cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Socia : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial
ISSN : 18295797     EISSN : 25499475     DOI : 10.21831
Core Subject : Social,
Arjuna Subject : -
Articles 224 Documents
Muatan Materi Pendidikan Karakter dalam Pembelajaran IPS Sejarah di SMP Negeri Singkawang Utara Kota Singkawang Emusti Rivasintha *
SOCIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial Vol 11, No 2 (2014): SOCIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial
Publisher : Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (453.863 KB) | DOI: 10.21831/socia.v11i2.5303

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan muatan materi pendidikan karakter dalam materi pembelajaran IPS sejarah, kegiatan pembelajaran mata pelajaran IPS sejarah, dan penilaian yang dilakukan guru sejarah dalam pembelajaran IPS sejarah di SMP Negeri Singkawang Utara Kota Singkawang. Penelitian dilakukan  dengan menggunakan metode kualitatif dengan studi kasus tunggal terpancang.    Hasil penelitian menyimpulkan bahwa: (1) Muatan materi pendidikan karakter seperti nasionalisme, rela berkorban, pantang menyerah, demokrasi, dan cinta tanah air tersirat dalam materi pembelajaran IPS sejarah yang diuraikan pada uraian pokok materi ; (2) Kegiatan pembelajaran IPS sejarah yang memuat pendidikan karakter dilakukan dengan menyisipkan nilai karakter dalam kegiatan pembelajaran misalnya pada saat diskusi guru menanamkan sikap kerja sama dan tanggungjawab; (3) Penilaian yang dilakukan guru dalam pembelajaran IPS sejarah yang memuat pendidikan karakter baru mengarah pada kognitif. Kata Kunci    :  Materi pendidikan karakter, pembelajaran IPS sejarah, SMP
Peran Elit Politik Lokal dalam Pendidikan Politik Mahasiswa di Kabupaten Lombok Timur DIDIN SEPTA RAHMADI
SOCIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial Vol 13, No 1 (2016): SOCIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial
Publisher : Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (688.688 KB) | DOI: 10.21831/socia.v13i1.9901

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran dari elit politik lokal dalam pendidikan politik, dan pelaksanaan pendidikan politik mahasiswa di lembaga perguruan tinggi di Kabupaten Lombok Timur. Penelitian ini berjenis kualitatif naturalistik yang diadakan dari bulan Maret-Juni. Subjek penelitian ini adalah elit politik lokal. Penarikan informan dilakukan dengan snowball. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis yang digunakan adalah: (1) reduksi data, (2) abstraksi data), dan (3) penarikan kesimpulan. Hasil penelitian di lapangan menunjukkan bahwa: pertama, elit politik lokal hanya malaksanakan pengkaderan untuk konstituennya, yang dalam hal ini mereka sebut pendidikan politik. Pendekatan yang dilakukan untuk mahasiswa adalah melalui bidang kepemudaan yang berfungsi sebagai sayap partai (underbow). Kedua, struktur yayasan dalam politik praktis membawa dampak pada lembaga pendidikan yang di kelola.Kata kunci: Peran, Elit Politik, Pendidikan Politik Mahasiswa.
PENGARUH PENGGUNAAN WAKTU MENONTON TELEVISI, INTERNET, DAN HANDPHONE TERHADAP DISIPLIN BELAJAR SISWA DI LOMBOK Aliahardi, Tri Hartiti
SOCIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial Vol 13, No 2 (2016): SOCIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial
Publisher : Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (804.948 KB) | DOI: 10.21831/socia.v13i2.12253

