cover
Contact Name
Utama Alan Deta
Contact Email
utamadeta@unesa.ac.id
Phone
+62895429851500
Journal Mail Official
reog.mep@gmail.com
Editorial Address
Mitra Edukasi dan Publikasi Griya Taman Asri AB/26 Tawangsari, Taman, Sidoarjo, Indonesia
Location
Kab. sidoarjo,
Jawa timur
INDONESIA
Reog: Journal of Ecoethnoscience Education
ISSN : -     EISSN : 30909465     DOI : https://doi.org/10.58706/reog
Reog: Journal of Ecoethnoscience Education accepts research articles on ecological (environmental) education, ethnoscience education, and their intersection. This journal serves as a platform for teachers, lecturers, and researchers to share innovations, theoretical discussions, and empirical research findings that contribute to the development of sustainable and culturally relevant science education.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 1 (2025): July 2025" : 5 Documents clear
Generasi Fisika yang Kreatif dan Peduli Budaya: Eksplorasi Permainan Tradisional Kapal Otok-Otok sebagai Media Pembelajaran Berbasis Etnofisika Ananda Dwi Pratiwi; Elfandari Anindito Kartika Putri; Setyo Admoko; Misbah Misbah
Reog: Journal of Ecoethnoscience Education Vol. 1 No. 1 (2025): July 2025
Publisher : Mitra Edukasi dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58706/reog.v1n1.p1-8

Abstract

Permainan tradisional merupakan salah satu bentuk kearifan lokal yang dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran kontekstual, termasuk dalam mata pelajaran fisika. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi permainan kapal otok-otok sebagai media pembelajaran fisika dan mengeksplorasi pengaruh integrasi budaya lokal terhadap pemahaman konsep serta sikap afektif siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif, dengan pengumpulan data melalui wawancara dan kuisioner terhadap siswa SMA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas siswa menunjukkan antusiasme tinggi terhadap pembelajaran fisika yang dikaitkan dengan permainan tradisional. Mereka mampu mengidentifikasi konsep-konsep fisika seperti perpindahan kalor, tekanan uap, dan gaya dorong dalam prinsip kerja kapal otok-otok. Integrasi budaya lokal dalam pembelajaran fisika tidak hanya mempermudah pemahaman konsep-konsep ilmiah, tetapi juga menumbuhkan rasa bangga dan cinta terhadap warisan budaya mereka. Pendekatan ini mendukung pembelajaran fisika yang lebih relevan dan kontekstual, sehingga meningkatkan keterlibatan siswa secara kognitif dan afektif. Dapat disimpulkan bahwa permainan kapal otok-otok memiliki potensi besar untuk digunakan sebagai media pembelajaran fisika yang mendukung pendekatan etnofisika, yang tidak hanya memperkaya pengalaman belajar tetapi juga memperkuat ikatan siswa dengan budaya lokal mereka.
Integrasi Etnofisika dalam Pembelajaran Fisika SMA: Potensi Permainan Katapel sebagai Media yang Aman dan Menyenangkan Heny Aryani; Irma Tri Diana Wilujeng; Diyah Ayu Octa Nova; Suliyanah Suliyanah; Wiwin Puspita Hadi
Reog: Journal of Ecoethnoscience Education Vol. 1 No. 1 (2025): July 2025
Publisher : Mitra Edukasi dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58706/reog.v1n1.p9-16

Abstract

Permainan tradisional katapel yang dahulu populer di kalangan anak-anak kini dapat dijadikan media pembelajaran fisika di sekolah. Katapel mengandung berbagai konsep fisika seperti hukum Hooke, energi potensial elastis, gerak parabola, dan hukum Newton, sehingga relevan untuk pembelajaran berbasis kearifan lokal. Penelitian ini bertujuan mengintegrasikan katapel dalam pembelajaran fisika SMA guna meningkatkan pemahaman konsep fisika berbasis kearifan lokal sekaligus memastikan aspek keamanannya. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan subjek 24 peserta didik SMA. Data dikumpulkan melalui angket dan wawancara di kelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 87% peserta didik merasa antusias dan menganggap pembelajaran fisika melalui praktik katapel lebih mudah dipahami serta lebih menarik. Namun, 65% peserta didik mengungkapkan kekhawatiran terkait keselamatan apabila penggunaan katapel tidak diatur dengan baik. Kekhawatiran ini dapat diatasi dengan penggunaan peluru lunak, aturan main yang ketat, area praktik yang aman, serta pengawasan guru selama kegiatan berlangsung. Dengan penerapan aturan keamanan yang ketat, katapel terbukti menjadi media pembelajaran yang menyenangkan, kontekstual, dan aman bagi peserta didik SMA. Penerapan ethnofisika melalui permainan tradisional seperti katapel diharapkan dapat membuat konsep fisika menjadi lebih nyata dan mudah dipahami oleh peserta didik.
Opportunities to Implement Traditional Games as Contextualized Physics Learning Innovations Luthfiyaul Laila; Ladika Zuhrotul Wardi; Utama Alan Deta
Reog: Journal of Ecoethnoscience Education Vol. 1 No. 1 (2025): July 2025
Publisher : Mitra Edukasi dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58706/reog.v1n1.p24-31

