cover
Contact Name
Andi Muh. Ruum Sya'baan
Contact Email
andimruum@uho.ac.id
Phone
+6285137390704
Journal Mail Official
jpsbuho@gmail.com
Editorial Address
Kendari, Sulawesi Tenggara
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
JPSB
ISSN : -     EISSN : 25024191     DOI : https://ruangsenibudaya.com/index.php/jpsb
Jurnal Pembelajaran Seni dan Budaya merupakan jurnal ilmiah yang mempublikasikan artikel hasil penelitian, kajian konseptual, dan studi empiris di bidang pendidikan dan pembelajaran seni dan budaya, termasuk kajian mendalam tentang pertunjukan tradisi. Ruang lingkup jurnal meliputi pendidikan seni dan budaya, strategi dan model pembelajaran seni, pengembangan kurikulum, media dan teknologi pembelajaran, evaluasi dan asesmen, pendidikan karakter berbasis seni, serta kajian, dokumentasi, revitalisasi, dan transformasi pertunjukan tradisi sebagai bagian dari penguatan identitas budaya dan kearifan lokal dalam konteks pendidikan.Jurnal ini berkomitmen menerbitkan karya ilmiah yang orisinal, bermutu, dan berkontribusi terhadap pengembangan keilmuan pembelajaran seni dan budaya serta pelestarian seni pertunjukan tradisional di tingkat nasional maupun internasional.
Articles 37 Documents
Bentuk dan Makna Simbolik Tari Katumbu: Kajian Interaksi Simbolik George Herbert Mead: The Form and Symbolic Meaning of Katumbu Dance: A Study of George Herbert Mead’s Symbolic Interaction Juriani Musurifu Hasina
Jurnal Pembelajaran Seni dan Budaya Vol. 9 No. 2 (2024): JPSB (Jurnal Pembelajaran Seni dan Budaya)
Publisher : PT. CASA CENDEKIA MEDIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66225/bs4yda97

Abstract

Tari Katumbu merupakan seni pertunjukan tradisional masyarakat Muna di Desa Lahontohe, Kecamatan Tongkuno, Kabupaten Muna, yang lahir dari pengalaman agraris, praktik gotong royong, dan ekspresi syukur atas hasil panen. Di tengah perubahan sosial dan lemahnya kelembagaan pelestarian, dokumentasi akademik terhadap bentuk pertunjukan dan makna simboliknya menjadi penting agar pengetahuan lokal tidak tereduksi menjadi sekadar hiburan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk pertunjukan Tari Katumbu serta menafsirkan makna simbolik gerak, kostum, instrumen, pola lantai, dan tata rias dengan menggunakan perspektif interaksi simbolik George Herbert Mead. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui observasi pertunjukan, wawancara purposif dengan pelatih tari, penari, tokoh adat, dan pelaku seni, dokumentasi foto, serta telaah arsip sinopsis Tari Katumbu. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, klasifikasi unsur pertunjukan, interpretasi simbolik, triangulasi sumber, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk pertunjukan Tari Katumbu meliputi 13 pelaku, yaitu 3 penari dan 10 pemain instrumen, dengan 15 ragam gerak yang terbagi dalam tahap pembuka, inti, dan penutup. Makna simbolik gerak berkaitan dengan aktivitas panen, rasa syukur, penghormatan, kesopanan, nasihat hidup perempuan, keberanian, dan pertahanan diri. Kostum perempuan menandai status sosial, kehormatan, dan kelembutan, sedangkan kostum laki-laki merepresentasikan keberanian dan jiwa kesatria. Tata rias mempertegas karakter lembut, dewasa, berani, dan bijaksana. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Tari Katumbu merupakan sistem simbol budaya yang menghubungkan pengalaman agraris, identitas gender, etika sosial, dan nilai religius masyarakat Muna. Kontribusi penelitian ini terletak pada penguatan kajian pendidikan seni, antropologi tari, dan pelestarian warisan budaya takbenda berbasis data visual serta tuturan pelaku budaya.
Seni Tutur Kantola pada Masyarakat Muna di Kecamatan Lawa, Kabupaten Muna Barat: The Kantola Oral Art among the Muna Community in Lawa District, West Muna Regency La Ode Hasan Nur
Jurnal Pembelajaran Seni dan Budaya Vol. 9 No. 2 (2024): JPSB (Jurnal Pembelajaran Seni dan Budaya)
Publisher : PT. CASA CENDEKIA MEDIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66225/he08ct41

