cover
Contact Name
Munir Alinu Mulki
Contact Email
munir.alinu@fikes.unsika.ac.id
Phone
+6282128787240
Journal Mail Official
editorial.pharmacine@unsika.ac.id
Editorial Address
Jl. HS. Ronggowaluyo, Telukjambe Timur, Karawang - 41361
Location
Kab. karawang,
Jawa barat
INDONESIA
PharmaCine: Journal of Pharmacy, Medical and Health Science
ISSN : 27464199     EISSN : 27464199     DOI : https://doi.org/10.35706/pc.v7i1
Core Subject : Health, Science,
PharmaCine: Journal of Pharmacy, Medical, and Health Sciences is a peer-reviewed journal dedicated to scientific publications in the fields of pharmacy, medicine, and health sciences. PharmaCine is published biannually, in March and September, by the Undergraduate Pharmacy Program, Faculty of Health Sciences, Singaperbangsa University Karawang, in collaboration with the Indonesian Pharmacists Association (IAI). This journal serves as a forum for students, pharmacists, medical personnel, and other health professionals to update their knowledge and access scientific literature. PharmaCine publishes a range of articles, including meta-analyses, original research, reviews, and case reports. Submissions are peer-reviewed to ensure scientific rigor within the relevant field. The scope of the PharmaCine Journal encompasses various pharmaceutical, medical, and health science topics, including: Pharmacology Pharmacotherapy Clinical Pharmacy Pharmaceutical Technology Herbal Pharmacy Social Pharmacy Pharmaceutical Management Clinical Biochemistry Pharmacogenetics Pharmaceutical Chemistry Pharmaceutical Biology Public Health Sciences
Articles 76 Documents
Perbedaan Hasil Pemeriksaan Protein Urine dengan Menggunakan Metode Carik Celup, Asam Sulfosalisilat 20%, dan Asam Asetat 6% Sri Wahyuni; Asriyani Ridwan; Asnidar Asnidar
PharmaCine : Journal of Pharmacy, Medical and Health Science Vol. 3 No. 1 (2022): PharmaCine : Journal of Pharmacy, Medical and Health Science
Publisher : Bachelor of Pharmacy Study Program, Faculty of Health Sciences, Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/pc.v4i2.10074

Abstract

Latar Belakang: Urin merupakan cairan sisa yang dikeluarkan oleh ginjal sebagai bagian dari proses urinalisa. Pemeriksaan protein dalam urin adalah salah satu komponen yang penting dalam pemeriksaan rutin urin untuk membantu dalam diagnosis gangguan fungsi ginjal. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menilai hasil pemeriksaan protein urin menggunakan tiga metode berbeda, yaitu metode carik celup, metode asam sulfosalisilat 20%, dan metode asam acetat 6%. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk menentukan apakah terdapat perbedaan hasil antara ketiga metode tersebut. Metode: Dalam penelitian ini, digunakan tiga metode berbeda untuk pemeriksaan protein urin, yaitu metode carik celup, metode asam sulfosalisilat 20%, dan metode asam acetat 6%. Hasil: Dari 30 sampel yang diuji menggunakan masing-masing metode, ditemukan bahwa 25 sampel (83.3%) menunjukkan hasil negatif protein urin, sementara 5 sampel (16.7%) menunjukkan hasil positif protein urin. Kesimpulan: Berdasarkan analisis data dengan uji chi square dan nilai p-value (P>0.05), dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan signifikan antara hasil pemeriksaan protein urin menggunakan metode carik celup, asam sulfosalisilat 20%, dan asam asetat 6%. Kata Kunci: Protein Urin, Carik Celup, Asam Sulfosalisilat 20%, Asam Acetat 6%
Gambaran Paparan Sisa Pestisida Pada Kacang Panjang (Vigna Sinensis) yang Dijual di Pasar Tradisional Kecamatan Ujung Loe Kabupaten Bulukumba Menggunakan Metode Pestisida Test Kit Haerani Haerani; Subakir Salnus; Safruddin Safruddin
PharmaCine : Journal of Pharmacy, Medical and Health Science Vol. 4 No. 2 (2023): PharmaCine : Journal of Pharmacy, Medical and Health Science
Publisher : Bachelor of Pharmacy Study Program, Faculty of Health Sciences, Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/pc.v4i2.10075

