cover
Contact Name
Muh. Ridwan Yunus
Contact Email
ridwanwawan559@gmail.com
Phone
+6285254952424
Journal Mail Official
ridwanwawan559@gmail.com
Editorial Address
Jln. S. Condronegoro (Samofa); Telepon: 0981-2911683 Biak Papua
Location
Kab. biak numfor,
P a p u a
INDONESIA
Copi Susu: Jurnal Komunikasi, Politik & Sosiologi
ISSN : -     EISSN : 28079248     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Jurnal ini diterbitkan secara berkala dua kali dalam setahun, Maret dan September. Jurnal memuat artikel ilmiah hasil penelitian di bidang komunikasi, Politik, dan Sosiologi
Articles 76 Documents
Peran Komunikasi Masyarakat Adat dalam Pengembangan Minat Bahasa Daerah Pada Pemuda Gabriel Sawen; Hepi Hastuti
Copi Susu: Jurnal Komunikasi, Politik & Sosiologi Vol 6 No 1 (2024): Copi Susu: Jurnal Komunikasi, Politik & Sosiologi
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran komunikasi masyarakat adat dalam mengembangkan minat bahasa daerah pada pemuda di Kampung Manggonswan, Distrik Kepulauan Aruri, Kabupaten Supiori, Papua. Bahasa daerah Biak saat ini menghadapi ancaman kepunahan karena generasi muda lebih dominan menggunakan bahasa Indonesia dan bahasa asing dalam keseharian. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara mendalam terhadap tokoh adat, aparat kampung, seniman budaya, orang tua, dan pemuda, serta observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi masyarakat adat memiliki peran strategis melalui pola komunikasi keluarga dan musyawarah, bentuk komunikasi dua arah dalam forum adat, norma komunikasi persuasif berbasis simbol budaya, kode verbal dan nonverbal seperti syair wor dan tari adat, serta komunikasi ritual dalam prosesi maskawin (iyakaker). Ketiga indikator utama yang memperkuat peran komunikasi tersebut adalah pewarisan nilai lintas generasi, pelibatan pemuda dalam kegiatan adat, dan adaptasi media digital sebagai sarana pelestarian. Penelitian ini menyimpulkan bahwa komunikasi masyarakat adat bukan hanya alat pertukaran informasi, tetapi juga medium pelestari, penggerak minat, dan pembentuk identitas bahasa daerah bagi pemuda. Revitalisasi peran tokoh adat dan keluarga sangat diperlukan agar bahasa daerah tetap hidup di tengah arus globalisasi.
Strategi Komunikasi Kepala Dinas Pendidikan dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan Non Formal di Kabupaten Biak Numfor Junita Msen; Muh. Ridwan Yunus
Copi Susu: Jurnal Komunikasi, Politik & Sosiologi Vol 6 No 1 (2024): Copi Susu: Jurnal Komunikasi, Politik & Sosiologi
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan non formal memiliki peran strategis dalam menjangkau masyarakat yang tidak dapat mengakses pendidikan formal, terutama di daerah kepulauan seperti Kabupaten Biak Numfor. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi yang digunakan oleh Kepala Dinas Pendidikan dalam meningkatkan mutu pendidikan non formal di Kabupaten Biak Numfor. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam terhadap 7 informan (Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Bidang Pendidikan Non Formal, ketua PKBM, alumni, dan masyarakat), serta dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Kerangka teori menggunakan konsep strategi komunikasi dari Effendy dan Lasswell yang mencakup penentuan target sasaran, tujuan mutu, penyajian pesan, dan peran komunikator. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kepala Dinas Pendidikan menerapkan dua strategi komunikasi: formal (surat edaran, instruksi, rapat koordinasi) dan non formal (media sosial seperti WhatsApp, Instagram, TikTok, serta dialog interaktif di radio). Strategi ini diimplementasikan melalui tiga program utama peningkatan mutu pendidikan non formal, yaitu penguatan kelembagaan dan sarana prasarana, pembinaan karakter, serta kurikulum dan evaluasi berbasis standar nasional. Kendala utama yang dihadapi meliputi keterbatasan sumber daya manusia, anggaran, dan kondisi geografis wilayah kepulauan. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa strategi komunikasi yang adaptif dan memanfaatkan teknologi digital efektif dalam meningkatkan mutu pendidikan non formal, namun masih memerlukan penguatan partisipasi aktif dari lembaga PKBM dan masyarakat. Disarankan agar lembaga pendidikan non formal lebih proaktif dalam mengakses informasi, serta pemerintah daerah terus meningkatkan infrastruktur komunikasi di wilayah terpencil.
