cover
Contact Name
Munir Alinu Mulki
Contact Email
munir.alinu@fikes.unsika.ac.id
Phone
+6282128787240
Journal Mail Official
editorial.pharmacine@unsika.ac.id
Editorial Address
Jl. HS. Ronggowaluyo, Telukjambe Timur, Karawang - 41361
Location
Kab. karawang,
Jawa barat
INDONESIA
PharmaCine: Journal of Pharmacy, Medical and Health Science
ISSN : 27464199     EISSN : 27464199     DOI : https://doi.org/10.35706/pc.v7i1
Core Subject : Health, Science,
PharmaCine: Journal of Pharmacy, Medical, and Health Sciences is a peer-reviewed journal dedicated to scientific publications in the fields of pharmacy, medicine, and health sciences. PharmaCine is published biannually, in March and September, by the Undergraduate Pharmacy Program, Faculty of Health Sciences, Singaperbangsa University Karawang, in collaboration with the Indonesian Pharmacists Association (IAI). This journal serves as a forum for students, pharmacists, medical personnel, and other health professionals to update their knowledge and access scientific literature. PharmaCine publishes a range of articles, including meta-analyses, original research, reviews, and case reports. Submissions are peer-reviewed to ensure scientific rigor within the relevant field. The scope of the PharmaCine Journal encompasses various pharmaceutical, medical, and health science topics, including: Pharmacology Pharmacotherapy Clinical Pharmacy Pharmaceutical Technology Herbal Pharmacy Social Pharmacy Pharmaceutical Management Clinical Biochemistry Pharmacogenetics Pharmaceutical Chemistry Pharmaceutical Biology Public Health Sciences
Articles 76 Documents
Metode Isolasi Metabolit Sekunder pada Bahan Bahari Makro Alga Vina Luthfiana Hasna; Nisa Alifia Zahra; Imel Ramelia Hudaya; Herdiana Verliani; Febi Febriani Hasanah
PharmaCine : Journal of Pharmacy, Medical and Health Science Vol. 2 No. 1 (2021): PharmaCine : Journal of Pharmacy, Medical and Health Science
Publisher : Bachelor of Pharmacy Study Program, Faculty of Health Sciences, Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/pc.v2i1.5580

Abstract

Indonesia merupakan negara yang kaya akan biota laut, salah satunya adalah makro alga. Pembuatan review artikel ini dilakukan untuk menambah pengetahuan tentang ilmu bahari khususnya dalam isolasi metabolit sekunder pada makro alga. Kelompok makro alga atau lebih dikenal dengan sebutan rumput laut merupakan tumbuhan tingkat rendah yang memproduksi senyawa metabolit sekunder. Isolasi pada makro alga menunjukkan adanya senyawa metabolit sekunder yang terkandung (flavonoid, steroid, terpenoid, alkaloid, fenol, saponin). Metode yang digunakan pada review ini merupakan suatu tinjauan literatur (literatur review) terhadap lima jurnal dan berdasarkan teori-teori yang relevan. Adapun untuk mendapatkan ekstrak sampel dilakukan teknik yang sama yaitu maserasi menggunakan pelarut yang sesuai karakteristik zat yang akan diisolasi selama 1-3 hari. Sedangkan untuk mengisolasi senyawa metabolit sekunder digunakan teknik kromatografi kolom, kromatografi gas-spektometri massa (GC-MS) dan kromatografi lapis tipis (KLT).
Metode Pemisahan Fitokimia Tanin pada Tanaman Herbal Indonesia Wildani Zakiyah; Annastya Eka Agustin; Anisa Fauziah; Dhavina Maharani; Galih Ibnu Mukti
PharmaCine : Journal of Pharmacy, Medical and Health Science Vol. 2 No. 1 (2021): PharmaCine : Journal of Pharmacy, Medical and Health Science
Publisher : Bachelor of Pharmacy Study Program, Faculty of Health Sciences, Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/pc.v2i1.5582

