cover
Contact Name
Rety Reka Merlins
Contact Email
retyrekamerlins@gmail.com
Phone
+6282349935865
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Open Access DRIVERset
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 67 Documents
DEHUMANISASI PENERTIBAN SATPOL PP PADA PEDAGANG KAKI LIMA : (Studi di Kawasan Gembong Asih Kota Surabaya) Maya Dwi Susanti Maya; Sugeng Harianto; Rr Nanik Setyowati
Jurnal Neo Societal Vol. 8 No. 2 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Halu Oleo (UHO)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52423/jns.v8i2.4

Abstract

The informal sector such as street vendors (PKL) is an alternative to the work done by urban communities. The proliferation of street vendors is a problem because it disrupts the beauty of urban areas such as Surabaya. In addition, the Satpol PP as a controlling unit,street vendors also often experience conflicts when controlling which leads to dehumanization. This study aims to determine the forms of dehumanization carried out by the Satpol PP, the factors causing the dehumanization actions, and to describe the trading activities by street vendors at the Gembong market, Surabaya. This study uses qualitative methods and Johan Galtung's perspective on violence. Data was collected by observation, interviews, and documentation.  The results of this study indicate that the dehumanization actions carried out by the Satpol PP are divided into two, namely physical violence such as beatings and verbal violence such as insults or fights between Satpol PP and street vendors. The Satpol PP as the executor often abuses their duties and authority when carrying out enforcement which leads to chaos. The factors that cause dehumanization during the enforcement process are the socialization of the order that was not conveyed properly and other elements who became provocateurs during the clashes. . The PKL profession is in great demand because it requires minimal capital and does not require creativity.  
STRATEGI PENGEMBANGAN PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN DAERAH PERBATASAN ANTAR NEGARA DI PROVINSI RIAU Iqbal Miftakhul Mujtahid; Steven Anthony; Baskoro Wicaksono; Putri Hergianasari
Jurnal Neo Societal Vol. 8 No. 2 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Halu Oleo (UHO)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52423/jns.v8i2.6

Abstract

This article aims to anlyze the regional infrastructure development strategy in border areas between countries in Riau Province. This is Consistent with the geographical importance of the regency/city in Riau Province. The approach method used in this research is descriptive qualitative. How to collect data with documentation and indepth interviews. The results of this research explain that the infrastructure development strategy carried out for the coastal districts/cities in Riau Province includes; First, developing transportation links through sea transportation services in order to improve the quality and intensity of services in the maritime border area. Second, developing economic growth poles in border areas. It is based on regional idiosyncrasy, local capabilities and takes into account market opportunities aided by changes in infrastructure and data transfer, power, water and telecommunications. Infrastructure development must be carried out through planning that is synchronized with national development. So that the use of the Special Allocation Fund (DAK)  for border areas can be realized properly, but the development that has been carried out so far is not in accordance with the national development proposed by the regional government  
KONDISI MASYARAKAT RISIKO PASCA TAMBANG BAUKSIT DI KELURAHAN TEMBELING-TANJUNG KECAMATAN TELUK BINTAN KABUPATEN BINTAN Aldi Sahputra; Marisa Elsera; Nanik Rahmawati
Jurnal Neo Societal Vol. 8 No. 2 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Halu Oleo (UHO)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52423/jns.v8i2.7

