cover
Contact Name
Triana Arisdiani
Contact Email
naiwabestscience@gmail.com
Phone
+6282298059191
Journal Mail Official
naiwabestscience@gmail.com
Editorial Address
Perumahan Griya Pesona Asri Kav. 3 Tambakrejo Patebon
Location
Kab. kendal,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kesehatan (JIKK)
Published by CV. Naiwa Best Science
ISSN : 30480310     EISSN : 3046949X     DOI : https://doi.org/10.5281/zenodo.18753191
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kesehatan (JIKK). Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kesehatan (JIKK) merupakan Open Journal Access berbasis blind-review dengan rumpun ilmu Kesehatan. Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kesehatan (JIKK) merupakan sarana pengembangan dan publikasi karya ilmiah bagi para peneliti, dosen dan praktisi kesehatan. Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kesehatan (JIKK) menerbitkan artikel-artikel yang merupakan hasil penelitian, studi kasus, hasil studi literatur, konsep keilmuan, pengetahuan dan teknologi yang inovatif dan terbaharu dalam lingkup kesehatan dan keperawatan yang berfokus pada (10) pilar keperawatan, : meliputi keperawatan anak, keperawatan maternitas, keperawatan medikal-bedah, keperawatan kritis, keperawatan gawat darurat, keperawatan jiwa, keperawatan komunitas, keperawatan gerontik, keperawatan keluarga, dan kepemimpinan dan manajemen keperawatan. Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kesehatan (JIKK) terbit 4x dalam setahun, yaitu bulan terbitan Maret, Juni, September, dan Desember. Artikel yang terbit di Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kesehatan (JIKK) telah melalui proses telaah sejawat yang memiliki keahlian yang relevan. Berikut adalah ruang lingkup Jurnal Ilmu Kesehatan dan Keperawatan (JIKK): Sub Rumpun ILMU KEPERAWATAN Keperawatan Anak Keperawatan Maternitas Keperawatan Medikal-Bedah Keperawatan Kritis Keperawatan Gawat Darurat Keperawatan Jiwa Keperawatan Komunitas Keperawatan Gerontik Keperawatan Keluarga Kepemimpinan Dan Manajemen Keperawatan Bidang Keperawatan Lain Yang Belum Tercantum Sub Rumpun KEBIDANAN Kebidanan Administrasi Rumah Sakit Entomologi (Kesehatan, Fitopatologi) Ilmu Biomedik Ergonomi Fisiologi Kerja Fisioterapi Analis Medis Fisiologi (Keolahragaan) Reproduksi (Biologi dan Kesehatan) Akupunktur Rehabilitasi Medik Bidang Kebidanan Lain Yang Belum Tercantum Sub Rumpun ILMU PSIKOLOGI Psikologi Umum Psikologi Anak Psikologi Masyarakat Psikologi Kerja (Industri) Bidang Psikologi Lain Yang Belum Tercantum Sub Rumpun ILMU FARMASI Farmasi Umum dan Apoteker Farmakologi dan Farmasi Klinik Biologi Farmasi Analisis Farmasi dan Kimia Medisinal Farmasetika dan Teknologi Farmasi Farmasi Makanan dan Analisis Keamanan Pangan Farmasi Lain Yang Belum Tercantum Sub Rumpun ILMU KESEHATAN UMUM Kedokteran Kesehatan Masyarakat Keselamatan dan Kesehatan Kerja (Kesehatan Kerja; Hiperkes) Kebijakan Kesehatan (dan Analis Kesehatan) Ilmu Gizi Epidemiologi Teknik Penyehatan Lingkungan Promosi Kesehatan Ilmu Asuransi Jiwa dan Kesehatan Kesehatan Lingkungan Ilmu Olah Raga Bidang Kesehatan Umum Lain Yang Belum Tercantum
Articles 59 Documents
PERILAKU KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) PADA PETANI SAWAH DI DESA TEMUIRENG KECAMATAN PETARUKAN Julia Rakhmawati; Yuni Puji Widiastuti; Villa Agung Priyono
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2025): Juni
Publisher : CV. Naiwa Best Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.18752383

