cover
Contact Name
Muhammad Syafiq
Contact Email
yppijurnal@gmail.com
Phone
+6282170781263
Journal Mail Official
yppijurnal@gmail.com
Editorial Address
Jalan Tuanku Tambusai, Pekanbaru, Riau - Indonesia
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
SEHAT
ISSN : -     EISSN : 30464544     DOI : ttps://doi.org/10.62207
Core Subject : Health, Science,
Medical Studies and Health Journal (SEHAT) is an open access, peer-reviewed journal published. SEHAT encompasses basic, molecular, and clinical aspects of medical sciences, including diagnosis, treatment, prevention, and epidemiology of communicable and non-communicable diseases in the world.
Articles 53 Documents
THE IMPACT OF STREET FOOD CONSUMPTION ON ADOLESCENTS' NUTRITIONAL STATUS Dwi Valentin Febiyana; Septa Indra Puspikawati
Medical Studies and Health Journal (SEHAT) Vol. 2 No. 2 (2025): Medical Studies and Health Journal (SEHAT)
Publisher : Penelitian dan Pengembangan Ilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62207/xs4rt056

Abstract

Makanan jalanan (street food) adalah jenis makanan dan minuman siap saji yang umumnya disiapkan dan dijual di tempat umum seperti di pinggir jalan. Makanan jalanan sangat populer, terutama di kalangan remaja, karena mudah diakses, cepat disajikan, murah, dan memiliki berbagai variasi rasa. Namun, makanan jalanan cenderung rendah kandungan gizinya dan tidak seimbang secara nutrisi. Pola konsumsi yang tidak seimbang dapat menyebabkan kelebihan asupan energi dan berdampak negatif terhadap status gizi, seperti obesitas pada remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis dampak konsumsi makanan jalanan terhadap status gizi remaja dengan menganalisis tinjauan literatur. Artikel ini ditulis menggunakan metode tinjauan literatur melalui empat tahap, yaitu identifikasi, penyaringan, kelayakan, dan hasil yang diterima. Hasil analisis menunjukkan bahwa mengkonsumsi jajanan yang tinggi karbohidrat, lemak, gula, dan garam akan berdampak negatif terhadap status gizi dan kesehatan. Remaja yang mengkonsumsi jajanan tinggi energi melebihi kebutuhan akan mengalami peningkatan berat badan akibat kelebihan energi, yang selanjutnya akan mempengaruhi kesehatannya. Namun, jika remaja mampu memilih jajanan dengan nilai gizi yang memadai, mengonsumsinya sesuai kebutuhan, serta memperhatikan jenis jajanan yang dikonsumsi untuk mengoptimalkan status gizinya, hal ini akan berdampak positif terhadap kesehatannya. Oleh karena itu, disarankan agar remaja lebih selektif dalam memilih jajanan dengan memperhatikan kandungan gizinya serta mengkonsumsinya dalam jumlah yang sesuai dengan kebutuhan agar status gizi dan kesehatannya tetap optimal.
ANALISIS FAKTOR  PEMICU YANG BERHUBUNGAN DENGAN GANGGUAN MOTORIK BERDASARKAN MANIFESTASI KLINIS PADA PENDERITA HIPERTENSI PASCA STROKE (DI PUSKESMAS PAJARAKAN) Novita Novita; Achmad Kusyairi; Nafolion Nur Rahmat
Medical Studies and Health Journal (SEHAT) Vol. 2 No. 2 (2025): Medical Studies and Health Journal (SEHAT)
Publisher : Penelitian dan Pengembangan Ilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62207/50adsf94

