cover
Contact Name
Jumal Ahmad
Contact Email
ahmadbinhanbal@gmail.com
Phone
+6285719647457
Journal Mail Official
tarqiyahstitmas@gmail.com
Editorial Address
Jl. Raya Sembungankidul, Dukun Gresik, Jawa Timur, 61155
Location
Kab. gresik,
Jawa timur
INDONESIA
TARQIYAH: Jurnal Pendidikan dan Literasi
ISSN : -     EISSN : 27465934     DOI : https://doi.org/10.66017
The journal focuses on the development of knowledge and practice within Islamic Education and Literacy, particularly in muslim society. It aims to publish scholarly articles that contribute to the field through both theoretical frameworks and practical applications. Scope of Research - Aqidah of Islam - Fiqih of Islam - History of Islam - Islamic Education - Dakwah of Islam - Theory & Concepts on Education - Curriculum Development - Teaching Methods - Educational Management
Articles 37 Documents
Perumusan Visi dan Misi Madrasah dalam Perspektif Filsafat Administrasi Syaiful Khafid
TARQIYAH: Jurnal Pendidikan dan Literasi Vol 1 No 1 (2020): TARQIYAH EDISI FEBRUARI 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Maskumambang Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66017/tarqiyah.v1i1.1

Abstract

Visi merupakan gabungan antara mimpi dan kenyataan. Visi erat kaitannya dengan misi. Kalau visi merupakan pernyataan tentang gambaran global masa depan dan diawali dengan kata menjadi maka misi adalah pernyataan formal tentang tujuan utama yang akan direalisasi dan diawali dengan kata kerja. Jadi kalau visi berupa ide, cita-cita dan gambaran masa depan yang tidak terlalu jauh maka misi sebagai usaha konkretisasi visi dalam wujud tujuan dasar yang akan dicapai. Visi dan misi madrasah ialah penjabaran atau spesifikasi visi dan misi pendidikan nasional yang disesuaikan dengan latar belakang dan kondisi lokal. Beberapa madrasah yang berada dalam suatu kluster yayasan atau pondok pesantren boleh mengembangkan visi dan misi bersama kalau latar belakang dan kondisi lokal dari sekelompok madrasah itu berkemiripan. Visi dan misi madrasah disusun dalam sudut pandang filsafat administrasi dengan membangun sejaring administrasi madrasah menjadi tertib sesuai dengan standar mutu.   DAFTAR RUJUKAN Ali, H.M. Faried. 2006. Filsafat Administrasi. Edisi ke-1. Jakarta: Raja Grafindo Persada. Idris, Jamaluddin. 2005. Analisis Kritis Mutu Pendidikan. Yogyakarta: Suluh Press. Khafid, Syaiful. 2006. Perumusan Visi dan Misi Sekolah yang Benar dalam Perspektif Ilmu Manajemen. Dalam Media, 10 (XXXVI): 17-20. Sinamo, Jansen. 2000. Strategi Adaptif Abad ke-21 Berselancar di Atas Gelombang Krisis. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Susanto, A.B. 2008. Visi & Misi: Langkah Awal Menuju Strategic Management. Cetakan II. Jakarta: The Jakarta Consulting Group. Susanto. 2007. Pengembangan KTSP dengan Perspektif Manajemen Visi. Surabaya: Matapena.
Pengaruh Tingkat Intelegensi terhadap Prestasi Akademik Siswa dalam Perspektif Alberd Binet Moh Ridhoi
TARQIYAH: Jurnal Pendidikan dan Literasi Vol 1 No 1 (2020): TARQIYAH EDISI FEBRUARI 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Maskumambang Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66017/tarqiyah.v1i1.3

Abstract

Pendidikan pada dasarnya adalah usaha sadar untuk menumbuh kembangkan potensi sumber daya manusia peserta didik dengan cara mendorong dan memfasilitasi kegiatan belajar mereka. Belajar adalah istilah kunci (key term) yang paling vital dalam setiap usaha pendidikan, sehingga tanpa belajar sesungguhnya tak pernah ada pendidikan. Pencapaian individu dari proses belajar disebut dengan prestasi akademik. prestasi akademik adalah hasil atau pencapaian yang diperoleh siswa dari aktivitas belajar, yang dinyatakan dalam bentuk angka atau simbol tertentu. Individu yang mempunyai prestasi akademik yang tinggi akan mampu bersaing dalam berbagai bidang. Begitu pula sebaliknya, prestasi akademik rendah tidak akan mampu bersaing di bidang apapun. Banyak faktor yang dapat mempengaruhi prestasi akademik seseorang. Salah satu faktor internal yang dapat mempengaruhi prestasi akademik seseorang adalah intelegensi. intelegensi adalah kemampuan umum seseorang untuk bertindak dengan tujuan tertentu, berfikir secara rasional, dan menyesuaikan diri dengan cara yang tepat. Namun menurut Albert Binet setiap anak memiliki intelegensi yang tidak sama. Karena setiap anak bersifat multiintelegen yang artinya memliki kecerdasaan yang bermacam-macam mulai dari genius sampai imbilson atau idiot. Sehingga tugas pendidik ialah bukan hanya terfokus pada kecerdasaan bawaan saja tapi juga bisa mengembangkan dan meningkatkan kecerdasaan siswa sampai berhasil sukses dalam prestasi akademiknya.         DAFTAR RUJUKAN Ahmadi, A., & Supriyono, W. 2004. Psikologi belajar. Jakarta: PT Rineka Cipta. Azwar. 2002. Tes prestasi: Fungsi pengembangan pengukuran prestasi belajar. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Djamarah. 2002. Psikologi belajar. Jakarta: PT Rineka Cipta. http://11124acs.blogspot.co.id/2012/03/intelegensi-menurut-alfred-binet.html, diakses pada 11 Februari 2017. Suryabrata. 2006. Psikologi pendidikan. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada  
Pemikiran Pendidikan Akhlak Hamka Mahmudi
TARQIYAH: Jurnal Pendidikan dan Literasi Vol 1 No 1 (2020): TARQIYAH EDISI FEBRUARI 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Maskumambang Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66017/tarqiyah.v1i1.5

