cover
Contact Name
Wheny Utariningsih
Contact Email
lembagarisetm@gmail.com
Phone
+6282213200972
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota lhokseumawe,
Aceh
INDONESIA
Open Access DRIVERset
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 33 Documents
Edukasi Bahasa Sebagai Bukti Digital Melalui Literasi Linguistik Forensik Dalam Membangun Tanggung Jawab Berbahasa Pada Siswa Madrasah Aliyah Negeri 1 Kota Gorontalo Jefriyanto Saud
Dedikasi Mandiri Nusantara Vol. 2 No. 3 (2026): Dedikasi Mandiri Nusantara - Juni 2026
Publisher : Dedikasi Mandiri Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.21325428

Abstract

Perkembangan media sosial telah meningkatkan intensitas komunikasi digital di kalangan remaja, namun belum sepenuhnya diikuti oleh pemahaman mengenai etika berbahasa, jejak digital, dan implikasi hukum dari penggunaan bahasa di ruang digital. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi digital peserta didik melalui pengenalan konsep Linguistik Forensik dengan tema Bahasa sebagai Bukti Digital dan Tanggung Jawab Berbahasa di Media Sosial. Kegiatan dilaksanakan di Madrasah Aliyah Negeri 1 Kota Gorontalo menggunakan pendekatan seminar edukatif partisipatif yang meliputi tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Metode pembelajaran memadukan ceramah interaktif, analisis studi kasus autentik dari media sosial, diskusi kelompok, refleksi, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya transformasi pemahaman peserta terhadap konsep Linguistik Forensik, bahasa sebagai bukti digital, serta kemampuan mengidentifikasi bentuk-bentuk penyalahgunaan bahasa seperti cyberbullying, ujaran kebencian (hate speech), hoaks, dan pencemaran nama baik. Peserta juga mulai memahami bahwa komentar, chat, caption, story, dan status pada media sosial merupakan bentuk komunikasi digital yang meninggalkan jejak digital dan dapat menjadi alat bukti dalam perspektif Linguistik Forensik apabila berkaitan dengan suatu perkara hukum. Selain meningkatkan literasi digital, kegiatan ini memperkuat pendidikan karakter melalui tumbuhnya kesadaran akan pentingnya penggunaan bahasa yang santun, kritis, etis, dan bertanggung jawab dalam bermedia sosial. Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi Linguistik Forensik dalam program literasi digital memberikan pendekatan edukatif yang kontekstual dan berpotensi direplikasi pada satuan pendidikan lain sebagai upaya membangun budaya komunikasi digital yang aman, berkarakter, dan sadar hukum.
Focus Group Discussion sebagai Strategi Revitalisasi Bahasa Gorontalo melalui Pengembangan Buku Ajar Moon Hidayati Otoluwa
Dedikasi Mandiri Nusantara Vol. 2 No. 3 (2026): Dedikasi Mandiri Nusantara - Juni 2026
Publisher : Dedikasi Mandiri Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.21325510

Abstract

Bahasa Gorontalo merupakan salah satu bahasa daerah yang menghadapi ancaman penurunan jumlah penutur, terutama di kalangan generasi muda. Rendahnya penggunaan bahasa daerah dalam kehidupan sehari-hari, belum tersedianya buku ajar yang sesuai untuk jenjang Sekolah Menengah Atas dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMA/SMK), serta belum optimalnya kolaborasi antar-pemangku kepentingan menjadi alasan penting dilaksanakannya kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini. Kegiatan bertujuan merumuskan strategi revitalisasi Bahasa Gorontalo melalui pengembangan buku ajar berbasis kolaborasi. Metode yang digunakan adalah Focus Group Discussion (FGD) dengan melibatkan guru SMA/SMK, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kantor Bahasa Provinsi Gorontalo, serta akademisi. Kegiatan dilaksanakan melalui tahapan persiapan, pelaksanaan FGD, perumusan rekomendasi, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya kesepakatan bersama mengenai pentingnya pengembangan buku ajar Bahasa Gorontalo sebagai muatan lokal pada jenjang SMA/SMK, penguatan sinergi antarinstansi, serta penyusunan rekomendasi sebagai dasar pengembangan pembelajaran bahasa daerah. Kegiatan ini memberikan kontribusi dalam memperkuat kolaborasi antarpemangku kepentingan sekaligus menjadi langkah awal implementasi revitalisasi Bahasa Gorontalo melalui pendidikan formal secara berkelanjutant.
Eksplorasi Nilai-Nilai Moral dan Pemahaman Membaca melalui Cerita Pendek Berbahasa Inggris Sri Rumiyatiningsih Luwiti
Dedikasi Mandiri Nusantara Vol. 2 No. 3 (2026): Dedikasi Mandiri Nusantara - Juni 2026
Publisher : Dedikasi Mandiri Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.21332669

