cover
Contact Name
M Nur Ikhwan
Contact Email
nurikhwanskom@gmail.com
Phone
+62 895-2634-8067
Journal Mail Official
bapperida@pekalongankab.go.id
Editorial Address
Jl. Krakatau No. 09 Kajen, Pekalongan, Jawa Tengah
Location
Kab. pekalongan,
Jawa tengah
INDONESIA
Kajen
ISSN : 25985833     EISSN : 26230011     DOI : 10.546887
Kajen: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pembangunan merupakan jurnal ilmiah yang dikelola Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Penelitian dan Pengembangan Daerah (BAPPEDA LITBANG) dan sekarang berubah nomenklatur menjadi Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (BAPPERIDA) Kabupaten Pekalongan yang terbit secara online sejak tahun 2017. Jurnal Kajen menjadi salah satu instrumen peneliti dalam mempublikasikan hasil penelitian-penelitian dalam bentuk artikel ilmiah. Jurnal Kajen mempublikasikan makalah-makalah hasil penelitian dan pengkajian dari berbagai multidisiplin yang membahas permasalahan-permasalahan dibidang pemerintahan, kebijakan, politik, ekonomi, kesehatan, pertanian, keuangan, lingkungan, dan berbagai permasalahan dibidang pembangunan.
Articles 100 Documents
Bengkelung Park, Wisata Dalam Gugusan Jejak Magmatisme Purba Kompleks Gunung Rogojembangan
E-Jurnal Kajen Vol 4 No 01 (2020): Jurnal Penelitian dan Pengembengan Pembangunan Vol 04 No 01 (2020)
Publisher : Bapperida Kabupaten Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54687/jurnalkajenv04i01.2

Abstract

Wisata dalam bingkai panorama alam di wilayah Kabupaten Pekalongan menjadi primadona bagi penikmat spot yang eksotis. Bengkelung Park menyajikan perpaduan tebing curam dan sungai berbatu dalam undak-undakan lava andesit. Batuan tersebut tersingkap ke permukaan melalui proses geologi yang panjang di wilayah selatan Kecamatan Doro. Magmatisme purba pada waktu itu sangat mendominasi, produk dari proses tersebut menjadi panorama pegunungan yang indah, baik Kompleks Dieng maupun Kompleks Rogojembangan. Meluas secara regional, kawasan gunungapi purba Rogojembangan memiliki bukit-bukit penyusun yang memiliki puncaknya tersendiri, misalnya Gunung Kelir, G. Siberi, serta G. Siranda. Sungai yang berhulu di puncak Gunung Siranda inilah yang saat ini sedang hangat menjadi perbincangan kepariwisataan lokal Kabupaten Pekalongan yakni Bengkelung Park.
Promosi dan Kualitas Layanan Terhadap Kepuasan dan Loyalitas Nasabah (Studi Kasus: Kredit Usaha Rakyat Bri Unit Baros Cabang Batang)
E-Jurnal Kajen Vol 4 No 01 (2020): Jurnal Penelitian dan Pengembengan Pembangunan Vol 04 No 01 (2020)
Publisher : Bapperida Kabupaten Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54687/jurnalkajenv04i01.3

Abstract

Penelitian ini menjelaskan pengaruh promosi dan kualitas layanan terhadap kepuasan nasabah dan loyalitas. Populasi pada penelitian ini adalah nasabah Kredit Usaha Rakyat BRI Unit Baros. Metode pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah 100 nasabah Kredit Usaha Rakyat di BRI Cabang Batang Unit Baros yang sudah mengambil minimal dua kali kredit KUR.Pengukuran jawaban instrumen menggunakan skala likert 1-7alternatif jawaban. Pengujian instrumen menggunakan validitas dan reliabilitas, pengujian model menggunakan koefisien determinasi, dan uji F (goodness of fit). Pengujian hipotesis dalam penelitian ini menggunakan uji t. Variabel yang digunakan dalam penelitian yaitu Promosi, kualitas layanan, kepuasan dan loyalitas nasabah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa promosi berpengaruh terhadap kepuasan Nasabah.Kualitas layanan berpengaruh terhadap kepuasan Nasabah. Promosi berpengaruh terhadap loyalitas Nasabah.Kualitas layanan berpengaruh terhadap loyalitas Nasabah. Kepuasan berpengaruh terhadap loyalitas Nasabah.
Analisis Multi Dimensional Scalling untuk Perencanaan dan Pembangunan Wilayah Pesisir Berkelanjutan di Kabupaten Batang
E-Jurnal Kajen Vol 4 No 01 (2020): Jurnal Penelitian dan Pengembengan Pembangunan Vol 04 No 01 (2020)
Publisher : Bapperida Kabupaten Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54687/jurnalkajenv04i01.4