Abstract

HAMKA mendefinisikan pendidikan moral sebagai sarana atau upaya untuk memberikan pengetahuan kepada seseorang agar dapat memahami dengan jelas segala hal dalam hidupnya. Hal ini bertujuan untuk membentuk karakter, moral, dan kepribadian siswa secara sempurna. Istilah yang digunakan dalam pendidikan moral oleh HAMKA adalah dua istilah, yaitu Ta’lim dan Tarbiyah. HAMKA mendefinisikan kata Ta’lim sebagai proses pendidikan dan bukan pada sifat pendidikan, sementara Tarbiyah memiliki makna mengasah, mengembangkan, memelihara, meningkatkan, menumbuhkan, menghasilkan, mendomestikasi, dan tanggung jawab, baik aspek fisik maupun spiritual. Menurut HAMKA, kata Tarbiyah berfokus pada nilai-nilai moral dan cenderung lebih menekankan pada perbaikan akhlak, yang bertujuan untuk menghasilkan manusia yang sempurna dan dekat dengan Allah SWT. Sehingga sebagai manusia dapat memperoleh kebahagiaan di dunia dan akhirat. Dengan metode presedent, pembiasaan, diskusi, dan penghargaan, pendidikan dan pembelajaran dilakukan.   DAFTAR RUJUKAN Abdullah, M. Yatimi, Study Akhlak Dalam Prespektif Al Qur’an, Jakarta: Amzah, 2007. An-Nahlawi, Abdurrahman, Pendidikan Islam di Rumah, Sekolah, dan Masyarakat, Jakarta: Gema Insani Press, 1995. HAMKA, Lembaga Budi, Jakarta: Pustaka Keluarga, 1951. _____ , Lembaga Hidup, Jakarta: Pustaka Panjimas, 2001. _____, Falsafah Hidup, Jakarta: Pustaka Panjimas, 1984 _____, Tasauf Moderen, Jakarta: Pustaka Panjimas, 1983. _____, Iman dan Amal Shaleh, Jakarta: Pustaka Panjimas, 1986. _____, Prinsip Dan Kebijaksanaan Da’wah Islam, Jakarta: Pustaka Panjimas, 1990. _____, Pandangan Hidup Muslim, Jakarta: Bulan Bintang, 1961. _____, Pelajaran Agama Islam, Jakarta: Bulan Bintang, 1984. _____, Dari Lembah Cita-Cita, Jakarta: Bulan Bintang, 1967. _____, Ghirah Dan Tantangan Terhadap Islam, Jakarta: Pustaka Panjimas, 1982. _____, Tasauf Perkembangan Dan Pemurniannya, Jakarta: Pustaka Panjimas, 1986. _____, Kedudukan Perempuan Dalam Islam, Jakarta: Pustaka Panjimas, 1987. _____, Perkembangan Kebatinan Di Indonesia, Jakarta: Bulan Bintang, 1990. ______, Tafsir Al-Azhar, Juz XIII-XIV, Jakarta: Pustaka Panjimas,2000. HAMKA, Tafsir al-Azhar, Juz IV, Jakarta: Pustaka Panjimas, 1999. HAMKA, Tafsir Al-Azhar, Juz XXI, Jakarta: Pustaka Panjimas,2000. HAMKA, Rusydy, Umat Islam Menghadapi Tantangan Kristenisasi Dan Sekularisasi, Jakarta: Pustaka Panjimas, 2003. HAMKA, Irfan, Ayah, Jakarta: Republika, 2013. Nizar, Samsul, Filsafat Pendidikan Islam Pendekatan historis teoritis dan praktik, Jakarta: Ciputat Pres, 2002. _______, Samsul, Memperbincangkan Dinamika Intelektua dan pemikiran HAMKA, Jakarta: Kencana prenada media group, 2008.
Karakteristik Humor pada Buku Humor Gelitik Ketek Penguasa Karya C. Surya Kelana: Kajian Wacana Welly Firdaus
TARQIYAH: Jurnal Pendidikan dan Literasi Vol 1 No 1 (2020): TARQIYAH EDISI FEBRUARI 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Maskumambang Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66017/tarqiyah.v1i1.6