Abstract

Gangguan motorik adalah kelainan pada sistem saraf yang menyebabkan gerakan tubuh tidak normal. Gangguan ini bisa berupa kelemahan, kelumpuhan, atau gerakan tidak disengaja. Gangguan motorik bisa disebabkan oleh kerusakan pada saraf motorik di otak dan sumsum tulang belakang. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui faktor apa saja yang mempengaruhi gangguan motorik pada penderita hipertensi pasca stroke di Puskesmas Pajarakan. Desain penelitian ini desain studi analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi 94 dan Sampel 76 responden pada tanggal 29 juni - 04 juli 2025 dengan penderita hipertensi pasca stroke yang memenuhi kriteria inklusi dan kriteria eksklusi yang diambil dengan cara Simple Random Sampling. Instrumen penelitian menggunakan lembar kuesioner dan lembar observasi.  Data yang diperoleh dilakukan uji statistik analisis bivariat dengan uji Spearman’s Rank dan regresi logistic untuk mencari faktor dominan. Hasil penelitian didapatkan variabel perilaku kebiasaan merokok ρ= 0,604, IMT ρ= 0,009, nilai ρ aktivitas fisik = 0,000. Hal ini menunjukkan ada hubungan faktor IMT dan aktivitas fisik. Dan didapatkan faktor dominan yang mempengaruhi gangguan motorik adalah faktor aktivitas fisik dengan nilai wald 22,554. Dari hasil penelitian ini didapatkan faktor yang paling dominan mempengaruhi gangguan motorik pada penderita hipertensi pasca stroke adalah aktivitas fisik. Responden dengan aktivitas fisik rendah perlu secara aktif mengelola kondisi mereka untuk mengurangi terjadinya gangguan motorik. Untuk itu menerapkan gaya hidup sehat sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Selain menjaga pola aktivitas fisik maka perlu untuk mengurangi kebiasaan buruk seperti perilaku kebiasaan merokok, dan mengontrol pola makan.
PENGARUH EDUKASI GIZI METODE EMO DEMO TERHADAP PERILAKU PEMBERIAN MAKAN ANAK USIA 5-6 TAHUN DI TK DEWI RENGGANIS KRUCIL Krisdiya Nursyahriya; Dodik Hartono; Nafolion Nur Rahmat
Medical Studies and Health Journal (SEHAT) Vol. 2 No. 2 (2025): Medical Studies and Health Journal (SEHAT)
Publisher : Penelitian dan Pengembangan Ilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62207/92ebnf36

Abstract

Anak usia dini merupakan periode emas dalam proses tumbuh kembang, terutama pada usia 5–6 tahun. Pada masa ini, pemberian makan yang tepat sangat penting untuk mendukung kesehatan dan perkembangan optimal anak. Namun, masih banyak orang tua yang memiliki keterbatasan pengetahuan dan praktik dalam pemberian makan, yang menyebabkan pola makan anak menjadi kurang tepat. Sehingga menyebabkan terjadinya gizi buruk yang dapat mempengaruhi tumbuh kembang anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi gizi metode Emo-Demo terhadap perilaku pemberian makan pada anak usia 5–6 tahun. Desain penelitian yang digunakan adalah pra-eksperimen dengan pendekatan one-group pretest-posttest design. Populasi sebanyak 88, dan sampel sebanyak 66 ibu yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Intervensi edukasi dilakukan dalam empat sesi yang mencakup pretest, dua kali pemberian edukasi dengan metode Emo-Demo, dan posttest. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner perilaku pemberian makan dengan indikator frekuensi makan, jumlah makanan, dan jenis makanan. Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam perilaku pemberian makan yang tepat sebelum dan setelah dilakukan intervensi edukasi gizi metode Emo-Demo. Hasil uji statistik didapatkan nilai p-value = 0,000 (p < 0,05), yang berarti ada pengaruh antara edukasi gizi metode Emo Demo terhadap perilaku pemberian makan. Edukasi dengan metode Emo-Demo terbukti efektif dalam meningkatkan perilaku pemberian makan pada anak. Pendekatan ini dapat menjadi strategi edukatif yang menarik dalam upaya pencegahan gizi buruk pada anak. 
HUBUNGAN SUBJECTIVE WELLL BEING DENGAN PERILAKU  PENCEGAHAN KOMPLIKASI PADA PENDERITA HIPERTENSI DI DESA POHSANGIT LERES Nur Hasanah; Achmad Kusyairi; Nafolion Nur Rahmat
Medical Studies and Health Journal (SEHAT) Vol. 2 No. 2 (2025): Medical Studies and Health Journal (SEHAT)
Publisher : Penelitian dan Pengembangan Ilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62207/fd583f50

