cover
Contact Name
Muhammad Syafiq
Contact Email
yppijurnal@gmail.com
Phone
+6282170781263
Journal Mail Official
yppijurnal@gmail.com
Editorial Address
Jalan Tuanku Tambusai, Pekanbaru, Riau - Indonesia
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
SEHAT
ISSN : -     EISSN : 30464544     DOI : ttps://doi.org/10.62207
Core Subject : Health, Science,
Medical Studies and Health Journal (SEHAT) is an open access, peer-reviewed journal published. SEHAT encompasses basic, molecular, and clinical aspects of medical sciences, including diagnosis, treatment, prevention, and epidemiology of communicable and non-communicable diseases in the world.
Articles 53 Documents
PENGARUH KONSELING GIZI DAN KEPEMILIKAN JAMINAN KESEHATAN TERHADAP KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI KECAMATAN KALISAT KABUPATEN JEMBER Alya Nabilah
Medical Studies and Health Journal (SEHAT) Vol. 2 No. 3 (2025): Medical Studies and Health Journal (SEHAT)
Publisher : Penelitian dan Pengembangan Ilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62207/va3v3527

Abstract

Stunting masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat utama di Indonesia, khususnya di wilayah yang ditetapkan sebagai daerah prioritas intervensi. Kabupaten Jember, termasuk Kecamatan Kalisat, terus menghadapi beban stunting yang tinggi disertai keterbatasan akses dan pemanfaatan layanan kesehatan primer, terutama konseling gizi. Rendahnya keterlibatan dalam layanan kesehatan preventif dan promotif diakui sebagai faktor yang berkontribusi terhadap gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh konseling gizi dan kepemilikan jaminan kesehatan terhadap kejadian stunting pada balita di Kecamatan Kalisat. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan kasus–kontrol, melibatkan balita yang diklasifikasikan ke dalam kelompok stunting dan tidak stunting. Analisis data dilakukan menggunakan regresi logistik untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pendidikan ibu dan paparan terhadap konseling gizi merupakan determinan utama kejadian stunting pada balita, sedangkan kepemilikan jaminan kesehatan tidak menunjukkan hubungan langsung. Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan pendidikan ibu serta peningkatan jangkauan dan kualitas layanan konseling gizi di tingkat pelayanan kesehatan primer sebagai strategi kunci dalam upaya penurunan stunting di wilayah berisiko tinggi.
KESIAPSIAGAAN DARURAT MEDIS: IDENTIFIKASI RISIKO, IMPLEMENTASI DAN EVALUASI PELATIHAN BASIC LIFE SUPPORT  (STUDI KASUS: PT YTL PAITON PROBOLINGGO JAWA TIMUR) Ulfiatul Azizah
Medical Studies and Health Journal (SEHAT) Vol. 2 No. 3 (2025): Medical Studies and Health Journal (SEHAT)
Publisher : Penelitian dan Pengembangan Ilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62207/mt33dh67

Abstract

Tempat kerja merupakan area yang memiliki berbagai sumber bahaya, salah satunya adalah risiko penyakit kardiovaskuler yang dapat menyebabkan henti jantung dan nafas. PT YTL Jawa Timur, sebagai pembangkit listrik tenaga uap, memiliki risiko operasional tinggi seperti bekerja di ketinggian, area dekat laut, dan penggunaan bahan kimia yang berpotensi menyebabkan kondisi darurat medis. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi risiko henti jantung dan nafas serta mengevaluasi implementasi pelatihan Basic Life Support (BLS) di perusahaan tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya beberapa area berisiko tinggi seperti Jetty, Main Office, CCR, Boiler, dan WTP. Implementasi pelatihan BLS dilakukan secara berkala mencakup pemaparan materi, tes tertulis, dan praktek menggunakan peralatan seperti mannequin, CPR monitor, dan AED. Pelatihan ini penting untuk memastikan kesiapsiagaan karyawan dalam memberikan pertolongan pertama yang cepat dan tepat guna mencegah fatalitas di tempat kerja
GAMBARAN PENGETAHUAN DAN SIKAP PEKERJA SEX KOMERSIAL DI JALUR PANTAI UTARA TERHADAP PENGGUNAAN OBAT TANPA RESEP DOKTER Kusno Haryanto
Medical Studies and Health Journal (SEHAT) Vol. 2 No. 3 (2025): Medical Studies and Health Journal (SEHAT)
Publisher : Penelitian dan Pengembangan Ilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62207/jse45g15