Abstract

Seni tutur kantola merupakan tradisi lisan masyarakat Muna yang berfungsi sebagai ruang ekspresi, media komunikasi, hiburan, pendidikan, serta penyampai kritik sosial melalui bahasa kiasan. Keberadaan kantola di Kecamatan Lawa, Kabupaten Muna Barat, mengalami penurunan intensitas pementasan akibat perubahan selera hiburan, modernisasi media, dan melemahnya regenerasi penutur. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan menganalisis fungsi serta makna seni tutur kantola pada masyarakat Muna di Kecamatan Lawa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan kerangka fungsional-struktural dan semiotika. Data diperoleh melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan pelaku kantola, tokoh adat, tokoh masyarakat, dan warga pendukung tradisi, serta studi dokumen berupa teks syair kantola. Analisis data dilakukan melalui reduksi, klasifikasi, kategorisasi, penafsiran makna, dan penarikan simpulan secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kantola memiliki fungsi sosial, fungsi pendidikan, fungsi hiburan, dan fungsi kontrol terhadap pemerintah. Makna yang terkandung dalam kantola meliputi makna politik, percintaan, religius, dan estetika. Syair kantola menggunakan simbol alam, tumbuhan, benda, nama tokoh, dan citra keindahan untuk menyampaikan pesan secara halus, etis, dan komunikatif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kantola bukan sekadar hiburan tradisional, melainkan sistem komunikasi budaya yang merekam memori kolektif, nilai moral, relasi sosial, dan pandangan hidup masyarakat Muna. Kontribusi penelitian ini terletak pada penguatan kajian tradisi lisan, pendidikan seni berbasis budaya lokal, serta strategi pelestarian warisan budaya takbenda melalui dokumentasi teks, pementasan, dan integrasi pembelajaran seni budaya.
Pertunjukan Seni Musik Gambusu pada Suku Tolaki di Kabupaten Konawe: Gambusu Musical Art Performance among the Tolaki Ethnic Community in Konawe Regency Anita Savira Sri Lestari
Jurnal Pembelajaran Seni dan Budaya Vol. 7 No. 2 (2022): JPSB (Jurnal Pembelajaran Seni dan Budaya)
Publisher : PT. CASA CENDEKIA MEDIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66225/dbg2nz58

Abstract

Musik gambusu merupakan salah satu seni musik tradisional masyarakat Tolaki yang berfungsi sebagai media ekspresi, hiburan, penyampai doa, dan penguat nilai sosial dalam berbagai peristiwa adat. Perubahan pola hidup, modernisasi hiburan, serta berkurangnya ruang pertunjukan tradisional menyebabkan eksistensi gambusu semakin terbatas, terutama di kalangan generasi muda. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk pertunjukan seni musik gambusu pada suku Tolaki di Kabupaten Konawe, menganalisis makna syair gambusu dalam konteks pekawi'a, serta mengidentifikasi nilai sosial, religius, dan pedagogis yang terkandung di dalamnya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka. Informan ditentukan secara purposive, meliputi pemain gambusu, pembina sanggar, seniman mandiri, dan tokoh masyarakat yang memahami praktik gambusu Tolaki. Data dianalisis melalui reduksi, klasifikasi, penyajian data, pembacaan heuristik-hermeneutik Michael Riffaterre, serta triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertunjukan gambusu muncul dalam konteks pekawi'a, pepokolapasia, pergaulan muda-mudi, dan aktivitas kerja masyarakat. Syair pekawi'a memuat penghormatan kepada adat, keluarga, pemerintah, serta doa keselamatan bagi mempelai. Nilai yang ditemukan meliputi persatuan, tolong-menolong, gotong royong, iman, tawakal, akhlak, estetika, tata krama, dan kepribadian. Penelitian ini menyimpulkan bahwa gambusu tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai teks budaya yang merekam etika sosial, religiositas, dan pendidikan karakter masyarakat Tolaki. Kontribusi penelitian ini terletak pada penguatan kajian pendidikan seni berbasis tradisi lokal dan pelestarian warisan budaya takbenda.
Penerapan Media Pembelajaran Seni Berbasis Etnoliterasi Kain Tenun Tolaki di Taman Kanak-Kanak Kuncup Pertiwi Kendari: The Implementation of Tolaki Woven Fabric Ethnoliteracy-Based Art Learning Media at Kuncup Pertiwi Kindergarten Kendari Arni
Jurnal Pembelajaran Seni dan Budaya Vol. 7 No. 2 (2022): JPSB (Jurnal Pembelajaran Seni dan Budaya)
Publisher : PT. CASA CENDEKIA MEDIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66225/82fgae42

