cover
Contact Name
Muhammad Syafiq
Contact Email
yppijurnal@gmail.com
Phone
+6282170781263
Journal Mail Official
yppijurnal@gmail.com
Editorial Address
Jalan Tuanku Tambusai, Pekanbaru, Riau - Indonesia
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
SEHAT
ISSN : -     EISSN : 30464544     DOI : ttps://doi.org/10.62207
Core Subject : Health, Science,
Medical Studies and Health Journal (SEHAT) is an open access, peer-reviewed journal published. SEHAT encompasses basic, molecular, and clinical aspects of medical sciences, including diagnosis, treatment, prevention, and epidemiology of communicable and non-communicable diseases in the world.
Articles 71 Documents
PENGETAHUAN KEPALA KELUARGA TENTANG PENCEGAHAN MALARIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BOKING Emanuel S.B Lewar; Erlin O. Tunliu; Destan Fatu
Medical Studies and Health Journal (SEHAT) Vol. 3 No. 1 (2026): Medical Studies and Health Journal
Publisher : Penelitian dan Pengembangan Ilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62207/4yg11q22

Abstract

Malaria merupakan salah satu penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat, khususnya di daerah tropis dan subtropis. Provinsi Nusa Tenggara Timur termasuk daerah endemis malaria dengan angka kasus yang masih tinggi. Pengetahuan kepala keluarga tentang malaria sangat penting dalam upaya pencegahan dan pengendalian malaria di lingkungan rumah tangga.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan kepala keluarga tentang pencegahan malaria di wilayah kerja Puskesmas Boking. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kepala keluarga yang anggota keluarganya pernah atau sedang mengalami malaria di wilayah kerja Puskesmas Boking sebanyak 56 responden. Sebagian besar kepala keluarga memiliki tingkat pengetahuan yang cukup hingga baik tentang malaria dan pencegahannya. Namun, pengetahuan mengenai penyebab serta tanda dan gejala malaria masih perlu ditingkatkan melalui edukasi dan penyuluhan kesehatan secara berkelanjutan.
RELASI ANTARA BUDAYA DAN POLA KONSUMSI SAGU (SINONGGI) BAGI SUKU TOLAKI, SULAWESI TENGGARA (STUDI ANTROPOLOGI GIZI) Saasa Saasa; Rasma Rasma
Medical Studies and Health Journal (SEHAT) Vol. 3 No. 1 (2026): Medical Studies and Health Journal
Publisher : Penelitian dan Pengembangan Ilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62207/38h8sm44

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pangan lokal sebagai bagian dari identitas budaya dan ketahanan pangan masyarakat di tengah modernisasi pola konsumsi masyarakat. Salah satu pangan tradisional yang masih dipertahankan oleh masyarakat Tolaki di Sulawesi Tenggara adalah sinonggi yang berbahan dasar sagu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis relasi antara budaya dan pola konsumsi sinonggi bagi Suku Tolaki dalam perspektif antropologi gizi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap tokoh masyarakat, pelaku usaha kuliner, dan masyarakat lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sinonggi tidak hanya dikonsumsi sebagai makanan pokok tradisional, tetapi juga memiliki makna sosial dan budaya melalui tradisi makan bersama, penyajian dalam acara adat, serta simbol penghormatan terhadap tamu. Penelitian juga menemukan adanya perubahan pola konsumsi pada generasi muda yang mulai beralih ke nasi dan makanan modern akibat pengaruh modernisasi. Selain itu, sinonggi memiliki nilai penting dalam mendukung ketahanan pangan dan ekonomi masyarakat lokal melalui pengembangan usaha kuliner berbasis sagu. Penelitian ini menyimpulkan bahwa konsumsi sinonggi merepresentasikan hubungan antara budaya, identitas sosial, dan pemanfaatan pangan lokal pada masyarakat Tolaki di Sulawesi Tenggara.
ANALISIS IMPLEMENTASI STANDAR PELAYANAN KEFARMASIAN PADA SISTEM PENYIMPANAN DAN DISTRIBUSI OBAT DI RUMAH SAKIT X DI BUKITTINGGI Yonrizon Yonrizon; Fauziah Fauziah
Medical Studies and Health Journal (SEHAT) Vol. 3 No. 1 (2026): Medical Studies and Health Journal
Publisher : Penelitian dan Pengembangan Ilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62207/bnt73253

