cover
Contact Name
Munir Alinu Mulki
Contact Email
munir.alinu@fikes.unsika.ac.id
Phone
+6282128787240
Journal Mail Official
editorial.pharmacine@unsika.ac.id
Editorial Address
Jl. HS. Ronggowaluyo, Telukjambe Timur, Karawang - 41361
Location
Kab. karawang,
Jawa barat
INDONESIA
PharmaCine: Journal of Pharmacy, Medical and Health Science
ISSN : 27464199     EISSN : 27464199     DOI : https://doi.org/10.35706/pc.v7i1
Core Subject : Health, Science,
PharmaCine: Journal of Pharmacy, Medical, and Health Sciences is a peer-reviewed journal dedicated to scientific publications in the fields of pharmacy, medicine, and health sciences. PharmaCine is published biannually, in March and September, by the Undergraduate Pharmacy Program, Faculty of Health Sciences, Singaperbangsa University Karawang, in collaboration with the Indonesian Pharmacists Association (IAI). This journal serves as a forum for students, pharmacists, medical personnel, and other health professionals to update their knowledge and access scientific literature. PharmaCine publishes a range of articles, including meta-analyses, original research, reviews, and case reports. Submissions are peer-reviewed to ensure scientific rigor within the relevant field. The scope of the PharmaCine Journal encompasses various pharmaceutical, medical, and health science topics, including: Pharmacology Pharmacotherapy Clinical Pharmacy Pharmaceutical Technology Herbal Pharmacy Social Pharmacy Pharmaceutical Management Clinical Biochemistry Pharmacogenetics Pharmaceutical Chemistry Pharmaceutical Biology Public Health Sciences
Articles 76 Documents
Studi Literatur : Molekular Docking Senyawa Anti Covid-19 terhadap Enzim 3c-Like Protease Cantila Dewi Berliana; Nurma Dwi Rahmawati; Regita Nailuvar; Sridevi Anggraini; Syfa Dwi Andini; Lina Nurfadhila
PharmaCine : Journal of Pharmacy, Medical and Health Science Vol. 3 No. 2 (2022): PharmaCine : Journal of Pharmacy, Medical and Health Science
Publisher : Bachelor of Pharmacy Study Program, Faculty of Health Sciences, Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/pc.v3i2.8034

Abstract

Latar Belakang : Organization (WHO) menyatakan COVID-19 sebagai pandemi pada 11 Maret 2020 (Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2020). COVID-19 menyebar dengan cepat melalui transmisi kontak, aerosol, dan droplet). SARS-CoV-2 adalah virus beta-korona yang menginfeksi saluran pernapasan bagian atas (yaitu sinus, hidung, dan tenggorokan) dan saluran pernapasan bagian bawah (yaitu tenggorokan dan paru-paru). Pasien biasanya mengalami gejala mulai dari ringan hingga berat yang mengancam jiwa, termasuk batuk, sakit tenggorokan, demam, dispnea, kelelahan, diare, sindrom gangguan pernapasan akut, sepsis dan syok septik Tujuan: mengetahui interaksi senyawa anti virus dengan enzim papain-like protease pada covid-19 melalui penambatan molecular untuk memprediksi sifat makromolekul protein Metode: studi literatur. Hasil: beberapa tumbuhan memiliki sifat anti covid, 9 senyawa uji anti virus yang di docking dengan enzim Papain-like protease menghasilkan senyawa uji terbaik yaitu umifenovir. Catechin gallat (CG) memiliki score docking -11,407 dan epicatechin gallat (ECG) memiliki score docking -111.391. Kedua senyawa ini memiliki potensi sebagai alternative pengganti remdesivir dalam menghambat main protease SARS-CoV-2. Kata Kunci : Anticovid-19, Molecular docking, covid.
Studi Literatur : Analisis Kandungan Pengawet Formalin Pada Makanan yang Terjual di Pasaran Lina Nurfadhila; Marsah Rahmawati Utami; Adella Aisiyah; Diva Rizqi Salsabilla; Silvana Lestari Irwansyah
PharmaCine : Journal of Pharmacy, Medical and Health Science Vol. 3 No. 2 (2022): PharmaCine : Journal of Pharmacy, Medical and Health Science
Publisher : Bachelor of Pharmacy Study Program, Faculty of Health Sciences, Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/pc.v3i2.8040

