebi.v4.i01.6

Abstract

Etika bisnis dalam perspektif Islam menekankan pada prinsip kejujuran, keadilan, dan tanggung jawab dalam menjalankan usaha, sehingga tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga keberkahan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi etika bisnis Islam dalam usaha bengkel motor di Desa Panimbang. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk mendapatkan data yang mendalam mengenai praktik bisnis yang diterapkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemilik bengkel telah menerapkan prinsip etika bisnis Islam dalam aspek kejujuran dalam pelayanan, transparansi dalam penentuan harga, serta kepedulian terhadap pelanggan dan lingkungan sekitar. Meskipun demikian, masih terdapat beberapa tantangan, seperti persaingan bisnis yang ketat dan kurangnya pemahaman sebagian pelanggan mengenai konsep bisnis yang berlandaskan nilai-nilai Islam. Kesimpulannya, penerapan etika bisnis Islam di bengkel motor ini telah berjalan dengan baik dan memberikan dampak positif bagi keberlangsungan usaha serta kepuasan pelanggan.
ANALISIS KEPUASAN PENGUNJUNG ATAS LAYANAN KANTOR PELAYANAN, PENYULUHAN DAN KONSULTASI PERPAJAKAN DALAM PRESPEKTIF EKONOMI SYARIAH Pifqi Farika Azzahra
J-EBI Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam Vol 4 No 02 (2025): Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam
Publisher : Institut Agama Islam K.H. Sufyan Tsauri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57210/j-ebi.v4.i02.9

Abstract

KP2KP Majenang is the parent tax office of KPP Pratama Cilacap. As a government organization that carries out its duties in collecting State revenue and at the same time is obliged to provide services to the community, the role and function of the Directorate General of Taxes is becoming increasingly important. Good service quality is one of the efforts to increase taxpayer compliance. Self-service in the tax sector can be interpreted as services provided to Taxpayers by the Directorate General of Taxes to help Taxpayers fulfill their tax obligations Tax services are included in public services because they are carried out by government agencies, aim to meet the needs of the community and in the context of the implementation of the law and are not profit-oriented. KP2KP Majenang has a five-star rating for service satisfaction in google reviews. Overall, visitor satisfaction with the service at the tax office
BUNGA YANG DIBOLEHKAN: (Pemikiran Syafruddin Prawiranegara) Roqi Yasin; Bayu Sudrajat; Fatoni Fatoni
J-EBI Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam Vol 3 No 01 (2024): Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam
Publisher : Institut Agama Islam K.H. Sufyan Tsauri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57210/j-ebi.v3.i01.26

Abstract

Bunga bank seringkali dimaknai sama dengan riba. Hal tersebut dikarenakan ketidaksesuaian bunga bank dengan syari’at Islam dalam sistem penetapan bunga. Namun, dalam perspektif yang lain, sebagain ulama memandang bunga bank sebagai sesuatu yang tidak layak dikategorikan sebagai riba karena penentuan bunga adalah masalah mu’amalah atau ekonomi yang dasarnya adalah kerelaan dan kesepakatan. Tokoh Ekonomi Islam Syafruddin Prawiranegara memiliki perspektif bahwa sistem ekonomi berbasis Islam dan bunga bank tidaklah bertentangan satu sama lain. Bunga bank berbeda dengan riba dalam Islam, bunga bank yang wajar tidak sama dengan riba. Riba dalam pandangan Syafruddin adalah keuntungan yang diperoleh dari transaksi yang bersifat eksploitatif dan penipuan, riba bisa terjadi dalam transaksi tunai atau kredit. Sistem ekonomi syariah sebenarnya adalah kegiatan ekonomi yang dibimbing dan diarahkan oleh norma-norma Islam. Tujuan penelitian ini untuk mengkaji secara komprehensif tentang pandangan Syafruddin Prawiranegara tentang Bunga Bank. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif non partisipan. Metode ini mengadopsi pendekatan kajian kepustakaan (library reseacrh). Hasil penelitian ini menjabarkan tentang riba dan bunga bank, konsep agama dan ekonomi dalam pandangan Syafruddin Prawiranegara, serta pemikiran Syafruddin Prawiranegara tentang bunga yang dibolehkan.
PENGARUH INTERNASIONAL TERHADAP PERKEMBANGAN PEMBANGUNAN EKONOMI DI INDONESIA Ian Rakhmawan Suherli; Pandi Rumra; Dini Sri Wahyuni
J-EBI Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam Vol 3 No 01 (2024): Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam
Publisher : Institut Agama Islam K.H. Sufyan Tsauri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57210/j-ebi.v3.i01.27

