cover
Contact Name
Priyanggo Karunia Rahman
Contact Email
pkarunia.rahman@gmail.com
Phone
+62811757756
Journal Mail Official
edois.iainsasbabel@gmail.com
Editorial Address
Gedung Pascasarjana IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung Jalan Raya Petaling Km.13 Kelurahan Petaling, Kecamatan Mendo Barat, Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung 33173
Location
Kab. bangka,
Kepulauan bangka belitung
INDONESIA
Jurnal of Islamic Education
ISSN : -     EISSN : 31101755     DOI : https://doi.org/10.32923/edois.v3i2
Core Subject : Education,
The journal focuses on learning and teaching, teacher preparation, innovations in learning and teaching, teacher professional development, and all aspects of learning and teaching. The journal welcomes a variety of approaches (qualitative, quantitative, and mixed methods) to empirical research; it also publishes high-quality systematic reviews and meta-analyses. Manuscripts should enhance, build on, and/or extend the boundaries of theory, research, and/or practice in teaching and learning. The journal publishes twice a year and welcomes readers.
Articles 30 Documents
Yuspita Kreativitas Guru Pendidikan Agama Islam dalam Penggunaan Bahan Ajar Berbasis Digital di SMA Negeri Pangkalpinang Yuspita Lestari
EDOIS: Journal of Islamic Education Vol. 2 No. 2 (2024): Edois: Journal of Islamic Education
Publisher : Magister Pendidikan Agama Islam IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32923/edois.v2i2.4987

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang Kreativitas Guru Pendidikan Agama Islam dalam Penggunaan Bahan Ajar Berbasis Digital di SMA Negeri Pangkalpinang. Adapun yang melatarbelakangi penelitian ini ialah Guru Pendidikan Agama Islam di SMA Negeri Pangkal Pinang sudah menggunakan bahan ajar berbasis digital tetapi masih kurang bervariasi. Karena hanya mendonwload saja terkadang di modifikasi. Akan tetapi sebelum proses pembelajaran guru PAI di SMA Negeri Pangkal Pinang melakukan ice breaking terlebih dahulu agar pembelajaran menarik dan menyenangkan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: Kreativitas Guru Pendidikan Agama Islam menggunakan bahan ajar berbasis digital dalam proses pembelajaran di SMA Negeri Pangkalpinang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif untuk mendapatkan data dan mengumpulkan data-data yang sesuai dengan kenyataan di lapangan. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data di lapangan, peneliti menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif dengan model Miles dan Huberman. Kegiatan ini meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Bentuk-bentuk kreativitas yang dimiliki guru Pendidikan Agama Islam di SMA Negeri Pangkalpinang, antara lain: a) kreativitas dalam mengoptimalkan pembelajaran; b) kreativitas dalam menggunakan metode pembelajaran; c) kreativitas dalam menggunakan media teknologi; d) kreativitas dalam menggunakan model pembelajaran; e) kreativitas dalam mengembangkan sumber belajar; f) kreativitas dalam mengembangkan bahan ajar; dan g) kreativitas dalam melakukan evaluasi. 2) Jenis bahan ajar berbasis digital yang digunakan guru Pendidikan Agama Islam di SMA Negeri Pangkalpinang meliputi: bahan ajar display yaitu modul ajar yang diambil templatenya di google ataupun di PMM (Platform Merdeka Mengajar) kemudian dirubah dan dikreasikan sesuai masing-masing tergantung dengan materinya. Selain itu juga menggunakan bahan ajar interaktif berupa video pembelajaran yang dibuat dengan animasi dari canva, bahan ajar berbasis web, dan blogger. Dan 3) Kreativitas guru Pendidikan Agama Islam dalam penggunaan bahan ajar berbasis digital di SMA Negeri Pangkalpinang ialah dikatakan sangat kreatif dalam menggunakannya. Karena semuanya berusaha berani tampil dengan baik dan fleksibel dengan melihat situasi dan kondisi peserta didiknya. This research examines the Creativity of Islamic Religious Education Teachers in the Use of Digital-Based Teaching Materials at SMA Negeri Pangkalpinang. The background of this research is that Islamic Religious Education teachers at SMA Negeri Pangkal Pinang have already been using digital-based teaching materials, but they are still lacking in variety. Because it's only downloaded, it sometimes gets modified. However, before the learning process, the PAI teacher at SMA Negeri Pangkal Pinang conducts an ice-breaking session first to make the learning interesting and enjoyable. This research aims to describe: The creativity of Islamic Religious Education teachers using digital-based teaching materials in the learning process at SMA Negeri Pangkalpinang. This research uses a descriptive qualitative approach to obtain data and collect data that aligns with the reality in the field. Data collection was carried out through observation, interviews, and documentation. For data analysis in the field, the researcher used qualitative descriptive analysis techniques based on the Miles and Huberman model. This activity includes data reduction, data presentation, and conclusion verification. The results of this study show that: 1) The forms of creativity possessed by Islamic Education teachers at SMA Negeri Pangkalpinang include: a) creativity in optimizing learning; b) creativity in using teaching methods; c) creativity in using technology media; d) creativity in using learning models; e) creativity in developing learning resources; f) creativity in developing teaching materials; and g) creativity in conducting evaluations. 2) The types of digital teaching materials used by Islamic Education teachers at SMA Negeri Pangkalpinang include: display teaching materials, which are teaching modules taken from templates on Google or PMM (Platform Merdeka Mengajar) and then modified and created according to each teacher's material. In addition, it also uses interactive teaching materials in the form of learning videos created with animations from Canva, web-based teaching materials, and bloggers. And 3) The creativity of Islamic Religious Education teachers in using digital-based teaching materials at SMA Negeri Pangkalpinang is said to be very creative in their use. Because everyone is trying to bravely perform well and be flexible by observing the situation and conditions of their students.
Problematika Pendidikan Agama Islam di Sekolah Dasar Puti Anisa; Sefti Angraini; Rica Khoirany
EDOIS: Journal of Islamic Education Vol. 3 No. 1 (2025): Edois: Journal of Islamic Education
Publisher : Magister Pendidikan Agama Islam IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32923/edois.v3i1.5199