Abstract

Penambahan bahan tambahan pangan diperbolehkan untuk digunakan jika bahan tersebut memenuhi batas standar yang telah ditentukan dan tidak berbahaya bagi konsumen. Formalin adalah salah satu bahan tambahan pangan yang dilarang oleh pemerintah. Formalin yang terkandung dalam makanan dapat berbahaya bagi orang yang mengkonsumsinya. Berbagai bahan pangan yang banyak dikonsumsi masyarakat banyak ditemukan mengandung formalin. Tujuan: untuk menganalisis kandungan formalin dan tingkat cemarannya pada makanan yang terjual di Pasaran. Metode: Literature review dengan menggunakan database yaitu google scholar, dan research gate mengenai penelitian terkait makanan yang mengandung formalin. Metode pada beberapa penelitian menggunakan analisis kualitatif yaitu metode asam kromatofat, pereaksi Tollens, KMnO4, pereaksi Schiff, pereaksi Fehling dan uji KIT formalin. Sedangkan untuk analisis kuantitatif menggunakan metode spektrofometri. Hasil: menunjukkan bahan pangan seperti mie basah, tahu, bakso dan aneka jenis ikan bahkan buah-buahan banyak mengandung formalin didalamnya agar makanan dapat bertahan lebih lama dan tidak cepat membusuk. Kesimpulan: didapatkan banyaknya produsen yang menggunakan formalin sebagai bahan pengawet makanan agar makanan yang dijual tetap terlihat menarik, tahan lama dan ekonomis. Namun, hal tersebut sangatlah berbahaya bagi kesehatan konsumen sehingga penggunaan formalin sebagai bahan pengawet makanan harus dihentikan. Kata Kunci : Formalin, Makanan, Pasar
Karakterisasi dan Skrining Fitokimia Simplisia Daun Pepaya (Carica papaya L.) Alifa Khairunnisa; Andina Reza Amelia; Fatikhah Fikriyan
PharmaCine : Journal of Pharmacy, Medical and Health Science Vol. 4 No. 1 (2023): PharmaCine : Journal of Pharmacy, Medical and Health Science
Publisher : Bachelor of Pharmacy Study Program, Faculty of Health Sciences, Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/pc.v4i1.8302

Abstract

Latar Belakang: Daun pepaya merupakan herbal alamiah yang efektif untuk mengatasi persoalan kesehatan dalam berbagai jenis penyakit. Daun pepaya memiliki banyak khasiat zat aktif yang bermanfaat sebagai antibakteri, antioksidan, anti-inflamasi, antiplasmodial, antikanker, dan mengurangi katalisis reaksi dari lemak. Tujuan: Penelitian daun pepaya dilakukan untuk melihat dan mengkaji karakteristik parameter spesifik, non-spesifik dan skrining fitokimia spesifik pada komposisi senyawa simplisia daun pepaya. Metode: Simplisia daun pepaya melewati tujuh fase uji karakteristik parameter spesifik dan non-spesifik mulai dari uji ukuran partikel, pengukuran kadar susut pengeringan, pengukuran kadar air, pengukuran kadar abu total, pengukuran kadar sari larut air, pengukuran kadar sari larut etanol, dan pengukuran kadar ekstraksi rendemen. Skrining fitokimia spesifik yang terdiri dari alkaloid, tanin, dan triterpenoid digunakan sebagai uji untuk menelaah senyawa metabolit sekunder pada simplisia daun pepaya. Hasil: Analisis skrining fitokimia spesifik dibuktikan bahwa daun pepaya mengandung senyawa metabolit sekunder berupa alkaloid, tanin, dan triterpenoid. Analisis karakteristik spesifik dan non-spesifik meliputi susut pengeringan (17,15%), kadar air (9,95%), kadar abu total (10,6%), kadar sari larut air (86,6%), kadar sari larut etanol (3,6%), dan rendemen (4,04%) hasil analisis didukung oleh fakta. Kesimpulan: Hasil analisis skrining fitokimia dan parameter spesifik telah memenuhi standar kualifikasi yang sah, sedangkan uji karakteristik parameter non-spesifik mendapat hasil negatif pada analisis pengukuran kadar sari larut etanol. Sehingga, hasil belum bisa dikatakan maksimal dan perlu adanya uji pengulangan.
Analisis Mutu dan Uji Metabolit Sekunder dalam Simplisia Biji Jinten Hitam (Nigella sativa L.) Michelle Kania; Salwa Aulia Afifah; Tafani Ayu Kireina
PharmaCine : Journal of Pharmacy, Medical and Health Science Vol. 4 No. 1 (2023): PharmaCine : Journal of Pharmacy, Medical and Health Science
Publisher : Bachelor of Pharmacy Study Program, Faculty of Health Sciences, Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/pc.v4i1.8303

