cover
Contact Name
Fahrullah
Contact Email
bnjakys@gmail.com
Phone
+6285250916350
Journal Mail Official
bnjakys@gmail.com
Editorial Address
https://bnj.akys.ac.id/BNJ/about/editorialTeam
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Borneo Nursing Journal
ISSN : 26855054     EISSN : 26548453     DOI : https://doi.org/10.61878/bnj.
Core Subject : Health, Science,
Borneo Nursing Journal (BNJ) adalah jurnal yang diterbitkan dua kali dalam satu tahun oleh Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda bekerjasama dengan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yarsi Pontianak. Adapun ruang lingkup/topik dalam BNJ adalah bidang Keperawatan. Dalam setiap edisinya, BNJ menerbitkan minimal 5 naskah hasil penelitian dan satu artikel editorial notes. Penulis yang dapat mengirimkan artikel ke BNJ tidak dibatasi hanya pada tenaga pengajar Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda saja, tetapi penulis yang berasal dari perguruan tinggi lain pun dapat mengirimkan manuskrip. Setiap manuskrip yang masuk akan di-review oleh reviewer yang memiliki berbagai macam latar belakang keilmuan yang relevan dengan topik manuskrip.
Articles 489 Documents
Search results for , issue "vol. 8 no. 1" : 489 Documents clear
Gambaran Pengetahuan Remaja Putri Tentang Penanganan Dismenore Pada Siswi Madrasah Aliyah Negeri 1 Sleman Yogyakarta Siti Arapa Samual; Belian Anugrah Etstri
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.155

Abstract

Latar Belakang: Dismenore merupakan nyeri yang terjadi saat haid, biasanya dengan rasa kram dan terpusat pada abdomen bagian bawah yang menjalar kepunggung bawah sampai kepaha. Penyebab nyeri dismenore adanya peningkatan dari prostaglandin ditandai bermacam-macam yaitu bisa karena penyakit radang panggul, endometriosis, tumor atau kelainan uterus selaput darah atau vagina tidak berlubang, stress atau cemas yang berlebihan. Penyebab lain nyeri dismenore karena terjadinya perubahan hormon yang tidak seimbang dan tidak ada hubungan dengan organ reproduksi. Dampak kejadian dismenore pada remaja putri yakni keterbatasan untuk melakukan aktivitas sehari-hari, menimbulkan ketidakhadiran di sekolah, menimbulkan penarikan sosial, penurunan prestasi akademik, dan peningkatan biaya medis karena perawatan kesehatan. Tujuan: Untuk mengetahui gambaran pengetahuan remaja putri tentang penanganan dismenore pada siswi Madrasah Aliyah Negeri 1 Sleman. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional untuk menggambarkan pengetahuan remaja putri tentang penanganan dismenore. Instrumen penelitian berupa kuesioner penanganan dismenore yang diadopsi dari penelitian sebelumnya dan telah teruji validitas serta reliabilitasnya. Hasil: Hasil penelitian di Madrasah Aliyah Negeri 1 Sleman Sebagian besar responden berusia 17 tahun (67,3%) dengan usia menarche terbanyak pada 11 tahun (40,0%). Sumber informasi mengenai dismenore sebagian besar berasal dari orang tua (43,6%). Tingkat pengetahuan mengenai penanganan dismenore berada pada kategori baik (21,8%), cukup (61,8%), dan kurang (16,4%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 55 responden, sebanyak 12 siswi (21,8%) memiliki pengetahuan kategori baik, 34 siswi (61,8%) kategori cukup, dan 9 orang (16,4%) kategori kurang. Kesimpulan: Mayoritas siswi memiliki pengetahuan pada kategori cukup mengenai penanganan dismenore. Pengetahuan lebih banyak terkait metode non-farmakologis, sedangkan pemahaman tentang penanganan farmakologi atau penggunaan obat yang tepat dan tanda bahaya nyeri haid masih terbatas. Hal ini menunjukkan perlunya edukasi kesehatan reproduksi yang lebih komprehensif agar remaja putri mampu melakukan penanganan dengan benar serta mengetahui kapan harus mencari pertolongan medis.
Hubungan Gaya Hidup Dengan Kadar Gula Darah Pada Penderita Diabetes Melitus Di UPTD Puskesmas Kayon Palangka Raya Athalia Yundari; Karmitasari Yanra Katimenta; Dessy Hertati
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.176

