cover
Contact Name
Muhammad Syafiq
Contact Email
yppijurnal@gmail.com
Phone
+6282170781263
Journal Mail Official
yppijurnal@gmail.com
Editorial Address
Jalan Tuanku Tambusai, Pekanbaru, Riau - Indonesia
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
SEHAT
ISSN : -     EISSN : 30464544     DOI : ttps://doi.org/10.62207
Core Subject : Health, Science,
Medical Studies and Health Journal (SEHAT) is an open access, peer-reviewed journal published. SEHAT encompasses basic, molecular, and clinical aspects of medical sciences, including diagnosis, treatment, prevention, and epidemiology of communicable and non-communicable diseases in the world.
Articles 62 Documents
HAK KESEHATAN REPRODUKSI BAGI PEREMPUAN DENGAN DISABILITAS: TINJAUAN NARATIF TENTANG ADVOKASI KEPERAWATAN Muhammad Muzakir Fahmi
Medical Studies and Health Journal (SEHAT) Vol. 2 No. 4 (2025): Medical Studies and Health Journal (SEHAT)
Publisher : Penelitian dan Pengembangan Ilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62207/byd1wj41

Abstract

Perempuan dengan disabilitas sering kali mengalami pengabaian hak reproduksi akibat kebijakan yang tidak inklusif dan stigma sosial. Artikel ini bertujuan menganalisis secara kritis hambatan akses kesehatan reproduksi dan merumuskan peran advokasi perawat dalam melindungi hak-hak tersebut. Tinjauan naratif ini mensintesis literatur global dari database PubMed, CINAHL, dan Scopus (2014–2024) dengan fokus pada intervensi klinis, etika keperawatan, dan kebijakan kesehatan. Hambatan akses terbagi menjadi dua dimensi: sistemik (infrastruktur tidak memadai, kebijakan eksklusif) dan interpersonal (stigma, bias aseksualitas, kegagalan komunikasi). Tinjauan ini mengidentifikasi tiga tipologi advokasi keperawatan: Advokasi Pelindung, Pemberdayaan, dan Struktural. Meskipun perawat berperan sebagai jembatan penting, efektivitasnya sering terhambat oleh beban kerja dan kurangnya kompetensi budaya disabilitas.Diperlukan perubahan paradigma menuju asuhan yang mendukung otonomi penuh melalui reformasi pendidikan keperawatan dan standarisasi aksesibilitas institusional guna menjamin keadilan reproduksi bagi perempuan dengan disabilitas.
UJI AKURASI TEGANGAN TABUNG (kV) PADA PESAWAT KONVENSIONAL DI INSTALASI RADIOLOGI RSUD PROF. M. YAMIN SH Cicillia Artitin; Devi Mutia Trinanda; Wahdini Hanifah; Chairun Nisa
Medical Studies and Health Journal (SEHAT) Vol. 3 No. 1 (2026): Medical Studies and Health Journal
Publisher : Penelitian dan Pengembangan Ilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62207/bn0gtc94

