cover
Contact Name
Sheila Ayu Pratama
Contact Email
sheilapratama@unesa.ac.id
Phone
+6282336424221
Journal Mail Official
jkptbunesa@gmail.com
Editorial Address
Jl. Ketintang, Ketintang, Kec. Gayungan, Surabaya, Jawa Timur 60231
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan
ISSN : -     EISSN : 31090893     DOI : https://doi.org/10.26740
Core Subject : Education, Social,
Focus and Scope Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan (JKPTB) promotes research in the broad field of Education Research and Technology (including such disciplines as Building Engineering Education, Vocational Education, etc.) with particular respect to Indonesia, but not limited to authorship or topical coverage within the region. Contributions are expected from senior researchers, project managers, research administrators and undergraduate/postgraduate students at advanced stages of their research, representing both public organizations and private industry. Equally, the journal if intended for scholars and students, reseachers working at research organizations and government agencies, and also for enterprises undertaking applied R&D to lead innovations. The editorial contents and elements that comprise the journal include: Theoretical articles Empirical studies Practice-oriented papers Case studies Review of papers, books, and resources. As far as the criteria for evaluating and accepting submissions is concerned, a rigorous review process will be used. Submitted papers will, prior to the formal review, be screened so as to ensure their suitability and adequacy to the journal. In addition, an initial quality control will be performed, so as to ensure matters such as language, style of references and others, comply with the journal´s style. The below mentioned areas are just indicative. The editorial board also welcomes innovative articles that redefine any Vocational and Building Engineering Educational field. Teaching and learning in building engineering and civil engineering education Evaluation, assessment, and certification in building engineering and civil engineering education, human resources management in civil engineering and building engineering education Vocational resources in building engineering and civil engineering education Policy and contemporary issues in building engineering and civil engineering education Other things related to Building Engineering and Civil Engineering Education
Articles 548 Documents
PENERAPAN JOBSHEET PRAKTIKUM SPILLWAY PADA KEMAMPUAN TERAMPIL MAHASISWA TEKNIK SIPIL 2011 DI LABORATORIUM KEAIRAN UNESA Djoni Irianto; Ardisa ﱞﱞ
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol. 1 No. 1/JKPTB/15 (2015): Wisuda ke-82 Periode 1 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

SIKAP SISWA PADA MATA PELAJARAN MEKANIKA TEKNIK DAN KEMAMPUAN PENALARAN FORMAL TERHADAP PRESTASI BELAJAR MEKANIKA TEKNIK SISWA KELAS X SMK NEGERI 7 SURABAYA SEPTIAN AIM ALGANDRI
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol. 1 No. 1/JKPTB/15 (2015): Wisuda ke-82 Periode 1 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Faktor yang mempengaruhi belajar dapat digolongkan menjadi faktor ekstern dan faktor intern. Sikap siswa pada mata pelajaran mekanika teknik dan kemampuan penalaran formal siswa merupakan bagian dari faktor intern yang ada hubungannya dengan siswa dalam mencapai prestasi belajar mekanika teknik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh sikap siswa pada mata pelajaran mekanika teknik dan kemampuan penalaran formal terhadap prestasi belajar mekanika teknik. Pengambilan sampel dilakukan secara acak yaitu dipilih satu kelas dari dua kelas, sehingga sampel yang terpilih yaitu 40 siswa kelas X KBB. Instrumen pengumpulan data adalah angket dan tes. Analisis yang digunakan untuk mengetahui pengaruh antara prediktor terhadap variabel terikat adalah regresi. Data yang digunakan berupa skor skala sikap, skor kemampuan penalaran formal, dan skor tes mekanika teknik. Pengaruh antara sikap siswa pada mata pelajaran mekanika teknik terhadap prestasi belajar mekanika teknik adalah sebesar 13,70% dan pengaruh antara kemampuan penalaran formal siswa terhadap prestasi belajar mekanika teknik adalah sebesar 15,30%. Pengaruh sikap siswa pada mata pelajaran mekanika teknik dan kemampuan penalaran formal siswa terhadap prestasi belajar mekanika teknik adalah sebesar 26%. Dengan demikian, ada pengaruh antara sikap siswa pada mata pelajaran mekanika teknik, dan kemampuan penalaran formal siswa terhadap prestasi belajar mekanika teknik siswa kelas X KBB SMK Negeri 7 Surabaya Kata kunci : Sikap, Penalaran Formal, Prestasi Belajar. Factors that affect learning can be classified into external factors and internal factors. The attitude of students in engineering mechanics subjects and formal reasoning ability of students is part of the internal factors that has to do with the students in achieving the learning achievement of engineering mechanics. The purpose of this study was to determine the effect of student attitudes on subjects mechanics and techniques of formal reasoning ability on learning achievement of engineering mechanics. Sampling was done randomly selected one class from the two classes, so that the selected sample of 40 students of grade 10th KBB. Data collection instrument was a questionnaire and tests. The analysis used to determine the effect of predictors on the dependent variable is regression. The data used in the form of an attitude scale scores, formal reasoning ability scores, and test scores of engineering mechanics. The influence of the attitudes of students in engineering mechanics subjects on the learning achievement of engineering mechanics at 13,70% and the influence of formal reasoning ability of students to learning achievement of engineering mechanics at 15,30%. The influence on the attitude of students of engineering mechanics subjects and formal reasoning ability of students to learning achievement of engineering mechanics at 26%. As such, there is influence between the attitudes of students in engineering mechanics subjects, and formal reasoning ability of students to the learning achievement of engineering mechanics grade 10th KBB SMK Negeri 7 Surabaya. Keywords: Attitude, Formal Reasoning, Learning Achievement.