Abstract

Latar Belakang : Gaya hidup seperti pola makan sumber karbohidrat yang sering, kurangnya aktivitas fisik, kebiasaan merokok dan stres dapat menjadi faktor meningkatnya kadar glukosa darah. jumlah penderita diabetes melitus di seluruh dunia diperkirakan mencapai 463 juta pada tahun 2019, meningkat menjadi 578 juta pada tahun 2030 dan 700 juta pada tahun 2045. Penyakit ini dapat menimbulkan berbagai penyakit yang dapat berakibat fatal termasuk penyakit jantung, ginjal dan impotensi. Tujuan : untuk mengetahui Hubungan Gaya Hidup Dengan Kadar Gula Darah Pada Penderita Diabetes Melitus Di UPTD Puskesmas Kayon Palangka Raya. Metode : Rancangan penelitian menggunakan korelasional dengan pendekatan cross sectional untuk mengetahui hubungan gaya hidup dengan kadar gula darah pada penderita diabetes melitus di UPTD Puskesmas Kayon Palangka Raya. Sampel berjumlah 83 responden dengan teknik purposive sampling, uji Sperman Rank. Hasil : Uji Statistik Spearman Rank antara gaya hidup dan kadar gula darah menunjukkan nilai koefisien korelasi sebesar 0,215, yang menunjukkan adanya hubungan positif dengan kekuatan lemah dengan nilai signifikansi sebesar 0,051 > 0,05, menunjukkan bahwa hubungan tersebut tidak signifikan secara statistik pada taraf kepercayaan 95%. Kesimpulan : korelasi Spearman Rank antara gaya hidup dan kadar gula darah menunjukkan nilai koefisien korelasi sebesar 0,215, yang menunjukkan adanya hubungan positif dengan kekuatan lemah, artinya semakin baik gaya hidup seseorang, cenderung kadar gula darahnya semakin normal.
Hubungan Konsumsi Protein Hewani Dengan Kejadian Stunting Pada Anak Usia 24-59 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Godean I Maria Cristy Ridua Don; Ibtidau Niamilah; Silvi Lailatul Mahfida
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.216

Abstract

Stunting didefinisikan sebagai terhambatnya pertumbuhan dan perkembangan yang disebabkan oleh kekurangan gizi, infeksi berulang, dan kurangnya stimulasi psikososial, yang ditandai oleh nilai Z-score indeks TB/U <-2 SD. Stunting dapat terdeteksi pada usia 24-59 bulan, akibat dari kekurangan gizi Kekurangan gizi terjadi sejak bayi dalam kandungan dan pada masa awal setelah bayi lahir. Mengetahui hubungan antara konsumsi protein hewani dengan kejadian stunting pada anak usia 24-59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Godean 1. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan data konsumsi protein hewani dalam penelitian ini dilakukan pada bulan Mei 2025. Pada penelitian ini, untuk mengukur konsumsi protein hewani menggunakan kuesioner SQ-FFQ pada anak usia 24-59 bulan. Lalu data status gizi diambil dari pengukuran di posyandu. jumlah responden sebanyak 107 anak menggunakan quota sampling. Mayoritas balita dengan konsumsi protein hewani yang tidak sesuai anjuran sebanyak 93 balita ( 86,92%). Persentase balita di wilayah Kerja Puskesmas Godean 1 dengan kejadian stunting 23 balita (21,50%) dan tidak stunting sebanyak 84 balita (78,50%). Tidak ada hubungan antara konsumsi protein hewani dengan kejadian stunting pada anak usia 24-59 bulan di wilayah Kerja Puskesmas Godean 1.
Hubungan Kelekatan (Attachment) Pengasuh Terhadap Kecerdasan Emosional Pada Remaja Di SMAN 02 Yogyakarta Amira Exfena Navisa; Menik Sri Daryanti
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.222