Abstract

Sektor pertanian dinegara berkembang mempekerjakan banyak orang dengan tingkat pendidikan rata-rata rendah dibandingkan negara maju yang relatif menerapkan teknologi, banyaknya orang dapat meningkatkan risiko kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja dikarenakan paparan bahan kimia, sinar matahari, bekerja dengan mesin, melakukan pekerjaan berat dan mengangkat beban berat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada petani sawah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, menerapkan metode deskriptif yang dianggap mampu menggambarkan perilaku K3 pada petani. Teknik pengumpulan data diperoleh dengan observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Hasil wawancara menyatakan bahwa rata-rata petani menggunakan kaos lengan panjang, topi atau caping, kaos kaki, sandal bahkan tidak menggunakan alas kaki. Lama waktu kerja sangat bervariasi, rata-rata 8 hingga 10 jam bahkan dapat lebih lama dari itu. Hasil penelitian ini merekomendasikan perlu adanya edukasi dan sosialisasi kepada para petani sawah terhadap pentingnya penggunaan alat pelindung diri (APD) serta promosi tentang praktik kerja ergonomis guna mengurangi risiko kelelahan kerja atau cidera kerja akibat lamanya waktu kerja petani sawah.
EFEKTIVITAS PEMBERIAN PURSED LIPS BREATHING EXERCISE DAN FORWARD LEANING POSITION TERHADAP FREKUENSI NAFAS DAN SATURASI OKSIGEN PASIEN ASMA A’an Tri Purnawati; Retno Setyawati; Ahmad Ikhlasul Amal
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kesehatan Vol. 2 No. 3 (2025): September
Publisher : CV. Naiwa Best Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.18752513

Abstract

Sesak napas merupakan keluhan utama penderita asma yang berdampak pada peningkatan frekuensi napas dan penurunan saturasi oksigen. Intervensi non-farmakologis yang dapat diberikan adalah pursed lips breathing exercise dan forward leaning position yang bertujuan memperbaiki fungsi pernapasan. Tujuan penelitian ini mengetahui efektivitas pursed lips breathing exercise dan forward leaning position terhadap frekuensi napas dan saturasi oksigen pasien asma. Metode penelitian ini menggunakan desain pretest-posttest with control group. Sampel berjumlah 32 pasien asma (16 kelompok intervensi, 16 kontrol) dengan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi dan SOP. Analisis data menggunakan paired sample t-test dan independent sample t-test. Hasil penelitian didapatkan rata-rata frekuensi napas kelompok intervensi sebelum perlakuan 21,75x/menit menjadi 16,88x/menit setelah perlakuan, dengan saturasi oksigen meningkat dari 93,06% menjadi 97,56%. Pada kelompok kontrol, frekuensi napas menurun dari 22,06x/menit menjadi 18,56x/menit dan saturasi oksigen meningkat dari 92,81% menjadi 95,25%. Terdapat perbedaan signifikan pada frekuensi napas dan saturasi oksigen pasien asma setelah intervensi (p=0,000). Pursed lips breathing exercise dan forward leaning position efektif menurunkan frekuensi napas dan meningkatkan saturasi oksigen pasien asma dibandingkan dengan perawatan standar.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN PASIEN DIABETES MELITUS DENGAN KEPATUHAN PEMAKAIAN INSULIN DAN TEKNIK PENYUNTIKAN INSULIN DI RSUD DR. H. SOEWONDO KENDAL Nur Afifah; Retno Setyawati; Ahmad Ikhlasul Amal
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kesehatan Vol. 2 No. 3 (2025): September
Publisher : CV. Naiwa Best Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.18752572

