cover
Contact Name
Dicha Yuliadewi Rahmawati
Contact Email
sonde.jurnal@dent.maranatha.edu
Phone
-
Journal Mail Official
sonde.jurnal@dent.maranatha.edu
Editorial Address
Faculty of Dentistry Maranatha Christian University Jl. Surya Sumantri No.65, Sukawarna, Kec. Sukajadi, Kota Bandung 40164, Jawa Barat, Indonesia
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Sonde (Sound of Dentistry)
ISSN : 24608580     EISSN : 26851822     DOI : https://doi.org/10.28932/sod
Core Subject : Health,
SONDE (Sound of Dentistry) is an open access journal under management of Faculty of Dentistry Maranatha Christian University which present original research articles, review articles, and case report that sounding the innovation and recent development in dentistry. SONDE is covering all area of dentistry, including oral biology; dental material science and technology; oral and maxillofacial surgery; pedodontics; dental public health, epidemiology, preventive and community dentistry; conservative dentistry; periodontics; prosthodontics; orthodontics; oral medicine; dentomaxillofacial radiology; forensic dentistry as well as with their development through interdisciplinary and multidisciplinary approach. We accept publication in Bahasa Indonesia or English. The publication biannually published online on March and September each year.
Articles 86 Documents
Efek Pemberian Lidokain 2% dan Epinefrin 1:80.000 Terhadap Tekanan Darah Setelah Penyuntikan dan Pencabutan Gigi Rahan Bawah Pasien RSGM Maranatha Bandung Borman Sumaji; Herjanto Kurnia; Claudia Canio Sasongko
SONDE (Sound of Dentistry) Vol. 8 No. 2 (2023): SONDE (Sound of Dentistry)
Publisher : Maranatha Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Menurut Kementrian Kesehatan Republik Indonesia pada tahun 2016, prevalensi penduduk dengan tekanan darah tinggi secara nasional sebesar 30.9%. Hipertensi merupakan penyakit yang prevalensinya meningkat seiring bertambahnya usia. Seiring dengan meningkatnya prevalensi, dokter gigi pun akan menghadapi lebih banyak pasien hipertensi. Lidokain 2% dan epinefrin 1:80.000 adalah anestetikum lokal yang paling banyak digunakan dalam kedokteran gigi yang dapat memberikan respon hemodinamis salah satunya yaitu tekanan darah. Penelitian ini dilakukan untuk melihat efek pemberian lidokain 2% dan epinefrin 1:80.000 terhadap tekanan darah setelah penyuntikan dan pencabutan gigi rahang bawah pasien RSGM Maranatha Bandung. Metode: Jenis penelitian adalah observasional analitik dengan desain potong lintang. Data tekanan darah merupakan data primer yang didapat dari 35 subjek yang menjalani tindakan pencabutan gigi dengan teknik anestesi blok rahang bawah. Tekanan darah diukur sebanyak 3 kali, yaitu sebelum penyuntikan, 5 menit setelah penyuntikan dan 5 menit setelah pencabutan. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan variasi tekanan darah sistol yang meningkat setelah penyuntikan (+3.06 mmHg), dan kemudian menurun setelah pencabutan (-1.82 mmHg). Pada tekanan darah diastol menunjukkan penurunan setelah penyuntikan (-0.02 mmHg) dan kemudian meningkat setelah pencabutan (+0.88 mmHg). Kesimpulan: Tidak terdapat efek yang signifikan secara statistik dari pemberian lidokain 2% dan epinefrin 1:80.000 pada tekanan darah sistol dan diastol (p>0.05).
Tensile Bond Strength of Customized Cast Post and Core Cemented with Two Luting Agent Jane Amelia; Deddy Firman; Lisda Damayanti
SONDE (Sound of Dentistry) Vol. 7 No. 2 (2022): SONDE (Sound of Dentistry)
Publisher : Maranatha Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/sod.v7i2.3864

