cover
Contact Name
Muh. Ridwan Yunus
Contact Email
ridwanwawan559@gmail.com
Phone
+6285254952424
Journal Mail Official
ridwanwawan559@gmail.com
Editorial Address
Jln. S. Condronegoro (Samofa); Telepon: 0981-2911683 Biak Papua
Location
Kab. biak numfor,
P a p u a
INDONESIA
Copi Susu: Jurnal Komunikasi, Politik & Sosiologi
ISSN : -     EISSN : 28079248     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Jurnal ini diterbitkan secara berkala dua kali dalam setahun, Maret dan September. Jurnal memuat artikel ilmiah hasil penelitian di bidang komunikasi, Politik, dan Sosiologi
Articles 76 Documents
Peran Komunikasi Kepala Desa dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Melalui Program Keluarga Harapan (PKH) di Kampung Manbesak Distrik Biak Utara Samuel Nicolaus Ojaba; Rahma Agustiani
Copi Susu: Jurnal Komunikasi, Politik & Sosiologi Vol 8 No 1 (2026): Copi Susu: Jurnal Komunikasi, Politik & Sosiologi
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis peran komunikasi Kepala Desa dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui PKH di Kampung Manbesak, Distrik Biak Utara, Kabupaten Biak Numfor. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam terhadap sepuluh informan, serta dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Kerangka analisis mengacu pada faktor internal dan eksternal, meliputi keterampilan, motivasi, kepemimpinan, dukungan masyarakat, dukungan pemerintah, serta kondisi sosial ekonomi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran komunikasi kepala desa telah berjalan cukup baik, ditandai dengan meningkatnya pemahaman masyarakat terhadap PKH, meningkatnya partisipasi penerima manfaat, serta dampak positif pada aspek ekonomi, pendidikan, dan kesehatan. Meskipun demikian, masih terdapat kendala berupa keterbatasan sosialisasi di wilayah terpencil, kurangnya transparansi data penerima, serta belum meratanya pemahaman masyarakat terhadap mekanisme program. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa komunikasi kepala desa berperan penting dalam keberhasilan PKH, terutama pada aspek sosialisasi, pendampingan, dan pengawasan.
Efektivitas Pemanfaatan Jejaring Media Sosial Facebook terhadap Citra Diri Pemuda di Kampung Manggandisapi Tirza Binggundi Makuker; Ismail Ibrahim
Copi Susu: Jurnal Komunikasi, Politik & Sosiologi Vol 8 No 1 (2026): Copi Susu: Jurnal Komunikasi, Politik & Sosiologi
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Media sosial telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan remaja dan pemuda di era digital. Facebook sebagai salah satu platform media sosial tertua dan paling banyak digunakan memiliki pengaruh signifikan terhadap pembentukan citra diri penggunanya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pemanfaatan jejaring media sosial Facebook terhadap citra diri pemuda di Kampung Manggandisapi, Distrik Biak Kota, Kabupaten Biak Numfor. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam terhadap 10 informan pemuda dan remaja pengguna aktif Facebook, serta dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini menggunakan teori belajar sosial Albert Bandura yang menekankan bahwa pembelajaran terjadi melalui observasi, imitasi, dan pemodelan perilaku orang lain dalam interaksi timbal balik antara faktor kognitif, perilaku, dan lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Facebook memiliki lima peran utama dalam pembentukan citra diri pemuda: (1) sebagai media perluasan diri dalam kehidupan sosial, (2) sebagai media penghibur diri, (3) sebagai media pengungkapan emosi, (4) sebagai media pembentukan citra diri yang berbeda dari kehidupan nyata, serta (5) sebagai media pembentukan kebiasaan (habitual response) yang berulang. Dampak negatif yang ditemukan meliputi kecenderungan menyindir, membandingkan diri dengan standar tidak realistis, serta kecemasan akibat perundungan daring (cyberbullying). Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa pemanfaatan Facebook efektif dalam membentuk citra diri pemuda, namun efektivitasnya sangat bergantung pada pola penggunaan dan pendampingan yang bijak. Disarankan agar pemuda lebih bijak menggunakan media sosial, orang tua meningkatkan pengawasan dan komunikasi, serta masyarakat memberikan sosialisasi tentang literasi digital.
