cover
Contact Name
Muhammad Syafiq
Contact Email
yppijurnal@gmail.com
Phone
+6282170781263
Journal Mail Official
yppijurnal@gmail.com
Editorial Address
Jalan Tuanku Tambusai, Pekanbaru, Riau - Indonesia
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
EDUTECH
ISSN : -     EISSN : 30464552     DOI : https://doi.org/10.62207
Core Subject : Education,
Primary education, secondary education, higher education, teacher education, special education, adult education, non-formal education, and any new development and advancement in the field education.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 99 Documents
STRATEGI MANAJEMEN KEPALA MADRASAH DALAM MENINGKATKAN KINERJA GURU DI LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM Ahmad Faiz Abdillah
Education Studies and Teaching Journal (EDUTECH) Vol. 3 No. 1 (2026): Education Studies and Teaching Journal
Publisher : Penelitian dan Pengembangan Ilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62207/cc4czs25

Abstract

Perkembangan teknologi pendidikan di era digital menuntut guru memiliki kompetensi digital yang memadai dalam melaksanakan proses pembelajaran. Guru tidak hanya dituntut menguasai materi pembelajaran, tetapi juga harus mampu memanfaatkan teknologi sebagai media pembelajaran yang efektif, inovatif, dan interaktif. Artikel ini bertujuan menganalisis strategi manajemen kepala madrasah dalam meningkatkan kompetensi digital guru di lembaga pendidikan Islam. Penelitian menggunakan metode studi kepustakaan (library research) dengan mengkaji berbagai jurnal ilmiah nasional dan buku terkait manajemen pendidikan berbasis teknologi serta kepemimpinan kepala madrasah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi kepala madrasah dalam meningkatkan kompetensi digital guru dilakukan melalui pelatihan teknologi informasi, workshop pembelajaran digital, penyediaan fasilitas pendidikan berbasis teknologi, supervisi pembelajaran digital, dan evaluasi penggunaan media teknologi dalam proses pembelajaran. Selain itu, kepala madrasah juga memiliki peran penting dalam menciptakan budaya pendidikan berbasis teknologi yang adaptif terhadap perkembangan era digital. Strategi tersebut terbukti mampu meningkatkan kreativitas, profesionalisme, dan kualitas pembelajaran guru di lembaga pendidikan Islam.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK MELALUI MODEL COOPERATIVE LEARNING PADA MATERI AWAL MULA MANUSIA DAN BANGSA ISRAEL DI KELAS XI SMAK ST. CAROLUS RIUNG Maria Magdalena Wea; Hermania Bhoki
Education Studies and Teaching Journal (EDUTECH) Vol. 3 No. 1 (2026): Education Studies and Teaching Journal
Publisher : Penelitian dan Pengembangan Ilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62207/kxm2xr15

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik melalui penerapan model Cooperative Learning pada materi Awal Mula Manusia dan Bangsa Israel di kelas XI SMAK St. Carolus Riung. Penelitian menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, yaitu Siklus I dan Siklus II. Subjek penelitian berjumlah 10 peserta didik kelas XI. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, tes hasil belajar, dan dokumentasi. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif untuk mengetahui perubahan aktivitas belajar dan peningkatan hasil belajar peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Cooperative Learning mampu meningkatkan keterlibatan peserta didik dalam proses pembelajaran, baik melalui diskusi kelompok, kerja sama antaranggota kelompok, maupun keberanian dalam menyampaikan pendapat. Pada Siklus I, ketuntasan belajar peserta didik masih tergolong rendah, yaitu hanya mencapai 20%. Setelah dilakukan perbaikan tindakan pada Siklus II, ketuntasan belajar meningkat menjadi 80%, dengan nilai rata-rata kelas yang juga mengalami peningkatan signifikan. Selain itu, hasil observasi menunjukkan peningkatan aktivitas belajar peserta didik dari kategori baik menjadi sangat baik. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa model Cooperative Learning efektif dalam meningkatkan hasil belajar, partisipasi aktif, dan kemampuan bekerja sama peserta didik pada pembelajaran Pendidikan Agama Katolik. Oleh karena itu, model Cooperative Learning dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif strategi pembelajaran yang inovatif dan berpusat pada peserta didik untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah.
SEJARAH PEMIKIRAN ISLAM: REALITAS EPISTEMOLOGI DALAM PERSPEKTIF MODERNITAS Muntaha Muntaha; Irnie Victorynie
Education Studies and Teaching Journal (EDUTECH) Vol. 3 No. 1 (2026): Education Studies and Teaching Journal
Publisher : Penelitian dan Pengembangan Ilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62207/vfvd5t45