Abstract

Berdasarkan hasil analisis data yang dilakukan dan disajikan secara deskriptif, maka peneliti dapat mengambil kesimpulan sebagai berikut :  Sifat wacana humor yang terdapat dalam buku “Humor Gelitik Ketek Penguasa” karya C. Surya Kelana adalah (1)Kejutan karena ketidakterdugaan; (2)Pengecohan; (3)Kelepasan dan ketabuan; (4)Sintesis dan keanehan karena ketidakterbiasaan; (5)Ketidakmasukakalan atau ketidaklogisan; (6) kontradiktif dengan kenyataan; (7)Superioritas dan kenakalan untuk mengganggu orang lain; (8)Memiliki arti ganda bagi suatu kata yang sama sehingga menimbulkan kesalahpahaman. Fungsi wacana humor dalam buku “Humor Gelitik Ketek Penguasa” karya C. Surya Kelana adalah (1)Sebagai sarana protes sosial terhadap sesuatu kondisi masyarakat atau negara yang sedang terjadi atau bergejolak; (2)Sebagai sarana hiburan, karena dapat menimbulkan suasana segar dan dan mencairkan ketegangan; (3) Sebagai sarana memperbaiki akhlak atau moral bagi para pembaca untuk tidak melanggar nilai-nilai moral yang terdapat di dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Gaya bahasa yang digunakan dalam buku “Humor Gelitik Ketek Penguasa” karya C. Surya Kelana adalah. (1)Gaya bahasa personifikasi merupakan gaya bahasa kiasan yang menggambarkan benda-banda mati atau barang-barang yang tidak bernyawa seolah-olah memiliki sifat kemanusiaan; (2)Gaya bahasa sinisme yaitu berupa sindiran atau kritikan ringan yang ditujukan kepada pejabat penting atau orang yang dihormati; (3)Gaya bahasa sarkasme yaitu berupa sindiran atau kritikan yang ditujukan kepada seseorang. Namun, sindiran tersebut diucapkan dengan kata-kata yang kasar; (4)Gaya bahasa satire yaitu mengandung kritik tentang kelemahan manusia. Tujuan utamanya adalah agar diadakanya perbaikan secara etis maupun estetis. Peneliti berharap agar pembaca atau penikmat humor agar bersifat lebih kritis terhadap fenomena yang terjadi, para penulis cerita humor agar terus berkarya dengan ide-ide baru yang lebih segar, peneliti selanjutnya agar mengaji permasalahan lain, sehingga jenis-jenis humor dapat terakomodasi secara ilmiah, para guru bahasa Indonesia agar menjadikan humor sebagai sarana hiburan untuk disampaikan kepada siswa guna menciptakan situasi yang menyegarkan pada saat belajar.   DAFTAR RUJUKAN   Danandjaja, James. 2004. Humor Mahasiswa. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan. Keraf, Gorys. 2002. Diksi dan Gaya Bahasa. Jakarta: Gramedia. Moleong, Lexy J. 2005. Metodelogi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosda Karya. Suhadi, M. Agus. 1992. Humor Itu Serius : Pengantar Ilmu Humor. Jakarta: Pustaka Karya. Tarigan, Henry Guntur. 1987. Pengajaran Wacana. Bandung: Angkasa. Tarigan, Henry Guntur. 1990. Pengajaran Gaya Bahasa. Bandung: Angkasa  
Pembinaan Akhlak Siswa Melalui Implementasi Bermacam Metode Pendidikan Agama Islam: Analisis Implementasi Metode PAI di Sekolah Abd. Khaliq
TARQIYAH: Jurnal Pendidikan dan Literasi Vol 1 No 1 (2020): TARQIYAH EDISI FEBRUARI 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Maskumambang Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66017/tarqiyah.v1i1.7