Abstract

Remaja merupakan masa krisis yang ditunjukkan dengan adanya ketidakstabilan emosi serta penuh gejolak sehingga membuat remaja mudah terpengaruh oleh lingkungan. Hal ini mengakibatkan remaja tidak bisa menyesuaikan diri atau beradaptasi dengan lingkungan yang selalu berubah–ubah, sehingga menimbulkan perilaku maladaptif, salah satunya adalah perilaku agresif. Oleh sebab itu, kelekatan (Attachment) antara orang tua dengan anak merupakan hal yang terpenting di dalam kehidupan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kelekatan (Attachment) pengasuh terhadap kecerdasan emosional pada remaja di SMA Negeri 02 Yogyakarta. Metode penelitian yang digunakan, yaitu kuantitatif korelasional dengan subjek sebanyak 76 remaja kelas XI dari SMA Negeri 02 Yogyakarta. Pengambilan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner berupa Google–Form dengan teknik Probability Sampling dan metode Proportionate Stratified Random Sampling. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment dengan Software SPSS 29.0 for Windows. Hasilnya menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kelekatan pengasuh dengan kecerdasan emosional pada remaja kelas XI di SMA Negeri 02 Yogyakarta. Hasil temuan telah didapatkan nilai koefisien korelasi sebesar 0,357 menunjukkan antar kedua variabel memiliki hubungan yang rendah.
Pengaruh Edukasi Melalui Video Animasi Terhadap Peningkatan Pengetahuan Tentang Kesehatan Reproduksi Pada Remaja Kelas VII-4 Dan VII-5 Di SMPN 8 Palangka Raya Lailatul Ma’rifah Amaliah; Ayu Puspita; Dian Mitra D. Silalahi
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.227

Abstract

Latar Belakang : Kesehatan reproduksi adalah kondisi fisik, mental, sosial, yang utuh bukan hanya bebas dari penyakit. Remaja rentan terhadap masalah kesehatan reproduksi akibat kurangnya informasi. Edukasi merupakan proses penyampaian informasi untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran individu terhadap suatu topik. Salah satu metode edukasi yang efektif adalah melalui video animasi, karena mampu menarik perhatian dan melibatkan indera pendengaran serta indera penglihatan secara bersamaan. Fenomena menunjukkan rendahnya tingkat pengetahuan siswa-siswi dikarenakan kurangnya informasi dan pengajaran terkait kesehatan reproduksi. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi melalui video animasi terhadap peningkatan pengetahuan tentang kesehatan reproduksi pada remaja kelas VII-4 dan VII-5 di SMPN 8 Palangka Raya. Metode : Penelitian ini menggunakan Pra-Experimental Design dengan bentuk rancangan One-Group Pretest-Posttest. Teknik sampling menggunakan Total Sampling. Sampel penelitian ini sebanyak 59 responden. Alat ukur menggunakan kuesioner. Hasil : Berdasarkan hasil uji pada Wilcoxon Signed-Rank Test diketahui negative ranks didapatkan hasil nilai Asymp.Sig.(2-tailed) = 0,000<0,50. Kesimpulan : Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa adanya pengaruh edukasi melalui video animasi terhadap peningkatan pengetahuan tentang kesehatan reproduksi pada remaja kelas VII-4 dan VII-5 di SMPN 8 Palangka Raya sehingga diharapkan penelitian ini dapat membantu instansi kesehatan, instansi pendidikan, dan siswa-siswi dalam meningkatkan pengetahuan tentang kesehatan reproduksi.
Hubungan Pengetahuan Dengan Sikap Tentang Perkawinan Usia Anak Pada Remaja Di SMK Karsa Mulya Palangka Raya Nicholas Abel Kemit; Ayu Puspita; Dian Mitra Desnawati Silalahi
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.231