PERBEDAAN HASIL BELAJAR ANTARA MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT FACILITATOR EXPLAINING DAN KONVENSIONAL PADA MATA PELAJARAN KONSTRUKSI BANGUNAN DI SMK NEGERI 2 BOJONEGORO EVA SAFITRI
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol. 1 No. 1/JKPTB/15 (2015): Wisuda ke-82 Periode 1 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian eksperimen. Tujuan penelitian ini adalah untuk membedakan hasil belajar siswa antara model pembelajaran kooperatif tipe Student Facilitator Explaining dan pembelajaran konvensional. Latarbelakang penelitian ini dilihat dari kondisi di SMK Negeri 2 Bojonegoro yang sebagian besar masih menggunakan model pembelajaran konvensioanl atau ceramah dan pemberian tugas yang terkadang tidak menarik siswa, sehingga saat evaluasi setelah materi disampaikan hasil belajar yang diperoleh tidak memuaskan dan nilainya dibawah criteria ketuntasan materi (KKM) yaitu 75. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X SMK Negeri 2 Bojonegoro, dengan sampel penelitian adalah kelas X TGB 1 untuk kelas eksperimen dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Student Facilitator Explaining dengan jumlah sampel adalah 32 siswa dan X TGB 2 untuk kelas kontrol yang menggunakan pembelajaran konvensional dengan jumlah sampel adalah 32 siswa. Metode pengumpulan data yaitu latihan soal hasil belajar tes kognitif (K3) untuk nilai pendukung pengamatan diambil penilaian sikap spiritual (K1), sikap sosial (K3). Hasil uji persyaratan untuk normalitas kelas eksperimen diperoleh Chi Kuadrathitung= 6.06 < Chi Kuadrattabel= 11.07 sedangkan untuk kelas kontrol diperoleh Chi Kuadrathitung = 9.59 < Chi Kuadrattabel= 11.07 pada taraf kesalahan &alpha; 5%, maka kedua kelas dinyatakan berdistribusi normal. Sedangkan untuk uji homogenitas didapat Fhitung= 1.02 < Ftabel = 1.08, maka sampel dinyatakan homogen. Untuk hasil uji hipotesis didapat ttabel= 2.007 < thitung= 2.35 dengan taraf kesalahan kesalahan &alpha; = 5%, maka Ho ditolak dan Ha diterima. Jadi kesimpulannya, bahwa terdapat perbedaan hasil belajar secara signifikan antara model pembelajaran kooperatif tipe Student Facilitator Explaining dan pembelajaran konvensional. Kata Kuncinya : Model Pembelajaran kooperatif tipe Student Facilitator Explaining This research is an experimental research. Which aims to differentiate student learning outcomes between cooperative learning model Student Facilitator Explaining and conventional learning. This thinking in the wake of the conditions at SMK Negeri 2 Bojonegoro mostly using conventional learning models or giving lectures and assignments that sometimes does not attract students, so that the material submitted during the evaluation after learning the results obtained are not satisfactory and the value of the material under the criteria of completeness (KKM) is 75. The population in this study was a class X students of SMK Negeri 2 Bojonegoro, the study sample is a class X TGB 1 and X TGB 2 school year 2013/2014. The number of samples for the experimental class using cooperative learning model Explaining Student Facilitator (X TGB 1) is 32 students. And for the control class that uses the conventional learning (X TGB 2) is 32 students . Methods of data collection is the spiritual attitude assessment (KI) , social assessment (K2) , and cognitive tests (K3) . To test for normality obtained experimental class Chi Kuadratcount= 6.06<Chi Kuadrattable= 11.07, while for the control class obtained Chi Kuadratcount= 9.59<Chi Kuadrattable= 11.07 at standard error &alpha; = 5 %, then the second class is declared normal distribution. In the homogeneity obtained Fcount= 1.02<Ftable= 1:08 , then the sample is declared homogeneous. Test hypotheses derived ttable= 2.007<tcount= 2.35 at standard error &alpha; = 5 %, then Ho is rejected and Ha accepted. So in conclusion, that there are differences in learning outcomes significantly between cooperative learning model Explaining Student Facilitator and conventional learning. Key words: cooperative Learning Model Explaining Student Facilitator
PENERAPAN BLENDED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN ILMU BANGUNAN DI KELAS X TGB SMK NEGERI 7 SURABAYA APRILIYA RIZKIYAH