Abstract

Latar Belakang: Pestisida merupakan bahan kimia yang digunakan untuk mengendalikan atau membasmi hama. Pestisida digunakan secara luas di bidang pertanian untuk membasmi dan mengendalikan serangga atau digunakan pada penyemprotan pada tanaman salah satunya pada kacang panjang. Kacang panjang merupakan salah satu tanaman yang rentang terserang hama, untuk membasmi hama tersebut maka dilakukan peyemprotan pestisida yang nantinya akan meninggalkan residu yang mengakibatkan keracunan maupun gangguan kesehatan pada tubuh. Penyemprotan pada tanaman dilakukan saat tanaman berumur 8 hari, jika pada tanaman kacang panjang pendapat dari salah satu petani penyemprotan dilakukan setiap selesai panen tergantung dari petani, ada yang panen lalu dilakukan penyemprotan kemudian besoknya panen lagi, ada juga yang panen 2 kali sepekan. Tujuan: mengetahui paparan sisa pestisida terhadap kacang panjang (Vigna sinensis) yang dijual di Pasar Tradisional Kecamatan Ujung Loe Kabupaten Bulukumba menggunakan metode Pestisida Test Kit. Metode: penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan pemeriksaan paparan pestisida menggunakan metode pestisida test kit dimana sampel digunakan sebanyak 16 sampel dengan teknik pengambilan sampel secara purposive sampling. Hasil: pemeriksaan paparan sisa pestisida pada 16 sampel ditemukan positif (+) (100%) mengandung paparan pestisida organofosfat. Kesimpulan: diketahui adanya paparan sisa pestisida pada kacang panjang yang dijual di pasar tradisional Kecamatan Ujung Loe Kabupaten Bulukumba.
Gambaran Personal Hygiene dan Kecacingan Pada Pengrajin Batu Merah di Desa Bukit Tinggi Kecamatan Gantarang Kabupaten Bulukumba Nur Aina; Islawati Islawati; Andi Harmawati Novriani
PharmaCine : Journal of Pharmacy, Medical and Health Science Vol. 4 No. 2 (2023): PharmaCine : Journal of Pharmacy, Medical and Health Science
Publisher : Bachelor of Pharmacy Study Program, Faculty of Health Sciences, Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/pc.v4i2.10076

Abstract

Latar Belakang: Kecacinganl merupakanl salahl satul penyakitl berbasisl lingkunganl yang lmenjadil masalahl bagil kesehatanl masyarakatl. Salahl satul faktorl yangl mempengaruhi linfeksil kecacinganl inil ialahl memilikil Personall hygienel yangl burukl. Kecacinganl ini ldisebabkanl olehl sejumlahl cacing lususl yangl ditularkanl melaluil tanahl yangl disebut lSoil Transmitted Helminths (STH). Contohnya, yaitul cacingl gelangl (Ascaris lumbricoides), cacingl cambukl (Trichuris trichiura), cacingl tambangl (Necator americanus, Ancylostoma duodenale), danl cacing benang (Strongyloides stercoralis). Tujuan: analisis gambaran antara personal   hygiene dan kecacingan pada pengrajin batu merah di Desa Bukit Tinggi Kecamatan Gantarang Kabupaten Bulukumba. Metode: penelitian dilakukan secara observasi laboratories dengan menggunakanl teknikl purposivel sampling. Metode yang digunakan yaitu metode sedimentasi terhadap telur cacing dengan larutan KOH 10 %. Populasi dalam penelitian ini adalah para pekerja pengrajin batu merah baik pria maupun wanita sebanyak 20 sampel. Hasil: Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh dari 20 sampel bahwa yang memiliki Personal hygiene yang baik sebanyak 15 orang (75 %) sedangkan cukup baik sebanyak 5 orang (25 %) dan dari pemeriksaan kotoran kuku tangan dan kaki tidak ditemukan positif terinfeksi telur cacing 0 % (negatif). Kesimpulan: gambaran Personal hygiene dan kecacingan pada pengrajin batu merah di Desa Bukit Tinggi Kecamatan Gantarang Kabupaten Bulukumba sudah baik.
Identifikasi Kadar Alkohol Air Rendaman Kurma Madinah (Ajwa) dengan Variasi Masa Rendaman 12 Jam, 24 Jam, dan 36 Jam Asdinar Asdinar; Noor Wahyu Miransyah; Adam Adam
PharmaCine : Journal of Pharmacy, Medical and Health Science Vol. 4 No. 2 (2023): PharmaCine : Journal of Pharmacy, Medical and Health Science
Publisher : Bachelor of Pharmacy Study Program, Faculty of Health Sciences, Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/pc.v4i2.10077