Abstract

Ekonomi suatu negara dipengaruhi oleh kekuatan internasional dan kekuatannya sendiri. Ini juga berlaku untuk Indonesia. Indonesia harus menghadapi dunia multidimensi. Oleh karena itu, panduan untuk menyukseskan pembangunan ekonomi diperlukan agar pembangunan ekonomi dapat mencapai tujuannya. Penelitian ini dilakukan dengan cara library research dan bersifat  deskriptif analisis dan bertujuan mengetahui hal apa saja yang mempengaruhi perkembangan pembanguanan ekonomi nasional khususnya negara Indonesia.  Pengaruh internasional menentukan keberhasilan atau kegagalan pembangunan ekonomi Indonesia karena situasi internasional yang kompleks. Perang antara negara produsen energi dan pangan, pandemi, hutang luar negeri yang berdenominasi mata uang asing, terutama dolar AS, krisis ekonomi dan inflasi tinggi di AS dan Eropa, dan globalisasi yang diwakili oleh perdagangan internasional dan Penanaman Modal Asing adalah semua peristiwa yang sulit dipisahkan dari kemajuan ekonomi Indonesia.
EKSPLORASI TEORI DISRUPSI SYARIAH TERHADAP INOVASI PERBANKAN SYARIAH DI ERA DIGITAL DIGITAL CLAYTON CHRISTENSEN DAN MAQASHID EKSPLORASI TEORI DISRUPSI SYARIAH TERHADAP INOVASI PERBANKAN SYARIAH DI ERA DIGITAL DIGITAL CLAYTON CHRISTENSEN DAN MAQASHID Haerunnisa Haerunnisa; Arif Sugitanata
J-EBI Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam Vol 3 No 01 (2024): Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam
Publisher : Institut Agama Islam K.H. Sufyan Tsauri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57210/j-ebi.v3.i01.28

Abstract

Penelitian ini menjelaskan secara holistik inovasi perbankan syariah di era digital, di mana dalam dekade terakhir, revolusi digital telah mengubah cara lembaga keuangan beroperasi, memicu tantangan dan peluang bagi perbankan syariah. Melalui penelitian kepustakaan yang mendalam dengan jenis penelitian kualitatif berdasarkan analisis deskriptif analitis untuk menyoroti tantangan kompleks dan inovasi yang dihadapi oleh perbankan syariah yang disertai dengan kerangka teoritis Disrupsi Digital Clayton Christensen dan konsep Maqashid Syariah. Penelitian ini menyoroti berbagai tantangan yang dihadapi perbankan syariah, mulai dari integrasi teknologi digital dengan prinsip syariah hingga persaingan dengan lembaga keuangan konvensional, serta kesenjangan informasi dan kebutuhan akan SDM yang kompeten. Di sisi lain, inovasi dalam produk perbankan syariah di era digital mencakup penggunaan teknologi seperti mobile banking, blockchain, dan AI untuk meningkatkan layanan dan efisiensi operasional, serta memperluas akses keuangan melalui produk pembiayaan dan investasi yang inovatif. Analisis berdasarkan teori Disrupsi Digital Clayton Christensen mengungkapkan bagaimana perbankan syariah mengadopsi teknologi untuk menawarkan solusi yang lebih efisien dan personal kepada nasabah, sementara perspektif Maqashid Syariah menunjukkan bagaimana inovasi tersebut memenuhi tujuan-tujuan hukum Islam, seperti menjaga agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta, serta menjaga lingkungan. Secara keseluruhan, inovasi produk perbankan syariah di era digital menggambarkan sinergi antara teknologi dan prinsip syariah untuk menciptakan ekosistem keuangan yang adil, inklusif, dan berkelanjutan. Dengan terus mengembangkan solusi yang memenuhi kebutuhan masyarakat modern sambil mempertahankan integritas nilai-nilai syariah, perbankan syariah berada di garis depan dalam memberikan nilai tambah kepada pelanggan dan masyarakat, sekaligus membuka peluang pertumbuhan ekonomi baru.

Page 1 of 3 | Total Record : 30