Abstract

Siswa merupakan aset masa depan bangsa. Berbagai masalah yang terjadi di kalangan siswa merupakan representasi dari dekadensi moralitas di  Negeri ini, baik permasalahan yang terjadi di Sekolah atau di luar sekolah. Melalui pemberitaan media massa koran atau elektronik, masyarakat bisa mengetahui beberapa perilaku amoral siswa, diantaranya, siswa yang tidak disiplin di Sekolah, malas belajar, suka berbohong, perkelahian antar pelajar, balapan liar di jalan, minum-minuman keras, narkoba, sek bebas, pencurian, dan perampokan. Hal ini, membutuhkan perhatian khusus dalam pembelajaran pembinaan akhlak yang lebih serius di Sekolah. Terutama bagi guru pendidikaan agama Islam, agar bisa menginternalisasikan nilai-nilai keagamaan dalam diri siswa dengan maksimal, sehingga siswa benar-benar memiliki pengetahuan dan akhlak yang mulia. Peran guru sangat urgen dalam pembentukan moral siswa. Tugas utama guru adalah mentransmisi ilmu pengetahuan kepada siswa, kemudian mengawasi, mengevaluasi dan memberi teladan. Metode yang digunakan guru dalam proses pembelajaran merupakan salah satu komponen yang menentukan keberhasilan pencapaian tujuan pembelajaran. Metode membantu siswa memahami materi pembelajaran dengan mudah. Bagitu juga, metode sangat berpengaruh dalam pembinaan akhlak siswa. Bermacam metode yang bisa digunakan oleh guru PAI dalam menyampaikan materi PAI yaitu, metode ceramah, tanya jawab, diskusi, latihan, demontrasi, karya wisata, keteladanan, anugerah dan hukuman, kisah, sosio-drama, nasehat, perumpamaan dan lainnya. Pengaplikasian setiap metode tergantung pada situasi dan kondisi siswa dan juga kondisi materi yang dibahas. Dalam menyampaikan materi PAI guru bisa mengkombinasikan beberapa metode, ,,supaya pembelajaran lebih menarik, efektif dan efesien. DAFTAR RUJUKAN Al-Ghazali. mengobati penyakit hati membentuk akhlak yang mulia, Terj. Muhammad al-Baqir . Bandung Karisma.2003. Achmad Patoni. Metodologi Pendidikan Pendidikan aAgama Islam Jakaerata:  PT.Bina Ilmu. 2004. Arief, Armai . Pengantar Ilmu dan Metodologi Pendidikan Islam . Jakarta : Ciputat Press. 2002 Azmi, Muhammad. Pembinaan Akhlak Anak Usia Pra Sekolah  . Yogyakarta: Blukar. 2006.  Dewan Guru Gontor .Tarbiyah Watta’lin. Ponogoro. 1996. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Cet. III .Jakarta: Balai Pustaka. 2005. Darajat, Zakiah. Ilmu Jiwa Agama. Jakarta: Karya Unipress. 1993 Gintings, Abdurroman. Esensi Praktis Belajar & Pembelajaran . Bandung: Humaniora. 20I0. https://joharcom.wordpress.com Idris,Manan dkk. Pendidikan Agama Islam Untuk Perguruan Tinggi. Malang: UM Pres. 2004. Ilyas, Yunahar.  Kuliah Akhlak. Yogyakarta:LPPI. 1999. Mohammad, Omar.Falsafah Pendidikan Islam .Jakarta : Bulan Bintang, 1979 Muhammad Al-Syaibani,Umar.Filsafat Pendidikan Islam.Jakarta: Bulan Bintang. 1979. Munaf,  Husain.  Ensiklopedi Islam  .Jakarta:Gunung Agung. 1958. Mustofa, A.  Akhlak Tasawuf. Bandung : CV Pustaka setia.1997. Nata, Abudin . Filsafat Pendidikan Islam. Jakarta: Logos Wacana Ilmu. 200I. Nata, Abuddin.Metodologi Studi Islam . Jakarta: Raja Grafindo Persada.2003. Nata, Abuddin.  Manajemen Pendidikan (Mengatasi Kelemahan Pendidikan Islam di Indonesia) . Jakarta: Kencana. 2010. Partanto ,Dahlan al-Barri & M. Pius A. Kamus Ilmiah Populer. Surabaya : Arkola. 1994. Ritonga, Rahman. Akhlak (Merakit Hubungan dengan Sesama Manusia) . Surabaya: Amelia Surabaya. 2005. Riza, Muhammad. Keseimbangan Akal dan Hati Nurani. (Online). (http://rizamuhammad.blogspot.com/2008/12/kesimbangan-akal-dan-hati-nurani.html?m=1) di akses 13 Januari 2018, 85-86. 2008. Sudarsono.  Etika Islam Tentang kenakalan Remaja. Jakarta: PT Rineka Cipta. 1993.   Saliman & Sudarsono, Kamus Pendidikan, Pendidikan dan Umum.Jakarta: Rineka Cipta. 1994. Surakhmad.Pengantar interaksi Belajar Mengajar .Bandung : Tarsito. 1998 Tatapangarsa, Humaidi. Pengantar Kuliah Akhlak. Surabaya: Bina Ilmu. 1984. Usman ,Basrudin M. Metodologi Pembelajaran Agama Islam. Jakarta : Ciputat Press.  2004. Yahya, Yurudik. 2016, Definisi Pembinaan atau pengertian Pembinaan (Online), (http//www. Definisipengertian.com/2016/06. html) diakses 13 Januari 2018. Yamin, Martinis. Strategi & Metode dalam Model embelajaran . Jakarta: GP Press Group. 20I3. Yulis, Rama.Ilmu Pendidikan Islam.Jakarta: Kalam Mulia.1994. Yunus, Mahmud.Tabiyah watta’lin.Gontor Ponorogo. 1999. Zein , Muhammad. Methodologi Pengajaran Agama.Yogyakarta, AK Group dan Indra Buana, 1990. Zuhairini.Filsafat Pendidikan Islam.Jakarta: Bumi Aksara.1995
Konsep dan Penerapan Pendidikan Nilai Akhlak pada Surat Al-Hujurat dalam Tafsir Al-Maraghi Septia Mardiana
TARQIYAH: Jurnal Pendidikan dan Literasi Vol 1 No 1 (2020): TARQIYAH EDISI FEBRUARI 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Maskumambang Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66017/tarqiyah.v1i1.8