Abstract

Penyimpanan dan distribusi obat merupakan bagian penting dalam pengelolaan sediaan farmasi di rumah sakit yang bertujuan menjamin mutu, keamanan, dan ketersediaan obat bagi pasien. Implementasi standar pelayanan kefarmasian yang baik diperlukan untuk mendukung efektivitas pelayanan kesehatan dan keselamatan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi standar pelayanan kefarmasian pada sistem penyimpanan dan distribusi obat di Rumah Sakit X di Bukittinggi berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 72 Tahun 2016. Penelitian ini menggunakan metode observasional deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung, wawancara terstruktur, dan studi dokumentasi terhadap sistem penyimpanan dan distribusi obat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesesuaian sistem penyimpanan obat mencapai 89,5% dan sistem distribusi obat mencapai 85,7% sehingga keduanya termasuk kategori baik. Sistem penyimpanan telah menerapkan metode First In First Out (FIFO), First Expired First Out (FEFO), pemisahan obat Look Alike Sound Alike (LASA), serta penyimpanan khusus narkotika dan psikotropika. Sistem distribusi telah menggunakan metode Unit Dose Dispensing (UDD) untuk pasien rawat inap dan sistem resep perorangan untuk pasien rawat jalan. Kendala yang masih ditemukan meliputi belum tersedianya ruang khusus obat kedaluwarsa, ruang tahan api, keterbatasan palet penyimpanan, serta kurangnya tenaga kefarmasian. Dapat disimpulkan bahwa implementasi standar pelayanan kefarmasian pada sistem penyimpanan dan distribusi obat di Rumah Sakit X di Bukittinggi telah berjalan dengan baik dan sebagian besar sesuai dengan Permenkes RI Nomor 72 Tahun 2016, namun masih diperlukan peningkatan sarana dan sumber daya manusia kefarmasian untuk meningkatkan mutu pelayanan farmasi rumah sakit. 
UJI DAYA ANTIMIKROBA MINYAK ATSIRI DAUN GRINGSINGAN (HYPTIS SUAVEOLENS (L.) POIT.) TERHADAP BAKTERI SALMONELLA TYPHI DAN STAPHYLOCOCCUS AUREUS DENGAN METODE DIFUSI AGAR Yulius Baki Korassa; Ni Nyoman Yuliani; Maria Yangsye Lenggu
Medical Studies and Health Journal (SEHAT) Vol. 3 No. 2 (2026): Medical Studies and Health Journal (SEHAT)
Publisher : Penelitian dan Pengembangan Ilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62207/avgcey68

Abstract

Daun gringsingan (Hyptis suaveolens (L.) Poit.) merupakan tanaman obat yang mengandung minyak atsiri dengan potensi sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri minyak atsiri daun gringsingan terhadap Salmonella typhi dan Staphylococcus aureus. Minyak atsiri diperoleh melalui metode hidrodestilasi dari daun segar dengan rendemen sebesar 1,5% (v/b). Aktivitas antibakteri diuji menggunakan metode difusi silinder pada lima konsentrasi minyak atsiri (0,1%; 0,5%; 1%; 1,5%; dan 2%), dengan amoksisilin 1% sebagai kontrol positif dan DMSO 10% sebagai kontrol negatif. Diameter zona hambat diukur setelah inkubasi dan dianalisis secara statistik menggunakan uji ANOVA. Minyak atsiri daun gringsingan menunjukkan aktivitas antibakteri terhadap kedua bakteri uji. Terhadap S. typhi, rata-rata diameter zona hambat berturut-turut sebesar 10,3; 10,8; 10,9; 12,9; dan 13,7 mm, sedangkan terhadap S. aureus sebesar 9,9; 10,3; 11,1; 11,4; dan 11,9 mm pada konsentrasi 0,1% hingga 2%. Peningkatan konsentrasi minyak atsiri diikuti dengan peningkatan diameter zona hambat, menunjukkan hubungan dosis–respons. Analisis statistik menunjukkan bahwa minyak atsiri daun gringsingan memiliki aktivitas antibakteri yang signifikan terhadap kedua bakteri uji (p<0,05). Minyak atsiri daun gringsingan memiliki aktivitas antibakteri terhadap Salmonella typhi dan Staphylococcus aureus, dengan aktivitas terbaik pada konsentrasi 2%. Minyak atsiri menunjukkan daya hambat yang lebih besar terhadap S. typhi dibandingkan S. aureus, sehingga berpotensi dikembangkan sebagai sumber antibakteri alami.
PENGARUH PENGETAHUAN ORANG TUA DAN PARENTING STYLE TERHADAP TINGKAT STRES PADA SISWA SMKN 1 KALIBARU Hendrik Probo Sasongko; Setyo Kurniawan; Febrika Devi Nanda; Nofia Efa Wulandari
Medical Studies and Health Journal (SEHAT) Vol. 3 No. 2 (2026): Medical Studies and Health Journal (SEHAT)
Publisher : Penelitian dan Pengembangan Ilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62207/4tmd0762