Abstract

Latar Belakang: Genus Arecaceae dari dovecotes pheonix menghasilkan buah yang disebut kurma. Kurma memiliki kandungan komposisi karbohidrat utama, yang meliputi kadar lemak dan protein rendah, serta belut panjang dan serat. Fermentasi spontan terjadi karena adanya kerakusan dalam air rendaman kurma. Air rendaman kurma ini dikonsumsi oleh masyarakat dengan maksimal masa rendaman 12 jam, Dan memiliki masa penyimpanan kurang dari 3 hari. Tujuan: Untuk mengetahui kandungan alkohol dalam air rendaman kurma dengan variasi masa rendaman 12 jam, 24jam, dan 36 jam. Metode: penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dan uji kualitatif dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya kandungan alkohol dalam air Kurma Madinah (Ajwa). Penelitian ini merupakan penelitian yang menggunakan metode komparatif yaitu tentang perbandingan dalam mencatat variasi. Dalam desain penelitian ini, peneliti membandingkan dua atau lebih perlakuan dari satu atau lebih variabel dalam waktu yang bersamaan. Hasil: Penelitian ini Menunjukkan bahwa kadar alkohol dalam air rendaman kurma dengan variasi masa rendaman 12 jam didapatkan hasil negatif (-), sedangkan pada variasi masa rendaman 24 jam, dan 36 jam didapatkan hasil positif (+). Penelitian ini menunjukkan bahwa tidak terdapat kadar alkohol pada rendaman 12 jam (0%), tetapi terdapat kadar alkohol pada rendaman 24 jam (0,3%), dan 36 jam (0,49%). Kesimpulan: Menurut penelitian, tidak ada kadar alkohol dalam air renddaman kurma 12 jam, namun terdapat kadar alkohol pada air rendaman kurma 24 jam, dan 36 jam, tetapi masih berada dalam batas aman. Kata Kunci :  Kurma, Air Rendaman Kurma, Alkohol
Aktivitas Antioksidan Sediaan Nutrasetikal Gummy Candy dari Rebusan Daun Sirsak (Annona muricata L.) dengan Variasi Konsentrasi Gelatin dan Pektin Aldila Fajar Oktriyanto; Untia Kartika Sari Ramadhani; Dewi Damayanti Abdul Karim
PharmaCine : Journal of Pharmacy, Medical and Health Science Vol. 4 No. 2 (2023): PharmaCine : Journal of Pharmacy, Medical and Health Science
Publisher : Bachelor of Pharmacy Study Program, Faculty of Health Sciences, Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/pc.v4i2.10078