Abstract

Industri Pasca Tambang Bauksit Di Kelurahan Tembeling-Tanjung Di kelola oleh perusahaan Ex Tambang.Pada saat mereka melakukan aktivitas tambang bauksit terdapat berbagai macam efek negatif yang timbul di lingkungan masyarakat dan timbulnya dampak setelah Pasca Tambang bauksit tersebut.Peneliti melihat adanya indikasi risiko seperti risiko lingkungan.Masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana Kondisi Masyarakat Berisiko Terbentuk Pasca Tambang Bauksit Di Kelurahan Tembeling-Tanjung Kecamatan Teluk Bintan Kabupaten Bintan.Jenis penelitian ini adalah kualitatif, dengan Lokasi penelitian di KelurahanTembeling-Tanjung Kecamatan Teluk Bintan Kabupaten Bintan.Penentuan informan secara purposive sampling yaitu sampel yang dipilih secara senagaja dengan pertimbangan bahwa informan yang dipilih dianggap mampu memberikan informasi yang dibutuhkan.metode pengumpulan data adalah dengan observasi, wawancara, dokumentasi.Metode analisis data menggunakan tiga tahap yaitu, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan/verifikasi.Hasil penelitian ini menunjukan adanya dampak negatif yang timbul dimasyarakat Kelurahan Tembeling-Tanjung seperti dampak ecological risk yaitu adanya bekas tambang bauksit yang sebagian tidak di reklamasi membuat masyarakat tidak nyaman dengan berbagai efek yang ditimbulkan dan ditinggalkan.Kerusakan yang ditinggal pasca tambang membuat masyarakat menjadi tidak nyaman dan hal ini diperkuat dengan teori metabolic riftyaitu bentukakibat kerusakan lingkungan karena adanya proses kerja sosial metabollic.Di Kelurahan Tembeling-Tanjung Kecamatan Teluk Bintan Kabupaten Bintan.
PENGARUH IDOL K-POP DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS XI DI SMA NEGERI 1 ANYER Siti Rohaliya; Septi Kuntari
Jurnal Neo Societal Vol. 8 No. 2 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Halu Oleo (UHO)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52423/jns.v8i2.8

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh idol K-Pop dalam meningkatkan motivasi belajar peserta didik, faktor-faktor penyebab, serta dampak yang ditimbulkan, juga cara siswa mengatur waktu dalam belajar dan mendukung idolanya, sampai bagaimana cara siswa mempertahankan motivasi melalui idol K-pop. Metode yang digunakan yaitu penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif dan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi serta sumber data primer dan sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa idol K-Pop memberikan pengaruh positif dan negatif pada proses. Untuk mengatasi pengaruh dari idol K-Pop terhadap motivasi belajar pada siswa tersebut dapat dilakukan dengan beberapa cara, seperti siswa harus bisa membagi waktu dengan baik dan lebih mengutamakan tugas dan pembelajaran terlebih dahulu serta dapat membuat jadwal yang terstruktur dari pagi sampai malam, siswa harus lebih memprioritaskan pembelajaran dan mengerjakan tugas tepat waktu, sebisa mungkin dapat membagi waktu saat belajar dan hiburan. Budaya Korea menambah wawasan baru mengenai budaya luar, memberikan pengetahuan terkait bahasa Inggris bahkan K-Pop mampu menciptakan relasi pertemanan baru dari berbagai kalangan. Secara tidak langsung, hal ini memberikan pengaruh terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Banyaknya teknologi ataupun suatu media baru yang diketahui untuk para siswa mempelajari bahasa asing agar dapat berkomunikasi dengan idol yang disukainya.  
LITERASI KRITIS BERBASIS WAHYU SISTEM: Studi Fenomenologi di Pesantren Hidayatullah Kendari Peribadi Peribadi
Jurnal Neo Societal Vol. 8 No. 2 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Halu Oleo (UHO)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52423/jns.v8i2.9