Abstract

Hipertensi merupakan tekanan darah persisten dengan tekanan darah sistoliknya di atas 140 mmHg dan diastoliknya di atas 90 mmHg. Hipertensi sering disebut pembunuh diam-diam (silent killer) karena tidak memberikan gejala yang khas, tetapi bisa meningkatkan kejadian stroke, serangan jantung, penyakit ginjal kronik bahkan kebutaan jika tidak dikontrol dan dikendalikan dengan baik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Hubungan subjective well-being dengan perilaku pencegahan komplikasi pada penderita hipertensi di Desa Pohsangit Leres Kabupaten Probolinggo. Metode penelitian deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional yang dilakukan di desa pohsangit leres. populasi pada penelitian ini sebanyak 115 responden dengan besar sampel 96 responden menggunakan Proportionate random sampling. Instrumen penelitian menggunakan lembar kuesioner The BBC Subjective Well being scale (BBC-SWB) dan lembar kuesioner. Analisis data pada penelitian ini menggunakan spearman Rank.  Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden menderita hipertensi usia 46-55 tahun. Sebagian besar responden memiliki subjective well-being baik 44 (45.8%). Sedangkan pada perilaku pencegahan komplikasi hipertensi baik 39 (40.6%). Analisis bivariat menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara subjective well-being dan dengan perilaku pencegahan komplikasi hipertensi (p-value <0,05). Peningkatan subjective well-being berkontribusi positif terhadap perilaku pencegahan komplikasi pada penderita hipertensi. Edukasi kesehatan yang menekankan peningkatan subjective well-being disarankan untuk mendukung upaya pencegahan komplikasi hipertensi. 
PENGARUH HEALTH COACHING TERHADAP KEPATUHAN DIET RENDAH PURIN PADA PENDERITA ASAM URAT DI DESA TIRIS KECAMATAN TIRIS KABUPATEN PROBOLINGGO Izzatul Lailiyah; Rizka Yunita; Iin Aini Isnawati
Medical Studies and Health Journal (SEHAT) Vol. 2 No. 2 (2025): Medical Studies and Health Journal (SEHAT)
Publisher : Penelitian dan Pengembangan Ilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62207/dxzkwv40

Abstract

Penyakit asam urat merupakan gangguan metabolisme yang sering dijumpai di masyarakat dan dapat menurunkan kualitas hidup penderita akibat gejala nyeri yang ditimbulkan. Salah satu upaya pengelolaan adalah dengan kepatuhan diet rendah purin. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh metode Health Coaching terhadap kepatuhan diet rendah purin pada penderita asam urat.Penelitian ini menggunakan metode pre-eksperimental dengan desain one group pre-test and post-test. Sampel berjumlah 30 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan modul Health Coaching dan kuesioner kepatuhan diet rendah purin sebelum dan sesudah intervensi. Intervensi berupa Health Coaching diberikan selama 4x dalam 1 bulan. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test.. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kepatuhan diet rendah purin setelah diberikan Health Coaching, dengan hasil uji Wilcoxon Signed Rank Test diperoleh nilai ρ=0,000<α=0,05, yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara kepatuhan sebelum dan sesudah diberikan intervensi Health Coaching dengan mengidentifikasi kepatuhan diet rendah purin sebelum dan sesudah dilakukan Health Coaching. Health Coaching efektif meningkatkan kepatuhan diet rendah purin pada penderita asam urat. Health Coaching bertujuan membantu individu meningkatkan kesadaran diri, motivasi, dan kemampuan dalam menerapkan perilaku sehat secara mandiri. Saran untuk peneliti selanjutnya diharapkan dapat diterapkan sebagai edukasi kesehatan yang membantu mengatur pola makan untuk mencegah kekambuhan penyakit asam urat.
PENGARUH SENAM MATA METODE BATES TERHADAP TINGKAT ASTENOPIA PADA REMAJA USIA 17-18 TAHUN DI PONDOK PUTRI HAFSHAWATY ZAINUL HASAN GENGGONG Husniyatus Syifa; Dodik Hartono; Iin Aini Isnawati
Medical Studies and Health Journal (SEHAT) Vol. 2 No. 2 (2025): Medical Studies and Health Journal (SEHAT)
Publisher : Penelitian dan Pengembangan Ilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62207/8at54g31

