cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Socia : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial
ISSN : 18295797     EISSN : 25499475     DOI : 10.21831
Core Subject : Social,
Arjuna Subject : -
Articles 224 Documents
MAKNA KONFLIK ETNIK DAN RESOLUSI KONFLIK BALI PEREMPUAN Surwandono *
SOCIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial Vol 9, No 1 (2012): SOCIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial
Publisher : Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1960.396 KB) | DOI: 10.21831/socia.v11i1.3731

Abstract

Tulisan artikel ini akan menguraikan pandangan perempuan terhadap dinami-ka konflik etnis yang terjadi di Indonesia. Konflik etnis bagi perempuan cenderung dimaknai secara beragam. Dalam batas tertentu, tulisan ini menunjukkan bahwa konflik etnis dapat digunakan perempuan sebagai sarana mobilitas vertikal bagi perempuan di tengah marginalisasi mobilitas vertikal perempuan dalam situasi da-mai. Namun, kondisi ini hanya dapat diperankan oleh perempuan manakala perem-puan memiliki kapasitas yang memadai sebagai aktor resolusi konflik etnis. Analisis yang dikembangkan dalam artikel ini menggunakan analisis deskrip-tif kuantitatif dalam membaca pandangan perempuan terhadap konflik etnis. Dan kemudian dikembangkan analisis interpretatif terhadap makna konflik etnis bagi perempuan melalui Focus Group Discussion. Kato Kunci: Konflik Etnik, Perempuan, Kapasitas
Analisis Muatan Pendidikan Karakter Buku Teks IPS SMP di Kota Surakarta Fetty Permatasari, Darmiyati Zuchdi *
SOCIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial Vol 11, No 1 (2014): SOCIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial
Publisher : Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6529.937 KB) | DOI: 10.21831/socia.v11i1.5289

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengungkap: (1) muatan pendidikan karakter yang tersaji dalam materi buku teks IPS SMP di Kota Surakarta, (2) kesesuaian nilai-nilai karakter yang diintegrasikan dalam buku teks dengan peta nilai untuk siswa SMP berdasarkan bahan pengembangan pendidikan budaya dan karakter bangsa, dan (3) kesesuaian pendekatan pendidikan karakter dalam buku teks dengan pendekatan komprehensif. Penelitian ini merupakan penelitian analisis konten inferensial. Fokus penelitiannya adalah muatan pendidikan karakter pada materi IPS yang disajikan dalam buku teks IPS SMP kelas VII semester 1 di Kota Surakarta. Teknik analisis konten melibatkan tiga orang rater yang dibekali dengan pedoman lembar analisis muatan pendidikan karakter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga buku teks memuat pendidikan karakter berupa nilai-nilai karakter, yang disajikan secara eksplisit dan implisit. Hasil analisis menunjukkan bahwa muatan pendidikan karakter dalam ketiga buku teks berkategori kurang memadai dengan rerata sebesar 31,33%. Kata kunci: pendidikan karakter, buku teks IPS
Kerajaan Sekadau Sebagai Sumber Belajar Sejarah Dalam Materi Kerajaan Islam di Indonesia Susi Susanti *
SOCIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial Vol 12, No 1 (2015): SOCIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial
Publisher : Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.572 KB) | DOI: 10.21831/socia.v12i1.5316

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui perencanaan dan pelaksanaan guru sejarah dalam menyampaikan Kerajaan Sekadau sebagai sumber belajar sejarah dalam materi Kerajaan Islam di Indonesia pada siswa kelas XI SMA Negeri 1 Nanga Taman. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pengumpulan data melalui observasi langsung, komunikasi langsung dan dokumentasi. Pengambilan sampel dilakukan dengan purposive dan snowball sampling. Analisis data meliputi: pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan: (1) Perencanaan telah dilakukan dengan baik, nampak pada kemampuan guru dalam mempersiapkan RPP dan Silabus serta pemanfaatan bahan pembelajaran buku sejarah Kerajaan Sekadau dan buku lain yang relevan. (2) Pelaksanaan telah berjalan baik, nampak dari respon siswa terhadap penggunaan model pembelajaran klasikal yang bertujuan mempermudah pemahaman dan menciptakan suasana pembelajaran yang kondusif; siswa aktif dalam pembelajaran; siswa diarahkan berpikir kronologis dan memilki pengetahuan masa lampau, siap menghadapi masa depan, dan melestarikan serta mewariskan peristiwa masa lampau yang bermakna bagi generasi seterusnya. Kata Kunci: Kerajaan Sekadau, Sumber Belajar.
Pendidikan Anti Korupsi Terintegrasi dalam Pembelajaran PKn untuk Menanamkan Karakter Kejujuran di SMP MUKHAMAD MURDIONO
SOCIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial Vol 13, No 1 (2016): SOCIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial
Publisher : Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (678.463 KB) | DOI: 10.21831/socia.v13i1.9910