Abstract

Kualitas dan keselamatan pelayanan radiodiagnostik bergantung pada kinerja peralatan, karena berpotensi menimbulkan risiko bagi petugas, pasien, dan lingkungan. Pengendalian mutu menjadi mekanisme utama untuk menjamin hal tersebut, salah satunya melalui uji akurasi tegangan tabung pada pesawat sinar-X. Penyimpangan tegangan tabung dapat mempengaruhi kualitas citra serta dosis radiasi yang diterima pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi apakah tegangan tabung pada pesawat sinar-X konvensional masih berada dalam batas toleransi operasional sesuai ketentuan BAPETEN No. 15 Tahun 2014 Pasal 41 ayat (1). Metode yang digunakan adalah eksperimen kuantitatif di Instalasi Radiologi RSUD Prof. M. Yamin SH dengan alat ukur Raysafe. Pengukuran dilakukan pada variasi tegangan 50 kVp, 60 kVp, 70 kVp, 81 kVp, dan 90 kVp, dengan arus 200 mA dan waktu paparan 0,1 detik yang dijaga konstan. Setiap variasi diukur tiga kali dan dihitung nilai rata-ratanya. Hasil menunjukkan tegangan terukur sebesar 50,00 kVp; 59,53 kVp; 69,07 kVp; 81,33 kVp; dan 91,43 kVp dengan deviasi masing-masing 0%; 0,78%; 1,33%; 0,41%; dan 1,59%. Rata-rata penyimpangan sebesar 0,82% masih berada di bawah batas toleransi <10%. Dengan demikian, pesawat sinar-X konvensional di RSUD Prof. M. Yamin SH dinyatakan masih layak digunakan.
HUBUNGAN PERILAKU IBU TERHADAP KEJADIAN ISPA PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TOBOALI TAHUN 2025 Taufik Kurrohman
Medical Studies and Health Journal (SEHAT) Vol. 3 No. 1 (2026): Medical Studies and Health Journal
Publisher : Penelitian dan Pengembangan Ilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62207/mrbeva49

Abstract

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan penyakit menular yang menjadi penyebab utama kesakitan dan kematian pada balita karena sistem kekebalan tubuh mereka yang belum sempurna. Kejadian ISPA sangat berkaitan dengan faktor perilaku ibu dalam pengasuhan dan pencegahan penyakit di lingkungan rumah tangga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan, sikap, dan tindakan ibu dengan kejadian ISPA pada balita di wilayah kerja Puskesmas Toboali. Dengan menggunakan metode observasional analitik melalui pendekatan potong lintang, penelitian ini mengumpulkan data dari ibu balita sebagai responden melalui teknik pengambilan sampel secara aksidental. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan ibu dengan kejadian ISPA pada balita. Namun, ditemukan adanya hubungan yang signifikan pada variabel sikap dan tindakan ibu terhadap kejadian ISPA di wilayah tersebut. Temuan ini menunjukkan bahwa pengetahuan kognitif saja tidak cukup untuk menjamin kesehatan balita jika tidak disertai dengan sikap yang mendukung dan tindakan pencegahan yang nyata dalam kehidupan sehari-hari. Berdasarkan hasil tersebut, disarankan bagi penyedia layanan kesehatan untuk meningkatkan program promosi kesehatan yang berfokus pada perubahan perilaku praktis ibu guna menekan angka kejadian ISPA pada balita secara lebih efektif.
HUBUNGAN KADAR VITAMIN B12 DALAM DARAH, ASUPAN ENERGI DAN AKTIVITAS FISIK DENGAN KETAHANAN KARDIORESPIRASI MAHASISWI DIPLOMA IV JURUSAN GIZI POLTEKKES KEMENKES PADANG Yuska, Defniwita
Medical Studies and Health Journal (SEHAT) Vol. 3 No. 1 (2026): Medical Studies and Health Journal
Publisher : Penelitian dan Pengembangan Ilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62207/v256qy37

