cover
Contact Name
Andi Muh. Ruum Sya'baan
Contact Email
andimruum@uho.ac.id
Phone
+6285137390704
Journal Mail Official
jpsbuho@gmail.com
Editorial Address
Kendari, Sulawesi Tenggara
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
JPSB
ISSN : -     EISSN : 25024191     DOI : https://ruangsenibudaya.com/index.php/jpsb
Jurnal Pembelajaran Seni dan Budaya merupakan jurnal ilmiah yang mempublikasikan artikel hasil penelitian, kajian konseptual, dan studi empiris di bidang pendidikan dan pembelajaran seni dan budaya, termasuk kajian mendalam tentang pertunjukan tradisi. Ruang lingkup jurnal meliputi pendidikan seni dan budaya, strategi dan model pembelajaran seni, pengembangan kurikulum, media dan teknologi pembelajaran, evaluasi dan asesmen, pendidikan karakter berbasis seni, serta kajian, dokumentasi, revitalisasi, dan transformasi pertunjukan tradisi sebagai bagian dari penguatan identitas budaya dan kearifan lokal dalam konteks pendidikan.Jurnal ini berkomitmen menerbitkan karya ilmiah yang orisinal, bermutu, dan berkontribusi terhadap pengembangan keilmuan pembelajaran seni dan budaya serta pelestarian seni pertunjukan tradisional di tingkat nasional maupun internasional.
Articles 37 Documents
Penerapan Nilai-Nilai Tari Mondotambe dalam Pembentukan Karakter Siswa Kelas IV SD Negeri 25 Kendari: Application of Mondotambe Dance Values in Character Formation of Fourth-Grade Students at SD Negeri 25 Kendari Megawati
Jurnal Pembelajaran Seni dan Budaya Vol. 10 No. 2 (2025): JPSB (Jurnal Pembelajaran Seni dan Budaya)
Publisher : PT. CASA CENDEKIA MEDIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66225/9j751f31

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan nilai-nilai yang terkandung dalam Tari Mondotambe dan menjelaskan penerapannya dalam pembentukan karakter siswa kelas IV SD Negeri 25 Kendari. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi pembelajaran, wawancara, dan dokumentasi kegiatan tari. Data dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan, sedangkan keabsahan data diperkuat melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tari Mondotambe memuat empat kelompok nilai utama, yaitu nilai religius, nilai moral, nilai sikap dan perilaku, serta nilai persatuan dan kesatuan. Nilai-nilai tersebut diterapkan dalam pembelajaran melalui pengenalan makna gerak, kostum, properti, latihan kelompok, pembiasaan disiplin, kerja sama, dan refleksi sikap setelah praktik tari. Penerapan nilai Tari Mondotambe mendorong pembentukan karakter siswa, terutama religius, jujur, toleran, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, rasa ingin tahu, cinta tanah air, dan semangat kebangsaan. Penelitian ini berkontribusi pada penguatan pembelajaran seni budaya berbasis kearifan lokal sebagai media pendidikan karakter di sekolah dasar.
Visualisasi Tari Tradisional Lulo Hada pada Masyarakat Suku Tolaki di Kecamatan Landono Kabupaten Konawe Selatan: Visualization of traditional Lulo Hada dance in the Tolaki community of Landono District, South Konawe Regency Miharni
Jurnal Pembelajaran Seni dan Budaya Vol. 10 No. 2 (2025): JPSB (Jurnal Pembelajaran Seni dan Budaya)
Publisher : PT. CASA CENDEKIA MEDIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66225/bj8eac15