Dampak Program Keluarga Harapan (PKH) pada Perlindungan Sosial Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kampung Armnu Distrik Andey Kabupaten Biak Numfor Novita Sermumes; Fatmah W. Tamher
Copi Susu: Jurnal Komunikasi, Politik & Sosiologi Vol 6 No 1 (2024): Copi Susu: Jurnal Komunikasi, Politik & Sosiologi
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program Keluarga Harapan (PKH) adalah program perlindungan sosial yang memberikan bantuan non-tunai kepada Keluarga Miskin yang ditetapkan sebagai Keluarga Penerima Manfaat (KPM). PKH merupakan program berbasis keluarga miskin yang diarahkan pada pembentukan sumber daya manusia dengan fokus pada aspek pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak Program Keluarga Harapan (PKH) pada perlindungan sosial Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kampung Armnu, Distrik Andey, Kabupaten Biak Numfor. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi lapangan. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam terhadap 10 informan Keluarga Penerima Manfaat (KPM), observasi partisipatif, dan studi dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PKH memberikan dampak positif yang signifikan dalam empat aspek: (1) mengurangi beban pengeluaran keluarga, terutama untuk kebutuhan sandang, pangan, dan papan; (2) meningkatkan pendidikan anak, di mana anak-anak dari keluarga miskin dapat terus bersekolah tanpa terkendala biaya; (3) meningkatkan kesehatan keluarga melalui akses layanan kesehatan dengan Kartu Indonesia Sehat (KIS); (4) mengubah perilaku dan kemandirian Keluarga Penerima Manfaat (KPM) menjadi lebih mandiri dan tidak tergantung pada orang lain. Namun demikian, PKH juga menimbulkan dampak negatif berupa ketergantungan terhadap bantuan pemerintah dan kecemburuan sosial di masyarakat karena ketidaktepatan sasaran. Penelitian ini menyimpulkan bahwa PKH telah membantu meringankan beban ekonomi keluarga miskin di Kampung Armnu, namun perlu peningkatan akurasi data penerima manfaat dan pendampingan untuk mencegah ketergantungan.
Peran Perempuan dalam Menopang Perekonomian Keluarga di Kampung Warsansan Distrik Biak Utara Kabupaten Biak Numfor Nurmilda Nurmilda; Nur Inayati Saiful
Copi Susu: Jurnal Komunikasi, Politik & Sosiologi Vol 6 No 1 (2024): Copi Susu: Jurnal Komunikasi, Politik & Sosiologi
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peran perempuan dalam kehidupan keluarga dan masyarakat telah mengalami pergeseran signifikan seiring dengan perkembangan zaman. Jika pada masa lalu perempuan hanya berperan dalam sektor domestik (rumah tangga), kini perempuan mulai terlibat aktif dalam sektor publik termasuk dalam menopang perekonomian keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran perempuan dalam menopang perekonomian keluarga serta faktor-faktor yang mendorong perempuan untuk berperan tersebut di Kampung Warsansan, Distrik Biak Utara, Kabupaten Biak Numfor. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi lapangan. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam terhadap 44 informan perempuan di Kampung Warsansan, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran perempuan dalam menopang perekonomian keluarga di Kampung Warsansan dapat diklasifikasikan ke dalam lima kategori: (1) peran tradisi, di mana perempuan hanya berperan sebagai ibu rumah tangga tanpa kontribusi ekonomi; (2) peran transisi, di mana perempuan mulai membantu ekonomi keluarga melalui usaha sampingan seperti berjualan kue atau membuka kios; (3) dwiperan, di mana perempuan menjalankan peran domestik dan publik secara seimbang, misalnya sebagai ibu rumah tangga sekaligus guru; (4) peran egalitarian, di mana suami dan istri berbagi peran secara setara termasuk dalam mencari nafkah; (5) peran kontemporer, di mana perempuan menjadi tulang punggung keluarga secara mandiri. Faktor-faktor yang mendorong perempuan berperan dalam perekonomian keluarga meliputi faktor internal (tingkat pendidikan dan kemauan untuk bekerja) dan faktor eksternal (kesulitan ekonomi keluarga dan pendapatan suami yang tidak mencukupi). Penelitian ini menyimpulkan bahwa peran perempuan dalam menopang perekonomian keluarga di Kampung Warsansan sangat signifikan dan terus berkembang, didorong oleh kombinasi faktor internal dan eksternal.