Abstract

Artikel ini mengkaji sejarah pemikiran Islam bukan sebagai catatan masa lalu yang statis, melainkan sebagai realitas epistemologi yang terus berdialektika dengan modernitas. Penelitian ini menganalisis bagaimana struktur pengetahuan Islam terbentuk, berkembang, dan berhadapan dengan nalar modern.  Dengan pendekatan deskriptif-analitis terhadap literatur 2024-2025, kajian ini menemukan bahwa: (1) sejarah pemikiran Islam memiliki struktur epistemologi yang hidup, dinamis dan bukan fosil sejarah yang statis; (2) perjumpaan dengan modernitas melahirkan krisis sekaligus rekonstruksi nalar bayani, irfani, dan burhani; (3) sejarah pemikiran Islam terus diproduksi sebagai medan teoretik global. Implikasinya, pemikiran Islam kontemporer harus diarahkan pada integrasi-interkoneksi untuk mencapai kedaulatan epistemik.  
CHARACTER EDUCATION MODELS FOR MI TEACHERS: A NARRATIVE REVIEW Nur Innayah Ganjarjati; Dwi Purbaningrum
Education Studies and Teaching Journal (EDUTECH) Vol. 3 No. 1 (2026): Education Studies and Teaching Journal
Publisher : Penelitian dan Pengembangan Ilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62207/cbeyaw62

Abstract

Character education based on religious moderation has become a strategic agenda in Madrasah Ibtidaiyah (Islamic elementary schools) to address the challenges of information disruption and social polarization. This study aims to synthesize effective character education models for Madrasah Ibtidaiyah teachers through a narrative review approach of literature published over the last decade (2016–2026). Thematic analysis identified three dominant models: (1) the Role Modeling Model, which positions teachers as uswatun hasanah (exemplary role models); (2) the Curriculum Integration Model, which incorporates character values into all components of the learning process; and (3) the Culture-Building Model, which relies on social habituation and a supportive school climate. The findings indicate that although these three models are effective, their implementation is often constrained by administrative burdens, limited resources, and the pressures of the digital environment. The study concludes that character development requires a holistic approach that integrates all three models while strengthening teacher capacity and providing systemic support. This review recommends the integration of technology-based character education to ensure the effective internalization of wasathiyah (religious moderation) values among students in the digital era. The findings are expected to serve as a reference for policymakers in strengthening the role of madrasahs as adaptive institutions for character education.
STRATEGI PENGUATAN KARAKTER RELIGIUS MELALUI BUDAYA SEKOLAH: STUDI KASUS PROSES PEMBELAJARAN PAI DI SDIT ZAID BIN TSABIT BOGOR Dede Dang Sudjana; Gunawan Ikhtiono; E. Mujahidin
Education Studies and Teaching Journal (EDUTECH) Vol. 3 No. 1 (2026): Education Studies and Teaching Journal
Publisher : Penelitian dan Pengembangan Ilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62207/djt3w895

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di SDIT Zaid Bin Tsabit Bogor serta mengidentifikasi peran pembiasaan membaca Al-Qur'an sebagai budaya sekolah dalam mendukung pelaksanaan pembelajaran. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan studi kasus. Informan penelitian terdiri atas satu kepala sekolah, dua guru Pendidikan Agama Islam, dan lima siswa yang ditentukan melalui teknik purposive sampling. Data penelitian diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi tahap kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SDIT Zaid Bin Tsabit Bogor berlangsung melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi yang terintegrasi dengan nilai-nilai keislaman. Temuan utama mengungkapkan bahwa kegiatan pembiasaan membaca Al-Qur'an yang dilaksanakan sebelum pembelajaran telah berkembang menjadi budaya sekolah yang memberikan pengaruh positif terhadap kesiapan belajar, konsentrasi, ketenangan, dan pembentukan karakter religius peserta didik. Selain itu, keberhasilan pembelajaran didukung oleh lingkungan sekolah yang religius, komitmen guru yang tinggi, dukungan kepala sekolah, serta partisipasi orang tua. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pembiasaan membaca Al-Qur'an sebelum kegiatan pembelajaran merupakan strategi yang efektif untuk memperkuat karakter religius sekaligus meningkatkan kualitas proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam pada jenjang sekolah dasar Islam.
ANALISIS PERAN PENGENDALIAN INTERNAL DALAM MENINGKATKAN TRANSPARANSI DAN AKUNTABILITAS DANA BOS: STUDI KUALITATIF DI MTSM MUARA PANAS KABUPATEN SOLOK Dina Rahmadani; Hamdi Abdul Karim
Education Studies and Teaching Journal (EDUTECH) Vol. 3 No. 1 (2026): Education Studies and Teaching Journal
Publisher : Penelitian dan Pengembangan Ilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62207/s6z17x20