Abstract

This study aims to examine the teaching and learning process based on pre prophetic and prophetic as a critical literacy strategy and methodology that can educate, enlighten and shape the character of students at that Hidayatullah Islamic Boarding School, Kendari, South East Sulawesi Province. In an effort to study integral educational formulations that can foster intellectual intelligence (spiritual intellectual) and shape the character and personality of students, a constructivist paradigm and a quallitatif approach are used wich focused on phenomenological studies. The results of the study show that the teaching and learning process that take places within the framework of the system’s revelation philosophy can produce students as students who have intellectual intelligence, emotional intelligence, spiritual intelligence and creative intelligence as well as the personality characteristics of students are though and polite. While the teaching and learning process methodology that is put forward is referring to the spiritual journey of the Prophet Muhammad SAW wich took place in the period before the revelation of revelation (Pre-Prophetic) and saintifcation during the revelation (Prophetic) period. In the Prophetic context, the process of teaching and learning in order to cultivate intellectual intelligence is reflected sociologically from Surat Al Alaq and Surat Al Qolam as commands to read and write. Meanwhile, efforts to increase intellectual intelligence are reflected in Surah Al Muzzammil and creative intelligence radiates from surah Al Mudatsir. Both of them describe the process of critical literacy which is not only educating and enlightening. However, it can also generate critical reviews that are constructive and with integrity. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji proses belajar mengajar berbasis PraProfetik dan Profetik sebagai strategi dan metodologi literasi kritis yang dapat mencerdaskan, mencerahkan dan membentuk karakter santri di Pondok Pesantren Hidayatullah Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara. Upaya mengkaji formulasi pendidikan integral yang dapat menumbuhkan kecerdasan inteleksi (intelektual spiritual) serta membentuk karakter dan kepribadian peserta didik, digunakan paradigma konstruktivisme dan pendekatan kualitatif yang berintikan pada studi fenomenologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses belajar mengajar yang berlangsung dalam kerangka falsafah Wahyu Sistem dapat menghasilkan santri sebagai peserta didik yang memiliki kecerdasan intelektual, kecerdasan, emosional, kecerdasan spiritual dan kecerdasan kreativitas serta karakter dan kepribadian santri yang tangguh dan santun. Sementara metodologi proses belajar mengajar yang dikedepankan adalah mengacu dari perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW yang berlangsung pada kurun waktu sebelum turunnya Wahyu (PraProfetik) serta saintifikasi pada masa turunnya wahyu (Profetik). Dalam konteks Profetik, maka proses belajar mengajar dalam rangka menumbuhkan kecerdasan intelektual direfleksikan secara sosiologis dari Surat al Alaq dan Surat al Qolam sebagai perintah untuk membaca dan menulis. Sedangkan upaya peningkatan kecerdasan inteleksi tercermin dalam surat al Muzzammil serta kecerdasan kreativitas terpancar dari surat Al Mudatzir. Berdasarkan atas Nuzulnya Wahyu tersebut, maka para guru dan santri Pesantren Hidayatullah memiliki potensi fakultas otak dan fakultas rohani yang menjadi modal utama dalam mengembangkan dakwah ke depan  dengan penuh kasih sayang (Rahman dan Rahim) yang tertuang dalam surat Al Fatihah.    
MULTI STAKEHOLDER PARTNERSHIP DALAM KERJASAMA SISTER CITY SURABAYA-LIVERPOOL PADA PENDIDIKAN INKLUSI BERKELANJUTAN TAHUN 2022 Emo Putro; Triesanto Simanjuntak; Putri Hergianasari
Jurnal Neo Societal Vol. 8 No. 2 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Halu Oleo (UHO)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52423/jns.v8i2.10

Abstract

Kota Surabaya telah menjalin kerjasama sister city dengan Kota Liverpool dalam Pendidikan inklusif. Hal tersebut sesuai SDGs goals ke-4. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deskripsi kualitatif dengan menggunakan studi pustaka. Penelitian ini menggunakan teori liberalisme dengan konsep sister city. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerjasama sister city dilakukan dengan menggunakan pendekatan multi stakeholder partnership. Hal tersebut merupakan pendekatan yang sangat penting dalam mencapai tujuan pendidikan adil dan inklusif, mempromosikan kesejahteraan dan kebahagiaan semua anak, dan menjadi bagian dari masyarakat yang lebih luas. Kesimpulan penelitian ini bahwa Kota Surabaya dan Kota Liverpool telah melaksanakan pendidikan inklusi untuk memberikan peluang bagi semua anak dalam mengenyam pendidikan yang sama tanpa adanya diskriminasi. Sesuai dengan agenda global SDGs yaitu No One Left Behid.
RELASI GENDER DALAM PENGELOLAAN SUMBER DAYA PESISIR PADA RUMAH TANGGA NELAYAN TANGKAP : PERSPEKTIF TEORI FEMINISME LIBERAL Syaifuddin Suhri Kasim
Jurnal Neo Societal Vol. 8 No. 3 (2023): Edisi Juli 2023
Publisher : Universitas Halu Oleo (UHO)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52423/jns.v8i3.13

