cover
Contact Name
Wheny Utariningsih
Contact Email
lembagarisetm@gmail.com
Phone
+6282213200972
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota lhokseumawe,
Aceh
INDONESIA
Open Access DRIVERset
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 41 Documents
Pengembangan Kebun Tanaman Obat Keluarga (TOGA) Melalui Pemberdayaan Kelompok Wanita Tani (KWT) Di Desa Lubuk Jering, Kecamatan Sungai Mandau, Kabupaten Siak Bunari; Dewi Ellyssa Afriani Lubis; Winda Zahara; Alyssa; Yoga Saparis Pratama; Irma Yulianingsih; Siti Rahmadhani Siregar; Erin Parida Pakpahan; Putri Kartika Sari; T. Syadza Zuhra Afifah; M. Zakky Wanna Saises; Nur Deanny Edly
Dedikasi Mandiri Nusantara Vol. 2 No. 4 (2026): Dedikasi Mandiri Nusantara - Agustus 2026
Publisher : Dedikasi Mandiri Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.21902395

Abstract

Desa Lubuk Jering, Kecamatan Sungai Mandau, Kabupaten Siak, Provinsi Riau memiliki potensi lahan pekarangan yang dapat dimanfaatkan sebagai kebun Tanaman Obat Keluarga (TOGA), namun pemanfaatannya belum optimal karena keterbatasan pengetahuan dan pendampingan masyarakat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan Kelompok Wanita Tani (KWT) yang dipimpin oleh Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) dalam membangun dan mengelola kebun TOGA sebagai sarana edukasi kesehatan keluarga sekaligus pemanfaatan lahan pekarangan secara produktif. Metode pelaksanaan meliputi pembersihan lokasi, pemupukan dasar, penanaman bibit rimpang (jahe merah, jahe gajah, kunyit, dan kencur), penanaman benih kangkung sebagai tanaman pendukung, serta monitoring dan penyiraman rutin dua kali sehari. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa seluruh bibit tumbuh dengan baik, ditandai dengan tumbuhnya kencur pada hari kelima dan kangkung pada hari ketiga setelah penanaman. Kegiatan diakhiri dengan pembuatan plang penanda pintu masuk lahan TOGA dan plang nama tiap jenis tanaman untuk memudahkan identifikasi. Kegiatan ini berhasil meningkatkan partisipasi dan kesadaran ibu-ibu KWT dalam memanfaatkan lahan pekarangan secara berkelanjutan.
Pemanfaatan Limbah Sekam Padi Dengan Tempurung Kelapa untuk Inovasi Biobriket di Desa Sungai Panji-Panji Ali Asfar; Amanda Novawati Theresia; Angelina Mawarsari Sibarani; Faulina Banjarnahor; Indra Prasetio Mukti; Putri Ayu Nengsih; Rahmi Amru; Rebica Agustine; Salomo Saut Maruli Pasaribu; Sumayyah Anas; Yemima Elia Priskila Sihotang
Dedikasi Mandiri Nusantara Vol. 2 No. 4 (2026): Dedikasi Mandiri Nusantara - Agustus 2026
Publisher : Dedikasi Mandiri Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.21983394

Abstract

Desa Sungai Panji-Panji, Kecamatan Kubu Babussalam, Kabupaten Rokan Hilir, memiliki limbah sekam padi dan tempurung kelapa yang belum dimanfaatkan secara optimal, sehingga sebagian limbah dibuang atau dibakar secara terbuka. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah kedua limbah tersebut menjadi biobriket sebagai bahan bakar alternatif. Kegiatan dilaksanakan secara tatap muka melalui penyampaian materi dan praktik langsung dengan tahapan pengeringan, karbonisasi, penghalusan dan pengayakan 80 mesh, pembuatan perekat tepung tapioka, pencampuran dengan perbandingan sekam padi dan arang tempurung kelapa 1:1, pencetakan menggunakan pipa paralon, pengeringan, dan uji coba pembakaran. Hasil kegiatan menunjukkan antusiasme masyarakat yang tinggi dalam mengikuti proses pembuatan biobriket serta meningkatnya pemahaman mengenai pemanfaatan limbah biomassa. Kendala utama ditemukan pada pembuatan perekat tepung tapioka yang mengalami penggumpalan, sehingga campuran adonan menjadi kurang merata dan mempengaruhi hasil pencetakan. Secara keseluruhan, kegiatan ini menunjukkan bahwa pemanfaatan sekam padi dan tempurung kelapa menjadi biobriket dapat menjadi alternatif pengolahan limbah yang aplikatif sekaligus memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
Pemanfaatan Rocket Stove Sebagai Solusi Pengurangan Pembakaran Sampah Terbuka di Desa Paya Rumbai, Kecamatan Seberida, Kabupaten Indragiri Hulu oleh Mahasiswa Kukerta UNRI 2026 Masyitah; Aisyah Karimah; David Riski Saputra; Donna Suryani Malau; Jihan Salsabila; Kiki Herdiansyah Lubis; Muhammad Fakhri Hafizh; Mutia Hasanah; Nada Salsabila; Nadia Dwi Putri; Ratna Dewi; Windi Arjuna Saputra
Dedikasi Mandiri Nusantara Vol. 2 No. 4 (2026): Dedikasi Mandiri Nusantara - Agustus 2026
Publisher : Dedikasi Mandiri Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.21993007

