cover
Contact Name
Teddy Maulana Hidayat Sudirman
Contact Email
teddymaulanahs@unma.ac.id
Phone
+6281313748781
Journal Mail Official
jumashfisipunma@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH Abdul Halim No. 103 Majalengka Jawa Barat
Location
Kab. majalengka,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Sosial Humaniora (JUMASH)
Published by Universitas Majalengka
ISSN : -     EISSN : 30639700     DOI : -
Core Subject : Humanities, Social,
Jurnal Mahasiswa Sosial Humaniora (JUMASH) adalah jurnal akademik yang dikelola oleh Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. JUMASH bertujuan untuk menjadi platform bagi mahasiswa, peneliti, dan akademisi untuk mempublikasikan hasil penelitian dan kajian dalam bidang ilmu sosial dan humaniora. Jurnal ini mencakup berbagai topik seperti sosiologi, antropologi, ilmu politik, hubungan internasional, komunikasi, dan studi budaya. Dengan komitmen terhadap kualitas dan integritas akademik, JUMASH menyediakan ruang bagi kontribusi ilmiah yang inovatif dan relevan, serta mendorong diskusi kritis yang dapat memperkaya pemahaman tentang dinamika sosial dan humaniora. Setiap artikel yang diterbitkan melalui proses peer-review yang ketat untuk memastikan keaslian dan kualitas penelitian.
Articles 37 Documents
PENGEMBANGAN KEMAMPUAN LITERASI BERBICARA MELALUI KEGIATAN MENDONGENG PADA ANAK USIA 4-5 TAHUN DI KELOMPOK BERMAIN (KB) NUR INSANI DESA CIKALONG: - Lelly Nurlaeliyah
Jurnal Mahasiswa Sosial Humaniora Vol 3 No 1 (2026): Vol 3 No 1 2026
Publisher : LP2MI Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan kemampuan literasi berbicara anak usia 4–5 tahun melalui kegiatan mendongeng di Kelompok Bermain Nur Insani, Desa Cikalong. Masalah yang ditemukan adalah anak mengalami kesulitan dalam aspek fonologi, keterbatasan kosakata, struktur kalimat yang belum runtut, serta kelancaran berbicara yang rendah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus terhadap 14 anak (8 perempuan dan 6 laki-laki). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan model Miles & Huberman (reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan). Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada seluruh aspek literasi berbicara setelah kegiatan mendongeng diterapkan. Anak mampu melafalkan bunyi dengan lebih jelas, menggunakan kosakata yang lebih kaya, menyusun kalimat lebih lengkap, serta berbicara lebih lancar dan percaya diri. Dengan demikian, kegiatan mendongeng efektif sebagai strategi pembelajaran dalam mengembangkan kemampuan literasi berbicara anak usia dini.
UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGENAL WARNA MELALUI FINGER PAINTING UNTUK ANAK USIA DINI KELAS B DI RA PUI AL-ISTIQOMAH DESA PAKUBEUREUM Nina Herlina; Maria Hidayanti; Dedeh Komalasari
Jurnal Mahasiswa Sosial Humaniora Vol 3 No 1 (2026): Vol 3 No 1 2026
Publisher : LP2MI Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mengenal warna pada anak usia dini melalui metode finger painting di RA PUI Al-Istiqomah, Desa Pakubeureum. Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya kemampuan anak dalam mengenal warna dasar yang disebabkan oleh kurangnya variasi metode pembelajaran yang digunakan guru. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing terdiri dari dua pertemuan. Subjek penelitian adalah anak kelompok B berjumlah 12 anak usia 5–6 tahun. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi, dan tes kemampuan mengenal warna. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam kemampuan mengenal warna anak setelah diterapkan metode finger painting. Pada siklus I, sebagian besar anak mulai berkembang (MB) dan berkembang sesuai harapan (BSH), sedangkan pada siklus II mayoritas anak mencapai kategori berkembang sangat baik (BSB). Kegiatan finger painting terbukti efektif dalam menstimulasi kemampuan kognitif, motorik halus, serta minat belajar anak terhadap warna. Dengan demikian, metode finger painting dapat dijadikan strategi pembelajaran yang menyenangkan dan bermanfaat dalam pengenalan warna bagi anak usia dini.