Abstract

Kegiatan pembelajaran Pendidikan Agama Islam di sekolah dasar negeri 16 Mentok masih menunjukkan keadaan yang sangat memprihatinkan. Konten materi Pendidikan Agama Islam juga lebih fokus pada pengayaan pengetahuan (kognitif) dan minimnya pembentukan watak (afektif) serta pembiasaan (psikomotorik), di tambah lagi lemahnya sumber daya guru dalam mengembangkan metode dan pendekatan dalam proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam yang bervariasi, minimnya sarana dan prasarana dalam proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam di rumah. Dalam rangka untuk mengatasi problematika Pendidikan Agama Islam ini, harus ada satu hari dalam satu minggu misalnya hari jumat untuk kegiatan pembentukan sikap seperti kajian ayat Al quran, Latihan menjadi muazin, khotib, atau petugas sholat jumat yang dilaksanakan langsung oleh siswa dengan bimbingan guru. Setiap hari pukul 08.00 WIB digerakkan untuk sholat dhuha, pukul 12.05 sholat zhuhur. Metode penelitian yang dilakukan yaitu metode penelitian kualitatif deskriptif. Metode ini sangat tepat untuk mengetahui bagaimana kondisi yang dialamai pendidik di sekolah, sehingga peneliti dapat memahami terhadap data yang diperoleh di lapangan. Setidaknya ada beberapa permasalahan yang dihadapi pendidik di sekolah yang disebabkan oleh peserta didik dalam pendidikan yang dirasa belum maksimal dalam pelaksanaan.
Pemikiran Pendidikan Budi Pekerti Menurut Hamka Kajian Tafsir Al-Azhar Muhammad Nurlana
EDOIS: Journal of Islamic Education Vol. 3 No. 1 (2025): Edois: Journal of Islamic Education
Publisher : Magister Pendidikan Agama Islam IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32923/edois.v3i1.5243