Abstract

Diabetes Melitus (DM) adalah penyakit kronis yang memerlukan pengobatan jangka panjang, salah satunya melalui terapi insulin. Keberhasilan terapi insulin dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan pasien mengenai penggunaan serta teknik penyuntikan insulin yang benar. Pengetahuan yang baik akan meningkatkan kepatuhan penggunaan insulin dan ketepatan teknik penyuntikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan pasien DM dengan kepatuhan pemakaian insulin serta teknik penyuntikan insulin. Penelitian ini menggunakan desain analitik deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh pasien DM pengguna insulin di RSUD Dr. H. Soewondo Kendal. Sampel sebanyak 40 responden dipilih dengan teknikpurposive sampling. Instrumen penelitian meliputi kuesioner pengetahuan (DKQ-24), kuesioner kepatuhan (MMAS-8), dan lembar observasi teknik penyuntikan insulin. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square (χ²). Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar pasien memiliki pengetahuan cukup (67,5%), kepatuhan pemakaian insulin kategori sedang (70,0%), serta teknik penyuntikan insulin tepat (52,5%). Uji Chi-Square menunjukkan adanya hubungan bermakna antara tingkat pengetahuan dengan kepatuhan pemakaian insulin (p = 0,0001) serta hubungan bermakna dengan teknik penyuntikan insulin (p = 0,000). Terdapat hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan pasien Diabetes Melitus dengan kepatuhan pemakaian insulin dan teknik penyuntikan insulin di RSUD Dr. H. Soewondo Kendal. Peningkatan edukasi pasien sangat diperlukan untuk mendukung keberhasilan terapi insulin dan mencegah komplikasi DM.
PERBANDINGAN POSISI SEMI FOWLER DENGAN POSISI LATERAL TERHADAP LAMANYA WAKTU PULIH SADAR PADA PASIEN POST GENERAL ANESTESI Dwi Adityan Prastyo; Retno Setyawati; Ahmad Ikhlasul Amal
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kesehatan Vol. 2 No. 3 (2025): September
Publisher : CV. Naiwa Best Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.18752632

Abstract

Lama waktu pulih sadar pasien pasca general anestesi dipengaruhi oleh posisi tubuh, karena posisi menentukan kualitas ventilasi, oksigenasi, dan sirkulasi otak. Pada posisi semi fowler, kepala dan dada ditinggikan 30-45 derajat, memperbaiki ekspansi paru, meningkatkan pertukaran oksigen, memperlancar aliran darah ke otak, serta mengurangi risiko aspirasi. Kondisi ini mempercepat tercapainya kesadaran penuh karena otak lebih cepat mendapat suplai oksigen adekuat. Sementara itu, posisi lateral membantu drainase sekret jalan napas dan menurunkan risiko aspirasi, namun distribusi ventilasi tidak seoptimal semi fowler. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan pemberian tindakan posisi semi fowler dan lateral terhadap waktu pulih sadar pada pasien pasca operasi dengan general anestesi. Desain penelitian yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan two group post test design only yang dilakukan di Ruang Recovery Room IBS RSUD Dr. H. Soewondo Kendal pada 3 Juli hingga 2 Agustus 2025. Jumlah sampel penelitian sebanyak 40 responden menggunakan teknik accidental sampling. Alat ukur yang digunakan adalah stopwatch, Skala Aldrete, dan lembar observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama waktu pulih sadar sesudah diberikan posisi semi fowler pada responden rata-rata 363 detik atau 6 menit 3 detik, sementara pada posisi lateral rata-rata 410 detik atau 6 menit 50 detik. Terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik antara rata-rata lama waktu pulih sadar pada kedua posisi tersebut (p value = 0,006). Oleh karena itu, perawat di Ruang Recovery Room perlu mengintegrasikan intervensi pengaturan posisi sebagai bagian dari SOP pemulihan pasca general anestesi, dengan mempertimbangkan kondisi klinis pasien.
PENGARUH EDUKASI MELALUI MEDIA AUDIO VISUAL TERHADAP PERILAKU PENCEGAHAN PENULARAN TUBERCULOSIS Rocha Ananda Indraswari; Retno Setyawati; Ahmad Ikhlasul Amal
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kesehatan Vol. 2 No. 3 (2025): September
Publisher : CV. Naiwa Best Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.18752683