Dampak Media Sosial terhadap Hubungan Sosial dalam Masyarakat di Kampung Mnubari Distrik Biak Kota Kabupaten Biak Numfor Yane Kurni; Salehuddin Salehuddin
Copi Susu: Jurnal Komunikasi, Politik & Sosiologi Vol 8 No 1 (2026): Copi Susu: Jurnal Komunikasi, Politik & Sosiologi
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah membawa perubahan signifikan dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat, termasuk dalam pola hubungan sosial. Media sosial sebagai salah satu produk teknologi digital telah mengubah cara masyarakat berinteraksi, berkomunikasi, dan membangun hubungan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak media sosial terhadap hubungan sosial masyarakat di Kampung Mnubari, Distrik Biak Kota, Kabupaten Biak Numfor. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi lapangan. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam terhadap delapan informan masyarakat Kampung Mnubari, serta studi dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial memiliki dua sisi dampak terhadap hubungan sosial masyarakat. Dampak positifnya meliputi kemudahan berinteraksi dengan orang lain tanpa batasan jarak dan waktu, sarana sosialisasi informasi dari pemerintah dan organisasi masyarakat, sarana promosi barang dan jasa, sarana silaturahmi dengan keluarga dan teman yang jauh, serta sarana hiburan. Dampak negatifnya meliputi berkurangnya interaksi tatap muka, tergantikannya kehidupan sosial nyata dengan dunia maya, meningkatnya potensi tindak kriminal seperti penipuan dan pornografi, serta berkurangnya perhatian terhadap keluarga. Penelitian ini menyimpulkan bahwa media sosial telah mempengaruhi hubungan sosial masyarakat Kampung Mnubari baik secara positif maupun negatif. Oleh karena itu, diperlukan kesadaran dan kebijakan dalam menggunakan media sosial agar dampak negatif dapat diminimalisir dan dampak positif dapat dioptimalkan.
Dampak Pembagian Sumber Daya Nelayan terhadap Relasi Sosial di Kampung Rayori Supiori Yosina Wambrauw; M. Saleh Laha
Copi Susu: Jurnal Komunikasi, Politik & Sosiologi Vol 8 No 1 (2026): Copi Susu: Jurnal Komunikasi, Politik & Sosiologi
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak pembagian sumber daya nelayan terhadap relasi sosial antar nelayan di Kampung Rayori, Distrik Kepulauan Aruri, Kabupaten Supiori, serta mengidentifikasi motif konflik yang muncul akibat ketimpangan pembagian tersebut. Penelitian ini menggunakan metode etnografi dengan teknik pengumpulan data melalui observasi partisipatif dan wawancara mendalam terhadap kepala kampung, aparat pemerintah, tokoh adat, nelayan tradisional, pengolah hasil laut, dan penyuluh perikanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketimpangan hasil tangkapan antara nelayan tradisional (5-10 kg/hari) dan nelayan modern (ratusan kg/hari) telah memicu dua bentuk konflik sosial: konflik horizontal antar nelayan lokal dan nelayan pendatang, serta konflik vertikal antara komunitas nelayan kecil dengan pemerintah akibat kebijakan kelautan yang eksklusif dan tidak berpihak. Faktor penyebab ketimpangan meliputi perbedaan teknologi penangkapan, akses modal, serta minimnya partisipasi nelayan kecil dalam perumusan kebijakan. Sistem kearifan lokal seperti sasi (larangan menangkap ikan pada musim tertentu) masih dipertahankan, namun terancam oleh ekspansi kapal besar. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pembagian sumber daya nelayan yang tidak adil berdampak negatif pada relasi sosial, memicu persaingan, konflik, dan ketimpangan sosial. Diperlukan kebijakan yang berpihak pada nelayan kecil, pengakuan atas wilayah laut adat, serta peningkatan partisipasi nelayan dalam pengelolaan sumber daya perikanan.