Abstract

Kain tenun Tolaki merupakan warisan budaya lokal yang memuat pengetahuan tentang motif, warna, nilai sosial, identitas etnik, dan estetika masyarakat Tolaki. Namun, pengenalan kain tenun kepada anak usia dini masih terbatas pada tampilan seremonial dan belum banyak dikembangkan sebagai media pembelajaran seni berbasis etnoliterasi. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penerapan media pembelajaran seni berbasis etnoliterasi kain tenun Tolaki serta bentuk pembelajaran budaya lokal di Taman Kanak-Kanak Kuncup Pertiwi Kendari. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan orientasi etnografi pendidikan. Data diperoleh melalui observasi kegiatan sentra seni dan kreativitas, wawancara dengan guru penanggung jawab sentra, dokumentasi RPPM/RPPH, media kelas, dan artefak pembelajaran. Analisis data dilakukan melalui reduksi, penyajian, kategorisasi tematik, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diperkuat dengan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan media etnoliterasi kain tenun Tolaki dilakukan melalui internalisasi dalam kurikulum lembaga, integrasi dalam kegiatan main, pemanfaatan sebagai media pembelajaran, serta penggunaan sebagai hiasan perlengkapan dan dinding kelas. Pembelajaran budaya lokal dikembangkan melalui pengenalan bahasa daerah, pakaian adat, makanan khas, tari, lagu, dan cerita rakyat Tolaki. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kain tenun Tolaki dapat menjadi media seni kontekstual yang mendukung literasi budaya, kreativitas, identitas lokal, dan pendidikan karakter anak usia dini. Kontribusi penelitian ini adalah menawarkan model pembelajaran seni berbasis kearifan lokal yang dapat direplikasi pada satuan PAUD lain dengan adaptasi terhadap budaya setempat.
Pengaruh Penggunaan Media Kolase Berbasis Lingkungan Sekitar dan Motivasi Belajar terhadap Hasil Belajar SBdP Kelas IV SDN 1 Ranomeeto: The Effect of Environment-Based Collage Media and Learning Motivation on Grade IV SBdP Learning Outcomes at SDN 1 Ranomeeto Asnani
Jurnal Pembelajaran Seni dan Budaya Vol. 7 No. 2 (2022): JPSB (Jurnal Pembelajaran Seni dan Budaya)
Publisher : PT. CASA CENDEKIA MEDIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66225/15hrga37

