cover
Contact Name
Sheila Ayu Pratama
Contact Email
sheilapratama@unesa.ac.id
Phone
+6282336424221
Journal Mail Official
jkptbunesa@gmail.com
Editorial Address
Jl. Ketintang, Ketintang, Kec. Gayungan, Surabaya, Jawa Timur 60231
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan
ISSN : -     EISSN : 31090893     DOI : https://doi.org/10.26740
Core Subject : Education, Social,
Focus and Scope Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan (JKPTB) promotes research in the broad field of Education Research and Technology (including such disciplines as Building Engineering Education, Vocational Education, etc.) with particular respect to Indonesia, but not limited to authorship or topical coverage within the region. Contributions are expected from senior researchers, project managers, research administrators and undergraduate/postgraduate students at advanced stages of their research, representing both public organizations and private industry. Equally, the journal if intended for scholars and students, reseachers working at research organizations and government agencies, and also for enterprises undertaking applied R&D to lead innovations. The editorial contents and elements that comprise the journal include: Theoretical articles Empirical studies Practice-oriented papers Case studies Review of papers, books, and resources. As far as the criteria for evaluating and accepting submissions is concerned, a rigorous review process will be used. Submitted papers will, prior to the formal review, be screened so as to ensure their suitability and adequacy to the journal. In addition, an initial quality control will be performed, so as to ensure matters such as language, style of references and others, comply with the journal“s style. The below mentioned areas are just indicative. The editorial board also welcomes innovative articles that redefine any Vocational and Building Engineering Educational field. Teaching and learning in building engineering and civil engineering education Evaluation, assessment, and certification in building engineering and civil engineering education, human resources management in civil engineering and building engineering education Vocational resources in building engineering and civil engineering education Policy and contemporary issues in building engineering and civil engineering education Other things related to Building Engineering and Civil Engineering Education
Articles 548 Documents
PENGEMBANGAN MEDIA VIDEO TUTORIAL ANALISIS STRUKTUR PORTAL 3D BERBANTUAN SAP2000 VERSI 15 (STUDI KASUS) DI JURUSAN TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA UNESA SUGITO
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol. 2 No. 1/JKPTB/13 (2013): Wisuda ke-77 Periode 2 Tahun 2013
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian pengembangan media video tutorial analisis struktur portal 3D berbantuan SAP2000 versi 15 (study kasus) di jurusan Teknik Sipil FT UNESA ini bertujuan untuk mengembangkan media video tutorial SAP2000 versi 15 dan untuk mengetahui pengaruh penerapan media terhadap hasil belajar mahasiswa. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian pengembangan (Research and Development) dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Tahapan pengembangan mulai dari perumusan masalah, pengumpulan data, desain media, validasi ahli, dan uji coba terbatas pada kelompok pengguna media. Subjek penelitian kasus ini melibatkan 12 orang mahasiswa prodi S1 PTB jurusan Teknik Sipil FT UNESA. Pengumpulan data dilakukan dengan pemberian angket dan tes berupa pretest dan posttest. Pengolahan data dilakukan dengan menghitung perolehan angket dengan deskriptif persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Hasil validasi tingkat kelayakan media sebesar 78,84 %, yang berarti media tersebut layak digunakan sebagai media pembelajaran karena telah memenuhi batas minimal kelayakan media yaitu 61%. (2) Hasil analisis data menunjukkan peningkatan hasil belajar mahasiswa setelah menggunakan media video tutorial SAP2000 versi 15, ditunjukkan dari persentase mahasiswa yang lulus tes sebesar 58,3 % pada pretest menjadi 83,3 % pada posttest. Kata kunci : Pengembangan, Video Tutorial,Portal 3D, SAP2000 15 Abstract Research developmentmedia video tutorials-assisted 3D structural analysis portal SAP2000 version 15 (case study) in Civil Engineering FT UNESA is aimed to develop a media video tutorials SAP2000 version 15 and to determine the effect of the implementation of media on student learning results. Research methods used development research (Research and Development) with quantitative descriptive approach. Stages of development ranging from problem definition, data collection, design media, expert validation, and testing of finite groups