Abstract

Latar Belakang: Daun sirsak (Annona muricata L.) mengandung senyawa aktif flavonoid dan acetogenin memiliki manfaat sebagai antioksidan. Formulasi gummy candy membutuhkan bahan gelling agent yang termasuk ciri khas gummy candy untuk mendapatkan sifat fisik dan stabilitas yang baik. Tujuan: Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh variasi konsentrasi gelatin dan pektin terhadap sifat fisik dan stabilitas, mengetahui nilai aktivitas antioksidan IC50, dan mengetahui tingkat kesukaan masyarakat terhadap sediaan nutrasetikal gummy candy dari rebusan daun sirsak (Annona muricata L.). Metode: Formulasi gummy candy dibuat dengan variasi konsentrasi gelatin dan pektin pada F1, F2, dan F3 berturut-turut 25:5; 20:10; dan 15:15. Evaluasi dilakukan dengan uji organoleptik, keseragaman bobot, kadar air, pH, elastisitas, stabilitas, hedonik, dan antioksidan. Secara keseluruhan uji organoleptik dihasilkan warna jingga, beraroma essence sirsak, rasa manis dan manis asin, kenyal dan tidak kenyal. Hasil: evaluasi terhadap sediaan gummy candy menunjukkan bahwa elastisitas sebesar 1.16-1.53 cm, pH 5.263-5.293, dan keseragaman bobot yang sesuai, namun kadar air melebihi persyaratan yaitu 26.566-26.666 (>20%). Selama pengujian stabilitas terjadi perubahan elastisitas dan kadar air. Berdasarkan hasil uji hedonik, didapatkan F1 paling disukai pada parameter tekstur dan rasa sedangkan F2 paling disukai pada parameter warna dan aroma. Hasil uji antioksidan gummy candy menunjukkan aktivitas antioksidan sangat kuat dengan nilai IC50 sebesar 13.929. Kesimpulan: variasi konsentrasi gelatin dan pektin pada tiap formula memengaruhi elastisitas, kadar air, dan stabilitas sediaan gummy candy.
Uji Efektivitas Ektrak Etanol Daun Pandan Wangi (Pandanus amaryllifolius) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus aureus dengan Menggunakan Metode Difusi Sumuran Nurwahida Nurwahida; Fatimah Fatimah; Asriyani Ridwan
PharmaCine : Journal of Pharmacy, Medical and Health Science Vol. 4 No. 2 (2023): PharmaCine : Journal of Pharmacy, Medical and Health Science
Publisher : Bachelor of Pharmacy Study Program, Faculty of Health Sciences, Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/pc.v4i2.10096

Abstract

Latar Belakang: Bakteri Staphylococcus Aureus adalah salah satu bakteri yang dapat menyebabkan penyakit infeksi, seperti penyakit infeksi kulit. Bakteri Staphylococcus Aureus merupakan salah satu bakteri yang resisten terhadap antibiotik sehingga menimbulkan masalah tersendiri daun pandan wangi yang dapat digunakan sebagai pengganti antibiotik untuk menghindari terjadinya resistensi. Tujuan: penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya hambat ekstrak etanol daun pandan wangi (Pandanus amaryllifolius) terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dengan menggunakan metode difusi sumuran. Metode: experimental laboratory, menggunakan desain true experiment laboratory. Ekstrak daun pandan wangi diperoleh dengan menggunakan metode maserasi yang kemudian divariasikan kedalam beberapa konsentrasi 20%, 40%, 60%, 80%, dan 100% serta kontrol positif amoxilin dan kontrol negatif aquades. Dilanjutkan dengan metode difusi sumuran untuk menguji daya hambat, lalu hasil yang didapatkan diolah menggunakan uji SPSS menggunakan oneway anova. Hasil: penelitian uji daya hambat ekstrak daun pandan wangi (pandanus amaryllifolius) terhadap pertumbuhan bakteri staphylococcus aureus dengan konsentrasi 20% menghambat sebesar 3.16 mm dengan kategori lemah, pada konsentrasi 40% menghambat dengan sebesar 4.16 mm dengan kategori lemah, pada konsentrasi 60% dapat menghambat sebesar 4.83 mm kategori lemah, pada konsentrasi 80% menghambat sebesar 5.3 mm kategori lemah, dan pada konsentrasi 100% dapat menghambat sebesar 6.3 mm kategori sedang. Kesimpulan: ekstrak daun pandan wangi dapat menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus pada semua konsentrasi.
Uji Daya Hambat Ekstrak Etanol Daun Kamboja (Plumeria alba) terhadap Pertumbuhan Bakteri Streptococcus mutans ATCC 25175 Kasmira Kasmira; Fatimah Fatimah; Andi Suswani
PharmaCine : Journal of Pharmacy, Medical and Health Science Vol. 3 No. 2 (2022): PharmaCine : Journal of Pharmacy, Medical and Health Science
Publisher : Bachelor of Pharmacy Study Program, Faculty of Health Sciences, Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/pc.v3i2.10446