Peran Komunikasi Internal dalam Memproduksi dan Memasarkan Inokson Sebagai Warisan Budaya Biak Papua Lokal di Toko Syowi Artshop Lamekh Edowai; Mohamad Sudi
Copi Susu: Jurnal Komunikasi, Politik & Sosiologi Vol 6 No 2 (2024): Copi Susu: Jurnal Komunikasi, Politik & Sosiologi
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Noken (Inokson) merupakan tas tradisional khas Papua yang telah diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda yang Memerlukan Perlindungan Mendesak pada tahun 2012. Di Biak Papua, Inokson tidak hanya berfungsi sebagai alat pembawa barang, tetapi juga sebagai simbol identitas, kearifan lokal, dan ketahanan budaya masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran komunikasi internal dalam memproduksi dan memasarkan Inokson sebagai warisan budaya Biak Papua melalui Usaha Kecil dan Menengah (UKM) lokal di Toko Syowi Artshop. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam terhadap 7 informan (pemilik UKM, penanggung jawab toko, dan pengrajin), serta dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi internal memainkan peran krusial dalam mengoordinasikan kerja kolektif para pengrajin, mulai dari pengambilan bahan baku (pohon Warmas dan Mandwam), proses pengeringan, pemintalan serat, hingga tahap pemasaran. Komunikasi yang terjalin secara intensif dan partisipatif menciptakan kerja sama yang solid antara pemilik usaha, penanggung jawab, dan pengrajin. Hambatan utama meliputi ketergantungan pada kondisi cuaca (produktivitas menurun dari 5 menjadi 2 noken per hari saat hujan) serta rendahnya minat generasi muda terhadap produk warisan budaya. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa komunikasi internal yang efektif merupakan kunci keberhasilan UKM dalam melestarikan warisan budaya sekaligus meningkatkan nilai ekonomi produk lokal. Disarankan penguatan komunikasi internal, pelatihan desain inovatif, serta promosi digital untuk menarik minat generasi muda.
Pola Komunikasi Keluarga terhadap Perilaku Sopan Santun Anak-Anak Remaja di Kampung Manggonswan Kabupaten Supiori Lince Menufandu; Irwan Irwan
Copi Susu: Jurnal Komunikasi, Politik & Sosiologi Vol 6 No 2 (2024): Copi Susu: Jurnal Komunikasi, Politik & Sosiologi
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pola komunikasi keluarga merupakan faktor fundamental dalam membentuk karakter dan perilaku anak, terutama pada masa remaja yang rentan terhadap pengaruh lingkungan luar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola komunikasi keluarga terhadap perilaku sopan santun anak-anak remaja di Kampung Manggonswan, Distrik Kepulauan Aruri, Kabupaten Supiori. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam terhadap 11 informan (Kepala Desa, Sekretaris Desa, guru, tenaga kesehatan, masyarakat, dan pelajar), serta dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini menggunakan dua kerangka teori utama: indikator karakter sopan santun menurut Wahyudi dan I Made Arsana (2014) yang meliputi menghormati orang yang lebih tua, menerima sesuatu dengan tangan kanan, tidak berkata kotor dan kasar, tidak meludah sembarangan, memberi salam, serta menghargai pendapat orang lain; serta teori komunikasi interpersonal efektif dari Joseph DeVito (2014) yang mencakup keterbukaan, empati, dukungan, rasa positif, dan kesetaraan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola komunikasi keluarga di Kampung Manggonswan telah berjalan dengan baik, tercermin dari perilaku sopan santun anak-anak remaja yang menghormati orang tua dan orang yang lebih tua, aktif berpartisipasi dalam kegiatan kampung dan gereja, serta memiliki rasa kepedulian terhadap sesama. Faktor pendukung utama adalah kuatnya nilai-nilai agama dan adat istiadat yang masih terjaga, serta minimnya pengaruh budaya luar. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa komunikasi keluarga yang efektif dan keteladanan orang tua berperan penting dalam membentuk perilaku sopan santun remaja. Disarankan agar orang tua terus mempertahankan pola komunikasi yang baik dan memberikan contoh perilaku positif, serta remaja diharapkan dapat melakukan kegiatan yang bermanfaat di lingkungan kampung.
