cover
Contact Name
Wheny Utariningsih
Contact Email
lembagarisetm@gmail.com
Phone
+6282213200972
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota lhokseumawe,
Aceh
INDONESIA
Open Access DRIVERset
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 18 Documents
Penguatan Kompetensi Guru Bahasa Inggris SMP dalam Pengembangan Soal HOTS melalui Program Pengabdian Berbasis MGMP Otoluwa, Moon Hidayati
Dedikasi Mandiri Nusantara Vol. 1 No. 1 (2025): Dedikasi Mandiri Nusantara - Desember 2025
Publisher : Dedikasi Mandiri Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.18690014

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru Bahasa Inggris SMP dalam menyusun soal Higher Order Thinking Skills (HOTS). Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan guru dalam merancang soal yang mengukur keterampilan berpikir tingkat tinggi, sementara tuntutan kurikulum mengharuskan evaluasi berbasis analisis, evaluasi, dan kreasi. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan workshop, pelatihan konseptual, dan pendampingan intensif yang dilaksanakan melalui tahapan analisis kebutuhan, pelatihan, praktik penyusunan soal, dan evaluasi. Keberhasilan kegiatan diukur melalui pre-test dan post-test, penilaian kualitas soal menggunakan rubrik HOTS, serta angket respon peserta. Hasil menunjukkan adanya peningkatan rata-rata skor pemahaman guru dari kategori cukup menjadi baik, serta 78% soal yang dihasilkan telah memenuhi kriteria level kognitif C4–C6. Selain peningkatan pengetahuan dan keterampilan, kegiatan ini juga mendorong perubahan sikap profesional guru dan terbentuknya kolaborasi dalam penyusunan soal. Dengan demikian, kegiatan pengabdian ini memberikan nilai tambah secara pedagogis dan institusional serta berpotensi mendukung peningkatan kualitas evaluasi pembelajaran secara berkelanjutan.
Penyuluhan Kesehatan Gigi Dan Mulut Serta Pencegahannya Pada Kader PKK RT 01 RW 02 Kelurahan Bukit Baru Kecamatan Ilir Barat 1 Palembang Mujiyati; Elviani, Yeni
Dedikasi Mandiri Nusantara Vol. 2 No. 1 (2026): Dedikasi Mandiri Nusantara - Februari 2026
Publisher : Dedikasi Mandiri Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.18708636

Abstract

Kesehatan gigi dan mulut saat pandemi Virus Corona mengalami penurunan. Ada banyak faktor yang menyebabkan hal itu terjadi, mulai dari penerapan protokol kesehatan berupa jaga jarak, banyak orang yang kehilangan pekerjaan sehingga mengorbankan kesehatan gigi dan mulut, serta konsumsi gula yang meningkat saat pandemi Virus Corona. Pengabmas dilakukan pada kader PKK di Jl. Hulubalang II RT 01 RW 02 Kelurahan Bukit Baru Kecamatan Ilir Barat I Palembang. Tim pengabmas memilih 10 orang kader dan memberikan pretest terlebih dahulu, lalu dilanjutkan dengan memberikan penyuluhan tentang pengetahuan kesehatan gigi dan mulut serta pencegahannya. Setelah selesai Kader diberikan post test untuk mengetahui sejauh mana Kader menerima dan mencerna materi yang diberikan. Tim memberikan penyuluhan dengan menggunakan model gigi, buka materi yang dibagikan kepada Kader, dan flifchart. Tim pengabmas menjaga komunikasi dengan Kader agar pengabmas dapat berjalan lancar, pemantauan dan evaluasi dalam rangka penyempurnaan kerja pengabmas agar mendapat hasil baik dan mengharapkan perubahan kognitif, mengenai kesehatan gigi dan mulut. Hasil perolehan angka pretest sebelum dilakukan penyuluhan adalah rata rata 86.5, hasil perolehan angka postest setelah dilakukan penyuluhan adalah rata-rata 97 serta Kader antusias menerima materi dari tim pengabmas. Akhir pengabmas, Kader diminta untuk memperagakan cara menyikat gigi yang baik dan benar, serta Kader lainnya diminta untuk menjelaskan secara lisan materi yang telah dijelaskan oleh tim. Hasilnya sangat baik, karena Kader rata rata memahami materi yang telah diberikan.
Kegiatan Pendampingan Posyandu Remaja di Rt 008 Rw 003 Kelurahan Curup Jare Kecamatan Pagar Alam Utara Kota Pagaralam Nursanti, Rina; Suprida; Rohaya; Elviani, Yeni
Dedikasi Mandiri Nusantara Vol. 2 No. 1 (2026): Dedikasi Mandiri Nusantara - Februari 2026
Publisher : Dedikasi Mandiri Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.18708673