Abstract

Kabupaten Batang sebagai wilayah pesisir utara pulau Jawa mempunyai masalah lingkungan, ekonomi, sosial dalam pengelolaan wilayah pesisirnya sehingga perlu adanya kajian analisis pembangunan berkelanjutan wilayah pesisir Kabupaten Batang. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa pengelolaan wilayah pesisir berkelanjutan di Kabupaten Batang. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif yang dibangun berdasarkan paradigma positivisme. Teknik analisis menggunakan analisis Multi-Dimensional Scaling (MDS).Analisis MDS untuk mengidentifikasi factor-faktor yang berpengaruh terhadap Status Keberlanjutan pengelolaan wilayah pesisir. Hasil analisa untuk status keberlanjutan pengelolaan sumberdaya wilayah pesisir Kabupaten Batang termasuk kategori kurang berkelanjutan (48,32), dimensi sosial dengan tiga faktor berpengaruh yaitu tingkat kesadaran lingkungan, tingkat pendidikan masyarakat, dan pengetahuan terhadap lingkungan. Dimensi ekonomi dengan enam faktor berpengaruh yaitu kontribusi sektor pertambangan, kontribusi sektor industri pengolahan, kontribusi sektor perikanan, pertanian, kehutanan, kontribusi sektor pariwisata, kontribusi sektor informasi dan komunikasi, dan iklim investasi. Dimensi ekologi dengan empat faktor berpengaruh yaitu abrasi pantai, pemanfaatan obyek wisata bahari, rehabilitasi mangrove, pengelolaan sampah. Dimensi kelembagaan dengan dua faktor berpengaruh yaitu intensitas pemanfaatan lahan yang melanggar hukum dan ketersediaan perangkat hukum. Sedangkan dimensi infrastruktur dan teknologi dengan lima faktor berpengaruh yaitu keberadaan budidaya perikanan, jalan dan jembatan, pelabuhan, sarana listrik, dan teknologi penanganan limbah.
Dampak Pencemaran Limbah Batik Berdasarkan Nilai Kompensasi Ekonomi di Hulu dan Hilir Sungai Asem Binatur
E-Jurnal Kajen Vol 4 No 01 (2020): Jurnal Penelitian dan Pengembengan Pembangunan Vol 04 No 01 (2020)
Publisher : Bapperida Kabupaten Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54687/jurnalkajenv04i01.5

Abstract

Kemajuan sektor usaha batik di Kota Pekalongan cenderung tidak diimbangi dengan tingkat kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan. Hal ini menimbulkan dampak negatif berupa pencemaran sungai yang diakibatkan oleh limbah batik. Salah satu sungai di Kecamatan Pekalongan Barat yaitu Sungai Asem Binatur menjadi salah satu sungai di Kota Pekalongan yang tercemar akan limbah batik. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi persepsi masyarakat mengenai pencemaran akibat limbah batik, mengestimasi kerugian ekonomi masyarakat akibat limbah batik pada hulu dan hilir Sungai Asem Binatur, dan mengestimasi kesediaan menerima kompensasi masyarakat dan kesediaan membayar kompensasi pelaku usaha batik. Data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari data primer dengan cara wawancara langsung kepada masyarakat dan pelaku usaha, serta data sekunder dari dinas terkait. Metode pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif, Cost of Illness, Replacement Cost, dan Contingent Valuation Method. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas masyarakat mengutarakan persepsinya bahwa sungai asem binatur sudah sangat tercemar dan memberikan dampak buruk bagi lingkungan dan aktivitas masyarakat. Hasil dari estimasi kerugian ekonomi masyarakat hilir lebih besar dengan rata-rata biaya eksternal sebesar Rp 988.345/KK/tahun dibandingkan dengan masyarakat hulu hanya sebesar Rp 713.572,46/KK/tahun. Kesediaan membayar kompensasi pelaku usaha jauh lebih kecil yang ditunjukkan dengan nilai total WTP pelaku usaha pada hulu dan hilir yaitu Rp 9.360.000/tahun dan Rp 40.704.000/tahun, dibandingkan dengan nilai total WTA masyarakat pada hulu dan hilir yaitu Rp 1.104.320.000/ tahun dan Rp 821.280.000/tahun.
Perbedaan Efektivitas Strengthening Ball Roll Exercise dan Strengthening Heel Raises Exercise Terhadap Keseimbangan Statis Pada Anak Flat Foot Usia 9-10 Tahun di Kecamatan Wonokerto
E-Jurnal Kajen Vol 4 No 01 (2020): Jurnal Penelitian dan Pengembengan Pembangunan Vol 04 No 01 (2020)
Publisher : Bapperida Kabupaten Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54687/jurnalkajenv04i01.6