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas edukasi kesehatan melalui media audio-visual terhadap perilaku pencegahan penularan Tuberkulosis. Desain penelitian menggunakan quasi-eksperimen dengan populasi 380 pasien TBC di RSUD dr. H. Soewondo Kendal. Sampel sebanyak 24 responden dipilih dengan teknik purposive sampling. Instrumen berupa kuesioner yang telah teruji validitas dan reliabilitas. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon signed-rank test dan Independent Sample t-Test. Hasil menunjukkan skor rata-rata perilaku pencegahan pada kelompok intervensi meningkat dari 57,29% menjadi 86,45% setelah perlakuan. Uji statistik menunjukkan adanya peningkatan signifikan (p = 0,002; <0,05). Sebaliknya, kelompok kontrol tidak mengalami perubahan bermakna (p = 0,131; >0,05). Perbandingan pasca-intervensi juga menunjukkan perbedaan signifikan antara kelompok perlakuan dan kontrol (p = 0,000; <0,05). Penelitian menyimpulkan bahwa edukasi melalui media audio-visual efektif meningkatkan perilaku pencegahan penularan TBC. Disarankan untuk melibatkan keluarga dalam pemantauan pasien di rumah guna mengoptimalkan upaya pencegahan.
PENGARUH SLIMBER ICE TERHADAP INTENSITAS RASA HAUS DAN JUMLAH ASUPAN CAIRAN PADA PASIEN CHRONIC KIDNEY DISEASE (CKD) YANG MENJALANI HEMODIALISA Catarina Helen Natalia; Retno Setyawati; Ahmad Ikhlasul Amal
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kesehatan Vol. 2 No. 3 (2025): September
Publisher : CV. Naiwa Best Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.18752762

Abstract

Penelitian ini mengevaluasi pengaruh intervensi non-farmakologis slimber ice terhadap tingkat rasa haus dan jumlah cairan yang dikonsumsi pasien penderita Penyakit Ginjal Kronis (CKD) yang menjalani hemodialisis. Desain penelitian menggunakan pendekatan pra-eksperimental dengan metode satu kelompok pretest-posttest. Sampel penelitian berjumlah 18 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Intensitas rasa haus diukur menggunakan Visual Analog Scale (VAS) sementara asupan cairan diukur dengan lembar observasi. Data dianalisis dengan uji Wilcoxon dan uji t berpasangan ( paired t-test) dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasilnya menunjukkan penurunan signifikan pada nilai rata-rata VAS sebesar 4,611 poin setelah intervensi, dengan nilai p 0,000 (p < 0,05). Demikian pula, rata-rata asupan cairan berkurang sebanyak 784,44 ml, menunjukkan perbedaan yang signifikan dengan nilai p 0,000 (p < 0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa slimber ice efektif dalam mengurangi rasa haus dan asupan cairan pada pasien CKD yang menjalani hemodialisis. Intervensi ini merupakan alternatif yang praktis, ekonomis, dan mudah diaplikasikan di unit hemodialisis.
EFEKTIFITAS BLADDER TRAINING DAN KEGEL’S EXERCISE TERHADAP KEMAMPUAN WAKTU PULIH BERKEMIH PADA PASIEN KATETERISASI POST-OPERASI LAPARATOMY Novi Sulistyoningsih; Retno Setyawati; Ahmad Ikhlasul Amal
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kesehatan Vol. 2 No. 3 (2025): September
Publisher : CV. Naiwa Best Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.18752866