Abstract

Remaja merupakan masa peralihan antara masa anak dan masa dewasa yang berjalan antara umur 10 tahun sampai 19 tahun. Remaja merupakan masa transisi perekembangan mental, fisik dan reproduksi manusia dapat berdampak pada status kesehatan secara umum. Perkembangan informasi dan teknologi dapat memepengaruhi perilaku remaja sehat termasuk perilaku berisiko. Permasalahan yang terjadi pada remaja antara lain anemia pada remaja, kenakalan remaja, susah berkonsentrasi, kurang percaya diri, penyalahgunaan obat dan narkotika, merokok. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah membentuk kader posyandu remaja. Permasalahan yang dihadapi mitra adalah kader remaja tidak aktif dan belum mendapatkan pelatihan, serta terdapat 2 kejadian kehamilan remaja. Metode pelaksanaan untuk menyelesaikan masalah tersebut adalah merevitalisasi posyandu remaja dengan memberikan pelatihan kepada kader kesehatan tentang pelaksanaan posyandu remaja. Hasil dan luaran yang dihasilkan adalah terbentunya kader posyandu remaja dengan menerapkan sistem 5 meja pelatihan kader untuk pelaksanaan pemeriksaan penimbangan tinggi badan, LILA, IMT dan pemeriksaan tekanan darah. Bila remaja dipersiapkan dalam melewati proses perubahannya diharapkan dapat membantu masalah kesehatan yang ada khususnya untuk mengurangi angka kematian ibu. Posyandu remaja hadir dalam rangka membantu remaja menghadapi permasalahannya yang kompleks. Kegiatan ini bertujuan untuk menganalisa perbedaan perilaku kesehatan reproduksi remaja yang mengikuti dan yang tidak mengikuti posyandu Remaja di Kota Pagar Alam Amiliano, S. (2018). Pengaruh Pemberian Aromaterapi Lavender (lavandula angustifolia) terhadap Penurunan Mual dan Muntah Ibu Hamil Trimester I di Puskesmas Dangung-Dangung Kabupaten Lima Puluh Kota. JOM FKp, 7 No. 1, 7–13. Andriani, Agnes Widdya. (2017). Pengaruh Aromaterapi Essesial Jeruk Lemon terhadap Kejadian Mual dan Muntah pada Ibu Hamil Trimester I di Puskesmas Mlati II Sleman Yogyakarta. Journal. Universitas „ Aisyiyah Yogyakarta Bartini, I. (2012). ANC: Asuhan Kebidanan Pada Ibu Hamil Normal (ASKEB II) Dilengkapi Panduan Praktikum dan Senam Hamil. Yogyakarta: Nuha Medika. Buckle, J. (2023). Clinical Aromatheraphy (second edition). United States: Churchill Livingstone. Cavanagh, H. M. A. dan Wilkinson, J. M. (2002).Biological Activities of Lavender Essential Oil. Pytotherapy Research, Vol. 16, No. 4, hal. 301-308 Dewi, V. N., & Sunarsih, T. (2012). Asuhan Kehamilan Untuk Kebidanan. Jakarta: Salemba Medika. Irianti, B. dkk. 2023. Asuhan Kehamilan Berbasis Bukti. Jakarta: Sagung Seto
Perundungan dan Pencegahannya di Sekolah Menengah Pertama Negeri I Sentani Asmarani, Nur; Girsang, Hotlarisda; Ranindaya, Esha Abigail; Ranindaya, Noviany Magdalena; Marlissa, Eksyan Rienetta; Palenewen, James Yoseph; Pelupessy, Eddy; Pelupessy, Sella Petriks
Dedikasi Mandiri Nusantara Vol. 2 No. 1 (2026): Dedikasi Mandiri Nusantara - Februari 2026
Publisher : Dedikasi Mandiri Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.19026460

