Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Pengaruh pH Umpan dan Rasio COD/H2O2 terhadap Penurunan COD pada Limbah Cair Rumah Sakit Melalui Metode Fenton Oki Setiawan; Sarto Sarto; Rochim Bakti Cahyono
Prosiding Seminar Nasional Teknik Kimia "Kejuangan" 2020: PROSIDING SNTKK 2020
Publisher : Seminar Nasional Teknik Kimia "Kejuangan"

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

SOSIALISASI SERTIFIKASI HALAL BAGI UMKM DI KECAMATAN SIDAYU KABUPATEN GRESIK Zainal Mustakim; Oki Setiawan; Abdul Chalim; Moh Ridho Maulana
DedikasiMU : Journal of Community Service Vol 4 No 2 (2022): Juni 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/dedikasimu.v4i2.3995

Abstract

Perkembangan dunia industri halal yang semakin hari semakin berkembang pesat membuat masyarakat harus ekstra bekerja keras untuk dapat menghasilkan produk makanan yang tidak hanya halal tetapi juga thoyyib (baik). Hal tersebut perlu dilaksanakan, agar makanan yang dikonsumsi oleh masyarakat memiliki kandungan yang halal dan terhindar dari najis sehingga aman untuk dikonsumsi. Pembekalan ilmu pengetahuan dan keterampilan untuk membuat produk halal bagi masyarakat khususnya UMKM merupakan syarat yang harus dipenuhi agar dapat menembus pasar halal yang lebih baik ke depan. Pelatihan sertifikasi halal ini dilakukan pada UMKM di wilayah Kecamatan Sidayu Gresik untuk meningkatkan produk halal di daerah tersebut. Untuk keberlanjutan program, diperlukan adanya komitmen dari UMKM untuk selalu menggunakan bahan-bahan yang halal dan thoyyib dan pendampingan permohonan sertifikasi halal produk.
PENGOLAHAN LIMBAH LAUNDRY DENGAN METODE FENTON Setiawan, Oki; Widayanti, Esty Qorry
CAKRA KIMIA (Indonesian E-Journal of Applied Chemistry) Vol 11 No 2 (2023): Cakra Kimia (Indonesian E-Journal of Applied Chemistry)
Publisher : Graduate Program of Applied Chemistry, Udayana University, Bali-INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK : Saat ini penggunaan detergen semakin meningkat seiring dengan pertumbuhan jumlah penduduk setiap tahunnya, serta berkembang pesatnya usaha rumah tangga, termasuk jasa laundry. Deterjen adalah bahan kimia yang mengandung surfaktan, digunakan sebagai bahan pembersih rumah tangga, industri, dll. Air limbah laundry mengandung fosfat, amonia, nitrogen dan Total Suspended Solid (TSS), Turbidity dan kebutuhan Biological Oxygen Demand (BOD). dan kebutuhan Chemical Oxygen Demand (COD) dengan konsentrasi yang tinggi. Tujuan pengolahan limbah adalah untuk menghilangkan kontaminan dari limbah, baik industri maupun domestik. Metode Fenton merupakan salah satu kebaharuan teknologi Advance Oxidation Process (AOPs), dimana pada reaksi fenton akan terbentuk gugus radikal hidroksil yang dapat mendegradasi polutan organik dan anorganik yang terkandung dalam limbah cair. Hasil penelitian pengolahan limbah cair laundry dengan metode Fenton pada perbandingan rasio H2O2/COD memberikan efisiensi penyisihan COD tertinggi terjadi pada rasio 10:1 (g/g) dengan presentase penyisihan sebesar 78%, sedangkan untuk perbandingan rasio H2O2/Fe2+ memberikan efisiensi penyisihan COD tertinggi terjadi pada rasio 5:1 (g/g) dengan presentase penyisihan sebesar 84%. Menurut hasil pengolahan limbah cair laundry dengan metode fenton yang telah dilakukan, bahwa efektivitas reaksi pada fenton dipengaruhi oleh perbandingan rasio H2O2/COD dan perbandingan rasio H2O2/Fe2+ ABSTRACT : Currently, the usage of detergent has grown over time due to the increasing in people population and the quick expansion of businesses in residential areas, one of which is the laundry service industry. Detergent is a cleaning product with surfactants that is used in industrial, domestic, and other washing applications. High quantities of phosphate, ammonia, nitrogen, and Total Suspended Solid (TSS), as well as turbidity, Biological Oxygen Demand (BOD), and chemical oxygen demand (COD) are found in the waste water produced by laundry activities. The Fenton technique is one of the advancements of the Advance Oxidation Process (AOPs) technology. In the Fenton method, hydroxyl radical groups are created by a reaction between hydrogen peroxide (H2O2) and ferrous ion Fe2+ that can oxidize both organic and inorganic molecules in wastewater. According to study on laundry wastewater treatment using the Fenton technique, the highest COD removal efficiency was found at a ratio of 10:1 (g/g), with a removal percentage of 78% while the COD removal efficiency was found for the comparison of the H2O2/Fe2+ ratio. the greatest occurred at a 5:1 (g/g) ratio with an 84% elimination rate. In conclusion, the H2O2/COD ratio and the H2O2/Fe2+ ratio have an impact on how well the reaction on the Fenton works according to the results of the Fenton method used to treat the laundry wastewater.
Penggunaan Metode Response Surface Methodology Box Behnken Untuk Pemodelan dan Optimasi Proses Fenton pada Pengolahan Limbah Cair Home Industri Sarung Tenun Tradisional Medangan Gresik Setiawan, Oki; Pradipta, Alfian Trisna
METANA Vol 20, No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/metana.v20i2.66413

