cover
Contact Name
M Nur Ikhwan
Contact Email
nurikhwanskom@gmail.com
Phone
+62 895-2634-8067
Journal Mail Official
bapperida@pekalongankab.go.id
Editorial Address
Jl. Krakatau No. 09 Kajen, Pekalongan, Jawa Tengah
Location
Kab. pekalongan,
Jawa tengah
INDONESIA
Kajen
ISSN : 25985833     EISSN : 26230011     DOI : 10.546887
Kajen: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pembangunan merupakan jurnal ilmiah yang dikelola Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Penelitian dan Pengembangan Daerah (BAPPEDA LITBANG) dan sekarang berubah nomenklatur menjadi Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (BAPPERIDA) Kabupaten Pekalongan yang terbit secara online sejak tahun 2017. Jurnal Kajen menjadi salah satu instrumen peneliti dalam mempublikasikan hasil penelitian-penelitian dalam bentuk artikel ilmiah. Jurnal Kajen mempublikasikan makalah-makalah hasil penelitian dan pengkajian dari berbagai multidisiplin yang membahas permasalahan-permasalahan dibidang pemerintahan, kebijakan, politik, ekonomi, kesehatan, pertanian, keuangan, lingkungan, dan berbagai permasalahan dibidang pembangunan.
Articles 100 Documents
Modal Sosial Kebertahanan Batik di Kabupaten Pekalongan Ade Pugara; Brian Pradana
E-Jurnal Kajen Vol 4 No 02 (2020): Kajen:Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pembangunan Vol 04 No 02 (2020)
Publisher : Bapperida Kabupaten Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54687/jurnalkajenv4i02.6

Abstract

Batik Pekalongan merupakan salah satu warisan budaya dunia yang sudah dikenal sejak abad ke 12. Dalam perkembangannya, batik Pekalongan memiliki kebertahanan yang tinggi. Hal ini terbukti dari tingkat okupasi pasar batik pekalongan yang mencapai 60 % pasar nasional. Kebertahanan batikpekalongan juga diuji dengan adanya fluktuasi ekonomi saat krisis ekonomi tahun 1998 dan 2008. Kebertahanan batik ini di dukung adanya faktor modal sosial batik pekalongan. Modal sosial ini didasarkan pada adanya peleburan dimensi ekonomi dan sosial dalam kehidupan batik di Pekalongan.Modal sosial ini meliputi keinginan berbuat baik, bermasyarakat dan ritus budaya. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif positivistik. Penelitian ini bertujuan untuk menguji seberapa besar peran modal sosial terhadap kebertahanan ekonomi batik di Kabupaten Pekalongan.
Analisis Kebijakan Pengentasan Kemiskinan “Laboratorium Kemiskinan” Kabupaten Pekalongan Kurniani Wismaningsih
E-Jurnal Kajen Vol 5 No 02 (2021): Kajen:Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pembangunan Vol. 5 No. 2
Publisher : Bapperida Kabupaten Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54687/jurnalkajenv5i02.1

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memberikan alternatif kebijakan terhadap pelaksanaan kebijakan pengentasan kemiskinan “Laboratorium Kemiskinan” di Kabupaten Pekalongan. Laboratorium Kemiskinan adalah kebijakan dalam rangka pengentasan kemiskinan yang memiliki ruang lingkup wilayah kabupaten. Kebaruan (novelty) program ini adalah pelibatan semua pihak (Pentahelix). Laboratorium kemiskinan juga dilakukan dengan pendekatan topografi wilayah yang di setiap wilayah topografi tersebut memiliki karakeristik, sebab dan solusi kemiskinan yang berbeda. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan dilaksanakan di Kabupaten Pekalongan. Pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dalam implementasinya, Laboratorium Kemiskinan mengalami beberapa permasalahan, yaitu: 1. Perangkat Daerah terkait belum berperan secara maksimal; 2. Pemerintah Desa Model kurang aktif dan responsif. Alternatif untuk mengatasi permasalahan, yaitu: 1. Membuat Regulasi tentang Pembentukan Tim Pelaksana Laboratorium Kemiskinan; 2. Meningkatkan Koordinasi antar Perangkat Daerah Pelaksana Laboratorium Kemiskinan dan Desa Model; 3. Menyusun Petunjuk Teknis Kebijakan Laboratorium Kemiskinan. Di antara ketiga alternatif tersebut, alternatif yang direkomendasikan adalah menyusun Petunjuk Teknis Laboratorium Kemiskinan.
Analisis Pro-Poor Growth Kabupaten Pekalongan : Profil dan Dekomposisi Kemiskinan 2015-2019 Yoyok Cahyo Nugroho; Hendrawan Toni Taruno
E-Jurnal Kajen Vol 5 No 01 (2021): Kajen:Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pembangunan Vol. 5 No. 1
Publisher : Bapperida Kabupaten Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54687/jurnalkajenv5i01.1