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis relasi gender dalam pengelolaan sumber daya pesisir pada rumah tangga nelayan tangkap dan relevansinya dengan pandangan teori feminism liberal terhadap hasil temuan penelitian tersebut. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Tongali Pulau Siompu Kabupaten Buton Selatan dengan jumlah informan sebanyak 15 kepala keluarga nelayan, yang diperoleh secara purposive sampling. Data diperoleh melalui teknik observasi, dan wawancara, dan hasilnya dideskripsi secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa relasi gender dalam pengelolaan sumber daya pesisir pada rumah tangga nelayan tangkap berlangsung pada pada hampir seluruh aktivitas pengelolaan sumber daya pesisir, kecuali pada aktivitas penangkapan ikan. Khusus pada aktivitas penangkapan ikan, kaum istri (perempuan) tidak dilibatkan, menurut pandangan para suami (laki-laki) dikarenakan dalam aktivitas ini pekerjaan melaut membutuhkan tenaga yang kuat dalam menghadapi tantangan alam yang maha keras, sehingga istri (perempuan) tidak pantas untuk terlibat dalam aktivitas tersebut. Dari sudut pandang feminisme liberal adanya pandangan seperti ini menunjukkan bahwa peran kekuasaan suami (laki-laki) masih dominan sehingga kesetaraan dan keadilan gender belum sepenuhnya bisa terwujud dalam aktivitas pengelolaan sumber daya pesisir. Hal ini bertentangan dengan pandangan para feminsme liberal yang berkeinginan untuk menghapuskan ketidak adilan gender dari sistem patriarki, yang masih menjadi “tembok penghalang” lahirnya kesetaraan gender..
Studi Perkembangan Budaya Lokal dalam Masyarakat di Pulau Buton Tanzil Tanzil
Jurnal Neo Societal Vol. 8 No. 3 (2023): Edisi Juli 2023
Publisher : Universitas Halu Oleo (UHO)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52423/jns.v8i3.15

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan budaya lokal pada masyarakat Buton. Penelitian ini dilakukan di Kota Baubau, Provinsi Sulawesi Tenggara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Subjek penelitian ditentukan secara purposif, yang meliputi tokoh masyarakat dan pejabat pemerintah lokal. Analisis data dilakukan secara deskriptif-kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kehadiran Islam di Pulau Buton, tidak menyebabkan hilangnya budaya lokal bahkan beberapa budaya lokal perkembangannya mendapat pengaruh dari Islam sehingga mendorong terjadinya akulturasi budaya antara Islam dan budaya lokal. Budaya lokal yang tidak bertentangan dengan Islam telah menjadi prinsip dalam kehidupan masyarakat di Pulau Buton. Struktur lembaga keagamaan yang biasa disebut sara kidina sampai saat ini masih menujukkan perannya dalam masyarakat secara fungsional walaupun demikian sistem pemerintahan kesultanan atau biasa disebut sara ogena sudah tidak tampak lagi karena terintegrasinya Buton dalam wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Namun untuk jabatan mokimu ada sebanyak 40 orang yang zaman dahulu pernah ada dalam sistem pemerintahan kesultanan, saat ini masih digunakan. Keberadaan lembaga mokimu tetap bertahan dan tetap fungsional hingga zaman modern sekarang ini. Pelapisan sosial dalam masyarakat seperti terjadi pada zaman kesultanan dapat dikatakan keberadaannya sudah tidak menguat. Untuk kategori sosial telah mengalami perubahan kearah ekonomi. Mereka yang memiliki barang barang yang berharga dan kekayaan lainnya memiliki daya tarik yang menonjol dalam kehidupan masyarakat.
PERAN PEMERINTAH DALAM PEMBERDAYAAN KESEJAHTERAAN KELUARGA (PKK) DESA NAPA KECAMATAN MAWASANGKA, KABUPATEN BUTON TENGAH Irawati Irawati; Siti Nadia Gunawan
Jurnal Neo Societal Vol. 8 No. 3 (2023): Edisi Juli 2023
Publisher : Universitas Halu Oleo (UHO)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52423/jns.v8i3.17