Abstract

Pemisahan kimia adalah cara untuk memisahkan bagian tertentu dari suatu campuran. Pemisahan fitokimia secara umum sistematisnya adalah pembuatan simplisia, skrining, ekstraksi, fraksinasi, isolasi, dan identifikasi senyawa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tahapan pemisahan yang cocok terhadap senyawa tannin yang cenderung polar, baik tannin terkondensasi atau proantosianidin maupun tannin terhidrolisis. Metode penelitian ini dengan melakukan penelusuran terhadap beberapa literatur jurnal ilmiah yang telah terpublikasi sebagai acuan penulisan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada sejumlah tanaman yang dijadikan sampel terbukti memiliki kandungan tannin. Hal ini dilakukan melalui beberapa metode pemisahan yang efektif yakni, fraksinasi berupa ECC atau kromatografi, isolasi berupa KLT atau KLTP, serta pengidentifikasian senyawa melalui Spektrofotometer UV-VIS dan FTIR.
Isolasi Metabolit Sekunder Golongan Kuinon Dari 5 Jenis Tanaman Fira Aulia Fatan; Gisel Rizuna Qothrunnada; Issabela Elsiana; Kholifatul Ulum
PharmaCine : Journal of Pharmacy, Medical and Health Science Vol. 2 No. 1 (2021): PharmaCine : Journal of Pharmacy, Medical and Health Science
Publisher : Bachelor of Pharmacy Study Program, Faculty of Health Sciences, Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/pc.v2i1.5583

Abstract

Pucuk idat (Cratoxylum glaucum), Faloak (Sterculia quadrifida R.Br.), Pacar Kuku (Lawasonia inermis), Manuran (Coptosapelta tomentosa) dan Umbi bawang dayak (Eleutherine bulbosa) merupakan beberapa contoh tanaman yang mengandung senyawa metabolit sekunder golongan kuinon. Tujuan review artikel ini adalah untuk mengetahui metode pemisahan isolat, nama senyawa isolatnya serta aktivitas dari beberapa tanaman yang mengandung senyawa metabolit sekunder golongan kuinon. Metode yang digunakan dalam proses review jurnal ini adalah dengan melakukan studi literatur terhadap jurnal maupun artikel melalui website-website yang kredible sebanyak 10 jurnal yang ditemukan dengan kata kunci pencaharian “Tanaman yang Mengandung Senyawa Kuinon” dan kriteria artikel ataupun jurnal 10 tahun terakhir. Hasil pemisahan isolat yang diperoleh dari tanaman - tanaman tersebut menunjukkan hasil uji aktivitas yang berbeda – beda yaitu sebagai antikanker, antioksidan, antibakteri, antifungi, antiinflamasi, analgesik, antipiretik dan lainnya. Metode pemisahan isolatnya pun berbeda - beda, yaitu kromatografi kolom, kromatografi kolom lampu kilat, KLT preparatif dan spektroskopi
Faktor yang Berhubungan Dengan Kejadian Stunting pada Balita Di Puskesmas Ilwaki Kabupaten Maluku Barat Daya Tahun 2021 Dimas Adi Setiawan; Suherman Suherman; Kurnia Yusuf; Fitri Wahyuni; Aisyah Vitariani Garendi
PharmaCine : Journal of Pharmacy, Medical and Health Science Vol. 2 No. 2 (2021): PharmaCine : Journal of Pharmacy, Medical and Health Science
Publisher : Bachelor of Pharmacy Study Program, Faculty of Health Sciences, Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/pc.v2i2.6308