Abstract

Latar Belakang: Streptococcus mutans dapat menyebabkan penyakit seperti suparatif dengan angka keparahan yang bervariasi. Bakteri ini satu jenis bakteri resistensi terhadap antibiotik karena itu menjadi masalah unik. Daun kamboja (Plumeria alba) adalah salah satu tumbuhan liar yang sering terjadi di indonesia yang bermanfaat sebagai obat, mengandung seperti alkaloid, flavonoid, saponin, dan metabolit sekunder yang hidup minyak atrisi yang bersifat antimikroba karenanya masyarakat mulai menggunakan bahwa pilihan lain lain yaitu menggunakan tanaman herbal yang yang ada disekitar seperti daun kamboja untuk meminimalisir dan penggunaan antibiotik dan untuk menghindari terjadinya resistensi. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan efek menghentikan ekstrak daun kamboja terhadap perkembangan bakteri Streptococcus mutans ATCC 25175. Metode: Studi ini adalah penelitian eksperimen. Dimana Ekstrak daun kamboja menggunakan difusi sumuran yang kemudian diberikan dalam berbagai perlakuan konsentrasi, termasuk 60, 80 dan 100 persen, dengan kontrol positif. ciprofloxacin aquades sumuran untuk mengevaluasi kekuatan hambat ekstrak daun kamboja hasil penelitian yang diperoleh kemudian dianalisis secara statistic dengan metode One Way Anova. Hasil: Hasil dari penelitian mengatakan ekstrak daun kamboja dengan aktivitas lemah hingga sedang, dapat menghentikan perkembangan Streptococcus mutans ATCC 25175. Dan hasil dari Analisis statistik menunjukkan bahwa masing-masing Data didistribusikan dengan normal yang memenuhi persyaratan untuk uji One Way Anova, dan hasil yang dihasilkan menunjukkan nilaii p≤0,001 sehingga paling tidak terdapat rerata bermakna antar kelompok data. Kesimpulan: Adapun kesimpulan dari hasil penelitian ekstrak daun kamboja dapat menghentikan perkembangan Streptococcus mutans ATCC 25175. Kata Kunci : Ekstrak Daun Kamboja, Streptococcus mutans ATCC 25175, Antibiotik
Gambaran Kadar Albumin pada Penderita Diabetes Melitus Tipe II di RSUD H. A. Sulthan Daeng Radja Kabupaten Bulukumba Jusnita Putri; Asriyani Ridwan; Asdinar Asdinar
PharmaCine : Journal of Pharmacy, Medical and Health Science Vol. 5 No. 1 (2024): PharmaCine: Journal of Pharmacy, Medical and Health Science
Publisher : Bachelor of Pharmacy Study Program, Faculty of Health Sciences, Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/pc.v5i1.10557

Abstract

Background: Type II diabetes mellitus is a metabolic disorder characterized by insulin resistance. Where this diabetic state affects plasma protein metabolism in the body, one of which is albumin. The occurrence of a decrease or increase in albumin levels is strongly influenced by several things including protein intake, alcohol, osmotic pressure, hormones and physiological factors.  Objective: to know the picture of albumin levels in patients with type II diabetes mellitus at H. A. Sulthan Daeng Radja Hospital, Bulukumba Regency. Method: this is a descriptive research with a cross sectional approach. Results: Showed that out of 28 patients, there were 7 people with low albumin levels and 21 people with normal albumin levels. The antioxidant potential of albumin shows that it is associated with diabetes mellitus. Theoretically, uncontrolled diabetes mellitus patients have low albumin levels Based on gender, respondents were male with low albumin levels as many as 3 people (43%) and female as many as 4 people (57%). Based on age where the percentage in the age range of 30-50 years as many as 13 people (46%), for ages 51-65 years as many as 12 people (43%), and ages 66-75 years as many as 3 people (11%). Conclusion: Obtained at low albumin levels in patients with type II diabetes mellitus who are female as many as 4 people (57%) and male sex as many as 3 people (43%). Keywords:  Diabetes mellitus, hypoalbuminemia, serum albumin levels
Pengembangan Potensi Konsentrat Buah Pare (Momordica charantia L.) sebagai Pencegahan Hiperkolesterol pada Mencit Jantan (Mus musculus) Farah Sulistyaningtyas; Zestyla Oktraiani
PharmaCine : Journal of Pharmacy, Medical and Health Science Vol. 5 No. 1 (2024): PharmaCine: Journal of Pharmacy, Medical and Health Science
Publisher : Bachelor of Pharmacy Study Program, Faculty of Health Sciences, Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/pc.v5i1.10913