Abstract

Pembelajaran Seni Budaya dan Prakarya (SBdP) di sekolah dasar memerlukan media yang konkret, kreatif, dan dekat dengan pengalaman belajar siswa. Praktik pembelajaran yang terlalu bergantung pada buku teks berpotensi membuat siswa pasif, sedangkan lingkungan sekitar menyediakan bahan belajar yang dapat diolah menjadi media kolase. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penggunaan media kolase berbasis lingkungan sekitar dan motivasi belajar serta menganalisis pengaruh keduanya terhadap hasil belajar SBdP siswa kelas IV SDN 1 Ranomeeto. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen semu. Sampel penelitian adalah 46 siswa kelas IV, terdiri atas kelas IVA sebagai kelas eksperimen dan kelas IVB sebagai kelas kontrol. Data dikumpulkan melalui tes hasil belajar, angket motivasi belajar, observasi penggunaan media kolase, dan studi dokumen. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan inferensial melalui uji normalitas, multikolinearitas, heteroskedastisitas, linearitas, serta regresi dengan bantuan SPSS 20. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kelas eksperimen lebih tinggi daripada kelas kontrol pada variabel hasil belajar, penggunaan media kolase, dan motivasi belajar. Penggunaan media kolase berbasis lingkungan sekitar berpengaruh positif terhadap hasil belajar SBdP dengan nilai signifikansi 0,000 dan kontribusi sebesar 41,1%. Motivasi belajar juga berpengaruh terhadap hasil belajar dengan kontribusi sebesar 56,6%. Model regresi pada kelas eksperimen menunjukkan hubungan kuat dengan R sebesar 0,842 dan R2 sebesar 0,710. Penelitian ini menyimpulkan bahwa media kolase berbasis lingkungan sekitar dan motivasi belajar dapat menjadi strategi pembelajaran SBdP yang kontekstual, murah, dan efektif untuk meningkatkan pengalaman belajar seni di sekolah dasar.
Penggunaan Aplikasi Smart Apps Creator sebagai Media Pembelajaran Materi Pola Lantai Gerak Tari Berbasis Android: Implementation of Smart Apps Creator as Android-Based Learning Media for Dance Floor Pattern Material Dewi Purnamasari Jaeni Yusuf
Jurnal Pembelajaran Seni dan Budaya Vol. 7 No. 2 (2022): JPSB (Jurnal Pembelajaran Seni dan Budaya)
Publisher : PT. CASA CENDEKIA MEDIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66225/pksw0194

Abstract

Perkembangan teknologi digital menuntut pembelajaran Seni Budaya dan Prakarya (SBdP) di sekolah dasar menggunakan media yang visual, interaktif, dan sesuai dengan karakteristik peserta didik. Materi pola lantai gerak tari memerlukan contoh visual, simulasi, dan latihan yang tidak cukup disampaikan melalui ceramah dan buku teks. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan prosedur pengembangan, karakteristik produk, dan kelayakan media pembelajaran berbasis Android menggunakan Smart Apps Creator pada materi pola lantai gerak tari kelas IV sekolah dasar. Penelitian menggunakan metode Research and Development dengan model ADDIE yang mencakup tahap analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Subjek uji coba adalah 20 peserta didik kelas IV SDN 1 Balandete Kolaka. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, lembar validasi ahli media, lembar validasi guru SBdP, dan angket respon peserta didik. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif menggunakan rata-rata skor dan persentase kelayakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produk media terdiri atas halaman pembuka, menu utama, indikator dan tujuan, materi pola lantai, video pembelajaran, kuis, skor akhir, dan menu kreator. Validasi ahli media memperoleh rata-rata 4,58 dengan persentase 91,6% kategori sangat valid; validasi guru SBdP memperoleh rata-rata 4,70 dengan persentase 94% kategori sangat baik; dan respon peserta didik memperoleh rata-rata 4,56 dengan persentase 90,5% kategori sangat baik. Penelitian menyimpulkan bahwa media pembelajaran berbasis Smart Apps Creator layak digunakan sebagai media pembelajaran pola lantai gerak tari. Kontribusi penelitian ini terletak pada penyediaan model pengembangan media SBdP berbasis Android yang dapat memperkuat visualisasi gerak, kemandirian belajar, dan literasi digital peserta didik sekolah dasar.
Kekhasan Motif Tenun Kambe-Kambera dalam Tenun Tradisional Muna: The Distinctive Features of the Kambe-Kambera Weaving Motif in Traditional Muna Weaving Fitria Cahya Sari
Jurnal Pembelajaran Seni dan Budaya Vol. 7 No. 2 (2022): JPSB (Jurnal Pembelajaran Seni dan Budaya)
Publisher : PT. CASA CENDEKIA MEDIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66225/442yf357

