cover
Contact Name
Rety Reka Merlins
Contact Email
retyrekamerlins@gmail.com
Phone
+6282349935865
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Open Access DRIVERset
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 73 Documents
Tantangan dan Dinamika Sosial Hubungan Mertua-Menantu Perempuan Serumah Di Kelurahan Tamparang Keke Kota Makassar Siti Arah Suniyah; Idham Irwansyah Idrus; Ulfa Utami Mappe
Jurnal Neo Societal Vol. 11 No. 1 (2026): Edisi Januari 2026
Publisher : Universitas Halu Oleo (UHO)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52423/jns.v11i1.131

Abstract

The purpose of this study is to determine efforts to improve harmonious relationships over the challenges and dynamics that occur between in-laws and daughters-in-law who are influenced by various factors. Data collection was carried out using descriptive qualitative methods. Data were analyzed through several stages; 1) data reduction, 2) data presentation, 3) conclusion drawing and data verification. The results showed that the in-laws have many beliefs about the son-in-law who has a different point of view, there is poor communication because the wishes are not well expressed, so the division of labor becomes unclear which also spreads to privacy issues and unfulfilled boundaries. Implementing a collaborative approach by actively participating and cooperating in housework and being able to control emotions wisely can improve harmonious relationships. The conclusion of this study shows that the challenges of the relationship between in-laws and sons-in-law living in the same house are influenced by differences in values, ineffective communication, authoritarian roles, and privacy issues. The efforts to build harmonious relationships cannot all be implemented, but mainly through a collaborative approach and the ability to control emotions which proved to be the most effective in reducing conflict and strengthening cooperation.
Gender, Kekuasaan, dan Resistensi: Praktik Perlawanan Perempuan terhadap Dominasi Ekonomi Ekstraktif di Daerah Pertambangan Syaifudin Suhri Kasim; Sarpin; Suharty Roslan; Lutfiana Nur Azizah; Asrani; Dian Puspita Rizki
Jurnal Neo Societal Vol. 11 No. 1 (2026): Edisi Januari 2026
Publisher : Universitas Halu Oleo (UHO)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52423/jns.v11i1.136

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik resistensi perempuan petani terhadap dominasi ekonomi ekstraktif di wilayah pertambangan dengan menggunakan perspektif Feminist Political Ecology (FPE) dan teori kekuasaan. Melalui pendekatan kualitatif yang memadukan wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen, penelitian ini mengungkap dinamika perlawanan yang kompleks di tingkat lokal. Hasil temuan menunjukkan bahwa perempuan tidak hanya berposisi sebagai korban dari pembangunan ekstraktif yang menyingkirkan mereka dari akses terhadap sumber daya alam, tetapi juga tampil sebagai agen perubahan sosial yang membangun wacana alternatif mengenai keadilan sosial, ekologis, dan gender. Bentuk resistensi perempuan mencakup aksi kolektif terbuka, seperti protes dan advokasi lingkungan, serta praktik keseharian yang subtil, seperti pengelolaan sumber daya rumah tangga dan pertanian berkelanjutan yang menegosiasikan kekuasaan dalam ruang domestik dan publik. Melalui solidaritas komunitas, jaringan sosial, dan kearifan lokal, perempuan membentuk politik lingkungan baru yang menantang dominasi patriarki dan logika kapitalistik yang eksploitatif. Penelitian ini menegaskan bahwa resistensi perempuan tidak hanya berdampak pada perubahan relasi kekuasaan di tingkat lokal, tetapi juga berkontribusi terhadap pembentukan tata kelola sumber daya alam yang lebih inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan, sekaligus memperkaya kajian ekologi politik feminis di konteks global Selatan.
Komodifikasi Spiritualitas: Tinjauan Marxis atas Praktik Ekonomi dalam Ibadah Haji Rety Reka Merlins; Hasyim Abdillah; Rosdiana; Muammar Akbar Al Qhuraissy; Sitti Harnia
Jurnal Neo Societal Vol. 11 No. 1 (2026): Edisi Januari 2026
Publisher : Universitas Halu Oleo (UHO)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52423/jns.v11i1.137