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji (analisis) pertumbuhan pro-poor di Kabupaten Pekalongan periode 2015-2019. Secara lebih spesifik, studi ini dilakukan untuk mengetahui profil kemiskinan, pengaruh pertumbuhan dan distribusi terhadap perubahan kemiskinan, dan derajat pertumbuhan pro-poor di Kabupaten Pekalongan selama periode 2015-2019. Penelitian ini menerapkan data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) di Kabupaten Pekalongan tahun 2015-2019. Dimensi pendapatan dalam penelitian ini menggunakan data konsumsi (pengeluaran) rumah tangga sebagai pendekatan pendapatan. Dengan menggunakan analisis dekomposisi kemiskinan Shapley dan Poverty Equivalent Growth Rate (PEGR), studi ini menyarankan beberapa temuan. Pertama, selama periode 2015-2019, angka kemiskinan di Kabupaten Pekalongan mengalami penurunan yang juga diikuti dengan penurunan kesenjangan kemiskinan dan indeks keparahan kemiskinan. Kedua, sebagian besar penduduk miskin didominasi oleh kelompok usia non produktif, yaitu anak usia sekolah dan lansia. Ketiga, penurunan angka kemiskinan tidak dapat maksimal karena penurunan angka kemiskinan akibat pengaruh pertumbuhan terhambat oleh efek ketimpangan antar penduduk. Keempat, pertumbuhan selama periode 2015-2019 masih menetes ke bawah. Artinya, manfaat pertumbuhan ekonomi yang dirasakan oleh penduduk miskin secara proporsional lebih kecil dibandingkan dengan manfaat bagi yang tidak miskin
Strategi Pengembangan Eduwisata Integrated Organic Farming Desa Bojonglor dengan Metode Analisis SWOT Nuh Jihhand; Rusaji; Akhmad Karim Luthfiyanto
E-Jurnal Kajen Vol 5 No 01 (2021): Kajen:Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pembangunan Vol. 5 No. 1
Publisher : Bapperida Kabupaten Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54687/jurnalkajenv5i01.2

Abstract

Regenerasi petani merupakan kunci sukses dalam memajukan pertanian Indonesia dimasa mendatang, permasalahan penuaan petani yang terjadi hampir di seluruh pelosok desa di Indonesia merupakan masalah serius yang harus segera diselesaikan. Tanpa solusi yang cepat dan tepat, lambat laun akan mengancam keberlangsungan pertanian di pedesaan. Skala ekonomi petani dan budaya pertanian merupakan tantangan terbesar yang harus diselesaikan terlebih dahulu. Intensifikasi pertanian merupakan salah satu alternatif yang dalam skala penelitian mampu meningkatkan skala ekonomi petani. Solusi ini gencar digalakkan dan disosialisasikan oleh pemerintah melalui instansi terkait. Pendidikan dapat menjadi pendekatan untuk mempromosikan sistem intensifikasi pertanian yang terintegrasi. Dimana pertanian terpadu mampu mendongkrak pendapatan usahatani, sehingga contoh nyata yang ditata dan dihadirkan secara langsung dapat meningkatkan penerapan budidaya intensif oleh petani serta menumbuhkan minat generasi muda di bidang pertanian. Analisis SWOT yang dilakukan dalam penelitian ini diharapkan dapat menentukan strategi pengembangan pendidikan pertanian terintegrasi organik di Desa Bojonglor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sinergi dan kolaborasi antara pemerintah desa, lembaga desa dan warga serta instansi terkait menjadi kunci utama keberhasilan pelaksanaan program. Di sisi lain, BUMDes Alam Sejahtera sebagai penanggung jawab pendidikan harus mampu menjawab tantangan yang ada dengan sistem perencanaan dan pengelolaan yang baik
Strategi Pengembangan Industri Florikultura dalam Mencapai Pertumbuhan Ekonomi Hijau di Kabupaten Pekalongan Firdinan M. Fuad
E-Jurnal Kajen Vol 5 No 01 (2021): Kajen:Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pembangunan Vol. 5 No. 1
Publisher : Bapperida Kabupaten Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54687/jurnalkajenv5i01.3