Abstract

Tenun Kambe-Kambera merupakan salah satu ragam tenun tradisional Muna yang memiliki kekhasan visual, simbolik, dan sosial karena motifnya terinspirasi dari bentuk kambera atau kupu-kupu. Di tengah perubahan selera busana, komodifikasi motif, dan menurunnya pemahaman generasi muda terhadap tata makna sarung adat, kajian mengenai hubungan antara bentuk motif, makna simbolik, dan nilai budaya tenun Kambe-Kambera menjadi penting. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk motif tenun Kambe-Kambera, menafsirkan makna simboliknya dalam tenun tradisional Muna, serta mengidentifikasi nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan semiotika Charles Sanders Peirce melalui relasi representamen, objek, dan interpretan. Data diperoleh melalui observasi proses tenun di Desa Masalili, wawancara dengan penenun dan tokoh masyarakat, dokumentasi motif dan alat tenun, serta studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motif Kambe-Kambera hadir pada sarung bhotu, samasili, manggo-manggopa, lejha, dan bhia-bhia. Motif ini merepresentasikan identitas sosial, ketangguhan, kepemimpinan, kerja keras, kesopanan, serta hubungan manusia dengan alam. Warna kuning/emas, hitam, biru, merah, hijau, putih, dan merah muda berfungsi sebagai penanda nilai optimisme, martabat, kedewasaan, keberanian, keterbukaan, kesucian, dan kelembutan. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa tenun Kambe-Kambera bukan hanya produk tekstil, melainkan arsip visual budaya Muna yang memuat sistem pengetahuan lokal, stratifikasi sosial, nilai religius, nilai pendidikan, nilai sosial, nilai budaya, nilai ekonomi, dan nilai estetika. Kontribusi penelitian ini terletak pada penguatan dokumentasi ilmiah motif tenun Muna sebagai dasar pelestarian budaya, pendidikan seni, dan pengembangan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal.
Makna dan Nilai Pendidikan pada Lukisan Dinding Gua Liang Kabori, Kecamatan Lohia, Kabupaten Muna: The Meaning and Educational Values of the Liang Kabori Cave Wall Paintings in Lohia District, Muna Regency La Ode Sabarudin; La Niampe; Irianto Ibrahim
Jurnal Pembelajaran Seni dan Budaya Vol. 10 No. 1 (2025): JPSB (Jurnal Pembelajaran Seni dan Budaya)
Publisher : PT. CASA CENDEKIA MEDIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66225/xxrh3914

Abstract

Lukisan dinding Gua Liang Kabori di Kecamatan Lohia, Kabupaten Muna, merupakan tinggalan seni cadas yang memuat jejak visual kehidupan masyarakat masa lalu. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan pelestarian dan pemaknaan kembali lukisan gua sebagai sumber pengetahuan lokal, pendidikan seni, dan penguatan literasi warisan budaya. Penelitian bertujuan mendeskripsikan motif lukisan, menafsirkan makna simboliknya, serta mengidentifikasi nilai pendidikan yang terkandung di dalamnya. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan semiotik Charles Sanders Peirce melalui relasi representamen, objek, dan interpretant. Data diperoleh melalui observasi langsung pada situs, dokumentasi foto, wawancara dengan juru pelihara, tokoh masyarakat, dan praktisi budaya, serta studi pustaka terhadap kajian seni cadas Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lukisan di Gua Liang Kabori dapat dikelompokkan ke dalam motif manusia, hewan, benda budaya, geometris, dan abstrak. Makna yang muncul meliputi pertahanan diri, penaklukan dan pemanfaatan hewan, kepercayaan terhadap kekuatan leluhur, pencatatan pengetahuan tentang hewan, fungsi transportasi dan migrasi, serta petunjuk simbolik terhadap lingkungan sosial-budaya. Nilai pendidikan yang teridentifikasi meliputi nilai religius, komunikasi, sosial, budaya, dan pariwisata. Kesimpulannya, lukisan dinding Gua Liang Kabori tidak hanya menjadi bukti visual prasejarah, tetapi juga sumber pendidikan kontekstual yang dapat dimanfaatkan dalam pembelajaran seni, sejarah, budaya lokal, dan pelestarian cagar budaya. Kontribusi penelitian ini adalah menawarkan pembacaan semiotik dan pedagogis terhadap seni cadas Muna sebagai dasar pengembangan bahan ajar berbasis warisan budaya lokal.
Sistem Pembelajaran Tari Sanggar Seni Abdi Tri Dharma di Desa Sumber Jaya, Kecamatan Lalembuu, Kabupaten Konawe Selatan: The Dance Learning System at Abdi Tri Dharma Art Studio in Sumber Jaya Village, Lalembuu District, South Konawe Regency Mariyah Ulfah
Jurnal Pembelajaran Seni dan Budaya Vol. 10 No. 1 (2025): JPSB (Jurnal Pembelajaran Seni dan Budaya)
Publisher : PT. CASA CENDEKIA MEDIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66225/a3bca219