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menganalisis praktik komodifikasi dalam penyelenggaraan ibadah haji melalui perspektif teori Marx. Komodifikasi terjadi, ketika aktivitas ibadah yang tidak bersifat materi direduksi menjadi barang dagang yang bernilai tukar dalam struktur ekonomi kapitalis. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif berbasis kajian literatur terhadap teori Marx, studi ekonomi keagamaan, dan praktik industry haji kontemporer. Hasil kajian menunjukkan bahwa penyelenggaraan ibadah haji membentuk rantai nilai ekonomi kompleks yang melibatkan negara, biro travel, dan perusahaan internasional. Proses komodifikasi ini, tanpa disadari membuat jamaah mengalami alienasi, komoditas ritual menjadi fetisisme, dan akses terhadap ruang sakral terstratifikasi menurut kelas sosial. Kesimpulan dari kajian ini menunjukkan bahwa komodifikasi spiritualitas tidak hanya mengubah makna ibadah, tetapi juga melahirkan ketimpangan sosial dalam praktek beragama.
Queer Theory Dan Islam Dalam Masyarakat Muslim Indonesia: Tinjauan Literatur Terhadap Representasi Gender Dan Seksualitas UI Ardaninggar Luhtitianti
Jurnal Neo Societal Vol. 11 No. 1 (2026): Edisi Januari 2026
Publisher : Universitas Halu Oleo (UHO)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52423/jns.v11i1.138

Abstract

Queer theory Diana Fuss dan Sedgwick dikembangkan dalam tradisi masyarakat sekuler, sehingga memiliki keterbatasan dalam menjelaskan relasi antara identitas queer dan otoritas keagamaan dalam masyarakat Muslim Indonesia yang menempatkan agama sebagai sumber moral. Pada saat yang sama, kebutuhan spiritual queer Muslim berbenturan dengan absennya kebijakan keagamaan dalam institusi Islam. Penelitian ini tidak untuk menerapkan Queer Theory dalam masyarakat Muslim, namun untuk menganalisis bagaimana wacana agama dan queer theory memiliki potensi untuk diintegrasikan dalam menghasilkan legitimasi moral di ruang publik Indonesia yang religious. Metode penelitian menggunakan kajian pustaka dengan pendekatan kualitatif interpretatif melalui analisis teoretis dan tematik terhadap literatur bereputasi internasional dan nasional. Data dianalisis secara iteratif untuk mengidentifikasi persinggungan queer theory, moralitas Islam, dan legitimasi publik. Temuan menunjukkan bahwa studi terkini tentang queer theory dan masyarakat Muslim Indonesia belum diarahkan untuk mengembangkan epistemologi queer yang merangkul agama bagi agensi queer Muslim. Di sekup internasional, upaya pengembangan integrasi queer theory dan tradisi hemeneutik dalam Islam telah muncul melalui karya-karya Kugle dan Abdou. Hasil juga menunjukkan bahwa kekosongan kebijakan keagamaan yang inklusif bagi umat queer di Indonesia memperkuat kebutuhan akan kerangka queer yang lebih peka terhadap otoritas agama. Penelitian ini berimplikasi terhadap pengembangan studi queer yang mampu merepresentasikan nilai gender dan seksualitas dalam masyarakat Muslim Indonesia.
Transformasi Ekonomi Petani Kakao Melalui Kemitraan: Studi Kasus Di Desa Mataiwoi, Sulawesi Tenggara Hannin Pradita Nur Soulthoni; Sitti Harnia; Muammar Akbar Al Qhuraissy; Muhammad Zaikin; Harjun Harjun
Jurnal Neo Societal Vol. 11 No. 1 (2026): Edisi Januari 2026
Publisher : Universitas Halu Oleo (UHO)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52423/jns.v11i1.140