Abstract

Latar Belakang : Stunting merupakan gangguan pertumbuhan fisik yang ditandai dengan penurunan kecepatan pertumbuhan dan merupakan dampak dari ketidakseimbangan gizi. Stunting merupakan masalah yang kompleks yang bisa disebabkan oleh berat badan lahir rendah, ASI Ekslusif, panjang badan lahir, pendapatan keluarga serta ketidakseimbangan asupan zat gizi makro (Protein) dan zat gizi mikro (Zink, Kalsium dan Vitamin D) Tujuan : Mengidentifikasi dan menganalisis Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Stunting pada Balita di Puskesmas Ilwaki Tahun 2021. Metode : Desain penelitian ini adalah analitik dengan pendekatan cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini adalah semua balita yang berada pada wilayah kerja Puskesmas Ilwaki. Dilakukan pada bulan Agustus – September 2021 jumlah sampel dalam penelitian ini berjumlah 67 balita. Hasil : Analisis bivariat menunjukan ada hubungan riwayat ASI terhadap kejadian stunting pada balita p value 0,001, tidak ada hubungan riwayat BBLR terhadap kejadian stunting pada balita p value 0,451, tidak ada hubungan pendapatan keluarga terhadap kejadian stunting pada balita p value 0,622, tidak ada hubungan asupan energi terhadap kejadian stunting pada balita p value 1,000, ada hubungan protein terhadap kejadian stunting pada balita p value 0,000, ada hubungan asupan zink terhadap kejadian stunting balita p value 0,000, Hubungan asupan kalsium terhadap kejadian stunting pada balita p value 0,000, tidak ada hubungan asupan vitamin D terhadap kejadian stunting balita p value 1,000. Kesimpulan : dari penelitian ini menunjukan pemberian ASI Ekslusif, Asupan Protein, Zink, Kalsium berhubungan dengan kejadian stunting pada balita dan riwayat BBLR, Pendapatan Keluarga, Asupan Energi, Vitamin D tidak berhubungan dengan kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Ilwaki Maluku Barat Daya Kata Kunci : Stunting, ASI Ekslusif, Riwayat BBLR, Pendapatan Keluarga, Protein, Zink, Kalsium, Asupan Energi, Vitamin D.
Uji Efektivitas Antibakteri Sediaan Sabun Cair Ekstrak Daun Kari (Murraya koenigii (L) Spreng) Terhadap Staphylococcus aureus Ajeng Kurniati Roddu; Andi Ulfah Magefirah Rasyid
PharmaCine : Journal of Pharmacy, Medical and Health Science Vol. 2 No. 2 (2021): PharmaCine : Journal of Pharmacy, Medical and Health Science
Publisher : Bachelor of Pharmacy Study Program, Faculty of Health Sciences, Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/pc.v2i2.6309

Abstract

Latar Belakang: Hasil penelitian sebelumnya menunjukkan efektivitas antibakteri ekstrak daun kari (Murraya koenigii (L) Spreng) terhadap Staphylococcus aureus, dan pada penelitian ini dibuat dalam bentuk sediaan farmasi agar penggunaannya menjadi lebih praktis. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menentukan konsentrasi sediaan sabun cair ekstrak daun kari yang paling efektif dalam menghambat pertumbuhan bakteri S.aureus. Metode: Ekstrak daun kari dibuat menggunakan pelarut etanol 96 % dengan metode maserasi. Ekstrak yang diperoleh kemudian dibuat formulasi sabun cair dengan konsentrasi 2,5 % b/v, 5 % b/v, 7,5 % b/v, dan 10 % b/v dan dilakukan pengujian organoleptik, pH, bobot jenis dan tinggi busa. Pengujian efektivitas antibakteri terhadap pertumbuhan Staphylococcus aureus dilakukan dengan metode difusi dengan kontrol positif menggunakan sabun Dettol®. Hasil: Hasil uji efektivitas antibakteri sabun cair ekstrak daun kari yang diperoleh dapat menghambat bakteri Staphylococcus aureus yakni konsentrasi 2,5 % (8,91 mm) masuk dalam kategori zona hambat sedang, konsentrasi 5 % (10,25 mm), konsentrasi 7,5 % (10,93 mm) dan konsentrasi 10 % (13,11 mm) masuk dalam kategori zona hambat kuat tetapi efeknya masih rendah dibandingkan kontrol positif (15,65 mm). Kesimpulan: Sediaan sabun cair Ekstrak Daun Kari (Murraya koenigii (L) Spreng) efektif dapat menghambat pertumbuhan Staphylococcus aureus. Kata Kunci : Efektivitas, Sabun cair, Daun Kari dan Staphylococcus aureu
Formulasi Dan Penetapan Nilai SPF Sediaan Losion Tabir Surya Mengandung Ekstrak Daun Jambu Biji Berdaging Putih (Psidium guajava L.) Secara In Vitro Seftinur Amsiyah; Siti Mardiyanti
PharmaCine : Journal of Pharmacy, Medical and Health Science Vol. 2 No. 2 (2021): PharmaCine : Journal of Pharmacy, Medical and Health Science
Publisher : Bachelor of Pharmacy Study Program, Faculty of Health Sciences, Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/pc.v2i2.6310