Abstract

Latar Belakang: Perkawinan usia anak merupakan permasalahan serius yang masih terjadi di berbagai daerah, termasuk Kota Palangka Raya yang berdampak pada kesehatan fisik dan mental, pendidikan, serta masa depan remaja. Kurangnya pengetahuan remaja mengenai risiko pernikahan dini dapat memengaruhi sikap mereka, baik mendukung maupun menolak Perkawinan usia anak ini. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dengan sikap remaja tentang perkawinan usia anak di SMK Karsa Mulya Palangka Raya. Metode: Penelitian ini menggunakan desain korelasional dengan pendekatan cross- sectional. Sampel terdiri dari 58 siswa kelas X yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner pengetahuan dan sikap, lalu dianalisis menggunakan uji statistik Spearman Rank. Hasil: Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan sikap remaja terhadap perkawinan usia anak, dengan nilai p = 0,001 (< 0,05) dan nilai koefisien korelasi sebesar 0,416. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi pengetahuan yang dimiliki remaja, maka semakin positif pula sikap mereka dalam menolak perkawinan usia anak. Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan dan sikap remaja tentang perkawinan usia anak. Artinya, semakin banyak remaja tahu tentang dampak buruk pernikahan dini, maka sikap mereka cenderung lebih menolak dan tidak setuju terhadap pernikahan di usia muda. Diharapkan hasil ini bisa membantu sekolah dan tenaga kesehatan dalam memberikan informasi yang lebih jelas agar remaja lebih sadar dan bisa mencegah terjadinya pernikahan usia anak.
Hubungan Pengetahuan Tentang Perawatan Gigi Dengan Sikap Sikat Gigi Yang Baik Dan Benar Pada Anak Kelas IV Di SD Negeri 4 Palangka Raya Yulianti; Ayu Puspita; Dian Mitra D. Silalahi
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.233

Abstract

Latar Belakang : Pengetahuan tentang perawatan gigi pada anak sangat penting karena masa ini merupakan periode kritis dalam pembentukan kebiasaan yang cenderung berlanjut hingga dewasa. Sikap sikat gigi yang baik dan benar pada anak sangat dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan mereka. Anak yang memahami manfaat dan teknik menyikat gigi yang benar cenderung memiliki sikap positif dalam menjaga kebersihan gigi dan mulut, sehingga sikap sikat gigi menjadi lebih teratur dan efektif. Perawatan gigi yang baik meliputi kebiasaan menyikat gigi dengan teknik yang tepat serta penggunaan pasta gigi berfluoride yang dapat mencegah kerusakan gigi seperti karies. Tujuan : Penelitian adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan tentang perawatan gigi dengan sikap sikat gigi yang baik dan benar pada anak kelas IV di SD Negeri 4 Palangka Raya. Metode: Jenis penelitian ini adalah korelasional dengan pendekatan cross section. Penelitian ini telah dilakukan tanggal 27 Juni 2025. Teknik pengambilan sampel dengan total sampling. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner. Analisa data yang digunakan adalah uji chi square. Hasil: Berdasarkan hasil uji statistik menggunakan uji Chi square Hubungan Pengetahuan Tentang Perawatan Gigi Dengan Sikap Sikat Gigi Yang Baik Dan Benar diperoleh nilai p value = 0,010 < 0,05. H1 diterima yang artinya terdapat Hubungan Pengetahuan Tentang Perawatan Gigi Dengan Sikap Sikat Gigi Yang Baik Dan Benar Pada Anak Kelas IV Di SD Negeri 4 Palangka Raya. Kesimpulan: adanya hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan tentang perawatan gigi dengan sikap menyikat gigi yang baik dan benar pada siswa kelas IV.
Hubungan Hipotensi Dengan Kejadian Intraoperative Nausea And Vomiting (IONV) Pada Pasien Sectio Caesarea Dengan Anestesi Spinal Di RSUD Pandega Pangandaran Achmad Alfan Asyrofi; Martyarini Budi Setyawati; Roro Lintang Suryani
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.237