Abstract

Pembangunan sektor kakao di Indonesia masih menghadapi paradoks antara tingginya potensi produksi dan rendahnya kesejahteraan petani, yang dipengaruhi oleh keterbatasan produktivitas, ketergantungan pada tengkulak, serta lemahnya akses terhadap pasar dan kelembagaan pendukung. Penelitian ini bertujuan menganalisis dinamika kemitraan strategis antara Sustainable Cocoa Production Program (SCPP), kelompok tani, dan Pemerintah Daerah dalam mendorong transformasi ekonomi petani kakao di Desa Mataiwoi, Sulawesi Tenggara. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, melibatkan 32 informan yang terdiri atas petani peserta dan non-peserta program serta aktor kelembagaan terkait. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, focus group discussion, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemitraan tripartit asimetris yang didukung diferensiasi peran yang jelas mampu mendorong transformasi ekonomi petani secara multidimensional, meliputi peningkatan produktivitas, kualitas produk, pendapatan, serta perubahan mindset dari subsistensi menuju orientasi bisnis. Namun demikian, dampak program belum terdistribusi secara merata akibat ketimpangan pra-eksisting dalam aset, modal sosial, dan akses institusional. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kemitraan asimetris yang fungsional dapat menjadi mekanisme efektif dalam memutus poverty trap, sepanjang disertai strategi afirmatif untuk meningkatkan inklusivitas dan keberlanjutan transformasi ekonomi petani.
Fenomena Fear of Public Speaking pada Mahasiswa Generasi Z di Lingkungan Kampus Digital sutinnarto; muhammad Agung Setiawan; Rif'atul Himmah
Jurnal Neo Societal Vol. 11 No. 1 (2026): Edisi Januari 2026
Publisher : Universitas Halu Oleo (UHO)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52423/jns.v11i1.144

Abstract

Fenomena fear of public speaking merupakan salah satu permasalahan komunikasi yang masih banyak dialami oleh mahasiswa, khususnya Generasi Z, di tengah berkembangnya lingkungan kampus digital. Generasi Z dikenal sebagai generasi yang akrab dengan teknologi dan media sosial, namun kondisi tersebut tidak serta-merta menjamin kemampuan komunikasi lisan secara langsung. Penelitian ini bertujuan untuk memahami fenomena fear of public speaking pada mahasiswa Generasi Z di lingkungan kampus digital, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap mahasiswa Generasi Z di lingkungan perguruan tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fear of public speaking pada mahasiswa Generasi Z dipengaruhi oleh beberapa faktor utama, antara lain rendahnya kepercayaan diri, kecemasan sosial, kurangnya pengalaman berbicara di depan umum, serta pengaruh budaya media sosial yang lebih menekankan komunikasi berbasis digital dibandingkan komunikasi tatap muka. Lingkungan kampus digital memberikan kemudahan dalam menyampaikan ide melalui media daring, namun secara tidak langsung mengurangi intensitas latihan public speaking secara langsung. Penelitian ini menyimpulkan bahwa diperlukan strategi pembelajaran dan pendampingan yang adaptif terhadap karakteristik Generasi Z guna meningkatkan keberanian dan kemampuan public speaking mahasiswa di lingkungan kampus.
Gerakan Sosial Pemuda Di Desa Balassuka: Upaya Meningkatkan Kualitas Hidup Masyarakat Ansurlawarlin; Muh. Syukri; Ahmad Muhajir; Andi Akbar; Muhammaad Isnan Rasyidi
Jurnal Neo Societal Vol. 11 No. 1 (2026): Edisi Januari 2026
Publisher : Universitas Halu Oleo (UHO)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52423/jns.v11i1.146