Abstract

Astenopia atau kelelahan mata merupakan salah satu gangguan visual yang sering terjadi akibat penggunaan otot mata secara berlebihan, terutama saat melakukan aktivitas jarak dekat seperti membaca, menatap layar laptop, komputer, atau smartphone dalam waktu yang lama. Keadaan ini sering dialami oleh kalangan remaja, terutama mereka yang sedang menempuh jenjang kelas akhir dan menghadapi tekanan akademik yang tinggi. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh senam mata metode bates terhadap tingkat astenopia pada remaja usia 17-18 tahun. Metode penelitian ini menggunakan Pra-Eksperimental dengan pendekatan one group pre-post test. Populasi sebanyak 46 responden dan menggunakan teknik purposive sampling, sehingga didapatkan sample sebanyak 41 responden. Metode yang digunakan dengan cara memberikan senam mata metode bates secara teratur sebanyak 2 minggu dengan frekuensi 6x per minggu, sehingga total terdapat 12 sesi latihan. Setiap sesi latihan berlangsung selama kurang lebih 20-30 menit, Latihan ini dilakukan untuk menurunkan tingkat astenopia. Instrumen yang digunakan yaitu lembar kuesioner visual Fatigue (VT) untuk mengetahui tingkat astenopia kemudian data dikumpulkan dan dianalisis menggunakan uji wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata tingkat astenopia sebelum dilakukan senam mata metode bates adalah 5,0. Sedangkan Setelah dilakukan senam mata metode bates nilai rata-rata tingkat astenopia menjadi 3,5. Hasil uji analisis didapatkan ada pengaruh senam mata metode bates terhadap tingkat astenopia pada remaja usia 17-18 tahun di Pondok Pesantren Hafshawaty Zainul Hasan Genggong dengan ρ-value = 0.000 sehingga <α =0.05 Senam mata metode bates efektif untuk melatih fleksibilitas, mengurangi ketegangan otot mata, serta memberikan efek relaksasi sehingga dapat menurunkan tingkat astenopia pada remaja. Latihan ini dapat menjadi solusi sederhana yang dapat diterapkan secara mandiri maupun dalam program kesehatan pesantren untuk meningkatkan kenyamanan visual.
HUBUNGAN RIWAYAT PENYAKIT KELUARGA DAN JENIS KELAMIN DENGAN KEJADIAN DIABETES MELITUS DI DESA SUMBERANYAR Lutfiatun Hasanah; Ro’isah Ro’isah; Erna Handayani
Medical Studies and Health Journal (SEHAT) Vol. 2 No. 2 (2025): Medical Studies and Health Journal (SEHAT)
Publisher : Penelitian dan Pengembangan Ilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62207/hbmxy876