Abstract

Seiring dengan semakin meningkatnya industri tekstil di Indonesia, akan berbanding lurus dengan limbah yang dihasilkan dari proses produksi. Limbah pewarna ini mengandung berbagai macam polutan organik, anorganik, dan senyawa kimia berbahaya lainnya yang, jika dibuang ke sumber air bersih tanpa pengolahan terlebih dahulu, dapat mencemari lingkungan perairan. Salah satu kandungan yang harus memenuhi baku mutu air limbah menurut Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No. 5 Tahun 2014 tentang Baku Mutu Air Limbah Bagi Industri Tekstil adalah kadar Chemical Oxygen Demand maksimal 150 mg/L. Dari penelitian ini bertujuan untuk melihat efektivitas metode Fenton untuk mengurai polutan dalam air limbah dengan melihat kadar penurunan Chemical Oxygen Demand (COD) limbah sehingga nantinya akan memberikan solusi terhadap pengolahan limbah cair Home Industri Sarung Tenun Tradisional Medangan Gresik. Limbah industri sarung akan dilakukan karakterisasi awal untuk mengetahui kadar Chemical Oxygen Demand (COD) awal limbah, kemudian dilakukan proses Fenton dengan mereaksikan reagen Fenton, serta melihat pengaruh rasio H2O2/COD, H2O2/Fe2+, dan pH dengan menggunakan metode Respons Surface Methodology (RSM). Dari penelitian yang telah dilakukan, didapat hasil optimum pada kondisi rasio H2O2/COD 6,6 (g/g), H2O2/Fe2+ 0,6 (g/g), dan pH 3,5 dengan waktu reaksi selama 30 menit, serta efisiensi pengolahan mencapai 83,35%. Analysis of Variance (ANOVA) hasil pengolahan data dengan Design Expert 13 untuk penelitian ini didapat nilai Adj-R2 0,7034 di tingkat kepercayaan 95 %, serta nila p- value lebih rendah dari 0,05 yang menunjukkan bahwa model yang diberikan sangat signifikan secara statistik. Dari hasil Analisa Chemical Oxygen Demand (COD) yang dilakukan menunjukkan penurunan nilai Chemical Oxygen Demand (COD) yang signifikan sehingga metode ini layak untuk terapkan untuk pengolahan limbah cair Home Industri Sarung Tenun Tradisional Medangan Gresik.  As the textile industry in Indonesia continues to grow, so too does the amount of waste generate from its production processes. Dye wastewater contains various organic, inorganic, and hazardous chemical pollutants that, if discharged into water sources without prior treatment, can contaminate the aquatic environment. According to the Minister of Environment Regulation No. 5 of 2014 on Wastewater Quality Standards for the Textile Industry, a maximum Chemical Oxygen Demand (COD) level of 150 mg/L is one of the parameters that must meet the wastewater quality standards. This research aims to investigate the effectiveness of the Fenton method in degrading pollutants in wastewater by examining the reduction in Chemical Oxygen Demand (COD) levels of the wastewater, thus providing a solution for the treatment of liquid waste from the Traditional Sarong Weaving Home Industry in Medangan, Gresik. The industrial sarong waste will be initially characterized to determine the initial Chemical Oxygen Demand (COD) level of the waste, followed by the Fenton process by reacting the Fenton reagent, and observing the effects of the H2O2/COD ratio, H2O2/Fe2+ ratio, and pH using the Response Surface Methodology (RSM).Based on the research conducted, the optimal conditions were obtained at an H2O2/COD ratio of 6.6 (g/g), H2O2/Fe2+ ratio of 0.6 (g/g), and pH of 3.5 with a reaction time of 30 minutes, and a treatment efficiency of 83.35%. Analysis of Variance (ANOVA) of the data processing using Design Expert 13 for this study obtained an Adj-R2 value of 0.7034 at a 95% confidence level, and a p-value of less than 0.05, indicating that the given model is very statistically significant. The results of the Chemical Oxygen Demand (COD) analysis showed a significant decrease in the Chemical Oxygen Demand (COD) value, so this method is suitable for application to the treatment of liquid waste from the Traditional Sarong Weaving Home Industry in Medangan, Gresik.
Sosialisasi Pembuatan Pupuk Organik dari Limbah Organik Rumah Tangga Berbantu Compost Bag Setiawan, Oki; Pambudiarto, Benny Arif; Purwaningtyas, Fiska Yohana; Mustikaningrum, Mega; Aghata, Esteranita Betzy; Fatmawati, Yuni
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Lingkungan (JPML) Vol 3 No 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Lingkungan (JPML)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/jpml.v3i2.9143