Abstract

Latar Belakang: Jinten hitam (Nigella sativa L.) tanaman herbal berasal dari daerah medaterania dengan family Ranunculaceace. Tanaman ini memiliki banyak khasiat seperti antioksidan, antiinflamasi dan antidiabetes. Budidaya tanaman jinten hitam membutuhkan tanah yang memiliki kadar nitrogen baik. Tujuan: mengetahui proses pengujian mutu dan metabolit sekunder yang terkandung dalam simplisia biji jinten hitam. Metode: Simplisia biji jinten hitam melalui uji karakteristik parameter spesifik dan non-spesifik Hasil: Analisis skrining fitokimia dibuktikan bahwa biji jinten hitam mengandung senyawa metabolit sekunder berupa alkaloid, tanin, kuinon, terpen, dan fenolat. Analisis karakteristik spesifik dan non-spesifik meliputi susut pengeringan (6.95%), kadar air (11.11%), kadar abu total (51.05%), kadar sari larut air (62.93%), dan kadar sari larut etanol (3.5%). Kesimpulan: Hasil analisis skrining fitokimia dan parameter non spesifik mendapatkan hasil yang belum bisa dikatakan maksimal dan perlu adanya uji pengulangan.
Uji Simplisia Kulit Kayu Manis (Cinnamomum burmanii) Imam Zahidin; Mohammad Rayhan; Paskalina Malteda
PharmaCine : Journal of Pharmacy, Medical and Health Science Vol. 4 No. 1 (2023): PharmaCine : Journal of Pharmacy, Medical and Health Science
Publisher : Bachelor of Pharmacy Study Program, Faculty of Health Sciences, Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/pc.v4i1.8332

Abstract

Latar Belakang: Tanaman kayu manis (Cinnamomum burmanii) di indonesia telah dikenal di pasar  internasional. Sebagian besar kebutuhan kulit kayu manis di dunia di pasok dari indonesia. Sumatera Barat, Jambi, dan Sumatera Utara sebagai salah satu penghasil kulit kayu manis terbesar di Indonesia. Tanaman kayu manis di daerah ini adalah jenis Cinnamomum burmanii yang dalam dunia perdangangan dikenal dengan casiera vera. Tanaman kayu manis banyak dimanfaatkan oleh masyarakat adalah kulit batangnya. Tujuan: Penelitian kulit kayu manis dilakukan untuk melihat dan mengkaji karakteristik parameter spesifik, non-spesifik dan skrining fitokimia spesifik pada komposisi senyawa simplisia kayu manis. Metode: Simplisia kulit kayu manis diuji terhadap karakteristik parameter spesifik dan non-spesifik dan skrining fitokimia spesifik yang terdiri dari alkaloid, tanin, dan fenolik. Hasil: Analisis skrining fitokimia spesifik dibuktikan bahwa kulit kayu manis mengandung senyawa metabolit sekunder berupa alkaloid, tanin, dan fenolik. Analisis karakteristik spesifik dan non-spesifik meliputi susut pengeringan (11%), kadar air (17.64%), kadar abu total (13.4%), kadar sari larut air (5.5%), dan kadar sari larut etanol (5.1%). Kesimpulan: Hasil analisis skrining fitokimia telah memenuhi standar kualifikasi yang sah, sedangkan uji karakteristik parameter non-spesifik mendapat hasil negatif pada analisis pengukuran kadar air, kadar abu total, dan kadar sari larut etanol. Sehingga, hasil belum bisa dikatakan maksimal dan perlu adanya uji pengulangan.
Review Jurnal: Pemanfaatan Daun Salam (Syzygium polyanthum (Wight) Walp.) Sebagai Pengobatan Tradisional di Indonesia Felicia Karyn Haryanto; Imelda Angie Jesica; Andika Razzak Arafi; Ernestine Arianditha Pranasti; Dela Rosa
PharmaCine : Journal of Pharmacy, Medical and Health Science Vol. 4 No. 1 (2023): PharmaCine : Journal of Pharmacy, Medical and Health Science
Publisher : Bachelor of Pharmacy Study Program, Faculty of Health Sciences, Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/pc.v4i1.8714