Abstract

Latar Belakang : Salah satu tanaman yang memiliki potensi sebagai tabir surya adalah tanaman jambu biji. Daun jambu biji berdaging buah putih (Psidium guajava L.) mengandung senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid kuersetin. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan dan menentukan nilai SPF sediaan losion dari ekstrak daun jambu biji berdaging putih. Metode: Ekstraksi, Fraksinasi, Uji nilai SPF, Evaluasi karakteristik fisik losion, Uji stabilitas dengan cycling test.  Hasil: Hasil pengujian SPF secara in vitro dari ekstrak etil asetat daun jambu biji berdaging putih (Psidium guajava L.) pada konsentrasi 250 ppm adalah 15,17 dengan kategori proteksi ultra. Nilai SPF sediaan losion yang mengandung ekstrak daun jambu biji berdaging putih dengan konsentrasi 1,25% pada formula 1, formula 2, dan formula 3, berturut-turut yaitu  13.33; 13.32; 13.29. Hasil evaluasi losion tabir surya yaitu berwarna hijau muda, bau lemah, homogen, pH 6, tipe emulsi m/a, dan daya sebar 5,025-6,075 cm. Uji stabilitas dengan cycling test menunjukkan hasil bahwa ketiga fomula sediaan losion tabir surya mengandung daun jambu biji berdaging putih stabil. Kesimpulan: Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa sediaan losion tabir surya yang dibuat memiliki efektivitas sebagai tabir surya dengan karakteristik fisik dan stabilitas yang baik. Kata kunci: daun jambu biji, losion, tabir surya, SPF, stabilitas.
Pengaruh Penyuluhan tentang Tablet Tambah Darah Menggunakan Media leaflet terhadap Pengetahuan dan Sikap Kepatuhan Konsumsi Tablet Tambah Darah pada Ibu Hamil di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Cina Kabupaten Bone Rahmah Akil; Suherman Rate; Kurnia Yusuf; Fitri Wahyuni; Siti Nur Intang
PharmaCine : Journal of Pharmacy, Medical and Health Science Vol. 2 No. 2 (2021): PharmaCine : Journal of Pharmacy, Medical and Health Science
Publisher : Bachelor of Pharmacy Study Program, Faculty of Health Sciences, Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/pc.v2i2.6316