Abstract

Hipotensi yang terjadi pada pasien Sectio Caesarea dengan anestesi spinal beresiko menyebabkan mual dan muntah yang disebabkan pengurangan aliran darah ke batang otak dan pengaruh pada Chemoreceptor Trigger Zone (CTZ). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan hipotensi dengan kejadian intraoperative nausea and vomiting (IONV) pada pasien Sectio Caesarea dengan anestesi spinal di Rsud Pandega Pangandaran. Penelitian ini merupakan studi observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional yang melibatkan 93 pasien Sectio Caesarea dengan anestesi spinal di RSUD Pandega Pangandaran. Sampel dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan uji chi-square untuk mengetahui hubungan antara hipotensi dan IONV. Dari 93 pasien, sebanyak 50 responden (53,8%) berusia 26–35 tahun dan 44 responden (47,3%) memiliki Indeks Massa Tubuh (IMT) dalam kategori Obesitas Tingkat I (25–29,9). Sebanyak 59 pasien (63,4%) mengalami hipotensi dan 24 pasien (25,8%) mengalami IONV. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan yang bermakna secara statistik antara hipotensi dan kejadian IONV (p = 0,019 atau <0,05). Berdasarkan hasil penelitian terdapat hubungan antara kejadian hipotensi dengan mual dan muntah intraoperatif (IONV) pada pasien Sectio Caesarea dengan anestesi spinal. Temuan ini menekankan pentingnya penatalaksanaan hipotensi untuk mencegah IONV.
Pengaruh Pemberian Audiovisual Animasi Motion Graphic Terhadap Tingkat Kecemasan Pada Pasien Pre Operasi Sectio Caesarea Dengan Spinal Anestesi Di RSUD Pandega Pangandaran Bima Bayu Ningrat; Danang Tri Yudono; Amin Susanto
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.243

Abstract

Sectio caesarea merupakan prosedur pembedahan yang dapat menimbulkan kecemasan pada pasien, khususnya saat akan dilakukan anestesi spinal. Kecemasan ini berdampak negatif terhadap kondisi fisiologis dan psikologis pasien. Intervensi non-farmakologis seperti edukasi menggunakan audiovisual animasi motion graphic dapat menjadi alternatif untuk menurunkan kecemasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian audiovisual animasi motion graphic terhadap tingkat kecemasan pada pasien pre operasi sectio caesarea dengan spinal anestesi. Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental one group pretest-posttest dengan jumlah sampel sebanyak 92 responden yang dipilih secara purposive sampling. Instrumen yang digunakan untuk mengukur kecemasan adalah kuesioner APAIS (Amsterdam Preoperative Anxiety and Information Scale). Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Sebelum diberikan audiovisual, sebagian besar pasien mengalami kecemasan sedang (72,8%). Setelah intervensi, terjadi penurunan tingkat kecemasan di mana mayoritas pasien mengalami kecemasan ringan (63%) dan sebagian tidak mengalami kecemasan (25%). Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p-value sebesar 0.000 (<0.05) yang berarti terdapat pengaruh signifikan antara pemberian audiovisual terhadap penurunan tingkat kecemasan.
Hubungan Penyakit Penyerta Dengan Kejadian BBLR Di RS PKU Muhammadiyah Gamping Tahun 2023 Nurul Jannah; Menik Sri Daryanti
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.254

Abstract

Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) merupakan salah satu faktor utama yang berkontribusi terhadap tingginya angka morbiditas dan mortalitas neonatal, terutama di negara berkembang seperti Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara usia ibu, usia kehamilan, dan penyakit penyerta dengan kejadian BBLR di RS PKU Muhammadiyah Gamping tahun 2023. Penelitian menggunakan desain case-control retrospektif dengan jumlah sampel 148 responden yang terdiri atas 74 kasus (ibu dengan bayi BBLR) dan 74 kontrol (ibu dengan bayi berat lahir normal). Data diperoleh dari rekam medis dan dianalisis menggunakan uji chi-square dan odds ratio (OR). Hasil menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan antara usia ibu dengan kejadian BBLR (p = 0,560; OR = 0,560), namun terdapat hubungan yang sangat signifikan antara usia kehamilan dan kejadian BBLR (p = 0,000; OR = 19,500) serta antara penyakit penyerta dengan kejadian BBLR (p = 0,000; OR = 11,242). Kesimpulan: ibu hamil dengan penyakit penyerta memiliki risiko 11 kali lebih besar, dan usia kehamilan preterm atau postterm meningkatkan risiko 19 kali lebih besar untuk melahirkan bayi BBLR. Penatalaksanaan dini terhadap penyakit penyerta dan pemantauan kehamilan secara optimal sangat penting dilakukan guna menekan risiko BBLR.

Page 1 of 49 | Total Record : 489