Abstract

Alquran sebagai kitab suci yang sudah dijamin akan tetap relevan  dan tidak lekang dengan batas-batas ruang dan waktu. Di dalamya mengandung banyak nilai dan pesan universal yang berbicara tentang berbagai segi kehidupan. Nilai dan pesan-pesan tersebut selayaknya digunakan manusia sebagai pedoman hidup. Diantara surat yang lebih fokus dan intens berbicara mengenai nilai akhlak ialah  surat Al-Hujurat. Dalam rangka mencari nilai-nilai akhlak pada surat Al-Hujurat maka digunakan tafsir Al-Maraghi sebagi rujukan karena corak tafisr Al-Maraghi lebih cenderung kepada adab al-ijtima’i. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah library research yaitu  menggunakan informasi dari buku-buku atau kitab-kitab yang berhubungan dengan pembahasan. Konsep pendidikan nilai akhlak yang terdapat dalam surat Al-Hujurat pada kajian ini diklasifikasikan menjadi enam. Pertama, sikap tidak mendahului Allah dan RasulNya. Kedua,tidak meninggikan suara. Ketiga, tabayyun (klarifikasi). Keempat,cara menyelesaikan persengketaan diantara kaum muslimin, meliputi sikap; ishlaḥ (perdamaian), al-adl (adil), ukhuwah (persaudaraan). Kelima, larangan mengolok-olok (syukhriyyah), berprasangka buruk (su’u al dzan), mencari-cari kesalahan (tajassus), dan menggunjing (ghibah).Dan keenam,manusia diciptakan berbagai bangsa untuk saling mengenal, meiputi sikap; ta’aruf (saling mengenal), dan musawah (persamaan derajat). Penerapan konsep pendidikan nilai akhlak di sekolah itu sendiri dilakukan melalui Pendidikan Agama Islam, pendidik dan peserta didik, dan kegiatan ekstrakulikuler. DAFTAR RUJUKAN   Ahmadi, Abu, dan Nur Uhbiyati, Ilmu Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta, 1991. Amsyari, Fuad. Masa Depan Umat Islam Indonesia: Peluang dan Tantangan. Bandung: Kelompok Penerbit Mizan, 1993. Darajat, Zakiah. Ilmu Pendidikan Islam.  Jakarta : Bumi Aksara, 2009. Departemen Agama RI. Al-Qur’an dan Terjemahnya. Madinah: Percetakan Raja Fahd, 1990. Elmubarak, Zaim. Membumikan Pendidikan Nilai: Mengumpulkan yang Terserak, Menyambung yang Terputus, dan Menyatukan yang Tercerai. Bandung: Alfabeta, 2013. Hanafy, Muh. Sain. Paradigma Pendidikan Islam dan Upaya Pengembangannya pada Madrasah. Samata: Alauddin University Press, 2012. Ilyas, Yunahar. Kuliah Akhlak.  Yogyakarta: LPPI, 2005. Kartini. Pengantar Metodologi Reseaarch Sosial. Bandung: Alumni, 1980. Latif, Abdul. Pendidikan Berbasis Nilai Kemasyarakatan. Bandung: Refika Aditama, 2009. Maraghi (al), Ahmad Musthafa. Tafsir Al-Maraghi. Beirut: Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah, 2006. Margono, S. Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta, 2005. Mulyana, Rohmat. Mengartikulasikan Pendidikan Nilai. Bandung: Alfabeta, 2004. Mustaqim, Abdul. Epistemologi Tafsir Kontemporer. Yogyakarta: LKIS, 2011. Nawawi, Rif’at Syauqi. Kepribadian Qur’ani. Jakarta: Amzah, 2011.  Shihab, M. Quraish. Wawasan al-Qur’an: Tafsir Maudhu’i atas Pelbagai Persoalaan Umat. Bandung: Mizan, 1997. Shirazi, Dastghaib. Moral Values of al-Qur’an: A Commentary on Surah Hujuraat. Qum: Ansariyan Publication, 2005. Zakiyah, Qiqi Yuliati, dan A. Rusdiana. Pendidikan Nilai: Kajian Teori dan Praktik di Sekolah. Bandung: Pustaka Setia, 2014.
Pendidikan Moral dalam Tafsir Qur’an Karim Karya Mahmud Yunus Nurul Aulia; Ahmad Murtaza MZ
TARQIYAH: Jurnal Pendidikan dan Literasi Vol 2 No 1 (2024): TARQIYAH EDISI FEBRUARI 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Maskumambang Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66017/tarqiyah.v2i1.9