of media users. Subject of this case study involving 12 students study programs PTB S1 Civil Engineering FT UNESA. The data was collected by administering questionnaires and tests in the form of pretest and posttest. Data processing is performed by calculating the percentage gains with descriptive questionnaire. The results showed that (1) The results validate the feasibility of media at 78.84%, which means that the media be used as a medium of learning because it has met the minimum eligibility is 61% media. (2) The results of the analysis of the data shows an increase in student results after using video media tutorial SAP2000 version 15, shown by the percentage of students who pass the test by 58.3% on the pretest to 83.3% on the posttest. Keywords: Development, Video Tutorial, 3D Frame, SAP2000 15
PENERAPAN ISO 9001:2008 PADA KONTRAKTOR PT. WARINGIN MEGAH DALAM PELAKSANAAN PEKERJAAN KONSTRUKSI BAJA DI PROYEK PEMBANGUNAN KANTOR DAN GUDANG PT. DJARUM RUNGKUT SURABAYA ACHMAD NASRULLOH
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol. 2 No. 1/JKPTB/13 (2013): Wisuda ke-77 Periode 2 Tahun 2013
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seiring dengan perkembangan teknologi di era globalisasi, baja sebagai bahan konstruksi bangunan mempunyai banyak keunggulan dibanding dengan material konstruksi lainnya seperti kayu dan beton. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesesuaian penerapan ISO 9001:2008 pada kontraktor PT. Waringin Megah dalam pelaksanaan pekerjaan konstruksi baja ditinjau dari elemen pemantauan dan pengukuran proses, serta elemen pemantauan dan pengukuran produk di Proyek Pembangunan Kantor dan Gudang PT. Djarum. Selain itu untuk mengetahui dampak sertifikasi ISO 9001:2008 bagi perusahaan kontraktor PT. Waringin Megah. Metode penelitian ini adalah penelitian deskriptif-kuantitatif. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 12 Juni s/d 14 Agustus 2012 di Proyek Pembangunan Kantor dan Gudang PT. Djarum yang berlokasi di JL. Raya Rungkut Industri No. 1A Surabaya. Data diambil menggunakan metode pengkajian literatur, observasi, interview dan dokumentasi. Tingkat kesesuaian penerapan ISO 9001:2008 pada elemen pemantauan dan pengukuran proses, serta elemen pemantauan dan pengukuran produk di Proyek Pembangunan Kantor dan Gudang PT. Djarum dengan menggunakan checklist. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1)Tingkat kesesuaian penerapan ISO 9001:2008 ditinjau dari elemen pemantauan dan pengukuran proses sudah cukup baik dengan skor 8.07. (2) Tingkat kesesuaian penerapan ISO 9001:2008 ditinjau dari elemen pemantauan dan pengukuran produk sudah cukup baik dengan skor 8.38 (3)Sertifikasi ISO 9001:2008 mempunyai dampak positif dimana kondisi perusahaan semakin membaik dan meningkatnya perolehan proyek. Kata kunci: ISO 9001:2008, Elemen Pemantauan dan Pengukuran Proses, Elemen Pemantauan dan Pengukuran Produk, Pekerjaan Konstruksi Baja. ABSTRACT In line with the development of technology in the era of globalization, steel as a construction building material has many advantages compared with other construction materials such as wood and concrete. This study aims to determine the level of conformity to ISO 9001:2008 implementation contractor PT. Waringin Megah steel construction work in terms of the elements of the monitoring and measurement of processes, as well as elements of monitoring and measurement products in the Project Building Office and Warehouse PT. Djarum. In addition to knowing the impact of ISO 9001:2008 certification for the company contractor PT. Waringin Megah. The research method was descriptive-quantitative study. The study was conducted on June 12, s/d August 14, 2012 in Project Building Office and Warehouse PT. Djarum is located at JL. Raya No. Rungkut Industry. 1A Surabaya. Data retrieved using the method of literature reviews, observation, interview and documentation. Level according to the application of ISO 9001:2008 to the elements of monitoring and measurement of processes, as well as elements of monitoring and measurement products in the Project Building Office and Warehouse PT. Djarum using a checklist. The results showed that: (1) the application of ISO 9001:2008 compliance rate in terms of the elements of the monitoring and measurement of processes is quite good with a score 8:07. (2) the application of ISO 9001:2008 compliance rate in terms of the elements of the monitoring and measurement of product is quite good with a score 8:38 (3) ISO 9001:2008 Certification has a positive impact where the condition is getting better and growing company acquisition project. Keywords: ISO 9001:2008, Monitoring and Measurement Of Process Elements, Monitoring and Measurement Of Product Elements, Steel Works Construction.