Abstract

Latar Belakang: Berbagai jenis tumbuhan seringkali digunakan sebagai pengobatan. Salah satu tumbuhan yang banyak digunakan adalah daun salam. Tumbuhan salam merupakan tumbuhan endemik umum di seluruh Indonesia yang daunnya banyak digunakan dalam berbagai sediaan dan obat tradisional. Daun salam mengandung metabolit sekunder yang memiliki banyak efek farmakologi untuk mengatasi berbagai penyakit. Tujuan: dibuat untuk mengumpulkan informasi ilmiah mengenai penggunaan daun salam (Syzygium polyanthum) sebagai tumbuhan obat dalam pengobatan penyakit-penyakit di Indonesia, juga untuk mengevaluasi hasil penelitian yang telah dilakukan mengenai efek daun salam terhadap berbagai penyakit. Metode: studi literatur berjumlah 20 – 30 sumber dari jurnal-jurnal nasional yang terakreditasi SINTA 1 hingga 5. Hasil: Daun salam yang diteliti dan dilaporkan memiliki kandungan metabolit sekunder antara lain golongan senyawa flavonoid yang terdapat pada ekstrak etanol daun salam, serta alkaloid, tanin, fenol, saponin dan minyak atsiri yang terdapat pada infusa daun salam. Daun salam memiliki aktivitas antihipertensi, antiinflamasi, antioksidan, obat hiperkolesterolemia, obat asam urat, analgesik dan antimikroba.. Kesimpulan: Hasil studi literatur menunjukkan bahwa daun salam memiliki senyawa metabolit sekunder yang mengakibatkan adanya aktivitas farmakologis.
Formulasi dan Uji Aktivitas Krim Antibakteri Ekstrak Ethanol Jahe Gajah (Zingiber offcinale Rosc.) Terhadap Staphylococcus aureus Muhammad Aqsyal; Siti Mardiyanti
PharmaCine : Journal of Pharmacy, Medical and Health Science Vol. 4 No. 1 (2023): PharmaCine : Journal of Pharmacy, Medical and Health Science
Publisher : Bachelor of Pharmacy Study Program, Faculty of Health Sciences, Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/pc.v4i1.9035

Abstract

Latar Belakang: Jahe gajah mengandung senyawa flavanoid, alkaloid, terpenoid, dan fenolik yang memiliki sifat antibakteri salah satunya terhadap bakteri Staphylococcus aureus merupakan bakteri gram positif yang menyebabkan infeksi pada kulit Tujuan: memformulasikan sediaan krim dari ekstrak Jahe Gajah yang memiliki aktivitas antibakteri Metode: Sampel jahe gajah diekstraksi dengan metode maserasi, selanjutnya formulasi dan evaluasi krim dan pengujian aktivitas antibakteri dengan metode difusi sumuran Hasil: sediaan krim ekstrak jahe gajah dengan variasi konsentrasi asam stearat 17.5% menunjukkan zona hambat sebesar 6,4 mm, kontrol negatif DMSO 2% tidak menunjukkan zona hambat berbeda dengan kontrol positif klindamisin yang menunjukkan zona hambat Kesimpulan: krim ekstrak jahe gajah memiliki sifat antibakteri terhadap Staphylococcus aureus.
Analisis Pengetahuan Warga Desa Cikuya terhadap Getah Daun Yodium (Jatropha multifida L.) untuk Menyembuhkan Luka Angga Agustia Wijaya; Varda Arianti
PharmaCine : Journal of Pharmacy, Medical and Health Science Vol. 4 No. 1 (2023): PharmaCine : Journal of Pharmacy, Medical and Health Science
Publisher : Bachelor of Pharmacy Study Program, Faculty of Health Sciences, Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/pc.v4i1.9717

Abstract

Latar Belakang: Luka merupakan keadaan jaringan yang rusak oleh benda tajam, benda tumpul, kimiawi, listrik, radiasi, dan gigitan hewan. Proses penyembuhan luka bisa dipercepat dengan menggunakan obat tradisional salah satunya adalah tanaman daun yodium (Jatropha multifida L). Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk  mengetahui sejauh mana tingkat pengetahuan masyarakat di wilayah Desa Cikuya terhadap khasiat tanaman daun yodium (Jatropha multifida L) sebagai  luka. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif. Untuk memperoleh data, peneliti melakukan studi lapangan dengan mengguanakan teknik Dokumentasi dan Angket (Kuesioner). Hasil Penelitian: Hasil dari penelitian ini menggunakan nilai data berbentuk persentase dengan metode uji validasi dan uji reliabilitas, data persoal berbentuk persentase dan dihitung menggunakan skoring guttman akan terjadi hasil seberapa pengetahuan masyarakat Desa Cikuya. Kesimpulan: Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan warga Desa Cikuya RT 02 dan RT 03 terhadap getah daun yodium (Jatropha multifida L) untuk menyembuhkan luka sebesar 73,06% dan masuk kedalam kategori cukup dalam memahami tanaman tersebut.
Analisis Pengetahuan Mahasiswa Politeknik Kesehatan Hermina terhadap Efektivitas Daun Sirih Hijau (Piper betle L.) sebagai Antibakteri Staphylococcus aureus Rernaldi Sebastian Jayadi; Varda Arianti
PharmaCine : Journal of Pharmacy, Medical and Health Science Vol. 4 No. 1 (2023): PharmaCine : Journal of Pharmacy, Medical and Health Science
Publisher : Bachelor of Pharmacy Study Program, Faculty of Health Sciences, Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/pc.v4i1.9721