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang upaya yang dilakukan guru Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) dalam mengintegrasikan pendidikan antikorupsi dalam pembelajaran PKn untuk menanamkan kejujuran dan kendala yang dihadapi guru untuk mengintegrasikan pendidikan antikorupsi dalam pembelajaran PKn. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Penelitian dilakukan di Sekolah Menengah Pertama Negeri 8 Kota Yogyakarta dengan subjek penelitian guru pendidikan kewarganegaraan dan siswa. Teknik analisis data menggunakan teknik induktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya yang dilakukan oleh guru PKn dalam mengintegrasikan pendidikan antikorupsi dalam pembelajaran PKn dengan cara menyisipkan nilai-nilai antikorupsi dalam materi pembelajaran yang relevan. Kendala yang dihadapi oleh guru PKn antara lain terkait dengan permasalahan waktu dan kesulitan dalam memilih metode pembelajaran yang tepat.Kata Kunci: Antikorupsi, Pendidikan Kewarganegaraan, Kejujuran
PENGARUH MINAT BACA, WAKTU BELAJAR, SARANA PRASARANA DAN KEMAMPUAN MENGAJAR GURU TERHADAP HASIL BELAJAR PKN Dodik Kariadi, Sunarso
SOCIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial Vol 13, No 2 (2016): SOCIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial
Publisher : Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (773.756 KB) | DOI: 10.21831/socia.v13i2.12572

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis hal-hal yang mempengaruhi hasil belajar PKn siswa baik secara parsial maupun secara simultan. Dalam penelitian ini ditetapkan empat hal yang diduga berpengaruh terhadap hasil belajar PKn adalah minat baca, waktu belajar, sarana prasarana dan kemampuan mengajar guru. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan ex- post facto. Populasi penelitian 1260 siswa dan sampelnya 275 siswa kelas VII. Pengambilan sampel menggunakan teknik cluster random sampling dan simple random sampling. Pengumpulan data menggunakan teknik kuesioner dan dokumentasi. Hasil analisis regresi linear minat baca menunjukkan bahwa nilai r = 0,857, waktu belajar pagi menunjukkan bahwa nilai r = 0,827, waktu belajar siang menunjukkan nilai r = 0,622, sarana prasarana menunjukkan nilai r = 0,866 dan kemampuan mengajar guru menunjukkan nilai r = 0,845. Hasil analisis regresi ganda menunjukkan nilai R sebesar 0,952; F sebesar 652,044 yang berarti secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar PKn dengan sumbangan efektif sebesar 90,60%. Kata Kunci: Hasil Belajar, Pendidikan Kewarganegaraan
Eksplorasi Cagar Budaya Sebagai Upaya Pengembangan Pariwisata Dengan Konsep Integrated Tourism Di Kabupaten Cilacap Laely Armiyati *
SOCIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial Vol 14, No 1 (2017): SOCIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial
Publisher : Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.601 KB) | DOI: 10.21831/socia.v14i1.17848

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengekplorasi dan mengidentifikasi cagar budaya yang ada di kawasan Kabupaten Cilacap, Provinsi Jawa Tengah. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dan studi dokumen. Data yang diperoleh kemudian divalidasi dengan menggunakan teknik triangulasi sumber dan metode. Analisis data menggunakan analisis model interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 84 cagar budaya yang telah diinventarisasi dan diteliti oleh Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Cilacap (Dulu Dinas Pariwisata dan Kebudayaan), tetapi baru ada 6 cagar budaya yang telah masuk dalam registrasi nasional. Pemetaan dengan konsep integrated tourism mengacu pada karakteristik dan sejarah cagar budaya tersebut, sehingga cagar budaya dapat dikelompokkan ke dalam dua jenis wisata yaitu wisata edukatif dan wisata religi. Untuk wisata edukatif sendiri dapat dikelompokkan ke dalam tiga zaman, yaitu periode Hindu-Budha, Islam, dan Kolonial. 
Perbedaan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dan NHT untuk peningkatan karakter dalam pembelajaran IPS Rijeki Sugestiningsih; Ajat Sudrajat
SOCIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial Vol 15, No 1 (2018): SOCIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial
Publisher : Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.28 KB) | DOI: 10.21831/socia.v15i1.22669