Abstract

Household waste has become a pressing issue that needs to be addressed immediately, starting from the household level. Integrated solutions for household waste management have been implemented, both in the form of local regulations and direct socialization of household waste management to residents. However, optimization has not yet been achieved due to the increasing amount of household waste each year. One of the contributions from universities is to provide socialization and training on household waste management, covering materials on the sorting of organic and inorganic waste, the making of organic fertilizer for the community, the dissemination of organic fertilizer use, and an explanation of the impacts of poorly managed waste from an environmental perspective. The program implemented in this community service is the socialization of organic fertilizer making assisted by compost bags in Kedanyang Village, Gresik. Organic fertilizer made using compost bags is rich in carbon and nitrogen compounds, which are good for plant growth. This socialization also aims to reduce the impact of waste disposal on the environment, such as soil, water, and air pollution, and its effects on human health. In this compost bag method, the basic materials are dry and wet waste in a certain ratio, assisted by EM4 activator so that the composting process can run better. Organic fertilizer is made within 3-4 weeks before use and is in solid form.
Pengaruh Lama Penyinaran, Rasio H2O2/COD dan Sinar UV-C pada Pengolahan Limbah Batik Setyana, Airlangga; Setiawan, Oki
Jurnal Integrasi Proses dan Lingkungan Vol. 2 No. 1 (2025): Jurnal Integrasi Proses dan Lingkungan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Limbah tekstil dari seluruh proses produksi batik yang dibuang ke lingkungan dikenal dengan istilah sampah batik cair. Penghilangan lilin untuk mendapatkan warna batik yang diinginkan menjadi sumber pencemaran limbah batik di lingkungan. Karena lilin mengandung bahan kimia fenolik yang berbahaya bagi lingkungan, maka pencuciannya dapat menghasilkan limbah batik. Tujuan dari pengolahan air limbah adalah untuk menghilangkan kontaminan dari air limbah. Dalam penelitian ini Pengolahan limbah Batik dilakukan dengan menggunakan sistem Advanced Oxide Processes (AOP) berbasis metode Fenton UV-C photo-Fenton dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh sinar UV-C terhadap pengolahan limbah batik dan mengetahui pengaruh lama waktu penyinaran rasio H2O2/COD. Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwasanya penggunaan sinar UV-C atas sistem fotografi Fenton efektif mendegradasi fenol pada residu batik cair. Degradasi fenol meningkat seiring bertambahnya konsentrasi H2O2 dan berat FeSO4 pada pH optimal. Pendekatan Fenton Penurunan COD limbah industri batik sangat bergantung pada rasio COD/H2O2. Menentukan rasio yang tepat sangat penting untuk memastikan efektivitas perawatan yang maksimal. Semakin tinggi rasionya, semakin tinggi pula persentase penurunan COD, hingga rasio 11. Rasio 15 memberikan pengurangan COD tertinggi sebesar 91,72% dalam waktu 60 menit penyinaran UV-C. Rasio yang sangat rendah (seperti pada rasio 6) tidak menghasilkan pengurangan COD yang signifikan.
Evaluasi Efektivitas Penghambatan Fermentasi pada Minuman Legen Fariyanto, Af Fiqih Ilmy; Putra, Indra Dwi Permata; Pambudiarto, Benny Arif; Setiawan, Oki