Abstract

Tingkat kebugaran pada semua kalangan manusia di beberapa negara di dunia, termasuk di Indonesia, semakin lama semakin menurun. Tidak terkecuali pada mahasiswi Diploma IV Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Padang. Terdapat banyak faktor yang mempengaruhi tingkat kebugaran, antara lain kadar vitamin B12 dalam darah, asupan energi, dan aktivitas fisik. Penulisan ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kadar vitamin B12 dalam darah, asupan energi, dan aktivitas fisik dengan ketahanan kardiorespirasi. Desain penelitian adalah cross-sectional study pada seluruh mahasiswi Diploma IV Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Padang. Tingkat ketahanan kardiorespirasi ditentukan dengan metode Harvard Step Test, kadar vitamin B12 dalam darah dengan metode ELISA, asupan energI dengan Food Frequency Questionnaires (FFQ), tingkat aktivitas fisik dengan kuesioner modifikasi Baecke. Analisa statistik yang digunakan independent t-test dan chi- square. Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan yang signifikan rata-rata kadar vitamin B12 dalam darah antara responden yang ketahanan kardiorespirasinya tidak bugar dengan yang  bugar (p=0,03). Tidak ada perbedaan yang signifikan rata-rata asupan energI per hari antara responden yang ketahanan kardiorespirasinya tidak bugar dengan yang  bugar (p=0,541). Ada hubungan yang signifikan antara tingkat aktivitas fisik dengan ketahanan kardiorespirasi (p=0,003). Kesimpulan penelitian yaitu ada hubungan yang signifikan antara kadar vitamin B12 dalam darah dan aktivitas fisik dengan ketahanan kardiorespirasi responden dan tidak ada hubungan yang signifikan antara asupan energI dengan ketahanan kardiorespirasi responden
PERBEDAAN PENGGUNAAN WEDGE SUPPORT 5 CM, 8 CM DAN TANPA WEDGE SUPPORT PADA PEMERIKSAAN VERTEBRAE LUMBOSACRAL PROYEKSI LATERAL UNTUK MEMPERLIHATKAN INFORMASI ANATOMI YANG LEBIH INFORMATIF Mareta, Santa; Artitin, Cicilia; Nansih, Livia Ade; Alfarezky, Atiah
Medical Studies and Health Journal (SEHAT) Vol. 3 No. 1 (2026): Medical Studies and Health Journal
Publisher : Penelitian dan Pengembangan Ilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62207/a52ndf40

Abstract

Pemeriksaan vertebrae lumbosacral proyeksi lateral memerlukan posisi pasien yang tepat agar struktur anatomi dapat tervisualisasi secara optimal. Penggunaan wedge support berperan membantu penyelarasan tulang belakang sehingga mempengaruhi kualitas gambaran space intervertebralis, foramen intervertebralis, dan margin posterior vertebrae. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kualitas anatomi radiograf vertebrae lumbosacral proyeksi lateral pada penggunaan wedge support 5 cm, 8 cm, dan tanpa wedge support. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain eksperimen yang dilaksanakan pada bulan Oktober 2025 di Laboratorium Radiologi Universitas Baiturrahmah. Sampel penelitian berupa radiograf vertebrae lumbosacral proyeksi lateral dalam tiga kondisi pemeriksaan, yaitu menggunakan wedge support 5 cm, wedge support 8 cm, dan tanpa wedge support. Penilaian kualitas anatomi dilakukan oleh 30 responden yang terdiri dari 5 dokter spesialis radiologi dan 25 radiografer menggunakan kuesioner skala Likert. Data dianalisis menggunakan uji statistik Friedman. Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata kualitas anatomi tertinggi pada penggunaan wedge support 5 cm sebesar 14,73, diikuti wedge support 8 cm sebesar 14,11, dan tanpa wedge support sebesar 13,16. Penggunaan wedge support 5 cm menghasilkan keterbukaan space intervertebralis dan foramen intervertebralis yang lebih merata serta superposisi margin posterior yang optimal. Uji Friedman menunjukkan perbedaan yang signifikan dengan p-value 0,001 (p < 0,05). Dapat disimpulkan bahwa penggunaan wedge support 5 cm merupakan pilihan paling optimal dalam menghasilkan gambaran anatomi vertebrae lumbosacral proyeksi lateral yang informatif.
ANALISIS POTENSI INTERAKSI OBAT PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIS DENGAN PENYAKIT PENYERTA Mutia Nabila; Ziva Elminora. G; Defniwita Yuska
Medical Studies and Health Journal (SEHAT) Vol. 3 No. 1 (2026): Medical Studies and Health Journal
Publisher : Penelitian dan Pengembangan Ilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62207/syg2fm09

