cover
Contact Name
Priyanggo Karunia Rahman
Contact Email
pkarunia.rahman@gmail.com
Phone
+62811757756
Journal Mail Official
edois.iainsasbabel@gmail.com
Editorial Address
Gedung Pascasarjana IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung Jalan Raya Petaling Km.13 Kelurahan Petaling, Kecamatan Mendo Barat, Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung 33173
Location
Kab. bangka,
Kepulauan bangka belitung
INDONESIA
Jurnal of Islamic Education
ISSN : -     EISSN : 31101755     DOI : https://doi.org/10.32923/edois.v3i2
Core Subject : Education,
The journal focuses on learning and teaching, teacher preparation, innovations in learning and teaching, teacher professional development, and all aspects of learning and teaching. The journal welcomes a variety of approaches (qualitative, quantitative, and mixed methods) to empirical research; it also publishes high-quality systematic reviews and meta-analyses. Manuscripts should enhance, build on, and/or extend the boundaries of theory, research, and/or practice in teaching and learning. The journal publishes twice a year and welcomes readers.
Articles 35 Documents
Pengembangan Media dan Bahan Ajar Pendidikan Agama Islam Berbasis Teknologi Informasi Noviansyah Noviansyah; Ai Parida Wahyudi; Nurhayati Nurhayati
EDOIS: Journal of Islamic Education Vol. 4 No. 1 (2026): Edois: Journal of Islamic Education
Publisher : Magister Pendidikan Agama Islam IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32923/r1qe7x88

Abstract

This study aims to examine the development of information technology-based teaching media and materials for Islamic Religious Education (IRE) and to understand their impact on IRE learning in the digital age. The method used in this study is a qualitative approach employing in-depth interviews and observations of IRE teachers and students at several junior high schools in West Bangka Regency. The collected data were analyzed using thematic analysis to identify patterns and relationships between the use of technology-based media and the learning process. The results indicate that the use of technology in PAI instruction has a positive impact on students’ motivation and engagement with the subject matter. Applications such as Quizizz, Google Classroom, and video conferencing platforms enable students to learn in a more interactive and self-directed manner. However, challenges faced in developing technology-based PAI media include limited technological infrastructure, such as uneven internet access, as well as the lack of readiness among some teachers to utilize technology to its full potential. This study also highlights the importance of technology in enhancing the effectiveness of communication between teachers and students, as well as improving students’ understanding of Islamic religious education content. Therefore, the recommendations from this study are the need for further training for PAI teachers in effectively using technology-based media, as well as improvements to school technology infrastructure to support more inclusive and efficient learning. These findings are expected to serve as a reference for the future development of PAI education, emphasizing the importance of utilizing technology to create learning experiences that are more innovative and relevant to contemporary developments.
Literasi Baca Tulis Arab Melayu (Jawi) di Bangka Suryan Masrin; Isriyanto Isriyanto; Septi Dewi Anggraini
EDOIS: Journal of Islamic Education Vol. 4 No. 1 (2026): Edois: Journal of Islamic Education
Publisher : Magister Pendidikan Agama Islam IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32923/67ksmv27

Abstract

This study examines Arabic-Malay or Jawi literacy on Bangka Island, focusing on its role in Islamic education, social communication, and the preservation of local culture. Using qualitative descriptive methods and literacy analysis, this research examines historical manuscripts and educational documents. The results indicate that Jawi literacy has played a significant role in shaping the cultural identity of the Bangka community since the 19th century. Religious texts, such as books on Islamic jurisprudence (fiqh) and narrative works (hikayat), served as primary tools for teaching and disseminating knowledge. However, modernization and the shift to the Latin script in formal education have led to a decline in interest in this script.
Pola Perilaku Bullying di Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Bangka TengahKA TENGAH Widi Hatmoko
EDOIS: Journal of Islamic Education Vol. 4 No. 1 (2026): Edois: Journal of Islamic Education
Publisher : Magister Pendidikan Agama Islam IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32923/15mrp429

Abstract

Lembaga pendidikan merupakan badan atau lembaga, baik negeri maupun swasta, yang menyelenggarakan kegiatan pendidikan sehingga menjalankan usaha dalam bidang pendidikan. Di Indonesia terdapat banyak lembaga pendidikan dengan tujuan, kurikulum, dan lulusan yang berbeda-beda. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pola perilaku bullying dan bagaimana madrasah dalam mengatasi perilaku bullying MTSN 1 Bangka Tengah. Penelitian ini mengungkap berbagai pola serta bentuk bullying meliputi bullying dalam bentuk fisik seperti bullying, bullying verbal seperti mengolok-olok siswa yang memiliki kekurangan fisik, menghina orang tua dengan nama panggilan, bullying melalui internet (cyberbullying), menghina siswa lain melalui media sosial. Faktor pemicu terjadinya bullying antara lain faktor keluarga yang kurang memperhatikan, faktor sekolah dengan pengawasan yang rendah, faktor lingkungan yang buruk, faktor teman sebaya yang mendukung terjadinya bullying, faktor media sosial yang kurang terkontrol. Langkah Madrasah mengatasi perilaku bullying yang digunakan meliputi pembentukan tim anti bullying, penyediaan kotak pengaduan, penerapan strategi reward and punishment, pemberian edukasi tentang bahaya bullying
Analisis Fenomenologis Persepsi Netizen terhadap Pemberitaan Xpose Uncensored Trans7 tentang Tradisi di Pesantren dalam Perspektif Adab Menuntut Ilmu Febri Rahmadhani
EDOIS: Journal of Islamic Education Vol. 4 No. 1 (2026): Edois: Journal of Islamic Education
Publisher : Magister Pendidikan Agama Islam IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32923/1r87rc25

