cover
Contact Name
Chrest Tupamahu
Contact Email
jurnal.staksh@gmail.com
Phone
+6282231317340
Journal Mail Official
jurnal.sabdaholistik@gmail.com
Editorial Address
Jl. Raya Putuk, Desa Wonosari, Kec. Tutur, Kab. Pasuruan, Jawa Timur.
Location
Kab. pasuruan,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Sabda Holistik
ISSN : 30906423     EISSN : 30909325     DOI : https://doi.org/10.63218/fpn51y27
Jurnal Sabda Holistik adalah wadah publikasi ilmiah yang diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Sekolah Tinggi Agama Kristen (STAK) Sabda Holistik. Jurnal Sabda Holistik menerima artikel dalam lingkup kajian penelitian studi Teologi Biblika (Perjanjian Lama & Perjanjian Baru), Teologi Historika, Teologi Sistematika, Misiologi, Kepemimpinan Kristen, Etika Kristen, Pendidikan Agama Kristen dan Entrepreunership Kristen yang berkaitan dengan Generasi Produktif Indonesia ataupun Bonus Demografi Indonesia. Artikel yang dikirim haruslah belum pernah atau tidak sedang dalam proses dimuat dalam jurnal lainnya. Artikel yang masuk harus sesuai dengan petunjuk penulisan atau format yang telah ditetapkan. Jurnal Sabda Holistik terbit dua kali dalam setahun, yaitu pada bulan Maret dan September, serta menyediakan akses terbuka ke isinya (open access).
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 2 (2025): September" : 5 Documents clear
Teologi Tubuh Sebagai Landasan Etis Teologis Dalam Kehidupan Pergaulan Generasi Alfa Pelita Roeroe; Maria Elisa Tulangouw
JURNAL SABDA HOLISTIK Vol. 1 No. 2 (2025): September
Publisher : STAK Sabda Holistik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63218/t517fk12

Abstract

Artikel ini membahas mengenai Penelitian yang mengkaji relevansi Teologi Tubuh sebagai landasan etis-teologis bagi kehidupan pergaulan Generasi Alfa yang dibentuk oleh budaya digital, perubahan nilai relasional, dan krisis pemahaman mengenai martabat tubuh. Melalui metode kualitatif-deskriptif dengan studi pustaka, penelitian ini menganalisis gagasan utama Teologi Tubuh khususnya pemikiran Yohanes Paulus II dan pengembangan kontemporer seperti Edward Sri serta menghubungkannya dengan tantangan sosial yang dihadapi Generasi Alfa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Teologi Tubuh memberikan dasar etis mengenai martabat tubuh, panggilan kasih dalam seksualitas, serta integrasi kebebasan dan tanggung jawab dalam relasi sosial. Kesimpulannya, Teologi Tubuh dapat menjadi kerangka teologis yang relevan untuk membentuk pola pergaulan Generasi Alfa yang lebih bermartabat, holistik, dan selaras dengan iman Kristen.
Praktik Bunuh Diri Ditinjau Dari Perspektif Iman Kristen Melpiani Fainmarinat Nautu; Delci Mariana Loit; Anderias Lende; Yeheskiel Obehetan
JURNAL SABDA HOLISTIK Vol. 1 No. 2 (2025): September
Publisher : STAK Sabda Holistik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63218/7gya5y58

Abstract

Bunuh diri telah menjadi masalah yang sangat serius dikalangan Anak muda Kasus bunuh diri dapat terjadi karena rusaknya kesehatan mental dalam diri seseorang. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji tentang praktik bunuh diri ditinjau dari perspektif iman kristen. Penelitian ini dilatar belakangi oleh maraknya praktik bunuh diri yang terjadi di kalangan anak muda.  Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan penelitian kepustakaan dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1). Pengertian iman kristen; 2). Fenomena bunuh diri 3). Faktor-faktor yang menyebabkan seseorang melakukan tindakan bunuh diri; 4). Pandangan iman kristen tentang bunuh diri; 5). Bagaimana mencegah praktik bunuh diri dalam perspektif iman kristen. Penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi bagi perspektif iman kristen untuk mencegah praktik bunuh diri dan dapat membantu mengembangkan pemahaman yang lebih mendalam tentang ajaran kristen yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Member Care: Perspektif Teologi Integral Dan Spiritualitas Kontekstual Sherly Mudak; Ferdinan Samuel Manafe; Eko Pujo Santoso
JURNAL SABDA HOLISTIK Vol. 1 No. 2 (2025): September
Publisher : STAK Sabda Holistik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63218/q9qvm842