Abstract

Studi sebelumnya tentang Tafsir Qur’an Karim karya Mahmud Yunus belum sepenuhnya menyentuh aspek tematik yang menjadi fokus utama setiap penafsiran. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengisi kesenjangan tersebut dengan menganalisis secara tematik penafsiran Yunus yang berkaitan dengan moralitas. Dalam metode kualitatif yang digunakan, analisis konten menjadi instrumen utama untuk mengidentifikasi dan menganalisis tema- tema moral yang disoroti dalam tafsir tersebut. Hasil penelitian menunjukkan adanya tiga pendidikan moral utama yang disajikan dalam Tafsir Qur’an Karim Yunus: moralitas agama, moralitas sosial, dan moralitas keadilan. Yunus dengan tegas menekankan pentingnya internalisasi nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari- hari, memperkuat empati dan tanggung jawab sosial terhadap sesama, serta memastikan keadilan dalam segala aspek kehidupan manusia. Penelitian ini menyimpulkan bahwa tafsir Yunus memberikan pemahaman yang mendalam tentang moralitas Islam, yang dapat menjadi landasan yang kuat untuk pengembangan pendidikan moral yang lebih baik serta pemahaman yang lebih menyeluruh tentang ajaran Islam dalam konteks moralitas modern. Dengan memperluas wawasan dan pemahaman terhadap kontribusi Yunus dalam penafsiran Al-Qur’an, diharapkan dapat memberikan kontribusi yang berarti bagi pengembangan nilai-nilai moral dan pemikiran keagamaan dalam masyarakat. Daftar Pustaka Abidin, M. (2021). Pendidikan Moral dan Relevansinya dengan Pendidikan Islam. Jurnal Paris Langkis, 2(1), 57–67. https://doi.org/10.37304/paris.v2i1.3282 Adu, L. (2014). Pendidikan Karakter Dalam Perspektif Islam. Biosel: Biology Science and Education, 3(1), 68–78. https://doi.org/10.33477/bs.v3i1.511 Ahmad, K., & Mawardi, K. (2014). Contributions of Mahmud Yunus to The Interpretation of The Quran: A Study of Tafsir Qur’an Karim. Online Journal of Research in Islamic Studies, 1(1), 87–101. https://doi.org/10.15364/ris14-0101- 05 Ahmad, K., Mawardi, K., Maksum, A. M., Ariffin, S., & Abdullah, M. (2012). Ketokohan Mahmud Yunus dalam Bidang Tafsir al-Qur’an: Kajian terhadap Kitab Tafsir Qur’an Karim. The 2nd Annual International Qur’anic Conference, 451(I), 195–211. Dalip, M. (2020). Melacak Metodologi Penafsiran Mahmud Yunus Dalam Kitab Tafsir “Quran Karim.” Tafsere, 8(1), 18–37. Ismail, M. (2014). Konsep Berpikir Dalam Al-Qur’an Dan Implikasinya Terhadap   JURNAL PENDIDIKAN DAN LITERASI Vol. 2, No. 1, 2024 ISSN: 2746-5934 (online) https://jurnal.stitmas.ac.id/index.php/tarqiyah         Pendidikan Akhlak. Ta’dib: Jurnal Pendidikan Islam, 19(02), 219–312. https://doi.org/10.19109/td.v19i02.20 Jamal, K. (2017). Wawasan Keindonesiaan dalam Tafsir Qur’an Karim Karya Mahmud Yunus. Al-Fikra: Jurnal Ilmiah Keislaman, 16(1), 28–44. KBBI. (2022). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Masruhin, S., Ali, H., & Imron Rosadi, K. (2021). Faktor Yang Mempengaruhi Pendidikan Islam: Sistem Berfikir Kebenaran, Pengetahuan, Nilai (Moralitas). Jurnal Manajemen Dan Ilmu Sosial, 2(2), 844–857. https://doi.org/https://doi.org/10.38035/jmpis.v2i2 Mustaqim, A. (2011). Pergeseran Epistemologi Tafsir. Yogyakarta: PT LKiS Printing Cemerlang. Purnamasari, I., Rahmawati, Noviani, D., & Hilmin. (2023). Pendidikan Islam Transformatif Ingratif. Ihsanika, 1(4), 13–22. Rahman, F. (1996). Tema-Tema Pokok Al-Qur’an. Bandung: Mizan. Rest, J. R. (1995). Moral development in the professions: psychology and applied ethics. In Choice Reviews Online (Vol. 32). United Kingdom: Lawrence Erlbaum Associates, Inc. https://doi.org/10.5860/choice.32-5012 Rohmanudin, D., & Yunus, B. M. (2023). Methodology of Nusantara Tafsir : A Study of The Tafsir Turjaman Al- Mustafid by Abdul Rauf Al Sinkili and Tafsir Qur ’ an Karim by Mahmud Yunus. Mashadiruna: Jurnal Ilmu Al- Qur’an Dan Tafsir, 2(1), 1–10. https://doi.org/10.15575/mjiat.v2i1.20128 Rubini. (2019). Pendidikan Moral Dalam Perspektif Islam. Al-Manar, 8(1), 225–271. https://doi.org/10.36668/jal.v8i1.104 Rukiyati, Purwastuti, L. A., & Haryatmoko. (2018). Etika Pendidikan. Yogyakarta: Andi. Said, C. (2016). Paradigma Pendidikan Dalam Perspektif Surah Al-Alaq Ayat 1-5. HUNAFA:            Jurnal            Studia             Islamika,             13(1), 91–118. https://doi.org/10.24239/jsi.v13i1.415.91-117 Sinurat, J. (2022). Hakikat Perkembangan Moralitas. In Pengmbangan Moral & Keagamaan Anak Usia Dini. Bandung: Widina Bhakti Persada Bandung. Susilawati, S. (2020). Pembelajaran Moral dan Desain Pembelajaran Moral. Yogyakarta: Pustaka Egaliter. Sutoyo, Trisiana, A., & Supeni, S. (2020). Pendidikan Nilai Moral Berbasis Pancasila. Solo: UNISRI Press.           Syarifah, N. (2020). Tafsir Akademik Karya Mahmud Yunus: Corak Ilmiah, Sosial Dan Intelektual Dalam Tafsir Al-Qur’an Al-Karim. JURNAL At-Tibyan Jurnal Ilmu                       Alquran               Dan               Tafsir,                       5(1),                     104–118. https://doi.org/10.32505/tibyan.v5i1.1157 Tsoraya, N. D., Khasanah, I. A., Asbari, M., & Purwanto, A. (2023). Pentingnya Pendidikan Karakter Terhadap Moralitas Pelajar di Lingkungan Masyarakat Era Digital. Literaksi: Jurnal Manajemen Pendidikan, 1(01), 7–12. Yunus, M. (2003). Tafsir Quran Karim. Selangor: Klang Book Centre. Zulyadain. (2018). Kerangka Paradigmatik Tafsir Alqur’an Alkarim Karya Mahmud Yunus. Al-A’raf : Jurnal Pemikiran Islam Dan Filsafat, 15(1), 127–146. https://doi.org/10.22515/ajpif.v15i1.1248  
Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Pendidikan Abdul Muin
TARQIYAH: Jurnal Pendidikan dan Literasi Vol 2 No 1 (2024): TARQIYAH EDISI FEBRUARI 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Maskumambang Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66017/tarqiyah.v2i1.10