Abstract

Latar Belakang: Penyakit yang disebabkan oleh bakteri Staphylococcus aureus pada manusia diantaranya keracunan makanan, toxic shock syndrome, tuberculosis, dan thypoid fever. Pengobatan antibakteri pada umumnya dengan menggunakan antibiotik. Namun, pemakaian antibiotik yang menyebabkan kejadian resistensi pada manusia. Mahasiswa masih banyak yang belum mengetahui cara pemanfaatan daun sirih hijau sebagai antibakteri. Berdasarkan hal tersebut, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang pengetahuan tanaman daun sirih hijau sebagai antibakteri staphylococcus aureus. Salah satu tanaman herbal yang dapat dimanfaatkan dan memiliki bahan aktif yang bekerja sebagai antibakteri yaitu daun sirih hijau. Tujuan Penelitain: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan tanaman daun sirih sebagai antibakteri Staphylococcus aerus kepada mahasiswa politeknik kesehatan hermina. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Untuk memperoleh data, peneliti melakukan teknik dokumentasi dan angket berupa google form (Kuesioner). Hasil Penelitian: Hasil dari penelitian berbentuk persentase dengan metode uji validasi dan reliabilitas, hasil kuesioner dihitung menggunakan skoring guttman. Kesimpulan: Sehingga didapat tingkat pengetahuan prodi D-III farmasi dan D-IV teknologi laboratorium medik politeknik kesehatan hermina terhadap efektivitas daun sirih hijau sebagai antibakteri Staphylococcus aureus menunjukan hasil rata-rata persentase lebih tinggi D-III farmasi dengan hasil 76,95% dengan kategori baik sedangkan D-IV teknologi laboratorium medik dengan hasil 71,71% dengan kategori cukup.
Identifikasi Telur Cacing Nematoda Usus pada Feces Balita Stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Ponre Kecamatan Gantarang Kabupaten Bulukumba Artika B; Asriyani Ridwan; Islawati Islawati
PharmaCine : Journal of Pharmacy, Medical and Health Science Vol. 4 No. 2 (2023): PharmaCine : Journal of Pharmacy, Medical and Health Science
Publisher : Bachelor of Pharmacy Study Program, Faculty of Health Sciences, Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/pc.v4i2.10073

Abstract

Latar Belakang: Stunting adalah salah satu masalah kesehatan akibat kekurangan gizi kronis yang mengakibatkan terhambatnya pertumbuhan pada anak balita. Banyak faktor penyebab terjadinya stunting salah satunya karena adanya infeksi cacing, faktor ekonomi, dan ketidak tahuan mengenai kecukupan gizi pada balita. Infeksi kecacingan dapat menyebabkan kekurangan gizi atau stunting karena semua nutrisi yang masuk kedalam tubuh akan diserap oleh cacing jenis nematoda usus soil transmited helmint sehingga akan membuat pertumbuhan mental dan fisik anak terganggu. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui keberadaaan telur cacing nematoda usus pada feces balita stunting yang ada di Wilayah Kerja Puskesmas Ponre Kecamatan Gantarang Kabupaten Bulukumba. Metode: Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode flotasi atau metode pengapungan terhadap 36 sampel feces balita stunting. Hasil: hasil pemeriksaan telur cacing nematoda usus terhadap balita stunting di wilayah kerja puskesmas ponre kecamatan gantarang kabupaten bulukumba diperoleh sebanyak 13 (36.1%) feces balita stunting positif terinfeksi telur cacing nematoda usus soil transmited helminth jenis Ascaris lumricoides dan Trichuris Trichura, serta sebanyak 23 (63.9%) sampel negatif terinfeksi telur cacing nematoda usus soil transmirted helminth. Kesimpulan: dari 36 sampel feces yang dilakukan pemeriksaan didapatkan 13 (36.1%) positif dan 23 (63.9%) negatif terinfeksi kecacingan.