PENGARUH SUDUT SENGKANG MIRING PADA BALOK PENDEKTERHADAP POLA RUNTUH ACHMAD DAVID
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol. 2 No. 1/JKPTB/13 (2013): Wisuda ke-77 Periode 2 Tahun 2013
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Retak miring pada balok merupakan awal dari runtuh geser yang dominan terjadi pada balok pendek, dimana runtuhnyaterjadi sangat tiba-tiba tanpa ada tanda-tanda sebelumnya (Chu-Kia Wang dan Charles G. Salmon, 1986).Oleh sebab itu, penulangan geser sangat diperlukan. Salah satu cara yang dapat dilakukan menurut teori adalah dengan memasang sengkang miring yang sangat jarang digunakan di lapangan. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh sudut sengkang miring pada balok pendek terhadap pola runtuh. Penelitian ini dilaksanakan dengan metode uji labortorium. Benda uji yang digunakan dalam penelitian ini berupa balok berjumlah 4 buah ukuran 10x16x130 cm untuk masing-masing variasi sudut sengkang 90°,70°,60°, dan 50°. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Beton Jurusan Teknik Sipil Unesa. Model pengujian pada penelitian ini menggunakan uji geser balok pendek (a/d=2). Hasil penelitian dengan menggunakan mutu beton fc’= 19,16 MPa, didapat Sudut sengkangmiring pada balok pendek berpengaruh pada pola runtuh. Semakin miring sudut yang digunakan (mendekati 45°) maka semakin menambah kuat lentur, sehingga runtuh menjadi runtuh geser. Dengan semakin besar kuat lentur, maka semakin besar lendutan yang berdampak pada semakin banyaknya retak lentur, namun retak lentur tidak menerus, sehingga runtuh geser semakin nyata.Kuat geser aktual (Vu) pada balok sudut sengkang 50° meningkat sebesar 34,85% terhadap sengkang vertikal, dan peningkatan kuat geser tulangan (Vs) pada balok sudut sengkang 50° sebesar 40,88% terhadap sengkang vertikal. Momen retak awal (Mcr) pada balok sengkang vertikal Mcr aktual= 3 kN, pada balok sudut sengkang 70°, 60°, dan 50° Mcr aktual= 3,15 kN. Lendutan pada beban yang sama (50kN) didapat lendutan pada sengkang miring lebih kecil hingga 17,6% dibanding sengkang vertikal. Pada lendutan yang sama sebesar 3,056 mm (sesuai syarat 1/360L) terjadi peningkatan beban sengkang miring sebesar 23,07% terhadap sengkang vertikal. Kuat geser (Vu) dengan ditandai retak miring pada balok sudut sengkang 90° terjadi pada beban 33 kN dengan keruntuhan geser-lentur, balok sudut sengkang 70° terjadi pada beban 37 kN dengan keruntuhan geser, balok sudut sengkang 60° terjadi pada beban 40 kN dengan keruntuhan geser, dan balok sudut sengkang 50° terjadi pada beban 44,5 kN dengan keruntuhan geser. Kata kunci :sengkang miring, kuat geser, pola runtuh. Abstract Cracked beam tilt at the beginning of the collapse of the dominant shear occurs in the short beam, where the collapse occurred very suddenly without any prior signs (Chu-Kia Wang and Charles G. Salmon, 1986). Therefore, shear reinforcement is needed. One way that can be doneby the theory is pairing oblique shear reinforcement very rarely used in the practice. Therefore, the purpose of this study was to determine the influence of shear reinforcement oblique angle on the short beam to pattern collapse. This research was conducted to labortorium test methods. Specimens used in this research consist of the beam consists of 4 pieces size 10x16x130 cmfor each variation of angle cross bar 90°, 70°, 60°, and 50°. This research was conducted in the Concrete Laboratory of Civil Engineering Unesa. The testing model in this experiment using the short beam shear test (a/d= 2). The resultsusing thequality of concretef'c=19,16MPa, obtainedobliqueanglecross barona shortbeameffect on thepatterncollapse. Usedincreasinglyobliqueangle(approaching 45°) thenprogressively increasedflexural strength, thereby collapsingintoshearcollapse. Withgreaterflexural strength, the greater theimpact on thedeflectionbendingmore and morecracks, butcracksare notconstantlybending, thereby collapsingtherealslide. Actualshear strength(Vu) on thecross bar50°beamangleincreased by34,85% of theverticalstirrups, and astrongincrease inshearreinforcement(Vs) at50°beamanglecross barfor40,88% of theverticalstirrups. Initialcrackingmoment(Mcr) in theverticalbeamstirrupsactualMcr=3kN, thebeamanglecross bar70°, 60°, and50°Mcractual=3,15kN. Deflectionat thesame load(50kN) deflectionobtainedatobliquecross barup to17,6% smallerthan theverticalstirrups. At thesamedeflectionof3,056mm(as per the terms 1/360L) expenses increasedby23,07% slantedcross bartoverticalstirrups. Shear strength(Vu) withmarkedcracktilted at90°beamanglestirrupsoccurredat33kNloadwithflexure-shear failure, the beamangleof 70°occursat thecross bar37kNloadwithshear failure, the beamangleof 60°occursat thecross bar40kNloadwithshear failure, and thecross bar50°beamangleoccurredat44,5kNloadwithshear failure. Keyword :oblique shear reinforcement, shear strength, pattern collapse.