Abstract

Sampah rumah tangga yang tidak terkelola dengan baik masih menjadi persoalan lingkungan di berbagai wilayah perdesaan Indonesia, terutama pada wilayah yang memiliki keterbatasan fasilitas pengumpulan dan pengolahan sampah. Keterbatasan pelayanan pengelolaan sampah dapat mendorong masyarakat melakukan pengelolaan secara mandiri, termasuk melalui pembakaran sampah secara terbuka. Pembakaran sampah terbuka berpotensi menghasilkan partikulat dan black carbon serta dapat menimbulkan risiko kesehatan bagi masyarakat yang berada di sekitar lokasi pembakaran. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengurangi praktik pembakaran sampah secara mandiri melalui pembangunan Rocket Stove sebagai fasilitas pembakaran sampah yang lebih terpusat dan terkontrol. Metode pelaksanaan meliputi observasi dan koordinasi dengan perangkat desa, perancangan dan pembangunan fasilitas, serta serah terima kepada masyarakat. Rocket Stove dirancang berbentuk L, dibangun menggunakan campuran semen dan bata ringan (hebel), serta ditempatkan di samping Pasar Senin Desa Paya Rumbai. Pembangunan dilaksanakan pada 29 Juli 2026 selama kurang lebih lima jam dengan melibatkan mahasiswa KUKERTA, warga setempat, dan Ketua RT 07. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa fasilitas berhasil dibangun dan siap dimanfaatkan sebagai alternatif pengelolaan sampah yang lebih terarah dibandingkan pembakaran secara individual di halaman rumah. Penerapan Rocket Stove sebagai teknologi pembakaran sampah telah dikembangkan dalam beberapa kegiatan pengabdian masyarakat di Indonesia dan menunjukkan potensi sebagai alternatif teknologi pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Namun, efektivitas fasilitas dalam menurunkan emisi belum dapat dinyatakan secara kuantitatif karena kegiatan ini belum dilengkapi pengukuran kualitas udara dan karakteristik emisi. Oleh karena itu, pemantauan dan penelitian lanjutan diperlukan untuk mengetahui dampak penggunaan Rocket Stove terhadap kualitas udara dan perubahan perilaku masyarakat.
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Workshop Pembuatan Pupuk Organik Cair Dari Air Cucian Beras Di Desa Lalang Kabung Muhammad Imam Rahmatullah; Timbul Pasca Situmorang; Ratna Lumbini Putri; Imelia Syafitri; Azzahwa Alyani Putri; Bunga Mutiara. MG; Dhama Iga Carissa; Anisa Julianti; Atikah Nur Zahra; Naswa Ananda; Handika Marta
Dedikasi Mandiri Nusantara Vol. 2 No. 4 (2026): Dedikasi Mandiri Nusantara - Agustus 2026
Publisher : Dedikasi Mandiri Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.22013284