Abstract

Gagal ginjal kronis (GGK) merupakan kondisi penurunan fungsi ginjal secara progresif dan irreversible. Pasien GGK umumnya memiliki penyakit penyerta seperti hipertensi, diabetes melitus, anemia, dan gangguan kardiovaskular yang menyebabkan penggunaan obat kombinasi (polifarmasi). Kondisi ini meningkatkan risiko terjadinya interaksi obat yang dapat menurunkan efektivitas terapi dan meningkatkan efek samping. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi interaksi obat pada pasien gagal ginjal kronis dengan penyakit penyerta. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan retrospektif. Data diperoleh dari rekam medis pasien GGK yang menjalani hemodialisis. Analisis interaksi obat dilakukan menggunakan aplikasi drugs.com dan literatur Stockley's Drug Interactions. Interaksi obat dikategorikan berdasarkan tingkat keparahan menjadi mayor, moderat, dan minor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas pasien GGK mengalami polifarmasi dengan rata-rata penggunaan 5-8 jenis obat per pasien. Potensi interaksi obat ditemukan pada sebagian besar pasien, dengan kategori interaksi terbanyak adalah interaksi moderat dan mayor. Interaksi obat yang paling sering terjadi melibatkan obat antihipertensi (ACEI/ARB), diuretik, dan NSAID (fenomena triple whammy), serta interaksi antara suplemen besi dengan obat lain. Pasien gagal ginjal kronis dengan penyakit penyerta memiliki risiko tinggi mengalami interaksi obat akibat polifarmasi. Diperlukan pemantauan terapi obat yang ketat dan kolaborasi interprofesional untuk mencegah Drug Related Problems (DRPs) dan meningkatkan keamanan serta efektivitas terapi.
INTERAKSI TOBACCO DENGAN OBAT DAN PENYAKIT Aulia Nabila Fajarini; Ghea Abelisa Ananda; Jelita Suwandi; Kharina Frizzilya Arralova; Maulida Hafni; Najwatul Izzati; Nayshilia Bulan Rizky; Rahmi Rahayu; Ziva Elminora. G G; Defniwita Yuska; Eva Yuniritha; Deri Andika Putra
Medical Studies and Health Journal (SEHAT) Vol. 3 No. 1 (2026): Medical Studies and Health Journal
Publisher : Penelitian dan Pengembangan Ilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62207/neheqt22

Abstract

Asap rokok dan nikotin berinteraksi dengan obat-obatan dengan mempengaruhi penyerapan, distribusi, metabolisme, dan eliminasi obat sehingga menyebabkan perubahan pada respon obat itu sendiri, sehingga perokok biasanya memerlukan dosis obat yang lebih tinggi. Pencarian artikel dilakukan melalui fitur pencarian lanjutan berbasis ScienceDirect, PubMed, Google Scholar. Yang akhirnya 6 artikel digunakan dalam penelitian ini. Kami menemukan bahwa obat-obatan dapat berinteraksi satu sama lain saat mengkonsumsi beberapa obat sekaligus, tetapi interaksi ini tidak selalu dipengaruhi oleh obat itu sendiri. Terkadang interaksi dapat disebabkan oleh reaksi obat dengan makanan, minuman, dan tembakau. Perokok harus mengkonsumsi dosis obat yang lebih tinggi untuk pengobatan dalam jangka Panjang, yang menyebabkan lebih banyak efek samping. Dalam jangka panjang, tubuh seseorang bisa menjadi resistensi obat dan harus ditingkatkan dosisnya. Penggunaan obat yang berlebihan menyebabkan seseorang mengalami lebih banyak gejala emosional dan fisik. Rokok juga dapat memiliki efek farmakokinetik pada beberapa obat (clozapine, olanzapine dan kokain).
INTERAKSI TOBACCO DENGAN OBAT DAN PENYAKIT Aulia Nabila Fajarini; Ghea Abelisa Ananda; Jelita Suwandi; Kharina Frizzilya Arralova; Maulida Hafni; Najwatul Izzati; Nayshilia Bulan Rizky; Rahmi Rahayu; Siska Marlina; Ziva Elminora. G Elminora; Defniwita Yuska; Eva Yuniritha; Deri Andika Putra
Medical Studies and Health Journal (SEHAT) Vol. 3 No. 1 (2026): Medical Studies and Health Journal
Publisher : Penelitian dan Pengembangan Ilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62207/gwzmdw90