Abstract

Pendidikan telah mengalami perubahan yang signifikan berkat perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Saat ini, peran TIK tidak hanya sebagai alat bantu, melainkan juga sebagai dasar utama dalam proses pembelajaran. Penggunaan TIK dalam pendidikan telah membuka akses yang luas untuk meningkatkan sumber daya pendidikan, memperkuat interaksi dan kolaborasi antara siswa dan pengajar, serta memperkaya metode pengajaran. TIK turut berkontribusi dalam meningkatkan aksesibilitas pendidikan, dengan internet dan perangkat mobile memungkinkan siswa untuk mengakses sumber daya belajar dari mana saja dan kapan saja. Tidak hanya itu, penggunaan platform pembelajaran online dan aplikasi pendidikan memfasilitasi pengajaran yang adaptif dan personal bagi setiap siswa. Selain itu, peran TIK dalam menciptakan lingkungan pembelajaran yang interaktif juga ditekankan dalam artikel ini. Berbagai teknologi seperti video konferensi, forum daring, dan aplikasi kolaboratif memungkinkan interaksi yang lebih intens antara siswa dan pengajar. Hal ini tidak hanya memperluas wawasan siswa, tetapi juga meningkatkan keterlibatan mereka dalam proses pembelajaran. Keterbatasan dan tantangan yang mungkin dihadapi dalam penerapan TIK dalam pendidikan juga disoroti. Meskipun memiliki banyak manfaat, ada tantangan terkait aksesibilitas teknologi, kesenjangan digital, dan keamanan data yang harus diatasi untuk memastikan bahwa semua siswa dapat merasakan manfaat penuh dari integrasi TIK dalam pendidikan. Penulis menyimpulkan bahwa peran TIK dalam pendidikan tidak dapat diabaikan. Dalam era digital ini, integrasi yang bijak dan berkelanjutan dari teknologi informasi dan komunikasi akan terus memainkan peran krusial dalam membentuk masa depan pendidikan yang inklusif dan progresif.  Referensi: Budiman, H. (2017). Peran Teknologi Informasi Dan Komunikasi Dalam Pendidikan. Al-Tadzkiyyah: Jurnal Pendidikan Islam, 8(1), 31. https://doi.org/10.24042/atjpi.v8i1.2095 Darmansyah. (2022). Peran Teknologi Pembelajaran Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan *. Prosiding Jurnal International Conference On Special …, 1–14. https://www.academia.edu/download/54829480/65-Dedy-ariyanto-M.Pd-artikel-full-lengkap.pdf Fitriyadi, H. (2013). Integrasi Teknologi Informasi Komunikasi Dalam Pendidikan: Potensi Manfaat, Masyarakat Berbasis Pengetahuan, Pendidikan Nilai, Strategi Implementasi Dan Pengembangan Profesional. Jurnal Pendidikan Teknologi Dan Kejuruan, 21(3), 269–284. Maghfiroh, W. (2020). The impact of technology on education. Journal of Chemical Education, 73(8), 669. https://doi.org/10.1021/ed072p669 Marzoan. (2013). peran teknologi informasi dan komunikasi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dalam perspektif kurikulum 2013. Pare, A., & Sihotang, H. (2023). Pendidikan Holistik untuk Mengembangkan Keterampilan Abad 21 dalam Menghadapi Tantangan Era Digital Program Studi Magister Administrasi Pendidikan , Universitas Kristen Indonesia. Jurnal Pendidikan Tambusai, 7, 27778–27787. Rahma, M., Yulis, E., Pratiwi, N., Susanto, R., & Syofyan, H. (2021). Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk Mengembangkan Kompetensi Pedagogik Guru. Eduscience: Jurnal Ilmu Pendidikan, 6(2), 97–105. https://digilib.esaunggul.ac.id/public/UEU-Journal-19913-11_1192.pdf  
Peluang dan Tantangan Pembelajaran Bahasa Arab pada Era Globalisasi di Indonesia Alde Mulia Putra; Hesti Rokhaniyah; Muh. Zulfadhil Alvarezel
TARQIYAH: Jurnal Pendidikan dan Literasi Vol 2 No 1 (2024): TARQIYAH EDISI FEBRUARI 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Maskumambang Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66017/tarqiyah.v2i1.11

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menggali lebih dalam tantangan apa saja yang dihadapi oleh pembelajaran bahasa Arab di Indonesia pada era globalisasi serta peluangnya . Metode yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan studi literatur dari berbagai sumber jurnal dan artikel ilmiah serta berita. Sedangkan teknik analisa data menggunakan interaktif model yang bertujuan agar pembaca dapat memahami isi pembahasan dengan lebih sistematis dan mendalam. Hasil pembahasan adalah beberapa tantangan bagi pembelajaran bahasa Arab di Indonesia pada era globalisasi adalah perubahan pola pikir dan aktifitas masyarakat akibat budaya Barat, tergesernya bahasa Arab dari minat pelajar, terkikisnya budaya dan identitas bahasa Arab, serta pemikiran bahwa bahasa Arab fushha lebih penting dari bahasa Arab ‘ammiyah. Beberapa peluang pembelajaran bahasa Arab adalah pengembangan bahasa Arab menjadi berbagai cabang ilmu mandiri, pengembangan keilmuan Islam, pengembangan prospek keguruan, peningkatan penerjemahan karya-karya bahasa Arab, serta pengembangan teknologi pembelajaran bahasa Arab. Daftar Pustaka Adiyanto. (2022, March 7). Arab Saudi Ultimatum Sejumlah Prusahaan Asing di Timur Tengah. Media Indonesia. Alpan Noor Habib Rangkuti, Hanifah Khairiyah, Sri Yulia Yuliani, & Winda Maghfira Yuliana. (2022). Urgensi Pembelajaran Bahasaa Arab Bagi Hafizhul Qur’an. Muhadasah, 4, 1–2. Jamil, A. I. (2016, June 2). Mayoritas Ilmuwan Muslim Bukan Arab, Lantas Dari Mana Mereka? REPUBLIKA.Co.Id. Loeb Susanna, S. D. (2017). Descriptive Analysis in Education: A Guide for Researchers. National Center for Education Evaluation and Regional Assistance. Pratiwi, H. (2020). Westernisasi Ilmu Dalam Islamic Worldview. TADRIS: Jurnal Pendidikan Islam. Ridlo, U. (2015). Bahasa Arab dalam Pusaran Arus Globalisasi: Antara Pesimisme dan Optimisme. Ihya Al-Arabiyah: Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra Arab. Sartono. (2019, June 16). Bahasa Internasional. Badan Pengembangan Dan Pembinaan Bahasa. Sauri, S. (2020). Sejarah Perkembangan Bahasa Arab dan Lembaga Islam di Indonesia. Journal of Islamic Studies in Indonesia and Southeast Asia, 73–88. Sugiono. (2016). Metode Penelitian (Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D) (Cv. Alfabeta, Ed.). Bandung. Suharni. (2015). Westernisasi Sebagai Problema Pendidikan Era Modern. Jurnal Al-Ijtimaiyyah. Syamsuddin, N. (2019). Prospek Pendidikan Bahasa Arab di IAIN Palopo dan Peluang Pengembangannya. AL IBRAH: Journal of Arabic Lenguage Education, 1–10. Wahab, M. A. (2007). Tantangan dan Prospek Pendidikan Bahasa Arab di Indonesia. Jurnal Afaq Arabiyah, 1–18. Wahyuni, I. (2018). TANTANGAN DAN PELUANG PENGEMBANGAN KETERAMPILAN BAHASA ARAB KOMUNIKATIF DI PESANTREN MODERN GONTOR PUTRI 4 SULAWESI TENGGARA. Journal of Islamic Education Studies.  
Design Thinking sebagai Strategi Kreatif untuk Meningkatkan Pengalaman Belajar dan Inovasi Kurikulum di Era Digital Balkis Nur Azizah
TARQIYAH: Jurnal Pendidikan dan Literasi Vol 2 No 1 (2024): TARQIYAH EDISI FEBRUARI 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Maskumambang Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66017/tarqiyah.v2i1.12