Abstract

Latar Belakang: Kepatuhan terhadap konsumsi tablet tambah darah di Indonesia masih sangat rendah, yang secara umum diakibatkan oleh rendahnya pengetahuan mengenai tablet tambah darah. Tujuan: Untuk mengetahui Pengaruh Penyuluhan Tablet Tambah Darah menggunakan Media Leaflet Terhadap Pengetahuan, Sikap, dan Kepatuhan Konsumsi Tablet Tambah Darah pada Ibu Hamil di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Cina Kab. Bone. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian Quasi eksperimen dengan rancangan One Group Pre – Post Test untuk melihat Pengaruh Penyuluhan Tentang Tablet Tambah Darah Menggunakan Media Leaflet Terhadap Pengetahuan Dan Sikap Kepatuhan Konsumsi Tablet Tambah Darah Pada Ibu Hamil di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Cina Kabupaten Bone. Hasil: Hasil analisis uji statistik dengan uji Paired t-test didapatkan untuk pengaruh penyuluhan pada pengetahuan dengan nilai p-Value 0,000<0,05. Yang berarti ada pengaruh penyuluhan tentang tablet tambah darah terhadap pengetahuan responden. Sementara untuk pengaruh penyuluhan pada sikap didapatkan nilai dengan p-Value 0,000<0,05. Yang berarti bahwa ada pengaruh penyuluhan tentang tablet tambah darah terhadap Sikap responden. Kesimpulan: Terdapat pengaruh penyuluhan tablet tambah darah menggunakan media leaflet terhadap pengetahuan, sikap, dan kepatuhan konsumsi tablet tambah darah pada ibu hamil di wilayah kerja upt puskesmas cina kab. bone. Kata Kunci : Penyuluhan, Pengetahuan, Sikap, Ibu Hamil, Tablet Tambah Darah
Uji Stabilitas Krim Ekstrak Daun Kemangi (Ocimum americanum L.) dan Uji Antibakteri Terhadap Propionibacterium acnes Penyebab Jerawat Nabilla Aisyah Lufthya Naya; Siti Mardiyanti
PharmaCine : Journal of Pharmacy, Medical and Health Science Vol. 2 No. 2 (2021): PharmaCine : Journal of Pharmacy, Medical and Health Science
Publisher : Bachelor of Pharmacy Study Program, Faculty of Health Sciences, Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/pc.v2i2.6317

Abstract

Latar belakang: Jerawat merupakan kondisi kelainan kulit yang diakibatkan adanya penyumbatan dan peradangan pada saluran folikel rambut dan pori-pori kulit. Jerawat juga terjadi karena peningkatan infeksi kulit akibat aktivitas bakteri. Propionibacterium acnes merupakan salah satu bakteri penyebab jerawat yang menyebabkan terjadinya inflamasi jaringan. Salah satu bahan alam yang memiliki potensi sebagai antijerawat adalah kemangi (Ocimum americanum L.). Tanaman kemangi mengandung senyawa flavonoid, alkaloid, tanin, saponin, dan steroid yang memiliki sifat antibakteri. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan sediaan krim dari ekstrak daun kemangi yang memiliki aktivitas antibakteri dengan stabilitas yang baik. Metode: Metode penelitian yang dilakukan menggunakan metode penelitian eksperimental laboratorium. Hasil: Hasil pengujian menunjukkan bahwa kadar ekstrak daun kemangi sebesar 25% mampu menghambat aktivitas antibakteri dengan diameter zona hambat sebesar 5,00 mm. Hasil uji stabilitas sediaan dengan metode cycling test menunjukkan bahwa ketiga formula krim ekstrak daun kemangi stabil selama masa penyimpanan. Kesimpulan: ekstrak daun kemangi memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Propionibacterium acnes. Kata Kunci: Kemangi, Jerawat, Krim, Stabilitas, Propionibacterium acnes.
Formulasi dan Evaluasi Fisik Sediaan Gel Ekstrak Kulit Kentang dengan Kombinasi Basis Karbopol 940 dan HPMC Farah Sulistyaningtyas; Noviola Diasturi
PharmaCine : Journal of Pharmacy, Medical and Health Science Vol. 2 No. 2 (2021): PharmaCine : Journal of Pharmacy, Medical and Health Science
Publisher : Bachelor of Pharmacy Study Program, Faculty of Health Sciences, Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/pc.v2i2.6318