PENENTUAN BIAYA BERDASARKAN OPTIMALISASI JADWAL PROYEK (Studi Kasus : Proyek Pembangunan Ruko Tiga Lantai di Kedurus Surabaya) NILA ULFAH
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol. 2 No. 1/JKPTB/13 (2013): Wisuda ke-77 Periode 2 Tahun 2013
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses perencanaan hingga pengendalian proyek selama pelaksanaan pekerjaan konstruksi merupakan kegiatan penting dari suatu proyek. Keberhasilan atau kegagalan dari suatu proyek dapat disebabkan perencanaan yang tidak matang serta pengendalian yang kurang efektif, sehingga kegiatan proyek tidak efisien. Hal tersebut akan mengakibatkan keterlambatan, menurunnya kualitas, dan meningkatnya biaya pelaksanaan. Waktu kerja manajemen proyek dibatasi oleh jadwal yang ditentukan sehingga pimpinan yang terlibat dalam proyek tersebut Metode CPM dapat digunakan untuk mengatur waktu penyelesaian proyek dengan lebih efisien dan efektif. Untuk dapat mengurangi dampak keterlambatan dan pembengkakan biaya proyek dapat diusulkan proses crashing dengan dua alternatif pengendalian; (i) penambahan tenaga kerja, dan (ii) kerja lembur. Hasil penelitian menunjukkan durasi normal proyek adalah 180 hari dengan biaya total proyek sebesar Rp. 1.998.083.000,- dan durasi setelah percepatan adalah 163 hari dengan biaya Rp 1.713.345.470,- pada alternatif kerja lembur terjadi penghematan biaya sebesar Rp. 284.737.530,- serta penghematan waktu 17 hari. Kata kunci: perencanaan, pengendalian, manajemen proyek, metode CPM, crashing Abstract. The planning and control of projects during execution of workvconstruction is an important activity of the project. The success or failure of a project can be due to inadequate planning and control less effective, so that the project activity is not efficient. It will resulting in delays, declining quality, and rising costs implementation. Project management work time is limited by the specified schedule so the leaders involved in the project CPM method can be used to manage the project completion time with more efficient and effective. In order to reduce the impact of delays and project cost overruns can be proposed process crashing with two alternative controls: (i) the addition of labor, and (ii) overtime. The results shows the normal duration of the project is 180 days with a total project cost of Rp. 1.998.083.000,- and after acceleration duration was 163 days at a cost of Rp 1.713.345.470,- on the alternative happens overtime cost savings of Rp. 284.737.530,-as well as time savings of 17 days. Keywords: planning, control, project management, methods of CPM, crashing
PENGARUH PEMBASAHAN (WETTING) DAN PENGERINGAN (DRYING) PADA TANAH LEMPUNG EKSPANSIF DENGAN KEMAMPUAN KEMBANG SUSUT TINGGI TERHADAP NILAI KUAT TEKAN BEBAS (qu) ULFA YUNITA
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol. 2 No. 1/JKPTB/13 (2013): Wisuda ke-77 Periode 2 Tahun 2013
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan kemampuan kembang susutnya klasifikasi tanah lempung dibagi menjadi 4, yaitu tanah lempung dengan kemampuan kembang susut lemah, sedang, tinggi, dan sangat tinggi. Jenis lempung yang mempunyai kemampuan kembang susut yang tinggi, disebut pula sebagai tanah kembang susut atau expansive soils. Tanah jenis ini sering mengalami kondisi yang tidak stabil. Ketidakstabilan tanah jenis ini bisa berpengaruh besar pada bangunan, selain itu tanah di daerah tropis selalu mengalami proses pengeringan dan pembasahan akibat adanya pergantian musim penghujan dan musim kemarau, hal ini sangat mempengaruhi nilai kuat tekan yang terdapat pada tanah. Oleh karena itu penelitian ini akan membahas tentang seberapa besar pengaruh siklus pembasahan (wetting) dan pengeringan (Drying) pada tanah lempung dengan kemampuan kembang susut tinggi terhadap nilai kuat tekan bebas (qu). Penelitian ini adalah penelitian eksperimen yang dilakukan di Laboratorium dengan cara membuat benda uji dari hasil kepadatan proktor standar dengan kepadatan maksimal (γd max) 1,685 dan wc optimum 16,5%. Kemudian benda uji dilakukan siklus pembasahan dan pengeringan. Pada proses pembasahan, benda uji diberi penambahan kadar air dengan kondisi 25%, 50%, 75% dan 100%, lalu dilakukan proses pengeringan. Pada proses pengeringan benda uji dilakukan pengurangan kadar air dengan cara diangin-anginkan hingga benda uji mencapai kondisi 75%, 50%, 25%, dan 0%. Proses pembasahan dan pengeringan dilakukan sebanyak 2 kali siklus. Pada setiap siklus pembasahan dan pengeringan ada 2 benda uji untuk tiap kondisi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa benda uji ke 1 pada saat kondisi awal sebelum dilakukan siklus pembasahan dan pengeringan nilai kuat tekan bebas dari benda uji tersebut adalah 2,872 kg/cm2. Setelah terjadi pembasahan dan pengeringan 2 kali siklus nilai kuat tekan benda uji mengalami penurunan 14,97% menjadi 2,442 kg/cm2. Pada benda uji ke 2 dari kondisi awal nilai kuat tekan bebasnya adalah 2,765 kg/cm2 mengalami penurunan nilai kuat tekan bebas 13,85% menjadi 2,382 kg/cm2. Kata kunci: Kemampuan Kembang Susut Tinggi, Siklus Pembasahan dan Pengeringan, Kuat Tekan Bebas Abstract. According the swelling potential, clay shared become 4 classification, is