Abstract

Pengabdian dengan judul Perundungan (Bullying) dan Pencegahannya dilakukan pada siswa Sekolah Menengah Pertama Negeri I (SMPN I) Sentani di Kabupaten Jayapura pada hari Rabu 13 Juli 2025. Kegiatan ini dilaksanakan meningkatkan pemahaman siswa akan bahaya perundungan dan pencegahannya. Hal ini dikarenakan bahwa tindakan perundungan (bullying) tanpa disadari bisa saja pernah dilakukan oleh siswa, bahkan mungkin pernah mengalami tindakan perundungan, serta bentuk-bentuk perundungan seperti kekerasan fisik, kekerasan psikis, kekerasan verbal dan kekerasan dalam dunia maya. Adapun tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah bertambahnya pengetahuan siswa akan bentuk-bentuk perundungan dan pencegahannnya, sehingga siswa dapat lebih paham dan terhindar dari tindakan-tindakan perundungan (bullying). Metode yang digunakan adalah ceramah dan diskusi. Adapun luaran dari pengabdian ini adalah pemaham Pengabdian dengan judul Perundungan (Bullying) dan Pencegahannya dilakukan pada siswa Sekolah Menengah Pertama Negeri I (SMPN I) Sentani di Kabupaten Jayapura pada hari Rabu 13 Juli 2025. Kegiatan ini dilaksanakan meningkatkan pemahaman siswa akan bahaya perundungan dan pencegahannya. Hal ini dikarenakan bahwa tindakan perundungan (bullying) tanpa disadari bisa saja pernah dilakukan oleh siswa, bahkan mungkin pernah mengalami tindakan perundungan, serta bentuk-bentuk perundungan seperti kekerasan fisik, kekerasan psikis, kekerasan verbal dan kekerasan dalam dunia maya. Adapun tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah bertambahnya pengetahuan siswa akan bentuk-bentuk perundungan dan pencegahannnya, sehingga siswa dapat lebih paham dan terhindar dari tindakan-tindakan perundungan (bullying). Metode yang digunakan adalah ceramah dan diskusi. Adapun luaran dari pengabdian ini adalah pemahaman pentingnya tindakan pencegahan dari tindakan perundungan (bullying). Oleh karenanya diharapkan setiap siswa dapat terhindar dari tindakan perundungan baik secara fisik, non fisik, verbal dan melalui media sosial.
Sosialisasi, Penyamaan Persepsi, dan Konsilidasi Implementasi Peraturan Daerah Khusus Nomor 4 Tahun 2026 Tentang Kewenangan Khusus Provinsi dan Kabupaten/Kota Dalam Rangka Pelaksanaan Otonomi Khusus Lily Bauw; Marthinus Solossa; William H. Reba; Anita Erari; Yasir Attamimi; Untung Muhdiarta
Dedikasi Mandiri Nusantara Vol. 2 No. 3 (2026): Dedikasi Mandiri Nusantara - Juni 2026
Publisher : Dedikasi Mandiri Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.20706362