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengungkapkan pengaruh penggunaan waktu menonton televisi, Internet, dan handphone terhadap disiplin belajar siswa di Desa Kopang, Lombok Tengah. Sumbangan efektif (SE) penggunaan waktu menonton televisi sebesar 43,1%, mengakses Internet sebesar 13,8%,dan mengakses handphone sebesar 0,1% terhadap disiplin belajar siswa. Besarnya sumbangan efektif penggunaan waktu menonton televisi, mengakses Internet, mengakses handphone  terhadap disiplin belajar siswa adalah 57%%, sedangkan sisanya 43% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak dibahas dalam penelitian ini. Dengan demikian pengaruh penggunaan waktu menonton televisi memberikan sumbangan positif paling besar terhadap disiplin belajar siswa. Kata kunci: menonton televisi, mengakses internet, mengakses   handphone dan disiplin belajar
Pengaruh Model Pembelajaran Dan Gaya Belajar Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Dan Prestasi Belajar PPKn Peserta Didik SMP Fitri Mutmainnah, Abdul Gafur *
SOCIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial Vol 14, No 2 (2017): SOCIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial
Publisher : Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.165 KB) | DOI: 10.21831/socia.v14i2.17643

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui:(1) perbedaan pengaruh antara model discovery learning dengan model PBL terhadap kemampuan berpikir kritis dan prestasi belajar PPKn, (2)perbedaan pengaruh antara model discovery learning dan model PBL terhadap kemampuan berpikir kritis dan prestasi belajar PPKn pada gaya belajar visual dan gaya belajar auditorial, dan (3) ada tidaknya interaksi antara model pembelajaran dengan gaya belajar terhadap kemampuan berpikir kritis dan prestasi belajar PPKn. Penelitian ini merupakan penelitian quasi experimen desain faktorial 2x2. Pengumpulan data menggunakan tes dan angket. Sampel dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas VIII SMP Negeri 4 Kalasan. Hasil penelitian menunjukkan (1) terdapat perbedaan pengaruh antara model discovery learning dan model PBL terhadap kemampuan berpikir kritis (0,002 0,05) dan prestasi belajar PPKn (0,003 0,05); (2) terdapat perbedaan pengaruh antara model discovery learning dan model PBL terhadap kemampuan berpikir kritis (0,044 0,05) dan prestasi belajar PPKn (0,006 0,05) pada kelompok peserta didik gaya belajar visual dan gaya belajar auditorial; dan (3) tidak terdapat interaksi yang signifikan antara model pembelajaran dan gaya belajar terhadap kemampuan berpikir kritis (0,585 0,05) dan prestasi belajar PPKn (0,229 0,05). Pembelajaran PPKn dengan model discovery learning pada kelompok peserta didik gaya belajar visual lebih unggul daripada model PBL baik kelompok peserta didik gaya belajar visual maupun auditorial terhadap kemampuan berpikir kritis dan prestasi belajar PPKn.Kata kunci: model pembelajaran, gaya belajar, kemampuan berpikir kritis, prestasi belajar PPKn
Pengembangan multimedia ‘gejala alam di Indonesia’ berbasis Lectora bagi siswa sekolah Dholina Inang Pambudi
SOCIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial Vol 15, No 1 (2018): SOCIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial
Publisher : Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.561 KB) | DOI: 10.21831/socia.v15i1.20802

Abstract

IPS sebagai salah satu ilmu yang mengkaji  segala sesuatu yang terjadi pada lingkungan mencoba menjawab terjadinya gejala alam yang berbeda  setiap wilayah di Indonesia. Berdasarkan kondisi tersebut maka dikembangkan multimedia pembelajaran gejala alam berbasis Lectora yang diharapkan dapat membantu memudahkan siswa Sekolah Dasar dalam memperoleh gambaran secara visual, audio, audiovisual tentang keberagaman gejala alam yang terdapat di Indonesia, selain itu siswa dapat memahami  cara menanggulangi bencana alam dengan karakteristik yang berbeda-beda pada setiap wilayah. Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan dengan subjek penelitian terdiri atas satu orang ahli materi, satu orang ahli media, uji coba terbatas pada siswa SD. Instrumen pengumpulan data berupa lembar  validasi untuk  ahli  media dan ahli materi, angket untuk siswa. Selanjutnya data yang diperoleh diolah dan dianalisis menggunakan  statistik  deskriptif sebagai bahan untuk revisi produk agar layak digunakan. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut; penilaian dari ahli materi terhadap aspek materi memperoleh rerata 4,09 dengan kategori (Baik), penilaian dari ahli media terhadap aspek media memperoleh rerata 4,77 dengan kategori (Sangat Baik), hasil uji coba terbatas pada siswa memperoleh rerata 4,74 dengan kategori (Sangat Baik). Berdasarkan penilaian ahli, dan uji coba        terbatas dapat disimpulkan bahwa multimedia gejala alam di Indonesia berbasis Lectora layak digunakan bagi siswa SD dalam memahami Kompetensi Dasar IPS.
Latar Belakang dan Masa Depan Libya Pasca Arab Spring Danu Eko Agustinova *
SOCIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial Vol 10, No 2 (2013): SOCIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial
Publisher : Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3379.836 KB) | DOI: 10.21831/socia.v10i2.5348