Abstract

Kemampuan membaca pemahaman dan pembentukan karakter merupakan dua aspek penting dalam pembelajaran bahasa Inggris yang perlu dikembangkan secara terpadu. Namun, pembelajaran membaca di sekolah masih cenderung berfokus pada aspek kebahasaan sehingga eksplorasi nilai-nilai moral dalam bacaan belum dilakukan secara optimal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kemampuan membaca pemahaman siswa melalui eksplorasi nilai-nilai moral yang terkandung dalam cerita pendek berbahasa Inggris. Kegiatan dilaksanakan menggunakan metode pelatihan dan pendampingan partisipatif yang meliputi tahap persiapan, pelaksanaan, pendampingan, dan evaluasi. Sasaran kegiatan adalah 30 siswa pada sekolah mitra. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan membaca pemahaman yang ditunjukkan oleh kenaikan nilai rata-rata peserta dari 64,2 menjadi 84,5. Selain itu, peserta menunjukkan peningkatan partisipasi, kemampuan berdiskusi, serta pemahaman terhadap nilai-nilai moral seperti kejujuran, tanggung jawab, kerja sama, dan kepedulian. Guru mitra juga memperoleh alternatif strategi pembelajaran yang lebih interaktif dan kontekstual. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pemanfaatan cerita pendek berbahasa Inggris efektif dalam meningkatkan kemampuan membaca pemahaman sekaligus memperkuat pendidikan karakter sehingga layak dikembangkan secara berkelanjutan pada pembelajaran bahasa Inggris di sekolah.
Pelatihan Guru Sekolah Dasar untuk Pemertahanan Bahasa Daerah Berbasis Kearifan Lokal Moon Hidayati Otoluwa
Dedikasi Mandiri Nusantara Vol. 2 No. 2 (2026): Dedikasi Mandiri Nusantara - April 2026
Publisher : Dedikasi Mandiri Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.21382790

Abstract

Bahasa daerah merupakan salah satu warisan budaya yang berperan penting dalam menjaga identitas, kearifan lokal, dan keberagaman budaya bangsa. Namun, penggunaan bahasa daerah di kalangan generasi muda terus mengalami penurunan akibat pengaruh globalisasi, dominasi bahasa Indonesia dan bahasa asing, serta minimnya implementasi pembelajaran bahasa daerah di sekolah dasar. Kondisi tersebut mendorong dilaksanakannya kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan meningkatkan kompetensi guru sekolah dasar dalam mengintegrasikan bahasa daerah ke dalam proses pembelajaran melalui pendekatan berbasis kearifan lokal dan pendidikan multibahasa. Metode yang digunakan meliputi pelatihan, pendampingan, praktik penyusunan perangkat pembelajaran, dan evaluasi melalui observasi serta penilaian hasil kerja peserta. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pelatihan dan pendampingan mampu meningkatkan pemahaman, keterampilan, dan sikap positif guru dalam mengembangkan pembelajaran bahasa daerah yang kontekstual dan inovatif. Guru juga mampu menyusun media dan perangkat pembelajaran yang memanfaatkan budaya lokal sebagai sumber belajar. Kegiatan ini memberikan kontribusi dalam memperkuat kapasitas guru sekaligus mendukung upaya pemertahanan bahasa daerah melalui pendidikan dasar secara berkelanjutan sehingga pelestarian bahasa daerah dapat diwujudkan sejak usia dini.
Sosialisasi dan Implementasi Website Profil Sekolah Berbasis Laravel Sebagai Media Digitalisasi Informasi di SMK Negeri Model Gorontalo Manda Rohandi; Nurlaila Husain; Ni Luh Mega; Muhammad Rizky Abdillah Syah; Sri Agustina Y. Mahajani; Liana Giu
Dedikasi Mandiri Nusantara Vol. 2 No. 3 (2026): Dedikasi Mandiri Nusantara - Juni 2026
Publisher : Dedikasi Mandiri Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.21382810