Abstract

Usaha tanaman hias semakin berkembang di Kabupaten Pekalongan (1996-2020). Hal tersebut tidak dibarengi dengan perkembangan industri florikultura di kawasan pertanian pedesaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengembangan industri florikultura dalam mencapai pertumbuhan ekonomi hijau di Kabupaten Pekalongan. Penelitian dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara mendalam, dan dokumentasi, serta dianalisis dengan teknik kualitatif. Hasil analisis menunjukkan bahwa (1) Kebijakan pertanian di Kabupaten Pekalongan (2016-2020) berorientasi pada peningkatan ketahanan pangan. Diversifikasi pertanian semakin mendesak, salah satunya melalui pengembangan industri florikultura. (2) Persepsi terkuat dalam pengembangan industri florikultura ditemukan pada hubungan Weaknesses (W) dan Opportunities (O) (3.38-3.15) dengan strategi WO memanfaatkan peluang dengan menggunakan dukungan kebijakan publik untuk mengembangkan industri florikultura, pemberdayaan petani pembudidayaan tanaman hias, pemberian fasilitas promosi dan pemasaran, antisipasi perluasan perkotaan dan pengembangan obyek wisata. Strategi yang dilakukan adalah mengatasi kelemahan seperti rendahnya keterampilan florikultura, keterbatasan akses informasi florikultura, kondisi topografi lahan pertanian, irigasi yang kurang memadai, dan infrastruktur jalan pertanian. Akhirnya dirumuskan beberapa strategi pengembangan industri florikultura di Kabupaten Pekalongan, antara lain: (a) pengembangan sentra industri florikultura berorientasi suplai; (b) melembagakan koperasi florikultura melalui kemitraan; (c) meningkatkan budidaya tanaman hias dan manajemen pemasaran; dan (d) mengembangkan Kota Hijau dan sistem pariwisata terpadu di Kabupaten Pekalongan.
Strategi Opmalisasi Potensi Biofarmaka Melalui Pembentukan Kampung Jamu di Kabupaten Pekalongan Metha Anung Anindhita; Mahfur; Kharismatul Khasanah
E-Jurnal Kajen Vol 5 No 01 (2021): Kajen:Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pembangunan Vol. 5 No. 1
Publisher : Bapperida Kabupaten Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54687/jurnalkajenv5i01.4