Abstract

Background: Hypercholesterolemia is a condition characterized by an increase in cholesterol levels in the blood above the normal limit. Parsley contains some phytochemicals such as niacin, vitamin C, vitamin E, flavonoids, and saponins that are believed to lower blood cholesterol levels. This study aimed to determine the anti-cholesterolemia activity and dose concentration of ethanol concentrate steam in male rat scratches to prevent hypercholesterolemia. Pre-test and post-test research design using random sampling techniques. Animal trials used used twenty-five pairs of scissors, divided into five groups. One control group was given a standard diet and 0.2 ml NaCMC suspension, and four treatment groups were given additional oral treatment with standard diets and a dose of 0.02 ml suspension. Simvastatin, an ethanol concentrate of pear fruit, is given in doses of 0.5 ml/day, 1 ml/day, and 1.5 ml/day for 7 days—total cholesterol analysis using a cholesterol strip. The data obtained were analyzed using the ANOVA one-way test in SPSS 23. The administration of simvastatin and ethanol concentrate in the treatment group decreased total cholesterol levels compared to controls at all doses. The third dose concentration was ethanol concentrate of the fruit, with a dose of 1.5 ml/day, because it lowered the overall cholesterol level compared with the control group, treatment 2, and treatment 3. Based on the table of the one-directional ANOVA test, the results were achieved when the probability value (p) = 0,000 or the value (P) < 0,05. The resulting conclusion was that there was an average significant difference between normal cholesterol, high fat, and post-treatment. Keywords:  Cholesterol, Hypercholesterolemia, Simvastatin, Ethanol concentrate of bitter melon (Momordica charantia L)
Gambaran Kadar Kreatinin Darah pada Penderita Jantung Koroner Berdasarkan Jenis Kelamin Metode Jaffe Reaction di RSUD H.A Sulthan Daeng Radja Kab. Bulukumba Tahun 2022 Lely Nurfadilah; Dzikra Arwie; Muriyati Muriyati
PharmaCine : Journal of Pharmacy, Medical and Health Science Vol. 5 No. 1 (2024): PharmaCine: Journal of Pharmacy, Medical and Health Science
Publisher : Bachelor of Pharmacy Study Program, Faculty of Health Sciences, Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/pc.v5i1.11000

Abstract

Background: Coronary0heart0disease is a condition in which the arteries experience narrowing due to the accumulation of fat on the artery walls. Creatinine is the end product of creatinine metabolism. High or low blood creatinine levels are used0as0an important0indicator to find out whether0a person0has impaired-kidney function, because blood creatinine examination can be used as an indicator of the development of coronary heart disease which can cause kidney failure in a person. The Jaffe Reaction is the reaction between creatinine and picric acid in alkaline conditions to form an orange yellow compound which is measured using a spectrophotometer. Aim: To determine the description of blood creatinine0levels in0patients with0coronary0heart0disease based on the gender of the jaffe reaction method at H. A Sulthan0Daeng Radja0Hospital, Kab.0Bulukumba. Method: This research is a quantitative research with a cross-sectional descriptive design. The sample of this study were coronary heart patients at H. A Sulthan Daeng Radja Hospital, Kab. Bulukumba in August 2022, with a total of 42 sufferers. Result: The results obtained from 42 samples of blood creatinine levels increased in coronary heart disease patients, 7 men (54%) and 6 women (46%) with a total increase of 13 people. While normal creatinine levels in coronary heart patients were 16 men (55%) and 13 women (45%) with a normal total of 29 people. Conclusion: Based on the sex characteristics of coronary heart patients, it is known that out of a total of 42, 22 people were male, and 20 were female. Meanwhile, based on the age characteristics of the research subjects, there were 10 young people aged 35-50, 19 people 51-65, 11 people aged 66-75, 76-85 2 people. Based on examination of blood creatinine levels of 42 patients with coronary heart disease, there were 13 people who had increased blood creatinine levels, where a higher increase occurred in men, 7 people had blood creatinine levels (> 0.7-1.3 mg/dl). Meanwhile, 6 women had increased blood creatinine levels (>0.6-1.1 mg/dl). Keywords:  Coronary heart disease, blood creatinine levels