Abstract

Pelayanan misi di Indonesia kerap dilakukan di wilayah-wilayah yang penuh tantangan budaya, sosial, dan spiritual. Banyak misionaris mengalami tekanan emosional, kelelahan rohani, dan keterasingan karena tidak tersedianya sistem pendampingan yang menyeluruh. Selama ini, dukungan terhadap misionaris cenderung terbatas pada aspek administratif atau logistik, sementara kebutuhan eksistensial mereka sering terabaikan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sistem member care yang bersifat holistik, berakar pada teologi integral, dan berorientasi pada spiritualitas kontekstual. Teologi integral digunakan untuk menekankan keutuhan manusia sebagai makhluk roh, jiwa, dan tubuh, sedangkan spiritualitas kontekstual dipilih agar sistem ini responsif terhadap dinamika budaya lokal tempat misionaris melayani. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi literatur dan refleksi teologis-kontekstual. Data dianalisis secara tematik untuk mengintegrasikan prinsip-prinsip teologis dan praktik member care yang relevan dengan konteks Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan pentingnya sistem pendampingan yang mencakup tiga ranah utama: struktural, relasional, dan rohani yang semuanya harus ditopang oleh pendekatan kontekstual agar aplikatif dan membumi. Sistem ini bukan hanya berfungsi memulihkan, tetapi juga menopang keberlanjutan pelayanan misionaris. Kesimpulannya, sistem member care holistik yang dirancang dalam penelitian ini menjadi kerangka strategis dan spiritual bagi gereja dan lembaga misi untuk merawat utusan Tuhan secara menyeluruh, manusiawi, dan kontekstual.
Rancang Bangun Teologi Seksualitas Berdasarkan Kitab Kidung Agung: Remaja Versus Promiscuity Naek Tua Parlindungan Hutagaol
JURNAL SABDA HOLISTIK Vol. 1 No. 2 (2025): September
Publisher : STAK Sabda Holistik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63218/a5wfgy46

Abstract

Promiscuity adalah perilaku seks bergonta-ganti pasangan atau lebih di kenal sebagai seks bebas. Fenomena seks bergonta-ganti pasangan di kalangan remaja generasi milenial menjadi sebuah kebiasaan buruk yang marak dilakukan. Hal ini telah mengganggu kehidupan sosial bermasyarakat. Indonesia yang lebih sering diketahui sebagai negeri yang berbudaya sopan santun saat ini sudah terkontaminasi dengan sikap seks bebas yang dikerjakan oleh anak muda remaja. Ini merupakan suatu degradasi moral yang terjalin di golongan anak muda serta menjadi suatu kesedihan yang amat mendalam untuk warga masyarakat pada masa kini, special kepada anak muda Kristen. Tulisan ini merupakan rancang bangun teologi seksualitas bersumber pada Kitab Kidung Agung guna membereskan kasus seks bebas yang dilakukan oleh anak muda. Prosedur riset yang dilakukan yakni memakai pendekatan kualitatif deskriptif dengan Literature Review yaitu salah satu cara penulis untuk meneliti, mencari bukti, berusaha memahami dan mendapatkan solusi dari permasalahan yang diperoleh dari penelitian beberapa jurnal dan buku pustaka. Penulis juga mengusahakan model penelitian konten analisis, yaitu dengan mengeksposisi beberapa ayat dalam Kitab Kidung Agung. Hasil dari penelitian adalah rancang bangun teologi seksualitas Alkitabiah ketika masalah dapat diselesaikan, seksualitas harus dibangun atas komunikasi yang hangat, harus berdasarkan kepada kesetiaan yang kuat dan sejatinya harus diikat dalam sebuah pernikahan kudus.
Implikasi Ketaatan Kepada Pemerintah Menurut Roma 13:1-7 Bagi Orang Percaya Masa Kini Risart Pelamonia; Debertje Setriani Manafe
JURNAL SABDA HOLISTIK Vol. 1 No. 2 (2025): September
Publisher : STAK Sabda Holistik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63218/1zhy8e32

Abstract

Ketaatan kepada pemerintah merupakan bagian dari tanggung jawab setiap warga negara, termasuk orang percaya. Dalam konteks masyarakat modern yang menghadapi meningkatnya kasus penyalahgunaan wewenang dan pelanggaran etika pemerintahan, kajian teologis terhadap Roma 13:1–7 menjadi penting untuk memahami dasar iman bagi sikap taat tersebut. Penelitian ini bertujuan menjelaskan prinsip-prinsip Alkitabiah mengenai ketaatan kepada pemerintah serta implikasinya bagi orang percaya masa kini. Metode yang digunakan adalah tinjauan kepustakaan, dengan menelaah literatur teologi, artikel jurnal, dan sumber-sumber eksegetis terkait. Pendekatan hermeneutik diterapkan untuk menafsirkan teks Roma 13:1–7 dan menemukan makna teologisnya dalam konteks kekinian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Paulus menegaskan pemerintah sebagai pihak yang ditetapkan Allah untuk menegakkan ketertiban dan keadilan. Ketaatan kepada pemerintah tidak hanya diwujudkan melalui kepatuhan hukum, tetapi juga melalui sikap batin yang benar, hati nurani yang tulus, penghormatan kepada otoritas, dan kesediaan membayar pajak sebagai bentuk tanggung jawab moral dan spiritual. Pemerintah dipandang sebagai pelayan Allah yang memiliki mandat menegakkan hukum bagi kebaikan masyarakat. Kesimpulannya, ketaatan orang percaya kepada pemerintah merupakan ekspresi iman dan bagian dari ketaatan kepada Allah. Sikap ini menuntut integritas, kasih, dan kesediaan menghormati hukum, sekaligus menjadi teladan dalam kehidupan berbangsa. Pemahaman yang benar terhadap Roma 13:1–7 membantu orang percaya menjalani kehidupan kenegaraan secara bertanggung jawab dan selaras dengan kehendak Allah.

Page 1 of 1 | Total Record : 5