low, medium, high, and very high. Clay specific having high swelling shrinkage potential, referred as also as clay swelling shrinkage or soils expansive. This soils often have an unstability condition. Unstability of this soil specific can be high influence to the build. Beside that, the soil of tropic area always occurwetting and drying process because of rain and dry season changing, this process decrease unconfined compression strenght value of soil. It greatly effect value of unconfined compression strenght in the soil. So this research will study about how high influence of wetting and drying cycle to clay with high swelling potential of unconfined compression strenght value. This research is experiment research that done in laboratory that make test object from proctor standard solid that touch wetting and drying cycle. With value of ?d maximum 1,685 and wc optimum 16,5%, then test object was wetting and drying cycle. In the wetting process test object given wc with 25%, 50%, 75% and 100% condition, meanwhile in drying process, wc from test object decrease with winding way until test object be 75%, 50%, 25% and 0% condition. Wetting and drying was 2 cycles and every condition make 2 test object. Result of research indicate that object 1 at the time of early condition before conducted by wetting and drying cycle value of unconfined compression strenght from the test object is 2,872 kg / cm2. After wetting and drying 2 cycle times value of unconfined compression strenght the test object have degradation 14,97% become 2,442 kg/ cm2 and at object 2 from early condition 2,765 kg / cm2 have degradation 13,85% become 2,382 kg / cm2. Keywords : high swelling shrinkage potential, wetting and drying cyclic, unconfined compression strength.
PENERAPAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) PADA MATA DIKLAT TEKNIK GAMBAR BANGUNAN SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI SMK NEGERI 1 KEMLAGI MOJOKERTO TITIAN MUSTIKA WENING
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol. 2 No. 1/JKPTB/13 (2013): Wisuda ke-77 Periode 2 Tahun 2013
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang diadakannya penelitian ini karena proses pembelajaran di sekolah yang bersifat konvensional, (teacher centered). Tujuan dari penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui peningkatan hasil belajar dengan menggunakan penerapan CTL di SMK Negeri 1 Kemlagi, (2) untuk mengetahui kemampuan guru mengelola pembelajaran dengan menerapkan CTL di kelas XI TGB SMKN 1 Kemlagi, (3) untuk mengetahui respon siswa terhadap pembelajaran CTL. Penelitianini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK), yang dilakukan sebanyak 2 siklus, masing-masing siklus terdiri dari tiga kali pertemuan yang terdiri dari empat tahap yaitu: Perencanaan, Pelaksanaan tindakan, Observasi dan Refleksi.Penelitian dilakukan pada semester Gasal 2012/2013. Sasaran penelitian yaitu kelas XI SMK Negeri 1 Kemlagi Mojokerto mata diklat teknik gambar bangunan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hasil kinerja psikomotor proses siswa meningkat 65,38% menjadi 76,9%. Hasil kinerja psikomotor produk meningkat 57,69% menjadi 76%. Hasil pengamatan afektif siswa perilaku berkarakter mengalami peningkatan dari kualifikasi cukup menjadi baik. Hasil pengamatan afektif siswa keterampilan sosial juga mengalami peningkatan dari kualifikasi cukup menjadi baik. Kemampuan guru mengajar juga meningkat dari 2,58 (cukup) menjadi 2,73 (baik) dalam skala 1-4. Sejumlah 75% siswa menyatakan bahwa siswa memiliki ketertarikan terhadap penerapan pembelajaran CTL. Kata kunci :penerapan CTL, peningkatan hasil belajar, respon siswa, kemampuan guru mengajar ABSTRACT The background of this research because of the learning process in schools that are conventional, (teacher centered). The purpose of this study was (1) to determine the improvement of learning outcomes by using CTL application in SMK Negeri 1 Kemlagi, (2) to determine the ability of the teacher to manage learning by applying CTL in class XI TGB Kemlagi SMK 1, (3) to determine students' responses CTL towards learning. This research is a classroom action research (CAR), which is performed by 2 cycles, each cycle consisting of three meetings which consists of four phases: Planning, Implementation of action, observation and reflection. The study was conducted at the Odd semester of 2012/2013. Research goals is class XI SMK Negeri 1 Kemlagi Mojokerto eye image building training techniques. Results of this study showed that the results of the students' psychomotor performance increased 65.38% to 76.9%. Results psychomotor performance products increased 57.69% to 76%. Observations affective behaviors characteristic of students has increased from qualification to be good enough. Observations affective social skills of students also increased from qualified enough to be good. The ability of teachers to teach also increased from 2.58 (enough) to 2.73 (good) in a 1-4 scale. A total of 75% of students stated that students have an interest in learning the application of CTL. Keywords: application of CTL, increase learning outcomes, student responses, the ability of teachers to teach.