Abstract

Sebagian besar pasien pasca operasi laparatomi dilakukan pemasangan kateterisasi. Anestesi saat pembedahan dapat mengintervensi saraf otonom sehingga menyebabkan atonia kandung kemih, sedangkan kateterisasi menyebabkan atrofi dan penurunan tonus otot kandung kemih. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas bladder training dan kegel's exercise terhadap kemampuan waktu pulih berkemih. Penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimental dengan rancangan post test only with control group design. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan 32 responden yang dibagi menjadi dua kelompok, yaitu 16 responden kelompok intervensi dan 16 responden kelompok kontrol. Analisis menggunakan uji independent t test menunjukkan nilai p value 0,0001 (p < 0.05), yang berarti terdapat efektivitas bladder training dan kegel's exercise terhadap kemampuan waktu pulih berkemih pada pasien kateterisasi pasca operasi laparatomi di RSUD dr. H. Soewondo Kabupaten Kendal. Rerata waktu pulih berkemih pada kelompok intervensi adalah 4,88 jam, sedangkan kelompok kontrol adalah 2,90 jam. Penelitian ini dapat dijadikan referensi dan tinjauan terapi alternatif pemulihan kandung kemih.
HUBUNGAN SUPERVISI KEPERAWATAN DENGAN PERILAKU PERAWAT DALAM MELAKSANAKAN PENCEGAHAN PASIEN JATUH DI RUANG RAWAT INAP RSUD dr H SOEWONDO KENDAL Rini Pujiati; Muhammad Abdurrouf; Retno Issroviatiningrum
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kesehatan Vol. 2 No. 3 (2025): September
Publisher : CV. Naiwa Best Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.18753013

Abstract

Keselamatan pasien rumah sakit merupakan suatu proses dimana rumah sakit memberikan pelayanan kesehatan yang aman, yang salah satunya dapat dipengaruhi oleh perilaku perawat dalam mengutamakan kepentingan dan keselamatan pasien, termasuk pencegahan pasien jatuh. Perilaku perawat dalam melaksanakan pencegahan pasien jatuh dapat dipengaruhi oleh supervisi keperawatan. Supervisi yang baik dapat meningkatkan kedisiplinan dan tanggung jawab perawat, sehingga insiden jatuh dapat dicegah. Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan antara supervisi keperawatan dengan perilaku perawat dalam melaksanakan pencegahan pasien jatuh di RSUD dr H Soewondo Kendal. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik korelatif dengan pendekatan studi cross sectional. Sampel penelitian ini berjumlah 60 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrument penelitian berupa kuesioner supervisi dan kuesioner perilaku perawat dalam melaksanakan pencegahan pasien jatuh. Analisis data menggunakan uji korelasi rank spearman. Karakteristik responden yaitu 60 perawat pelaksana di RSUD dr. H. Soewondo Kendal menunjukkan sebagian besar berusia 26-35 tahun (58,3%), berjenis kelamin perempuan (75%), berpendidikan terakhir diploma (56,7%), serta memiliki masa kerja > 5 tahun (58,3%). Hasil analisis bivariat ada hubungan yang signifikan antara supervisi keperawatan dengan perilaku perawat dalam melaksanakan pencegahan pasien jatuh di ruang rawat inap RSUD dr H Soewondo Kendal dengan nilai p = 0,001, kekuatan hubungan sedang (r = 0,409) , dan arah korelasi positif, Disarankan bagi manajemen rumah sakit untuk meningkatkan kegiatan supervisi keperawatan. serta bagi perawat diharapkan untuk selalu memiliki rasa tanggung jawab dalam pelaksanaan keselamatan pasien, khususnya pencegahan pasien jatuh.
PENGARUH KOMBINASI DZIKIR DAN AROMATERAPI TERHADAP TEKANAN DARAH PADA PASIEN HIPERTENSI Dita Daviana Ratnasari; Mohammad Arifin Noor; Suyanto Suyanto
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kesehatan Vol. 2 No. 3 (2025): September
Publisher : CV. Naiwa Best Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.18753098