Abstract

Pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang transparan dan akuntabel merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan. Dana BOS berperan sebagai sumber pembiayaan operasional sekolah yang digunakan untuk menunjang berbagai kegiatan pendidikan dan administrasi sekolah. Oleh karena itu, diperlukan sistem pengendalian internal yang efektif guna memastikan bahwa dana yang diterima dapat dikelola secara tepat, efisien, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pengendalian internal dalam meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di MTs Muhammadiyah Muara Panas Kabupaten Solok. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengendalian internal telah diterapkan dalam pengelolaan dana BOS melalui proses perencanaan, pelaksanaan, pencatatan, pelaporan, dan pertanggungjawaban dana. Penerapan pengendalian internal berkontribusi dalam meningkatkan transparansi melalui keterbukaan informasi mengenai penggunaan dana BOS kepada pihak-pihak yang berkepentingan. Selain itu, pengendalian internal juga berperan dalam meningkatkan akuntabilitas melalui pencatatan transaksi yang sistematis, penyusunan laporan pertanggungjawaban secara berkala, serta kepatuhan terhadap petunjuk teknis penggunaan dana BOS. Namun demikian, masih ditemukan beberapa kendala, seperti adanya perangkapan tugas, sistem dokumentasi yang masih manual, monitoring yang belum optimal, serta keterbatasan pemanfaatan teknologi informasi. Oleh karena itu, diperlukan penguatan sistem pengendalian internal melalui peningkatan kompetensi sumber daya manusia, optimalisasi teknologi informasi, dan pelaksanaan pengawasan secara berkelanjutan guna mewujudkan pengelolaan dana BOS yang lebih transparan, akuntabel, efektif, dan efisien.
PENGEMBANGAN DAN INOVASI KURIKULUM PADA SEKOLAH ISLAM TERPADU (SDIT): STUDI KASUS DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PENDIDIKAN DI SDIT SA’DIYAH Ratna Julia Putri; Iswantir Iswantir
Education Studies and Teaching Journal (EDUTECH) Vol. 3 No. 1 (2026): Education Studies and Teaching Journal
Publisher : Penelitian dan Pengembangan Ilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62207/1rwmbd50

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengembangan dan inovasi kurikulum pada Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Sa’diyah Kubung dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan. Kurikulum di SDIT dikembangkan dengan mengintegrasikan kurikulum nasional dan nilai-nilai keislaman, sehingga mampu membentuk peserta didik yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter dan akhlak yang baik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, di mana data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kurikulum di SDIT Sa’diyah Kubung memiliki beberapa keunggulan, antara lain adanya program unggulan seperti tahfiz Al-Qur’an, pembiasaan ibadah, serta kegiatan keagamaan yang terintegrasi dalam proses pembelajaran. Selain itu, penerapan model pembelajaran inovatif dan pemanfaatan teknologi juga berkontribusi dalam meningkatkan kualitas proses pembelajaran. Dampak dari implementasi kurikulum tersebut terlihat pada peningkatan hasil belajar siswa, perkembangan karakter yang positif, serta meningkatnya kepercayaan orang tua dan masyarakat terhadap sekolah. Namun demikian, penelitian ini juga menemukan beberapa kendala dalam implementasi kurikulum, seperti keterbatasan sarana dan prasarana, kompetensi guru yang belum merata, serta adanya kesenjangan antara konsep kurikulum dan praktik di lapangan. Untuk mengatasi hal tersebut, sekolah telah melakukan berbagai upaya, seperti peningkatan kompetensi guru melalui pelatihan, penguatan kerja sama dengan orang tua, serta pengembangan program pembelajaran yang lebih adaptif. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pengembangan dan inovasi kurikulum di SDIT Sa’diyah Kubung memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan secara holistik. Kurikulum yang terintegrasi antara aspek akademik dan nilai-nilai keislaman mampu menghasilkan peserta didik yang cerdas, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan zaman.
IMPLEMENTASI METODE TAMYIZ BERBASIS GAMIFIKASI DIGITAL UNTUK MENINGKATKAN SELF-REGULATED LEARNING SISWA RBQ FAILASUFA Sutaryani Sutaryani; Nur Sholeh; Aziz Muzayyin
Education Studies and Teaching Journal (EDUTECH) Vol. 3 No. 1 (2026): Education Studies and Teaching Journal
Publisher : Penelitian dan Pengembangan Ilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62207/qy675w68