PERBANDINGAN ANTARA KAYU MERANTI MERAH DAN MERANTI PUTIH DITINJAU DARI KUALITAS KAYU BERDASARKAN PKKI 1961 ARDHO RIZKI
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol. 3 No. 1/JKPTB/13 (2013): Wisuda ke-78 Periode 3 Tahun 2013
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini untuk mengungkapkan adanya perbedaan kualitas kayu meranti merah dan kayu meranti putih yang ada pada galangan. Analisis kualitas kayu berdasarkan PKKI 1961 dilakukan dengan cara membuat model dari kayu sebagai benda uji. Proses pengujian dibagi menjadi 2 macam, yaitu pengujian fisik dan mekanis. Uji pengamatan fisik dilakukan dengan 4 faktor yaitu pengamatan mata kayu,wanflak, arah serat,arah radial. Sedangkan untuk pengujian fisik dilakukan dengan 2 faktor yaitu pengujian kadar air dan penyusutan. Uji mekanik dilakukan dengan 4 faktor yaitu pengujian kuat lentur, kuat tarik, kuat tekan dan kuat geser. Hasil penelitian dari 4 faktor pengujian pengamatan fisik kayu meranti merah dan meranti putih hanya mata kayu yang termasuk mutu A dan mutu B. Berdasarkan pengujian fisik kadar air, kayu meranti merah lebih sedikit dari kayu meranti putih. Pada pengujian penyusutan, kayu meranti putih lebih sedikit menyusutnya dibandingkan dengan kayu meranti merah. Ditinjau dari kuat lenturnya kayu meranti merah dan meranti putih termasuk indikasi pada kayu kelas V. Dilihat dari kuat tarik kayu, kayu meranti merah maupun meranti putih termasuk indikasi kayu dalam kelas I. Pada pengujian kuat tekan kayu meranti merah dan kayu meranti putih termasuk indikasi dalam kelas IV. Pada pengujian kuat geser kayu meranti merah dan meranti putih termasuk indikasi dalam kelas kuat I. Dari hasil pengujian fisik maupun pengujian mekanik, kayu meranti merah dan meranti putih tidak ada perbandingan dari segi kualitas kayu berdasarkan PKKI 1961. Kata kunci: Meranti merah, meranti putih, kualitas. ABSTRACT This study to reveal any difference in quality red meranti and meranti wood that is white on the shipyard. Wood quality analysis based on 1961 PKKI done by making models of the wood as a test object. The testing process is diviled into two kinds,namely physical and mechanical testing. Test physical observation by 4 factor: observations knot,wanflak,grain direction,radiasl direction. As for the physical examination performode by two factors,namely testing the water content and shrinkage. Mechanical tests carried out by 4 factor: testing flexural strength,tensile strength,compressive strength and shear strength. The result of the four factor test of physical observation of red meranti and meranti wood white eye only include quality A and quality B. Based on physical testing moisture content,red meranti wood with white meranti. Deprecation on testing, white meranti lessd shrinking than red meranti wood. Judging from the strong bending red meranti and meranti wood white including indication in class V. Judging from the tensile strength of wood,red meranti and meranti wood white wood including indications in class I. In testing the compressive strength of red meranti and meranti white including indications in the fourt grade. In testing the shear strength of red meranti and meranti white strong indications in class I. From the result of physical and mechanical testing,red meranti and meranti white there is no comparasion in terms of quality wood based PKKI 1961. Keywords: Red meranti, white meranti, quality
Pengaruh Limbah Keramik Sebagai Pengganti Agregat Halus Terhadap Mutu Beton AHMAD SAMSUL HUDA
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol. 3 No. 1/JKPTB/13 (2013): Wisuda ke-78 Periode 3 Tahun 2013
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian pengaruh limbah keramik sebagai pengganti agregat halus pada mutu beton ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kuat tekan beton normal yang terdiri dari air, semen, pasir dan kerikil dengan penambahan limbah keramik (LK). Penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui mutu beton dengan campuran limbah keramik sebagai pengganti pasir, serta membuat campuran benda uji spesi kubus sebagai pengganti semen dengan agregat halus limbah keramik. LK terdiri dari silika & kapur yang terdapat juga pada bahan semen dan pasir. Campuran beton yang dipakai dalam penelitian ini adalah campuran beton normal dengan perbandingan 1 semen : 1.83 pasir : 2.75 kerikil sebagai kontrol dan dilakukan penambahan limbah agregat halus keramik sebesar 6%, 9%, dan 12% sebagai pengganti pasir, sedangkan untuk pembuatan spesi kubus 5x5x5 dipakai campuran 1PC : 4 Ps dengan menambahkan limbah keramik sebagai pengganti semen memakai variasi yang sama yakni 6%,9% dan 12%. Tes kekuatan pada benda uji silinder beton dengan menggunakan limbah keramik sebagai pengganti pasir dilakukan pada umur 7,14,21 & 28. Sedangkan tes kekuatan benda uji spesi kubus dengan menggunakan campuran limbah keramik sebagai pengganti semen dilakukan pada umur 14 hari untuk mengetahui mutunya. Hasil dari kuat tekan beton dengan campuran 6% limbah keramik sebagai pengganti pasir mempunyai kenaikan mutu beton sebesar 9.66% dari beton normal. Beton dengan campuran 9% limbah keramik sebagai