Abstract

Penggunaan obat tanpa resep dokter masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat, terutama pada kelompok rentan seperti pekerja seks komersial (PSK) yang bekerja di wilayah dengan akses layanan kesehatan terbatas. Penelitian ini bertujuan menggambarkan pengetahuan dan sikap PSK di Jalur Pantai Utara (Pantura) terhadap penggunaan obat tanpa resep dokter. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi di tiga titik lokasi serta wawancara mendalam dengan lima informan, terdiri atas tiga PSK, seorang penjual obat kios informal, dan seorang koordinator lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akses obat yang sangat mudah, rendahnya literasi obat, serta sikap permisif terhadap penggunaan obat menjadi faktor dominan yang mempengaruhi praktik swamedikasi. Pembahasan memperlihatkan bahwa perilaku ini tidak hanya dipengaruhi oleh faktor individual, tetapi juga oleh lingkungan sosial dan ekonomi, termasuk peran penjual obat dan koordinator lapangan yang memperkuat pola penggunaan obat tanpa resep. Selain itu, kendala seperti stigma, biaya, dan waktu membuat PSK lebih memilih solusi cepat melalui swamedikasi dibandingkan konsultasi medis. Kesimpulannya, praktik penggunaan obat tanpa resep di kalangan PSK merupakan fenomena kompleks yang membutuhkan intervensi edukasi, pengawasan distribusi obat, serta peningkatan akses layanan kesehatan yang ramah dan mudah dijangkau.
HUBUNGAN SELF CARE MANAGEMENT DENGAN KUALITAS HIDUP PASIEN CHRONIC KIDNEY DISEASE (CKD) DI RUANG HEMODIALISA RSUD UNDATA PROVINSI SULAWESI TENGAH Anisa A. Paba; Sisilia Rammang; Ismunandar Wahyu Kindang
Medical Studies and Health Journal (SEHAT) Vol. 2 No. 4 (2025): Medical Studies and Health Journal (SEHAT)
Publisher : Penelitian dan Pengembangan Ilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62207/xsnfgz98

Abstract

Chronic Kidney Disease (CKD) merupakan kondisi penurunan fungsi ginjal yang bersifat progresif dan irreversible, sehingga pasien memerlukan terapi hemodialisa seumur hidup. Kondisi ini tidak hanya berdampak pada aspek fisik, tetapi juga mempengaruhi aspek psikologis, sosial, dan spiritual pasien. Oleh karena itu, self care management menjadi komponen penting dalam membantu pasien mengelola penyakit, mencegah terjadinya komplikasi, serta meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self care management dengan kualitas hidup pasien CKD yang menjalani hemodialisa di RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian berjumlah 117 pasien CKD yang menjalani hemodialisa, dengan sampel sebanyak 54 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner Self Care of CKD Index dan WHOQOL-BREF. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan p ≤ 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki self care management yang rendah (37%) dan kualitas hidup yang buruk (63%). Uji Chi-Square menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara self care management dengan kualitas hidup pasien CKD, dengan nilai p = 0,001. Terdapat hubungan yang bermakna antara self care management dengan kualitas hidup pasien CKD. Peningkatan kemampuan perawatan diri melalui edukasi yang berkelanjutan serta dukungan keluarga sangat diperlukan agar pasien lebih mandiri dan kualitas hidupnya dapat meningkat.
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN LANSIA TENTANG OSTEOPOROSIS DI DUSUN KRAJAN DESA KALIBARU KULON KECAMATAN KALIBARU BANYUWANGI Hendrik Probo Sasongko; Setyo Kurniawan; Dita Oktaviana Hapsari
Medical Studies and Health Journal (SEHAT) Vol. 2 No. 4 (2025): Medical Studies and Health Journal (SEHAT)
Publisher : Penelitian dan Pengembangan Ilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62207/qje7vz50