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan mendeskripsikan efektivitas implementasi metode Tamyiz yang diintegrasikan dengan media gamifikasi digital dalam meningkatkan kemandirian belajar (self-regulated learning) bahasa Arab siswa di Rumah Belajar Qur’an (RBQ) Failasufa, sekaligus memetakan tahapan manajemennya berdasarkan prinsip Kurikulum Merdeka. Menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif, penelitian ini melibatkan seluruh populasi siswa aktif di RBQ Failasufa dengan jumlah sampel sebanyak 34 siswa. Data dikumpulkan melalui teknik tes, observasi terstruktur, skala kemandirian belajar, dan dokumentasi akademis. Analisis data dilakukan dengan statistik deskriptif untuk menghitung nilai rata-rata (mean), persentase distribusi sektoral, serta analisis pertumbuhan (growth analysis) skor kemandirian sebelum dan sesudah tindakan. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada kemandirian belajar siswa, di mana nilai rata-rata baseline meningkat dari 75 menjadi 81,35 setelah penerapan metode tamyiz berbasis gamifikasi digital, dengan rata-rata pertumbuhan sebesar +6,35 poin per siswa. Berdasarkan sebaran frekuensi pasca-tindakan, mayoritas siswa berada pada klaster kemandirian "Sedang/Baik" yaitu sebanyak 25 siswa (73,53%). Secara keseluruhan, 97% siswa mencatatkan kurva pertumbuhan kemandirian yang positif. Integrasi gamifikasi digital melalui skema tata kelola yang terstruktur terbukti efektif mengubah paradigma pembelajaran bahasa Arab dari konvensional menjadi interaktif, adaptif, dan berpusat pada siswa (student-centered) sesuai dengan cita-cita Kurikulum Merdeka.
PENGEMBANGAN DAN INOVASI KURIKULUM DI SEKOLAH ALAM: STUDI KUALITATIF TENTANG IMPLEMENTASI DAN DAMPAKNYA TERHADAP PEMBELAJARAN DI SDIT ALAM GOLDEN SCHOOL Dina Rahmadani; Iswantir Iswantir
Education Studies and Teaching Journal (EDUTECH) Vol. 3 No. 1 (2026): Education Studies and Teaching Journal
Publisher : Penelitian dan Pengembangan Ilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62207/32zvct30

Abstract

Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya kurikulum yang adaptif dan kontekstual dalam menjawab tantangan pendidikan abad ke-21, serta munculnya model sekolah berbasis alam sebagai alternatif inovatif dalam dunia pendidikan.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengembangan dan inovasi kurikulum serta implementasi dan dampaknya terhadap pembelajaran di SDIT Alam Golden School.. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Subjek penelitian meliputi kepala sekolah, guru, siswa, dan orang tua yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan keabsahan data dijaga melalui triangulasi dan member check.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan kurikulum di SDIT Alam Golden School dilakukan melalui integrasi kurikulum nasional, nilai-nilai keislaman, dan pendekatan berbasis alam. Inovasi kurikulum diwujudkan dalam bentuk pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning), project-based learning, serta pemanfaatan lingkungan sebagai sumber belajar utama. Implementasi kurikulum dilakukan secara kontekstual dan berpusat pada peserta didik melalui berbagai kegiatan seperti outing class, field trip, dan proyek lingkungan. Interaksi guru dan siswa bersifat aktif dan kolaboratif, di mana guru berperan sebagai fasilitator dalam proses pembelajaran.Dampak implementasi kurikulum terlihat pada peningkatan aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik peserta didik, termasuk kemampuan berpikir kritis, pembentukan karakter, serta keterampilan sosial dan praktis. Selain itu, kurikulum yang fleksibel juga mendorong kreativitas guru dan menciptakan lingkungan belajar yang lebih inklusif dan bermakna. Dengan demikian, model kurikulum berbasis alam di SDIT Alam Golden School dapat menjadi alternatif yang efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan relevan dengan kebutuhan pendidikan modern.

Page 10 of 10 | Total Record : 99