Abstract

Lengkungan kaki yang tidak terbentuk biasanya disebut kaki datar/Flat foot. Kaki rata bisa menyebabkan gangguan keseimbangan pada anak. Cara meningkatkan keseimbangan statis dapat dilakukan dengan latihan penguatan ball roll dan latihan penguatan heel raises. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan efektifitas latihan penguatan ball roll dan latihan penguatan heel raises pada latihan keseimbangan statis anak flat foot usia 7 tahun. -10 tahun di SDN 01 Bebel Wonokerto. Penelitian ini menggunakan quasi eksperimental design (two group pre test dan post test tanpa control group design) terdiri dari dua kelompok yang masing-masing kelompok terdiri dari 31 responden. Wilcoxon pada kelompok I menunjukkan nilai p <0,001 pada latihan penguatan ball roll dan latihan penguatan heel raises, artinya ada pengaruh latihan penguatan ball roll dan latihan penguatan heel raises terhadap keseimbangan statis responden. Uji Mann Whitney U yang digunakan sebagai uji beda menghasilkan p = 0,114 di kaki kanan dan p = 0,547 di kaki kiri. Artinya tidak ada perbedaan efektifitas latihan penguatan ball roll dan latihan penguatan heel raises terhadap keseimbangan statis pada responden.
Pemeriksaan Eritrosit dan Leukosit pada Feses Balita Gizi Buruk di Desa Mulyorejo Kecamatan Tirto Kabupaten Pekalongan Fitrianingsih
E-Jurnal Kajen Vol 4 No 02 (2020): Kajen:Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pembangunan Vol 04 No 02 (2020)
Publisher : Bapperida Kabupaten Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54687/jurnalkajenv4i02.2