Abstract

Stres merupakan gangguan psikologis yang umum terjadi pada remaja dan dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk pengetahuan orang tua dan pola asuh (parenting style). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengetahuan orang tua dan gaya pengasuhan terhadap tingkat stres pada siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional dan melibatkan 199 responden dari SMK Negeri 1 Kalibaru, yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui tiga kuesioner, yaitu Perceived Stress Scale (PSS-10), kuesioner pengetahuan orang tua, dan Parental Authority Questionnaire (PAQ). Hasil uji statistik menunjukkan adanya hubungan signifikan antara pengetahuan orang tua dengan tingkat stres siswa (p=0,000; r=0,353), serta antara gaya pengasuhan dan stres (p=0,000; r=0,262). Analisis lanjutan menggunakan regresi logistik ordinal menunjukkan bahwa pengetahuan orang tua memiliki pengaruh lebih dominan terhadap tingkat stres siswa dengan nilai Wald = 11,184 dan signifikansi p = 0,001, dibandingkan gaya pengasuhan yang juga berpengaruh signifikan (p = 0,019). Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa baik pengetahuan orang tua maupun pola asuh memiliki pengaruh terhadap tingkat stres siswa. Kedua faktor ini penting untuk diperhatikan dalam upaya menjaga kesehatan mental remaja. Diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi masukan bagi orang tua dan pendidik dalam menerapkan pola asuh yang lebih tepat dan mendukung perkembangan emosional siswa.
HUBUNGAN ANTARA KOMUNIKASI TERAPEUTIK (TAHAP RESTARTING) PERAWAT DENGAN KELENGKAPAN DOKUMENTASI ASUHAN KEPERAWATAN PASIEN HIPERTENSI DI RS AMELIA PARE KEDIRI Farhandika Putra; M. Ikhwan K K; Bambang Wiseno
Medical Studies and Health Journal (SEHAT) Vol. 3 No. 2 (2026): Medical Studies and Health Journal (SEHAT)
Publisher : Penelitian dan Pengembangan Ilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62207/q9t9f714

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pendokumentasian asuhan keperawatan yang harus dilakukan dengan lengkap karena dapat menurunkan mutu pelayanan keperawatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Hubungan Antara Komunikasi Terapeutik Perawat Dengan Kelengkapan Dokumentasi Asuhan Keperawatan Pasien di Di RS Amelia Pare Kediri. Metode penelitian pada penelitian ini observasional kuantitatif dengan desain cross sectional. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah Total Sampling dengan jumlah sampel 30 responden. Penelitian ini dilakukan di Di RS Amelia Pare Kediri pada tanggal 10-18 Mei 2026. Hasil penelitian dengan menggunakan uji Kendall’s tau didapatkan p Value sebesar 0,000 dengan tingkat kemaknaan 0,05 (p < 0,05). Kesimpulan dari penelitian ini terdapat Hubungan Antara Komunikasi Terapeutik Perawat Dengan Kelengkapan Dokumentasi Asuhan Keperawatan Pasien di Di RS Amelia Pare Kediri. Saran pada penelitian ini ditujukan pada seluruh perawat untuk menyadari akan pentingnya Komunikasi Terapieutik yang baik, untuk dapat digunakan sebagai cara melengkapi Dokumentasi Asuhan Keperawatan.
ANALISIS PENGULANGAN (REPEAT) RADIOGRAFI PANORAMIK DI INSTALASI RADIOLOGI RSUD PADANG PARIAMAN Cicillia Artitin; Neli Putri Yanti; Sagita Yudha; Chairun Nisa
Medical Studies and Health Journal (SEHAT) Vol. 3 No. 2 (2026): Medical Studies and Health Journal (SEHAT)
Publisher : Penelitian dan Pengembangan Ilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62207/f4w7s907