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol. 1 No. 1/JKPTB/15 (2015): Wisuda ke-82 Periode 1 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Blended learning adalah strategi pembelajaran yang memanfaatkan teknologi internet (E-Learning) yang dikombinasikan dengan tatap muka di kelas. Tujuan Penelitian ini adalah untuk peningkatan hasil belajar siswa, kegiatan mengajar guru, kegiatan belajar siswa, dan respon siswa dalam penerapan strategi pembelajaran Blended Learning. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas yang mengacu pada model Kemmis yang terdiri atas empat komponen yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Penelitiam dilaksanakan di kelas X TGB SMK Negeri 7 Surabaya. Pengumpulan data menggunakan metode tes, observasi, dan angket respon siswa. Analisis data menggunakan teknik deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut. (1) Hasil belajar siswa setelah penerapan Blended Learning mengalami peningkatan, persentase ketuntasan belajar sebelum tindakan adalah 30,30%, setelah tindakan siklus 1 adalah 72,73%, dan setelah tindakan siklus 2 adalah 87,88%. (2) Hasil kegiatan mengajar guru mengalami peningkatan dari siklus 1 dengan jumlah nilai rata-rata 55 dalam kategori cukup dan siklus 2 dengan jumlah nilai rata-rata 68,33 dalam kategori baik. (3) Hasil kegiatan belajar siswa siklus 1 dengan jumlah nilai rata-rata 26,33 dalam kategori kurang, dan siklus 2 dengan jumlah nilai rata-rata 35 dalam kategori baik. (4) Hasil respon siswa siklus 1 terhadap 33 siswa mendapatkan jumlah nilai 1210, dengan rata-rata 36,67 dalam kategori baik, dan siklus 2 terhadap 31 siswa mendapatkan jumlah nilai 1242, dengan jumlah rata-rata 40,06 dan termasuk dalam kategori sangat baik Kata Kunci: Strategi Pembelajaran, Blended Learning, E-Learning Blended learning is a teaching strategy that utilizes Internet technologies (e-Learning) combined with face-to-face in the classroom. The purpose of this research is to increase student learning, teaching activities, learning activities, and student responses in the application of Blended Learning. This research is classroom action research refers to the Kemmis model that consists of four components: planning, implementation, observation, and reflection. The research was conducted in class X TGB SMK Negeri 7 Surabaya. The data was collected used test , observations, and questionnaire. The data analysis used the quantitative descriptive analysis. The results show as follows. (1) Student learning outcomes after the implementation of Blended Learning has increased, the percentage of mastery learning before action is 30.30%, after the cycle 1 of action is 72.73%, and after 2 cycles of action is 87.88%. (2) The results of the teaching activities of teachers has increased from cycle 1 to the number of the average value of 55 in a sufficient category and cycle 2 the number average value of 68.33 in a good categories. (3) The results of student learning activities with a number of cycle 1 the average value of 26.33 in a low category, and the number of cycle 2 the average value of 35 in a good categories. (4) The results of students' responses to the 33 cycle 1 students get a total value of 1210, with an average of 36.67 in a good categories, and the second cycle of 31 students get a total value of 1242, the average number of 40.06 and included in a very good category. Keyword: Blended Learning, E-Learning
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN MENGGUNAKAN STRATEGI LEARNING STARTS WITH A QUESTION PADA MATA DIKLAT KONSTRUKSI BANGUNAN DI KELAS X SMK NEGERI 7 SURABAYA REZKI SETYA IRSADI
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol. 1 No. 1/JKPTB/15 (2015): Wisuda ke-82 Periode 1 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan perangkat pembelajaran menggunakan strategi learning starts with a question. Sasaran penelitian yaitu kelas X TGB di SMK Negeri 7 Surabaya tahun pelajaran 2014/2015. Permasalahan yang dibahas meliputi kelayakan perangkat pembelajaran, pelaksanaan perangkat pembelajaran, prestasi, dan respon siswa. Adapun perangkat pembelajaran yang digunakan adalah silabus, rencana pelaksanaan pembelajaran, buku ajar, dan lembar kegiatan siswa. Hasil validasi yang telah dilakukan oleh validator menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran yang di gunakan dinyatakan layak dengan kriteria persentase 77,62%. Hasil perhitungan rata-rata rating keterlaksanaan perangkat dinyatakan cukup dengan kriteria persentase 44,64 %. Hasil analisis perhitungan prestasi siswa dinyatakan nilai prestasi siswa yang menggunakan metode pembelajaran learning starts with a question mengalami peningkatan setelah dibandingkan dengan nilai KKM dengan ketentuan ttest sebesar 5,020 dan nilai ttabel 1,671 pada taraf signifikan &alpha; = 0,05. Dari hasil tersebut didapat bahwa nilai ttest > ttabel. Hasil analisis perhitungan angket respon siswa memberikan respon baik terhadap strategi learning starts with a question dengan kriteria persentase 76,1%. Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat disimpulkan bahwa pengembangan perangkat pembelajaran menggunakan strategi learning starts with a question layak diterapkan dalam proses pembelajaran, keterlaksanaan didalam proses pembelajaran dinyatakan cukup baik, dan nilai prestasi siswa mengalami peningkatan setelah dibandingkan dengan kriteria ketuntasan minimal (KKM), dan respon siswa dinyatakan baik. Kata Kunci : Pembelajaran learning starts with a question, Mata Diklat Konstruksi Bangunan. The development of learning using learning strategy starts with a question. Target research is class X TGB at SMK Negeri 7 Surabaya 2014/2015 school year. Issues covered include the feasibility study, the implementation of learning, student achievement, and student responses. The learning device used is silabus, lesson plan, textbooks, and student activity sheets. The tests that have been performed by the validator indicates that the learning device that is used as feasible with the percentage of 77.62 % criteria. The results of the calculation of average rating feasibility device with the criteria stated enough percentage of 44.64 % . The results of the analysis of student achievement calculation declared value student achievement using learning methods learning starts with a question increased when compared with the KKM with the provisions ttest at 5.020 and 1.671 ttable value at significance level &alpha; = 0.05. From the results obtained that the value ttest > ttable . The results of the analysis of questionnaire responses calculation students responded well to the learning strategy starts with a question with a 76.1 % percentage criteria. Based on the research results, it can be concluded that the development of learning using learning strategy starts with a question to be warranted in the learning process, enforceability in the learning process otherwise quite good, and the value of student achievement increased when compared with the minimum completeness criteria ( KKM ). Keywords : Lesson devices using learning starts with a question, Subject of construction building.
PENGARUH MEDIA TUTORIAL 3D DALAM MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN PRODUKTIF MENGGAMBAR DENGAN PERANGKAT LUNAK DI SMKN 1 TUBAN DAVID PURBA
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol. 1 No. 1/JKPTB/15 (2015): Wisuda ke-82 Periode 1 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh prestasi belajar siswa pada mata pelajaran produktif menggambar dengan perangkat lunak. Media yang digunakan adalah Media Tutorial 3D dan penelitian ini dilaksanakan di kelas XII Teknik Gambar Bangunan di SMKN 1 Tuban yang berlokasi di Jl. Mastrip No.02, Tuban. Subjek penelitiannya adalah siswa kelas XII Teknik Gambar Bangunan di SMKN 1 Tuban yang berjumlah 28 siswa.Penelitian ini termasuk jenis penelitian pre-experimental design yang menggunakan one-group pretes-posttest design yang berfokus pada upaya meningkatkan hasil belajar, yaitu lebih baik dari hasil sebelum siswa mendapat perlakuan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah kuisioner dan tes. serta analisis perangkat pembelajaran meliputi RPP, bahan ajar, soal tes dan penggunaan media tutorial 3D.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar siswa sebelum dan sesudah pembelajaran yang menggunakan metode tutorial 3D, hal ini ditunjukkan dengan memiliki nilai pretest rata-rata (mean)= 62.5 sedangkan nilai posttest memiliki rata-rata (mean) = 76.8 sedangkan nilai thitung pre-test sebesar 7.33 sedangkan thitung post-test sebesar 4.83 dan lebih besar dari t tabel pada taraf signifikansi &alpha; 5% (2,00) dengan demikian dapat diambil kesimpulan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar siswa sebelum dan sesudah pembelajaran yang menggunakan media tutorial 3D.Kata Kunci: Menggambar Dengan Perangkat Lunak, Media Tutorial 3D, Prestasi Belajar Siswa. The purpose of this study was to determine the influence of student achievement in subjects with productive drawing software. The medium used is Media Tutorials 3D and the research was conducted in class XII Architecture Engineering at SMK 1 Tuban, located on Jl. Mastrip No.02, Tuban. Research subject is class XII Architecture Engineering at SMK 1 Tuban, amounting to 28 students.This study include the type of pre-experimental research design that uses a one-group pretest-posttest design that focuses on improving learning outcomes, which is better than the results before students are treated. Data collection techniques used were questionnaires and tests. as well as the analysis of the learning device includes lesson plans, teaching materials, test questions and the use of media 3D tutorials. The results of this study indicate that there are differences in student learning outcomes before and after learning using 3D tutorials, this is indicated by having the pretest average (mean) = 62.5 while the value of the posttest had an average (mean) = 76.8 while tcount pre-test at 7.33 while Thitung post-test of 4.83 and greater than Ttable at the 5% significance level &alpha; (2.00) can thus be concluded that there is a difference in student learning outcomes before and after learning that using 3D tutorials media.Keywords: Drawing With Software, Media Tutorials 3D, Student Achievement