Abstract

Osteoporosis merupakan masalah kesehatan utama pada lanjut usia karena dampaknya terhadap kekuatan tulang dan meningkatnya risiko fraktur. Kondisi ini ditandai dengan penurunan massa tulang yang menyebabkan berkurangnya ketahanan tulang serta keterbatasan fungsional dalam aktivitas sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan tingkat pengetahuan lansia tentang osteoporosis di Dusun Krajan, Desa Kalibaru Kulon, Kecamatan Kalibaru, Kabupaten Banyuwangi. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan melibatkan lansia sebagai populasi penelitian, dan pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner terstruktur. Variabel yang dikaji adalah tingkat pengetahuan lansia mengenai osteoporosis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan yang cukup tentang osteoporosis, sementara sebagian lainnya menunjukkan pengetahuan yang terbatas atau baik. Temuan ini mengindikasikan bahwa meskipun kesadaran dasar tentang osteoporosis telah dimiliki oleh lansia, masih terdapat kesenjangan pemahaman. Oleh karena itu, penguatan edukasi kesehatan dan informasi pencegahan yang disesuaikan dengan kebutuhan lansia diperlukan untuk meningkatkan pemahaman tentang osteoporosis dan mendukung penuaan yang sehat.
INTERVENSI FARMAKOLOGIS UNTUK XANTHELASMA: ANALISIS PROFIL EFIKASI DAN KEAMANAN Fatimah Syam
Medical Studies and Health Journal (SEHAT) Vol. 2 No. 4 (2025): Medical Studies and Health Journal (SEHAT)
Publisher : Penelitian dan Pengembangan Ilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62207/qbc5v388

Abstract

Xanthelasma pada kelopak mata (XP) merupakan gangguan estetika yang sering berkaitan dengan dislipidemia. Meskipun teknik destruktif fisik lazim digunakan, risiko skar dan rekurensi tetap tinggi. Tinjauan ini mengevaluasi efektivitas komparatif dan profil keamanan antara agen kimiawi konvensional (TCA) dan agen hipolipidemik terbaru.Analisis naratif dilakukan terhadap literatur dari PubMed, Scopus, dan Cochrane (2016–2026) dengan fokus pada mekanisme farmakodinamik dan hasil klinis. TCA memberikan resolusi cepat (1 minggu) melalui nekrosis protein namun berisiko tinggi menyebabkan hiperpigmentasi dan jaringan parut pada kulit Fitzpatrick IV–VI. Agen hypolipidemic (topikal/intralesi) menunjukkan resolusi lebih lambat (4 - 12 minggu) tetapi menawarkan profil keamanan superior tanpa resiko skar permanen karena bekerja melalui modulasi metabolisme lipid lokal. Agen hipolipidemik merupakan alternatif yang menjanjikan dalam dermatologi estetika, terutama untuk area sensitif. Pengembangan sistem penghantaran obat berbasis nanoteknologi diperlukan untuk meningkatkan penetrasi obat di masa mendatang.
KETERLIBATAN ANAK USIA DINI DALAM SIMULASI EVAKUASI: DI RA HAJJAH ZAHARA PERCUT KECAMATAN PERCUT SEI TUAN KABUPATEN DELI SERDANG SUMUT Roismansyah Roismansyah; Kharida Shaleha
Medical Studies and Health Journal (SEHAT) Vol. 2 No. 4 (2025): Medical Studies and Health Journal (SEHAT)
Publisher : Penelitian dan Pengembangan Ilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62207/nt8rww27