Manajemen waktu sebagai solusi penggunaan gadget pada anak usia dini di kober matahari tunas bangsa desa jatiserang sri eliya mulyani
Jurnal Mahasiswa Sosial Humaniora Vol 3 No 1 (2026): Vol 3 No 1 2026
Publisher : LP2MI Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini di latarbelakangi dengan adanya penggunaan gadget yang berlebihan pada anak usia dini sehingga menyebabkan adanya perubahan dalam pola perilaku dan karakter anak seperti anak kurang berminat untuk bermain, kurang berminat untuk melakukan percakapan dengan orang sekitarnya, minat mengeksplor lingkungan rendah, dan kurang disiplin dalam waktu tidur, makan serta mandi. Permasalahan tersebut dapat di atasi dengan manajemen waktu yang baik dan benar. Manajemen waktu adalah segala sesuatu yang diupayakan untuk mengatur penggunaan waktu mulai dari tahap perencanaan, pengorganisasian, penggerakan dan pengawasan produktivitas waktu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui : (1) manajemen waktu sebagai solusi penggunaan gadget anak usia dini, (2) dampak penggunaan gadget anak usia dini. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif untuk mengamati dan mendeskripsikan fenomena manajemen waktu dalam penggunaan gadget. Teknik pengumpulan data melalui observasi langsung, wawancara mendalam dengan orang tua dan guru serta analisis dokumen pendukung di Kober Matahari Tunas Bangsa. Hasil penelitian menunjukan bahwa Manjemen waktu sebagai solusi penggunaan gadget pada anak usia dini memberikan pengaruh yang baik pada penggunaan serta dampak penggunaan gadget pada anak. Hal ini ditandai dengan adanya penurunan pada presentase durasi penggunaan gadget anak di rumah serta dampak dari penggunaan gadget pada anak di sekolah.
Kritik Sosial Pada Lirik Lagu Bayar Bayar Bayar Karya Band Sukatani: Analisis Wacana Kritis Fairchlough siti julaeha
Jurnal Mahasiswa Sosial Humaniora Vol 3 No 1 (2026): Vol 3 No 1 2026
Publisher : LP2MI Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis lagu "Bayar Bayar Bayar" oleh Band Sukatani sebagai wujud kritik sosial dengan menggunakan pendekatan Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough. Lagu ini menggambarkan kegalauan masyarakat mengenai praktik birokrasi yang korup, beban ekonomi, serta penyalahgunaan kekuasaan oleh individu dalam institusi, terutama kepolisian. Studi ini menerapkan metode kualitatif dengan pendekatan etnografi virtual serta analisis teks, praktik diskursif, dan kegiatan sosial dalam lirik lagu. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa lirik lagu yang berulang dan jelas berfungsi sebagai sarana perlawanan simbolik yang mencerminkan ketidakadilan sosial dan ekonomi di Indonesia. Dengan distribusi digital dan reaksi masyarakat, lagu ini berhasil menciptakan ruang diskursif anyar yang mencerminkan kesadaran bersama tentang ketidakadilan. Studi ini menyimpulkan bahwa musik, khususnya genre punk, masih berfungsi sebagai alat komunikasi politik dan cerminan ideologis di zaman digital.
Pengaruh Pelayanan Administrasi Manual Terhadap Kepuasan Masyarakat Desa Gunungmanik, Kecamatan Talaga, Kabupaten Majalengka Shilvani Maulida
Jurnal Mahasiswa Sosial Humaniora Vol 3 No 1 (2026): Vol 3 No 1 2026
Publisher : LP2MI Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelayanan administrasi desa yang rendah merupakan indikator yang menunjukkan bahwa pelayanan administrasi desa belum memenuhi harapan dan kebutuhan masyarakat. Kepuasan masyarakat yang rendah dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti kualitas pelayanan yang buruk, waktu pelayanan yang lama, dan kurangnya transparansi dalam proses pelayanan. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya untuk meningkatkan kualitas pelayanan administrasi desa dan memenuhi kebutuhan masyarakat. Berdasarkan dimensi-dimensi tersebut, dapat diasumsikan bahwa meskipun administrasi manual, Desa Gunungmanik mungkin unggul dalam dimensi tertentu seperti Ramah (Friendly) atau Transparan (Transparent), yang pada gilirannya berkontribusi pada tingkat kepuasan masyarakat. Namun, tantangan mungkin ada pada aspek Efisien (Efficient) atau Sederhana (Simple) karena keterbatasan sistem manual, serta Akurat (Accurate) karena potensi kesalahan manusia. Dalam penelitian ini, populasi berfokus pada perangkat Desa Gunungmanik yang menjadi sasaran penelitian. Perangkat desa ini terdiri dari kepala desa, sekretaris desa, kepala keuangan