MENINGKATKAN BERPIKIR KRITIS SISWA DENGAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF MENGGUNAKAN METODE SOCRATES PADA STANDART KOMPETENSI MENGGAMBAR KONSTRUKSI ATAPDI SMK NEGERI 3 JOMBANG EVANY IQRAMMAH
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol. 1 No. 1/JKPTB/15 (2015): Wisuda ke-82 Periode 1 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan Menengah Kejuruan adalah lembaga pendidikan yang bertujuan untuk mempersiapkan siswa ke dunia kerja. Kurikulum 2013 menyatakan bahwa siswa harus mampu mengamati, menanya, mengobservasi, mengeksplorasi, dan mengkomunikasikan atau disebut 5M.Model pembelajaran diartikan sebagai prosedur sistematis dalam mengorganisasikan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan belajar. Belajar dapat juga diartikan suatu pendekatan yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran. Model pembelajaran telah banyak dikembangkan berbagai macam dari yang sederhana sampai model yang agak kompleks dan rumit karena memerlukan banyak alat bantu dalam penerapannya. Metode pembelajaran tersebut diharapkan dapat melibatkan siswa terdorong untuk memahami materi yang diajarkan oleh guru dan proses belajar mengajar bisa diharapkan lebih menarik dan interaktif serta dapat digunakan sebagai salah satu solusi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.Pembelajaran dengan metode Socrates menuntut pembelajar berpikir kritis dan hasil akhirnya juga bersikap kritis. Strategi ini juga menekankan dialog-dialog pemikiran sebagai usaha mengungkapkan sesutau objek pembahasan menuju pada hakikat terdalamnyaPenelitian ini adalah penelitian &ldquo;Pre-Experimental Design&rdquo; dengan jenis One Group Pre- test dan Post - test. Tujuan penelitian untuk mengetahui hasil belajar siswa dan peningkatan berpikir kritis siswa dengan model pembalajarn kooperatif menggunakan metode Socrates pada standar kompetensi menggambar konstruksi atap di SMK Negeri 3 Jombang dengan jumlah 30 siswa.Hasil prosentase validasi perangkat pembalajaran 80% yang menurut skala likert perangkat pembelajaran baik dan layak digunakan. Pada uji-t menggunakan SPSS terbaca t hitung 13,310 dan Sig 2-tield 0,00. Karena t hitung 13,310 > Sig 2-tield 0,00 maka hasil belajar siswa menggunakan model pembelajaran kooperatif menggunakan metode Socrates menunjukkan rata &ndash; rata hasil belajar siswa sebesar 76,67. Peningkatan berpikir kritis siswa meningkat sebesar 55,63% yang tergolong peningkatan yang sedang. Kata Kunci: Berpikir Kritis, Model Pembelajaran Kooperatif, Metode SocratesVocational Secondary Education Institutions is aimed at preparing students to world of work . Curriculum 2013 states that students must be able to observe , ask , observe , explore , and communicate or called 5M .The learning model is defined as a systematic procedure for organizing learning experiences to achieve learning objectives . Learning can also mean an approach that is used in the learning activities . The learning model has been developed a wide range from the simple to the model rather complex and complicated because it requires a lot of tools in its application The learning method is expected to involve the students are encouraged to understand the material being taught by the teacher and the learning process can be expected to be more attractive and interactive and can be used as one of the solutions to improve the quality of learningLearning the Socratic method requires learners to think critically and the end result is also critical . This strategy also emphasizes dialogue sesutau thought as business objects reveal the nature of the discussion leading to the deepestThis research is a " Pre - Experimental Design " with the kind of One Group Pre- test and Post - test . The purpose of research to find out the results of student learning and increase students' critical thinking pembalajarn cooperative model using the Socratic method competency standard roof construction drawing in SMK Negeri 3 Jombang the number of 30 students .The results of the validation percentage pembalajaran 80 % which, according to the Likert scale learning tool worth using . In the t-test using SPSS legible t 13.310 and Sig 2 - tield 0.00. Because of 13.310 t > Sig 2 - tield 0.00 , the results of student learning using cooperative learning model using the Socratic method showed average - average student learning outcomes at 76.67 . Increasing students' critical thinking increased by 55.63 % were classified as moderate increase. Keywords : Critical Thinking , Cooperative Learning Model , the Socratic Method
PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS X TGB 3 DENGAN MEDIA PEMBELAJARAN AURORA 3D PRESENTATION PADA MATA PELAJARAN ILMU BANGUNAN DI SMK NEGERI 2 SURABAYA FAYRUZ ZABADI PRADANA