Abstract

Introduction. Intraradicular posts are usually used on teeth that have lost a lot of hard tissue. Many in vitro studies on the tensile bond strengths of various cements used to retain post and core have reported conflicting results.Purpose: The purpose of this study was to compare the tensile bond strength of customized cast post and core cemented with glass ionomer or self adhesive resin cement. Methods. Eight extracted human insisivus were endodotically treated. The root preparations were accomplished using reamers (9 mm in depth and 1.375 mm in diameter). Pattern for cast post and core were made using inlay resin pattern, and specimens were cast in chromium-cobalt alloy. Specimens divided into 2 groups. Cast post and core in group 1 (n=4) were cemented using glass ionomer cement and in group 2 (n=4) cemented using self adhesive resin cement. Tensile bond strength were measured in universal testing machine at crosshead speed of 0.5 mm/min. The results (N) were statistically analyzed by ANOVA (?=.05). Results. There is a difference in the strength of the adhesive between glass ionomer cement and self adhesive resin cement in numerical data, although the difference is not statistically significant.The ANOVA indicated that there were no significant differences among the groups tested. Tensile bond strength mean between glass ionomer and self adhesive resin cement were statistically similar. The mean value of group 1 (glass ionomer) adhesion strength is 209,292 N, group 2 (self adhesive resin) is 196,190 N. Conclusion. Customized cast posts and cores cemented with glass ionomer and self adhesive resin cement demonstrated similar mean tensile bond strength. Keywords: Tensile strength, cast post and core, glass ionomer cement, self adhesive resin cement.
Persepsi Kinerja dan Tantangan yang dihadapi Dokter Gigi dalam Praktik Irene Adyatmaka
SONDE (Sound of Dentistry) Vol. 6 No. 2 (2021): SONDE (Sound of Dentistry)
Publisher : Maranatha Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/sod.v6i2.3976

Abstract

Riskesdas 2018 menyebutkan bahwa 21 dari 34 propinsi di Indonesia, penduduknya mengalami masalah gigi dan mulut di atas rerata. Secara nasional, anak usia 5 (lima) tahun memiliki rerata 8 (delapan) gigi rusak. Penduduk usia 65 tahun keatas memiliki 16-17 gigi yang rusak atau bahkan sudah dicabut karena rusak. Di lain sisi, dokter gigi mengeluh praktiknya sepi dari pasien, sangat kontras dengan tingginya angka kerusakan gigi di masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui persepsi dokter gigi terhadap kinerjanya serta tantangan yang dihadapi di lapangan. Penelitian deskriptif, mixed method dengan potong lintang. Pengambilan sampel secara convenience sampling dengan jumlah subyek studi 409 dokter gigi. Pengambilan data dilakukan Juni 2019. Diurutkan dari besarnya masalah maka dapat diidentifikasi beberapa variabel yang dikeluhkan oleh responden dokter gigi, yaitu: Terkait faktor predisposing dampak pendidikan di FKG: (1) Kurangnya kemahiran menangani pasien balita dengan tantangannya, dirasakan oleh 51%, (2) Kurangnya kemahiran marketing/pemasaran layanan klinik, 50%, (3) Kurangnya kemahiran menangani pasien usia lanjut, 43% (4) Kurangnya kemahiran memotivasi pasien, 26%, (5) Perasaan yang mendominasi responden saat ini mengenai praktik; Perlu inovasi 53%. Terkait faktor enabling : (1) Kurang mahir mengelola klinik 40,3%, (2) Asisten kurang andal, 29%. Terkait faktor reinforcing: (1) Kurangnya Dukungan dinas kesehatan atau pemerintah, 23%, (2) Kurangnya dukungan organisasi profesi, 16%. Hasil penelitian dapat memberi masukan tentang kurikulum di Fakultas Kedokteran Gigi sehingga mata ajaran yang diberikan dapat mempersiapkan lulusan memasuki dunia kerja dan segala tantangannya.
Management of Acute Pseudomembrane Candidiasis due to Multicranial Paresthesia in Patients with Nasopharynx Carcinoma: Case Report. Yannie Febby Martina Lefaan; Tenny Setiani Dewi
SONDE (Sound of Dentistry) Vol. 7 No. 2 (2022): SONDE (Sound of Dentistry)
Publisher : Maranatha Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/sod.v7i2.4000