Abstract

Status gizi seseorang tergantung dari asupan gizi dan kebutuhannya, apabila asupan gizi dan kebutuhantubuh seimbang maka akan menghasilkan status gizi yang baik. Kebutuhan asupan gizi setiap individu berbeda antar individu, hal ini tergantung dari umur, jenis kelamin, aktivitas, berat badan dan tinggibadan. Anak yang kekurangan berat badan disebabkan karena asupan nutrisi yang tidak mencukupi, hal ini berakibat pada penggunaan cadangan nutrisi tubuhnya untuk kebutuhan dan aktivitas tubuh. Kekurangan asupan nutrisi dari makanan dapat mengakibatkan penggunaan cadangan tubuh yang dapatmenyebabkan kerusakan jaringan. Kerusakan jaringan ditandai dengan penurunan berat badan atau pertumbuhan tinggi yang terhambat. Pada kondisi ini telah terjadi perubahan kimiawi pada darah atau urin. Kemudian akan terjadi perubahan fungsi tubuh menjadi lemah dan mulai muncul tanda-tanda khasakibat kekurangan zat gizi tertentu. Di Desa Mulyorejo, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan merupakan salah satu desa yang termasuk dalam laboratorium kemiskinan sehingga menjadi prioritas Pemerintah Kabupaten Pekalongan dalam melaksanakan pembangunan untuk periode 2015-2020. Hasilpenelitian ini memvariasikan jumlah sel eritrosit dan sel leukosit pada feses balita malnutrisi. Berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium didapatkan dua balita, jumlah sel eritrosit = 0-2 / TBSA, dua balita, jumlah eritosit = 0-3 / TBSA, satu balita, jumlah Jumlah sel eritrosit = 1-3 / TBSA, dua anakbalita, jumlah sel. eritrosit = 2-4 / TBSA, dan satu balita memiliki jumlah sel eritrosit = 3-11 / TBSA. Hasil pemeriksaan leukosit didapatkan tiga balita memiliki jumlah sel leukosit = 1-4 / TBSA, tiga balita memiliki jumlah leukosit = 2-5 / LPB, satu balita memiliki jumlah leukosit = 3-5 / TBSA, dan satubalita memiliki jumlah sel leukosit = 4-7 / LPB. Kesimpulan dari penelitian ini adalah 100% balita gizi buruk mengalami infeksi yang dibuktikan dengan hasil pemeriksaan leukosit diatas nilai normal 0-3 / TBSA dan hasil pemeriksaan eritrosit tidak negatif.
Pengaruh Penggunaan Lahan terhadap Suhu Permukaan di Kabupaten Pekalongan Tahun 2020 Brian Pradana; Nofa Martina Ariani; Ade Pugara
E-Jurnal Kajen Vol 4 No 02 (2020): Kajen:Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pembangunan Vol 04 No 02 (2020)
Publisher : Bapperida Kabupaten Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54687/jurnalkajenv4i02.1

Abstract

Perkembangan penggunaan lahan adalah hal yang sulit dihindari. Seiring dengan perkembangan waktu maka kebutuhan orang akan lahan terbangun akan semakin tinggi. Semakin banyak lahan terbangun maka akan menyebabkan penyerapan panas meningkat. Hal ini ditandai dengan suhu yang ada disekitarperkotaan meningkat dibandingkan dengan perdesaan. Kabupaten Pekalongan adalah salah satu kabupaten yang dilintasi jalan nasional utara (pantura) yang menghubungkan ke arah Jakarta dan Kota Semarang yang mempunyai mobilitas tinggi. Hal tersebut tentunya memicu adanya lahan terbangundisekitar jalan nasional utara (pantura) dan sekitarnya. Dalam penelitian ini akan mengkaji urban heat island yang ada di Kabupaten Pekalongan. Penelitian ini akan mengkaji pengaruh penggunaan lahan terhadap suhu permukaan di Kabupaten Pekalongan tahun 2020. Data yang digunakan adalah landsat 8dan dalam analisisnya akan menggunakan software Arc GIS 10.8. Hasil dari penelitian ini bahwa untuk suhu permukaan yang ada di Kabupaten Pekalongan di Tahun 2020 adalah berkisar antara 14,57 C –34,56 C. Sedangkan jika dilihat dari pengaruh antara penggunaan lahan terhadap suhu permukaan makakeduanya terdapat keterkaitan.
Daya Dukung Fungsi Lahan Permukiman sebagai Kesiapan Menghadapi Dampak Pembangunan Perguruan Tinggi pada Kecamatan Kajen Nofa Martina Ariani; Bagus Nuari Pambudi; Muhammad Indra Hadi Wijaya; Brian Pradana
E-Jurnal Kajen Vol 4 No 02 (2020): Kajen:Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pembangunan Vol 04 No 02 (2020)
Publisher : Bapperida Kabupaten Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54687/jurnalkajenv4i02.3