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol. 1 No. 1/JKPTB/15 (2015): Wisuda ke-82 Periode 1 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hasil wawancara dengan guru Ilmu Bangunan bahwa siswa X TGB 3 yang berjumlah 33 siswa yang telah tuntas sebanyak 17 siswa (52%) sedangkan siswa yang tidak tuntas sebanyak 16 siswa (48%). Tujuan penelitian ini adalah: 1) untuk mengetahui hasil belajar siswa kelas X TGB 3 dengan media Aurora 3D Presentation pada mata pelajaran ilmu bangunan tentang memahami bagian-bagian struktur bangunan sesuai jenis bangunannya. 2) untuk mengetahui kegiatan mengajar guru dengan media pembelajaran Aurora 3D Presentation pada mata pelajaran ilmu bangunan. 3) Untuk mengetahui kegiatan belajar siswa dengan media pembelajaran Aurora 3D Presentation pada mata pelajaran ilmu bangunan. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas dengan dua siklus, tiap siklusnya dua pertemuan. Penelitian ini dilakukan pada semester ganjil tahun ajaran 2014/2015 di SMK Negeri 2 Surabaya. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X TGB 3. Validasi instrumen pembelajaran divalidasi oleh 2 validator yaitu 1 dosen dan 1 guru. Teknik analisis penelitian ini meliputi: 1) analisa kelayakan perangkat pembelajaran, 2) lembar pengamatan kegiatan mengajar guru, 3) lembar pengamatan kegiatan belajar siswa, dan 4) hasil belajar siswa. Hasil validasi silabus dan RPP mendapat persentase 79% dinyatakan layak. Hasil validasi materi mendapat persentase 82% dinyatakan sangat layak. Hasil validasi media mendapat persentase 83% dinyatakan sangat layak. Hasil validasi tes siklus mendapat persentase 86% dinyatakan sangat layak. Hasil belajar siswa pada siklus I diperoleh 17 siswa tuntas sebanyak 63% dan 13 siswa tidak tuntas sebanyak 37%. Hasil belajar siswa pada siklus I menunjukkan kriteria tidak tuntas. Hasil belajar siswa pada siklus II diperoleh 29 siswa tuntas sebanyak 93% dan 3 siswa tidak tuntas sebanyak 7%. Hasil belajar siswa pada siklus II menunjukkan kriteria tuntas. Jadi terdapat peningkatan hasil belajar siswa dari siklus I dan siklus II sebanyak 30%. Hasil pengamatan kegiatan mengajar guru pada siklus I diperoleh nilai rata-rata 1,67 dengan kriteria kurang baik. Pada siklus II diperoleh nilai rata-rata 3,17 dengan kriteria baik. Hasil pengamatan kegiatan belajar siswa pada siklus I diperoleh nilai rata-rata 1,75 dengan kriteria cukup. Pada siklus II diperoleh nilai rata-rata 3,03 dengan kriteria baik. Kata kunci: Aurora 3D Presentation, Hasil Belajar Siswa, Ilmu Bangunan. The results of interview with teacher science building that student X TGB 3 have completed a total of 17 students (52%) and students have not completed a total of 16 students (48%). The purpose of this research is: 1) to know the student learning results class X TGB 3 with learning media Aurora 3D Presentation on the subjects of building science about Understanding the building structures to type of buildings. 2) to know activities of teacher teaches with learning media Aurora 3D Presentation for science buildings. 3) to know activities of students learning with learning media Aurora 3D Presentation for science buildings. Type of research used is Class Action Research with two cycles, each cycle two meetings. This research was conducted in the first semester of academic year 2014/2015 in SMK Negeri 2 Surabaya. This research subject is students of class X TGB 3. Validation teaching instruments are being validated by 2 validators namely 1 lecturer and 1 teachers. Technical analysis this research include: 1) learning device suitable analysis, 2) The observation sheet activities teacher teaches, 3) The observation sheet activities students learning, and 4) student learning results. Result of the validation silabus and RPP got percentage 79% suitable statement. Result of the validation materials got percentage 82% intense suitable statement. Result of the validation media got the percentage 83% intense suitable statement. Result of the validation cycle test got percentage 86% intense suitable statement. Student learning results X TGB 3 in the first cycle have completed a total of 17 students (63%) and students have not completed a total of 13 students (37%). Student learning results in the first cycle shows not completed criteria. Student learning results X TGB 3 in the second cycle have completed a total of 29 students (93%) and students have not completed a total of 3 students (7%). Student learning results in the second cycle shows completed criteria. So there is an increase in student learning results of first cycle and second cycle as much as 30%. Result of observation activities of teacher teaches in the first cycle got average value of 1.67 with not good criteria. The second cycle got average value of Keywords: Aurora 3D Presentation, Student Learning Results, Science Building.