Abstract

Kajian dalam penelitian ini menganalisis penafsiran Hamka terhadap konsep pendidikan budi pekerti sebagai solusi untuk memecahkan persoalan moral yang terjadi di negeri ini melalui karya monumentalnya Tafsir al-Azhar. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang menganalisi buku Tafsir al-Azhar secara mendalam dan interpretative, sehingga penelitian ini juga termasuk penelitian pustaka. Penelitian ini juga termasuk jenis penelitian studi tokoh. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan naratif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik kepustakaan. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Hamka berpadangan budi pekerti manusia dapat diperbaiki atau dibentuk melalui serangkaian proses didikan. Pendidikan budi pekerti seyogyanya sudah diajarkan sejak kecil. Karena di waktu kecil, batin masih lemah lembut dan masih mudah membentuknya. Adapaun upaya yang dapat dilakukan untuk membentuk budi pekerti, yaitu melalui latihan, dengan perjuangan dan kesungguhan, banyak melihat keteladanan orang lain, mempelajari ilmu agama, dan dididik dengan kelembutan. Kemudian, ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi keberhasilan seseorang dalam membentuk budi pekerti, yaitu takwa, niat, usaha, tabiat, pengalaman, dan pelajaran, pendidikan dan pengajaran, zakat, makanan, rezeki, hawa nafsu, maksiat, teman, lingkungan keluarga, lingkungan masyarkaat, ilmu agama, hidayah dan taufik Allāh.
Membangun Karakter Melalui Pendidikan Agama Islam : Menjawab Problematika Pembelajaran pada Peserta Didik di SMA Negeri 1 Jebus Dessy Susanti
EDOIS: Journal of Islamic Education Vol. 3 No. 1 (2025): Edois: Journal of Islamic Education
Publisher : Magister Pendidikan Agama Islam IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32923/edois.v3i1.5328

Abstract

Problematika dapat muncul dalam kehidupan sehari - hari salah satunya di lingkup sekolah dalam pelaksanaan pembelajaran. Problematika yang ada dapat menyebabkan tidak optimalnya hasil capaian pembelajaran Pendidikan agama islam. Di butuhkan solusi untuk mengatasi problematik yang muncul yaitu dengan menganalisa permasalahan tersebut sehingga dapat menentukan solusi dan meningkatkan kualitas pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Artikel ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan wawancara dan observasi. Populasi yang diambil yaitu peserta didik berstatus aktif di SMA Negeri 1 jebus. Hasil yang didapatkan bahwa problematika tersebut muncul karena pengaruh minat peserta didik, perkembangan globalisasi, metode pembelajaran, dukungan dan implementasi dari Pendidikan agama islam. Rekomendasi yang diharapkan dapat diimplementasikan yaitu penggunaan metode pembelajaran yang lebih interaktif, bervariasi dan menyenangkan, pelibatan peserta didik secara aktif dalam proses pembelajaran, peningkatan kualitas materi yang disampaikan, serta dukungan keluarga dan motivasi untuk membangun minat dan daya ketertarikan peserta didik dalam belajar dan implementasi Pendidikan agama Islam.
Urgensi Nilai-nilai Esoteris pada Kitab Al-Munqidz min ad-Dhalal Karya Imam Al-Ghazali terhadap Pendidikan Islam dalam Mempersiapkan Generasi Indonesia Emas 2045 Muhamad Karyawan; Priyanggo Karunia Rahman
EDOIS: Journal of Islamic Education Vol. 3 No. 2 (2025): Edois: Journal of Islamic Education
Publisher : Magister Pendidikan Agama Islam IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32923/edois.v3i1.5416

Abstract

Toward Indonesia Gold 2045, national development emphasizes the importance of strengthening human resources that are excellent and globally competitive. However, material progress without spiritual balance may lead to moral crisis and value disorientation. In this context, Islamic esoteric values serve as a vital foundation for Islamic education that focuses on character formation and spirituality. This study aims to examine the urgency of esoteric values in Imam al-Ghazali’s Al-Munqidz min ad-Dhalāl and their relevance to Islamic education in preparing Indonesia’s Golden Generation 2045. The research employed a qualitative approach through library research with hermeneutic-thematic analysis of classical texts and supporting literature. The findings reveal three key esoteric values emphasized by al-Ghazali: mujāhadah (spiritual perseverance), muḥāsabah (self-introspection), and uzlah (self-restraint and inner tranquility). These values are highly relevant to character education through the integration of affective, reflective, and contemplative dimensions in Islamic learning. The study concludes that strengthening al-Ghazali’s esoteric values can serve as a conceptual framework for developing a holistic Islamic education curriculum that fosters knowledgeable, ethical, and spiritually grounded generations toward Indonesia Gold 2045
Fenomena Living Qur'an Masyarakat Bangka Tengah dalam Perspektif Pendidikan Islam Wahyudin Noor; Tinggal Purwanto; Wardah Luthfiyyah
EDOIS: Journal of Islamic Education Vol. 3 No. 1 (2025): Edois: Journal of Islamic Education
Publisher : Magister Pendidikan Agama Islam IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32923/edois.v3i1.5743