Abstract

Asap rokok dan nikotin berinteraksi dengan obat-obatan dengan mempengaruhi penyerapan, distribusi, metabolisme, dan eliminasi obat sehingga menyebabkan perubahan pada respon obat itu sendiri, sehingga perokok biasanya memerlukan dosis obat yang lebih tinggi. Pencarian artikel dilakukan melalui fitur pencarian lanjutan berbasis ScienceDirect, PubMed, Google Scholar. Yang akhirnya 6 artikel digunakan dalam penelitian ini. Kami menemukan bahwa obat-obatan dapat berinteraksi satu sama lain saat mengkonsumsi beberapa obat sekaligus, tetapi interaksi ini tidak selalu dipengaruhi oleh obat itu sendiri. Terkadang interaksi dapat disebabkan oleh reaksi obat dengan makanan, minuman, dan tembakau. Perokok harus mengkonsumsi dosis obat yang lebih tinggi untuk pengobatan dalam jangka Panjang, yang menyebabkan lebih banyak efek samping. Dalam jangka panjang, tubuh seseorang bisa menjadi resistensi obat dan harus ditingkatkan dosisnya. Penggunaan obat yang berlebihan menyebabkan seseorang mengalami lebih banyak gejala emosional dan fisik. Rokok juga dapat memiliki efek farmakokinetik pada beberapa obat (clozapine, olanzapine dan kokain).
PENGARUH KEBIASAAN MEROKOK TERHADAP METABOLISME DAN EFEKTIVITAS TERAPI OBAT MELALUI INDUKSI ENZIM CYP1A2 Anindhia Putri Kinanti; Assyifa Elvenda; Aulia Maulida; Avrigia Ilmy Muhalla; Diah Rahima Putri; Dwi Rezki Amanda; Nabila Ayumni Azzahra; Olivia Cetrine; Defniwita Yuska; Eva Yuniritha; Deri Andika Putra
Medical Studies and Health Journal (SEHAT) Vol. 3 No. 1 (2026): Medical Studies and Health Journal
Publisher : Penelitian dan Pengembangan Ilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62207/a64s8977