Abstract

Pendahuluan: Karsinoma nasofaring (KNF) merupakan keganasan pada daerah kepala dan leher, tumor pada nasofaring dapat mengenai satu atau lebih saraf kranial dan menyebabkan multikranial parestesia. Tujuan: Penulisan laporan kasus ini dimaksudkan untuk memaparkan penatalaksanaan kandidiasis pseudomembran akut akibat multikranial parestesia pada pasien KNF. Laporan Kasus: Pasien perempuan usia 55 tahun, dikonsulkan ke bagian ilmu penyakit mulut dari bagian Onkologi Radiasi Rumah Sakit Dr. Hasan Sadikin Bandung untuk tatalaksana oral hygiene sebelum kemoterapi. Pasien diketahui mengalami KNF dengan cedera pada saraf N. II, N.V dan N.VI. Pemeriksaan ekstraoral kondisi umum tampak lemah, bibir tampak deviasi ke sisi kanan, konjungtiva anemis, sklera non ikterik. Pemeriksaan intraoral, tampak banyak sisa makanan pada rongga mulut. Mukosa labial, mukosa bukal, palatum, dan dorsum lidah tampak adanya plak putih, bisa dikerok dan meninggalkan daerah eritem. Diagnosis lesi oral adalah kandidiasis pseudomembran akut. Penatalaksaan pada pasien berupa pemberian chlorhexidine digluconate 0,12% dan nystatin oral suspension. Penyembuhan terjadi 14 hari setelah perawatan. Kesimpulan: Penatalaksaan kandidiasis pseudomembran akut pada pasien KNF dengan multikranial parestesia dilakukan dengan mempertimbangakan kondisi sistemik dan lokal. Pemberian nystatin oral suspension, chlorhexidine digluconate 0,12% dan pemberian edukasi kepada pasien beserta keluarga terbukti membantu meningkatkan kebersihan rongga mulut dan kesuksesan perawatan.
Flexural Strength pada Geopolimer Komposit dengan Filler Zirconia Alumina dan Nanoselulosa Kristalin ibnu suryatmojo
SONDE (Sound of Dentistry) Vol. 6 No. 2 (2021): SONDE (Sound of Dentistry)
Publisher : Maranatha Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/sod.v6i2.4431

Abstract

Komposit adalah bahan restorasi yang paling umum digunakan dalam kedokteran gigi untuk mengembalikan struktur gigi yang hilang. Komposit yang ada saat ini masih memiliki beberapa kekurangan sifat mekanis. Geopolimer adalah bahan yang mulai berkembang dalam bidang kedokteran gigi, karena memiliki sifat mekanis yang baik sebagai bahan restorasi sehingga bahan ini dapat bermanfaat, selanjutnya penambahan filler dapat meningkatkan sifat mekanis suatu komposit. Untuk mengetahui pengaruh zirkonia-alumina (ZrO2-Al2O3) dan nanoselulosa kristalin (C6H10O5)n sebagai filler tambahan terhadap sifat mekanis komposit berbasis geopolimer. Jenis penelitian ini adalah eksperimental laboratoris dengan desain kontrol post test only. Penelitian ini menggunakan 4 kelompok uji. Untuk menguji sifat mekanis yaitu flexural strength dari geopolimer komposit yang telah ditambahkan ZrO2-Al2O3 dan/tanpa nanoselulosa kristalin. Analisis statistik dilakukan menggunakan program STATA. Hasil uji flexural strength kelompok geopolimer komposit-ZrO2-Al2O3 dan geopolimer komposit-ZrO2-Al2O3-nanoselulosa kristalin menunjukkan perbedaan yang signifikan (p=0,000). Penambahan nanoselulosa kristalin pada geopolimer komposit-ZrO2-Al2O3 meningkatkan flexural strength secara signifikan.
Pemberian Asi Eksklusif Berdasarkan Durasi Yang Merupakan faktor risiko terjadinya Early Childhood Caries Pindobilowo Pindobilowo; Dwi Ariani; Dini Setyowati; Riska Widiastuti
SONDE (Sound of Dentistry) Vol. 9 No. 1 (2024): SONDE (Sound of Dentistry)
Publisher : Maranatha Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/sod.v9i1.5300