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji fenomena Living Qur’an dalam masyarakat Bangka Tengah melalui perspektif pendidikan Islam. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Bangka Tengah memaknai Al-Qur’an tidak hanya sebagai kitab suci, tetapi juga sebagai sumber nilai, pedoman hidup, dan praktik spiritual. Terdapat tiga bentuk interaksi utama yang dilakukan masyarakat, yaitu interaksi lisan (tradisi membaca Al-Qur’an secara rutin), interaksi tulisan (penggunaan ayat-ayat Al-Qur’an sebagai motivasi hidup, media pembelajaran, dan dekorasi simbolik), serta interaksi praktis (pemanfaatan ayat-ayat Al-Qur’an dalam praktik penyembuhan, perlindungan, dan ritual budaya). Fenomena ini menunjukkan bahwa nilai-nilai Qur’ani telah menyatu dalam kehidupan sehari-hari dan perilaku sosial masyarakat. Temuan ini juga menegaskan bahwa Al-Qur’an memiliki fungsi transformatif dalam pendidikan Islam, yakni membentuk karakter religius, memperkuat harmoni sosial, serta menghidupkan nilai-nilai inklusivitas dalam keberagamaan. Dengan demikian, Living Qur’an tidak hanya menjadi bentuk pengamalan spiritual, tetapi juga menjadi fondasi pembelajaran Islam yang kontekstual dan bermakna di tengah masyarakat lokal.
Penerapan Pembelajaran Berdiferensiasi pada Mata Pelajaran Rumpun PAI di MTs se-Kabupaten Belitung Timur Sumarno Sumarno
EDOIS: Journal of Islamic Education Vol. 3 No. 2 (2025): Edois: Journal of Islamic Education
Publisher : Magister Pendidikan Agama Islam IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32923/0vp51864

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) mengetahui penerapan pembelajaran berdiferensiasi pada mata pelajaran rumpun PAI di MTs se Kabupaten Belitung Timur, (2) mengetahui strategi dalam penerapan pembelajaran berdiferensiasi pada mata pelajaran rumpun PAI di MTs se Kabupaten Belitung Timur, dan (3) mengetahui dampak dari penerapan pembelajaran berdiferensiasi pada mata pelajaran rumpun PAI di MTs seKabupaten Belitung Timur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian lapangan (field research). Data bersumber dari data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Adapun Teknik analisis datanya menggunakan reduksi data, penyajian data, verifikasi data dan Kesimpulan, serta validitas data. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Penerapan pembelajaran berdiferensiasi pada mata pelajaran rumpun PAI di MTs se Kabupaten Belitung Timur sudah berjalan dengan baik dan penerapannya dilakukan dengan tahap awal (perancang, fasilitator, dan motivator pembelajaran), tahap pelaksanaan (asesmen diagnostik, analisis kurikulum, dan pembelajaran berdiferensiasi konten, proses, produk, lingkungan belajar), serta tahap evaluasi (kesimpulan dan refleksi). (2) Strategi dalam pembelajaran berdiferensiasi pada mata pelajaran rumpun PAI di MTs se Kabupaten Belitung Timur dibagi menjadi strategi kepala madrasah (meningkatkan kompetensi guru, meningkatkan sarana dan prasarana, menjalin kerjasama, dan supervisi pembelajaran) dan strategi guru (meliputi aspek konten, proses, produk, dan lingkungan belajar) yang keduanya sudah dilaksanakan dengan baik. (3) Penerapan pembelajaran berdiferensiasi pada mata pelajaran rumpun PAI di MTs se Kabupaten Belitung Timur memiliki dampak positif baik bagi peserta didik maupun guru. Adapun dampak yang dirasakan oleh peserta didik dan guru adalah peserta didik termotivasi, senang mengikuti pelajaran, dan materi pelajaran mudah dipahami sehingga guru memiliki kedekatan dengan peserta didik, merasakan kepuasan dan memiliki motivasi untuk meningkatkan kompetensi serta kreativitas dalam mengajar.
Implikasi Guru dalam Meningkatkan Kualitas Dokumen Pembelajaran di SD Negeri 13 Badau Masriah Masriah
EDOIS: Journal of Islamic Education Vol. 3 No. 2 (2025): Edois: Journal of Islamic Education
Publisher : Magister Pendidikan Agama Islam IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32923/hfwesb39