Abstract

Anak usia dini merupakan kelompok paling rentan saat bencana karena keterbatasan fisik dan sistem regulasi emosi yang belum matang. Simulasi evakuasi konvensional seringkali hanya fokus pada aspek motorik dan kecepatan waktu, yang justru berisiko meningkatkan kecemasan bencana (disaster anxiety) pada anak. Artikel ini bertujuan untuk mensintesis literatur mengenai dampak simulasi evakuasi terhadap dinamika psikologis anak serta merumuskan strategi intervensi yang aman secara psikologis. Penulisan ini menggunakan pendekatan tinjauan naratif (narrative review) dengan mencari literatur pada pangkalan data Scopus, PubMed, CINAHL, dan ScienceDirect dalam rentang tahun 2016 - 2026. Analisis menunjukkan bahwa simulasi berbasis permainan (play-based) dan keterlibatan aktif dapat membangun mekanisme koping proaktif melalui neuroplastisitas otak. Pengalaman penguasaan (mastery experience) terbukti meningkatkan self-efficacy anak, yang berfungsi sebagai faktor pelindung terhadap gangguan stres pasca trauma (PTSD). Rekomendasi praktis mencakup penerapan paparan bertahap terhadap elemen sensorik, penggunaan narasi (storytelling), dan pentingnya debriefing terstruktur. Integrasi dukungan mental ke dalam simulasi fisik sangat krusial. Model pendidikan bencana yang ramah anak di RA Hajjah Zahara, Deli Serdang, dapat menjadi preseden penting bagi pengembangan resiliensi komunitas sejak usia dini.
PENGARUH PENAMBAHAN WRIST ORTHOSIS DALAM PROGRAM FISIOTERAPI TERHADAP NYERI DAN FUNGSI TANGAN PADA PASIEN CARPAL TUNNEL SYNDROME BILATERAL: STUDI KUASI EKSPERIMENTAL Ellysa Okky Gusma; Gatot Sunarto; Gian Lisuari Adityasiwi; Nathan Agwin Khenda; Nicolas Adi Perdana Susanto
Medical Studies and Health Journal (SEHAT) Vol. 2 No. 4 (2025): Medical Studies and Health Journal (SEHAT)
Publisher : Penelitian dan Pengembangan Ilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62207/nkmt3a21

Abstract

Carpal Tunnel Syndrome (CTS) merupakan neuropati perifer yang sering menyebabkan nyeri dan keterbatasan fungsi tangan sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari. Fisioterapi merupakan terapi konservatif yang umum digunakan, namun efektivitas kombinasi fisioterapi dan wrist orthosis masih memerlukan penguatan bukti klinis. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh penambahan wrist orthosis dalam program fisioterapi terhadap nyeri dan fungsi tangan pada pasien CTS bilateral. Penelitian menggunakan desain quasi-eksperimental dengan pendekatan pretest–posttest two-group design. Sebanyak 60 pasien CTS bilateral dibagi menjadi kelompok kontrol (fisioterapi standar) dan kelompok intervensi (fisioterapi dan wrist orthosis). Intervensi dilakukan selama 4 minggu. Nyeri diukur menggunakan Visual Analog Scale (VAS) dan fungsi tangan dinilai menggunakan kuesioner fungsi tangan. Analisis menggunakan uji paired t-test dan independent t-test dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil menunjukkan penurunan nyeri dan peningkatan fungsi tangan yang signifikan pada kedua kelompok (p<0,001), dengan perbaikan lebih besar pada kelompok intervensi. Disimpulkan bahwa penambahan wrist orthosis dalam program fisioterapi efektif meningkatkan outcome klinis pada pasien CTS bilateral dan dapat dipertimbangkan sebagai bagian dari manajemen konservatif.
PERAN KEWARGANEGARAAN DALAM MENGHADAPI ANCAMAN OBAT ILEGAL TERHADAP HAK KESEHATAN DI INDONESIA Sugiartiningsih Sugiartiningsih; Gina Aulia Amalia; Dicko Raka Pratama; Devina Putri Oktaviani
Medical Studies and Health Journal (SEHAT) Vol. 2 No. 4 (2025): Medical Studies and Health Journal (SEHAT)
Publisher : Penelitian dan Pengembangan Ilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62207/68hj6d93