Abstract

Digitalisasi informasi sekolah menjadi kebutuhan mendesak bagi institusi pendidikan vokasi seperti SMK Negeri Model Gorontalo untuk menggantikan media informasi konvensional yang statis dan terbatas jangkauannya. Kegiatan pengabdian ini bertujuan mensosialisasikan dan mendemonstrasikan penggunaan website profil sekolah berbasis Laravel dan MySQL yang telah dimigrasikan ke server produksi dengan domain resmi smknmodelgorontalo.site. Metode pelaksanaan meliputi tahap migrasi sistem dari lingkungan lokal ke hosting produksi, penanganan kendala teknis storage link, optimasi antarmuka Panel Konten Admin agar responsif pada perangkat mobile, serta sosialisasi interaktif dan simulasi langsung (live demo) di laboratorium komputer sekolah yang melibatkan guru, staf tata usaha, dan siswa. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa proses migrasi dan rekayasa ulang jalur penyimpanan berkas berhasil menuntaskan kegagalan pemuatan aset gambar, antarmuka Panel Admin telah sepenuhnya responsif di perangkat mobile, serta uji beban server pada saat simulasi massal fitur Cek Kelulusan Online menunjukkan performa yang stabil tanpa penurunan kinerja. Kegiatan ini terbukti mampu meningkatkan pemahaman dan kesiapan operasional pengguna internal sekolah terhadap sistem informasi digital yang baru diterapkan.
Strategi Pembelajaran Bahasa Inggris Interaktif Berbasis Aktivitas Sehari-hari melalui Program “A Day in My Life” pada Siswa Sekolah Dasar Indri Wirahmi Bay; Sri Widyarti Ali; Rahman Taufiqrianto Dako; Rusni Podungge
Dedikasi Mandiri Nusantara Vol. 2 No. 3 (2026): Dedikasi Mandiri Nusantara - Juni 2026
Publisher : Dedikasi Mandiri Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.21465334

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat "A Day in My Life" dilatarbelakangi oleh masih rendahnya efektivitas pembelajaran bahasa Inggris di sekolah dasar yang cenderung bersifat konvensional dan kurang kontekstual. Hal ini berdampak pada rendahnya keterlibatan dan pemahaman siswa dalam menggunakan bahasa Inggris dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran bahasa Inggris melalui pendekatan interaktif berbasis aktivitas sehari-hari (daily activities). Metode pelaksanaan meliputi tahap observasi, perancangan, implementasi, dan evaluasi kegiatan. Kegiatan pembelajaran dilakukan dengan menggunakan teknik interaktif seperti role play, Talk Time, serta permainan bahasa yang dikemas melalui konsep gamifikasi untuk melibatkan partisipasi aktif siswa. Hasil kegiatan menunjukkan capaian yang sangat positif, di mana 85% siswa menunjukkan partisipasi aktif, yang berarti telah berhasil memenuhi target indikator keberhasilan (). Selain peningkatan keaktifan, siswa juga menunjukkan peningkatan pemahaman kosakata dalam konteks sederhana, keterampilan pengucapan, serta keterampilan sosial yang lebih kolaboratif. Guru mitra juga memperoleh pengalaman langsung dalam menerapkan metode pembelajaran yang lebih inovatif dan interaktif. Program ini menunjukkan bahwa pembelajaran bahasa Inggris berbasis konteks kehidupan sehari-hari efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah dasar. Oleh karena itu, pendekatan ini penting untuk diterapkan secara berkelanjutan guna mendukung peningkatan mutu pendidikan dasar.
Peningkatan Efektivitas Pembelajaran Bahasa Inggris Anak Usia Dini Melalui Pendekatan Multisensori Berbasis Permainan Kontekstual Sri Widyarti Ali
Dedikasi Mandiri Nusantara Vol. 2 No. 3 (2026): Dedikasi Mandiri Nusantara - Juni 2026
Publisher : Dedikasi Mandiri Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.21502055