Abstract

Air cucian beras merupakan salah satu jenis limbah rumah tangga yang berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan baku pupuk organik cair. Namun, pemanfaatannya masih terbatas karena kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai pengolahannya. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan warga Desa Lalang Kabung, Kecamatan Pelalawan, dalam mengolah air cucian beras menjadi pupuk organik cair. Kegiatan ini dilaksanakan melalui sesi penyuluhan, demonstrasi, praktik langsung, dan pendampingan. Bahan-bahan yang digunakan meliputi air cucian beras, gula merah, dan EM4. Campuran tersebut difermentasi selama 15 hari untuk menghasilkan pupuk organik cair. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mampu mengikuti langkah-langkah produksi dan memahami cara menggunakan pupuk organik cair tersebut. Proses fermentasi ditandai dengan perubahan warna menjadi cokelat kekuningan, aroma segar dan asam, serta terbentuknya gelembung-gelembung halus. Pupuk tersebut diaplikasikan setelah diencerkan dengan air dengan perbandingan 1:10 pada pagi atau sore hari. Inisiatif ini diharapkan dapat meningkatkan pemanfaatan sampah rumah tangga serta mendukung pertanian yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Pemanfaatan Limbah Organik Rumah Tangga Menjadi Pupuk Organik Cair (POC) untuk Mendukung Ekonomi Sirkular di Desa Kuala Semundam T. Romi Marnelly; Ferdy Aguston Nainggolan; Nisa Purnama Daulay; Zahwa Nadiva; Chintia Ramadila Putri; Sari Bunga Fatima; Nabila; Grea Agustin; Mutia Sandrina; Aswara Wanda Triana; Nei Sarah Krisnayati Sitohang; Arlmandsi Andriva Mardogan Hasugian
Dedikasi Mandiri Nusantara Vol. 2 No. 4 (2026): Dedikasi Mandiri Nusantara - Agustus 2026
Publisher : Dedikasi Mandiri Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.22015587

Abstract

Household organic waste management in Kuala Semundam Village remains suboptimal, indicating the need for alternative waste utilization based on local resources. This community service activity aimed to utilize household organic waste to produce Liquid Organic Fertilizer (LOF) as part of the implementation of a circular economy. The activity consisted of socialization, demonstration, mentoring, hands-on practice, monitoring, and evaluation. The main activity was conducted on July 7, 2026, involving 23 participants, while LOF production practice was carried out with a farmer as a pilot partner. The results showed that 14 days of fermentation produced a dark brown color and a sweet-sour odor. A limited trial on chili plants showed an increase in average plant height from 7.81 cm to 9.6 cm and the number of leaves from 4 to 6 over four monitoring periods. These findings are descriptive and cannot be used to determine the effect of LOF on plant growth because no control plants were used. The activity demonstrates that household organic waste can be utilized as a raw material for LOF and has potential to support circular economy practices at the community level.
Penerapan Rima dan Chant sebagai Sarana Pembelajaran Kreatif Irmawaty Umar; Magvirah El Walidayni Kau
Dedikasi Mandiri Nusantara Vol. 2 No. 3 (2026): Dedikasi Mandiri Nusantara - Juni 2026
Publisher : Dedikasi Mandiri Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.22056210

Abstract

Introducing English to early childhood learners requires engaging and age-appropriate learning activities that can stimulate their interest and active participation. At an early stage of language learning, children need opportunities to listen to, recognize, imitate, and produce English sounds through meaningful and enjoyable activities. Rhymes and chants can serve as creative learning media because they combine sound patterns, rhythm, repetition, and verbal interaction, which are suitable for young learners. This community service program, entitled “Applying Rhymes and Chants as Creative Media for Introducing English Sounds to Early Childhood Learners,” was conducted at SDN 91 Kota Gorontalo. The program aimed to introduce basic English sounds and simple vocabulary through enjoyable activities using rhymes and chants. The implementation consisted of several stages, including initial observation, preparation of learning materials, implementation of rhymes and chants-based activities, and evaluation. During the activities, the children listened to and repeated English words and expressions, practiced selected sounds, and participated in rhythmic activities accompanied by simple movements. The activities were designed to provide repeated exposure to English sounds while creating an enjoyable and participatory learning environment. The implementation demonstrated that rhymes and chants encouraged children to participate actively, imitate English sounds and words, and engage enthusiastically in the learning activities. The use of rhythm and repetition also provided children with meaningful opportunities to become familiar with the sound patterns of English. Therefore, rhymes and chants can be utilized as simple, creative, and enjoyable media for introducing English sounds to early childhood learners.
Edukasi Hak Anak dan Keselamatan Remaja melalui Program ROOTS di SMP Negeri 1 Dewantara Juwita Sahputri; Teuku Azhari
Dedikasi Mandiri Nusantara Vol. 2 No. 3 (2026): Dedikasi Mandiri Nusantara - Juni 2026
Publisher : Dedikasi Mandiri Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.22074393