Abstract

Latar Belakang: Kegagalan dalam menyusui dapat menyebabkan pengambilan keputusan menghentikan menyusui lebih awal dengan memberikan makanan pendamping ASI bahkan susu formula. Pemberian karbohidrat lebih awal dapat berpengaruh terhadap kesehatan gigi dan mulut pada anak yaitu early childhood caries (ECC). ECC adalah karies gigi yang umumnya terjadi pada anak-anak usia 71 kebawah. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara durasi pemberian ASI Ekslusif dengan terjadinya early childhood caries pada anak usia 2-3 tahun di Posyandu Wilayah Puskesmas Ciputat, Tangerang Selatan. Metode: Penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross sectional dilakukan pada anak usia 2-3 tahun dengan total sampel 82 anak menggunakan purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi. Mengukur durasi ASI Ekslusif menggunakan kuesioner, mengukur early childhood caries menggunakan indeks def-t, serta uji statistik korelasi spearman. Hasil: Hasil perhitungan uji statistik korelasi spearman diperoleh nilai p = 0,034 (p < 0,05) dan nilai koefisien korelasi r = 0,234. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara durasi pemberian ASI Ekslusif dengan terjadinya early childhood caries pada anak usia 2-3 tahun. Kata kunci : Early Childhood Caries, ASI Eksklusif
Bruksism Pada Anak dan Penatalaksanaannya Prastiwi Setianingtyas
SONDE (Sound of Dentistry) Vol. 7 No. 1 (2022): SONDE (Sound of Dentistry)
Publisher : Maranatha Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/sod.v7i1.6198

Abstract

Bruksism adalah aktivitas parafungsional otot pengunyahan dengan insidensi tinggi pada anak yang dapat berlanjut hingga dewasa. Etiologi bruksism adalah multifaktorial yang mencakup faktor patofisiologis dan psikologis. Terjadinya bruksism dapat ditandai dengan adanya gerakan menggemeretakkan atau mengatupkan gigi saat tidur yang dapat memengaruhi kesehatan, pertumbuhan, dan kualitas hidup anak secara umum. Bruksism pada anak-anak menjadi perhatian orang tua, karena suara yang dihasilkan selama gigi digemeretakkan. Hal ini tidak hanya dapat merusak gigi, tetapi juga dapat menimbulkan penyakit penyerta lainnya seperti sakit kepala, gangguan tidur, gangguan pernapasan saat tidur, dan gangguan perilaku. Perawatannya belum dapat spesifik ditentukan, tetapi dapat dilakukan dengan gabungan penggunaan splint oklusal dan pendekatan secara psikologis dan farmakologis. Alat ini tidak menghentikan bruksism, namun dapat menghindari kerusakan lebih lanjut pada struktur sistem stomatognatik yang masih dalam tahap perkembangan
Gambaran Tingkat Kecemasan Anak Usia 6-12 Tahun Terhadap Perawatan Restorasi dan Ekstraksi Gigi di RSGM Maranatha Tio Pradana; Linda Sari Sembiring; M. Yuni Megarini C
SONDE (Sound of Dentistry) Vol. 8 No. 2 (2023): SONDE (Sound of Dentistry)
Publisher : Maranatha Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/sod.v8i2.6477