Abstract

Artikel ini membahas penerapan design thinking dalam dunia pendidikan sebagai strategi kreatif untuk meningkatkan pengalaman belajar dan inovasi kurikulum di era digital. Fokus penelitian melibatkan pertanyaan tentang bagaimana design thinking dapat membentuk lingkungan pembelajaran yang lebih dinamis dan responsif terhadap kebutuhan peserta didik. Melalui tinjauan literatur, artikel ini mengeksplorasi argumen kunci yang mendukung integrasi design thinking dalam konteks pendidikan. Terdapat kekosongan penelitian sebelumnya terkait implementasi design thinking dalam kurikulum pendidikan, dan riset ini mencoba mengisi celah tersebut. Metode penelitian melibatkan analisis data kualitatif untuk menyajikan temuan inti mengenai dampak positif design thinking pada hasil belajar dan inovasi kurikulum. Hasil analisis riset memberikan wawasan yang mendalam tentang potensi design thinking sebagai pendekatan kreatif yang dapat membawa perubahan positif dalam dunia pendidikan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap literatur pendidikan dan merangsang diskusi lebih lanjut tentang pengembangan metode pembelajaran inovatif di era digital. Daftar Pustaka Afina Mauliya, & Suci Wulandari. (2021). Empathy Dan Design Thinking Dalam Inovasi Manajemen Pendidikan Islam Di Era Disruptif. Paedagogia: Jurnal Pendidikan, 10(1). Https://Doi.Org/10.24239/Pdg.Vol10.Iss1.139 Ahmatika, D. (2023). Peningkatan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa. Jurnal Handayani, 4(2). Anggito, A., & Johan, S. (2018). Metodologi Penelitian Kualitatif - Albi Anggito, Johan Setiawan - Google Buku. Cv Jejak. Angrayni,  Afrita. (2019). Problematika Pendidikan Di Indonesia. Fakultas Ushuluddin Dan Dakwah Iain Ambon |2, 3. Apocalypse, S. M., & Jorente, M. J. V. (2022). The Design Thinking Method And Information Science Research. Encontros Bibli, 27. Https://Doi.Org/10.5007/1518-2924.2022.E87281 Benefita. (2022). Design Thinking: Pengertian, Manfaat & Contoh Penerapannya. Husma, M. J. P. (2023). Peran Pendidikan Dalam Pengembangan Karakter 5.0. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 08(01). Kholillah, M. K., Furnamasari, Y. F., & Dewi, D. A. (2022). Peran Pendidikan Dalam Menghadapi Arus Globalisasi. Edumaspul: Jurnal Pendidikan, 6(1). Https://Doi.Org/10.33487/Edumaspul.V6i1.2508 Nuryanti, L., Zubaidah, S., & Diantoro, M. (2018). Analisis Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Smp. Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, Dan Pengembangan, 3(2). Sujarwo, S. (2015). Pendidikan Di Indonesia Memprihatinkan. Jurnal Ilmiah Wuny, 15(1). Https://Doi.Org/10.21831/Jwuny.V15i1.3528 Suratno, J., Chandra, F. E., Sari, D. P., & Muchsin, S. B. (2021). Kemajuan Dan Kendala Pelaksanaan Kurikulum 2013 Pada Jenjang Sekolah Menengah Pertama Di Kota Ternate. Jurnal Pendidikan Guru Matematika, 1(2). Triyanto, T. (2020). Peluang Dan Tantangan Pendidikan Karakter Di Era Digital. Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan, 17(2). Https://Doi.Org/10.21831/Jc.V17i2.35476 Winata, C., Anisha, D., Shaputra, D. A., Putri Lubis, L. F., Bintang, N. D., & Ningsih, S. R. (2022). Strategi Perencanaan Pendidikan Di Era Globalisasi. Jurnal Pendidikan Dan Konseling (Jpdk), 4(5). Yang, C.-M. (2018). Applying Design Thinking As A Method For Teaching Packaging Design. Journal Of Education And Learning, 7(5). Https://Doi.Org/10.5539/Jel.V7n5p52 Zohriah, A., Muin, A., & Muslihat, M. (2023). Paradigma Pendidikan Di Era Digital. Jiip - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 6(7). Https://Doi.Org/10.54371/Jiip.V6i7.1797  

Page 1 of 4 | Total Record : 37