Abstract

Diabetes Melitus tetap menjadi masalah kesehatan global yang terus berkembang, dengan prevalensi yang terus meningkat dan berdampak signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat. Faktor risiko yang tidak dapat dimodifikasi seperti riwayat penyakit keluarga dan jenis kelamin diakui sebagai kontributor penting terhadap perkembangan penyakit ini. Dalam konteks Desa Sumberanyar, observasi awal menunjukkan tingginya konsentrasi kasus, sehingga diperlukan kajian lebih mendalam terhadap faktor-faktor penentu tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara riwayat keluarga dan jenis kelamin dengan kejadian Diabetes Melitus pada masyarakat setempat. Desain penelitian analitik observasional dengan pendekatan potong lintang digunakan, melibatkan responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dan lembar observasi, kemudian dianalisis secara univariat, bivariat, dan multivariat. Temuan penelitian menunjukkan bahwa baik riwayat keluarga maupun jenis kelamin memiliki hubungan yang bermakna dengan kejadian Diabetes Melitus. Analisis multivariat lebih lanjut mengidentifikasi riwayat keluarga sebagai faktor yang paling berpengaruh dalam meningkatkan kerentanan terhadap penyakit ini. Hasil ini menekankan pentingnya intervensi promotif dan preventif sejak dini, terutama bagi individu dengan predisposisi keluarga, untuk menurunkan risiko dan beban Diabetes Melitus di masyarakat.
EFEKTIVITAS MODEL CONTINUITY OF CARE BERBASIS BIDAN TERHADAP PENINGKATAN KESEHATAN IBU DAN BAYI Redha Ulfa
Medical Studies and Health Journal (SEHAT) Vol. 2 No. 3 (2025): Medical Studies and Health Journal (SEHAT)
Publisher : Penelitian dan Pengembangan Ilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62207/a6e5mc77

Abstract

Angka kematian ibu dan bayi tetap menjadi tantangan global akibat model pelayanan kesehatan yang terfragmentasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mekanisme transformatif model Midwife-Led Continuity of Care (MLCC) dalam meningkatkan kualitas asuhan klinis dan pengalaman persalinan. Tinjauan naratif sistematis dilakukan terhadap literatur dari basis data PubMed, Scopus, ScienceDirect, dan Cochrane (2014-2024). Analisis tematik digunakan untuk mensintesis data mengenai mekanisme klinis, psikososial, dan sistemik pada model MLCC. Temuan menunjukkan bahwa MLCC secara signifikan meningkatkan deteksi dini risiko melalui hubungan terapeutik yang kuat dan komunikasi yang transparan. Secara fisiologis, model ini mereduksi intervensi medis iatrogenik, seperti seksio sesarea dan induksi sintetis, dengan menghormati ritme biologis persalinan. Selain itu, dukungan berkelanjutan terbukti memitigasi stres melalui regulasi jalur psikoneuroendokrinologi, yang meningkatkan kadar oksitosin alami dan menstabilkan poros HPA. Integrasi kerangka Donabedian mengonfirmasi bahwa sinergi antara struktur tim bidan yang otonom dan proses asuhan yang berpusat pada perempuan menghasilkan luaran kesehatan yang lebih resilien. MLCC merupakan strategi sistemik yang efektif untuk mentransformasi asuhan maternal dari reaktif menjadi proaktif. Integrasi model ini ke dalam kebijakan nasional sangat direkomendasikan untuk mencapai target SDGs.
HUBUNGAN FASILITAS DAN PENEGAKAN PERATURAN TERHADAP KENYAMANAN PASIEN DI RUANG RAWAT INAP RSUD UNDATA PROVINSI SULAWESI TENGAH Nurliah Nurliah; Masri Dg Taha; I Made Rio Dwijayanto
Medical Studies and Health Journal (SEHAT) Vol. 2 No. 3 (2025): Medical Studies and Health Journal (SEHAT)
Publisher : Penelitian dan Pengembangan Ilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62207/h3j3dz67