Abstract

Pelaksanaan Otonomi Khusus Papua pasca berlakunya Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2021 membawa perubahan penting dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah melalui pengaturan kewenangan khusus bagi Provinsi Papua dan Kabupaten/Kota. Sebagai tindak lanjut dari kebijakan tersebut, Pemerintah Provinsi Papua menetapkan Peraturan Daerah Khusus Nomor 4 Tahun 2026 tentang Kewenangan Khusus Provinsi dan Kabupaten/Kota dalam Rangka Pelaksanaan Otonomi Khusus. Namun demikian, implementasi kewenangan khusus masih menghadapi berbagai tantangan, terutama terkait perbedaan pemahaman mengenai ruang lingkup kewenangan, pembagian peran antara Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota, serta mekanisme pelaksanaannya dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan daerah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman para pemangku kepentingan terhadap substansi kewenangan khusus serta membangun kesamaan persepsi dalam implementasinya. Metode yang digunakan adalah penyuluhan hukum melalui penyampaian materi, diskusi, dan tanya jawab yang melibatkan unsur Pemerintah Provinsi Papua, Pemerintah Kabupaten/Kota, akademisi, dan perangkat daerah terkait. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai kewenangan khusus sebagai instrumen desentralisasi asimetris dalam kerangka Otonomi Khusus Papua. Selain itu, kegiatan ini berhasil mengidentifikasi berbagai permasalahan implementasi, antara lain pembagian kewenangan antar level pemerintahan, kebutuhan penguatan koordinasi lintas sektor, serta pentingnya kolaborasi dalam pelaksanaan program afirmatif bagi OAP. Kegiatan ini juga memperkuat pemahaman mengenai Prioritas Program Strategis Bersama (PPSB) sebagai instrumen sinergi antara Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota dalam pelaksanaan Otonomi Khusus Papua.
Optimalisasi Media Interaktif PPT dan YouTube untuk Efektivitas Pembelajaran Kosakata Bahasa Inggris Rahmawaty Mamu; Nurlaila Husain
Dedikasi Mandiri Nusantara Vol. 2 No. 3 (2026): Dedikasi Mandiri Nusantara - Juni 2026
Publisher : Dedikasi Mandiri Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.21055713

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Mandiri ini bertujuan untuk meningkatkan penguasaan kosakata Bahasa Inggris anak sekolah dasar melalui media pembelajaran digital dan pendekatan komunikatif. Sasaran kegiatan adalah siswa-siswi Kelas I Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Qurratu A'yun. Materi kosakata yang dikenalkan difokuskan pada enam emosi dasar yang dekat dengan pengenalan diri anak, yaitu happy, sad, angry, scared, surprised, dan excited. Kegiatan dilaksanakan pada bulan Juli 2026 melalui kolaborasi ekosistem media digital interaktif yang memanfaatkan video YouTube, flashcards digital berbasis PowerPoint (PPT), serta gim edukatif interaktif. Permasalahan utama mitra adalah keterbatasan media pembelajaran interaktif yang menyebabkan atmosfer kelas monoton, siswa cenderung pasif, serta adanya kecemasan berbahasa (language anxiety) pada anak ketika dihadapkan pada materi kosakata emosi yang bersifat abstrak. Solusi yang ditawarkan berupa pemanfaatan flashcards digital berbasis PPT untuk menjembatani konsep abstrak menjadi konkret visual, integrasi media audio-visual YouTube sebagai sesi pemantik (ice breaking) dan latihan pendengaran (listening), serta penerapan gim edukatif berbasis gerakan (gamifikasi dan Total Physical Response) seperti permainan "Guess the Feeling" dan "Run to the Board". Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan partisipasi aktif siswa, penurunan kecemasan berbahasa, serta terbentuknya kemampuan siswa dalam merespons pertanyaan "How do you feel?" dengan variasi kalimat yang lebih kaya. 
Peningkatan Literasi Gizi Anak Melalui Edukasi Menu Makan Siang Sehat Di Sekolah Dasar Lhokseumawe Andi Saputra; Vera Novalia; Wheny Utariningsih
Dedikasi Mandiri Nusantara Vol. 2 No. 3 (2026): Dedikasi Mandiri Nusantara - Juni 2026
Publisher : Dedikasi Mandiri Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.21070091