Abstract

This study aims to describe the Government's Role in Empowering the Family Welfare Empowerment Team (TP-PKK) in Napa Village, Mawasangka District, Buton Tengah Regency. This research uses a descriptive qualitative method. Types and sources of data used are primary data and secondary data. With data collection techniques, namely, interviews, observation and documentation. This study was conducted with a total of 9 informants. The data analysis technique used is data collection, presentation, and conclusion drawing. The data validity technique used is data credibility and data certainty. The results showed that the role of the Napa Village government in TP-PKK had not run optimally, as seen from the government facilitators and catalysts providing facilities for TP-PKK in the clothing program in the form of offering goods and services such as giving bamboo for making fences in every house, in the food program in the form of goods, namely the provision of sewing machine tools to meet family needs to increase family income, found in the cooperative life development program in the form of funds where coaching and development of efforts to increase family income (UP2K) in all PKK groups, found in education and skills programs in the form of funds but because inadequate funds and tools so that people in developing innovation and creativity cannot be fully implemented. The role of the Napa Village government has not run optimally due to inadequate facilities, so providing guidance and supervision is still not optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Peran Pemerintah dalam Pemberdayaan Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Desa Napa Kecamatan Mawasangka, Kabupaten Buton Tengah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Jenis dan sumber data yang digunakan yaitu data primer dan data sekunder. Dengan Teknik penumpulan data yaitu, wawancara, observasi dan dokumentasi. penelitian ini dilakukan dengan jumlah informan sebanyak 9 orang. Teknik analisis data yang digunakan adalah Data collection, penyajian data dan penarik kesimpulan. Teknik keabsahan data yang digunakan adalah Kredibilitas data dan kepastian Data. Hasil penelitian menunjukan Peran pemerintah Desa Napa pada TP-PKK belum berjalan optimal dilihat dari fasilitator dan katalisator pemerintah memberikan fasilitas terhadap TP-PKK terdapat pada program sandang berupa pemberian barang dan jasa seperti pemberian bambu untuk pembuatan pagar di setiap rumah, terdapat pada program pangan berupa barang yaitu pemberian alat mesin menjahit untuk memenuhi kebutuhan keluarga dalam rangka meningkatkan pendapatan keluarga, terdapat pada program pengembangan kehidupan berkoperasi berupa dana dimana pembinaan dan pengembangan upaya peningkatan pendapatan keluarga (UP2K) di semua kelompok PKK, terdapat pada program pendidikan dan keterampilan berupa dana namun karna dana dana dan alat yang kurang memadai sehingga masyarakat dalam mengembangkan inovasi dan kreativitasnya belum bisa terlaksana sepenuhnya. Peran pemerintah Desa Napa belum berjalan optimal karena fasilitas yang kurang memadai sehingga dalam memberikan pembinaan dan pengawasan masih belum maksimal.
PENGGUNAAN MEDIA BALIHO OLEH PUAN MAHARANI MENJELANG PEMILU INDONESIA 2024 DI ERA 5.0 Bio Adiputri; Pratiwi Christin Harnita; Putri Hergianasari
Jurnal Neo Societal Vol. 8 No. 3 (2023): Edisi Juli 2023
Publisher : Universitas Halu Oleo (UHO)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52423/jns.v8i3.20

Abstract

Menjelang tahun politik 2024, dinamika perpolitikan menjadi lebih kompleks dan bervariatif. Muncul berbagai bentuk komunikasi politik oleh beberapa politisi atau calon kandidat dari berbagai partai politik yang ada di Indonesia. Salah satunya iklan politik yang dilakukan oleh Puan Maharani mulai dari tahun 2021 dengan menggunakan media publik baliho. Menariknya pada saat ini masuk era 5.0 society yang identik dengan digitalisasi setiap aspek kehidupan manusia, namun Puan Maharani tetap menggunakan old media yaitu baliho sebagai media marketing politiknya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan data studi literatur. Tujuan penelitian untuk melihat strategi marketing politik Puan Maharani menjelang Pemilu Indonesia 2024. Hasil penelitian menyatakan dibutuhkan strategi yang tepat dalam marketing politik seorang calon kandidat, salah satunya pemilihan media komunikasi politiknya. Puan Maharani melakukan komunikasi politik yang bersifat one step flow dengan memanfaatkan media baliho dalam menciptakan image dan positioning kandidat. Didukung dengan karakteristik baliho sebagai media above the line yang menyasar audience atau konstituen luas untuk meningkatkan awareness akan image Puan Maharani sebagai sosok pemimpin perempuan yang dapat mengayomi bangsa Indonesia. Seiring dengan itu, pesan politik Puan Maharani berada pada tahapan pencapaian awareness (tahap popularity) dan image perception (tahap likeability). Ketrampilan komunikasi melalui perumusan strategi yang tepat, seperti pemilihan media membuka peluang meningkatkan electability kandidat sebagai stages tertinggi dalam tahapan marketing politik.