Abstract

Kabupaten Pekalongan terdiri dari dataran rendah dan dataran tinggi. Oleh karena itu memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi, seperti tumbuhan biofarmasi. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Pekalongan (2020) tahun 2019, terdapat banyak jenis tumbuhan biofarmaka seperti lengkuas, jahe, kapulaga, kunyit, kencur, lempuyang, temuireng, dan temukunci. Kandangserang, Paninggaran, Talun, Kajen, dan Doro adalah daerah penghasil tinggi tanaman ini. Saat ini hasil panen biasanya dijual segar ke penjual atau industri jamu di luar daerah. Tanaman biofarmaka belum maksimal terlihat dari jumlah pengusaha jamu yang masih sedikit, yaitu hanya sekitar 26 unit. Tanaman biofarmaka merupakan potensi lokal yang dapat dioptimalkan dan dapat menjadi aset daerah dalam meningkatkan perekonomian masyarakat dengan mengembangkan potensi biofarmaka melalui pembentukan Kampung Jamu. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan kajian strategi optimalisasi potensi lokal tumbuhan biofarmaka melalui pembentukan Kampung Jamu. Rancangan penelitian dilakukan dengan penelitian eksplorasi dengan pendekatan kualitatif didukung dengan triangulasi data statistik melalui wawancara mendalam dengan informan untuk mencari persepsi dari berbagai sumber. Hasilnya, pembentukan Kampung Jamu dilakukan berdasarkan Aset Pentagonal, wilayah Kabupaten Pekalongan berpotensi membentuk Kampung Jamu. Rekomendasi penentuan lokasi yang akan dibentuk Kampung Jamu mengacu pada beberapa pertimbangan yaitu potensi biofarmaka, keterampilan dan komitmen masyarakat, infrastruktur serta dukungan dari pemerintah.
Pengetahuan dan Sikap Terhadap Kepatuhan Pelaksanaan Protokol Kesehatan Tentang Kesigapan Menghadapi New Normal Tingkat Kelurahan/Desa di Kabupaten Pekalongan Nuniek Nizmah Fajriyah; Dian Kartikasari; Firman Faradisi
E-Jurnal Kajen Vol 5 No 01 (2021): Kajen:Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pembangunan Vol. 5 No. 1
Publisher : Bapperida Kabupaten Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54687/jurnalkajenv5i01.5

Abstract

Pada awal tahun 2020 ini dunia dikejutkan dengan wabah virus corona (Covid-19) yang menginfeksi hampir seluruh negara di dunia. ditemukan beberapa kepala desa belum memahami tentang bagaimana kesigapan menghadapi new normal. Jenis penelitian ini adalah studi observasional dengan desain cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh perangkat kelurahan/desa Se Kabupaten Pekalongan. Sampel diambil sebanyak 167 dengan metode Random Sampling. Data dikumpulkan dengan kuesioner untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan sikap tentang covid dan kesigapan menghadapi new normal. Data diolah dengan uji statistik chi square. Hasil analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan tidak bermakna antara pengetahuan dan sikap terhadap kepatuhan pelaksanaan protokol kesehatan tentang kesigapan menghadapi new normal tingkat kelurahan/Desa Di Kabupaten Pekalongan. Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa tidak ada hubungan pengetahuan dan sikap terhadap kepatuhan pelaksanaan protokol kesehatan tentang kesigapan menghadapi new normal tingkat kelurahan/desa di Kabupaten Pekalongan
Analisis Kadar Kafein Pada Produk Bubuk Kopi Murni Yang Dihasilkan Di Kabupaten Pekalongan Menggunakan Metode High Performance Liquid Chromatography (HPLC) Alfa Izzatina Rahmawati; Wirasti; Herni Rejeki
E-Jurnal Kajen Vol 5 No 01 (2021): Kajen:Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pembangunan Vol. 5 No. 1
Publisher : Bapperida Kabupaten Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54687/jurnalkajenv5i01.6

Abstract

Kafein termasuk salah satu jenis alkaloid golongan metil xantin yang terdapat dalam kopi. Efek kafein timbul akibat adanya stimulasi pada sistem syaraf pusat. Efek samping lain bila kafein dikonsumsi secara berlebihan adalah menyebabkan rasa gugup, gelisah, tremor, insomnia, hipertensi, mual serta kejang. Berdasarkan FDA (Food and Drug Administration), dosis kafein yang diizinkan adalah 100-200 mg/hari. Sedangkan menurut SNI 01-7152-2006, batas maksimal dosis kafein pada makanan dan minuman ialah 150 mg/hari atau 50 mg/sajian. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar kafein dalam produk bubuk kopi murni yang dihasilkan di Kabupaten Pekalongan dengan menggunakan metode HPLC. Metode HPLC yang digunakan adalah HPLC fase terbalik dengan fase diam oktadesil silika C18 dan fase gerak dari campuran pelarut aquabidestilata dan metanol (50:50). Kecepatan alir yang digunakan adalah 2,0 mL/menit dengan volume injeksi 20 µL pada detektor UV 274 nm. Jumlah sampel yang dianalisis adalah 13 produk bubuk kopi murni. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa kadar kafein dalam 13 produk bubuk kopi murni yang dihasilkan di Kabupaten Pekalongan yang dianalisis telah memenuhi syarat SNI 01-7152-2006.
Pengaruh Edukasi melalui Leaflet Terhadap Pengetahuan Swamedikasi Antinyeri Rasional di Kecamatan Kedungwuni Pekalongan Karima Yulianti; Ainun Mutoharoh; Wulan Agustin Ningrum; Yulian Wahyu Permadi
E-Jurnal Kajen Vol 5 No 02 (2021): Kajen:Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pembangunan Vol. 5 No. 2
Publisher : Bapperida Kabupaten Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54687/jurnalkajenv5i02.4