Abstract

Instalasi radiologi merupakan salah satu komponen penting di rumah sakit yang berfungsi sebagai penunjang medis dalam menegakkan diagnosis melalui hasil radiografi yang berkualitas. Pemeriksaan panoramik gigi digunakan untuk menampilkan struktur rahang dan gigi secara menyeluruh tanpa adanya halangan anatomi, namun sering terjadi pengulangan foto yang dapat menurunkan efisiensi pelayanan dan meningkatkan dosis radiasi pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persentase pengulangan (repeat) radiografi panoramik, apakah masih dalam batas standar yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan, serta untuk mengidentifikasi faktor penyebab terjadinya pengulangan tersebut. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif, dilakukan di Instalasi Radiologi RSUD Padang Pariaman selama bulan Juli–September 2025. Populasi penelitian adalah seluruh pasien pemeriksaan panoramik sebanyak 264 orang dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui observasi dan dokumentasi terhadap hasil radiograf yang diulang, kemudian dianalisis untuk menentukan frekuensi dan persentase pengulangan berdasarkan faktor penyebab terjadinya pengulangan repeat tersebut. Hasil penelitian menunjukan Persentase angka pengulangan penyinaran yang telah terjadi yaitu Faktor penyebab pengulangan radiografi paling besar yaitu faktor artefak sebesar 42%, faktor alat dan pergerakan pasien sebesar 14% dan untuk pemosisian pasien sebesar 28%. Bulan juli sampai september 2025 yaitu 2,65%, dan jumlah ini melebihi batas toleransi standar yang telah ditetapkan oleh kemenkes RI nomor 129/Menkes/SK/II/2008 batasan radiograf yang diterima idealnya angka pengulangan radiografi
THE EFFECT OF RED, BLUE, AND WHITE LIGHT ON THE PRODUCTIVITY OF CHLORELLA VULGARIS Salim Ahmad Alfarisi; Annisa Khumaira; Arif Bimantara
Medical Studies and Health Journal (SEHAT) Vol. 3 No. 2 (2026): Medical Studies and Health Journal (SEHAT)
Publisher : Penelitian dan Pengembangan Ilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62207/kgw3xx19

Abstract

Chlorella vulgaris is a microalgae known as a photoautotrophic organism with high potential to produce biomass, bioenergy, and bioactive compounds. Chlorella vulgaris has attracted international attention due to its potential to produce biofuel, high-quality biomass, and compounds of economic value. Microalgae photosynthesis is strongly influenced by light; the spectrum and intensity of light directly affect the chlorophyll content, and biomass productivity. The purpose of this study was to determine the effect of different colors of red light (630–700 nm), blue (430-490 nm), white (380-750 nm) on the productivity of Chlorella vulgaris. The research method consists of making AF6 media, Chlorella vulgaris propagation, measuring growth rates, measuring chlorophyll a & b content, and measuring biomass. The results of this study are that white light lighting shows the highest specific growth rate, red light lighting shows the highest biomass, while blue light lighting shows the highest chlorophyll a and b content. The conclusion of this study is that there are differences in Chlorella vulgaris productivity under red, blue, and white light. This research is expected to contribute to the development of microalgae cultivation technology, particularly Chlorella vulgaris. Further research is expected to test combinations of two or more light colors, such as red and blue combinations, to achieve more optimal overall productivity
KONTRIBUSI BIDANG KEFARMASIAN DALAM MENINGKATKAN DERAJAT KESEHATAN MASYARAKAT DAN KETAHANAN NASIONAL: SEBUAH TINJAUAN SISTEMATIS NARATIF Ibnu Syinna Alfiza
Medical Studies and Health Journal (SEHAT) Vol. 3 No. 2 (2026): Medical Studies and Health Journal (SEHAT)
Publisher : Penelitian dan Pengembangan Ilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62207/j0q4fd97