Abstract

Interaksi antara perilaku merokok tembakau dan farmakokinetik obat-obatan medis merupakan tantangan klinis global yang sangat penting karena dapat mempengaruhi efektivitas terapi dan keselamatan jiwa pasien. Berdasarkan integrasi data yang komprehensif dari lima artikel ilmiah yang telah dianalisis, yang mencakup tinjauan sistematis berskala besar terhadap berbagai jenis obat, analisis meta-regresi efek acak dari 23 studi klinis mengenai klozapin, kajian toksikologi intervensi produk bebas asap pada pasien epilepsi, serta survei epidemiologi populasi NHANES yang berfokus pada indikator metabolit urin, ditemukan bahwa senyawa hidrokarbon aromatik polisiklik (PAH) yang dihasilkan dari pembakaran asap rokok berfungsi sebagai induktor yang sangat kuat bagi enzim metabolisme hati, terutama sitokrom P450 1A2 (CYP1A2). Aktivitas induksi enzim ini secara signifikan mempercepat proses eliminasi, mengurangi konsentrasi puncak dalam plasma darah, serta meningkatkan laju pembersihan tubuh terhadap berbagai kelompok obat penting, seperti obat psikiatri dan neurologis (terutama antipsikotik klozapin dan olanzapine), obat anti-epilepsi (fenitoin, yang mengalami peningkatan laju metabolisme maksimum hingga 16%), zat kemoterapi antikanker, agen kardiovaskular (verapamil, klopidogrel), anestesi lokal, tizanidin, hingga antibiotik tertentu (metronidazol dan sikloserin). Meskipun hasil pemeriksaan laboratorium standar menunjukkan bahwa fungsi hati pasien yang merokok umumnya tetap dalam batas normal, kapasitas metabolisme khusus enzim CYP1A2 mereka jauh lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok yang tidak merokok. Di sisi lain, paparan terhadap asap rokok secara pasif (sekunder) menunjukkan variasi dalam ekskresi metabolit kafein di urin yang disebabkan oleh respons akut tubuh. Di sisi lain, penggunaan alternatif tembakau yang bebas asap, seperti snus, produk tembakau yang dipanaskan (heat-not-burn), serta terapi pengganti nikotin, telah terbukti dapat secara signifikan mengurangi risiko interaksi farmakokinetik ini. Hal ini terjadi karena produk-produk tersebut tidak melalui proses pembakaran yang menghasilkan PAH. Sebagai kesimpulan, integrasi dari kelima kajian ini menekankan pentingnya personalisasi terapi yang sangat ketat melalui Pemantauan Kadar Obat Terapeutik (Therapeutic Drug Monitoring / TDM) dan penyesuaian dosis yang proaktif berdasarkan penilaian risiko klinis. Khususnya, ketika seorang pasien perokok mengambil keputusan untuk menghentikan kebiasaan merokok secara mendadak, pengurangan dosis obat tertentu secara signifikan (seperti rekomendasi pengurangan dosis klozapin sebesar 30%) harus segera dilakukan untuk mencegah de-induksi enzim CYP1A2 yang dapat menyebabkan lonjakan konsentrasi obat dalam darah hingga ke tingkat toksik yang membahayakan keselamatan pasien.
HUBUNGAN TOBACCO TERHADAP INTERAKSI OBAT DAN METABOLISME ZAT GIZI Zaghwa Suad; Aliya Lathifah; Fittian Sunma Debora; Hanifa Rihhadatul ‘Aisya Aisya; Mutia Nabila; Naiva Lutfialifah Sadra; Rahma Aulia Fadilla; Resty Azizatul Zahra; Syaharani Fauziah; Tesalonika Tesalonika; Defniwita Yuska; Eva Yuniritha; Deri Andika Putra
Medical Studies and Health Journal (SEHAT) Vol. 3 No. 1 (2026): Medical Studies and Health Journal
Publisher : Penelitian dan Pengembangan Ilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62207/s94f8m51

Abstract

Merokok adalah salah satu faktor risiko kesehatan global yang berdampak pada fungsi organ tubuh dan juga mempengaruhi metabolisme obat serta zat gizi melalui mekanisme farmakokinetik dan farmakodinamik. Kandungan polycyclic aromatic hydrocarbons (PAHs) dalam asap rokok dapat menginduksi enzim sitokrom P450, terutama CYP1A2, sehingga mempercepat metabolisme beberapa obat seperti theophylline, propranolol, dan warfarin. Di samping itu, kebiasaan merokok juga dapat mempengaruhi penyerapan insulin melalui perubahan aliran darah di jaringan subkutan serta meningkatkan kebutuhan dosis terapi pada beberapa pasien. Interaksi antara rokok dan paracetamol tidak menunjukkan efek klinis yang signifikan, tetapi penggunaan jangka panjang tetap berpotensi meningkatkan risiko hepatotoksisitas. Di sisi lain, merokok berhubungan dengan perubahan metabolisme zat gizi makro, seperti karbohidrat, protein, dan lemak, yang dapat menyebabkan resistensi insulin, gangguan metabolisme lipid, serta peningkatan stres oksidatif yang berkontribusi terhadap risiko penyakit metabolik.  Artikel ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh kebiasaan merokok terhadap interaksi obat, termasuk paracetamol, theophylline, warfarin, insulin, dan propranolol, serta dampaknya terhadap metabolisme zat gizi makro berdasarkan berbagai studi ilmiah terbaru. Hasil kajian menunjukkan bahwa merokok dapat mempengaruhi efektivitas terapi farmakologis dan kondisi metabolisme zat gizi, sehingga perlu menjadi perhatian dalam perencanaan terapi klinis dan intervensi gizi.