Abstract

Pengembangan suatu kawasan pada dasarnya disebabkan oleh kuatnya daya tarik yang ditimbulkan oleh kawasan itu sendiri. Salah satu daya tarik yang mampu mengembangkan kawasan adalah adanya kampus / perguruan tinggi yang mendorong banyaknya mahasiswa dan berakibat meningkatnya lahanterbangun. Kondisi tersebut diperkirakan akan terjadi di Kecamatan Kajen Kabupaten Pekalongansetelah dibangunnya PSDKU Universitas Diponegoro. Penelitian ini akan menganalisis sejauh mana kesiapan lahan yang dilihat berdasarkan daya dukung permukiman. Metode yang digunakan adalahmetode deksriptif kuantitatif berdasarkan analisis spasial dengan bantuan alat analisis GIS (Geography Information System) yang kemudian diolah dan dihitung menggunakan rumus daya dukung permukiman. Data diperoleh berdasarkan hasil pengolahan citra dan data dasar pada RencanaTata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Pekalongan Tahun 2011. Hasil dari penelitian ini bahwa Kecamatan Kajen masih mampu untuk menampung sampai 37 (tiga puluh tujuh) kali penduduk saat ini, dimana hasil tersebut dapat digunakan sebagai pedoman untuk menyusun rencana tata ruangkawasan dan pengendalian penduduk. Kawasan yang direkomendasikan untuk dikembangkan menjadi kawasan perkotaan adalah pada bagian utara kawasan yang memiliki fungsi kawasan sebagai fungsi budidaya dan berada pada zona I, II dan III.
Identifikasi Peran Kewilayahan Dalam Pengembangan Produk Unggulan Batik di Kawasan Pekalongan Muhammad Indra Hadi Wijaya; Nofa Martina Ariani; Bagus Nuari Pambudi
E-Jurnal Kajen Vol 4 No 02 (2020): Kajen:Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pembangunan Vol 04 No 02 (2020)
Publisher : Bapperida Kabupaten Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54687/jurnalkajenv4i02.4

Abstract

Isu pembangunan ekonomi lokal merupakan isu penting dalam era persaingan. Daerah didorong untuk menciptakan iklim yang kondusif bagi pembangunan ekonomi. Melalui hal ini diharapkan wilayah dan masyarakat yang ada di dalamnya menjadi lebih berdaya. Batik sebagai warisan budaya Indonesia sejak2009 telah diakui oleh dunia melalui UNESCO. Di wilayah Pekalongan batik menjadi salah satu komoditas industri yang sebagian besar penduduknya memiliki mata pencaharian di sector ini, baik industri batik, konveksi, tenun ATBM, ATM, dan textile motif batik. Makalah ini bertujuan untuk mengidentifikasi peran dari wilayah Pekalongan dalam pengembangan produk unggulan batik. Pengumpulan data dilakukan dengan metode kualitatif dengan wawancara mendalam dengan pelaku usaha penting dalam rantai industri batik di Kota Pekalongan dan Kabupaten Pekalongan yang dipilih secara purposive. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap wilayah memiliki spesialisasi peran dalam pengembangan produk unggulan batik di kawasan Pekalongan. Kota Pekalongan memiiki peran sebagai etalase/pemasaran batik, sedangkan Kabupaten Pekalongan sebagai lokasi produksi batik.
Identifikasi Kewilayahan Per Kecamatan dari Aspek Pendidikan dan Kesehatan Berbasis Sistem Informasi Geografis (Sig) Kabupaten Pekalongan Tahun 2019 Flafian Ria Finola; Risma Fadilah; Noviardi Titis Praponco
E-Jurnal Kajen Vol 4 No 02 (2020): Kajen:Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pembangunan Vol 04 No 02 (2020)
Publisher : Bapperida Kabupaten Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54687/jurnalkajenv4i02.5

Abstract

Berdasarkan data tahun 2019 dari Badan Pusat Statistik Kabupaten Pekalongan (BPS), 19 Kecamatan yang ada di Kabupaten Pekalongan memiliki variansi proyeksi data dalam aspek pendidikan, kesehatan, dan kependudukan. Masing-masing kecamatan memiliki data yang bervariasi dan dinamis setiap waktunya. Tulisan ini berupaya melakukan identifikasi kewilayahan per kecamatan dengan menyajikan data setelah melalui hasil overlay dengan menggunakan sistem informasi geografis (SIG). Dari hasil identifikasi tersebut akan dapat dilihat kecamatan mana saja yang mengalami kondisiketersediaan sarana pendidikan dan kesehatan relatif baik maupun yang belum. Hal ini dapat digunakan untuk rekomendasi bagi Pemerintah Kabupaten Pekalongan untuk melakukan diferensiasi prioritas pembangunan sarana prasarana sesuai dengan kebutuhan daerah masing-masing.

Page 4 of 10 | Total Record : 100


Filter by Year

2017 2025