Abstract

Nyeri seringkali dirasakan seseorang, nyeri dapat mengganggu aktivitas sehingga harus segera diobati. Penggunaan obat nyeri banyak digunakan bebas oleh masyarakat karena keterbatasan pengetahuan dalam pelaksanaan swamedikasi dapat menyebabkan kesalahan, sehingga diperlukan edukasi supaya pengobatan tersebut rasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi melalui leaflet terhadap pengetahuan penggunaan obat yang rasional untuk swamedikasi. Penelitian ini menggunakan metode prospektif desain quasi experimental tipe one group pretestpostest with control group, dengan pengambilan sampel secara purposive random sampling. Responden penelitian berjumlah 100 dibagi menjadi dua kelompok. Total 50 responden kelompokkontrol dan 50 responden kelompok eksperimen. Hasil penelitian karakteristik responden di Kecamatan Kedungwuni pada penelitian ini berjenis kelamin laki-laki 38% dan perempuan 62%,responden berusia 18-28 tahun sebesar 35%, pendidikan terakhir responden paling banyak SMA sebesar 21%, pekerjaan yang mendominasi adalah ibu rumah tangga sebesar 30%, penghasilan responden <Rp.1.000.000 dan jarak dari rumah ke apotek paling banyak jarak dekat <1km sebesar 66%. Tingkat pengetahuan masyarakat di Kecamatan Kedungwuni sebelum diberikan edukasi masuk dalam kategori baik sebesar 66% dan tingkat pengetahuan sesudah diberi edukasi masuk dalam kategori baik sebesar 92%. Terdapat pengaruh edukasi melalui leaflet terhadap pengetahuan swamedikasi antinyeri rasional di Kecamatan Kedungwuni dikarenakan pada uji mann-whitney nilai p-value <0,05. Masyarakat diharapkan aktif mencari informasi dalam melakukan swamedikasi agar rasional dan lebih memperhatikan obat yang akan digunakan untuk pengobatan mandiri.
Gambaran Penyebab Kekosongan Obat dan Upaya Pengendaliannya di Gudang Obat IFRS RSUD Kraton Tahun 2019 Diana Lestari; ST. Rahmatullah; Fitriyani
E-Jurnal Kajen Vol 5 No 02 (2021): Kajen:Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pembangunan Vol. 5 No. 2
Publisher : Bapperida Kabupaten Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54687/jurnalkajenv5i02.2

Abstract

Pelayanan Kefarmasian merupakan salah satu pelayanan yang sangat penting di suatu rumah sakit, salah satunya dalam melakukan ketersediaan obat. Pengelolaan persediaan obat yang kurang baik dapat berakibat pada jumlah stok obat yang tersedia, hal ini akan berakibat menurunkan kualitas dari rumah sakit dan menurunkan pendapatan dari rumah sakit, selain itu dapat berakibat pada tingkat kualitas hidup pasien. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran penyebab kekosongan obat dan untuk mengetahui upaya pengendalian di RSUD Kraton Tahun 2019. Metode penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif dengan pengambilan data menggunakan wawancara secara mendalam berdasarkan teknik purposive sampling.Faktor yang menyebabkan terjadinya kekosongan obat yaitu waktu tunggu obat yag berbeda-beda, kekosongan dari distributor. Upaya pengendalian dilakukan stok opnam 1 bulan sekali

Page 5 of 10 | Total Record : 100


Filter by Year

2017 2025