desa, dan perangkat desa lainnya. Mereka memiliki peran penting dalam menyediakan pelayanan publik karena memegang peran sentral dalam penyediaan layanan administrasi publik yang diberikan oleh pemerintah Desa Gunungmanik. Kesimpulan utama dari pembahasan hasil penelitian ini adalah bahwa instrumen penelitian ini, yang dirancang untuk mengukur pelayanan administrasi manual dan kepuasan masyarakat di Desa Gunungmanik, telah lulus uji validitas dan reliabilitas dengan hasil yang sangat memuaskan. Ini adalah temuan krusial yang menegaskan kualitas data penelitian dan kesiapan untuk analisis lebih lanjut guna membuktikan hipotesis mengenai pengaruh kedua variabel tersebut
Persepsi Publik Netizen X (Twitter) terhadap Kembalinya Ahmad Sahroni di DPR RI: Studi Netnografi pada Unggahan @insidefolkative Michael Brian Bhayu Nainggolan
Jurnal Mahasiswa Sosial Humaniora Vol 3 No 1 (2026): Vol 3 No 1 2026
Publisher : LP2MI Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pengaktifan kembali Ahmad Sahroni sebagai Wakil Ketua Komisi III DPR RI setelah sebelumnya mendapatkan sanksi etik dari Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD). Peristiwa ini memunculkan berbagai respons publik di media sosial X (Twitter), yang tidak hanya menyoroti aspek legalitas formal, tetapi juga etika politik dan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap DPR RI. Media sosial kemudian menjadi ruang utama pembentukan dan ekspresi persepsi publik terhadap isu tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi publik netizen X terhadap pengaktifan kembali Ahmad Sahroni melalui studi netnografi pada unggahan akun @insidefolkative. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan netnografi. Data penelitian diperoleh dari 500 komentar pengguna pada platform X (Twitter) yang dianalisis menggunakan teknik analisis isi kualitatif melalui tahapan reduksi data, kategorisasi, interpretasi, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi publik terbagi menjadi tiga kategori, yaitu persepsi negatif, positif, dan netral. Persepsi negatif mendominasi dengan bentuk ekspresi emosional, kritik terhadap etika politik, serta ketidakpercayaan terhadap DPR RI. Persepsi positif muncul dalam bentuk apresiasi terhadap proses institusional dan tindakan tertentu, meskipun bersifat kondisional dan kritis. Sementara itu, persepsi netral ditunjukkan melalui komentar informatif yang menjelaskan mekanisme hukum dan prosedur kelembagaan DPR RI. Penelitian ini menyimpulkan bahwa media sosial berperan penting sebagai ruang pembentukan persepsi publik yang tidak hanya dipengaruhi oleh aspek legalitas formal, tetapi juga oleh etika politik dan legitimasi sosial dalam sistem demokrasi.
Humor Absurd sebagai Strategi Komunikasi In-Group: Studi Deskriptif Penggunaan Stiker di Grup WhatsApp Pertemanan Gen-Z Majalengka: Studi Deskriptif Penggunaan Stiker di Grup WhatsApp Pertemanan Gen-Z Majalengka Mustafid Ilmi; Bagas Putra Pratama Nugraha
Jurnal Mahasiswa Sosial Humaniora Vol 3 No 1 (2026): Vol 3 No 1 2026
Publisher : LP2MI Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studi ini mengkaji bagaimana praktik berbagi stiker absurd berfungsi sebagai strategi komunikasi in-group di kalangan pengguna Generasi Z dalam grup WhatsApp pertemanan di Majalengka. Menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan Social Identity Theory (Tajfel & Turner, 1979) sebagai kerangka utama, penelitian ini mengeksplorasi bagaimana stiker absurd beroperasi bukan sekadar ekspresi visual, melainkan sebagai penanda simbolik yang mendefinisikan keanggotaan kelompok dan memperkuat kohesi sosial. Data dikumpulkan melalui observasi percakapan grup WhatsApp dan wawancara mendalam dengan delapan informan Gen-Z berusia 18-25 tahun. Temuan mengungkap tiga fungsi komunikatif utama: (1) stiker absurd berfungsi sebagai penanda batas sosial yang membedakan anggota in-group dari orang luar, (2) ia menjalankan fungsi fatik yang mempertahankan koneksi kelompok melampaui konten literal, dan (3) interpretasi bersama atas absurditas mengonstruksi identitas kolektif melalui proses pemaknaan mutual. Studi ini berkontribusi pada kelangkaan penelitian konteks Indonesia tentang humor digital sebagai mekanisme ikatan sosial dan memperluas diskusi tentang bagaimana artefak digital non-verbal berpartisipasi dalam konstruksi identitas di kalangan pengguna digital muda.

Page 4 of 4 | Total Record : 37