Abstract

Kenyamanan pasien merupakan salah satu indikator penting dalam menilai mutu pelayanan rumah sakit. Ketersediaan fasilitas yang memadai serta penegakan peraturan yang optimal berperan besar dalam menciptakan lingkungan perawatan yang aman, tertib, dan nyaman. Namun, berdasarkan hasil observasi di ruang rawat inap kelas III RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah, masih ditemukan keluhan pasien terkait keterbatasan fasilitas dan belum optimalnya penerapan peraturan rumah sakit yang berdampak pada tingkat kenyamanan selama menjalani perawatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara fasilitas rumah sakit dan penegakan peraturan dengan tingkat kenyamanan pasien di ruang rawat inap kelas III RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional. Jumlah responden sebanyak 122 pasien yang dipilih menggunakan teknik consecutive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner, kemudian dianalisis menggunakan uji chi-square dengan tingkat signifikansi < 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden menilai fasilitas rumah sakit dan penegakan peraturan masih kurang, serta tingkat kenyamanan pasien tergolong rendah. Analisis statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara fasilitas dengan kenyamanan pasien (p = 0,015) serta antara penegakan peraturan dengan kenyamanan pasien (p = 0,001). Dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara fasilitas rumah sakit dan penegakan peraturan terhadap kenyamanan pasien di ruang rawat inap kelas III RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah.
PENGARUH USIA, MASA KERJA, DAN DURASI KERJA TERHADAP KELUHAN MUSCULOSKELETAL DISORDERS (MSDS) PADA PENGRAJIN BATIK DI SENDANGDUWUR, LAMONGAN Putri Fortuna Salsabila
Medical Studies and Health Journal (SEHAT) Vol. 2 No. 3 (2025): Medical Studies and Health Journal (SEHAT)
Publisher : Penelitian dan Pengembangan Ilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62207/fa92bn21

Abstract

Musculoskeletal Disorders (MSDs) merupakan masalah kesehatan kerja yang memengaruhi sistem muskuloskeletal, termasuk otot, saraf, tendon, sendi, tulang rawan, dan diskus intervertebralis. Pengrajin batik merupakan kelompok yang rentan mengalami MSDs akibat gerakan berulang, postur duduk yang berkepanjangan, serta jam kerja yang lama. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh usia, masa kerja, dan durasi kerja terhadap keluhan musculoskeletal disorders pada pengrajin batik di Sendangduwur, Lamongan. Penelitian ini menggunakan desain studi potong lintang dengan pendekatan observasional analitik. Pengumpulan data dilakukan pada pengrajin batik melalui penilaian terstruktur untuk mengidentifikasi keluhan muskuloskeletal serta karakteristik individu dan pekerjaan. Analisis difokuskan pada identifikasi pola dan hubungan antara faktor individu dan faktor pekerjaan dengan kejadian keluhan MSDs. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengrajin yang berusia lebih tua cenderung mengalami keluhan muskuloskeletal yang lebih tinggi dibandingkan pengrajin yang lebih muda. Masa kerja yang lebih lama juga berkaitan dengan peningkatan keluhan muskuloskeletal, yang mencerminkan akumulasi paparan risiko ergonomi dalam jangka panjang. Selain itu, durasi kerja harian yang lebih panjang berkontribusi terhadap tingginya keluhan MSDs, sebagai dampak dari postur statis yang berkepanjangan dan aktivitas kerja yang repetitif dalam proses pembuatan batik. Secara keseluruhan, usia, masa kerja, dan durasi kerja menunjukkan hubungan yang positif dan bermakna terhadap terjadinya keluhan musculoskeletal disorders pada pengrajin batik. Penelitian ini menegaskan pentingnya penerapan intervensi ergonomi, pengaturan waktu kerja dan istirahat, serta peningkatan kesadaran kesehatan kerja untuk menurunkan risiko musculoskeletal disorders pada industri kerajinan tradisional. Temuan ini memberikan kontribusi terhadap literatur kesehatan kerja dengan menyajikan bukti empiris dari sektor kerja informal, serta memiliki implikasi bagi pengembangan strategi pencegahan dan kebijakan kesehatan kerja.