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan sistem pembelajaran tari pada Sanggar Seni Abdi Tri Dharma di Desa Sumber Jaya, Kecamatan Lalembuu, Kabupaten Konawe Selatan, dengan fokus pada komponen input, proses, dan output pembelajaran. Kajian ini penting karena sanggar seni berperan sebagai ruang pendidikan nonformal, pelestarian budaya, serta pengembangan kreativitas generasi muda di wilayah transmigrasi yang mempertemukan budaya Jawa, Bali, dan budaya lokal Sulawesi Tenggara. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam dengan pengelola, pelatih, anggota, dan masyarakat, serta dokumentasi aktivitas latihan dan pementasan. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diperiksa melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa input pembelajaran meliputi sistem rekrutmen berbasis kekeluargaan, pendekatan individual, promosi dari mulut ke mulut, serta program kerja mingguan, bulanan, dan tahunan. Proses pembelajaran dilaksanakan melalui pengelompokan kemampuan, pengenalan makna tari, latihan olah tubuh, olah napas, olah rasa, olah musik, tata rias, kostum, dan tata lampu. Output pembelajaran tampak pada keterlibatan sanggar dalam pementasan masyarakat, kegiatan pemerintahan, festival, lomba, serta lahirnya alumni yang mendirikan sanggar dan mendampingi sekolah. Temuan ini menegaskan bahwa sistem pembelajaran Sanggar Seni Abdi Tri Dharma tidak hanya menghasilkan keterampilan tari, tetapi juga membangun disiplin, kerja sama, identitas budaya, dan keberlanjutan pendidikan seni berbasis komunitas.
Pemanfaatan Limbah Plastik sebagai Media Pembelajaran Seni Kriya pada Siswa SMP Negeri Satu Atap 2 Bondoala Kabupaten Konawe: The Utilization of Plastic Waste as Craft Art Learning Media for Students at SMP Negeri Satu Atap 2 Bondoala, Konawe Regency Marlina
Jurnal Pembelajaran Seni dan Budaya Vol. 10 No. 1 (2025): JPSB (Jurnal Pembelajaran Seni dan Budaya)
Publisher : PT. CASA CENDEKIA MEDIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66225/kkkwd350

Abstract

Pembelajaran seni kriya berbasis limbah plastik penting dikembangkan karena mampu menghubungkan pendidikan seni, kreativitas peserta didik, dan kepedulian terhadap lingkungan sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pembuatan seni kriya berbahan limbah botol plastik serta menganalisis kualitas karya yang dihasilkan siswa SMP Negeri Satu Atap 2 Bondoala Kabupaten Konawe. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan dukungan penilaian kuantitatif sederhana. Data dikumpulkan melalui observasi proses pembelajaran, praktik pembuatan karya, dokumentasi foto, dan penilaian karya berdasarkan tiga aspek, yaitu gagasan/ide, kreativitas, serta teknik pembuatan. Subjek penilaian karya berjumlah 44 siswa yang terbagi dalam kelompok praktik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pembuatan seni kriya meliputi penyediaan alat dan bahan, pemilihan botol plastik, pembersihan bahan, pemotongan sesuai pola, pembentukan tangkai, daun dan bunga, pengecatan, perangkaian, serta penyelesaian karya. Kualitas karya siswa berada pada kategori baik hingga sangat baik. Pada aspek gagasan/ide, 27,27% siswa berada pada kategori sangat baik dan 70,45% pada kategori baik; pada aspek kreativitas, 75,00% sangat baik dan 18,18% baik; sedangkan pada aspek teknik, 50,00% sangat baik dan 45,45% baik. Rerata skor keseluruhan mencapai 3,46 dari skala 4 atau setara dengan 86,55%. Temuan ini menunjukkan bahwa pemanfaatan limbah plastik dapat menjadi media pembelajaran seni kriya yang efektif untuk melatih keterampilan, kreativitas, kerja sama, dan kesadaran lingkungan siswa. Kontribusi penelitian ini terletak pada model pembelajaran seni kriya sederhana, murah, kontekstual, dan dapat direplikasi pada sekolah dengan keterbatasan sarana.

Page 3 of 4 | Total Record : 37