PERBEDAAN HASIL BELAJAR SISWA ANTARA METODE RESITASI DAN METODE CERAMAH PADA MATA PELAJARAN RAB SISWA KELAS XI TGB SMK NEGERI 3 SURABAYA LIANDAYANI
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol. 1 No. 1/JKPTB/15 (2015): Wisuda ke-82 Periode 1 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hasil belajar siswa kelas sebelas TGB pada mata pelajaran Rencana Anggaran Biaya masih dibawah rata-rata. Kurang lebih ada 60% siswa yang nilainya dibawah rata-rata. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan hasil belajar siswa antara metode Resitasi dan metode ceramah. Penelitian ini adalah jenis penelitian eksperimental, dengan model &ldquo;Pretest-Posttest Control Group Design&rdquo;. Waktu penelitian dilaksanakan pada semester ganjil tahun ajaran 2014/2015 di SMK Negeri 3 Surabaya. Populasinya adalah siswa kelas sebelas TGB, dan sampelnya adalah siswa kelas sebelas TGB tiga sebanyak tiga puluh satu orang dan TGB dua sebanyak tiga puluh satu orang. Perangkat pembelajaran divalidasi oleh dua validator, yaitu satu orang dosen Teknik Sipil Unesa dan satu orang guru SMK Negeri 3 Surabaya. Hasil validasi perangkat pembelajaran menunjukkan bahwa: 1)Silabus dinyatakan sangat baik, 2)RPP dinyatakan baik, 3)Hand Out dinyatakan sangat baik, 4)Soal Pre Test dan Post Test dinyatakan sangat baik. Hasil uji normalitas kelas eksperimen menunjukkan c2hitung=10,50 &le; c2tabel=11,070 dan kelas kontrol menunjukkan c2hitung=10,24 &le; c2tabel =11,070. Artinya distribusi data dinyatakan normal.. Hasil Uji Homogenitas menunjukkan Fhitung=1,07 &le; Ftabel=1,84. Artinya sampel dinyatakan homogen. Hasil belajar siswa dengan metode Resitasi mendapatkan nilai rata-rata 65,00. Dan hasil belajar siswa dengan metode ceramah mendapatkan nilai rata-rata 45,00. Hasil uji hipotesis menunjukkan t hitung=6,090 &ge; t tabel=1,66. Artinya Ho ditolak dan Ha diterima. Disimpulkan bahwa, terdapat perbedaan hasil belajar antara metode Resitasi dan metode Ceramah secara signifikan pada a 0,05. Kata Kunci : Metode Resitasi, Metode Ceramah, Hasil belajar The learning outcomes eleventh grade student TGB in subjects Budget Plan is still below average. Approximately 60% of students whose value is below the average. The purpose of this study was to determine differences in student learning outcomes between methods of recitation and lecture method. This research is a kind of experimental research, the model of "pretest-posttest control group design". Research time carried out in odd semester academic year 2014/2015 in SMK Negeri 3 Surabaya. The population is the eleventh grade students TGB, and the sample was grade eleven TGB three thirty-one people and TGB two thirty-one people. Learning tools validated by two validators, which one lecturer in Civil Engineering and a teacher of Surabaya in SMK Negeri 3 Surabaya. The outcomes of the validation study device showed that: 1)Syllabus declared very good, 2)Learning Implementation Plan declared good, 3)Hand Out declared very good, 4)Question Pre Test and Post Test declared very good. The outcomes of the experiment class normality test showed c2calculate = 10,50 &le; c2 table = 11.070 and show the control class c2calculate = 10,24 &le; c2 table = 11.070. This means that data is declared normal distribution. The outcome Homogeneity test show F calculated = 1.07 &le; F table = 1.84. This means that samples declared homogeneous. Student learning outcomes with recitation method to get the average value of 65,00. And student learning outcomes with a lecture to get an average value of 45,00. The outcomes hypotheses test are known tcalculate =6,090 &ge; ttable = 1,66. This means that Ho is rejected and Ha accepted. It was concluded that, there are differences in learning outcomes between recitation methods and lecture method significant at a 0.05. Keywords : recitation method, lecture method, learning outcomes
Analisis tingkat Berpikir Kreatif Siswa kelas X TGB-1 pada Materi Pengukuran Luas Peta Situasi Melalui Pemecahan Masalah tipe Multiple Solution Task di SMK Negeri 1 Nganjuk MUHAMMAD KRIS YUAN H
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol. 1 No. 1/JKPTB/15 (2015): Wisuda ke-82 Periode 1 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teknik gambar bangunan (TGB) merupakan salah satu jurusan dimana siswa dididik untuk berkompeten dan bertujuan menyiapkan tamatan untuk menjadi tenaga kerja dalam lingkup keahlian Gambar Bangunan yang mampu bekerja mandiri, profesional, dan mengembangkan diri dalam bidang keahliannya. Kemampuan berpikir kreatif secara eksplisit dimuat menjadi salah satu prinsip pengembangan kurikulum siswa SMK oleh Departemen Pendidikan Nasional. Selain itu, Kreativitas menjadi prasyarat yang menentukan bagi individu dalam meningkatkan kualitas hidup. Kreativitas seseorang juga sangat diperlukan dalam dunia kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komponen berpikir kreatif yang dimiliki oleh siswa dan tingkat berpikir kreatif siswa dalam menghitung hasil pengukuran luas peta situasi melalui pemecahan masalah multiple solution task. Manfaat dari penelitian ini yaitu sebagai gambaran bagaimana peran guru sebagai motivator dan fasilitator dalam memberikan bimbingan kepada siswa dalam rangka meningkatkan kreativitas belajar siswa serta untuk mengetahui tingkat berpikir kreatif siswa suatu kelas, sehingga guru dapat merancang metode maupun teknik pembelajaran yang sesuai dan tepat. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif dengan menggunakan data kuantitatif. Penelitian dilaksanakan pada semester gasal tahun ajaran 2014/2015. Subjek dari penelitian ini adalah siswa kelas X TGB-1 SMK Negeri 1 Nganjuk. Instrumen yang digunakan yaitu sebuah tes tertulis dan pedoman wawancara. Teknik pengumpulan data yang diperlukan pada penelitian ini diperoleh melalui hasil tes tertulis dan transkrip wawancara. Teknik analisis data responden dilakukan dengan menyusun expert solution space, menganalisis individual solution space, dan menganalisis tingkat berpikir kreatif dengan mengidentifikasi hasil tes dan menganalisis hasil wawancara. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa Komponen berpikir kreatif yang dimiliki oleh siswa kelas X TGB-1 SMK Negeri 1 Nganjuk dalam menghitung hasil pengukuran luas peta situasi melalui pemecahan masalah tipe multiple solution task adalah terdapat 5 siswa (15,15%) mampu menunjukkan kefasihan, 23 siswa (69,70%) mampu menunjukkan fleksibilitas dan 2 siswa (6,06%) siswa mampu menunjukkan kebaruan. Tingkat Berpikir Kreatif (TBK) siswa kelas X TGB-1 dapat dikelompokkan dalam TBK 0 (tidak kreatif) sebanyak 10 siswa (30,30%), TBK 1 (kurang kreatif) sebanyak 0 siswa (0,00%), TBK 2 (cukup kreatif) sebanyak 17 siswa (51,52%), TBK 3 (kreatif) sebanyak 4 siswa (12,12%), dan TBK 4 (sangat kreatif) sebanyak 2 siswa (6,06%). Kata kunci : Tingkat Berpikir Kreatif, Luas Peta Situasi, Multiple Solution Task. Engineering drawing building (TGB) is one of the majors where students are educated to competence and purpose to prepare graduates become labor within the scope of expertise image building capable of working independent, professional, and develop themselves in their skill. Creative thingking abilities explitly one of principles of curriculum development of SMK students by department of national education. More over, creativity become requrement for individuals to improve the quality of life. Creativity also necessery in the workplace. This purpose research is to determine the student&rsquo;s creative level components thinking and student&rsquo;s creative thinking level in the measurement results of wide map situation through multiple solution task problem solving. The benefit of this research is a description of role the teacher as a motivator and facilitator in providing guidance students to develop creativity of student, also determine the student&rsquo;s creative thinking level in a class, so teacher can design methods and techniques of learning. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif dengan menggunakan data kuantitatif. This research is a descriptive research using quantitative data. Subjek dari penelitian ini adalah siswa kelas X TGB-1 SMK Negeri 1 Nganjuk. The subject of this research are students X TGB-1 class in SMK Negeri 1 Nganjuk. Instrumen yang digunakan yaitu sebuah tes tertulis dan pedoman wawancara. The instrument use a written test and interview guides. The colleting data method for this research used via result of written test and interview transcrips. Respondent data analyis technique to compose expert solution space, analysis of individual solution space, and analisys of creative thingking level with identification written test and analysis interview result. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa Komponen berpikir kreatif yang dimiliki oleh siswa kelas X TGB-1 SMK Negeri 1 Nganjuk dalam menghitung hasil pengukuran luas peta situasi melalui pemecahan permasalahan tipe multiple solution task adalah terdapat 5 siswa (15,15%) mampu menunjukkan kefasihan, 23 siswa (69,70%) mampu menunjukkan fleksibilitas dan 2 siswa (6,06%) siswa mampu menunjukkan kebaruan. The results of research showing that a components from creative thinking students X TGB-1 class in SMK Negeri 1 Nganjuk through multiple types of problem-solving task solution is there are 5 students (15.15%) show fluency, 23 students (69.70%) show the flexibility and 2 students (6.06%) students show the novelty. Tingkat berpikir kreatif (TBK) siswa kelas X TGB-1 dalam menghitung hasil pengukuran luas peta situasi melalui pemecahan permasalahan tipe multiple solution task berdasarkan komponen berpikir kreatif dapat dikelompokkan dalam TBK 0 (tidak kreatif) sebanyak 10 siswa (30,30%), TBK 1 (kurangkreatif) sebanyak 0 siswa (0,00%), TBK 2 (cukup kreatif) sebanyak 17 siswa (51,52%), TBK 3 (kreatif) sebanyak 4 siswa (12,12%), dan TBK 4 (sangat kreatif) sebanyak 2 siswa (6,06%). Level of creative thinking (TBK) in the measurement results map area situation through multiple solution task problem solving type based creative thinking component grouped in TBK 0 (not creative) 10 students (30.30%), TBK 1 (less creative) 0 students (0.00%), TBK 2 (quite creative) 17 students (51.52%), TBK 3 (creative) 4 students (12.12%), and TBK 4 (very creative) 2 students (6.06%). Keyword : Creative Thingking Level, Map Area Situation, Multiple Solution Task

Page 5 of 55 | Total Record : 548