Abstract

Implikasi guru dalam meningkatkan kualitas dokumen pembelajaran di SD Negeri 13 Badau, di dunia pendidikan pada era modern menjadi sebuah dasar yang dapat di jadikan acuan untuk mengetahui sejauh mana kewajiban guru dalam melaksanakan tugas. Sebagai sebuah lembaga yang memiliki visi dan misi terciptanya sekolah yang berkualitas dan memiliki pemahaman Islam dalam pendidikan serta menguasai proses pembelajaran untuk disampaikan kepada peserta didik atau siswa menjadi sebuah keharusan untuk memberikan materi, menilai, mengevaluasi serta mendokumentasikan untuk meningkatkan mutu pendidikan di masa yang akan datang sesuai dengan harapan pemerintah. Melihat fakta yang bertolak belakang dengan peraturan disiplin yang dijalankan, peneliti tertarik untuk mengkaji lebih dalam. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implikasi guru dalam meningkatkan kualitas dokumen pembelajaran di SDN 13 Badau. Kemampuan guru dalam meningkatkan kualitas dokumen pembelajaran ini dipandang sangat penting karena menyangkut masa depan anak didik ke masa yang akan datang. Untuk melihat sejauh mana implikasi guru dalam meningkatkan kualitas dokumen pembelajaran dan bagaimana guru merencanakan melaksanakan dan mengevaluasi. Dan kemudian dijadikan dalam satu dokumen untuk menjadi acuan dalam meningkatkan mutu serta kualitas pendidikan dalam pembelajaran. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif dan bersumber dari data primer dan data sekunder yang didapatkan dari observasi terus terang, wawancara semi terstruktur dan dokumentasi (triangulasi). Kemudian data dikumpulkan dan dianalisis melalui model dan huberman yakni reduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan lemahnya disiplin pembinaan pengawasan media lingkungan sarana dan prasarana dan sumber daya manusia baik guru maupun kepala sekolah dalam meningkatkan kualitas dokumen pembelajaran di SD negeri 13 Badau. Dalam proses berjalannya terdapat kekurangan sehingga memerlukan evaluasi lebih lanjut. Adapun masalah yang dihadapi oleh SDN 13 Badau adalah silabus dan RPP yang tidak sesuai dengan kurikulum terbaru, Bahan ajar yang kurang menarik dan interaktif, Perangkat penilaian yang tidak komprehensif, Pembelajaran yang kurang aktif dan kreatif, Rendahnya hasil belajar siswa. Dengan demikian perlu adanya pembinaan pengawasan dan menindaklanjuti untuk meningkatkan kualitas dokumen pembelajaran agar lebih baik sesuai dengan harapan pemerintah  
Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah Dasar Negeri pada Perwujudan Program Adiwiyata di Pangkalpinang Isnani Isnani
EDOIS: Journal of Islamic Education Vol. 3 No. 2 (2025): Edois: Journal of Islamic Education
Publisher : Magister Pendidikan Agama Islam IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32923/hm2m4j53