Abstract

Kesehatan merupakan hak asasi manusia sekaligus modal utama pembangunan nasional. Bidang kefarmasian memiliki peran strategis yang belum sepenuhnya disadari sebagai penopang mutlak dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat secara menyeluruh. Artikel ini bertujuan menguraikan kontribusi nyata bidang kefarmasian, mulai dari penyediaan sediaan farmasi yang aman, pelayanan informasi obat, hingga penegakan kepatuhan regulasi yang mendukung ketahanan sistem kesehatan nasional. Metode yang digunakan adalah tinjauan pustaka naratif (narrative literature review) terhadap regulasi dan literatur ilmiah yang berlaku di Indonesia maupun internasional. Hasil kajian menunjukkan bahwa praktik kefarmasian yang profesional dan taat aturan mampu menekan angka kesalahan pengobatan, mengurangi beban biaya kesehatan, serta menjamin ketersediaan obat dalam kondisi darurat. Kontribusi bidang kefarmasian teridentifikasi melalui empat jalur utama, yaitu penjaminan mutu, keamanan, dan ketersediaan sediaan farmasi; perwujudan penggunaan obat yang rasional dan aman; peningkatan literasi kesehatan masyarakat; serta penopang ketahanan kesehatan nasional melalui kemandirian penyediaan obat esensial dan vaksin. Disimpulkan bahwa optimalisasi peran seluruh tenaga kefarmasian menjadi salah satu pilar kunci dalam mewujudkan masyarakat yang sehat dan mandiri, yang pada gilirannya memperkokoh ketahanan nasional Indonesia.
KEMAMPUAN SERBUK BIJI ASAM JAWA (Tamarindus indica L.) DALAM MENURUNKAN KEKERUHAN DAN BIOCHEMICAL OXYGEN DEMAND (BOD) PADA AIR LIMBAH DOMESTIK DI KELURAHAN MAMBORO KOTA PALU Gusman Gusman; Tjitrowati Djaafar; Herlina Susanto Sunuh
Medical Studies and Health Journal (SEHAT) Vol. 3 No. 2 (2026): Medical Studies and Health Journal (SEHAT)
Publisher : Penelitian dan Pengembangan Ilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62207/r3je7t82

Abstract

Air limbah domestik mengandung partikel tersuspensi dan bahan organik yang dapat menurunkan kualitas badan air apabila dibuang tanpa pengolahan yang memadai. Biji asam jawa (Tamarindus indica L.) mengandung protein, polisakarida dan tanin yang dapat berperan sebagai polielektrolit alami dalam proses koagulasi–flokulasi. Penelitian ini bertujuan mengetahui kemampuan serbuk biji asam jawa dalam menurunkan kekeruhan dan Biochemical Oxygen Demand (BOD) air limbah domestik di Kelurahan Mamboro, Kota Palu. Penelitian menggunakan eksperimen murni dengan desain pretest–posttest with control group yang dilaksanakan di Laboratorium Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Palu pada 7–11 Mei 2026. Variasi dosis untuk kekeruhan adalah 0,5; 1,5; 2,5; dan 3,5 g/L, sedangkan untuk BOD adalah 4; 6; 8; dan 10 g/L, dengan empat kali replikasi menggunakan jar test. Nilai awal kekeruhan dan BOD masing-masing 253 NTU dan 337 mg/L. Setelah perlakuan, kekeruhan menjadi 102,65; 101,13; 96,18; dan 91,33 NTU dengan penurunan 59,43%; 60,03%; 61,98%; dan 63,90%. BOD menjadi 133,39; 84,90; 66,60; dan 64,84 mg/L dengan penurunan 60,42%; 74,81%; 80,23%; dan 80,76%. Dosis tertinggi yang diuji menghasilkan penurunan terbesar, tetapi BOD akhir masih melampaui baku mutu yang digunakan dalam penelitian. Serbuk biji asam jawa berpotensi digunakan sebagai biokoagulan tahap awal atau pengolahan pendahuluan dan perlu dikombinasikan dengan proses lanjutan sebelum air limbah dibuang ke lingkungan.