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis bentuk, makna gerak, serta nilai pendidikan dan budaya dalam tari tradisional Lulo Hada pada masyarakat suku Tolaki di Kecamatan Landono Kabupaten Konawe Selatan. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh berkurangnya pemahaman masyarakat terhadap Lulo Hada, padahal tarian ini berfungsi sebagai ekspresi budaya yang merepresentasikan persatuan, rasa syukur, kerja sama, dan etika sosial masyarakat Tolaki. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dengan tokoh adat dan tokoh masyarakat, serta dokumentasi praktik tari dan konteks sosial pelaksanaannya. Data dianalisis melalui reduksi data, klasifikasi, interpretasi, dan penarikan simpulan, sedangkan keabsahan data diperkuat melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Lulo Hada memiliki ciri bentuk berupa barisan lurus ke depan, posisi tangan memegang pinggang, dan gerak kaki maju-mundur secara ritmis. Unsur gerak tersebut memvisualisasikan prinsip samaturu dan mepokoaso, yaitu persatuan, kebersamaan, dan solidaritas sosial. Nilai yang terkandung dalam Lulo Hada meliputi nilai sakral, sejarah, solidaritas, etika, dan estetika. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Lulo Hada bukan hanya seni pertunjukan tradisional, tetapi juga media pelestarian identitas lokal dan penguatan pendidikan karakter melalui pembelajaran seni. Kontribusi penelitian ini adalah memperkuat kajian pendidikan seni berbasis kearifan lokal serta menyediakan rujukan integrasi warisan budaya Tolaki dalam pembelajaran seni di sekolah.
Seni dalam tradisi Maata’a Mambio pada Etnis Ciacia Laporo di Kecamatan Pasarwajo Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara: Art in the Maata’a Mambio tradition of the Ciacia Laporo ethnic community in Pasarwajo District, Buton Regency, Southeast Sulawesi Muhamad Amran
Jurnal Pembelajaran Seni dan Budaya Vol. 10 No. 2 (2025): JPSB (Jurnal Pembelajaran Seni dan Budaya)
Publisher : PT. CASA CENDEKIA MEDIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66225/ypj5rs90

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk pertunjukan seni, mengidentifikasi unsur-unsur seni, dan menafsirkan makna seni dalam tradisi Maata’a Mambio pada etnis Ciacia Laporo di Kelurahan Kombeli Kecamatan Pasarwajo Kabupaten Buton. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pendokumentasian Maata’a Mambio sebagai tradisi panen yang mengintegrasikan seni tari, seni musik, dan sastra lisan sebagai media rasa syukur, kohesi sosial, dan pewarisan budaya. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif berorientasi etnografis. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan tokoh adat, tokoh masyarakat, dan penggiat budaya, serta dokumentasi rangkaian ritual dan pertunjukan. Data dianalisis melalui reduksi data, klasifikasi tematik, interpretasi, dan penarikan simpulan, sedangkan keabsahan data diperkuat melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Maata’a Mambio dilaksanakan melalui rangkaian yang saling berkaitan, meliputi musyawarah adat, Batanda’a, ritual inti, dan pertunjukan penutup. Unsur seni yang hadir meliputi tari Batanda, tari Linda, dan tari Mangaru; musik tradisional dengan instrumen ganda kancara, ganda katete, ndengu-ndengu, dan gong; serta sastra lisan berupa kabhanci wasenderao dan kabhanci mango-mango. Bentuk-bentuk seni tersebut memuat makna rasa syukur kepada Tuhan, penghormatan kepada leluhur, solidaritas sosial, etika gender, regenerasi kepemimpinan adat, dan pewarisan pengetahuan lokal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa seni dalam Maata’a Mambio bukan sekadar hiburan, melainkan sistem ritual-estetik yang menopang identitas dan ketahanan budaya masyarakat Ciacia Laporo. Kontribusi penelitian ini terletak pada penguatan kajian pendidikan seni berbasis kearifan lokal serta dokumentasi warisan budaya takbenda di Sulawesi Tenggara.
Pola gerak tari Linda dalam pelaksanaan Karia pada masyarakat Muna di Kecamatan Wadaga Kabupaten Muna Barat: Movement patterns of Linda dance in Karia ceremony among the Muna community in Wadaga District, West Muna Regency Muliani; La Niampe
Jurnal Pembelajaran Seni dan Budaya Vol. 10 No. 2 (2025): JPSB (Jurnal Pembelajaran Seni dan Budaya)
Publisher : PT. CASA CENDEKIA MEDIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66225/8xz7s092