Abstract

Kekerasan terhadap anak dan remaja memerlukan pencegahan sejak di lingkungan sekolah. Keterbatasan pemahaman tentang hak anak, batasan pribadi, keterbukaan, dan cara mencari pertolongan dapat meningkatkan kerentanan remaja dalam situasi yang tidak aman. Program ROOTS (Rights, Ownership, Openness, & Teen Safety) bertujuan memberikan edukasi sesuai usia mengenai empat unsur perlindungan diri tersebut. Kegiatan dilaksanakan oleh SCORA CIMSA Universitas Malikussaleh bersama GenRe Lhokseumawe pada 4 April 2026 di SMP Negeri 1 Dewantara kepada 30 siswa kelas IX. Pelaksanaan meliputi pembagian kelompok, edukasi dan interaksi selama 175 menit, serta penutupan. Evaluasi menggunakan data dokumenter berupa keterlaksanaan agenda, jangkauan, durasi, kemitraan, dan kesesuaian materi dengan tujuan. Seluruh rangkaian inti terlaksana dan menjangkau 30 peserta melalui kolaborasi mahasiswa, organisasi remaja, dan sekolah. Namun, laporan tidak memuat instrumen pretest–posttest, ukuran perubahan pengetahuan, penilaian keterampilan, atau tindak lanjut. Program dapat dinilai terlaksana dan layak sebagai edukasi preventif, tetapi efektivitas terhadap pengetahuan dan perilaku belum dapat disimpulkan. Pelaksanaan berikutnya memerlukan indikator hasil tervalidasi, prosedur rujukan aman, dan evaluasi tindak lanjut.
Penyuluhan Hukum Tentang Peran Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) Dalam Pendaftaran Hak Milik Atas Tanah Di Kampung Nendali Distrik Sentani Timur Kabupaten Jayapura Y.D.W. Susi Irianti; James Yoseph Palenewen
Dedikasi Mandiri Nusantara Vol. 2 No. 3 (2026): Dedikasi Mandiri Nusantara - Juni 2026
Publisher : Dedikasi Mandiri Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.22086964

Abstract

Pengabdian ini dilakukan dengan judul Penyuluhan Hukum Tentang Peran PPAT Dalam Pendaftaran Hak Milik Atas Tanah Di Kampung Nendali Distrik Sentani Timur Kabupaten Jayapura, kegiatan yang dilakukan kepada mitra dikarenakan adanya kasus dari mitra tentang ketidakpahaman mengenai Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) dalam hal pendaftaran hak milik atas tanah untuk menjamin kepastian hukum, sehingga dengan keahlian yang dimiliki pengabdi dapat melakukan penyuluhan hukum tersebut dengan tujuan untuk memberikan pemahaman dan pengetahuan kepada mitra atas peran PPAT dalam pendaftaran hak milik atas tanah untuk menjamin kepastian hukum serta memberikan pendampingan hukum kepada mitra dalam hal pendaftaran hak milik atas tanah. Metode pelaksanaan pengabdian ini dilakukan dengan cara penerapan IPTEKS melalui ceramah dan diskusi yang dilaksanakan pada hari sabtu, tanggal 28 maret 2026 yang dilaksanakan di Balai Kampung Nendali. Kegiatan ini di awali dengan persiapan dan koordinasi, kemudian pemaparan materi dengan memberikan pengetahuan kepada mitra mengenai peranan PPAT dalam pendaftaran hak milik atas tanah. Adapun luaran dari pengabdian ini adalah memberikan pemahaman dan pengetahuan kepada mitra tentang peranan PPAT dalam pendaftaran hak milik atas tanah berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan faktor-faktor yang dialami oleh PPAT sehingga mengalami keterlambatan dalam pendaftaran hak milik atas tanah.
Edukasi Kelancaran ASI Pada Ibu Nifas Dalam Pelaksanaan Posyandu di Praktik Mandiri Bidan (PMB) Kustirah Kota Palembang Merisa Riski; Yulinda Ariyani; Ela Amalia; Ni Putu Widiartini
Dedikasi Mandiri Nusantara Vol. 2 No. 3 (2026): Dedikasi Mandiri Nusantara - Juni 2026
Publisher : Dedikasi Mandiri Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.22089692