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular dengan prevalensi yang tinggi dan berdampak pada peningkatan angka kesakitan maupun kematian. Terapi farmakologis memang menjadi pilihan utama, namun intervensi nonfarmakologis seperti dzikir dan aromaterapi terbukti dapat menurunkan tekanan darah melalui mekanisme relaksasi, menurunkan stres, serta meningkatkan kenyamanan pasien. Tujuan penelitian ini mengetahui pengaruh kombinasi dzikir dan aromaterapi terhadap tekanan darah pada pasien hipertensi. Penelitian ini menggunakan desain quasi experiment dengan rancangan pre-test dan post-test with control group. Jumlah responden sebanyak 20 orang dengan teknik purposive sampling, yang dibagi menjadi 10 responden kelompok intervensi (dzikir + aromaterapi) dan 10 responden kelompok kontrol. Instrumen penelitian berupa lembar observasi tekanan darah yang diukur menggunakan sphygmomanometer. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test dan Mann-Whitney U Test. Hasilpenelitian ini rata-rata tekanan darah sistolik dan diastolik pada kelompok intervensi menurun signifikan dibandingkan dengan kelompok kontrol. Hasil uji statistik menunjukkan p-value < 0,05, yang berarti kombinasi dzikir dan aromaterapi efektif menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi. Kombinasi dzikir dan aromaterapi terbukti efektif dalam menurunkan tekanan darah pasien hipertensi. Intervensi ini dapat direkomendasikan sebagai terapi komplementer dalam asuhan keperawatan.
STRATEGI KOPING PASIEN HIV/AIDS: LITERATURE REVIEW Saurmian Sinaga
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2025): Juni
Publisher : CV. Naiwa Best Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.18752413

Abstract

Orang dengan HIV/AIDS (ODHA) rentan mengalami stres, depresi, dan penurunan kualitas hidup akibat stigma, diskriminasi, dan beban penyakit kronis. Strategi coping adaptif, termasuk spiritual, ekspresif, keperawatan, dan sosial, berperan penting dalam mengurangi tekanan psikologis dan meningkatkan kesejahteraan mental. Penelitian ini bertujuan untuk merangkum bukti terbaru mengenai efektivitas strategi coping bagi ODHA. Metode penelitian menggunakan systematic literature review dengan pencarian artikel di basis data nasional dan internasional seperti PubMed, ScienceDirect, Google Scholar, Jurnal Psikologi Terapan, dan Jurnal Kesehatan Indonesia. Kata kunci yang digunakan antara lain: HIV/AIDS, coping strategy, spiritual coping, psychological reaction, quality of life. Kriteria inklusi mencakup artikel asli penelitian atau review, diterbitkan 2023–2025, berbahasa Indonesia atau Inggris, fokus pada coping pada ODHA, dan tersedia teks penuh. Analisis dilakukan dengan meninjau sampel, metode, hasil utama, dan tahun penelitian. Hasil review menunjukkan bahwa strategi coping adaptif memberikan manfaat signifikan bagi ODHA. Coping spiritual/religius meningkatkan ketenangan dan harapan; coping ekspresif, seperti menulis jurnal atau berbagi pengalaman, membantu ventilasi emosional; coping keperawatan melalui konseling dan edukasi menurunkan kecemasan dan meningkatkan kepatuhan terapi; sedangkan coping sosial, melalui dukungan keluarga dan kelompok sebaya, memperkuat adaptasi psikologis dan kualitas hidup. Secara keseluruhan, integrasi strategi coping adaptif terbukti meningkatkan kesejahteraan psikologis ODHA. Kesimpulannya, penerapan strategi coping adaptif secara holistik, yang menggabungkan intervensi psikososial, dukungan spiritual, dan edukasi keperawatan berbasis bukti, sangat penting dalam perawatan ODHA. Penelitian lanjutan dengan desain longitudinal dan sampel lebih besar disarankan untuk mengevaluasi efektivitas jangka panjang strategi coping.