Dinamika Sosial Digital terhadap Pembentukan Identitas Sosial Dikalangan Remaja di Kampung Babrinbo Distrik Biak Kota Kabupaten Biak Numfor Yuliana Rumainum; Fatma W. Tamher
Copi Susu: Jurnal Komunikasi, Politik & Sosiologi Vol 8 No 1 (2026): Copi Susu: Jurnal Komunikasi, Politik & Sosiologi
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dinamika sosial digital telah membawa perubahan signifikan dalam berbagai aspek kehidupan manusia, termasuk dalam pembentukan identitas sosial di kalangan remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana dinamika sosial digital terhadap pembentukan identitas sosial di kalangan remaja di Kampung Babrinbo, Distrik Biak Kota, Kabupaten Biak Numfor. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi lapangan. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam terhadap tiga informan remaja di Kampung Babrinbo, serta studi dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dinamika sosial digital mempengaruhi pembentukan identitas sosial remaja melalui tiga komponen utama teori identitas sosial dari Tajfel dan Turner, yaitu kategorisasi sosial, identifikasi sosial, dan perbandingan sosial. Remaja di Kampung Babrinbo menggunakan platform media sosial seperti Facebook, Instagram, Twitter, dan YouTube untuk membangun citra diri, mengekspresikan minat dan nilai-nilai mereka, serta mencari validasi dari teman sebaya. Sekolah dan media berperan ganda dalam proses ini, di satu sisi sebagai sarana sosialisasi positif, namun di sisi lain dapat memperkuat stereotip dan perbandingan sosial yang tidak sehat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa dinamika sosial digital telah berperan maksimal dalam pembentukan identitas sosial remaja di Kampung Babrinbo, namun diperlukan pendampingan dari orang tua dan pendidik agar remaja dapat mengembangkan identitas sosial yang sehat dan positif.
Dampak E-Commerce Terhadap Perubahan Gaya Belanja Masyarakat Kampung Insrom Distrik Biak Kota Berentina Rumbrawer; Ismail Ibrahim
Copi Susu: Jurnal Komunikasi, Politik & Sosiologi Vol 5 No 1 (2023): Copi Susu: Jurnal Komunikasi, Politik & Sosiologi
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi digital, khususnya e-commerce, telah mengubah pola konsumsi masyarakat secara signifikan, termasuk di wilayah pedesaan seperti Kampung Insrom, Distrik Biak Kota, Kabupaten Biak Numfor. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak penggunaan e-commerce terhadap perubahan gaya belanja masyarakat Kampung Insrom. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam terhadap 15 informan (masyarakat pengguna e-commerce dari berbagai latar belakang), serta studi kepustakaan. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini menggunakan indikator e-commerce yang meliputi kualitas sistem, kualitas informasi, kualitas mutu dan layanan, pemanfaatan, kepuasan pengguna, serta manfaat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa e-commerce memberikan dampak signifikan terhadap perubahan gaya belanja masyarakat Kampung Insrom. Masyarakat mulai beralih dari kebiasaan berbelanja langsung di toko fisik ke belanja online karena kemudahan akses, fleksibilitas waktu, berbagai promosi menarik, serta ketersediaan produk yang lebih beragam. Namun, di sisi lain, penggunaan e-commerce juga meningkatkan kecenderungan perilaku konsumtif, terutama di kalangan ibu-ibu dan anak muda. Faktor-faktor seperti kualitas sistem, kualitas informasi, kepuasan pengguna, dan pengaruh lingkungan sosial turut mempercepat perubahan ini. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa e-commerce tidak hanya mempengaruhi cara masyarakat berbelanja, tetapi juga turut membentuk gaya hidup masyarakat modern di Kampung Insrom. Disarankan agar masyarakat lebih bijak dalam menggunakan e-commerce, serta meningkatkan literasi digital dan manajemen keuangan pribadi.