Abstract

Air susu ibu (ASI) merupakan sumber nutrisi terbaik dan paling sesuai bagi bayi baru lahir, namun banyak ibu nifas mengalami hambatan dalam proses menyusui akibat faktor fisik maupun psikologis, seperti ASI yang tidak segera keluar, bayi sulit menghisap, kelelahan, dan kecemasan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu nifas mengenai kelancaran ASI melalui edukasi kesehatan pada pelaksanaan posyandu di Praktik Mandiri Bidan (PMB) Kustirah, Kota Palembang. Kegiatan dilaksanakan dengan metode ceramah, tanya jawab, dan diskusi, didukung media poster, flipcard, leaflet, dan video, serta diikuti oleh 25 ibu nifas bersama kader posyandu, petugas puskesmas, tokoh masyarakat, dan bidan setempat. Tahapan pelaksanaan meliputi pembukaan, penyampaian materi mengenai fisiologi laktasi dan faktor-faktor yang memengaruhi kelancaran ASI (perawatan payudara, frekuensi menyusui, pola istirahat, dan kondisi psikologis), sesi evaluasi tanya jawab, dan penutup. Hasil kegiatan menunjukkan antusiasme tinggi peserta yang tampak dari keaktifan bertanya dan meningkatnya pemahaman tentang pentingnya pengeluaran kolostrum. Seluruh ibu nifas yang mengikuti kegiatan diketahui telah memberikan kolostrum kepada bayinya segera setelah persalinan. Kegiatan ini menegaskan pentingnya edukasi berkelanjutan bagi ibu nifas guna mendukung keberhasilan menyusui dan pemberian ASI eksklusif sejak dini.
Imunisasi Gigi Dengan Fissure Sealant Sebagai Upaya Pencegahan Karies Gigi Pada Anak Sekolah Dasar Mujiyati; Ismalayani
Dedikasi Mandiri Nusantara Vol. 2 No. 4 (2026): Dedikasi Mandiri Nusantara - Agustus 2026
Publisher : Dedikasi Mandiri Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.22092263

Abstract

Kesehatan gigi dan mulut merupakan salah satu indikator penting kualitas hidup manusia. Salah satu permasalahan kesehatan gigi dan mulut yang paling banyak dialami anak-anak adalah karies gigi. Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023, angka kejadian karies gigi nasional mencapai 82,8%, sedangkan pada kelompok usia 5-9 tahun mencapai 84,8%. Salah satu upaya pencegahan karies gigi yang efektif adalah imunisasi gigi melalui aplikasi fissure sealant, yaitu tindakan pelapisan permukaan kunyah gigi untuk mencegah penumpukan plak dan sisa makanan penyebab karies. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan gigi dan mulut anak Sekolah Dasar Kartika II-3 Palembang melalui penyuluhan, demonstrasi menyikat gigi, screening gigi, dan aplikasi fissure sealant, mengingat kegiatan promotif dan preventif tersebut belum pernah dilaksanakan di sekolah ini. Kegiatan dilaksanakan selama 3 hari pada tanggal 3 Februari 2026 dengan sasaran 158 siswa (84 laki-laki dan 74 perempuan), meliputi tahap persiapan (survei lokasi dan koordinasi dengan pihak sekolah), pembukaan, penyuluhan kesehatan gigi dan mulut, praktik sikat gigi bersama, screening gigi, aplikasi fissure sealant, serta evaluasi. Hasil screening menunjukkan bahwa 135 siswa (85,5%) memiliki kondisi ceruk gigi dalam yang berisiko tinggi terhadap karies, sedangkan 23 siswa (14,5%) tidak memiliki ceruk dalam. Kegiatan ini berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan menyikat gigi siswa serta menurunkan risiko karies gigi melalui aplikasi fissure sealant sebagai tindakan pencegahan dini. Disarankan agar kegiatan promotif dan preventif kesehatan gigi dilakukan secara berkelanjutan dan melibatkan guru serta pengelola UKS.