Abstract

Penguasaan kosakata bahasa Inggris pada siswa sekolah dasar merupakan fondasi penting dalam pembelajaran bahasa. Namun, kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa tidak semua sekolah menyediakan pembelajaran bahasa Inggris formal, terutama di jenjang awal sekolah dasar. Program pengabdian ini bertujuan untuk mengoptimalkan penguasaan kosakata bahasa Inggris siswa kelas 1 SDIT melalui pendekatan multisensori berbasis permainan edukatif kontekstual. Kegiatan dilaksanakan dalam dua pertemuan intensif dengan mengintegrasikan aspek visual, auditori, dan kinestetik menggunakan media flashcard, lagu, dan permainan kelompok. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada penguasaan kosakata siswa, di mana 85% siswa mampu mengenali dan menyebutkan minimal 8 dari 10 kosakata yang diajarkan. Pendekatan ini terbukti efektif meningkatkan motivasi dan partisipasi aktif siswa, serta memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan dan bermakna..
Touch the Color: Penguatan Kosakata Warna Bahasa Inggris melalui Pembelajaran Berbasis Gerak pada Siswa Kelas Awal Sekolah Dasar Fahria Malabar; Irmawaty Umar; Sri Widyarti Ali
Dedikasi Mandiri Nusantara Vol. 2 No. 3 (2026): Dedikasi Mandiri Nusantara - Juni 2026
Publisher : Dedikasi Mandiri Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.21555958

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan memperkuat kemampuan awal siswa kelas 1 SDIT Qurratu A’yun Kota Gorontalo dalam mengenali kosakata warna bahasa Inggris melalui pembelajaran berbasis gerak. Program dilaksanakan melalui tiga tahap, yaitu observasi awal, pelaksanaan kegiatan, dan evaluasi. Sebanyak 24 siswa mengikuti pembelajaran menggunakan flashcards, kartu warna, benda konkret, lagu, serta aktivitas Touch the Color dan Show Me the Color. Evaluasi dilakukan melalui observasi individual terhadap kemampuan siswa mengenali sedikitnya lima dari delapan kosakata warna, menirukan minimal empat kosakata, merespons sekurang-kurangnya tiga instruksi sederhana, dan berpartisipasi aktif. Hasil observasi menunjukkan bahwa seluruh peserta memenuhi keempat indikator selama kegiatan berlangsung. Hasil ini memperlihatkan bahwa integrasi gerakan, media visual, dan permainan mendukung terciptanya pembelajaran yang konkret, menyenangkan, dan sesuai dengan karakteristik siswa kelas awal. Kegiatan juga menghasilkan media yang dapat digunakan kembali oleh guru untuk memperkenalkan kosakata dasar lainnya.
Implementasi Pembelajaran Interaktif Berbasis Flash Card untuk Penguasaan Kosakata Bahasa Inggris pada Siswa Sekolah Dasar Helena Badu
Dedikasi Mandiri Nusantara Vol. 2 No. 3 (2026): Dedikasi Mandiri Nusantara - Juni 2026
Publisher : Dedikasi Mandiri Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.21640233