Abstract

Kecemasan menjadi faktor alasan seseorang menghindari keinginan untuk melakukan perawatan gigi. Kecemasan yang dihubungkan dengan perawatan gigi disebut dental anxiety. Pengalaman kurang berkenan pada saat seorang anak dilakukan perawatan gigi, baik itu perawatan ekstraksi maupun restorasi dapat membuat anak tersebut merasakan cemas. Kecemasan terhadap perawatan gigi adalah penyebab utama perihal manajemen perilaku anak sehingga anak tidak bersikap kooperatif selama kunjungan ke dokter gigi. Penelitian bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat kecemasan anak usia 6 hingga 12 tahun ketika melakukan perawatan ekstraksi dan restorasi gigi di RSGM Maranatha. Metode penelitian ini bersifat deskriptif analitik menggunakan metode pengambilan sampel sebanyak 30 anak, dimana 15 anak dilakukan prosedur restorasi dan 15 anak dilakukan prosedur ekstraksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kecemasan terbanyak responden pada perawatan ekstraksi adalah kategori ringan sebanyak 9 responden dan tidak cemas 3 responden sedangkan kategori kecemasan sedang, berat, dan sangat berat masing-masing sebanyak 1 (satu) responden dan tingkat kecemasan terbanyak responden pada perawatan restorasi adalah kategori tidak cemas sebanyak 7 responden, kategori kecemasan ringan 6 responden, kategori kecemasan sedang 2 responden, dan kategori cemas berat dan sangat berat tidak ada.
Gambaran Pengetahuan, Sikap, dan Perilaku Dalam Menjaga Kesehatan Rongga Mulut Selama Masa Pandemi Covid-19 di Puskesmas Lima Puluh, Kecamatan Lima Puluh, Pekanbaru Reza Wina Sembiring; Winny Suwindere; Dicha Yuliadewi
SONDE (Sound of Dentistry) Vol. 7 No. 1 (2022): SONDE (Sound of Dentistry)
Publisher : Maranatha Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/sod.v7i1.6827

Abstract

The Covid-19 pandemic is an infectious disease caused by the Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus-2 (SARS-CoV-2). The risk of transmission of Covid-19 is high in dental practice because the oral cavity is the port of entry for the corona virus. Transmission through direct contact between dentists, patients and medical personnel, as well as transmission using instruments including droplets, saliva, aerosols and debris. It is important for every community to have a foundation of knowledge, attitudes and behavior on how to maintain proper oral health to suppress and reduce the risk of transmission of Covid-19. This research aims to look at the description of knowledge, attitudes, and behavior of respondents at the Lima Puluh Pekanbaru Health Center during the Covid-19 Pandemic in maintaining oral health as the main support for maintaining holistic body health. This research is an analytic research with a cross sectional approach, where data is obtained by using a questionnaire. The sampling technique used whole sampling technique and this research was conducted for three weeks. The results of this study obtained data that the level of knowledge of the respondents was classified as good, namely 92.1% and a good attitude, namely 64.5%, but the level of adequate behavior was 61.8%. From the results of the study it can be concluded that respondents had good knowledge and attitudes in maintaining oral health, but the behavior of respondents was still not in line with knowledge and attitudes in maintaining oral health during the Covid-19 pandemic.
Description of the Level of Dental and Oral Health Knowledge among Parents of Child Patients Who Visited BLUD UPTD Banjar 1 Community Health Center September 29 - October 6 2023 Viola Febi Kurniawan; Nathania Carissa Christabel; Oei, Tirza Cintya Sanjaya; Marvella Fidelia
SONDE (Sound of Dentistry) Vol. 8 No. 1 (2023): SONDE (Sound of Dentistry)
Publisher : Maranatha Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/sod.v8i1.7695

Abstract

Dental health knowledge is the understanding of all aspects of dental health care, including how to brush your teeth properly, a good diet for teeth, and regular dental checkups. Parents are responsible for their children's dental health, and therefore should have good knowledge of dental health. If parents' knowledge and understanding of dental health is not supportive, then children's dental health care behavior will become less supportive.The purpose of this study is to determine the level of dental health knowledge among parents of children who visited the BLUD UPTD Puskesmas Banjar 1 on September 29 to October 6, 2023. This study used a descriptive analytic research design using a questionnaire with 15 questions. The data from this study were then processed and categorized as good (51%), sufficient (46%), or insufficient (3%). The conclusion of this study is that the level of dental health knowledge among parents of children who visited the BLUD UPTD Puskesmas Banjar 1 on September 29 to October 6, 2023 is classified as good. Keywords : Knowledge, Dental health, Parents