Abstract

Latar Belakang: Salah satu bahan alam yang dapat digunakan sebagai antioksidan adalah kulit kentang. senyawa antioksidan yang terkandung dalam kulit kentang antara lain flavonoid. Tujuan: Penelitian ini dipilih ekstrak kulit kentang yang dapat diformulasikan dalam sediaan gel, sediaan gel ini dipilih karena memiliki nilai estetika yang baik, maka, berdasarkan tinjauan pustaka tersebut untuk mengetahui stabilitas fisik yang dihasilkan gel ekstrak kulit kentangdari kombinasi basis karbopol 940 dan HPMC yang stabil sesuai dengan SNI 16-4399-1996. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif eksperimental, hasil penelitian ini menunjukkan simplisia kulit kentang diekstraksi dengan cara maserasi menggunakan pelarut etanol 70% dan dipekatkan. Ekstrak yang diperoleh diformulasikan menjadi sediaan gel dengan kombinasi basis karbopol 940 dan HPMC dengan variasi konsentrasi Formula 1 : 0,5% dan 2%, Formula 2 : 0,75% dan 2,5%, Formula 3 : 1% dan 3%. Selanjutnya sediaan gel diuji stabilitas fisik yang meliputi organoleptik, pH, viskositas, homogenitas, daya sebar dan daya lekat. Hasil: stabilitas fisik yang dihasilkan sediaan gel ekstrak kulit kentang dengan kombinasi basis karbopol 940 dan HPMC dapat dikatakan stabil pada semua parameter yaitu pada Formula 2, stabil pada uji organoleptik, mempunyai nilai viskositas 3310 cps setelah penambahan ekstrak kulit kentang, mempunyai nilai pH-6 sebelum dan setelah penambahan ekstrak kulit kentang, dengan daya sebar rata-rata 6,31 dan rata-rata daya lekat 7,16 detik setelah penambahan ekstrak kulit kentang. Kesimpulan: Stabilitas fisik yang dihasilkan sediaan gel ekstrak kulit kentang dengan kombinasi basis karbopol dan HPMC dapat dikatakan stabil Kata Kunci : Ekstrak kulit kentang, stabilitas fisik, gel antioksidan, karbopol 940, HPMC
Hubungan Antara Perilaku Ibu Terhadap Kejadian Gizi Buruk Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Layang Kota Makassar Bahrani Bahrani; Kurnia Yusuf; Suherman Rate
PharmaCine : Journal of Pharmacy, Medical and Health Science Vol. 2 No. 2 (2021): PharmaCine : Journal of Pharmacy, Medical and Health Science
Publisher : Bachelor of Pharmacy Study Program, Faculty of Health Sciences, Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/pc.v2i2.6319

Abstract

Latar Belakang: Data yang dilaporkan WHO menunjukkan bahwa sekitar 870 orang dari 7,1 milyar penduduk dunia atau 1 daru delapan orang penduduk dunia menderita gizi buruk, persoalan masalah gizi buruk pada balita di Kota Makassar sebanyak 2,06% atau sebanyak 2145 balita yang terdata sebagai gizi buruk di Kota Makassar di Puskesmas Layang terdapat 39 kasus gizi buruk yang telah didata oleh petugas kesehatan ataupun dari laporan masyarakat. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara perilaku ibu terhadap kejadian gizi buruk pada balita di wilayah kerja Puskesmas Layang Kota Makassar. Metode Penelitian: Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Survei Analitik dengan rancangan Cross Sectional Study untuk mengetahui hubungan antara perilaku ibu terhadap kejadian gizi buruk pada balita di wilayah kerja Puskesmas Layang Kota Makassar. Hasil Penelitian: Hasil analisis uji hubungan dengan uji Chi-Square mendapatkan hasil 0,000 < 0,05 atau ada hubungan antara pengetahuan ibu terhadap kejadian gizi buruk balita dengan nilai p=0,000, ada hubungan antara sikap ibu terhadap kejadian gizi buruk balita dengan nilai p=0,006, dan ada hubungan antara tindakan ini berupa pola asuh terhadap kejadian gizi buruk balita dengan nilai p=0,000 di wilayah kerja Puskesmas Layang Kota Makassar. Kesimpulan: Ada hubungan antara perilaku ibu terhadap status gizi buruk balita di wilayah kerja Puskesmas Layang Kota Makassar Kata Kunci : Perilaku, Pengetahuan, Sikap, Tindakan, Status Gizi Buruk Balita