Abstract

Penguasaan kosakata merupakan salah satu kompetensi dasar dalam pembelajaran bahasa Inggris di sekolah dasar. Namun, pembelajaran kosakata masih sering berfokus pada pengenalan kata sehingga siswa belum memperoleh kesempatan mempelajari dan menggunakan kosakata melalui aktivitas yang beragam dan bermakna. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengimplementasikan pembelajaran interaktif berbasis flash card yang diintegrasikan dengan aktivitas menulis, permainan edukatif, dan praktik berbicara untuk mendukung penguasaan kosakata bahasa Inggris siswa kelas IV SDIT Qurratu A'yun Kota Gorontalo. Kegiatan dilaksanakan pada 20 Mei 2026 dengan melibatkan 15 siswa kelas IV melalui pendampingan pembelajaran yang difasilitasi oleh dosen bersama mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris. Metode pelaksanaan meliputi tahap persiapan, implementasi pembelajaran, observasi, dan refleksi. Pembelajaran dirancang melalui kegiatan ice breaking, pengenalan kosakata menggunakan flash card, latihan menulis kosakata, permainan edukatif Touch and Run, serta praktik berbicara sederhana menggunakan pola kalimat My favorite fruit is…. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa mengikuti pembelajaran dengan antusias, berpartisipasi aktif pada setiap tahapan, serta mampu mengenali, menuliskan, mengingat kembali, dan menggunakan kosakata bahasa Inggris dalam ungkapan sederhana. Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi flash card dengan aktivitas menulis, permainan edukatif, dan praktik berbicara mampu menciptakan pembelajaran yang aktif, menyenangkan, dan bermakna serta memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengenali, memperkuat, mengingat kembali, dan menggunakan kosakata secara bertahap. Kegiatan ini memberikan alternatif strategi pembelajaran bahasa Inggris yang mudah direplikasi oleh guru sekolah dasar untuk menciptakan pembelajaran yang lebih aktif, menarik, dan berpusat pada siswa.
Pembelajaran Membaca yang Menyenangkan melalui Cerita Fabel untuk Penguatan Literasi Membaca Bahasa Inggris Siswa SMP Fahria Malabar
Dedikasi Mandiri Nusantara Vol. 2 No. 3 (2026): Dedikasi Mandiri Nusantara - Juni 2026
Publisher : Dedikasi Mandiri Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.21723197

Abstract

Literasi membaca bahasa Inggris pada tingkat sekolah menengah pertama memerlukan pengalaman belajar yang membantu siswa memahami teks sekaligus membangun keterlibatan positif terhadap kegiatan membaca. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memperkuat literasi membaca bahasa Inggris siswa kelas VII melalui pemanfaatan cerita fabel The Lion and the Mouse. Kegiatan dilaksanakan di TPQ Imam Syafi’i pada Januari 2026 dan melibatkan 10 siswa tingkat SMP, khususnya kelas VII. Pelaksanaan kegiatan berlangsung selama 60 menit melalui tiga tahap, yaitu pre-reading, while-reading, dan post-reading. Aktivitas pembelajaran meliputi pengaktifan pengetahuan awal, pengenalan kosakata, reading aloud, echo reading, pertanyaan pemahaman terpandu, kuis Wordwall, pengerjaan lembar kerja My Favorite Part, serta diskusi nilai moral cerita. Ketercapaian kegiatan diamati melalui respons siswa terhadap pertanyaan pemahaman, penyelesaian kuis dan lembar kerja, serta partisipasi selama pembelajaran. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebagian siswa masih mengalami kesulitan dalam menentukan dan mengungkapkan bagian cerita yang disukai menggunakan bahasa Inggris sederhana. Meskipun demikian, seluruh siswa menunjukkan antusiasme dan berpartisipasi aktif dengan bimbingan dosen pelaksana dan mahasiswa pendamping. Kegiatan ini menunjukkan bahwa cerita fabel dan aktivitas membaca terpandu dapat mendukung pembelajaran membaca yang terstruktur, bermakna, dan menyenangkan bagi siswa SMP.

Page 3 of 4 | Total Record : 33