Abstract

Peredaran obat ilegal di Indonesia merupakan ancaman serius bagi hak kesehatan publik yang dijamin konstitusi. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran strategis kewarganegaraan aktif dalam menghadapi tantangan multidimensional dari produk farmasi tanpa izin edar, obat palsu, dan terkontaminasi. Melalui tinjauan literatur dan analisis data empiris, studi ini mengungkapkan bahwa meskipun kerangka hukum seperti UU Kesehatan dan UU Perlindungan Konsumen telah tersedia, implementasinya masih terhambat oleh rendahnya literasi kesehatan dan digital masyarakat. Temuan menunjukkan bahwa kewarganegaraan tidak hanya berfungsi sebagai status hukum, tetapi sebagai instrumen pengawasan sosial melalui pelaporan aktif dan konsumsi kritis. Penelitian menyimpulkan bahwa penguatan literasi dan mekanisme pengaduan yang responsif merupakan kunci untuk menutup celah distribusi ilegal, terutama di platform daring. Diperlukan kolaborasi lintas sektor untuk membangun sistem pengawasan partisipatif guna memastikan perlindungan hak kesehatan yang berkelanjutan.
PENGARUH WRIST ORTHOSIS DAN EDUKASI POSISI KERJA TERHADAP KELUHAN CARPAL TUNNEL SYNDROME PADA PEKERJA SEPATU Ellysa Okky Gusma; Gatot Sunarto; Gian Lisuari Adityasiwi; Nathan Agwin Khenda; Hana Kristina
Medical Studies and Health Journal (SEHAT) Vol. 2 No. 4 (2025): Medical Studies and Health Journal (SEHAT)
Publisher : Penelitian dan Pengembangan Ilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62207/44zg3r33

Abstract

Neuropati kompresi pada terowongan karpal atau Carpal Tunnel Syndrome (CTS) unilateral merupakan kondisi akibat penekanan nervus medianus pada satu sisi pergelangan tangan yang ditandai nyeri, parestesia, baal, serta penurunan kekuatan genggam yang berdampak pada kapasitas fungsional harian. Pendekatan konservatif direkomendasikan pada derajat ringan hingga sedang, namun efektivitas kombinasi fisioterapi dan wrist orthosis dibandingkan terapi tunggal masih memerlukan penguatan bukti klinis. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas penambahan wrist orthosis pada program fisioterapi terhadap penurunan nyeri dan peningkatan fungsi tangan pada pasien CTS unilateral. Penelitian menggunakan desain quasi-experimental dengan pretest–posttest control group design pada 60 responden yang dibagi menjadi kelompok kontrol (n=30) dan kelompok intervensi (n=30). Intensitas nyeri diukur menggunakan Visual Analog Scale (VAS), sedangkan fungsi tangan dievaluasi melalui Boston Carpal Tunnel Questionnaire (BCTQ). Analisis statistik dilakukan menggunakan paired t-test dan independent t-test dengan taraf signifikansi p<0,05 serta perhitungan effect size Cohen’s d. Hasil menunjukkan kedua kelompok mengalami perbaikan bermakna (p<0,001), namun kelompok intervensi menunjukkan penurunan nyeri lebih besar (Δ=3,65 vs 1,90) serta peningkatan fungsi lebih tinggi (Δ=1,45 vs 0,65) dengan effect size kategori besar (d>0,8). Penambahan wrist orthosis terbukti memberikan manfaat klinis lebih optimal pada CTS unilateral.