Strategi Komunikasi Bank Mandiri dalam Meningkatkan Minat Masyarakat Pelaku Usaha Menggunakan Kur Marthen Yawan; Ismail Ibrahim
Copi Susu: Jurnal Komunikasi, Politik & Sosiologi Vol 6 No 2 (2024): Copi Susu: Jurnal Komunikasi, Politik & Sosiologi
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi yang diterapkan oleh Bank Mandiri Cabang Supiori dalam meningkatkan minat masyarakat pelaku usaha untuk menggunakan Kredit Usaha Rakyat (KUR). KUR merupakan program pemerintah yang dirancang untuk mendukung pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui akses pembiayaan yang mudah dan terjangkau. Namun, realisasi penyaluran KUR di Kabupaten Supiori masih belum optimal karena rendahnya minat dan pemahaman masyarakat terhadap program ini. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam terhadap pimpinan bank, staf kredit, dan nasabah, serta observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi yang diterapkan Bank Mandiri Supiori meliputi tiga indikator utama: pertama, membangun kredibilitas melalui komunikasi interpersonal yang intensif dan pendekatan personal kepada calon nasabah; kedua, menciptakan daya tarik melalui sosialisasi manfaat KUR dengan suku bunga rendah (6%) dan proses yang mudah; ketiga, memperkuat kekuatan persuasi melalui kerja sama dengan pemerintah daerah dan pemanfaatan media brosur. Hambatan yang dihadapi meliputi keterbatasan pemahaman masyarakat tentang prosedur kredit, kelengkapan administrasi (KTP, KK, surat nikah, surat izin usaha, agunan), serta faktor geografis di wilayah terpencil. Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi komunikasi yang efektif dan adaptif terhadap karakteristik masyarakat lokal sangat diperlukan dalam meningkatkan minat pelaku usaha terhadap program KUR.
Perubahan Nilai Budaya terhadap Adat Perkawinan Masyarakat di Kampung Wansra Distrik Orkeri Kabupaten Biak Numfor Oskar Manggaprouw; Busyairi Ahmad
Copi Susu: Jurnal Komunikasi, Politik & Sosiologi Vol 6 No 2 (2024): Copi Susu: Jurnal Komunikasi, Politik & Sosiologi
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Adat perkawinan masyarakat Biak di Kampung Wansra, Distrik Orkeri, Kabupaten Biak Numfor, mengalami perubahan nilai budaya seiring dengan pengaruh modernisasi, globalisasi, dan kemajuan teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan nilai budaya dalam adat perkawinan, faktor-faktor penyebab perubahan, serta sikap masyarakat dalam menyikapi perubahan tersebut. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam terhadap delapan informan (tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh agama, generasi muda, dan perempuan), serta studi kepustakaan. Analisis data menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldana. Penelitian ini menggunakan teori perubahan budaya dari Franz Boas (1911) serta teori gender dan perubahan sosial dari Judith Butler dan Anthony Giddens. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi perubahan makna simbol budaya, di mana maskawin yang dulunya bermakna spiritual kini bergeser menjadi simbol status sosial dan ekonomi. Terjadi negosiasi makna antar generasi antara generasi tua yang mempertahankan tradisi dan generasi muda yang mendorong penyederhanaan. Pembentukan identitas baru dalam adat perkawinan tercermin dari penyederhanaan prosesi, peran perempuan yang semakin setara, serta integrasi dengan nilai-nilai agama dan modernitas. Faktor penyebab perubahan meliputi globalisasi, modernisasi, perubahan sosial ekonomi, pengaruh masyarakat luar, perubahan nilai dan norma, serta perkembangan teknologi informasi. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa adat perkawinan di Kampung Wansra mengalami transformasi kompleks tanpa kehilangan akar budayanya. Disarankan edukasi budaya berkelanjutan, dialog lintas generasi, serta peran aktif tokoh adat dan pemerintah desa dalam pelestarian nilai-nilai adat.