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pola gerak, filosofi ritual, dan pewarisan tari Linda dalam pelaksanaan Karia pada masyarakat Muna di Kecamatan Wadaga Kabupaten Muna Barat. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh mulai berkurangnya penguasaan masyarakat terhadap urutan gerak tari Linda dan perlunya pendokumentasian tari tersebut sebagai bagian integral dari ritus Karia. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan orientasi studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam dengan tokoh adat, pelaku tari, dan masyarakat, serta dokumentasi praktik Karia dan unsur pertunjukan tari Linda. Data dianalisis melalui reduksi, kategorisasi, interpretasi, dan penarikan simpulan, sedangkan keabsahan data diperkuat melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Karia dilaksanakan melalui tahapan kafoluku, kabhansule, kalempagi, kafosampu, katandano wite, kabasano dhoa, pertunjukan Linda, kahapui, dan kaghorono bhansa. Tari Linda memiliki struktur gerak awal, tengah, dan akhir. Kosakata gerak lengkapnya meliputi memegang sapu tangan, berputar, mengayunkan selendang, mengangkat selendang ke belakang, gerakan burung, mengikat selendang di pinggang, duduk, menyandarkan siku, meletakkan tangan di depan dada, mengangkat selendang di bahu, dan penutup Linda. Pola gerak tersebut merepresentasikan doa, kerendahan hati, pengendalian diri, kedewasaan, solidaritas, dan kesiapan perempuan Muna memasuki kehidupan sosial orang dewasa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa tari Linda tidak hanya berfungsi sebagai pertunjukan ritual, tetapi juga sebagai media pendidikan karakter dan pewarisan budaya. Kontribusi penelitian ini adalah memperkuat pendidikan seni berbasis kearifan lokal dan mendokumentasikan warisan tari Muna untuk kepentingan pembelajaran serta pelestarian.
Pembelajaran Seni Kriya Anyaman Nentu Berbasis Potensi Lingkungan: Model Kontekstual untuk Penguatan Kreativitas Siswa SMP: Environmental Potential-Based Nentu Weaving Craft Learning: A Contextual Model for Strengthening Junior High School Students’ Creativity Nurmawati
Jurnal Pembelajaran Seni dan Budaya Vol. 10 No. 2 (2025): JPSB (Jurnal Pembelajaran Seni dan Budaya)
Publisher : PT. CASA CENDEKIA MEDIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66225/1fha5786

Abstract

Penelitian ini bertujuan merumuskan dan mengevaluasi model pembelajaran seni kriya berbasis potensi lingkungan melalui pemanfaatan bahan nentu pada siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Kusambi. Masalah yang dikaji tidak hanya terletak pada rendahnya kemampuan teknis siswa dalam membuat karya kriya, tetapi juga pada lemahnya integrasi antara sumber daya lingkungan lokal, proses kreatif pembelajaran, dan penilaian karya kriya yang terukur. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif yang didukung penilaian kuantitatif deskriptif. Subjek penelitian berjumlah 26 siswa kelas VIII yang ditentukan melalui total sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, tes praktik, dan rubrik penilaian produk yang mencakup gagasan/ide, kreativitas, serta teknik dan wujud. Temuan penelitian menghasilkan sintesis pembelajaran EPKR, yaitu eksplorasi bahan lokal, produksi karya anyaman, kurasi mutu karya, dan refleksi nilai ekologis-estetis. Hasil penilaian menunjukkan 46,15% siswa berada pada kategori baik dan 53,84% berada pada kategori cukup. Capaian terkuat terdapat pada aspek gagasan/ide, sedangkan aspek teknik dan wujud menjadi tantangan utama karena anyaman nentu membutuhkan koordinasi tangan, kepekaan bahan, dan latihan berulang. Kebaruan artikel ini terletak pada penempatan nentu bukan sekadar bahan kriya, melainkan sumber pedagogis yang menghubungkan ekologi lokal, keterampilan manual, penilaian estetis, dan pembentukan karakter kreatif. Penelitian ini berkontribusi pada pendidikan seni dengan menawarkan model operasional pembelajaran kriya berbasis lingkungan yang dapat diadaptasi pada sekolah dengan potensi bahan lokal sejenis.
Metode Latihan Drill Adaptif untuk Penguatan Teknik Vokal Paduan Suara Remaja dan Dewasa di Gereja Katolik St. Fransiskus Xaverius Kendari: Adaptive Drill Training Method for Strengthening Vocal Techniques in Youth and Adult Choirs at St. Fransiskus Xaverius Catholic Church Efrem Bala Muda
Jurnal Pembelajaran Seni dan Budaya Vol. 11 No. 1 (2026): JPSB (Jurnal Pembelajaran Seni dan Budaya)
Publisher : PT. CASA CENDEKIA MEDIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66225/bqx28a97