pengganti pasir mempunyai kenaikan mutu beton sebesar 11.66% dari beton normal, sedangkan mutu beton dengan campuran 12% limbah keramik sebagai pengganti pasir mempunyai kenaikan mutu beton sebesar 8.89% dari beton normal. Hasil dari pengujian kuat tekan campuran limbah keramik sebagai pengganti semen mengalami peningkatan sebesar 27.876 kN pada variasi 12 % penambahan LK. Kata Kunci: : Limbah keramik, Pasir, Semen. Abstract Study the influence of ceramic waste as fine aggregate replacement in concrete quality is aimed to determine differences in the compressive strength of normal concrete consisting of water, cement, sand and gravel with the addition of ceramic waste. Ceramic waste itself has a chemical compound similar to the silica sand cement and lime. This study also aims to determine the quality of concrete with ceramic waste mixture as a partial replacement of sand, and make a mixture of species specimen cubes as partial replacement of cement with fine aggregate ceramic waste. Concrete mixtures used in this study is a mixture of normal concrete with cement ratio of 1: 1.83 sand: gravel 2.75 as control and the addition of fine ceramic waste aggregate of 6%, 9%, and 12% as a substitute for sand, whereas for species making a 5x5x5 cube 1PC mix used: 4 Ps by adding ceramic waste as cement replacement using variations of 6%, 9% and 12%. Strength tests on concrete cylindrical specimens using ceramic waste as a substitute for sand was performed at 7,14,21 & 28. While the power of the test specimen using a mixture of species cube ceramic waste as cement replacement is done at the age of 14 days to determine its quality. The results of the compressive strength of concrete with ceramic waste mixture 6% instead of sand have the quality of concrete increase of 9.66% of normal concrete. Concrete with ceramic waste mixture 9% sand instead of concrete quality has increase 11.66% of normal concrete, while the quality of concrete with ceramic waste mixture of 12% sand instead of concrete quality has increase by 8.89% of normal concrete. Results of compressive strength testing mixtures of ceramic waste as a substitute for cement has increased by 27 876 kN on the variation of 12% addition of ceramic waste. Keywords : Waste ceramics, Sand, Cement.
ANALISIS KEBUTUHAN TENAGA KERJA PADA PEMBANGUNAN RUMAH TINGGAL BERDASARKAN KOEFISIEN SNI 2008 DAN HSPK 2012 DENGAN KONDISI REAL DI LAPANGAN SEPTIAN DWI PRANATA
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol. 3 No. 1/JKPTB/13 (2013): Wisuda ke-78 Periode 3 Tahun 2013
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tenaga kerja merupakan faktor pokok dalam proyek konstruksi. Pengalokasian tenaga kerja yang tepat dapat mempercepat durasi pekerjaan dan menghemat biaya. Kebutuhan tenaga kerja sudah diatur dalam SNI 2008 dan HSPK 2012. Namun di lapangan jarang sekali diterapkan sehingga terjadi perbedaan penentuan jumlah tenaga kerja. Perbedaan tenaga kerja tersebut diteliti melalui pengamatan langsung di lapangan. Guna mendapatkan data-data seperti gambar kerja, time schedule, volume pekerjaan, jumlah tenaga kerja, dan durasi pekerjaan. Data-data tersebut kemudian diolah dan dianalisis perbedaan menggunakan metode komparatif. Metode tersebut berguna untuk mengetahui apakah ada perbedaan antara kebutuhan tenaga kerja yang dihitung menggunakan standar dengan yang diterapkan di lapangan. Pada kenyataan setelah dianalisis menunjukkan bahwa terdapat perbedaan antara kebutuhan tenaga kerja secara real dengan yang berdasarkan standar. Perbedaan itu muncul dari Thitung sebesar 5.9889, Ttabel didapatkan 1.979. Sehingga Ttabel < Thitung, menunjukkan bahwa ada perbedaan. Perbedaan tersebut disebabkan oleh beberapa faktor seperti, pengalokasian schedule yang kurang sesuai, perbedaan asumsi penggunaan tenaga kerja, kondisi cuaca, ketersediaan material dan lain sebagainya. Kata kunci: Tenaga kerja, SNI 2008, HSPK 2012, time schedule, metode komparatif. Abstrack. Labor is the main factor in the construction project. Proper allocation of manpower may accelerate the work duration and save costs. Labor requirements set out in SNI 2008 and HSPK 2012. But rarely applied in the field so that there is a difference of determining the amount of labor. It differences in field investigated through direct observation. In order to obtain data such as construction drawing, time schedule, volume of work, the workforce, and the duration of the work. The data then processed and analyzed the differences using the comparative method. The method is use to know whether there is a difference between the needs of workers who calculated using the standards and it applied in the field. On the fact after analyzed showed there is a difference between real labor needs with the based standards. The differences arise from t 5.9889, obtained ttable 1,979. So ttabel < tcount, show there is a difference. The difference is caused by several factors such as the lack of appropriate allocation schedule, the difference assuming the use of labor, weather conditions, availability of materials, etc. Key words: Labor, SNI 2008, HSPK 2012, time schedule, the comparative method.