Konstruksi Sosial Peran Perempuan Dalam Keluarga Di Kampung Insrom Biak Numfor Rahayu Amrin; Imelda J. Loppies
Copi Susu: Jurnal Komunikasi, Politik & Sosiologi Vol 6 No 2 (2024): Copi Susu: Jurnal Komunikasi, Politik & Sosiologi
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konstruksi sosial terhadap peran perempuan dalam keluarga di Kampung Insrom, Kabupaten Biak Numfor. Penelitian ini dilandasi oleh pemahaman bahwa peran perempuan tidak semata-mata ditentukan oleh faktor biologis atau tradisi, melainkan dibentuk melalui proses interaksi sosial dalam masyarakat. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi non-partisipatif, wawancara mendalam terhadap delapan informan perempuan, serta studi dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran perempuan dalam keluarga bersifat dinamis dan multifaset. Meskipun norma tradisional masih menempatkan perempuan dalam ranah domestik, seperti mengurus rumah tangga dan pengasuhan anak, terdapat pergeseran peran di mana perempuan juga menjalankan peran publik sebagai pekerja atau wirausahawan. Konstruksi sosial terhadap peran perempuan terbentuk melalui proses eksternalisasi, objektivasi, dan internalisasi yang berlangsung secara berkelanjutan dalam kehidupan sosial. Penelitian ini juga menemukan bahwa perempuan di Kampung Insrom memiliki kemampuan adaptasi terhadap perubahan sosial, meskipun masih menghadapi tantangan dalam menyeimbangkan peran domestik dan peran ekonomi. Oleh karena itu, diperlukan dukungan sosial dan kebijakan yang mendorong kesetaraan gender dalam keluarga dan masyarakat.
Peran Komunikasi Efektif Kepala Sekolah dan Guru dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Mateus Jefri Dawan; Muh. Ridwan Yunus
Copi Susu: Jurnal Komunikasi, Politik & Sosiologi Vol 7 No 1 (2025): Copi Susu: Jurnal Komunikasi, Politik & Sosiologi
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis peran komunikasi efektif antara kepala sekolah dan guru dalam meningkatkan kualitas pembelajaran murid di SD YPK Sambawofuar, Distrik Samofa, Kabupaten Biak Numfor. Komunikasi efektif dipandang sebagai fondasi utama dalam menciptakan kerja sama yang harmonis, pengambilan keputusan partisipatif, serta peningkatan mutu pembelajaran secara menyeluruh. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi antara kepala sekolah dan guru di SD YPK Sambawofuar telah berlangsung secara terbuka, dua arah, dan partisipatif, meskipun masih menghadapi beberapa kendala seperti keterbatasan waktu dan fasilitas. Terdapat tiga indikator utama yang memperkuat peran komunikasi efektif dalam konteks ini, yaitu membangun makna bersama, kolaborasi, dan kemampuan mengelola keterbatasan. Ketiga indikator tersebut berkontribusi dalam menciptakan iklim pembelajaran yang positif dan mendorong perbaikan strategi pengajaran. Penelitian ini menyimpulkan bahwa komunikasi efektif antara kepala sekolah dan guru merupakan kunci penting dalam meningkatkan kualitas pembelajaran murid, terutama di lingkungan sekolah dengan keterbatasan sumber daya seperti SD YPK Sambawofuar.