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengungkapkan perbedaan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dan NHT untuk: (1) peningkatan kerja sama, dan (2) peningkatan tanggung jawab siswa dalam pembelajaran IPS. Penelitian ini merupakan eksperimen semu dengan pre-test post-test nonequivalent group design. Pengujian hipotesis dengan teknik independent sample t-test. Hasil penelitian sebagai berikut. (1) Terdapat perbedaan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dan NHT untuk peningkatan kerja sama siswa dalam pembelajaran IPS, dengan nilai t = 0,004 0,05. Rerata gain score kerja sama siswa menggunakan model kooperatif tipe Jigsaw lebih tinggi dibandingkan dengan NHT (0,73 0,62). (2) Terdapat perbedaan model kooperatif tipe Jigsaw dan NHT untuk peningkatan tanggung jawab siswa dalam pembelajaran IPS, dengan nilai t = 0,000 0,05. Hasil rerata gain score tanggung jawab siswa menggunakan model kooperatif tipe Jigsaw lebih tinggi dibandingkan dengan NHT (0,87 0,57). Jadi, model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw lebih efektif untuk meningkatkan kerja sama dan tanggung jawab siswa.
Pelayanan Publik Bidang Transportasi bagi Difabel di Daerah Istimewa Yogyakarta Sugi Rahayu, Utami Dewi, Marita Ahdiyana *
SOCIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial Vol 10, No 2 (2013): SOCIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial
Publisher : Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3454.349 KB) | DOI: 10.21831/socia.v10i2.5347

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis penyediaan pelayanan publik khususnya bidang transportasi bagi kaum difabel dan mengidentifikasi alternatif solusi yang dapat diterapkan dalam pemberian pelayanan  bidang transportasi yang adil dan pro difabel. Penelitian kualitatif dengan metode wawancara, observasi dan dokumentasi. Wawancara kepada dinas terkait yaitu Dinas Sosial, Dinas Perhubungan, dan Dinas Pemukiman dan Prasarana Wilayah serta lembaga-lembaga swadaya masyarakat yang mempunyai perhatian terhadap kaum difabel seperti SIGAB dan SABDA. Data sekunder berasal dari dokumentasi pada dinas-dinas terkait dan media massa serta sumber kepustakaan lain seperti buku dan jurnal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyediaan layanan perhubungan untuk memenuhi  kebutuhan kaum difabel belum optimal. Pemerintah Kota Yogyakarta menyediakan fasilitas perhubungan ramah difabel, Sleman menyediakan trotoar ramah difabel khususnya di sekitar kompleks perkantoran pemerintah daerah. 3 kabupaten lain belum optimal dalam penyediaan fasilitas. Kata kunci: pelayanan publik, difabel, transportasi, DIY
Konstruksi kekuasaaan politik melalui program charity show media televisi Indra Setia Bakti; Khairul Amin
SOCIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial Vol 16, No 1 (2019): SOCIA: Jurnal Ilmu-ilmu Sosial
Publisher : Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.007 KB) | DOI: 10.21831/socia.v16i1.27003

Abstract

As a newcomer, the Perindo Party seeks to implement a specific strategy in order to compete with other parties that have already existed in the Indonesian political contestation. One of these is charity show programs. The high rating and concern societies watching the lives of poor people in various charity programs show besides creating profits also become a means of political communication. When political actors control the media, it is clear that there are interests also communicated, including the political powers of the funnel to get support from voters. When the Perindo Party is declared, the "scent" that HT and his party would use the media under their control is very clear. These signals can also be observed from the dominance of HT’s trusted people in the MNC Group in the composition of the Central Management Board Center, the Assembly of the Union Party and the court of Perindo party. That mean a charity program not only gives a very big business profit, but also the political media communication, enhance social branding in front of audiences, and build a base of loyal voters from poor family beneficiaries. To finishing this paper, the author uses a descriptive qualitative approach. The data in this article sourced from observations, studies of literature, and other sources considered relevant and then analyzed by the exchange theory of Peter Blau.
DESKRIPSI HABITUS DALAM BUKU SEKOLAH ELEKTRONIK IPS SEKOLAH DASAR Nanang Martono *
SOCIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial Vol 9, No 2 (2012): SOCIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial
Publisher : Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (750.7 KB) | DOI: 10.21831/socia.v11i02.3610

Abstract

Artikel ini merupakan hasil penelitian yang bertujuan untuk mendeskripsikan habitus yang digambarkan dalam BSE mata pelajaran IPS SD. Keberadaan habitus tersebut diobservasi dalam beberapa kalimat dan gambar yang disajikan dalam BSE. Penelitian ini menggunakan metode analisis isi dengan memanfaatkan BSE IPS SD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyajian materi dalam BSE IPS SD Iebih banyak menggambarkan atau menyajikan habitus kelas atas. Inilah yang ke-mudian disebut sebagai mekanisme kekerasan simbolik melalui materi pelajaran di sekolah. Kekerasan simbolik terjadi ketika siswa dari kelas bawah dipaksa untuk mempelajari habitus kelas atas.Mekanisme ini dapat terlihat jelas dalam beberapa kalimat dan gambar dalam BSE IPS yang sebagian besar hanya menggambarkan gaya hidup (habitus) masyarakat kelas atas. Sementara gaya hidup kelas bawah, sedikit sekali digambarkan dalam BSE IPS. Fenomena ini mengindikasikan terjadinya ketimpangan sosial dalam materi pelajaran. Habitus kelas bawah, mendapat porsi yang sangat sedikit dalam materi BSE. Kata kunci: habitus, BSE, sekolah dasar, IPS, kekerasan simbolik

Page 10 of 23 | Total Record : 224