Abstract

Penelitian ini mengkaji penerapan metode latihan drill adaptif untuk menguatkan teknik vokal paduan suara kelompok remaja dan dewasa di Gereja Katolik St. Fransiskus Xaverius Kendari. Masalah penelitian tidak hanya terletak pada penggunaan latihan berulang, tetapi pada belum tersusunnya model pedagogis yang menghubungkan diagnosis kemampuan vokal, kebutuhan latihan menurut kelompok usia, pengulangan teknik, konsolidasi harmoni, dan evaluasi reflektif. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan dukungan data evaluatif hasil tes teknik vokal. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dokumentasi, dan penilaian teknik vokal terhadap dua pelatih dan dua puluh empat anggota paduan suara. Data dianalisis melalui reduksi, kategorisasi, interpretasi, dan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa latihan paduan suara dilaksanakan melalui pemanasan fisik dan vokal, drill vokalisi, pembelajaran materi lagu, pengelompokan suara, latihan gabungan, dan umpan balik. Kelompok remaja memperoleh nilai rata-rata teknik vokal 81,88 dengan rentang 70,00 hingga 92,50, sedangkan kelompok dewasa memperoleh nilai rata-rata lebih tinggi dan stabil, yaitu 91,77 dengan rentang 86,25 hingga 96,25. Kebaruan artikel ini adalah formulasi model drill adaptif D-V-H-R, yaitu diagnosis vokal, drill vokalisi, harmonisasi lagu, dan refleksi evaluatif. Model ini menunjukkan bahwa drill memiliki makna ilmiah apabila tidak dipahami sebagai pengulangan mekanis, tetapi sebagai siklus latihan yang terstruktur, korektif, dan peka konteks. Penelitian ini berkontribusi pada pedagogi paduan suara dengan menawarkan kerangka latihan bagi paduan suara komunitas dan gereja yang memiliki latar kemampuan musikal beragam.
Penggunaan Media Audiovisual untuk Meningkatkan Kemampuan Seni Tari Siswa Kelas VIII SMP Negeri 6 Kendari: The Use of Audiovisual Media to Improve the Dance Art Skills of Eighth-Grade Students at SMP Negeri 6 Kendari Heni Krisyana; Aris Badara; La Ode Ahmad Jazuli
Jurnal Pembelajaran Seni dan Budaya Vol. 11 No. 1 (2026): JPSB (Jurnal Pembelajaran Seni dan Budaya)
Publisher : PT. CASA CENDEKIA MEDIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66225/apv6pm16

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya kesenjangan antara potensi siswa dalam kegiatan seni tari dan praktik pembelajaran di kelas yang masih banyak bertumpu pada penjelasan verbal, sehingga penguasaan ketepatan gerak, irama, dan ekspresi belum merata. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penerapan media audiovisual serta menentukan kontribusinya terhadap peningkatan kemampuan seni tari siswa kelas VIIIA SMP Negeri 6 Kendari. Penelitian menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri atas perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 30 siswa, terdiri atas 11 siswa laki-laki dan 19 siswa perempuan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara guru dan siswa, tes praktik, dokumentasi lapangan, serta telaah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran. Instrumen yang digunakan meliputi lembar observasi, rubrik penilaian kemampuan menari berdasarkan aspek wiraga, wirama, dan wirasa, pedoman wawancara, serta catatan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif melalui nilai rata-rata, ketuntasan individu, dan ketuntasan klasikal dengan KKM 75 serta indikator keberhasilan klasikal 80%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata awal siswa sebesar 63,04 dengan ketuntasan 30%. Pada Siklus I, rata-rata meningkat menjadi 70,00, tetapi tindakan belum memenuhi indikator keberhasilan. Pada Siklus II, rata-rata meningkat menjadi 83,11 dengan ketuntasan klasikal 90%. Peningkatan paling tampak pada ketepatan gerak, keselarasan irama, dan keberanian berekspresi. Penelitian menyimpulkan bahwa media audiovisual efektif apabila digunakan sebagai siklus pemodelan gerak, latihan berulang, umpan balik, dan refleksi dalam pembelajaran seni tari. Kontribusi ilmiah penelitian ini adalah perumusan siklus pembelajaran berbantuan audiovisual yang replikatif dan berorientasi pada wiraga, wirama, dan wirasa untuk pembelajaran seni tari di SMP.

Page 4 of 4 | Total Record : 37