Jurnal Integrasi Proses dan Lingkungan Vol. 2 No. 1 (2025): Jurnal Integrasi Proses dan Lingkungan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nira siwalan merupakan minuman tradisional Indonesia yang dikenal dengan nama lahang di Jawa Barat dan legen di Jawa Timur. Kandungan gula yang tinggi pada nira siwalan menyebabkan minuman ini rentan terhadap fermentasi mikroba yang dapat menghasilkan alkohol (khamr). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas metode pasteurisasi termal dalam mengendalikan pertumbuhan mikroorganisme dan kadar alkohol pada nira siwalan. Sampel nira siwalan dipasteurisasi pada tiga variasi suhu (60°C, 70°C, dan 80°C), kemudian dilakukan pengamatan terhadap pertumbuhan mikroba dan pembentukan alkohol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasteurisasi pada suhu 60°C memberikan hasil optimal dalam mempertahankan kualitas nira, sementara suhu 70°C dan 80°C menyebabkan penurunan kualitas produk. Analisis mikrobiologi menunjukkan peningkatan jumlah mikroorganisme sebesar 3,67% per hari pada sampel yang dipasteurisasi pada suhu 60°C, jauh lebih rendah dibandingkan dengan sampel tanpa perlakuan yang mencapai 10,53% per hari. Kadar alkohol pada sampel yang dipasteurisasi mengalami peningkatan sebesar 1,78% per hari. Penelitian ini membuktikan bahwa pasteurisasi termal pada suhu 60°C efektif dalam menghambat pertumbuhan mikroba dan memperpanjang masa simpan nira siwalan, sehingga berpotensi meningkatkan nilai ekonomi produk bagi petani siwalan sambil mempertahankan status kehalalannya.
Analisis Neraca Massa Pada Alat Centrifuge dan Rotary Dryer ZA I Bagian Produksi IA PT. Petrokimia Gresik Rohmah, Zan Nubah Arifah Chafsoh; Setiawan, Oki
Jurnal Integrasi Proses dan Lingkungan Vol. 1 No. 1 (2023): Jurnal Integrasi Proses dan Lingkungan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/jipl.v1i1.6411

Abstract

Perusahaan pupuk terbesar di Indonesia salah satunya PT Petrokimia Gresik dengan 16 pabrik pupuk. Pabrik ZA berkapasitas 400.000 ton/tahun memproduksi pupuk nitrogen dengan kandungan N 21%. Proses pembentukan pupuk ZA meliputi beberapa tahapan: reaksi netralisasi, kristalisasi, pemisahan kristal ZA dan pengeringan produk, serta untuk menjalankan beberapa tahapan pada proses tersebut digunakan beberapa alat seperti Saturator, Centrifuge dan Rotary Dryer. Pada alat saturasi terjadi netralisasi antara amonia dan asam sulfat membentuk suspensi ammonium sulfat, kemudian kristal ammonium sulfat dan larutan induk dipisahkan dengan cara sentrifugasi sehingga membentuk kristal ZA, kemudian dikeringkan dengan rotary dryer. Evaluasi ini dilakukan dengan menghitung neraca massa pada centrifuge dan rotary dryer dengan mempertimbangkan aliran massa komponen masuk dan keluar sistem. Hasil perhitungan neraca massa inlet centrifuge adalah 30.444,60 kg/jam dan massa oultet sebsar 30.444,60 kg/jam. Sedangkan pada rotary dryer massa inlet sebesar 42.472,85 kg/jam dan massa outlet sebesar 42.472,85 kg/jam, produk yang dihasilkan sebesar 29.092,88 kg/jam sehingga efisiensi pengoperasian kedua alat tersebut masih baik.
Analisis effisiensi penukaran ion pada unit demineralisasi di PT Petrowidada Pratama, Bagas Aji; Setiawan, Oki
Jurnal Integrasi Proses dan Lingkungan Vol. 1 No. 1 (2023): Jurnal Integrasi Proses dan Lingkungan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/jipl.v1i1.6414