Abstract

  Latar Belakang: Masalah stunting dan status gizi rendah pada anak usia sekolah dasar di Indonesia masih menjadi tantangan, salah satunya disebabkan oleh rendahnya literasi gizi anak. SD Negeri 9 Banda Sakti di Lhokseumawe merupakan salah satu sekolah yang memiliki permasalahan rendahnya pemahaman siswa terhadap pentingnya konsumsi makan siang yang sehat dan bergizi. Rendahnya literasi gizi ini berpotensi berdampak pada kualitas pertumbuhan dan daya tahan tubuh anak. Oleh karena itu, diperlukan upaya pengabdian kepada masyarakat berupa edukasi gizi interaktif yang menyenangkan dan mudah dipahami. Tujuan: Meningkatkan literasi gizi siswa SD melalui edukasi menu makan siang sehat sebagai upaya mendukung status gizi dan pertumbuhan optimal anak di SD Negeri 9 Banda Sakti. Metode: Kegiatan dilakukan melalui survei awal kondisi mitra, penyusunan modul edukasi, pelaksanaan kegiatan edukatif (ceramah, permainan, dan simulasi penyusunan menu), serta monitoring dan evaluasi hasil kegiatan bersama mitra. Luaran: Laporan Pengabdian, publikasi jurnal ilmiah nasional berbasis OJS atau prosiding, publikasi media online/cetak, dokumen kerja sama dengan mitra, serta produk media edukasi gizi anak (poster & modul digital). Hasil: Meningkatnya pemahaman siswa terhadap pentingnya makan siang sehat dan peningkatan kebiasaan konsumsi makanan bergizi sebagai bagian dari pencegahan stunting dan perbaikan status gizi.
Penguatan Literasi Argumentatif Melalui Pelatihan Debat Bagi Siswa SMA Islam Terpadu Bina Insan Palu Asrianti; Ibmasiah Wardatun Islamiyah; Pratama Bayu Santosa; Mawardin
Dedikasi Mandiri Nusantara Vol. 2 No. 2 (2026): Dedikasi Mandiri Nusantara - April 2026
Publisher : Dedikasi Mandiri Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.21194013

Abstract

Kemampuan literasi argumentatif merupakan salah satu kompetensi penting yang harus dimiliki peserta didik pada abad ke-21. Literasi argumentatif tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menyampaikan pendapat, tetapi juga mencakup kemampuan menganalisis informasi, mengevaluasi bukti, menyusun alasan yang logis, serta mempertahankan gagasan secara santun berdasarkan data yang valid. Kenyataannya, masih banyak siswa sekolah menengah atas yang mengalami kesulitan dalam menyampaikan argumentasi secara sistematis karena minimnya pengalaman berlatih berpikir kritis dan berbicara di depan umum. Kondisi tersebut juga ditemukan pada siswa SMA Islam Terpadu Bina Insan Palu. Sebagian besar siswa menunjukkan keberanian berbicara yang cukup baik, namun kualitas argumentasi yang dibangun masih bersifat deskriptif, belum didukung fakta, serta kurang memperhatikan struktur penalaran yang logis. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi argumentatif siswa melalui pelatihan debat yang dirancang secara partisipatif. Metode pelaksanaan terdiri atas tahap identifikasi kebutuhan, koordinasi dengan sekolah, penyusunan materi, pelaksanaan pelatihan, simulasi debat, pendampingan, evaluasi, dan refleksi. Pelatihan diikuti oleh 40 siswa yang berasal dari kelas X dan XI dengan pendekatan pembelajaran aktif melalui ceramah interaktif, diskusi kelompok, studi kasus, simulasi debat, praktik argumentasi, serta pemberian umpan balik secara langsung. Evaluasi dilakukan menggunakan pretest dan posttest, lembar observasi keterampilan argumentatif, serta angket respons peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan siswa dalam menyusun klaim, memberikan alasan yang logis, menggunakan data sebagai bukti pendukung, menyampaikan sanggahan secara santun, dan menarik kesimpulan yang relevan. Nilai rata-rata peserta mengalami peningkatan dari kategori sedang menjadi kategori tinggi. Selain itu, siswa menunjukkan peningkatan rasa percaya diri, kemampuan bekerja sama, keterampilan komunikasi, serta kemampuan berpikir kritis selama proses debat berlangsung. Kegiatan ini membuktikan bahwa pelatihan debat merupakan strategi yang efektif dalam memperkuat literasi argumentatif siswa sekolah menengah atas. Program serupa direkomendasikan untuk dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari penguatan budaya literasi di lingkungan sekolah.

Page 2 of 2 | Total Record : 18