Abstract

Fokus dalam penelitian ini adalah gaya kepemimpinan kepala sekolah dasar negeri dalam perwujudan program Adiwiyata di Pangkalpinang. Penelitian ini bertujuan untuk :1) Mengetahui gaya kepemimpinan kepala sekolah dasar negeri dalam perwujudan program adiwiyata di Pangkalpinang, 2) Mengetahui peran kepala sekolah dasar negeri dalam mendukung keberlanjutan pelaksanaan Program Adiwiyata di Pangkalpinang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan cara mereduksi, menyajikan, memverifikasi, dan memvaliditas data yang telah diperoleh. Hasil penelitian menunjukan : 1) Gaya kepemimpinan kepala sekolah di SD Negeri 30 dan SD Negeri 37 Pangkalpinang cenderung mengarah pada kepemimpinan transformasional, demokratis, dan visioner. Kepala sekolah di kedua institusi ini berhasil menginspirasi guru dan siswa dengan visi yang jelas tentang pentingnya pelestarian lingkungan. Melalui pendekatan transformasional, mereka tidak hanya berfokus pada pencapaian akademis, tetapi juga pada pembentukan karakter siswa yang peduli lingkungan. Gaya kepemimpinan demokratis memungkinkan partisipasi aktif dari seluruh pemangku kepentingan dalam pengambilan keputusan terkait program Adiwiyata, menciptakan rasa memiliki dan tanggung jawab kolektif. Kepemimpinan visioner tercermin dalam kemampuan mereka merencanakan kegiatan yang mendukung keberlanjutan, seperti program penghijauan. Dalam situasi tertentu, kepala sekolah juga dengan bijak mengadopsi gaya kepemimpinan lain sesuai kebutuhan dan tantangan yang dihadapi, memastikan efektivitas pelaksanaan program, 2) Kepala sekolah memiliki peran yang penting dalam keberlanjutan program adiwiyata. kepala sekolah di SD Negeri 30 dan SD Negeri 37 Pangkalpinang dapat memotivasi dan menginspirasi guru serta siswa, yang terlihat dari peningkatan partisipasi siswa dalam kegiatan lingkungan. Kepala sekolah juga menjalin komunikasi yang terbuka antara kepala sekolah, staf, dan siswa menciptakan lingkungan kolaboratif, di mana semua pihak merasa memiliki tanggung jawab terhadap program tersebut. Selain itu, kepala sekolah juga proaktif dalam menyediakan fasilitas pendukung, seperti tempat sampah terpisah dan area penghijauan, yang berkontribusi pada keberhasilan program
Konsep Pendidilkan Humanistik Perspektif Al-Qur'an dan Relavansinya pada Pendidikan Karakter di Era Revolusi Indsutri 5.0 Muhammad Syahrul
EDOIS: Journal of Islamic Education Vol. 3 No. 2 (2025): Edois: Journal of Islamic Education
Publisher : Magister Pendidikan Agama Islam IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32923/f68gbw78

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) bagaimana nilai pendidikan humanis perspektif  dari Al-Qur’an (2) pendidikan humanis apakah masih relevan dengan sistem pendidikan sekarang dengan menekankan aspek pendidikan karakter era revolusi industri 5.0. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan metode kepustakaan (library research). Data yang diperoleh dalam tesis ini adalah didapat dari Al-Qur’an dan tafsir kontemporer serta dari beberapa sumber yang terkait dengan masalah humanisme baik itu berupa jurnal ilmiah, artikel ilmiah, media digital yang berkaitan dengan humanisme. Teknik analisisnya menggunakan pendekatan analisis isi (content analysis). Hasil temuan penulis menunjukkan: (1) konsep pendidikan humanistik dalam Al-Qur’an, yaitu: optimalisasi pengembangan akhlak mulia, optimalisasi pengembangan karakter sosial, optimalisasi membangun peradaban di era digital. Beberapa nilai humanis yang terkandung dalam Al-Qur’an yang harus dimplementasikan untuk mewujudkan pendidikan kemanusian, yaitu: Keadilan (Al-‘adalah), Kebebasan (Al-Hurriyah), Kesetaraan (Al-Musawah), Musyawarah (Syura), Toleransi (Tasamuh). (2) Pendidikan humanistik memiliki relevansi dengan pendidikan karakter karena pendidikan memandang manusia sebagai suatu kesatuan yang utuh dalam menghargai harkat dan martabat manusia sebagai makhluk yang sempurna untuk diterapkan di zaman yang mengalami krisis etika saat ini. Era revolusi industri 5.0 yang ditandai oleh perkembangan teknologi digital dan perubahan sosial yang cepat, pendidikan karakter memiliki peran kunci dalam membentuk individu yang berakhlak mulia dan mampu menghadapi tantangan zaman. Pendidikan karakter bukan hanya responsif terhadap perkembangan teknologi, tetapi juga sebagai instrumen esensial membentuk individu cerdas teknologi dan berakhlak mulia sesuai kebutuhan masyarakat modern

Page 3 of 3 | Total Record : 30