Abstract

Air demineralisasi merupakan air yang memiliki banyak kegunaan. Dilaboratorium air demineralisasi digunakan sebagai pelarut dan pencuci peralaratan laboratorium, sedangkan di industri air demineralisasi digunakan sebagai air proses untuk BWF (Boiler Feed Water). Proses demineralisasi air menggunakan pertukaran ion merupakan salah satu cara proses pemurnian air .Pada dasarnya proses pemurnian air dengan metode pertukaran ion adalah mengganti semua kation dan anion(selain OH-) yang terlarut dalam air dengan kation hidrogen dan anion OH- dari dalam resin. Analisis efisiensi resin pertukran ion pada penelitian ini mengunakan data pengamatan konduktivias raw water dengan produk air hasil deminerlisasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai efisiensi resin kation dan anion pada proses demineralisasi secara berurutab sebesar 72,86 % dan 82,05 %. Hasil lain juga menunjukan bahwa lama siklus regenerasi pada proses demineralisasi yaitu selama 13 jam untuk penggunaan secara berkelanjutan. Nilai efisiensi resin kation tergolong dibawah standar yaitu 80%, artiya resin kation mengalami kejenuhan dan penurunan kualitas. Sementara itu untuk resin anion perolehan nilai efisiensinya diatas 80% menunjukan kualitas resin tergolong sangat baik dan tidak jenuh.
Pengolahan Limbah Industri Sarung dengan Metode Fenton Rais, Deviano Rachmadani; Setiawan, Oki
Jurnal Integrasi Proses dan Lingkungan Vol. 1 No. 2 (2024): Jurnal Integrasi Proses dan Lingkungan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/jipl.v1i2.7201

Abstract

Sektor tekstil memiliki peran penting dalam perekonomian Indonesia dan menawarkan prospek yang luas dalam perdagangan internasional. Namun tantangan utama yang dihadapi adalah dampak sampah dari industri ini, terutama dalam pembuatan sarung. Limbah cair yang dihasilkan selama proses produksi sarung mengandung zat berbahaya seperti Chemical Oxygen Demand (COD), Biological Oxygen Demand (BOD), dan tingkat kromatik yang tinggi. Untuk mengatasi permasalahan ini, diperlukan pendekatan baru menggunakan teknik Advanced Oxidation Processes (AOPs), khususnya metode Reagen Fenton. Teknik ini menghasilkan hasil akhir yang aman dan ramah lingkungan. Analisis awal limbah menunjukkan parameter pH 10, konsentrasi COD sebesar 1664 g/ml, dan warna merah bata. Pada penelitian ini, berbagai rasio H2O2/COD dievaluasi, dengan efektivitas bervariasi: rasio 7 mencapai 44%, rasio 8 meningkat menjadi 72,55%, dan rasio 9 mencapai 82,42%. Rasio 10 mengalami penurunan signifikan sebesar 89,07%, sedangkan rasio 12 memiliki efektivitas sebesar 83,79%. Rasio optimal yang menghasilkan penurunan kadar COD signifikan sebesar 87,92% diamati pada rasio H2O2/COD 10, terutama pada menit ke-50 dan ke-60. Interaksi antara hidrogen peroksida (H2O2) dan katalis besi (Fe2+) menghasilkan ion hidroksida (OH- ), memulai proses transfer organik yang mengurangi tingkat kebutuhan oksigen kimia (COD). Pada rasio 12, terjadi peningkatan kadar COD antara menit ke-30 dan ke-60 karena kelebihan H2O2, yang bereaksi dengan kalium dikromat (K2Cr2O7), meningkatkan jumlah bahan kimia organik. Pertahankan pH 3 dengan menambahkan larutan H2SO4 terbukti paling menguntungkan bagi reagen Fenton, karena beroperasi dengan efisiensi maksimal pada tingkat keasaman ini. Radikal hidroksil yang dihasilkan dari reaksi reagen Fenton secara terdeteksi menyerang ikatan gugus azo dalam molekul pewarna, mengakibatkan dekolorisasi lebih lanjut.