Abstract

Gerakan sosial pemuda memiliki peran penting dalam mendorong perubahan sosial terutama di wilayah pedesaan. Penelitian ini bertujuan menganalisis bentuk gerakan sosial pemuda dan kontribusinya terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat di Desa Balassuka, Kecamatan Tombolopao. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemuda berperan aktif dalam berbagai program seperti pendampingan belajar, kegiatan kebersihan lingkungan, pendampingan keagamaan, serta program sosial yang ditujukan untuk membantu warga kurang mampu. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa keterlibatan pemuda mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kebersihan, pendidikan, solidaritas sosial, dan partisipasi komunitas. Pembahasan penelitian menunjukkan bahwa temuan ini konsisten dengan berbagai penelitian terdahulu yang menekankan pentingnya peran pemuda dalam pembangunan sosial di tingkat lokal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa gerakan sosial pemuda di Desa Balassuka memberikan dampak positif yang berkelanjutan terhadap masyarakat serta memiliki potensi besar untuk dikembangkan melalui dukungan pemerintah desa dan kolaborasi lintas komunitas. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar pengembangan program pemberdayaan pemuda yang lebih efektif dan berkelanjutan.Kata kunci: Balassuka, gerakan sosial, kualitas hidup, masyarakat desa, pemuda
Beban Perawatan dan Ketimpangan Gender: Studi Sosiologis tentang Kesejahteraan Sosial di Masyarakat Pedesaan Kasim, Syaifudin Suhri; Tawulo, Megawati Asrul; Azizah, Lutfiana Nur; Rizki, Dian Puspita; Abdillah, Hasyim
Jurnal Neo Societal Vol. 11 No. 2 (2026): Edisi April 2026
Publisher : Universitas Halu Oleo (UHO)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the relationship between care burden and gender inequality in the construction of social welfare in rural communities. This study uses a qualitative approach with case study methods in rural communities, through in-depth interviews, participatory observations, and analysis of local social policy documents. The findings show that women bear a double burden: as the main responsible for domestic work and unpaid care, as well as as economic actors in supporting household incomes. This burden not only limits women's access to productive resources and social mobility, but also reproduces structural inequalities in the distribution of welfare. In addition, social protection policies tend to assume women as beneficiaries as well as managers of family welfare, without substantively reducing the burden of care they bear. This study concludes that care work is a key element of social welfare in rural areas, but it is mostly imposed on women. Women must carry out a dual role, namely taking care of the household while earning a living, so that their opportunities to develop are limited. This causes gender inequality to continue to occur. This research contributes to strengthening the sociological perspective of welfare by placing care work as a central arena in the analysis of gender inequality and social policy.
Ketidaksetaraan Gender Dalam Pengelolaan Sumber Daya Laut: Studi Kasus Pada Masyarakat Pesisir Di Desa Torobulu Kecamatan. Laeya, Kabupaten Konawe Selatan Kasim, Syaifudin Suhri
Jurnal Neo Societal Vol. 11 No. 2 (2026): Edisi April 2026
Publisher : Universitas Halu Oleo (UHO)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article aims to analyze gender inequality in marine resource management in coastal communities by highlighting power relations, gender-based division of labor, and women's access and control over productive resources. The research draws on feminist political economy perspectives and institutional theory to explain how cultural norms, social structures, and marine policies affect the position of women in fisheries activities and coastal economies. The research method uses a qualitative approach through in-depth interviews, focus group discussions, and participatory observation of women fishermen, seafood processors, and micro business actors in coastal areas. The findings of the study show that women have an important role in the fisheries economic chain, especially in processing activities, marketing of marine products, and household financial management. However, these contributions are often not recognized in local policies and institutions. Women also face barriers to access productive assets, fishing technology, venture capital, and decision-making space, thereby strengthening their economic and political marginalization. In addition, gender-biased division of labor still places women in vulnerable domestic and informal sector jobs without adequate social protection. On the other hand, coastal women are developing a range of collective strategies through social networks, joint venture groups, and community solidarity to expand their participation in the management of marine resources. This study concludes that fair and sustainable governance of marine resources requires gender-responsive marine policies, strengthening women's institutions, and expanding access to economic resources and decision-making.
Eksistensi Perempuan Pemecah Batu Suplit Dalam Meningkatkan Pendapatan Keluarga : (Studi Di Desa Mantobua Kecamatan Lohia Kabupaten Muna) Farni; Peribadi; Tunda, Amin
Jurnal Neo Societal Vol. 11 No. 2 (2026): Edisi April 2026
Publisher : Universitas Halu Oleo (UHO)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine the role of women stone crushers in improving the family economy in Mantobua Village, Lohia District, Muna Regency, and to determine the impact of working as stone crushers on the health and safety of women in Mantobua Village, Lohia District, Muna Regency. The results indicate that women's involvement in stone crushers is motivated by economic needs, a desire for independence, and an effort to help meet family needs. The income earned is variable but plays a significant role as a supplement to household income. In addition to economic benefits, this work also fosters a sense of responsibility, independence, and self-confidence. However, women face several obstacles, such as physical exhaustion, health risks, simple work tools, and uncertainty about prices and demand. In conclusion, women stone crushers make a significant contribution to improving the family economy, although they still need support in the form of training, more appropriate work tools, and government attention to ensure their welfare and occupational safety.