Abstract

Pemberitaan Xpose Uncensored Trans7 (13 Oktober 2025) tentang tradisi di Pondok Pesantren Lirboyo memicu respons publik yang terpolarisasi, mengungkap ketegangan antara representasi media dan nilai-nilai internal pesantrenkhususnya konsep adab menuntut ilmu yang diajarkan dalam kurikulum Al-Qur’an Hadits kelas XI Madrasah Aliyah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna pengalaman hidup netizen dalam mempersepsikan pemberitaan tersebut melalui pendekatan fenomenologis deskriptif ala Moustakas (1994) dan van Manen (2014). Data dikumpulkan melalui observasi terhadap 479 unggahan di X (Twitter), wawancara mendalam dengan 24 informan (santri aktif, alumni, mahasiswa PAI, pendidik, dan peneliti), serta analisis dokumen terhadap KMA No. 183/2019 dan RPP Al-Qur’an Hadits. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adab tidak dipahami secara monolitik, melainkan sebagai konstruksi kontekstual yang bergantung pada niat, relasi kuasa, dan pengalaman subjektif. Sebanyak 71% informan mengusulkan model ta’dhim kritispenghormatan yang tidak mengabaikan prinsip amar ma‘ruf nahi munkar dan akuntabilitassebagai respons terhadap dikotomi antara ketaatan buta dan penolakan radikal. Temuan ini mengindikasikan adanya jurang antara kurikulum formal, yang cenderung menekankan adab vertikal, dan kebutuhan aktual masyarakat digital akan adab horizontal dalam ruang publik. Penelitian merekomendasikan integrasi literasi media dan etika komunikasi digital dalam pembelajaran adab menuntut ilmu, agar nilai-nilai Islam klasik dapat bertransformasi menjadi kompetensi kritis abad ke-21 tanpa kehilangan akar spiritualnya.
Motivasi Orang Tua Memilih Pondok Pesantren Sebagai Lembaga Pendidikan Anak (Studi Kasus di Pondok Pesantren Nurul Falah Air Mesu dan Pondok Pesantren Roudlatul Muta’alimin Al Baisyuni) Tuti Iryani
EDOIS: Journal of Islamic Education Vol. 4 No. 1 (2026): Edois: Journal of Islamic Education
Publisher : Magister Pendidikan Agama Islam IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32923/3v9dzc42

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya jumlah orang tua yang memilih pesantren sebagai lembaga pendidikan bagi anak-anak mereka. Kurangnya pemahaman mengenai jenis dan jenjang pendidikan di pesantren sering kali memicu kesenjangan antara harapan dan kenyataan. Oleh karena itu, dengan menggali lebih dalam alasan di balik keputusan orang tua dalam memilih pesantren sebagai lembaga pendidikan bagi anak-anak mereka, peneliti akan lebih mudah untuk meneliti lebih mendalam motivasi orang tua dalam memilih pesantren sebagai lembaga pendidikan bagi anak-anak mereka. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana pengetahuan orang tua mengenai pendidikan di Pesantren Nurul Falah dan Pesantren Raudlatul Muta'allimin Al-Baisuny? Serta untuk mengetahui apa yang memotivasi orang tua dalam memilih Pesantren Nurul Falah dan Pesantren Raudlatul Muta'allimin Al-Baisuny sebagai lembaga pendidikan bagi anak-anak mereka? Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, yaitu penelitian yang berfokus pada fenomena sosial dan pada penyampaian suara perasaan serta persepsi dari peserta penelitian, misalnya perilaku, motivasi, tindakan, dan sebagainya, dengan menggambarkan motivasi orang tua dalam memilih sekolah asrama Islam sebagai lembaga pendidikan bagi anak-anak melalui proses observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil analisis dalam penelitian ini dapat disimpulkan sebagai berikut: Pertama, Pengetahuan Orang Tua tentang Pendidikan di Pesantren Nurul Falah dan Pesantren Raudlatul Muta'allimin Al-Baisuny hanya terbatas pada pendidikan agama yang mengajarkan ilmu agama, baik menghafal Al-Qur'an maupun menanamkan nilai-nilai agama. Kedua, motivasi orang tua dalam memilih Pesantren Nurul Falah dan Pesantren Raudlatul Muta'allimin Al-Baisuny disebabkan oleh faktor kebutuhan, yaitu kebutuhan akan keamanan dan kebutuhan akan aktualisasi diri. Selain itu, hal ini juga disebabkan oleh faktor intrinsik dan ekstrinsik Translated with DeepL.com (free version)

Page 4 of 4 | Total Record : 35