Abstract

One of the main challenges in developing traditional game-based physics learning is that it is not yet known how students perceive the approach. Students' perceptions, interests, and readiness are crucial aspects that need to be mapped before developing a targeted learning strategy. Therefore, this study aims to identify and analyze how students respond to traditional game-based physics learning through science literacy, the level of interest generated, and their readiness to be actively involved in the learning process with this approach. This study uses a descriptive qualitative approach, the study was conducted in one of the high schools in Sidoarjo City, with 100 students in grade XI purposively selected to represent a diversity of academic and social characteristics. Data were collected through observation, questionnaires, and interviews. Most students indicated that they still have difficulties in understanding and linking physics concepts with daily life and technology. The majority of students are interested and motivated to learn physics when learning is packaged in an engaging, creative, and fun way. However, they also expressed higher interest when learning is done through experiments and games, although most students had never experienced physics learning using traditional games, they showed an open and positive attitude towards the approach. The conclusion is idea of physics learning based on traditional games received a positive response from students. This approach can increase interest and motivation to learn and also opens up great opportunities to improve science literacy and active participation of students in a meaningful and contextualized learning process. Although there are some challenges in linking concepts with local cultural contexts, these obstacles can be overcome by designing appropriate learning oriented to students' experiences.
Preliminary Study: Opportunities for Utilizing Local Wisdom in Physics Learning to Enhance Scientific Argumentation Nur Afni Agustinaningrum; Diah Krisdiyanti; Suliyanah Suliyanah; Nina Fajriyah Citra
Reog: Journal of Ecoethnoscience Education Vol. 1 No. 1 (2025): July 2025
Publisher : Mitra Edukasi dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58706/reog.v1n1.p17-23

Abstract

The era of globalization requires every individual to possess scientific argumentation skills. However, in reality, many people have yet to apply approaches that emphasize scientific argumentation. One effective way to foster scientific argumentation skills is through learning that incorporates local wisdom. Therefore, this study was conducted with the aim of obtaining an overview of whether students show a tendency toward local wisdom-based learning in physics as a means to enhance scientific argumentation skills. This research employs a quantitative descriptive method. The data collection techniques used include questionnaires supported by interviews. The instruments utilized are a questionnaire sheet and an interview sheet. The data obtained were analyzed quantitatively and descriptively using a Likert scale. The results indicate that students perceive the need for learning that is not only focused on theoretical content but also integrates local values as a medium for developing critical thinking and scientific argumentation skills. Hence, it can be concluded that students recognize the importance of local wisdom-based learning as a potential approach to support the development of scientific argumentation skills. Local wisdom provides relevant context in physics learning. Thus, local wisdom-based learning is considered a meaningful approach to strengthen scientific argumentation skills and conceptual understanding in physics.
Perspektif Siswa SMA Terhadap Kearifan Lokal, Literasi Sains, dan Motivasi Belajar dalam Pembelajaran Fisika Rinda Rahmanisa Sasmi; Salisa Nun Shiha; Antomi Saregar; Utama Alan Deta
Reog: Journal of Ecoethnoscience Education Vol. 1 No. 1 (2025): July 2025
Publisher : Mitra Edukasi dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58706/reog.v1n1.p32-39

Abstract

Pembelajaran fisika di sekolah menengah terus menghadapi kendala yang signifikan, terutama terkait dengan rendahnya motivasi belajar siswa dan kurangnya literasi sains. Siswa merasa kesulitan untuk memahami dan menggunakan konsep-konsep fisika abstrak yang tidak terkait dengan situasi dunia nyata. Pendekatan pembelajaran berbasis kearifan lokal diyakini dapat membantu siswa menghubungkan titik-titik antara pengalaman budaya dan pengetahuan ilmiah mereka. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pandangan siswa SMA terhadap pembelajaran fisika berbasis kearifan lokal, serta keterkaitannya dengan literasi sains dan motivasi belajar. Penelitian dilakukan dengan melibatkan 126 siswa dari kelas XI yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa angket tertutup dan data dianalisis menggunakan statistik deskriptif kuantitatif.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun sebagian besar siswa menganggap pembelajaran fisika menarik, mereka masih mengalami kesulitan dalam menganalisis konsep-konsep fisika secara kontekstual. Penelitian ini menyimpulkan bahwa memasukkan aspek budaya lokal ke dalam pembelajaran fisika dapat pendekatan pembelajaran fisika berbasis kearifan lokal berpotensi besar dalam meningkatkan motivasi dan literasi sains siswa.

Page 1 of 1 | Total Record : 5