Abstract

Penelitian bertujuan untuk: 1) mendeskripsikan faktor-faktor penyebab terjadinya Arab Spring di Libya yang berakibat pada pergantian pemerintahan di Libya serta 2) menganalisis masa depan Libya setelah terjadinya Arab Spring. Menggunakan metode sejarah melalui empat langkah metode yaitu heuristic, kritik sumber, interpretasi dan penulisan/historiografi dengan endekatan sosiologis, budaya, psikologis, dan politik. Hasil penelitian menunjukkan selama 42 tahun masa pemerintahan Moammar Qaddafi Libya mengalami krisis kebebasan, demokrasi dan tingginya pengangguran dan kemiskinan. Hal ini dikarenakan pemaksaan pemikiran pribadinya  tentang “Teori Dunia Ketiga” serta dominasi Qaddafi yang absolut di Libya. Keberhasilan Arab Spring di Libya, menjadikan pemerintahan yang baru telah menyusun sistem ketatanegaraan yang baru yang mengadopsi segala aspirasi dan kepentingan rakyatnya. Bidang ekonomi, Libya diprediksi akan mengadopsi sistem ekonomi liberal. Kebijakan luar negeri Libya cenderung ke arah lebih moderat. Kata Kunci: Libya, Arab Spring.
Cultural semiotic in Dayak's Babalai ceremonial at Paramasan as an form of maintaining Dayak language Fajarika Ramadania; Johan Arifin
SOCIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial Vol 16, No 1 (2019): SOCIA: Jurnal Ilmu-ilmu Sosial
Publisher : Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.393 KB) | DOI: 10.21831/socia.v16i1.25500

Abstract

This research is entitled "Cultural Semiotic in Dayak’s Babalai ceremonial at Paramasan as a form of maintaining traditional language". This research has long-term goal of introducing Dayak Language in general and Dayak language culture, in particular, to attract tourists to visit Paramasan, Banjar District of South Kalimantan. This research identifies, analyzes, and interprets cultural symbol which sourced from Dayak tribe mantra during Babalai ceremony. The cultural symbols to be identified are the symbols based on Pierce's trilogy of indexes, icons, and symbols. This study aims to describe the Dayak tribe mantra used in Babalai ceremonial and to analyze symbols in the Meratus Dayak’s tribe mantra used during Babalai event in Paramasan, Banjar district of South Kalimantan. Each symbol and icon used in each culture contains its own cultural values that are considered significant in its community. The study of Dayak’s Meratus mantra text would enrich the treasury of language and culture in local-global communities and could strengthen solidarity among nations and countries. The language used as a medium in expressing or expression is a media to know historical evidence as the context of an understanding of the identity of a culture. Cultural identity emerges within a community not only as a color of locality but also as a cultural expression that offers an alternative image in society.
GURU SD SEBAGAI "MODEL" DALAM MENINGKATKAN INDIGENEOUSASI PADA SISWA SEKOLAH DASAR Aprilia Tina Lidyasari *
SOCIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial Vol 9, No 2 (2012): SOCIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial
Publisher : Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.821 KB) | DOI: 10.21831/socia.v11i02.3580