PENILAIAN KUALIFIKASI PENGETAHUAN MANDOR KONSTRUKSI BERDASARKAN SKKNI PADA PROYEK BANGUNAN GEDUNG DI WILAYAH SURABAYA DODI ARYANTO
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol. 3 No. 1/JKPTB/13 (2013): Wisuda ke-78 Periode 3 Tahun 2013
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kualifikasi mandor di Wilayah Surabaya belum jelas adanya. Kualifikasi mandor diperlukan untuk mengetahui pengetahuan dalam melaksanakan pekerjaan. Kualifikasi mandor berfungsi untuk menyeleksi mandor yang memiliki kualitas yang baik maupun kurang baik. Hal tersebut memudahkan kontraktor dalam merekrut mandor yang berkualitas baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualifikasi pengetahuan mandor berdasarkan SKKNI (Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia) pada proyek bangunan gedung di Wilayah Surabaya. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif, dimana pengambilan data dilakukan menggunakan metode observasi berupa borang dan tes. Tes yang diberikan kepada mandor sesuai dengan kompetensi yang ada di dalam SKKNI (Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia). Kompetensi yang digunakan pada penelitian ini yaitu kompetensi membaca gambar dan menghitung volume pekerjaan. Validitas instrumen pada tes dilakukan oleh para ahli Bidang Manajemen Konstruksi di Jurusan Teknik Sipil Universitas Negeri Surabaya. Sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah mandor batu/bata, mandor pembesian, dan mandor tukang kayu. Hasil penelitian ini yaitu (1) kualifikasi pengetahuan mandor batu/bata, pembesian, dan tukang kayu dalam kemampuan menjawab soal tes dengan benar sebesar 84,87%, 89,90%, dan 89,11% dengan rata-rata sebesar 87,96%. (2) Kualifikasi pengetahuan dari 30 mandor yang mampu menjawab semua pertanyaan tes dengan benar (100%) atau mempunyai tingkat pengetahuan yang tinggi hanya sebanyak 8 orang mandor (26,67%). (3) Kualifikasi pengetahuan 30 mandor yang tingkat pengetahuannya rendah sebanyak 5 orang mandor (16,67%). Kata kunci: Kualifikasi Pengetahuan Mandor, Kualifikasi Pengetahuan Mandor Berdasarkan SKKNI, Hasil Kualifikasi Mandor. ABSTRACT Qualified foreman in Surabaya is unclear. Qualifications of foreman necessary to know the skills and knowledge in performing the work. Qualifications for selecting foreman who have good quality or less well. This makes it easy for contractors in recruiting good quality foreman. This research aims to know the knowledge qualifications foreman based on SKKNI (standard National Indonesia of competence) in building projects in the area of Surabaya. This research is descriptive research, where data retrieval is performed using the method of the observation of forms and tests. The tests given to the foreman in accordance with existing competence in SKKNI (Standard National Indonesia of Competence). Competencies are used in this research is the competence to read image and calculate the volume of work. The validity of the instrument on the test carried out by the experts of the field Construction Management in the Department of Civil Engineering University of Surabaya. The sample used in this study was the foreman of stone/brick, iron, and Carpenter. The results of this research are (1) qualifications knowledge of stone/brick, iron, and carpenters in the ability to answer test questions correctly by 84,87%, 89,90%, and 89,11% with an average of 87,96%. (2) Qualifications knowledge of 30 foreman who was able to answer all of the test questions correctly (100%) or having hight knowledge only 8 foremans (26,67%). (3) The knowledge Qualifications from level 30 the foreman of his knowledge is lacking as much as 5 person Foreman (16.67%). Keywords: Qualifications Knowledge The foreman, Qualifications Knowledge The foreman Based on SKKNI, Qualifying Results Foreman

Page 2 of 55 | Total Record : 548