Abstract

Pendidikan formal di Indonesia dimulai dari jenjang Sekolah Dasar. Di Sekolah Dasar siswa mengalami perkembangan dalam aspek pribadi-sosial (personal-sosial development), akademik (academic development) maupun karir (carier development) sehingga menjadi generasi bangsa yang mandiri dan aktif mengembangkan potensi dirinya memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Perkembangan siswa SD selain keluarga dipengaruhi lingkungan sekolah/ pendidikan. Sebagai contoh, siswa SD sangat patuh sekali terhadap apa yang dikatakan gurunya, karena guru SD bagi mereka adalah sosok yang "digugu dan ditiru". Model guru yang profesional dapat memberikan positif effect bagi perkembangan anak. Namun tidak sedikit guru SD yang memberikan negative effect seperti ketika ke-giatan belajar mengajar galak/suka menghukum jika siswa salah menjawab, memaksakan kehendak, tidak peduli terhadap kebutuhan siswa, merasa paling tahu dan lain sebagainya. Contoh model guru SD yang tidak profesional tersebut tentunya akan menghambat indigeneousasi siswa sehingga potensi siswa menjadi tidak berkembang secara optimal. Bertalian dengan indigeneousasi siswa maka perlu adanya sosok guru yang bisa dijadikan "model yang berkarakter" (teori Bandura) yang dapat memberikan pembelajaran yang mendidik dan memberikan motivasi anak SD dalam mengembangkan indigeneousasinya. Model yang berkarakter yang dimaksud adalah guru yang memiliki kompetensi sebagai seorang pendidik yaitu kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional. Kata kunci: karakteristik SD, model berkarakter, modeling.
ANALISIS HISTORIS TERHADAP POTENSI EKONOMI DI SULAWESI SELATAN INDONESIA BAGIAN TIMUR 1945-1949 Najamuddin *
SOCIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial Vol 9, No 1 (2012): SOCIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial
Publisher : Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (589.939 KB) | DOI: 10.21831/socia.v11i1.3746

Abstract

Penelitian ini akan memfokuskan tentang potensi ekonomi dan bentuk kebijakan ekonomi yang diterapkan oleh pemerintahan NIT di Sulawesi Selatan dan perkembangan ekonomi di Sulawesi Selatan sebagai akibat dari kebijakan ekonomi yang ditempuh oleh pemerintahan NIT di Sulawesi Selatan. Tujuan penelitian adalah memberikan sumbangan pemikiran terhadap pengembangan potensi ekonomi di wilayah Sulawesi Selatan, khususnya dalam rangka menggali potensi lokal dalam menghadapi otonomi daerah. Kata kunci: pendidikan, ilmu sosial, karakter siswa, nilai moral
Pengembangan model chef and cooking pada pembelajaran IPS Wahyu Purwanto
SOCIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial Vol 15, No 1 (2018): SOCIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial
Publisher : Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (393.951 KB) | DOI: 10.21831/socia.v15i1.19970

Abstract

Aktivitas belajar rendah merupakan masalah yang seringkali terjadi dalam pembelajaran IPS. Chef and Cooking (CC) adalah sebuah model pembelajaran dimana peserta didik dianalogikan sebagai sekelompok chef (koki) dalam arena perlombaan yang melakukan aktivitas cooking  (memecahkan permasalahan) dari bahan yang telah disediakan, dan menghasilkan sebuah menu (laporan kelompok) dengan melibatkan inovasi dan kreativitasnya. Metode dalam penelitian ini adalah Research and Development (RD) menggunakan model Borg and Gall. Hasil penelitian menunjukkan skor validasi 83,80. Uji kelayakan menunjukkan peningkatan aktivitas siswa dalam belajar IPS dari 62,96% menjadi 82,00%. Oleh karena itu, pengembangan model CC layak untuk diterapkan sebagai alternatif untuk mengatasi masalah yang terjadi dalam pembelajaran IPS.

Page 11 of 23 | Total Record : 224